Firnas Blogspot
Media Aspirasi dan Rekaman Peristiwa. Kontak Email: suratfirnas@gmail.com
Sunday, September 06, 2026
Majelis Tabligh Muhammadiyah Tuban Dorong Kader Kuasai AI untuk Perkuat Penyebaran Informasi
Ustadz Sujono: Iman dan Ilmu Jadi Kunci Diangkatnya Derajat Manusia
TUBAN — Ustadz Sujono mengajak jamaah Pengajian Keluarga Ahad Pagi di Masjid Darussalam Tuban untuk menjaga keimanan sekaligus terus menuntut ilmu. Menurutnya, dua hal tersebut merupakan bekal utama manusia untuk memperoleh kemuliaan dan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.
Pesan itu disampaikan Ustadz Sujono di hadapan jamaah dalam Pengajian Keluarga Ahad Pagi, Ahad (6/9/2026).
Ia mengawali kajiannya dengan mengingatkan jamaah agar mensyukuri kesempatan masih diberi kehidupan, kesehatan, serta kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu.
“Alhamdulillah, sampai pagi hari ini kita masih dikaruniai Allah nikmat yang luar biasa. Tidak setiap orang mendapatkan kesempatan seperti kita untuk hadir, bersilaturahmi dan mengikuti pengajian,” ujarnya.
Dalam kajiannya, Ustadz Sujono menekankan bahwa setiap manusia pada dasarnya menginginkan kehidupan yang baik dan kemuliaan. Namun, menurutnya, kemuliaan tertinggi bukan semata ketika seseorang mendapatkan kedudukan dari manusia, melainkan ketika derajatnya diangkat oleh Allah SWT.
Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11:
“Yarfa'illāhulladzīna āmanū minkum walladzīna ūtul-'ilma darajāt.”
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.
Menurut Ustadz Sujono, ayat tersebut menunjukkan dua golongan yang mendapatkan kedudukan istimewa, yakni orang yang beriman dan orang yang berilmu.
“Kalau jabatan kita diangkat oleh direktur, kita sudah senang. Kalau diangkat oleh presiden, tentu lebih senang lagi. Tetapi yang paling mantap itu kalau yang mengangkat derajat kita adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala,” katanya.
Keimanan, Nikmat yang Tidak Semua Orang Memperolehnya
Ustadz Sujono menjelaskan, manusia memang memperoleh banyak nikmat, mulai dari kehidupan, kesehatan hingga kebebasan. Namun, di antara nikmat terbesar yang tidak semua orang mendapatkannya adalah nikmat keimanan.
Untuk menggambarkan pentingnya hidayah, ia mencontohkan kisah sejumlah nabi yang memiliki keluarga dekat tetapi tidak seluruhnya memperoleh keimanan. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa iman merupakan karunia Allah yang harus dijaga dan tidak bisa dipaksakan kepada orang lain.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas seorang Muslim adalah mengajak kepada kebaikan, sedangkan hasilnya berada dalam ketentuan Allah SWT.
Ustadz Sujono mengutip Surat Ali Imran ayat 104:
“Wal takum minkum ummatuy yad'ūna ilal-khairi wa ya'murūna bil-ma'rūfi wa yanhawna 'anil-munkar.”
Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.
“Manusia itu hanya berusaha dan mengajak. Jangan merasa bisa memaksa seseorang mendapat hidayah. Kita mengajak kepada kebaikan, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah,” tuturnya.
Orang Beriman Tidak Mudah Putus Asa
Dalam penjelasannya, Ustadz Sujono menyebut keimanan memberikan kekuatan batin kepada seseorang dalam menghadapi persoalan hidup. Orang yang beriman, katanya, tidak seharusnya mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan dan tidak pula menjadi sombong ketika berada dalam kelapangan.
Ia mengingatkan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum apabila mereka sendiri tidak berusaha mengubah keadaan mereka.
Hal itu merujuk pada firman Allah dalam Surat Ar-Ra'd ayat 11:
“Innallāha lā yugayyiru mā biqaumin hattā yugayyirū mā bi'anfusihim.”
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
“Ketika berada di atas jangan sombong. Ketika berada di bawah jangan berputus asa. Orang beriman harus tetap semangat, karena dia yakin ada Allah yang menjadi tempat bergantung,” katanya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak menganggap masalah hidup sebagai alasan untuk menyerah.
“Sebesar apa pun masalahnya, jangan sampai kita merasa sendirian. Orang beriman itu punya tempat bergantung, yaitu langsung kepada Allah,” ujarnya.
Sentilan Jenaka: Jangan Sampai Hafal Nama, Tapi Malas Salat
Pengajian berlangsung hangat dengan sejumlah sentilan jenaka yang membuat jamaah tersenyum sekaligus merenung.
Salah satunya ketika Ustadz Sujono menyinggung kebiasaan sebagian orang yang mudah melakukan banyak aktivitas, tetapi terasa berat ketika menjalankan ibadah tambahan.
Ia menyebut salat sunnah dapat menjadi salah satu sarana untuk melakukan introspeksi terhadap kondisi keimanan seseorang.
“Kalau salat sunnah terasa enteng, mungkin iman sedang baik-baik saja. Tapi kalau mendengar salat sunnah saja sudah terasa berat, ini perlu dicek lagi, jangan-jangan imannya yang sedang masuk bengkel,” selorohnya yang disambut tawa jamaah.
Ia juga menyentil kebiasaan sebagian orang yang terlalu sibuk dengan telepon genggam.
“Jangan sampai nama kontak di hape panjang-panjang kita hafal, tetapi panggilan Allah justru sering kita tunda,” ujarnya.
Dengan gaya khas dan humor ringan, ia kembali mengingatkan jamaah agar tidak sekadar merasa aman karena menyandang identitas Muslim, tetapi juga berusaha menjaga keimanan hingga akhir hayat.
Ustadz Sujono mengutip pesan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 102:
“Yā ayyuhalladzīna āmanuttaqullāha haqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.”
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
“Yang penting bukan hanya hari ini kita menjadi orang beriman. Sampai kapan? Sampai akhir hayat. Jangan sampai apa pun yang terjadi dalam hidup membuat kita meninggalkan Islam,” tegasnya.
Al-Qur'an dan Amal Sunnah untuk Menjaga Iman
Menurut Ustadz Sujono, keimanan harus terus dipelihara karena kondisi iman manusia dapat berubah. Karena itu, ia mengajak jamaah memperbanyak membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an.
“Al-Qur'an itu kalam Allah. Semakin sering kita membaca, memahami dan mengamalkannya, insya Allah iman kita akan semakin kuat,” katanya.
Selain membaca Al-Qur'an, ia mendorong jamaah membiasakan amalan-amalan sunnah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas iman.
Beberapa amalan yang mendapat penekanan dalam kajian tersebut antara lain salat tahajud, salat sunnah sebelum Subuh, salat Dhuha, puasa sunnah serta memperbanyak zikir.
“Perbaikilah salatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu,” ujarnya.
Menurutnya, salat sunnah tidak sekadar menjadi tambahan ibadah, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi pribadi tentang kedekatan seseorang kepada Allah.
“Yang wajib jangan ditinggalkan. Tetapi kalau yang sunnah pun mulai terasa ringan dan kita rindu mengerjakannya, itu mudah-mudahan menjadi tanda hati kita masih senang mendekat kepada Allah,” katanya.
Ia kemudian mengajak jamaah untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik ketika duduk, berdiri, berjalan maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ilmu Mengubah Cara Pandang
Selain iman, Ustadz Sujono menempatkan ilmu sebagai unsur penting dalam meningkatkan derajat manusia.
Ia mengingatkan bahwa ilmu tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal. Majelis taklim, pengajian dan berbagai kegiatan belajar juga merupakan jalan untuk terus menambah pengetahuan.
Menurutnya, ilmu dapat mengubah cara manusia melihat persoalan dan memanfaatkan sesuatu yang ada di sekitarnya.
“Orang yang berilmu dan tidak berilmu tentu berbeda cara pandangnya. Dengan ilmu, sesuatu yang dianggap biasa bisa mempunyai manfaat dan nilai,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW juga dimulai dengan perintah membaca.
“Perintah pertama itu Iqra', bacalah. Artinya, kita jangan berhenti belajar. Jangan pernah merasa sudah cukup ilmu,” ujarnya.
Di tengah penyampaiannya, ia bahkan melontarkan istilah jenaka tentang bahaya malas belajar.
“Kalau malas menuntut ilmu, hati-hati terkena penyakit kronis. Penyakitnya bukan hanya satu, bisa macam-macam. Pokoknya kalau sudah malas belajar, akhirnya malas berpikir, malas bergerak, dan maunya tinggal menerima,” katanya, disambut senyum dan tawa jamaah.
Iman dan Ilmu untuk Memperbaiki Kehidupan
Di penghujung kajian, Ustadz Sujono menegaskan bahwa keimanan dan ilmu tidak boleh dipisahkan. Iman memberikan arah dan ketenangan dalam hidup, sedangkan ilmu membantu manusia memahami, memilih dan menjalani jalan yang benar.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah sekaligus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Kalau kita punya iman dan punya ilmu, insya Allah kita akan menjadi manusia yang lebih kuat menghadapi kehidupan. Jangan hanya ingin derajat tinggi di mata manusia. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadi orang yang dimuliakan oleh Allah,” pungkasnya.
Pengajian Keluarga Ahad Pagi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Perpaduan materi keislaman, kutipan ayat Al-Qur'an, kisah-kisah teladan serta humor ringan menjadikan pesan tentang pentingnya menjaga iman dan menuntut ilmu mudah diterima jamaah.
Penulis: FIRNAS MUTTAQIN
Saturday, September 05, 2026
MENULIS PRAKTIS DENGAN AI
MATERI PELATIHAN
MENULIS PRAKTIS DENGAN AI UNTUK PEMULA
Dari Ide Menjadi Tulisan Lebih Cepat, Mudah, dan Terarah
1. TUJUAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami apa itu AI dan manfaatnya dalam kegiatan menulis.
- Menggunakan AI untuk mencari dan mengembangkan ide tulisan.
- Membuat perintah atau prompt sederhana dan efektif.
- Menulis berita, artikel, caption, pengumuman, dan materi lainnya dengan bantuan AI.
- Memeriksa dan menyunting hasil tulisan AI sebelum dipublikasikan.
- Menggunakan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
BAGIAN I
MENGENAL AI DALAM DUNIA MENULIS
Apa itu AI?
AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang dapat membantu manusia mengolah informasi, menjawab pertanyaan, membuat ide, dan membantu menyusun tulisan.
Dalam kegiatan menulis, AI dapat menjadi:
Asisten menulis, bukan pengganti manusia.
AI membantu kita bekerja lebih cepat. Namun, ide, pengalaman, fakta, penilaian, dan tanggung jawab tetap berada pada manusia.
Contoh penggunaan AI:
AI dapat membantu membuat:
- Berita kegiatan
- Artikel
- Caption media sosial
- Undangan
- Pengumuman
- Sambutan
- Naskah ceramah atau kajian
- Proposal
- Surat
- Notulen rapat
- Ringkasan materi
- Judul tulisan
- Kerangka tulisan
BAGIAN II
MENGAPA PERLU BELAJAR MENULIS DENGAN AI?
Sebelum menggunakan AI
Sering kali kita mengalami:
😕 Bingung mau mulai dari mana.
😕 Sulit mencari judul.
😕 Ide banyak, tetapi sulit merangkai kalimat.
😕 Catatan masih berantakan.
😕 Menulis membutuhkan waktu lama.
Dengan bantuan AI
AI dapat membantu:
💡 Mencari ide
📝 Menyusun kerangka
✍️ Mengembangkan tulisan
🔄 Memperbaiki bahasa
📌 Membuat judul
📱 Menyesuaikan tulisan untuk media sosial
Prinsipnya:
Manusia memberi bahan dan arahan. AI membantu mengolah. Manusia memeriksa dan menyempurnakan.
BAGIAN III
RUMUS DASAR MENULIS DENGAN AI
KETAHUI – TULISKAN – PERINTAHKAN – PERIKSA
1. KETAHUI
Sebelum menulis, kita harus tahu:
Apa yang ingin ditulis?
Contoh:
Saya ingin menulis berita tentang kegiatan pelatihan AI di Masjid Darussalam Tuban.
2. TULISKAN BAHANNYA
Masukkan informasi yang kita miliki.
Contoh:
- Nama kegiatan: Pelatihan Menulis Praktis dengan AI
- Hari/Tanggal: Ahad, 6 September 2026
- Tempat: Masjid Darussalam Tuban
- Peserta: Jamaah masjid dan warga Muhammadiyah
- Materi: Cara menggunakan AI untuk membantu menulis
- Pemateri: Samson Thohari dan Firnas Muttaqin
Semakin lengkap bahan yang diberikan, semakin baik hasil tulisan AI.
3. PERINTAHKAN AI
Berikan instruksi yang jelas.
Contoh:
Buatkan berita jurnalistik berdasarkan data berikut. Gunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, gaya berita profesional, dengan struktur piramida terbalik. Buatkan judul yang menarik dan 5W+1H yang lengkap.
Kemudian masukkan datanya.
4. PERIKSA HASILNYA
Jangan langsung percaya dan menyalin hasil AI.
Periksa:
✅ Apakah nama sudah benar?
✅ Apakah tanggal sudah benar?
✅ Apakah tempat sudah benar?
✅ Apakah fakta sesuai?
✅ Apakah ada informasi yang dibuat-buat?
✅ Apakah bahasanya sesuai kebutuhan?
BAGIAN IV
MENGENAL PROMPT
Apa itu Prompt?
Prompt adalah perintah atau instruksi yang kita berikan kepada AI.
Sederhananya:
Kalau kita memberi instruksi dengan jelas, hasil AI biasanya akan lebih sesuai.
Contoh prompt yang kurang jelas:
Buatkan berita.
AI akan kesulitan karena tidak memiliki cukup informasi.
Contoh prompt yang lebih baik:
Buatkan berita jurnalistik tentang kegiatan Pelatihan Menulis Praktis dengan AI untuk Pemula yang dilaksanakan pada Ahad, 6 September 2026 di Masjid Darussalam Tuban. Gunakan struktur piramida terbalik, bahasa yang mudah dipahami, judul menarik, dan fokus pada manfaat pelatihan bagi peserta.
Hasilnya akan lebih terarah.
BAGIAN V
RUMUS PROMPT SEDERHANA
Gunakan rumus:
TUGAS + KONTEKS + DATA + GAYA + TUJUAN
1. TUGAS
Apa yang Anda ingin AI lakukan?
Contoh:
Buatkan berita.
2. KONTEKS
Tentang apa?
Contoh:
Tentang kegiatan pelatihan menulis dengan AI.
3. DATA
Apa fakta yang tersedia?
Contoh:
Kegiatan dilaksanakan Ahad, 6 September 2026, di Masjid Darussalam Tuban.
4. GAYA
Bagaimana gaya tulisannya?
Contoh:
Gunakan gaya jurnalistik dan bahasa yang mudah dipahami.
5. TUJUAN
Untuk apa tulisan tersebut?
Contoh:
Untuk dipublikasikan di website dan media sosial.
CONTOH PROMPT LENGKAP
Saya memiliki data kegiatan berikut. Buatkan berita jurnalistik berdasarkan data tersebut. Gunakan struktur piramida terbalik, bahasa Indonesia yang mudah dipahami, profesional, dan tidak bertele-tele. Buatkan judul yang menarik. Fokuskan berita pada informasi paling penting dan manfaat kegiatan bagi peserta. Jangan menambahkan fakta yang tidak tersedia.
BAGIAN VI
PRAKTIK 1: MENCARI IDE DENGAN AI
Misalnya kita ingin menulis tentang kegiatan masjid.
Ketik:
Berikan 10 ide tulisan menarik tentang kegiatan masjid yang bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat.
AI akan membantu memberikan ide.
Contoh ide:
- Masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan.
- Peran masjid dalam membangun kepedulian sosial.
- Pentingnya kajian rutin bagi jamaah.
- Pelatihan keterampilan untuk jamaah masjid.
- Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan dakwah.
- Peran pemuda dalam memakmurkan masjid.
Catatan: Ide dari AI tetap harus dipilih sesuai kebutuhan kita.
BAGIAN VII
PRAKTIK 2: MEMBUAT KERANGKA TULISAN
Misalnya ingin menulis artikel:
Tema:
Manfaat AI untuk Membantu Menulis
Perintah:
Buatkan kerangka artikel dengan tema "Manfaat AI untuk Membantu Menulis bagi Pemula". Buatkan pendahuluan, 5 pembahasan utama, dan penutup.
AI dapat membantu menghasilkan struktur:
Judul
Manfaat AI untuk Membantu Menulis bagi Pemula
Pendahuluan
Perkembangan teknologi AI.
Pembahasan
- Membantu mencari ide.
- Membantu membuat kerangka.
- Membantu mempercepat penulisan.
- Membantu memperbaiki bahasa.
- Membantu membuat berbagai jenis tulisan.
Penutup
AI adalah alat bantu yang harus digunakan secara bijak.
BAGIAN VIII
PRAKTIK 3: MENGUBAH CATATAN MENJADI TULISAN
Ini salah satu penggunaan AI yang paling praktis.
CATATAN MENTAH:
Ahad 6 September 2026. Pelatihan menulis AI. Masjid Darussalam Tuban. Peserta jamaah dan warga Muhammadiyah. Belajar membuat berita, artikel, caption. Peserta antusias.
Masukkan perintah:
Ubah catatan berikut menjadi berita singkat yang menarik dan mudah dipahami. Jangan menambahkan fakta yang tidak ada.
Kemudian masukkan catatannya.
Pelajaran penting:
Catatan berantakan tidak masalah. Yang penting fakta dasarnya tersedia.
AI dapat membantu merapikan.
BAGIAN IX
PRAKTIK 4: MEMBUAT BERITA DENGAN AI
Gunakan unsur 5W + 1H
WHAT — Apa?
Apa kegiatan atau peristiwanya?
WHO — Siapa?
Siapa yang terlibat?
WHEN — Kapan?
Kapan kegiatan berlangsung?
WHERE — Di mana?
Di mana kegiatan berlangsung?
WHY — Mengapa?
Mengapa kegiatan dilakukan?
HOW — Bagaimana?
Bagaimana kegiatan berlangsung?
CONTOH PROMPT BERITA
Buatkan berita jurnalistik berdasarkan informasi berikut dengan struktur piramida terbalik. Paragraf pertama harus memuat informasi paling penting. Gunakan bahasa lugas, jelas, dan mudah dipahami. Jangan menambahkan fakta yang tidak tersedia.
Kegiatan: Pelatihan Menulis Praktis dengan AI untuk Pemula
Waktu: Ahad, 6 September 2026
Tempat: Masjid Darussalam Tuban
Peserta: Jamaah masjid dan warga Muhammadiyah
Materi: Menulis berita, artikel, caption, dan pengolahan catatan dengan bantuan AI.
Tujuan: Meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab.
BAGIAN X
PRAKTIK 5: MEMBUAT CAPTION MEDIA SOSIAL
Bahan:
Pelatihan Menulis Praktis dengan AI untuk Pemula telah dilaksanakan di Masjid Darussalam Tuban. Peserta belajar menggunakan AI untuk membantu membuat tulisan.
Prompt:
Buatkan caption Facebook yang menarik, komunikatif, dan tidak terlalu panjang berdasarkan informasi berikut. Tambahkan ajakan positif kepada pembaca.
AI dapat membantu membuat beberapa versi.
Misalnya:
Belajar menulis kini semakin mudah dengan bantuan teknologi.
Melalui Pelatihan Menulis Praktis dengan AI untuk Pemula, peserta belajar bagaimana mengubah ide dan catatan sederhana menjadi tulisan yang lebih terarah.
AI bukan pengganti manusia. AI adalah alat yang dapat membantu kita berpikir, menyusun, dan mengembangkan tulisan dengan lebih efektif.
Mari belajar teknologi dan memanfaatkannya untuk karya yang bermanfaat.
BAGIAN XI
PRAKTIK 6: MEMPERBAIKI TULISAN
AI juga dapat digunakan sebagai editor.
Misalnya kita sudah memiliki tulisan.
Berikan perintah:
Perbaiki tulisan berikut agar lebih efektif, mudah dipahami, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Jangan mengubah fakta dan makna tulisan.
Atau:
Perbaiki tulisan berikut menjadi lebih jurnalistik. Hilangkan kalimat yang berulang, gunakan kalimat aktif, dan pertahankan seluruh fakta yang ada.
Atau:
Buatkan versi yang lebih singkat untuk media sosial tanpa mengubah inti informasi.
BAGIAN XII
JENIS PERINTAH YANG BISA DIGUNAKAN
Berikut beberapa perintah praktis:
Untuk mencari judul
Buatkan 10 pilihan judul yang menarik dari tulisan berikut.
Untuk membuat berita
Ubah informasi berikut menjadi berita jurnalistik dengan struktur piramida terbalik.
Untuk membuat artikel
Kembangkan poin-poin berikut menjadi artikel 700 kata.
Untuk meringkas
Ringkas tulisan berikut menjadi 5 poin utama.
Untuk memperbaiki bahasa
Perbaiki tata bahasa dan susunan kalimat berikut tanpa mengubah maknanya.
Untuk membuat caption
Buatkan caption media sosial yang singkat, menarik, dan komunikatif.
Untuk membuat lebih sederhana
Sederhanakan bahasa tulisan berikut agar mudah dipahami masyarakat umum.
Untuk membuat lebih formal
Ubah tulisan berikut menjadi bahasa yang lebih formal dan profesional.
BAGIAN XIII
JANGAN HANYA MEMBERI PERINTAH SEKALI
AI bisa diajak bekerja bertahap.
Contoh:
Tahap 1
Buatkan kerangka artikel tentang pengelolaan sampah.
Tahap 2
Kembangkan bagian pendahuluan menjadi 3 paragraf.
Tahap 3
Tambahkan contoh yang dekat dengan kehidupan masyarakat desa.
Tahap 4
Sederhanakan bahasanya agar mudah dipahami warga.
Tahap 5
Periksa apakah ada kalimat yang berulang.
Tahap 6
Buatkan judul yang lebih menarik.
Inilah cara bekerja dengan AI secara bertahap.
Jangan hanya:
"Buatkan semuanya."
Lebih baik:
Pecah pekerjaan besar menjadi beberapa langkah kecil.
BAGIAN XIV
5 KESALAHAN PEMULA SAAT MENGGUNAKAN AI
1. Perintah terlalu singkat
❌ "Buatkan artikel."
Lebih baik:
✅ "Buatkan artikel 600 kata tentang manfaat AI dalam membantu pemula menulis. Gunakan bahasa sederhana."
2. Data kurang lengkap
AI tidak mengetahui seluruh kegiatan yang Anda lakukan.
Karena itu:
Masukkan fakta penting.
3. Langsung percaya hasil AI
AI bisa salah.
Selalu periksa:
- Nama
- Angka
- Tanggal
- Jabatan
- Kutipan
- Lokasi
- Data penting
4. Membiarkan AI membuat fakta
Jangan meminta AI mengarang informasi untuk berita.
Gunakan perintah:
Jangan menambahkan fakta, data, nama, kutipan, atau peristiwa yang tidak tersedia.
5. Langsung menyalin tanpa membaca
Hasil AI harus:
DIBACA → DIPERIKSA → DIPERBAIKI → DISEMPURNAKAN
BAGIAN XV
PRINSIP PENTING: AI BUKAN PENGGANTI OTAK
Gunakan prinsip:
ANDA BERPIKIR, AI MEMBANTU.
Manusia bertugas:
🧠 Menentukan ide
🔍 Memastikan fakta
⚖️ Menilai benar atau salah
❤️ Memahami konteks dan perasaan
✍️ Menentukan pesan
AI bertugas membantu:
⚡ Mempercepat proses
📝 Menyusun tulisan
💡 Mengembangkan ide
🔄 Membuat alternatif
🔧 Membantu penyuntingan
BAGIAN XVI
ALUR PRAKTIS MENULIS DENGAN AI
1. TENTUKAN TOPIK
Contoh:
Saya ingin menulis tentang kegiatan kajian Ahad pagi.
⬇️
2. KUMPULKAN FAKTA
- Kapan?
- Di mana?
- Siapa?
- Apa kegiatannya?
- Apa pesan utama?
- Apa hasil atau manfaatnya?
⬇️
3. TULIS CATATAN MENTAH
Tidak perlu langsung rapi.
⬇️
4. MASUKKAN KE AI
Berikan:
- Data
- Tujuan
- Gaya tulisan
- Panjang tulisan
⬇️
5. MINTA DRAF PERTAMA
AI membantu menyusun.
⬇️
6. PERIKSA FAKTA
Jangan ada:
❌ Nama salah
❌ Tanggal salah
❌ Data salah
❌ Kutipan palsu
⬇️
7. EDIT
Tambahkan:
- Pengalaman
- Informasi penting
- Sudut pandang
- Bahasa khas Anda
⬇️
8. PUBLIKASIKAN
BAGIAN XVII
LATIHAN LANGSUNG UNTUK PESERTA
LATIHAN 1 — MEMBUAT PROMPT
Buat prompt untuk:
Membuat artikel tentang pentingnya membaca.
Gunakan rumus:
TUGAS + TOPIK + GAYA + TUJUAN
LATIHAN 2 — MENGUBAH CATATAN
Ubah catatan berikut menjadi berita:
Jumat pagi ada kerja bakti di lingkungan masjid. Diikuti warga sekitar dan jamaah. Bersihkan halaman dan saluran air. Tujuannya supaya lingkungan bersih dan nyaman. Dimulai jam 06.00.
Instruksi:
Buatkan berita singkat berdasarkan catatan tersebut. Jangan menambahkan fakta yang tidak tersedia.
LATIHAN 3 — MEMBUAT CAPTION
Buat caption:
Hari ini warga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Minta AI membuat:
- Versi formal.
- Versi santai.
- Versi inspiratif.
BAGIAN XVIII
CONTOH PROMPT SERBAGUNA
Peserta dapat menyimpan prompt berikut:
Saya akan memberikan bahan atau catatan. Bantu saya mengolahnya menjadi tulisan yang rapi dan mudah dipahami. Jangan menambahkan fakta yang tidak tersedia. Jika ada informasi yang kurang jelas, tandai bagian tersebut. Gunakan bahasa Indonesia yang baik, sederhana, dan sesuai dengan tujuan tulisan. Setelah membuat draf, pastikan tidak ada kalimat yang berulang atau informasi yang bertentangan.
BAGIAN XIX
RINGKASAN MATERI
5 LANGKAH MUDAH MENULIS DENGAN AI
1️⃣ TENTUKAN
Tentukan apa yang ingin ditulis.
2️⃣ KUMPULKAN
Kumpulkan fakta dan bahan.
3️⃣ PERINTAHKAN
Berikan instruksi yang jelas kepada AI.
4️⃣ PERIKSA
Periksa fakta dan hasil tulisan.
5️⃣ SEMPURNAKAN
Tambahkan sentuhan, pengalaman, dan pemikiran Anda.
PENUTUP
AI TIDAK AKAN MENGGANTIKAN PENULIS YANG BERPIKIR
Yang perlu kita lakukan bukan takut kepada teknologi.
Yang perlu kita lakukan adalah:
Belajar menggunakan teknologi dengan benar.
Menulis dengan AI bukan berarti membiarkan mesin berpikir untuk kita.
Tetapi:
Kita tetap menentukan ide.
Kita tetap mencari fakta.
Kita tetap berpikir.
Kita tetap bertanggung jawab.
AI membantu kita menulis lebih cepat dan lebih terarah.
INGAT RUMUS UTAMANYA:
MANUSIA MENENTUKAN → AI MEMBANTU → MANUSIA MEMERIKSA → MANUSIA BERTANGGUNG JAWAB
MOTTO PELATIHAN
“Jangan hanya menjadi pengguna AI. Jadilah manusia yang mampu memberi arah kepada AI.”