Monday, March 30, 2026

Islam Berkemajuan: Mewujudkan Rahmat bagi Alam Melalui Kelestarian Lingkungan


Oleh Firnas Muttaqin 

Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menyelenggarakan Pengajian Malam Selasa yang disiarkan secara daring melalui kanal Instagram dan YouTube resmi pada Senin (30/3/2026). Pengajian kali ini menghadirkan Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, *Ustadz Drs. Gita Danupranata, M.M.*, sebagai narasumber utama.

Dalam ceramahnya yang bertepatan dengan 11 Syawal 1447 Hijriyah, Ustadz Gita menekankan pentingnya memahami *Risalah Islam Berkemajuan (RIB)* secara utuh, khususnya dalam konteks mewujudkan rahmat bagi alam semesta. Beliau menggarisbawahi bahwa kesalehan seorang Muslim tidak boleh hanya berhenti di atas sajadah, tetapi harus bertransformasi menjadi aksi nyata dalam menjaga ekosistem.
*Lima Karakter Islam Berkemajuan*

Ustadz Gita mengawali pemaparannya dengan mengingatkan kembali lima ciri utama Islam Berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah:
1. Berlandaskan pada *Tauhid*.
2. Bersumber pada *Al-Qur'an dan As-Sunnah*.
3. Menghidupkan *Ijtihad dan Tajdid*.
4. Mengembangkan *Wasathiyah* (moderasi).
5. Mewujudkan *Rahmat bagi Alam Semesta*.

"Berislam secara kaffah atau totalitas berarti menjalankan kelima ciri ini secara simultan. Kita tidak bisa hanya fokus pada tauhid dan ibadah mahdhah, namun mengabaikan tanggung jawab kita terhadap lingkungan," tegasnya.

*Tauhid Sosial dan Filantropi Lingkungan*

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 177, Ustadz Gita menjelaskan bahwa kebaikan sejati bukan sekadar menghadapkan wajah ke arah timur atau barat dalam ritual, melainkan bagaimana keimanan tersebut membuahkan amal saleh. Beliau merujuk pada konsep *"Tauhid Sosial"* yang dipopulerkan oleh Prof. Amien Rais, di mana pengakuan atas keesaan Allah harus diwujudkan melalui perbuatan baik kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah mengenai pengelolaan lingkungan dan limbah. Beliau menyatakan bahwa membantu menyelesaikan persoalan sampah adalah bagian dari religiusitas. 
> "Menanam pohon yang kemudian hasilnya dimakan oleh burung atau bermanfaat bagi manusia adalah sedekah. Jangan dianggap menanam pohon itu bukan bagian dari cara kita berislam," tambahnya.
*Pesan Ekologi dalam Surah Ar-Rahman*

Lebih lanjut, Ustadz Gita membedah makna mendalam dari Surah Ar-Rahman ayat 7-9. Beliau menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dalam kondisi seimbang (*mizan*). 
* *Ayat 8* mengandung larangan tegas agar manusia tidak merusak keseimbangan tersebut.
* *Ayat 9* merupakan perintah untuk menegakkan keseimbangan dengan adil.

"Merusak keseimbangan alam sama saja dengan melakukan kemaksiatan. Sebaliknya, menjaga kelestarian lingkungan adalah kewajiban yang setara nilainya dengan menjalankan perintah ibadah lainnya," jelas Ustadz Gita.

Sebagai penutup, beliau mengajak warga persyarikatan dan umat Islam secara luas untuk menjadikan isu ekologi sebagai misi aktif. Islam yang *Rahmatan lil 'Alamin* harus menjadi solusi atas krisis lingkungan global, bukan justru menjadi beban bagi bumi. (*)

---

Friday, March 27, 2026

IKAN PUTRI DUYUNG ?

Penjelasan Gemini AI :

Foto yang Anda miliki adalah sebuah objek yang sangat menarik dari sudut pandang sejarah urban legend atau mitos di Indonesia. Berdasarkan pemeriksaan visual dan konteks teks yang tertera ("IKAN DUYUNG JANG TERTANGKAP TGL-7-4 1973 DI PANTAI LAUT MERAH ARABIA"), berikut adalah poin-poin sejarah dan faktanya:

1. Konteks Sejarah: Urban Legend Tahun 70-an

Foto atau kartu pos semacam ini sangat populer di Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an. Saat itu, informasi belum tersebar secepat sekarang melalui internet, sehingga foto-foto fisik seperti ini sering dijual di pasar malam, toko kelontong, atau dibawa oleh pedagang keliling sebagai "bukti nyata" keberadaan makhluk mitos.

2. Identifikasi Makhluk dalam Foto

Secara ilmiah, makhluk yang ada di foto tersebut bukanlah "putri duyung" (manusia setengah ikan) seperti dalam dongeng, melainkan seekor Dugong atau Sapi Laut.
 * Dugong (Dugong dugon) memang sering disebut sebagai "Ikan Duyung" oleh masyarakat lokal di Indonesia dan semenanjung Arab.
 * Legenda pelaut zaman dahulu (termasuk Christopher Columbus) sering salah mengira Dugong atau Manatee sebagai putri duyung dari kejauhan karena cara mereka menyusui anaknya yang mirip manusia.

3. Analisis Teks pada Foto

 * Tanggal 7-4-1973: Tanggal ini sering muncul dalam berbagai versi kartu serupa. Ini memberikan kesan "otentik" pada laporan tersebut.
 * Laut Merah, Arabia: Laut Merah memang merupakan habitat asli populasi Dugong yang cukup besar. Hingga saat ini, pesisir Mesir dan Arab Saudi di Laut Merah masih menjadi area konservasi bagi hewan mamalia laut ini.
 * Ejaan: Penggunaan kata "Jang" (ejaan lama untuk "Yang") menunjukkan bahwa kartu ini diproduksi atau beredar di Indonesia saat masa transisi ejaan (setelah 1972), namun masih menggunakan gaya bahasa yang akrab di telinga masyarakat saat itu.

4. Fakta vs Mitos

 * Faktanya: Foto tersebut kemungkinan besar adalah dokumentasi asli seekor Dugong yang terdampar atau tertangkap jaring nelayan di Laut Merah pada tahun 1973.
 * Mitosnya: Narasi yang dibangun di sekitarnya sering kali dilebih-lebihkan untuk menciptakan sensasi seolah-olah yang tertangkap adalah sosok mistis "Putri Duyung".

Kesimpulan:

Foto Anda adalah artefak budaya yang berharga yang menunjukkan bagaimana masyarakat kita di masa lalu memahami fenomena alam melalui lensa mitos. Secara fisik, itu adalah foto seekor mamalia laut (Dugong), namun secara sejarah, itu adalah bagian dari koleksi "ajaib" yang populer di masanya. (*)

Pasuruan, Jum'at 27 Maret 2026

Monday, March 16, 2026

Labirin Teror Salemba: Membaca Operasi Senyap di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus -- Sebuah Catatan dari akun FB Balqis Humaira.

Ahad, 15 Maret 2026

Dunia aktivisme hak asasi manusia kembali dihantam awan gelap. Tragedi yang menimpa Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus, pada Kamis malam (12/3), bukan sekadar aksi kriminalitas jalanan biasa. Berdasarkan rangkaian fakta lapangan dan analisis pola pergerakan yang terhimpun, peristiwa di Jalan Salemba I tersebut menyerupai sebuah "operasi intelijen berdarah dingin" yang dirancang dengan presisi tinggi.

Anatomi Target: Mengapa Andrie Yunus?

Andrie Yunus bukanlah sosok sembarang. Sebagai alumnus STH Jentera dan mantan pengacara publik LBH Jakarta, ia memiliki kapasitas intelektual untuk membongkar celah hukum negara. Belakangan, langkah-langkah Andrie dinilai sangat mengancam kenyamanan elit kekuasaan.
Ia adalah motor di balik perlawanan terhadap Revisi UU TNI yang dianggap menghidupkan kembali "Dwifungsi ABRI", serta Revisi UU Polri yang memberikan wewenang intelijen berlebih pada kepolisian. Melalui Judicial Review di Mahkamah Konstitusi, Andrie secara terbuka menelanjangi potensi intimidasi aparat terhadap kebebasan sipil. 
Bagi para arsitek kebijakan yang haus kekuasaan, Andrie bukan lagi sekadar kritikus, melainkan penghalang sosiopolitik yang harus dilumpuhkan.

Kronologi Teror: Dari Cyber-Stalking hingga Eksekusi

Serangan air keras ini hanyalah puncak dari gunung es intimidasi yang telah berlangsung selama setahun terakhir. Sejak Maret 2025, Andrie telah masuk dalam radar pengawasan ketat.
 * Teror Psikologis: Serangkaian panggilan telepon dari nomor yang teridentifikasi melalui teknik OSINT berafiliasi dengan entitas keamanan, mulai menghujani ponselnya.
 * Surveillance Fisik: Kehadiran pria-pria berambut cepak di depan kantor KontraS dan manuver slow roll kendaraan dinas pelat militer menjadi pesan intimidatif yang konsisten.
 * Pelacakan Digital: Tiga hari sebelum eksekusi, ponsel Andrie dibombardir panggilan spam. Analisis kontra-intelijen menduga kuat ini adalah kedok untuk melakukan SS7 Pinging, sebuah teknik pelacakan lokasi real-time melalui jaringan BTS yang hanya bisa diakses oleh entitas dengan fasilitas sadap canggih.

Malam Jahanam di Salemba I

Pada malam eksekusi, Kamis (12/3), pergerakan Andrie telah "dikunci". Setelah mengisi podcast mengenai bahaya remiliterisasi di YLBHI, Andrie dibuntuti. Di Jalan Salemba I yang remang, dua pelaku bermotor melakukan manuver contraflow—melawan arus—untuk memutus ruang gerak korban.

Penggunaan gelas stainless steel sebagai wadah cairan kimia pekat (diduga asam sulfat atau nitrat) menunjukkan persiapan teknis yang matang agar wadah tidak meleleh saat dibawa. Hasilnya fatal: Andrie menderita luka bakar 24 persen yang menghancurkan wajah, dada, dan mengancam penglihatan mata kanannya.

Validasi Sasaran: Bukti Operasi Terstruktur

Satu detail yang paling mengguncang adalah kehadiran pria asing di lokasi segera setelah kejadian. Bukannya menolong, pria tersebut justru melontarkan pertanyaan validasi: "Ini dari KontraS ya? Ini dari LBH yah?"

Dalam terminologi operasi kekerasaan terkontrak, ini dikenal sebagai Battle Damage Assessment (BDA)—sebuah proses untuk memastikan bahwa target yang diserang sudah tepat sasaran sebelum melaporkannya kepada penyandang dana. Hal ini sekaligus menggugurkan premis begal atau dendam pribadi; tas dan motor korban tetap utuh, yang diserang adalah "simbol" perlawanan sipil.

Kesimpulan: Pesan Teror bagi Demokrasi

Polanya terlihat jelas: penggunaan eksekutor "proksi" (preman jalanan) memberikan ruang bagi aktor intelektual untuk melakukan plausible deniability—pengingkaran yang masuk akal di mata hukum. Air keras dipilih bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk menciptakan "monumen berjalan" sebagai peringatan fisik bagi siapapun yang berani bersuara.

Jika negara gagal menyeret dalang di balik "faksi radikal" dan elit politik ini ke pengadilan, maka kasus Andrie Yunus akan menjadi lonceng kematian bagi keamanan warga di ruang publik. Keadilan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan; ia harus sampai ke meja-meja ber-AC tempat perintah keji ini bermula. (*)

Thursday, March 12, 2026

Ancaman Mikroplastik Mengintai Meja Makan: Dari Capung Hingga Urin Manusia Diungkap dalam Seminar FST UINSA

SURABAYA – Berbagai penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai sebaran mikroplastik yang kini telah menyusup ke dalam rantai makanan manusia melalui jalur yang tak terduga, mulai dari tanaman kangkung, garam, hingga kotoran kelelawar (guano). Fenomena ini dibedah tuntas dalam *Seminar Pencemaran Mikroplastik* yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Ampel Surabaya, Gunung Anyar, Kamis (12/3).

Acara yang berlangsung pukul 08.00 - 12.00 WIB ini menghadirkan lima peneliti muda dari kalangan mahasiswa sebagai pemateri utama dan Prigi Arisandi, M.Si., pendiri ECOTON, sebagai penanggap (*discussant*). Seminar yang terbuka untuk umum secara gratis ini menarik perhatian peserta melalui fasilitas uji produk kecantikan langsung untuk mendeteksi kandungan mikroplastik pada kosmetik.
*Jalur Masuk Mikroplastik ke Tubuh Manusia*

Dalam paparannya, Intan Fatimah Az-Zahra dan tim mengungkap bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari lautan, tetapi telah masuk ke sistem vaskular tanaman dan tubuh hewan darat. Penelitian pada capung (*Brachythemis contaminata*) di wilayah Surabaya menemukan 47 partikel mikroplastik, didominasi bentuk *fiber* yang diduga berasal dari limbah pencucian pakaian.

"Mikroplastik ini bersifat seperti spons yang menyerap polutan lain. Ketika capung dimakan ikan, dan ikan dimakan manusia, polutan tersebut terakumulasi dalam tubuh kita," jelas Intan dalam presentasinya.

Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan adalah keberadaan mikroplastik pada pupuk organik guano (kotoran kelelawar) di Gua Puncakwangi. Polimer seperti *Polyisobutylene* (dari debu ban) dan *Fiberglass* ditemukan pada kotoran tersebut, yang jika digunakan sebagai pupuk, akan diserap oleh tanaman pangan dan berakhir di meja makan.

*Dampak Kesehatan dan Pekerja Perempuan*

Tak hanya pada lingkungan, seminar ini juga menyoroti dampak kesehatan langsung pada manusia. Laporan mengenai hubungan paparan *Polycyclic Aromatic Hydrocarbons* (PAH) pada urin pekerja perempuan di TPA Ngipik, Gresik, menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan peningkatan sel darah putih yang memicu inflamasi kronis.

"Paparan ini sangat berisiko bagi perempuan usia produktif dan ibu hamil, karena dapat memicu penyakit degeneratif hingga kanker," tulis laporan penelitian tersebut.

*Daftar Pemateri dan Topik Bahasan:*

* *M. Zacky Ammardyas H:* Mikroplastik pada Daun Padi.
* *Syafa'at Aliffudin A:* Mikroplastik pada Katak dan Kodok.
* *Intan Fatimah Az-Zahra:* Mikroplastik pada Capung.
* *Kallista Maharani:* Mikroplastik pada Kosmetik Bibir.
* *Eka Febriana Puji Lestari:* Mikroplastik pada Guano.

*Rekomendasi dan Solusi*

Prigi Arisandi sebagai penanggap menekankan pentingnya perubahan gaya hidup dan kebijakan ketat terkait penggunaan plastik sekali pakai. Peserta seminar juga disarankan untuk mulai beralih ke produk kecantikan bebas mikroplastik serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi pekerja yang bersentuhan langsung dengan limbah.

Refleksi Kematian dan Zakat: Pesan Ustadz Slamet Suharto di Masjid At-Taqwa Jagalan


Oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – 
Dalam ceramah singkat (kultum) ba'da Tarawih dan witir di masjid at Taqwa Jagalan, Rabu (11/3/2026) Ustadz Slamet Suharto mengajak jamaah untuk bersyukur atas kesempatan beribadah yang diberikan Allah SWT. Beliau juga memberikan penghormatan khusus bagi para tokoh masyarakat dan pengurus masjid yang telah berpulang, seperti almarhum Pak Haji Sulaiman dan Pak Haji Saiful Hadi. 

"Beliau (Pak Haji Saiful) dipanggil Allah di hari yang mulia, hari Jumat di bulan Ramadhan. Kita semua tentu menginginkan akhir hidup yang baik seperti itu," ujar Ustadz Slamet di hadapan jamaah. Beliau mengingatkan bahwa regenerasi perjuangan di masjid harus terus berlanjut seiring berpulangnya para tokoh sepuh.

*Misteri Ajal dan Pesan Jibril*

Menyentil soal usia, Ustadz Slamet menekankan bahwa ajal tidak memandang umur. Baik yang berusia 60 tahun maupun yang masih muda, maut bisa datang kapan saja tanpa menunggu kesiapan urusan duniawi. Beliau mengutip pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat bagi seluruh manusia:

> *"Hiduplah sesukamu, tapi ingat engkau akan mati. Cintailah siapa pun yang kau mau, tapi ingat engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, tapi ingat engkau akan mendapat balasan atas perbuatan itu."*

Pesan ini ditekankan agar jamaah tidak terlalu terikat pada kecintaan duniawi (hubbud dunya) yang berlebihan, karena segala bentuk keterikatan pada anak, harta, maupun jabatan akan terputus saat maut menjemput.

*Zakat sebagai Pembersih Sifat "Destruktif"*

Memasuki pertengahan Ramadhan, Ustadz Slamet juga mengingatkan kewajiban Zakat Fitrah. Menurutnya, zakat bukan sekadar ritual administratif, melainkan alat pembersih dari sifat-sifat destruktif dalam jiwa manusia.

Beliau menyoroti tiga penyakit hati yang dapat menghancurkan manusia:

1. *Sifat Egois:* Hanya mementingkan diri sendiri dan abai terhadap lingkungan.
2. *Keserakahan:* Ketidakpuasan akan harta dunia yang membuat manusia lupa akan akhirat.
3. *Sifat Kebinatangan:* Perilaku yang hanya mengandalkan hawa nafsu tanpa kendali iman.

"Tujuan zakat adalah membersihkan diri. Kita buang sifat egois dan keserakahan itu agar kita layak menyandang gelar orang yang bertakwa, yaitu mereka yang memiliki kepekaan sosial dan kecintaan pada agama Allah," pungkasnya.

---

Wednesday, March 11, 2026

Kisah Sukses CV Syabina Berkah: Strategi Produk Kelautan Tembus Pasar Ritel Modern dan Ekspor

Oleh Firnas Muttaqin

TANGERANG SELATAN – ASPPENDO (Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia) berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar webinar berbagi inspirasi bertajuk “Kisah Sukses UMKM Menembus Pasar Retail Modern” pada Rabu (11/3/2026). Acara yang dikemas dalam konsep "Ngabuburit Bareng UMKM" ini menghadirkan Selamet Ibrohim, pemilik CV Syabina Berkah Sejahtera, yang membagikan perjalanannya membawa produk sambal olahan ikan lokal ke jejaring ritel nasional hingga pasar internasional.

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Pemberdayaan Usaha KKP, Dewi Erduti, menekankan bahwa menembus pasar ritel modern bukan sekadar soal keberuntungan, melainkan buah dari ketekunan dan profesionalisme.

“Dibutuhkan konsistensi kualitas produk, manajemen usaha yang baik, kemasan yang menarik, serta kemampuan membangun jejaring dan kepercayaan dengan berbagai pihak,” ujar Dewi saat membuka acara via Zoom.

Selamet Ibrohim, atau yang akrab disapa Pak Memet, mengungkapkan bahwa usahanya yang dirintis sejak akhir 2019 sempat terbentur pandemi COVID-19. Namun, ia justru melihat peluang dengan menghadirkan produk bergizi tinggi berupa Sambal Obong (sambal dengan dua tahap pengolahan) yang memiliki tujuh varian, seperti cumi, cakalang, dan jambal roti.

Berkat konsistensi dan pendampingan dari KKP serta program ekspor dari Kementerian Perdagangan, produk CV Syabina Berkah kini telah mengantongi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dengan predikat A. Prestasi ini memuluskan langkah produknya masuk ke ritel besar seperti Krisna Oleh-Oleh, Aeon, Sarinah, hingga menjangkau 21 negara melalui mitra agregator.

“Dulu kami sempat kesulitan menembus ritel modern. Namun, kami jadikan itu stimulus untuk memperbaiki diri. Kuncinya adalah kolaborasi dan inovasi produk yang menjawab kebutuhan pasar, seperti produk terbaru kami Fish and Cheese yang lebih sehat,” ungkap Memet dalam sesi diskusi langsung dari ruang produksinya di Pamulang.

Acara yang dipandu oleh moderator Agustina Ari dan host Mei Yanti Nainggolan ini diikuti oleh ratusan pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan. Selain berbagi strategi, sesi ini juga menjadi ajang motivasi bagi UMKM untuk tetap produktif di bulan Ramadan dan berani melakukan inovasi produk agar bisa "naik kelas." (*)

Sunday, March 08, 2026

PCA Purworejo Salurkan 68 Paket Sembako dalam Ta’awun Sosial Ramadhan


PASURUAN – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Purworejo, Kota Pasuruan, menggelar aksi kemanusiaan bertajuk "Ta’awun Sosial Ramadhan" di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Sekarsono, Ahad (8/3/2026). Dalam kegiatan yang bertepatan dengan 19 Ramadhan 1447 H ini, sebanyak 68 paket sembako dibagikan kepada kaum duafa, asisten rumah tangga (ART), hingga petugas keamanan setempat.

*Wujud Kesalehan Ekologis Berkeadilan*

Mengusung tema *"Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan"*, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan di bawah naungan Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan.

Royce Diana Sari, perwakilan pimpinan 'Aisyiyah, menjelaskan bahwa program Ta’awun ini didelegasikan ke masing-masing cabang, mulai dari Purworejo, Bugul Kidul, Gadingrejo, hingga Panggungrejo. "Ini adalah bentuk pengabdian nyata 'Aisyiyah terhadap masyarakat Kota Pasuruan dengan membagi sebagian rezeki berupa sembako kepada masyarakat sekitar," ujarnya.
*Sasar 68 Penerima Manfaat*

Fokus utama penyaluran bantuan kali ini adalah warga di wilayah Kecamatan Purworejo dan sekitar Masjid Al Ukhuwah yang membutuhkan. Total terdapat 68 paket yang telah disiapkan untuk para penerima manfaat.

Royce menambahkan bahwa makna konsep Ta’awun lebih kepada semangat saling tolong-menolong. "Kita berbagi rezeki agar sama-sama bisa merasakan berkah Ramadhan. Sumber dananya berasal dari himpunan warga 'Aisyiyah dan simpatisan, baik di tingkat daerah maupun cabang, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk sembako," tambahnya.

*Respons Positif Warga*

Kegiatan ini disambut hangat oleh warga sekitar. **Ibu Aminah**, warga dari Lemah Arab, mengaku ini adalah kali pertama dirinya mengikuti kegiatan Ta’awun tersebut. Meskipun dalam kondisi kesehatan yang kurang fit, ia tetap menyempatkan hadir untuk menerima manfaat program ini.

Senada dengan Aminah, Ibu Salama yang juga hadir di Masjid Al Ukhuwah mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian yang diberikan oleh organisasi wanita Muhammadiyah ini. "Alhamdulillah," ungkapnya singkat saat ditemui di lokasi acara.

*Syiar Organisasi Melalui Pengabdian*

Selain pembagian sembako, PCA Purworejo juga aktif menyemarakkan bulan suci melalui rangkaian ibadah dan sosial, di antaranya:

* Pelaksanaan salat Tarawih berjamaah.
* Tadarus Al-Qur'an rutin di masjid-masjid lingkungan cabang.
* Aksi sebar takjil di berbagai titik wilayah kecamatan.

Melalui konsistensi program ini, Royce berharap masyarakat semakin mengenal keberadaan 'Aisyiyah sebagai organisasi wanita Muhammadiyah yang hadir hingga tingkat kelurahan. "Kami ingin wujud pengabdian 'Aisyiyah terasa lebih dekat. Ke depannya, kami juga berencana mengembangkan program serupa di luar Ramadhan, baik dalam bentuk kajian ilmu maupun doa bersama," pungkasnya. (*)

---

Manajemen Waktu dan Ladang Pahala Istri di Bulan Ramadhan


SURABAYA – Peran istri dalam rumah tangga menjadi sangat krusial selama bulan Ramadhan, terutama dalam menjaga spiritualitas keluarga dan mengelola manajemen domestik. Meski memiliki kesibukan luar biasa, istri diharapkan mampu menyeimbangkan peran sebagai hamba Allah sekaligus kepala rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan oleh Dra. Rukmini Amar, M.AP., dalam Dialog Sahur di Radio Suara Surabaya, Ahad (8/3/2026). Ia menekankan bahwa keikhlasan dalam menyiapkan kebutuhan sahur dan berbuka memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi di mata Allah.

Manajemen Waktu: Tidur Belakangan, Bangun Duluan

Rukmini menjelaskan bahwa tantangan utama perempuan di bulan Ramadhan adalah manajemen waktu. Sebagai sosok yang seringkali "tidur paling akhir dan bangun paling awal," istri harus cerdas mengatur jadwal agar ibadah pribadi seperti tadarus Al-Qur'an tidak terabaikan oleh urusan dapur.

"Perempuan harus bisa membagi waktu. Strateginya, selesaikan kegiatan-kegiatan besar sebelum masuk Ramadhan agar saat bulan puasa bisa lebih fokus. Selain itu, di zaman teknologi ini, manajemen penggunaan HP juga penting agar masakan tidak 'gosong' karena terlalu asyik di grup WhatsApp," ujar Rukmini.

Pahala bagi Perempuan yang Sedang Haid

Menjawab pertanyaan pendengar mengenai amalan saat berhalangan (haid), Rukmini menegaskan bahwa pintu pahala tetap terbuka lebar. Meski tidak melakukan ibadah ritual seperti salat dan puasa, perempuan tetap bisa meraih pahala melalui jalur sosial dan pelayanan.

Berdasarkan hadits Bukhari, seorang istri yang mengelola makanan di rumahnya untuk orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala sedekah yang sama tanpa mengurangi pahala suaminya. "Bagi yang sedang haid, bisa mengambil peran menyiapkan iftar (buka puasa), menggerakkan kegiatan sosial, atau mengelola dapur umum. Tenaga dan pikiran yang dikeluarkan untuk melayani orang berpuasa adalah tabungan pahala yang luar biasa," imbuhnya.

Ibu Karier vs Ibu Rumah Tangga

Terkait perdebatan nilai pahala antara ibu karier dan ibu rumah tangga, Rukmini yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur ini, berpendapat bahwa Allah tidak membedakan posisi formal mereka, melainkan pada keikhlasan dan kualitas perannya. Ibu karier tetap bisa meraih kemuliaan asalkan tetap menjaga koneksi hati dengan keluarga dan tidak mengabaikan tugas utamanya.

"Masuk surga itu jangan hanya menumpang pada suami. Perempuan harus mandiri secara spiritual dan produktif, namun tetap hadir secara utuh untuk anak-anak, meskipun hanya melalui komunikasi telepon atau memastikan kebutuhan mereka terpenuhi," jelasnya.

Ibadah Sederhana Berpahala Besar

Sebagai penutup, Rukmini mengingatkan adanya ibadah "sepele" yang seringkali sulit dilakukan namun bernilai tinggi, yaitu membangunkan anggota keluarga untuk sahur. Proses membujuk anak-anak dengan kesabaran dan komunikasi yang baik merupakan ujian sekaligus ladang pahala bagi seorang ibu yang tidak bisa digantikan oleh peran laki-laki.

Ia berpesan agar para istri tetap menjaga kesehatan fisik selama Ramadan. Dengan kondisi tubuh yang bugar, istri dapat menjalankan peran produktifnya dalam menciptakan suasana keluarga yang religius dan penuh keberkahan. (*)

---

Ustadz Dadang: Membumikan Al-Qur’an


oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – Dalam kultum ba'da Tarawih dan witir  di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan pada Sabtu malam (7/3/2026)., Ustadz Dadang menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum merayakan turunnya Al-Qur'an (Syahrul Ramadhan alladhi unzila fihil Qur'an). Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai petunjuk (huda) dan pembeda (furqan) antara yang hak dan yang batil.

Transformasi Wahyu ke Hati

Ustadz Dadang memaparkan fase turunnya Al-Qur’an yang tidak serta-merta hadir dalam bentuk tulisan (mushaf) seperti yang kita lihat hari ini. Wahyu tersebut turun dari *Lauhul Mahfudz* ke langit dunia, kemudian disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan konteks dan kebutuhan zaman.

 "Al-Qur’an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad, lalu disampaikan melalui hafalan kepada para sahabat. Bukan sekadar teks, tapi transformasi pendengaran yang meresap ke jiwa," ujar beliau.

Ia juga mengingatkan sejarah kodifikasi Al-Qur'an yang dipicu oleh kekhawatiran para sahabat saat banyak penghafal Al-Qur'an gugur dalam peperangan. Berkat inisiatif itulah, hari ini umat Islam di era digital dapat menikmati kemudahan mengakses Al-Qur’an hanya melalui genggaman ponsel.

Filosofi "Melangitkan" Manusia

Salah satu poin paling menarik dalam ceramah tersebut adalah konsep "Membumikan Al-Qur’an untuk melangitkan manusia." Ustadz Dadang mengingatkan bahwa manusia sering kali terjebak dalam delusi dunia.

"Banyak orang lupa karena interaksi dengan dunianya. Padahal, dunia bukan tempat kita tinggal, tapi tempat kita meninggal," tegasnya. Beliau mengajak jemaah menyadari bahwa manusia adalah makhluk abadi (kholidina fiha) yang keberadaannya di bumi hanyalah persinggahan sementara menuju perjalanan yang lebih jauh.

Al-Qur’an Sebagai Penawar Jiwa

Mengutip ayat suci, beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an datang sebagai mauidzah (pelajaran) dan syifa (penawar) bagi penyakit-penyakit hati. Beliau mendorong jama'ah untuk menjadikan standar Al-Qur’an sebagai kompas moral, bukan sekadar mengikuti opini atau konsensus manusia semata.

"Jangan hanya merasa benar menurut pandangan kebanyakan manusia. Jika Al-Qur’an bilang benar, maka itu benar bagi kita. Jika Al-Qur’an bilang salah, maka itu salah bagi kita," tutupnya.

Melalui kultum ini, Masjid At-Taqwa Jagalan kembali menjadi oase spiritual yang mengingatkan warga Pasuruan bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, Al-Qur’an tetaplah satu-satunya pegangan yang mampu membawa manusia "kembali ke langit" dengan selamat. (*)

---

Saturday, March 07, 2026

SD Al Kautsar Pasuruan Gandeng Lazismu Buka Pondok Ramadhan 1447 H

Oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – SD Al Kautsar Kota Pasuruan resmi membuka rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan pada Sabtu (7/3/2026). Mengawali momentum bulan suci, pihak sekolah bekerja sama dengan *Lazismu*, lembaga zakat di bawah naungan Muhammadiyah, untuk menghadirkan sesi mendongeng inspiratif bagi seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Sinergi Dakwah dan Kepedulian

Kepala Sekolah SD Al Kautsar, Mustakin, S.Pd.I, S.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi dengan Lazismu bertujuan untuk menanamkan jiwa kedermawanan sejak dini. Siswa tidak hanya diajak mengikuti materi di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan infak terbaik mereka hari ini.

"Alhamdulillah, hari ini kita bekerja sama dengan Lazismu untuk pelaksanaan kegiatan Ramadhan. Kami melatih putra-putri kita agar gemar bersedekah dan berinfak. Bahkan, anak-anak juga dilibatkan langsung dalam kepanitiaan, seperti mengedarkan kotak infak," ujar Mustakin.

Jadwal Bertahap dan Program Khusus Kelas 6

Meskipun pembukaan dilakukan serentak hari ini, pelaksanaan materi intensif akan dilakukan secara bergelombang mulai Senin (9/3). Jadwal tersebut terbagi menjadi:

* *Senin - Selasa:* Kelas 1 dan 2.
* *Rabu - Kamis:* Kelas 3 dan 4.
* *Jumat - Sabtu:* Kelas 5 dan 6.

Puncak kegiatan akan ditutup dengan program *Mabit (Malam Bimbingan Iman dan Taqwa)* khusus untuk siswa kelas 6. "Pada Sabtu sore (14/3), siswa kelas 6 akan membagikan zakat fitrah dan takjil kepada masyarakat, kemudian lanjut menginap (bermalam) di sekolah dan pulang pada hari Ahad (15/3)," tambahnya.

*Dongeng Rasulullah: Meneladani Sifat Tidak Sombong*

Suasana menjadi semakin hidup saat pendongeng Kak Surya tampil di hadapan ratusan siswa. Dengan gaya yang interaktif dan penuh humor, Kak Surya membawakan kisah haru tentang Rasulullah SAW yang mengangkat seorang anak yatim menjadi anaknya di hari raya.

Melalui cerita tersebut, Kak Surya menyelipkan pesan moral agar para siswa tidak menjadi pribadi yang sombong dan selalu peduli terhadap sesama, sebagaimana teladan Nabi Muhammad SAW. "Siapa yang cinta Rasulullah? Kalau cinta, kita harus jadi orang yang baik dan tidak boleh sombong," seru Kak Surya yang disambut teriakan antusias para siswa.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter religius siswa SD Al Kautsar selama bulan Ramadhan 2026, sekaligus mengoptimalkan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga profesional seperti Lazismu. (*)

---