Berita tentang Jeffrey Epstein kembali meledak di awal tahun 2026 ini karena Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru saja merilis sekitar 3 juta halaman dokumen terkait penyelidikan kasusnya.
Rilisan besar-besaran ini merupakan mandat dari Epstein Files Transparency Act yang disahkan akhir tahun 2025 lalu. Karena volumenya yang masif, internet sekarang sedang ramai membedah ribuan nama, foto, dan detail transaksi yang sebelumnya dirahasiakan.
Berikut adalah poin-poin utama mengapa hal ini sedang viral:
1. Nama-Nama Besar yang Muncul
Dokumen ini menyeret tokoh-tokoh dari berbagai spektrum, mulai dari politik hingga teknologi:
Donald Trump: Namanya disebut lebih dari 1.800 kali dalam dokumen terbaru. Ada klaim-klaim lama yang muncul kembali, serta foto-foto yang menunjukkan kedekatannya dengan Epstein dan Maxwell di masa lalu.
Pangeran Andrew: Muncul foto-foto baru yang memperlihatkan "eks" Pangeran Inggris ini bersama wanita-wanita misterius. Sebagai catatan, gelarnya sudah dicabut secara resmi pada tahun 2025 menyusul skandal ini.
Elon Musk & Bill Gates: Nama mereka tercantum dalam konteks upaya Epstein untuk membangun koneksi atau menjerat mereka dalam jaringannya. Pihak Bill Gates sendiri menyatakan bahwa dokumen tersebut justru menunjukkan rasa frustrasi Epstein karena gagal menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan dengannya.
Tokoh Geopolitik: Bahkan nama seperti Putin dan Zelenskyy disebut-sebut dalam konteks intrik politik internasional yang coba dimainkan Epstein.
2. Kontroversi "Dokumen yang Hilang"
Beberapa hari setelah dirilis, DOJ sempat menarik kembali sebagian dokumen dengan alasan perlunya perlindungan identitas korban (redaksi yang kurang sempurna). Namun, langkah ini memicu teori konspirasi karena beberapa foto—termasuk foto Trump—sempat hilang dari situs resmi sebelum diunggah kembali, yang memicu tuduhan adanya upaya "pembersihan" data oleh pihak tertentu.
3. Tidak Ada "Satu Daftar Tunggal"
Penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu dokumen berjudul "Daftar Klien" yang berisi daftar hitam pelaku. Yang ada adalah jutaan catatan komunikasi, manifest penerbangan, dan memo internal FBI. Publik kini sedang bekerja secara kolektif di media sosial untuk menyusun kepingan-kepingan informasi ini guna melihat siapa saja yang benar-benar terlibat dalam aktivitas kriminal dan siapa yang hanya sekadar kenalan.
4. Mengapa Baru Sekarang?
Kasus ini ramai lagi karena adanya tekanan politik yang kuat di AS untuk transparansi total. Setelah bertahun-tahun spekulasi, publik menuntut jawaban pasti mengenai siapa saja yang membantu atau mendanai jaringan perdagangan seks Epstein selama puluhan tahun.
Rilisan dokumen besar-besaran pada akhir Januari 2026 ini memang memberikan banyak detail baru yang selama ini hanya menjadi spekulasi.
Berikut adalah rincian mendalam mengenai tokoh-tokoh kunci dan status hukum Ghislaine Maxwell:
1. Detail Tokoh Besar dalam Dokumen 2026
Dokumen setebal 3,5 juta halaman ini mengungkap pola komunikasi yang lebih intim daripada yang diperkirakan sebelumnya:
Pangeran Andrew (Mountbatten-Windsor): Ini adalah pukulan telak baginya. Dokumen menunjukkan bahwa Andrew mengundang Epstein ke Istana Buckingham pada tahun 2010—setelah Epstein menjadi terpidana kasus seksual. Hal ini membantah klaim Andrew sebelumnya bahwa ia menjauhkan diri sejak tahun 2008. Foto-foto baru juga memperlihatkan ia berlutut di dekat wanita-wanita muda yang identitasnya disamarkan.
Donald Trump: Namanya muncul ribuan kali, sebagian besar dalam log penerbangan tahun 90-an dan catatan administratif. Namun, ada juga "memo FBI" yang berisi klaim-klaim anonim dari tahun 2020 yang baru dibuka sekarang. Trump sendiri sangat vokal di Truth Social, membantah pernah ke pulau Epstein dan bahkan mengancam akan menggugat komedian Trevor Noah karena candaan terkait hal ini di Grammy Awards 2026 kemarin.
Bill Gates & Elon Musk: Nama mereka muncul dalam konteks upaya agresif Epstein untuk mendekati lingkaran teknologi tinggi. Untuk Gates, dokumen menunjukkan korespondensi mengenai pendanaan riset, sementara untuk Musk, dokumen lebih banyak berisi upaya Epstein untuk menjalin pertemuan melalui pihak ketiga.
Howard Lutnick (Menteri Perdagangan AS): Terungkap rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein pada 2012, yang mengejutkan publik karena sebelumnya ia mengaku telah memutus hubungan sejak 2005.
2. Status Ghislaine Maxwell di Tahun 2026
Ghislaine Maxwell saat ini masih mendekam di FPC Bryan, Texas, menjalani hukuman 20 tahun penjara. Namun, ada beberapa perkembangan krusial:
Upaya Pembebasan: Segera setelah dokumen ini dirilis, tim hukum Maxwell mengajukan petisi baru untuk peninjauan kembali kasusnya. Mereka berargumen bahwa dokumen yang baru dirilis berisi "bukti yang meringankan" yang sebelumnya ditahan oleh pemerintah.
Isu Grasi (Pardon): Muncul rumor kuat di Washington mengenai kemungkinan Maxwell mengajukan komutasi hukuman kepada Presiden Trump. Meskipun Gedung Putih secara resmi menyatakan belum mempertimbangkan hal tersebut, tekanan dari kelompok penyintas sangat besar agar Maxwell tetap berada di penjara hingga masa hukumannya usai.
3. Kabar "Daftar Klien" yang Sebenarnya
Banyak orang kecewa karena tidak ada satu lembar kertas berjudul "Client List". Yang ada adalah jaringan bukti. Jaksa penuntut (Todd Blanche) telah menyatakan bahwa "peninjauan telah berakhir" dan kemungkinan besar tidak akan ada tersangka baru dari kalangan elite yang akan dituntut, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan para korban yang merasa para pelaku besar lainnya tetap "tak tersentuh".