Sunday, August 31, 2025

Suara Rakyat di Balik 'Pengesahan' RUU Perampasan Aset

Rumah di Bintaro yang dikira milik Nafa Urbach dijarah massa tak dikenal. (Adrial/detikcom)


Pada Sabtu٪ 30 Agustus 2025, sebuah peristiwa simbolis terjadi ketika masyarakat Indonesia secara kolektif melakukan "pengesahan" terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Tindakan ini bukanlah prosedur legal yang sah, melainkan sebuah aksi politik dan gerakan sosial yang mencerminkan kekecewaan mendalam rakyat terhadap lambatnya kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa kesabaran publik telah habis dan desakan untuk memberantas korupsi secara efektif sudah mencapai puncaknya.

Aksi ini muncul sebagai respons atas perdebatan panjang dan penundaan yang berlarut-larut dalam pembahasan RUU Perampasan Aset di parlemen. Sebagian besar masyarakat melihat penundaan ini sebagai indikasi ketidakseriusan DPR dalam memprioritaskan agenda pemberantasan korupsi. Padahal, undang-undang ini sangat krusial karena memungkinkan negara untuk menyita aset hasil korupsi secara cepat dan efisien, memutus mata rantai keuntungan dari kejahatan yang merugikan negara. Kebutuhan mendesak akan mekanisme hukum yang lebih kuat inilah yang mendorong rakyat untuk turun tangan, menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam ketika institusi negara dianggap gagal menjalankan tugasnya.

"Pengesahan" RUU di lapangan, tanpa tanda tangan Ketua Badan Legislasi (Baleg) atau prosedur resmi lainnya, tidak memiliki kekuatan hukum. Namun, tujuannya bukan untuk menggantikan proses legislasi negara, melainkan untuk menciptakan tekanan publik yang masif. Aksi ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat luas tentang pentingnya RUU ini dan memaksakan DPR serta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. Ini adalah cara rakyat untuk menuntut akuntabilitas, mengingatkan para wakilnya bahwa kekuasaan legislasi pada dasarnya berasal dari rakyat itu sendiri.

Dengan demikian, "pengesahan" RUU Perampasan Aset oleh rakyat adalah sebuah pesan kuat. Ini adalah perwujudan dari kekuatan rakyat yang menuntut perubahan. Peristiwa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran publik, tetapi juga menjadi dorongan yang tidak bisa diabaikan bagi DPR untuk serius menuntaskan pembahasan RUU tersebut. Hanya dengan legislasi yang tegas dan implementasi yang berani, kita dapat melangkah maju dalam upaya membersihkan negara dari korupsi. (*)

Refleksi Kemerdekaan: Makna dan Tantangan di Usia 80 Tahun


Ustadz Heru Winarno dalam pengajian Ahad pagi (31/8/2025) di Masjid Darul Arqom kota Pasuruan mengajukan pertanyaan reflektif: "Apakah kita sudah benar-benar merdeka?" Ia mengajak jamaah untuk memikirkan makna kemerdekaan, yang bukan sekadar pemberian, tetapi hasil perjuangan panjang melawan penjajahan. Pada usia kemerdekaan Indonesia yang ke-80 tahun, ia menilai bahwa kedewasaan bangsa masih menjadi pertanyaan, terutama melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.

Ustadz menyoroti kejadian yang memicu polemik, seperti demonstrasi yang berujung pada kerusuhan, yang ia duga dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi. Ia mengingatkan umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk cerdas dan tidak mudah menjadi "proxy" atau alat bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.

---

*Tujuan Mulia Kemerdekaan Berdasarkan UUD 1945*

Ustadz Heru mengajak jamaah untuk kembali pada cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Ia menguraikan empat tujuan utama kemerdekaan:

1.  *Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.* Ia menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab seluruh komponen bangsa, bukan hanya pemerintah, tetapi juga rakyat.
2.  *Meningkatkan kesejahteraan umum.* Meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, ia menyayangkan kekayaan tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ia menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur bahwa kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dan ia melihat adanya ketidaksesuaian antara konstitusi dan undang-undang yang berlaku.
3.  *Mencerdaskan kehidupan bangsa.* Ustadz tidak setuju dengan program "makan gratis" yang dianggapnya kurang tepat sasaran. Menurutnya, anggaran tersebut lebih baik dialokasikan untuk menggratiskan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, serta untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
4.  *Melaksanakan ketertiban dunia.* Ustadz mengingatkan peran Indonesia dalam kancah dunia, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina, negara kedua setelah Mesir yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

---

*Permasalahan Bangsa dan Solusi yang Ditawarkan*

Ustadz Heru mengidentifikasi lima problematika utama yang dihadapi bangsa Indonesia:

1.  *Korupsi:* Korupsi dapat terjadi di mana saja karena sistem yang memungkinkan. Ustadz menekankan pentingnya memperbaiki mental dan sistem untuk mewujudkan transparansi dan pelayanan publik yang gratis. Ia juga menyinggung bagaimana pejabat publik yang seharusnya melayani rakyat justru terjerat kasus korupsi, yang menunjukkan kegagalan mental.
2.  *Kesenjangan Sosial dan Ekonomi:* Kekayaan negara yang hanya dinikmati segelintir orang menciptakan jurang pemisah yang lebar.
3.  *Toleransi dan Pemahaman:* Kurangnya toleransi membuat masyarakat mudah diprovokasi dan dijadikan alat untuk agenda-agenda tertentu.
4.  *Globalisasi:* Ustadz mencontohkan kebijakan impor yang tiba-tiba dari negara adidaya, menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka dari pengaruh ekonomi global.
5.  *Integrasi Nasional:* Problematika ini juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

---

*Makna Kemerdekaan yang Hakiki*

Ustadz Heru menyimpulkan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dalam dimensi *jiwa, akal, moral, dan spiritual.*

Ia mengutip Surah Al-A'raf ayat 172, di mana Allah bertanya kepada calon manusia sebelum dilahirkan: *"Alastu bi rabbikum?"* (Bukankah Aku ini Tuhanmu?). Manusia menjawab: *"Bala"* (Benar). Ini menunjukkan bahwa sejak awal penciptaan, manusia sudah terikat janji dengan Allah, dan kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang menyadari janji tersebut.

Meskipun manusia tidak mengingat janji itu secara sadar, akal sehat akan membimbing untuk menyadarinya. Dengan demikian, Ustadz Heru menegaskan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kemerdekaan yang membawa manusia pada pengakuan dan ketaatan kepada Allah SWT. (*)

Firnas Muttaqin 
Ahad, 31/8/2025

Pentingnya Istiqomah dan Merenungkan Ciptaan Allah


Ustadz Umar Efendi dalam Pengajian Ahad Subuh (31/8/2025) di Masjid Al Ikhlas Kebonagung Kota Pasuruan menegaskan bahwa Istiqomah atau konsistensi adalah kunci dalam menjalankan ajaran Islam. Istiqomah tidak hanya sebatas ritual ibadah, tetapi juga mencakup zikir yang teratur dan ketaatan pada aturan Allah, seperti shalat lima waktu. 

Ia juga menyoroti pentingnya dzikir dalam setiap aktivitas, termasuk sebelum berhubungan suami istri, sebagai bentuk perlindungan bagi keturunan dari godaan setan.

---

*Hubungan Manusia dengan Allah dan Sesama*

Ustadz Umar Efendi membagi hubungan manusia menjadi dua, yaitu vertikal (Hablum Minallah) dan horizontal (Hablum Minannas).

1.  *Hablum Minallah* (Hubungan Vertikal): Ini adalah komunikasi berkelanjutan dengan Allah.
2.  *Hablum Minannas* (Hubungan Horizontal): Ini adalah interaksi sosial atau bermasyarakat. Ustadz menekankan pentingnya etika, seperti senyum dan sapa, bahkan kepada orang yang tidak dikenal. Ia juga mengingatkan bahwa jabat tangan dan ucapan salam (Assalamu'alaikum) dapat menghapus dosa-dosa selama jabat tangan tersebut tidak dilepaskan.

Selain itu, ia mengajak untuk saling berbagi sesuai kemampuan, baik itu harta, ilmu, fisik, atau doa.

---

*Pelajaran dari Alam Semesta dan Kisah Iblis*

Ustadz Umar Efendi mengajak jamaah untuk merenungkan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW: *"Wala tafakkaru fi dzaatillah, wa tafakkaru fi khalqillah"* (Janganlah kamu memikirkan tentang dzat Allah, tapi pikirkanlah tentang ciptaan-Nya).

* *Pentingnya Merenung:* Merenungkan ciptaan Allah membantu manusia tidak merasa sombong, karena menyadari betapa kecilnya diri di hadapan keagungan-Nya.
* *Kesombongan adalah Penghancur:* Kesombongan menjadi akar kehancuran. Ustadz mencontohkan Iblis yang memiliki ilmu tinggi dan menjadi imam para malaikat, namun menolak sujud kepada Nabi Adam karena merasa lebih mulia. Penolakan ini disebabkan oleh kesombongan. Iblis, seperti manusia, memiliki akal dan nafsu, sehingga ia bisa menjadi kreatif, tetapi kesombongannya membuatnya terjerumus.
* *Contoh Lain:* Ustadz juga menyebutkan contoh Fir'aun, Abu Jahal, dan Abu Lahab, yang meskipun mengakui kebenaran, kesombongan, kekuasaan, dan kekayaan membuat mereka menolak ajaran Allah dan Rasulullah. Hal ini berbeda dengan Abu Sufyan, yang pada akhirnya menerima Islam.

---

*Bukti Kebesaran Allah dalam Ciptaan-Nya*

Ustadz Umar Efendi mengajak jamaah untuk memperhatikan detail-detail dalam ciptaan Allah yang sering kali luput dari perhatian, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ghasyiyah: *"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana dia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana dia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana dia dihamparkan?"*

* *Unta:* Unta memiliki fisik yang kuat, dapat minum dalam jumlah besar, dan menyimpan air di kantungnya dengan baik. Bahkan air di kantung unta lebih bersih dan dapat diminum oleh manusia. Unta juga memiliki naluri kuat untuk mengingat jalan pulang.
* *Langit:* Langit diciptakan tanpa tiang dan memiliki tujuh tingkatan. Manusia tidak dapat menembusnya, dan bahkan Malaikat Jibril pun tidak diizinkan melampaui batas tertentu. Ini menunjukkan keagungan Allah yang tak terjangkau.
* *Gunung:* Gunung-gunung ternyata saling terhubung satu sama lain. Contohnya, gunung-gunung di Jawa seperti Semeru dan Arjuna terhubung dengan gunung di daerah lain. Letusan Gunung Rinjani pada 1800-an bahkan memiliki dampak global, menyebabkan dua tahun tanpa hujan di Jerman. Ini menunjukkan keterkaitan alam semesta.
* *Bumi:* Bumi yang kita pijak juga memiliki lapisan-lapisan. Ustadz mengingatkan bagaimana dahulu orang harus berjalan jauh untuk sampai ke suatu tempat, sementara kini kita bisa melakukan perjalanan dengan mudah.

---

*Tugas Manusia dan Tanggung Jawab Diri*

Ustadz Umar Efendi menyimpulkan bahwa setelah merenungkan kebesaran Allah, tugas manusia hanyalah memberikan peringatan kepada orang-orang sombong yang menolak ajaran-Nya. Ia juga mengutip ayat yang menyebutkan bahwa pergantian siang dan malam adalah tanda bagi orang-orang yang cerdas.

Orang yang cerdas adalah mereka yang selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas, termasuk saat memegang jabatan politik atau kekuasaan. Mengingat Allah akan menjaga seseorang dari korupsi, keserakahan, dan pengkhianatan. Ia menutup ceramah dengan menekankan bahwa setiap perbuatan, sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. (*)

Firnas Muttaqin 
Ahad, 31/8/2025

Aplikasi Sapa UMKM: Antara Harapan dan Realita di Lapangan



Aplikasi Sapa UMKM yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM bertujuan untuk mendigitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Aplikasi ini diharapkan bisa memetakan pelaku UMKM, memudahkan akses modal, dan memberikan keadilan bagi semua pelaku usaha. Namun, implementasinya menuai beragam tanggapan, terutama dari para pedagang kecil di lapangan.

Tanggapan Pedagang Kaki Lima

Seorang pedagang gorengan dan pedagang cilok bernama Pak Husin memberikan pandangannya tentang kewajiban menggunakan aplikasi ini.

  • Pedagang Gorengan: Ia merasa belum siap. Selain tidak memiliki ponsel pintar, ia juga merasa kesulitan dan tidak terbiasa menggunakan aplikasi. Meskipun mendukung produk yang halal, ia merasa keberatan dengan kewajiban menggunakan aplikasi, apalagi ia belum terdaftar sebagai UMKM.

  • Pak Husin (Pedagang Cilok): Meskipun setuju dengan digitalisasi, Pak Husin lebih memilih cara yang ringkas, yaitu pembayaran tunai (cash). Ia merasa penggunaan aplikasi, seperti QRIS, membuat proses menjadi lebih rumit, karena uang tidak bisa langsung diambil saat dibutuhkan. Ia menyatakan bahwa jika diwajibkan, ia akan merasa keberatan, meskipun pada akhirnya akan mengikuti aturan.

Tanggapan Menteri dan Para Pihak Terkait

Menteri Koperasi dan UKM menanggapi kekhawatiran para pedagang dengan menjelaskan tujuan utama dari Sapa UMKM.

  • Menteri Koperasi dan UKM: Ia menegaskan bahwa kata "wajib" tidak berarti pelanggaran aturan, tetapi lebih kepada pedagang akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan fasilitas yang ada dalam aplikasi. Ia menceritakan bahwa ide aplikasi ini muncul ketika ia melihat pedagang kaki lima yang harus kabur dari Satpol PP. Sapa UMKM dirancang sebagai alat bantu untuk memetakan konsentrasi massa, sehingga pedagang bisa memilih lokasi yang strategis dan tidak berjualan di tempat sepi. Ia juga menekankan bahwa jika aplikasi ini dianggap sulit dan ribet, maka tujuannya tidak tercapai. Aplikasi akan terus diperbarui berdasarkan masukan dari masyarakat.

  • TDA (Tangan Di Atas): Organisasi pengusaha yang telah 20 tahun bergerak ini menyatakan dukungannya terhadap Sapa UMKM. Mereka telah melakukan digitalisasi sejak 2015 dan kini memiliki 60.000 anggota yang terdigitalisasi. Mereka bersedia mendukung pemerintah dengan data yang mereka miliki.

  • Kadin: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga mendukung Sapa UMKM. Mereka melihat aplikasi ini sebagai wujud keadilan bagi pelaku usaha, baik mikro, kecil, maupun menengah. Kadin percaya bahwa data dari aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan lain untuk program CSR dan juga oleh perbankan untuk penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang lebih tepat sasaran. Dengan adanya data, perbankan tidak bisa lagi "main-main" dalam menyalurkan dana.


Kesimpulan

Sapa UMKM bertujuan untuk memodernisasi sektor UMKM di Indonesia, memberikan kemudahan akses, dan memastikan keadilan. Namun, kendala seperti minimnya literasi digital dan keterbatasan perangkat di kalangan pedagang kecil menjadi tantangan yang nyata. Keterlibatan pemerintah dalam mendengarkan masukan dan terus melakukan perbaikan terhadap aplikasi ini akan menjadi kunci keberhasilannya. (*)


https://youtu.be/octH6NddTDA

Aplikasi SAPA UMKM

___

Thursday, August 28, 2025

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kesejahteraan Desa

Catatan Rakor Online Perdana Pendamping / Penggerak Koperasi Merah Putih

Jakarta, 28 Agustus 2025 - Pemerintah, melalui Kementerian Koperasi dan UKM, telah meluncurkan program 80.000 Koperasi Desa yang diberi nama Koperasi Desa Merah Putih pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo yang kembali menekankan pentingnya pembentukan koperasi desa sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan.

Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi di pedesaan, didukung dengan gudang modern dan enam unit usaha strategis yang disebut "gerai". Model ini diharapkan mampu memangkas rantai pasok yang panjang dan dominasi tengkulak yang selama ini merugikan petani dan menekan harga di tingkat produsen. Dengan memotong rantai pasok, koperasi ini bertujuan untuk memberikan harga yang lebih pasti dan menguntungkan bagi petani, peternak, dan produsen lainnya.

Enam unit usaha strategis yang akan dijalankan oleh Koperasi Desa Merah Putih meliputi:
* *Gerai Sembako:* Menjual kebutuhan pokok seperti beras dan LPG.
* *Gerai Obat dan Apotek Desa:* Menyediakan layanan kesehatan puskesmas pembantu dan apotek yang lebih dekat dengan masyarakat.
* *Gerai Klinik Desa:* Memberikan layanan kesehatan dasar.
* *Gerai Kantor Koperasi:* Menyalurkan bantuan pemerintah seperti PKH.
* *Gerai Unit Simpan Pinjam:* Menawarkan mekanisme pinjaman yang transparan untuk menghindari jeratan rentenir atau pinjaman online ilegal.
* *Gerai Pergudangan (Cold Storage/Cold Chain) dan Logistik:* Menyediakan layanan logistik, sewa traktor, dan pupuk, sekaligus berfungsi sebagai tempat pemasaran hasil panen.

Keberhasilan program ini bergantung pada beberapa faktor kunci, termasuk partisipasi aktif masyarakat dan kemampuan koperasi untuk beradaptasi dengan teknologi. Untuk mengatasi hal ini, Kemenkop telah menyusun berbagai modul pelatihan dan sosialisasi. Program ini juga didukung oleh regulasi, termasuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang membentuk gugus tugas percepatan yang melibatkan 13 menteri, 3 kepala badan, serta para gubernur dan bupati/wali kota.

Dengan skema hubungan kelembagaan yang terintegrasi antara Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah desa, dan lembaga ekonomi lainnya, diharapkan dapat menjadi instrumen bersama untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Firnas
Kamis, 28/8/2025

Kejaksaan dan DPRD Pasuruan Ajak Masyarakat Perangi Judi Online, Hoaks, dan Narkoba


PASURUAN– Acara Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan di Aula PD Muhammadiyah Kota Pasuruan pada Kamis (28/8/2025) menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat bersinergi dalam menghadapi masalah sosial dan hukum. Dua narasumber dari Kejaksaan Negeri dan DPRD Kota Pasuruan menyampaikan sejumlah tantangan yang perlu ditangani bersama.

---

*Kejaksaan Waspada Peredaran Judi Online dan Hoaks*

Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Pasuruan, Brigita Feby Florentina, S.H., M.H., yang berasal dari Bidang Intelijen, menjelaskan peran kejaksaan dalam upaya pencegahan hukum. Ia menyoroti tiga isu utama yang marak terjadi di Kota Pasuruan.

Pertama, *judi online* yang disebutnya kian memprihatinkan. Dalam delapan bulan terakhir, ia mengaku telah menangani 10 perkara judi online. Ia memperingatkan bahwa aktivitas ini bukan hal sepele dan bisa berujung pada hukuman pidana. Bahkan, ia menyebutkan adanya kasus di mana seseorang yang baru bermain dua hari dituntut dengan hukuman 1,5 tahun penjara.

Kedua, ia mengingatkan bahaya peredaran *narkotika dan obat-obatan keras* di kalangan masyarakat. Kejaksaan sering kali menangkap pengedar dengan ribuan butir pil yang siap diedarkan, termasuk "pil kucing."

Ketiga, ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian. Menurutnya, setiap orang perlu memverifikasi sumber berita sebelum membagikannya, karena penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian dapat dikenai sanksi hukum sesuai Undang-Undang ITE.

Selain itu, Feby juga meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan adanya aliran kepercayaan atau keagamaan yang menyimpang kepada Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan) di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Pasuruan.

---

*DPRD Tawarkan Solusi Ketahanan Keluarga dan Apresiasi Muhammadiyah*

Anggota DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi mendalam terhadap peran Muhammadiyah dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kemandirian bangsa.

Ia mencontohkan kontribusi nyata Muhammadiyah melalui Ambulan LazizMu. Ismu menceritakan pengalaman pribadinya saat meminta bantuan ambulan untuk membawa jenazah dari Surabaya ke Pasuruan. Layanan ambulan pemerintah tidak dapat membantu, dan layanan swasta mematok biaya Rp2 juta. Namun, Ambuanmu dari Lazismu bersedia memberikan layanan tersebut secara gratis dalam waktu yang sangat cepat, menunjukkan kecepatan dan kontribusi sosial yang luar biasa.

Menanggapi masalah sosial yang dipaparkan Kejaksaan, Ismu menyatakan bahwa DPRD sedang menginisiasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang *ketahanan keluarga*. Ia meyakini bahwa pondasi keluarga yang kuat akan menjadi solusi awal untuk membentuk karakter positif pada anak-anak. Ia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan masukan terhadap Raperda tersebut.

Kedua narasumber sepakat bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi aktif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah menjadi kunci untuk membangun masyarakat Pasuruan yang lebih baik dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. (*)

Firnas Muttaqin 
Kamis, 28/8/2025

https://pasmu.id/kabar/kejaksaan-dan-dprd-pasuruan-ajak-masyarakat-perangi-judi-online-hoaks-dan-narkoba/
____

Walikota Pasuruan Soroti Ancaman Post-Truth dan Masalah Sosial, Ajak Ormas Jaga Persatuan


PASURUAN – Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Dalam acara Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan di Aula PDM Muhammadiyah Kota Pasuruan pada Kamis (28/8/2025), ia menyoroti masalah sosial dan kesehatan yang mengancam persatuan, di samping tantangan dari era digital.

---

*Muhammadiyah dan Komitmen Persatuan Bangsa*

Adi Wibowo mengawali pidatonya dengan mengapresiasi peran historis Muhammadiyah yang telah berdiri jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, komitmen persatuan telah menjadi landasan bangsa sejak masa Majapahit hingga konsensus Sumpah Pemuda.

Ia juga menyanjung kemandirian Muhammadiyah yang dianggapnya patut dicontoh. "Kalau kita mau jujur, bahkan sempat viral ormas terkaya di dunia ini ya Muhammadiyah," ujarnya, sembari memuji etos organisasi yang menjadikan seluruh asetnya milik perserikatan, bukan aset personal pengurusnya.

---

*Dilema Sosial di 'Kota Santri'*

Walikota Adi Wibowo memaparkan data yang memprihatinkan terkait kondisi sosial di Pasuruan. Ia menyebut data terakhir menunjukkan ada 592 warga Kota Pasuruan yang terkena HIV/AIDS akibat perilaku menyimpang dan narkoba. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa penyakit TBC masih menjadi masalah serius, di mana Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia dan Jawa Timur menempati peringkat pertama di Indonesia.

Menurutnya, masalah-masalah ini menjadi paradoks bagi Pasuruan yang dikenal sebagai "kota santri." Ia berpendapat bahwa persoalan ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga semua pihak, termasuk ormas dan keluarga.

*Ancaman Era Post-Truth dan Peran Pemerintah*

Walikota Adi Wibowo juga menyinggung tantangan yang datang dari era post-truth, di mana masyarakat lebih mudah mengonsumsi hoaks dan misinformasi. Ia menyebut bahwa saat ini, orang-orang mungkin lebih banyak mengonsumsi media sosial daripada nasi, yang membuat persatuan bangsa menjadi rentan.

"Hari ini kita dihadapkan pada yang namanya era post-truth, era pasca kebenaran," jelasnya. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengembalikan semangat awal dalam menjaga persatuan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam pidatonya, ia juga menjanjikan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan, termasuk rencana program untuk memberikan bantuan pendidikan hingga tingkat sarjana bagi masyarakat miskin di tahun 2026. Terkait masalah fiskal daerah, ia mengakui adanya kepekaan masyarakat terhadap pajak, namun menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berjalan tanpa kontribusi dari pajak dan retribusi.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Ia mengundang semua pemangku kepentingan, terutama ormas keagamaan, untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Pasuruan. Ia juga secara pribadi menyatakan keterbukaan untuk berdiskusi secara informal dengan masyarakat, terutama generasi muda, demi menjembatani komunikasi. (*)

Firnas Muttaqin 
Kamis, 28/8/2025

https://pasmu.id/kabar/wali-kota-pasuruan-soroti-ancaman-post-truth-dan-masalah-sosial-ajak-ormas-jaga-persatuan/
___

Islam Berkemajuan Kunci Membangun Peradaban di Era Digital


PASURUAN – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pasuruan, Abu Nasir, menekankan bahwa Muhammadiyah telah bergerak melampaui perdebatan masalah-masalah ibadah dan kini fokus pada pembangunan peradaban. Hal ini disampaikan dalam acara Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan di Aula PDM Pasuruan, Kamis (28/8/2025).

Menurut Abu Nasir, Islam harus dipahami dengan tiga pendekatan epistemologis:
* *Bayaniyah*: Memahami ajaran dari teks-teks Al-Quran dan Hadis.
* *Burhaniyah*: Menggunakan akal dan nalar untuk menafsirkan teks.
* *Irfaniyah*: Mengambil hikmah dan kearifan dari ajaran tersebut.

"Teks-teks Al-Quran dan hadis tidak serta merta diserap begitu saja," ujarnya, "ada konteks yang harus dipahami untuk mengambil makna secara arif."

---
*Sinergi dengan NU dan Komitmen Kebangsaan*

Abu Nasir menyoroti sinergi yang kini terjalin antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang ia sebut sebagai "dua sayap garuda" yang harus bersama-sama membangun persatuan dan kemandirian bangsa. Ia menyebut bahwa di tingkat pusat, kedua pimpinan ormas telah sepakat untuk membangun monumen persatuan, dan ia berharap hal ini dapat terwujud hingga ke tingkat daerah.

Ia juga menjelaskan konsep **Darul Ahdi Masyaadah**, yang berarti rumah kesepakatan dan persaksian. Konsep ini menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk menjadikan NKRI sebagai satu-satunya "rumah" tempat berkarya dan mengabdi. Sebagai bentuk persaksian, Muhammadiyah terus menghasilkan **amal usaha** di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga sosial.

"Muhammadiyah sudah selesai dengan urusan ibadah," tegasnya. Ia menyatakan bahwa urusan ibadah adalah ranah pribadi antara hamba dan Tuhan, sementara urusan antar-manusia adalah hal yang harus dibangun bersama. "Buat apa kita sibuk dengan ibadah, tapi sama tetangga tidak menyapa," imbuhnya.

---

*Pentingnya Membangun Mindset di Era AI*

Abu Nasir juga menyoroti tantangan besar di era digital, di mana doktrin-doktrin agama digugat oleh anak-anak muda. Ia menekankan bahwa kini tugas utama adalah menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan, yang ia sebut "era ChatGPT dan AI."

Ia berpendapat bahwa pondok pesantren dan madrasah harus beradaptasi. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukanlah doktrin semata, tetapi stimulasi kognisi, sensori, motorik, dan sosial agar anak-anak mampu menjadi pribadi yang utuh.

"PR besar bagi kita sekarang adalah bukan bagaimana kita ini menjadikan agama sebagai dasar hidup, karena itu sudah selesai. Tetapi urusan-urusan yang berkaitan dengan peradaban umat, membangun anak-anak bangsa menjadi anak-anak yang siap hidup di masa kini dan masa depan," pungkasnya. Ia berpesan agar warga Muhammadiyah fokus pada karya dan amal usaha, alih-alih terpecah oleh isu-isu yang tidak produktif. (*)

Firnas Muttaqin 
Kamis, 28/8/2025

https://pasmu.id/kabar/ustaz-abu-nasir-islam-berkemajuan-kunci-membangun-peradaban-di-era-digital/
___

Ustadz Yusuf Hasymi: Kunci Lapang Dada adalah Perbaiki Diri dan Tinggalkan Keinginan Duniawi



PASURUAN – Ustadz Yusuf Hasymi dalam pengajian rutin di Masjid At-Taqwa Jagalan, Kamis (28/8/2025), menyampaikan pentingnya memiliki sikap "lapang dada" sebagai landasan spiritual dalam menghadapi kehidupan. Menurutnya, konsep ini tidak hanya berarti bersabar, tetapi juga merupakan hasil dari proses pemahaman agama yang mendalam dan meninggalkan kecenderungan duniawi.

Dalam ceramahnya, Ustadz Yusuf merujuk pada kisah Nabi Musa a.s. yang memohon kepada Allah agar dadanya dilapangkan dan didampingi oleh Nabi Harun. Ia menjelaskan bahwa lapang dada adalah kondisi ketika seseorang beralih dari ketidaktahuan menuju pemahaman, yang memungkinkannya untuk menerima kebenaran.

---

*Dua Ciri Orang yang Berlapang Dada*

Ustadz Yusuf menegaskan bahwa orang yang benar-benar memiliki lapang dada akan menunjukkan dua ciri utama, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis:

1.  *Selalu Memperbaiki Diri:* Orang tersebut akan terus berupaya meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah, selalu bertaubat atas kesalahan, dan tidak terjerumus pada sifat keserakahan. Ia mencontohkan bagaimana kurangnya lapang dada dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal seperti mencuri atau korupsi, karena segala cara dihalalkan demi mengejar kekayaan.

2.  *Mempersiapkan Bekal Amal:* Lapang dada akan mendorong seseorang untuk mempersiapkan bekal amal kebajikan, baik yang wajib maupun sunah, sebelum datangnya kematian. Ini menunjukkan fokus hidup yang tidak hanya pada dunia, tetapi juga pada akhirat.

*Kemuliaan Nabi dan Tanggung Jawab Umat*

Mengutip ayat dalam Surah Al-Insyirah, Ustadz Yusuf menjelaskan bahwa Allah telah meluaskan dada Nabi Muhammad dan mengangkat namanya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَمْ نَشْرَحْ لَـكَ صَدْرَكَ 
"Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?,"
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 1)

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ 
"dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,"
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 2)

الَّذِيْۤ اَنْقَضَ ظَهْرَكَ 
"yang memberatkan punggungmu,"
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 3)

وَرَفَعْنَا لَـكَ ذِكْرَكَ 
"dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 4)

Ustadz Yusuf menjelaskan bahwa kemuliaan nama Nabi Muhammad terekam abadi karena disandingkan dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, terus disebut dalam adzan dan iqamah, serta dilantunkan melalui sholawat.

Selain itu, ia juga menyinggung hadis yang menganjurkan umat untuk menikah dan memperbanyak keturunan agar Nabi dapat berbangga dengan jumlah umatnya di hari kiamat kelak. Ustadz Yusuf menekankan bahwa ajaran ini perlu dipahami sebagai sebuah pesan spiritual, di tengah program pemerintah modern seperti "Dua Anak Cukup" yang bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Ia mengakhiri ceramahnya dengan pesan universal dari Al-Qur'an:

فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6)

Ustadz Yusuf mengajak jamaah untuk menghadapi tantangan hidup dengan pola pikir yang benar, yang tidak hanya didasarkan pada pengetahuan tekstual, melainkan juga pada pemahaman mendalam dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Firnas Muttaqin 
Kamis, 28/8/2025

Wednesday, August 27, 2025

Pemuda Kunci Indonesia Emas: Peran dan Tantangan di Era Digital


SURABAYA – Dalam kajian Subuh yang disiarkan oleh RRI PRO 1 Surabaya, Rabu (27/8/2025), Ustadz Robby Basyir menyampaikan tausiyah bertema "Energi Pemuda Menyongsong Indonesia Emas". Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran sentral dan strategis dalam setiap peradaban, baik dalam sejarah Islam maupun dalam konteks pembangunan bangsa.

Ustadz Robby memulai kajiannya dengan menyoroti bagaimana Al-Quran dan hadits selalu menempatkan pemuda dalam posisi istimewa. Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang berani menghancurkan berhala di usia muda, para Ashabul Kahfi yang teguh pada keimanan, hingga penunjukan Usamah bin Zaid sebagai panglima militer di usia 18 tahun oleh Rasulullah SAW.

"Pemuda selalu menjadi sorotan dalam berbagai aktivitasnya, dari level lokal, regional, hingga internasional," jelas Ustadz Robby. Ia juga mengutip sebuah hadits yang menyebutkan bahwa salah satu dari tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di hari kiamat adalah "pemuda yang tumbuh dan hidup dalam ketaatan kepada Allah."

---

*Peran Strategis di Antara Dua Fase Kehidupan*

Ustadz Robby menjelaskan bahwa pemuda berada di antara dua fase, yaitu *fase lemah* saat masih anak-anak dan *fase non-produktif* saat sudah tua. Pada fase pemuda inilah, mereka memiliki kekuatan fisik, kebugaran intelektual, dan semangat idealisme yang berapi-api. Ia juga menyebutkan peran penting pemuda dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, seperti dalam peristiwa Rengasdengklok.

Namun, di balik kekuatan tersebut, pemuda modern menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakstabilan emosional, terbatasnya wawasan agama, dan idealisme yang terkadang tidak selaras dengan realitas sosial. Oleh karena itu, Ustadz Robby menekankan perlunya perubahan signifikan.

"Pemuda harus mampu menjaga keimanannya dan membawa perubahan yang positif. Pembentukan karakter pemuda harus dimulai dari lingkungan, terutama dalam keluarga," tuturnya.

---

*Tiga Corak Dakwah di Era Teknologi*

Ustadz Robby menguraikan tiga corak dakwah yang harus dikuasai pemuda untuk menyongsong Indonesia Emas:
1.  *Dakwah bil-lisan*: Menyampaikan ajaran dengan tutur kata yang baik dan menyentuh hati.
2.  *Dakwah bil-hal*: Menjadi teladan dengan perilaku yang baik.
3.  *Dakwah bil-qalam*: Berdakwah melalui media sosial dan konten digital. Ini menjadi metode yang paling relevan saat ini, karena banyak pemuda yang kini meniru gaya hidup dan bahkan pemahaman agama dari konten yang mereka konsumsi di media sosial.

Menanggapi tantangan pergaulan dan pengaruh media sosial, Ustadz Robby dan pembawa acara (Sari Julia) sepakat bahwa peran keluarga dan lingkungan sangat penting. Ia mengingatkan para pemuda untuk memaksimalkan waktu luang dengan hal-hal positif seperti membaca buku, berdiskusi dengan teman-teman yang saleh, dan menghadiri kajian agama. "Waktu luang adalah waktu yang cukup mengancam bagi kita, jika tidak kita isi dengan baik, kita akan 'terbunuh' olehnya," pungkasnya.

Dengan demikian, mewujudkan "Indonesia Emas 2045" membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas dan kuat, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kokoh serta mampu memilih pergaulan dan konten yang bermanfaat. (*)

Firnas Muttaqin 
Rabu, 27/8/2025

https://jatimlines.id/peran-pemuda-menuju-indonesia-emas-2045/
____

Tuesday, August 26, 2025

Dialog Suara Surabaya Ungkap Celah Korupsi Sertifikasi K3 di Kemenaker



SURABAYA – Praktik korupsi dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjadi topik utama dalam dialog interaktif program WAWASAN di Radio Suara Surabaya, Selasa pagi (26/8/2025). Diskusi ini menghadirkan perspektif dari seorang pelaku industri, Pak Hamid, serta seorang ahli dan pengurus K3 di Jawa Timur, Pak Mades Darul, untuk mengupas tuntas kasus yang baru-baru ini dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

---

*Praktik Korupsi Sudah Berlangsung Lama*

Seorang penelpon bernama Hamid, yang bekerja di perusahaan bongkar muat di Pelabuhan, mengungkapkan bahwa praktik suap untuk mempercepat pengurusan sertifikasi K3 sudah berlangsung sejak tahun 2019. Ia menegaskan bahwa hal ini bukan lagi rahasia umum di kalangan industri. Menurutnya, oknum di Kemenaker bekerja sama dengan para vendor untuk "bermain" dalam proses penerbitan sertifikat.

"Ini sudah bukan rahasia umum, Pak. Di semua perusahaan atau BUMN manapun, kalau ada kantin, terjadilah transaksi yang tidak diketahui oleh para malaikat," ujar Hamid. Ia juga menyebutkan bahwa dokumen yang seharusnya selesai dalam tiga minggu bisa ditunda hingga tiga bulan jika tidak ada "uang pelicin".

Hamid berharap agar para pejabat di Kemenaker, baik di pusat maupun daerah, segera berbenah. Ia menekankan bahwa para pekerja di lapangan sangat membutuhkan sertifikat-sertifikat ini untuk dapat beroperasi, dan mereka terbebani oleh biaya tambahan yang tidak wajar. "Kasihan mereka-mereka ini yang bekerja. Kadang mereka lembur, tapi kalau dipermainkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, nanti Allah yang akan berbalas," tambahnya.

---

*Pelatihan dan Biaya yang Wajar vs. Celah Perizinan*

Menanggapi keluhan dari industri, Pak Mades Darul memberikan penjelasan untuk meluruskan pemahaman publik. Menurutnya, biaya pengurusan sertifikat Ahli K3 Umum yang mencapai Rp6 juta, seperti yang diberitakan, kemungkinan besar sudah termasuk biaya pelatihan. Ia menjelaskan bahwa sesuai aturan, calon Ahli K3 Umum wajib mengikuti pelatihan selama 120 jam, yang biasanya berlangsung selama 12 hari. Biaya pelatihan ini, menurutnya, adalah angka yang wajar bagi Perusahaan Jasa K3 (PJK3) yang menyelenggarakannya.

Pak Mades memaparkan bahwa biaya resmi yang dibayarkan ke Kemenaker sebenarnya jauh lebih murah. Biaya sertifikat itu sendiri hanya Rp150.000, sedangkan untuk Surat Keterangan Bekerja (SKB) sebagai bukti penunjukan Ahli K3 adalah Rp125.000, sehingga total biaya resmi hanya Rp275.000.

Ia sepakat bahwa celah korupsi utama terletak pada proses administrasi di kementerian. "Biasanya memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai itu di-*approve*. Di sanalah yang masih terjadi beberapa hal yang bisa terjadi kebocorannya," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa meskipun Kemenaker sudah memiliki sistem digitalisasi yang ketat, termasuk rekaman absensi daring, celah tersebut masih dimanfaatkan oleh oknum untuk memperlambat proses demi mendapatkan keuntungan pribadi.

*Harapan untuk Perbaikan Menyeluruh*

Baik Pak Hamid maupun Pak Mades Darul sepakat bahwa kasus ini bukan hal sepele. Menurut Pak Mades, sertifikasi K3 menyangkut keselamatan dan nyawa para pekerja. Ia mendesak agar semua pihak—dari ahli K3, manajemen perusahaan, hingga dinas terkait—menanggapi masalah ini dengan serius.

"Ketika kita ngomong tentang K3, semua pihak harus serius," tegas Pak Mades. "Ini menyangkut nyawa pekerja... ada keluarga di rumah yang harus ditunggu." Ia berharap terbongkarnya kasus ini oleh KPK dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem yang menyeluruh, menciptakan transparansi, dan memastikan tidak ada lagi pihak yang mempermainkan keselamatan dan kesejahteraan para pekerja. (*)

Firnas
Selasa, 26/8/2025

Ustadz Abdullah Jelaskan Hukum Zakat dalam Islam, dari Perdagangan hingga Hasil Panen


PASURUAN – Ustadz Abdullah menyampaikan ceramah di Musholla An Nur, Bangilan, Kota Pasuruan, pada Selasa (26/8/2025), yang mengupas tuntas berbagai jenis zakat, khususnya zakat perdagangan (zakat tijarah) dan zakat hasil pertanian (zakat al-mu'asyarat).

---

*Zakat Perdagangan: Memutarkan Uang untuk Keuntungan*

Ustadz Abdullah menjelaskan bahwa *zakat tijarah* atau zakat perdagangan memiliki pengertian yang lebih luas dari sekadar jual beli. Istilah *tijarah* diartikan sebagai "memutarkan uang untuk tujuan mendapatkan untung". Ini mencakup berbagai kegiatan, termasuk produksi.

Contohnya, membeli kain dalam jumlah besar, lalu memotong dan menjahitnya menjadi baju untuk dijual. Meskipun secara umum disebut produksi, dalam konteks zakat ini tetap dianggap *tijarah* karena yang dijual adalah hasil dari pengolahan bahan baku yang dibeli.

Namun, ada jenis usaha yang tidak termasuk *tijarah*. Ustadz Abdullah mencontohkan *usaha rental mobil*. Belinya adalah barang (mobil), tetapi yang dijual adalah "manfaat" atau "jasa" dari mobil tersebut, bukan mobilnya itu sendiri. Oleh karena itu, usaha seperti rental mobil atau persewaan lainnya tidak terkena zakat *tijarah*.

Syarat dan Perhitungan Zakat Perdagangan:

* *Tujuan Profit:* Zakat hanya wajib jika tujuan usaha adalah mendapatkan untung. Jika tujuannya untuk sosial, seperti yayasan atau pasar murah yang menjual rugi, maka tidak ada kewajiban zakat.

* *Waktu (Haul):* Harta yang diperdagangkan harus sudah mencapai satu tahun penuh dalam hitungan tahun Hijriah.

* *Batas Minimal (Nisab):* Nilai total dari tiga komponen—uang kas, stok barang, dan piutang—harus mencapai *nisab*. *Nisab* ini setara dengan harga 84 gram emas, yang diperkirakan sekitar Rp140 juta.

* *Kadar Zakat:* Jika ketiga komponen harta tersebut telah memenuhi *nisab* dan *haul*, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar *2,5%*.

* *Catatan Penting:* Utang tidak mengurangi perhitungan zakat. Jadi, meskipun seseorang memiliki utang, ia tetap harus menghitung zakat dari harta yang dimilikinya.

---

*Zakat Hasil Pertanian: Aturan untuk Buah dan Biji-bijian*

Ustadz Abdullah juga merinci aturan zakat untuk hasil pertanian. Ia menjelaskan bahwa tidak semua tanaman wajib dizakati. Yang termasuk kategori ini adalah:

1.  *Buah-buahan:* Hanya *kurma* dan *anggur*. Keduanya dianggap wajib karena pada masa Nabi, keduanya merupakan makanan pokok. Buah-buahan lain seperti durian atau mangga tidak dikenai zakat. Zakat menjadi wajib ketika buah sudah "layak konsumsi" atau sudah menjadi kering, seperti kurma atau kismis.

2.  *Biji-bijian:* Berlaku untuk biji-bijian yang merupakan *makanan pokok* di suatu daerah dalam kondisi normal, bukan dalam keadaan terpaksa. Sebagai contoh, beras di Jawa atau jagung di daerah lain yang menjadikannya makanan pokok.

*Syarat dan Perhitungan Zakat Pertanian:*

* *Batas Minimal (Nisab):* Hasil panen harus mencapai akumulasi berat sekitar *450 kg*.

* *Waktu:* Tidak ada aturan *haul* satu tahun. Perhitungan dilakukan secara akumulatif dalam 12 bulan. Jika hasil panen dalam satu tahun mencapai *nisab*, maka wajib dizakati. Hasil panen dari lahan berbeda dengan jenis tanaman yang sama (misalnya, varietas padi yang berbeda) dapat digabungkan untuk mencapai *nisab*.

* *Kadar Zakat Berdasarkan Biaya Pengairan:*
    * *10%:* Jika tanaman diairi tanpa biaya, seperti mengandalkan air hujan atau irigasi umum.
    * *5%:* Jika pengairan tanaman membutuhkan biaya, seperti menggunakan mesin pompa air atau membayar jasa irigasi. (*)

Firnas Muttaqin 
Selasa, 26/8/2025

Monday, August 25, 2025

5 JURNALIS GAZA TERBUNUH LAGI! 🥀😭


Gaza, Senin 25/8/2025 - Israel menargetkan Pasien, Jurnalis dan Pertahanan Sipil di Pusat Medis Darurat di Khan Younis Gaza. 5 Jurnalis tersebut: Hussam Al Masri, Mohammad Salama, Mariam Abu Dagga, Moaz Abu Taha & Ahmed Abu Aziz.
____

Mohammad Salama dari Al Jazeera Termasuk Lima Jurnalis Gaza yang Tewas dalam Serangan Israel
_____

Serangan itu juga menewaskan jurnalis foto Reuters Hussam al-Masri, serta para jurnalis Mariam Abu Daqqa, Moaz Abu Taha, dan Ahmed Abu Aziz.

Lima jurnalis, termasuk fotografer Al Jazeera Mohammad Salama, termasuk di antara 20 orang yang tewas dalam serangan Israel di Kompleks Medis Nasser di Gaza selatan, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut.

Kementerian tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa para korban tewas di lantai empat rumah sakit dalam serangan dua tahap (double-tap strike) – satu rudal menghantam lebih dulu, lalu rudal kedua menghantam beberapa saat kemudian saat kru penyelamat tiba.

Korban yang tewas juga termasuk Hussam al-Masri, yang bekerja sebagai jurnalis foto untuk kantor berita Reuters; Mariam Abu Daqqa, yang bekerja sebagai jurnalis untuk beberapa media, termasuk The Independent Arabic dan kantor berita Associated Press; dan jurnalis Moaz Abu Taha, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza.

Jurnalis kelima, Ahmed Abu Aziz, yang bekerja untuk Quds Feed Network dan media lainnya, meninggal karena luka-lukanya, menurut pernyataan Kantor Media tersebut.

"Para kolega jurnalis menjadi martir ketika pendudukan Israel melakukan kejahatan mengerikan dengan mengebom sekelompok jurnalis yang sedang dalam misi peliputan pers di Rumah Sakit Nasser di Provinsi Khan Younis dan banyak martir menjadi korban kejahatan ini," kata Kantor Media dalam sebuah pernyataan.

"Kami menganggap pendudukan Israel, pemerintahan Amerika, dan negara-negara yang berpartisipasi dalam kejahatan genosida seperti Inggris Raya, Jerman, dan Prancis sepenuhnya bertanggung jawab atas dilakukannya kejahatan brutal yang keji ini".

Reuters melaporkan bahwa siaran video langsung mereka dari rumah sakit, yang dioperasikan oleh juru kamera al-Masri, tiba-tiba mati pada saat serangan awal.

Al Jazeera mengutuk serangan itu sebagai "niat yang jelas untuk mengubur kebenaran".

"Darah para jurnalis kami yang menjadi martir di Gaza belum kering sebelum pasukan pendudukan Israel melakukan kejahatan lain terhadap juru kamera Al Jazeera Mohammed Salama, bersama dengan tiga jurnalis foto lainnya," kata jaringan tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun menjadi target tanpa henti, Al Jazeera tetap teguh dalam memberikan liputan langsung genosida Israel di Gaza selama 23 bulan terakhir, dengan otoritas pendudukan yang melarang media internasional memasuki wilayah tersebut untuk meliput perang".

Salama menikahi jurnalis Palestina lainnya, Hala Asfour, tahun lalu, di tengah perang genosida yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Abu Daqqa meninggalkan seorang putra berusia 12 tahun, yang dievakuasi dari Gaza lebih awal dalam perang, menurut editor AP Abby Sewell.

"Dia adalah pahlawan sejati, seperti semua rekan Palestina kami di Gaza," kata Sewell dalam sebuah postingan di X.

Pembunuhan para jurnalis terjadi hanya dua minggu setelah jurnalis terkenal Al Jazeera, Anas al-Sharif, tewas bersama empat rekannya di depan Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Israel mengklaim menargetkan Anas, yang telah menjadi suara Gaza atas laporan ekstensifnya dari wilayah tersebut – rumah bagi lebih dari dua juta orang.

Serangan itu meningkatkan jumlah korban tewas jurnalis Palestina di Gaza sejak 7 Oktober 2023 menjadi setidaknya 273, menurut hitungan Al Jazeera.

Selain empat jurnalis yang tewas, Hatem Khaled, seorang jurnalis foto yang bekerja untuk Reuters, juga termasuk di antara mereka yang terluka, dikonfirmasi oleh kantor berita tersebut. Khaled telah mendokumentasikan perang di Gaza secara ekstensif untuk Reuters.

Israel mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka melakukan "serangan di area Rumah Sakit Nasser", tanpa menjelaskan tujuan atau target serangan tersebut. Pernyataan singkat tersebut, yang diposting di saluran media sosial tentara, mengklaim bahwa militer "tidak menargetkan jurnalis seperti itu".

Hind Khoudary dari Al Jazeera mengatakan Israel terus-menerus menargetkan jurnalis Palestina sepanjang konflik.

"Berapa kali kita akan terus melaporkan pembunuhan rekan-rekan kita atau pembunuhan jurnalis lain yang bekerja dengan Al Jazeera dan media lainnya?" tanya Khoudary.

"Saya salah satu jurnalis Palestina yang meliput dari rumah sakit. Kita berada dalam perang dua tahun di mana kita telah kehilangan listrik dan internet, sehingga jurnalis Palestina menggunakan layanan ini di rumah sakit untuk terus melaporkan," kata Khoudary, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah.

Jurnalis Palestina juga menjadikan rumah sakit sebagai basis mereka untuk mengikuti cerita para warga Palestina yang terluka, mereka yang menghadapi malnutrisi, dan semua yang tewas, tambahnya.

Mohamed Elmasry, profesor studi media di Doha Institute for Graduate Studies, mengatakan Israel telah belajar bahwa mereka dapat "melakukan apa pun yang mereka inginkan" tanpa konsekuensi selama perang di Gaza.

"Jika ada sesuatu yang telah dipelajari Israel selama 23 bulan terakhir, itu adalah bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan dan lolos begitu saja," katanya kepada Al Jazeera, merujuk pada serangan yang menargetkan dan membunuh paramedis, pekerja bantuan, dan jurnalis.

"Yang harus mereka lakukan [tentara Israel] hanyalah membuat pernyataan yang entah menyangkalnya, mengalihkan, atau menyalahkan Hamas," kata Elmasry. "Kita akan lihat apa yang mereka katakan tentang ini [serangan terbaru di Rumah Sakit Nasser]".
Kelompok hak asasi manusia secara serentak mengutuk penargetan Israel terhadap jurnalis di Gaza, di mana para reporter menghadapi bahaya lebih besar daripada di mana pun di dunia.

"Tidak ada konflik dalam sejarah modern yang melihat jumlah jurnalis yang tewas lebih tinggi daripada genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza," kata Amnesty International.

Beberapa rumah sakit telah diserang atau digerebek di seluruh Jalur Gaza sejak perang dimulai, dengan Israel mengklaim para pejuang beroperasi dari dalam fasilitas medis tanpa memberikan bukti. Klaim Israel tidak pernah didukung oleh bukti.

Israel telah dituduh melakukan pelanggaran luas selama 22 bulan perang brutalnya di Gaza, menewaskan lebih dari 62.000 orang, lebih dari separuh di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, telah dikeluarkan surat perintah penangkapan untuk kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional. (*)

Firnas
Senin, 25/8/2025

Sumber:
https://x.com/nurulhayatku/status/1959994933877825900?t=sFKhJAitCbXxrSmNMIQPyQ&s=19

https://www.aljazeera.com/news/2025/8/25/al-jazeera-journalist-mohammed-salama-among-14-killed-in-israeli-attack


Terbit di:
https://jatimlines.id/konsep-otomatis-2-5-jurnalis-gaza-tewas-serangan-israel/

Pentingnya Ketaatan dan Menjaga Silaturahmi


PASURUAN – Ustadz Abu Qosim menyampaikan ceramah mendalam di Masjid Al Ishlah Al Irsyad, Kota Pasuruan, Jawa Timur pada Senin (25/8/2025). Dalam tausiyahnya, Ustadz Abu Qosim membahas pentingnya ketaatan kepada ajaran Allah, terutama dalam menghadapi tantangan dan cobaan, serta pentingnya menjaga hubungan silaturahmi.

Menurut Ustadz Abu Qosim, ada sebagian umat yang awalnya berharap agar Allah menurunkan ayat tentang perang, tetapi ketika perintah itu benar-benar turun, mereka justru dilanda ketakutan. Hal ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang melarang umatnya berharap bertemu dengan musuh, namun jika pertempuran terjadi, mereka tidak boleh mundur karena mundur dari pertempuran adalah salah satu dosa besar. Ustadz Abu Qosim menegaskan bahwa menolak ayat-ayat Allah dapat berakibat pada kehidupan yang penuh kehinaan dan tanpa harga diri.

وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُوْرَةٌ ۚفَاِذَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ مُّحْكَمَةٌ وَّذُكِرَ فِيْهَا الْقِتَالُ ۙرَاَيْتَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ يَّنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِۗ فَاَوْلٰى لَهُمْۚ

Orang-orang mukmin Madinah berkata: "Alangkah baiknya sekiranya diturunkan sebuah surah Al-Qur'an yang jelas tentang perintah perang." Wahai Muhammad, ketika surah Al-Qur'an yang jelas tentang perintah perang diturunkan, kamu saksikan orang-orang munafik itu memandang kamu dengan kebingungan karena takut mati. Seharusnya yang lebih patut mereka lakukan (QS Muhammad (47) : 20)

طَاعَةٌ وَّقَوْلٌ مَّعْرُوْفٌۗ فَاِذَا عَزَمَ الْاَمْرُۗ فَلَوْ صَدَقُوا اللّٰهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۚ

adalah taat dan menyambut secara baik perkara yang telah diperintahkan oleh Allah. Bila orang-orang itu jujur kepada Allah, niscaya menaati perintah perang itu lebih baik bagi mereka. (QS Muhammad (47) : 21)

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ

Wahai kaum munafik, jika kalian menjauhkan diri dari agama Allah, tentulah kalian akan melakukan kedurhakaan kepada Allah di muka bumi dan memutuskan hubungan silaturahim. (QS Muhammad (47) : 22)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orang-orang yang menolak kebenaran adalah mereka yang hatinya berpenyakit. Perbuatan dosa dapat dianggap sebagai "kerusakan di muka bumi". Mereka bahkan dapat berbuat kerusakan tanpa menyadarinya karena perbuatannya dihiasi oleh setan, sehingga yang salah terasa benar dan yang sesat terasa seperti hidayah. Mereka yang menolak kebenaran itu juga dikatakan Allah telah dibuat tuli pendengaran dan buta mata hatinya.

---

*Perjuangan dan Hikmah di Balik Peperangan dalam Islam*

Ustadz Abu Qosim kemudian menyoroti sejarah perjuangan umat Islam. Ia menjelaskan bahwa saat di Mekah, umat Islam dilarang berperang karena jumlah mereka sedikit dan banyak di antara mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan orang kafir. Namun, setelah hijrah ke Madinah dan jumlah mereka bertambah, Allah SWT mengizinkan mereka untuk berperang sebagai respons atas penindasan, pengusiran, dan perampasan harta yang mereka alami.

Dalam perang pertama, Perang Badar, meskipun kalah dalam jumlah dan senjata, Nabi Muhammad SAW dan pasukannya meraih kemenangan berkat pertolongan Allah yang mengirimkan malaikat. Kemenangan ini, dan kemenangan-kemenangan selanjutnya, membuktikan kebenaran Islam sehingga banyak orang berbondong-bondong masuk Islam. Ustadz Abu Qosim juga mencontohkan fenomena terkini di mana banyak orang di Inggris masuk Islam setelah melihat ketabahan umat Islam yang menghadapi cobaan dengan kesabaran.

Ia juga membandingkan nilai kenikmatan duniawi dengan kenikmatan iman. Dengan mengutip sebuah hadis, ia menyebutkan bahwa dua rakaat salat sunnah sebelum subuh lebih berharga daripada dunia dan segala isinya, menunjukkan betapa berharganya kenikmatan iman yang hanya diberikan kepada orang-orang beriman.

---

*Dosa Memutuskan Tali Persaudaraan dan Pentingnya Silaturahmi*

Pada bagian akhir ceramahnya, Ustadz Abu Qosim menekankan bahaya memutuskan tali persaudaraan atau silaturahmi. Menurutnya, perbuatan ini merupakan bagian dari kerusakan di muka bumi dan bisa menjadi akibat dari penyakit hati. Mereka yang memutuskan silaturahmi akan dilaknat oleh Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan tidak akan masuk surga.

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ

Wahai kaum munafik, jika kalian menjauhkan diri dari agama Allah, tentulah kalian akan melakukan kedurhakaan kepada Allah di muka bumi dan memutuskan hubungan silaturahim. (QS Muhammad (47) : 22)

Ia mengakhiri ceramahnya dengan mengisahkan sebuah hadis qudsi dari Abu Hurairah tentang pentingnya menjaga hubungan kekerabatan. Hadis tersebut menceritakan bahwa tali persaudaraan (Rahim) berdiri dan bergelantungan pada Arsy Allah, memohon perlindungan agar tidak diputuskan. 

Hadis tentang Rahim yang bergelantungan di Arsy Allah adalah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang berisi bahwa Rahim berkata: "Barang siapa menyambungku, Allah akan menyambungnya; barang siapa memutuskanku, Allah akan memutuskannya". Hadis ini menekankan bahwa Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada orang yang menjaga hubungan kekerabatan dan memutusnya. (*)

Firnas Muttaqin 
Senin, 25/8/2025

https://pwmu.co/hikmah-perang-dan-pentingnya-menjaga-tali-persaudaraan/


Resensi Buku *Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa


*Karya Peter Carey*

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kali ini saya ingin membagikan resensi sebuah karya monumental tentang salah satu pahlawan nasional terbesar, *Pangeran Diponegoro*. Buku ini berjudul *Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785–1855)* karya *Peter Carey*, seorang sejarawan asal Inggris yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari sejarah Indonesia.

### 📖 Tentang Buku

Buku ini terbit dalam tiga jilid dengan total lebih dari 1.000 halaman. Jilid pertama dan kedua berisi uraian sejarah, sedangkan jilid ketiga berisi lampiran dan daftar pustaka, menunjukkan keseriusan riset Carey. Awalnya, naskah ini adalah disertasi Carey pada 1975, namun kemudian ditulis ulang dan diperluas menjadi buku yang lebih komprehensif.

### 👤 Tentang Penulis

Peter Carey bukan hanya akademisi Oxford, tetapi juga sahabat Indonesia. Ia fasih berbahasa Indonesia dan Jawa, hidup sederhana, dan bahkan mendirikan *Jakarta School of Prosthetics and Orthotics* di Cilandak, Jakarta.

### ⚔️ Isi dan Gagasan Utama

Buku ini menggambarkan *Perang Jawa (1825–1830)* yang dipimpin Diponegoro sebagai perlawanan terbesar terhadap kolonialisme Belanda sebelum abad ke-20. Perang tersebut menewaskan sekitar *200 ribu rakyat Jawa* dan *15 ribu serdadu Belanda serta pasukan bayaran*. Kerugian finansial Belanda mencapai *20 juta gulden* atau setara Rp1,8 triliun saat ini.

Lebih dari sekadar konflik militer, perang ini lahir dari *penindasan ekonomi, kecerobohan pemerintah kolonial, serta pelanggaran tanah dan kehormatan keluarga Diponegoro*. Salah satu pemicu utamanya adalah pemasangan patok jalan oleh Residen Yogyakarta, Smissaert, yang melintasi tanah leluhur Diponegoro tanpa izin.

Carey juga menekankan dimensi *spiritual Diponegoro*. Ia sering melakukan tirakat, perjalanan sunyi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam salah satu tirakat di Jejeran, Diponegoro diyakini mendapat “ramalan” dari Sunan Kalijaga bahwa ia kelak akan menjadi *Ratu Adil*, pemimpin yang dinanti rakyat Jawa. Ramalan inilah yang kemudian menjadi simbol perlawanan.

🌍 Signifikansi Sejarah

Carey menunjukkan bahwa Perang Jawa menjadi titik balik sejarah Indonesia. Kekalahan Belanda membuat mereka menerapkan *tanam paksa*, yang kemudian memicu penderitaan rakyat, lahirnya *politik etis*, hingga terbukanya jalan menuju *gerakan kebangsaan dan kemerdekaan*. Dengan kata lain, perjuangan Diponegoro memberi resonansi jauh hingga ke abad ke-20.

### ✨ Kesimpulan

*Kuasa Ramalan* bukan hanya kisah perang, melainkan juga kisah tentang *perlawanan, spiritualitas, dan harapan akan hadirnya pemimpin adil*. Carey berhasil menghadirkan narasi yang kaya, berbasis riset mendalam, dan penuh makna bagi sejarah bangsa.

Bagi siapa pun yang mencintai sejarah Indonesia, buku ini adalah bacaan yang wajib. Ia bukan hanya membuka wawasan, tapi juga meneguhkan kesadaran bahwa perjuangan kemerdekaan memiliki akar panjang dalam penderitaan dan harapan rakyat.

Selamat membaca.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

https://youtu.be/nilfawd8vmY?si=aio4PdqS_SJutruK



---

Sunday, August 24, 2025

'Mental Healing' Dalam Perspektif Medis dan Spiritual


PASURUAN – Masjid Darul Arqom, Kota Pasuruan, menggelar Kajian Ahad Pagi dengan tema yang relevan dengan isu kesehatan jiwa, yaitu “Mental Healing”, pada Ahad (24/8/2025). Acara ini menghadirkan Dr. dr. H. Thontowi Djauhari, N.S., M.Kes., seorang ahli kesehatan yang juga menjabat Wakil Direktur RS Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam paparannya, dr. Thontowi menjelaskan bahwa masalah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Menurutnya, masalah muncul ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki masalahnya masing-masing, dan tidak sepantasnya membandingkan kesulitan pribadi dengan orang lain.

"Hidup ini adalah masalah. Jika kita tidak mampu menghadapi masalah itu, maka kitalah yang akan menjadi masalah," ujarnya.

*Proses Psikologis dan Solusi Islami*

Dr. Thontowi memaparkan tahapan psikologis yang umum dilalui seseorang saat menghadapi masalah, yaitu penolakan (denial), kemarahan, depresi, tawar-menawar (bargaining), hingga akhirnya penerimaan. Ia mengingatkan agar seseorang tidak lari dari masalah, karena hal itu justru akan menambah masalah baru.

Di hadapan para jamaah, dr. Thontowi juga menjelaskan pentingnya membedakan antara watak dan karakter. Menurutnya, watak (bawaan) memang sulit diubah, tetapi karakter (bentukan) bisa diperbaiki melalui perubahan pola pikir. Hal ini ia ilustrasikan dengan kisah Khalifah Umar bin Khattab yang wataknya keras, namun karakternya berubah menjadi pembela Islam yang gigih setelah bergaul dengan Rasulullah SAW.

Ia juga menekankan bahwa pikiran manusia dipengaruhi oleh perasaan, dan perasaan dipengaruhi oleh emosi. Ia mengutip makna emosi (emotion) dari bahasa Inggris, di mana "e" berarti energi dan "motion" berarti gerakan. "Makanya orang yang emosi itu selalu punya gerakan," katanya.

*Solusi Spiritual untuk Kesehatan Jiwa*

Dalam kajian ini, dr. Thontowi juga menghubungkan kesehatan mental dengan spiritualitas. Ia menyebutkan beberapa amalan yang dapat meningkatkan "vibrasi" atau energi positif dalam diri manusia:

* *Menjaga Wudhu:* Dengan berwudu, seseorang dijanjikan masuk surga. Ia menceritakan seorang kenalannya yang berhasil menjaga wudu sejak kecil dan merasakan manfaatnya.

* *Shalat:* Gerakan shalat yang mencakup 360 derajat dianggap memiliki energi yang tinggi. Shalat dapat meningkatkan vibrasi dan memberikan ketenangan.

* *Puasa:* Puasa, jika dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai sunah, dapat meningkatkan vibrasi dan berdampak positif pada kesehatan fisik maupun mental.

* *Sedekah:* Sedekah dapat meningkatkan vibrasi diri dan mendatangkan kebaikan.

Ulasan ini ditutup dengan nasihat untuk selalu bersyukur dan berpikir positif, serta pentingnya menyaring informasi di era digital yang penuh dengan berita bohong. Dr. Thontowi juga mengajak jamaah untuk berhati-hati dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat memanipulasi informasi, sehingga ketajaman berpikir menjadi sangat penting.

---

*Bazar Gratis sebagai Penutup Acara*

Usai kajian, panitia Masjid Darul Arqom mengadakan bazar gratis sebagai bentuk berbagi. Seluruh jamaah dapat membawa pulang beragam bahan pangan seperti ikan laut, tempe, dan sayuran segar. Kegiatan ini disambut antusias oleh para jemaah yang membawa tas sendiri untuk menampung hasil bazar. (*)

Firnas Muttaqin 
Ahad, 24/8/3025

https://pwmu.co/mental-healing-dalam-perspektif-medis-dan-spiritual/
___

ANIES BASWEDAN – Pajak yang Berkeadilan


Teman-teman, pernahkah kalian memancing di danau? Ikan yang berada di permukaan mudah sekali tertangkap, sementara ikan yang berada di dasar sering lewat tanpa tersentuh pancing atau jaring. Nah, sistem pajak kita juga seperti itu. Mereka yang terlihat jelas di permukaan justru yang paling sering dikenai pungutan, sementara yang bersembunyi di kedalaman lolos dari jaring.

Sudah saatnya kita mengubah strategi. Jangan hanya memancing di permukaan yang mudah dijangkau, tapi mari kita menyelam lebih dalam. Mengapa yang mudah justru selalu menjadi sasaran?

Sistem pajak kita saat ini memang dirancang lebih mudah melacak mereka yang tertib: pegawai dengan slip gaji, UMKM dengan pembukuan rapi, pekerja lepas yang rajin melaporkan penghasilan. Mereka ini seperti ikan di permukaan, terlihat jelas dan mudah dijangkau. Maka ketika negara butuh tambahan penerimaan, solusinya hampir selalu sama: menambah beban bagi yang sudah patuh atau menaikkan pajak luas seperti PPN atau PBB. Padahal, beban itu justru paling memberatkan kelas menengah ke bawah.

Tak heran jika banyak yang patuh lalu bertanya, *“Kami sudah tertib, kok malah diperas terus? Gaji dipotong rutin, belanja dikenai PPN, PBB naik, sementara yang bersembunyi tetap aman.”* Menaikkan PPN atau PBB saat kebocoran pajak masih besar jelas merupakan prioritas yang keliru. Yang rugi siapa? Rakyat biasa, seperti kita semua.

Di kedalaman ada “ikan-ikan besar” yang lolos: mereka yang menyembunyikan transaksi, memanipulasi faktur, atau memindahkan keuntungan ke luar negeri untuk menghindari pajak. Secara global, praktik seperti ini menggerus ratusan miliar dolar penerimaan setiap tahun. Lubang besar itu ada di sana, bukan di slip gaji atau struk belanja kita.

Apa yang bisa dilakukan? Ada tiga langkah masuk akal:

1. *Permudah yang patuh, persulit yang nakal.* Jangan menambah beban bagi yang sudah tertib.
2. *Maksimalkan kerja sama internasional* untuk melacak transaksi lintas negara yang selama ini sulit dijangkau.
3. *Perbaiki sistem deteksi* agar yang bersembunyi di kedalaman bisa tertangkap.

Rumusnya sederhana: *tutup kebocoran dulu, baru bicara penambahan beban.* Penguatan pengawasan jauh lebih efektif daripada sekadar menaikkan tarif. Hasilnya bisa langsung kita rasakan melalui pelayanan publik yang lebih baik.

Ketika yang patuh terlindungi dan yang nakal ditertibkan, barulah kita bisa mengatakan bahwa sistem pajak kita benar-benar berkeadilan. (*)

Firnas
Ahad, 24/8/2025

https://youtube.com/shorts/MlYVSaRo-tk?si=8kamPpzxu7jc8A9Y
---

Saturday, August 23, 2025

BTN Resmikan Perubahan Nama Bank Victoria Syariah Menjadi Bank Syariah Nasional


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Victoria Syariah resmi menyetujui perubahan nama Bank Victoria Syariah menjadi *PT Bank Syariah Nasional*. Keputusan tersebut berlangsung dalam RUPSLB yang digelar di Menara BTN, Senin (20/8).

Perubahan nama ini merupakan kelanjutan dari proses spin off unit usaha syariah BTN, yang kini seluruh portofolionya dilebur ke dalam Bank Syariah Nasional.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirandi Gafar, menyatakan bahwa penggunaan nama baru akan diimplementasikan secara resmi setelah melewati proses perizinan dari regulator.

Sementara itu, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa Bank Syariah Nasional ditargetkan menjadi bank umum syariah terbesar di Indonesia, seiring dengan meningkatnya pangsa pasar keuangan syariah di Tanah Air.

Dalam RUPSLB tersebut, juga diputuskan susunan pengurus baru Bank Syariah Nasional.

* *Alex Sofyan Nur* ditunjuk sebagai Direktur Utama. Ia merupakan banker senior BTN yang telah berkarier lebih dari tiga dekade, termasuk menjabat sebagai Project Director Tim Strategi Pengembangan Syariah sejak Januari 2025.
* *Bahrullah Akbar* ditetapkan sebagai Komisaris Utama. Bahrullah merupakan Guru Besar Keuangan Publik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta pernah menjabat Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2017–2019.

Dengan jajaran kepemimpinan baru dan dukungan BTN, Bank Syariah Nasional diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. (*)

Penulis: Fim
Jumat, 22/8/2025

https://youtu.be/3rgzxZ_kt9Q?si=D-Oq3Xqv7AjRB9Ns

https://jatimlines.id/btn-resmikan-bank-syariah-nasional-spin-off-victoria/
---

Friday, August 22, 2025

Pajak Pejabat Ditanggung Rakyat: Sebuah Tinjauan terhadap Keadilan Fiskal di Indonesia


Sebuah unggahan infografis yang beredar luas di media sosial menyoroti isu sensitif terkait sistem penggajian pejabat negara di Indonesia. Infografis tersebut mengklaim bahwa pajak penghasilan (PPh) para pejabat, mulai dari Presiden, DPR, hingga Menteri, ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang notabene bersumber dari uang rakyat. Hal ini memicu perdebatan mengenai keadilan fiskal dan transparansi keuangan negara.

Menurut infografis tersebut, setiap warga negara berpenghasilan di atas Rp4,5 juta per bulan wajib membayar PPh. Namun, skema ini tidak berlaku bagi para pejabat. Alih-alih dipotong dari gaji pribadi, pajak mereka dibayarkan melalui skema "tunjangan pajak" yang diambil dari APBN.

*Praktek dan Implikasi*

Jika klaim ini benar, ada dua implikasi utama yang perlu dianalisis:

1.  *Gaji Utuh Pejabat*: Para pejabat menerima gaji 100% utuh tanpa potongan pajak. Sementara itu, pajak tetap masuk ke kas negara. Namun, sumber uang untuk membayar pajak ini bukanlah dari gaji mereka sendiri, melainkan dari dana publik.

2.  *Ironi Ketidaksetaraan*: Infografis ini menyoroti sebuah ironi. Rakyat kecil yang berbelanja kebutuhan sehari-hari tetap dikenakan pajak, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan cukai. Di sisi lain, para pejabat dengan gaji yang jauh lebih besar justru menikmati fasilitas di mana pajak mereka ditanggung, yang secara tidak langsung dibayar oleh rakyat.

*Relevansi dan Tanggapan*

Isu ini bukanlah hal baru. Praktik pembayaran pajak pejabat melalui tunjangan pajak telah menjadi subjek diskusi publik dan penelitian akademis selama bertahun-tahun. Para kritikus berpendapat bahwa sistem ini tidak sejalan dengan prinsip keadilan. Rakyat biasa menanggung beban pajak penghasilan dari gaji mereka sendiri, sementara pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh justru dikecualikan dari kewajiban serupa.

Diperlukan konfirmasi dari pihak berwenang, seperti Kementerian Keuangan atau instansi terkait, untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai validitas informasi ini. Jika praktik ini memang ada, transparansi dan reformasi sistem penggajian pejabat perlu didorong demi terciptanya keadilan fiskal yang lebih baik dan untuk memulihkan kepercayaan publik.

Infografis ini, terlepas dari validitasnya, berfungsi sebagai pengingat penting bagi pemerintah untuk terus meninjau kebijakan fiskal dan memastikan bahwa beban pajak didistribusikan secara adil dan transparan di seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. (*)

Firnas
Jumat, 22/8/2025

https://jatimlines.id/pajak-pejabat-ditanggung-rakyat-keadilan-fiskal/
_

Akar Permasalahan Stunting dan Upaya Pencegahannya


PASURUAN– Kepala UOBF (Unit Organisasi Bersifat Fungsional)  Puskesmas Karangrejo, dr. Titin Yuliani, menekankan bahwa stunting merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, stunting bukan sekadar kondisi fisik anak yang kurus, tetapi lebih spesifik pada kondisi kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya.

Dokter Titin menjelaskan bahwa diagnosis stunting tidak bisa hanya berdasarkan pengamatan visual, tetapi harus melalui pengukuran yang terstandarisasi di fasilitas kesehatan. "Diagnosis stunting harus ada pengukuran, ada berat badan, ada tinggi badan," jelasnya.

*Berbagai Faktor Penyebab Stunting*

Dalam wawancara di Radio Suara Pasuruan, Jumat 22/8/2025, dr. Titin menyoroti berbagai faktor yang menjadi penyebab stunting:

* *Gizi Ibu Hamil:* Asupan nutrisi yang tidak memadai pada ibu selama masa kehamilan, seringkali diperburuk oleh stres, dapat menyebabkan berat badan lahir bayi rendah, yang menjadi cikal bakal stunting.

* *Pemberian ASI yang Kurang Optimal:* Kurangnya ASI eksklusif dapat memengaruhi kualitas nutrisi anak. Menurut dr. Titin, anak yang mendapat ASI eksklusif memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik.

* *Pemberian MPASI yang Tidak Tepat:* Kesalahan dalam memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI), seperti memberikan makanan yang hanya mengandung karbohidrat dan tidak seimbang nutrisinya, juga menjadi salah satu penyebab utama.

* *Faktor Non-Ekonomi:* Dokter Titin membantah anggapan bahwa stunting hanya disebabkan oleh faktor ekonomi. Ia menegaskan, stunting juga bisa terjadi pada keluarga yang mampu secara finansial jika pengetahuan tentang gizi tidak memadai.

*Peran Puskesmas dan Orang Tua*

Dokter Titin juga menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam penanganan stunting. Puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat diagnosis, tetapi juga sebagai pusat edukasi.

"Ada yang petugas gizi. Berarti dijelaskan apa saja [makanan] yang ada, karena sosial ekonominya saya tidak mampu," jelasnya.

Ia juga mengimbau agar para orang tua tidak malu untuk membawa anak-anak mereka ke Puskesmas secara rutin untuk ditimbang dan diukur. Ia mencontohkan bahwa keturunan bukan alasan utama anak menjadi pendek, sebab dengan gizi yang tepat, anak-anak dapat memiliki postur yang lebih tinggi dari orang tua mereka.

"Sekarang itu tidak boleh berkecil hati kalau kita pendek, nanti anaknya kita pendek-pendek. Berarti gizi," pungkasnya. (*)

Firnas
Jumat, 22/8/2025

Menguatkan Harapan dan Keyakinan di Balik Ketidakpastian Hidup


PASURUAN – Dalam khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa, Ustadz Fahril Amri mengingatkan para jamaah tentang hakikat dinamika kehidupan yang penuh dengan pasang surut. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat ketakwaan dan keyakinan bahwa setiap ketetapan Allah SWT adalah yang terbaik bagi hamba-Nya.

1. Hikmah di Balik Ketetapan Allah

Ustadz Fahril mengawali khutbahnya dengan mengutip firman Allah SWT dari Surah Al-Baqarah ayat 216:

> *"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."*

Ayat ini menjadi landasan utama khutbah, menegaskan bahwa apa yang kita inginkan atau sukai belum tentu baik untuk kita. Sebaliknya, sesuatu yang kita benci atau hindari justru bisa jadi mengandung kebaikan besar. Hal ini menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan pengetahuan, sedangkan Allah SWT Maha Mengetahui segala rahasia di balik setiap kejadian.

2. Kekuatan Melampaui Batas Diri

Beliau juga menyoroti bagaimana manusia seringkali menghadapi masalah besar yang terasa mustahil untuk diselesaikan. Dalam momen-momen sulit tersebut, kita sering merasa ingin menyerah. Namun, Ustadz Fahril mengingatkan bahwa ketika masalah itu akhirnya terlewati, kita seringkali merasa heran akan kekuatan yang kita miliki.

Kekuatan ini, menurutnya, bukanlah berasal dari diri kita sendiri, melainkan *pertolongan dari Allah SWT*. Allah-lah yang menganugerahkan kekuatan fisik, mental, dan spiritual yang memungkinkan kita bertahan dan melewati segala tantangan. Oleh karena itu, kita harus terus berharap dan memohon kekuatan hanya kepada-Nya.

3. Keajaiban dan Rasa Syukur

Ustadz Fahril juga membahas tentang keajaiban dalam hidup yang sering datang tak terduga. Keajaiban ini adalah bukti nyata betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Beliau menggarisbawahi bahwa setiap keberhasilan dan nikmat yang kita dapatkan adalah anugerah murni dari Allah.

Sebagai hamba yang beriman, sudah sepatutnya kita menunjukkan rasa takjub dan syukur atas segala nikmat, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Khutbah ditutup dengan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dalam menghadapi persoalan hidup dan keyakinan penuh bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba yang selalu mengingat-Nya. (*)

Firnas
Jumat, 22/8/2025

https://jatimlines.id/khutbah-jumat-harapan-dan-keyakinan/
___

Syarat-Syarat Wajib Shalat dalam Perspektif Fikih: Kajian Dosa, Syarat, dan Pengecualian


Ceramah Kajian pagi di radio Ramapati hari ini, jumat 22/8/2025 membahas keutamaan shalat lima waktu sebagai penghapus dosa-dosa kecil, serta syarat-syarat wajibnya shalat menurut Kitab Al-Bajuri. Ustadz Abdul Kohar menekankan pentingnya memahami detail fikih agar ibadah menjadi lebih sempurna dan bermakna.

*1. Keutamaan Shalat dan Dosa Besar*

* Shalat lima waktu dapat menghapus semua dosa, kecuali dosa-dosa besar (*al-qabair*).
* **Dosa besar yang tidak dapat dihapus dengan shalat lima waktu:**
    * **Syirik atau Murtad:** Dosa terbesar yang tidak terampuni.
    * **Minum Khamr (Mabuk)** dan sejenisnya, seperti sabu-sabu.
    * **Zina**.
    * **Mencuri**.
    * **Judi** (baik *online* maupun *offline*).
* Untuk dosa-dosa besar, penghapusannya hanya bisa melalui **taubat nasuha** (taubat yang sungguh-sungguh).
* Meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja termasuk dosa besar, bahkan dalam hadis Nabi SAW disebut sebagai "kekufuran secara terang-terangan" (*muktamidan*). Bahkan, mengqada shalat hingga keluar dari waktunya tanpa udzur yang sah juga termasuk dosa besar.

*2. Syarat Wajib Shalat*

Menurut Kitab Al-Bajuri, ada enam syarat wajib shalat. Tiga di antaranya dianggap maklum (sudah diketahui umum) dan dibahas secara mendalam dalam ceramah ini.

**A. Islam**

* **Pentingnya Iman dan Islam**: Seseorang harus beriman dan Islam. Iman tanpa Islam (seperti paman Nabi, Abu Thalib, yang percaya Nabi tetapi tidak bersyahadat) tidak mewajibkan shalat. Begitu juga Islam tanpa iman (seperti "Islam KTP") berpotensi besar membuat seseorang meninggalkan shalat karena imannya tidak kuat.
* **Pengecualian**:
    * **Kafir Asli**: Orang kafir sejak lahir tidak wajib shalat di dunia, namun tetap dituntut di akhirat.
    * **Murtad**: Orang yang keluar dari Islam. Jika ia kembali Islam, ia **wajib mengqada** shalat-shalat yang ditinggalkan selama masa murtadnya.

**B. Baligh**

* **Dewasa**: Kewajiban shalat berlaku bagi orang yang sudah baligh (dewasa).
* **Tanda-tanda Baligh**:
    * **Laki-laki**:
        1.  Keluar mani (minimal usia 13 tahun).
        2.  Mencapai usia 15 tahun (jika belum keluar mani).
    * **Perempuan**:
        1.  Keluar mani (minimal usia 9 tahun).
        2.  Haids (minimal usia 9 tahun).
        3.  Mencapai usia 15 tahun (jika belum haid atau keluar mani).

**C. Berakal Sehat (*Al-'Aql*)**

* **Definisi Berakal**: Mampu membedakan mana yang baik dan buruk, serta memahami arti shalat.
* **Pengecualian (*Ghairu Al-'Aqli*)**: Orang yang tidak berakal sehat tidak wajib shalat.
    * **Orang Gila (*Al-Majnun*)**: Orang gila tidak wajib shalat dan tidak wajib mengqada jika sembuh. Jika ia tetap ingin mengqada, shalatnya sah tetapi dianggap shalat sunah mutlak yang tidak berpahala (menurut pendapat Imam Ramli yang utama).
    * **Orang Mabuk (*As-Sakran*)**: Hanya mabuk yang **tidak disengaja** (misalnya, karena mengonsumsi obat yang tidak diketahui efeknya) yang menggugurkan kewajiban shalat. Jika mabuknya disengaja, ia tetap wajib mengqada shalat yang ditinggalkan.
    * **Pingsan atau Sakit Ayan (*Al-Mughma 'Alaih*)**: Seseorang yang pingsan atau terkena ayan yang menghabiskan waktu shalat, tidak wajib shalat dan tidak wajib mengqada. Namun, jika pingsan atau ayannya tidak menghabiskan seluruh waktu shalat, ia tetap wajib mengqada.

**D. Tidak Buta dan Tidak Tuli dari Lahir**

* **Kondisi Lahir**: Orang yang terlahir buta dan tuli secara bersamaan, tidak wajib shalat. Hal ini karena mereka tidak dapat memahami konsep dan perintah shalat.
* **Kecelakaan**: Jika kebutaan dan ketulian terjadi akibat kecelakaan setelah lahir tetapi sebelum usia *tamyiz* (usia 7 tahun), maka ia juga tidak wajib shalat. Namun, jika kecelakaan terjadi setelah usia *tamyiz*, ia tetap wajib shalat karena ia sudah memiliki pemahaman tentang ibadah.

Ceramah ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang syarat-syarat wajib shalat, serta pentingnya setiap muslim menjaga akal dan kewajibannya di tengah berbagai cobaan hidup. (*)

Penulis: FIRNAS

https://jatimlines.id/pajak-pejabat-ditanggung-rakyat-keadilan-fiskal/
___

Wali Kota Surabaya Tanggapi Kritik Utang Daerah dan Isu Pajak Restoran


SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan klarifikasi mendalam terkait sejumlah kebijakan fiskal yang tengah menjadi sorotan publik dalam wawancara di acara “Dialog Semanggi Suroboyo” Radio Suara Surabaya, Jumat pagi (22/8/2025). Eri menjelaskan alasannya di balik keputusan meminjam dana untuk pembangunan kota dan membantah isu simpang siur mengenai pengawasan pajak restoran.

*Defisit APBD dan Pilihan Berutang*

Menanggapi kritik DPRD terkait defisit APBD 2025 sebesar Rp700 miliar yang dianggap disebabkan oleh target pendapatan tidak realistis, Eri menegaskan bahwa akar masalahnya berbeda. Menurutnya, defisit tersebut terutama disebabkan oleh hilangnya potensi pendapatan sekitar Rp600 miliar dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), bukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni.

“Ketika ada pilihan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk rakyat tapi mereka menderita, atau meminjam, maka buat saya pemerintah wajib rugi, pemerintah wajib melakukan apa pun demi rakyatnya agar tidak terjadi guncangan,” tegas Eri.

Eri menambahkan, kebijakan pembiayaan ini telah ia sampaikan dan disetujui oleh DPRD. Sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), ia mengklaim bahwa saat ini 92 kota lain juga telah mengikuti langkah serupa setelah ia mempromosikan pendekatan ini sebagai solusi agar pemerintah tidak membebani masyarakat. Ia juga meyakinkan bahwa cicilan utang akan dibayar dari PAD murni yang setiap tahunnya mencapai Rp7,8 triliun, tanpa mengganggu program sosial lainnya.

*Upaya Menciptakan Kejujuran Pajak*

Eri juga menyoroti adanya praktik kecurangan dalam pembayaran pajak restoran, seperti penggunaan dua mesin kasir di mana salah satunya tidak terhubung dengan sistem pemerintah.

“Saya bilang, dengan kejujuran tadi. Ayo kita cari kejujuran. Saya tidak ingin pemerintah kotaku menganggap yang namanya hotel, restoran itu yang adalah saudara kita, dianggap enggak jujur,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot akan mengeluarkan surat imbauan dan mendorong penggunaan sistem yang mengintegrasikan aplikasi kasir dengan data Pemkot. Ia bahkan berencana mengembangkan aplikasi agar konsumen dapat mengecek apakah pajak 10% yang mereka bayarkan sudah benar-benar masuk ke kas Pemkot.

*Klarifikasi Isu CCTV di Restoran*

Terkait isu viral mengenai kewajiban pemasangan CCTV, Eri meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Ia menegaskan bahwa CCTV tersebut bukan untuk memantau aktivitas di dalam ruang makan, melainkan hanya untuk area parkir.

“CCTV itu tidak berada di ruang makan... [itu] untuk di parkir,” jelasnya.

Pemasangan CCTV di area parkir bertujuan untuk memastikan akurasi jumlah kendaraan, yang berdampak pada pajak parkir yang hanya 10% masuk ke Pemkot. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi pengangguran dengan mewajibkan pemilik usaha mempekerjakan juru parkir dari warga Surabaya.

Eri mengaku tidak gentar menghadapi kritik dan narasi negatif di media sosial. Ia menegaskan bahwa ia dan jajarannya akan tetap lurus menjalankan kebijakan yang dianggapnya bertanggung jawab dan menguntungkan rakyat Surabaya dalam jangka panjang. (*)

Penulis: Firnas Muttaqin 
Jumat, 22/8/2025

https://jatimlines.id/wali-kota-surabaya-utang-daerah-pajak-restoran/

___