Masjid Al-Ukhuwah, Kota Pasuruan
Ustadz H. M. Baidowi, M.Ag.
Alhamdulillah, pada pagi hari ini (Ahad, 3 Mei 2026) kita masih diberikan kesempatan dan kenikmatan oleh Allah sehingga bisa menghadiri majelis yang mubarak ini. Kehadiran kita di sini tidak lain adalah memenuhi panggilan Allah untuk shalat Subuh berjamaah. Jika kita mau jujur menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Mari kita buka kajian ini dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim
Ilmu Allah dan Keterbatasan Malaikat
Melanjutkan kajian Surah Al-Baqarah, materi kita telah sampai pada saat Allah memberitakan kepada seluruh malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda di sekitar mereka. Namun, malaikat tidak mampu mengucapkannya. Mereka menjawab,
"Subhanaka la 'ilmana illa ma 'allamtana"—Maha Suci Engkau Ya Rabb, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.
Ini adalah pelajaran bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui sesuatu kecuali apa yang diajarkan Allah. Seluruh alam raya, apa yang ada di angkasa, bumi, dan laut, semuanya diperuntukkan bagi manusia. Namun, manusia harus ingat bahwa setiap ilmu yang diberikan akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, janganlah kita berhubungan dengan jin atau dukun ("orang pintar"). Walaupun ada jin muslim, namun sering kali mereka meminta tuntutan jika kita meminta bantuan. Hal itu sangat bertentangan dengan ayat ini, di mana malaikat yang suci saja tidak mengetahui apa-apa kecuali yang diajarkan Allah.
Perintah Sujud dan Kesombongan Iblis
Allah kemudian memerintahkan kepada seluruh malaikat: "Fasjudu li Adama"—sujudlah kalian kepada Adam. Seluruh malaikat bersujud, kecuali Iblis. Iblis menolak karena merasa lebih bagus dan sombong (Abaha wastaghbaru). Jika di dalam kalbu kita ada "gerigil-gerigil" kesombongan sebesar zarah saja, maka kita termasuk golongan Iblis yang dilaknat Allah.
Perlu dipahami, sujudnya malaikat kepada Adam adalah sujud penghormatan dan kemuliaan, bukan menyembah, karena ketaatannya tetap kepada Allah. Allah memuliakan Adam sebagai sebaik-baik ciptaan (fi ahsani taqwim). Syariat sujud penghormatan ini memang ada pada umat terdahulu, seperti bangsa Cina yang bersujud kepada sesepuh atau tradisi Jawa halus. Namun, setelah hadirnya Islam, cara memuliakan dengan bersujud kepada sesama manusia telah dihapus.
Adab Istri Terhadap Suami
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa seandainya beliau diperbolehkan memerintahkan manusia bersujud kepada seseorang, maka beliau akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami. Maka dari itu, urusan ibadah sunnah pun, seperti puasa, istri harus izin kepada suaminya. Jangan sampai suami pulang dari jauh dan menginginkan istrinya, tapi istri tidak memberitahu bahwa ia sedang puasa sunnah. Begitu juga jika ingin pergi ke mana-mana, gunakanlah alat komunikasi seperti WhatsApp untuk meminta izin. Istri tidak boleh egois dan sombong, meskipun merasa lebih kaya secara harta.
Keteladanan Siti Khadijah RA
Lihatlah Siti Khadijah. Beliau wanita yang sangat kaya, namun setelah menikah dengan Rasulullah, beliau memberikan segalanya untuk perjuangan agama. Sampai-sampai di akhir hayatnya, beliau tidak punya kain kecuali satu yang banyak tembelannya. Saat Rasulullah menangis melihat keadaannya, Khadijah berkata bahwa ia tidak menyesal sama sekali. Karena kesetiaannya, Allah mengirimkan salam dan kain kafan langsung dari langit untuk Khadijah, Rasulullah, dan Fatimah.
Tragedi Pertama: Qabil dan Habil
Kesombongan dan nafsu juga membawa tragedi pada putra Nabi Adam, yaitu Qabil dan Habil. Karena berebut wanita dan rasa dengki akibat kurban Qabil ditolak Allah (karena memberikan hasil tani yang buruk), Qabil membunuh Habil. Inilah pertumpahan darah pertama di muka bumi karena urusan nafsu. Qabil kemudian belajar cara mengubur jasad adiknya setelah melihat burung gagak menggali tanah. Ini adalah pelajaran bagi kita agar selalu memperhatikan sejarah agar tidak mengulangi dosa yang sama.
Sesi Tanya Jawab: Menghadapi Tipu Daya Iblis
Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan mengapa sesuatu yang jahat sering nampak indah di mata manusia. Ustadz menjelaskan bahwa Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan keturunan Adam dengan cara menghias kemaksiatan menjadi indah (*Tazyin*).
Bagaimana tips melawannya? Iblis sendiri mengaku tidak mampu menyuntikkan kekufuran kepada hamba yang Ikhlas. Iblis berkata, "Aku akan sesatkan semuanya, kecuali hamba-Mu yang hadir dengan jiwa yang ikhlas." Maka, janganlah kita lalai. Lakukanlah Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) dengan dzikir dan istighfar, serta Tazkiyatul Maal (penyucian harta) agar kita tidak menjadi sombong karena merasa paling kaya. Semua yang kita miliki hanyalah pemberian Allah SWT.
Penutup
Semoga apa yang kita lakukan ini senantiasa mendapatkan rida Allah. Insya Allah pertemuan yang akan datang kita lanjutkan penjelasan ayat berikutnya. Semoga kita semua semakin sehat, istiqamah, dan terus meramaikan ibadah berjamaah di Masjid Al-Ukhuwah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.