Sunday, March 08, 2026

PCA Purworejo Salurkan 68 Paket Sembako dalam Ta’awun Sosial Ramadhan


PASURUAN – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Purworejo, Kota Pasuruan, menggelar aksi kemanusiaan bertajuk "Ta’awun Sosial Ramadhan" di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Sekarsono, Ahad (8/3/2026). Dalam kegiatan yang bertepatan dengan 19 Ramadhan 1447 H ini, sebanyak 68 paket sembako dibagikan kepada kaum duafa, asisten rumah tangga (ART), hingga petugas keamanan setempat.

*Wujud Kesalehan Ekologis Berkeadilan*

Mengusung tema *"Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan"*, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan di bawah naungan Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan.

Royce Diana Sari, perwakilan pimpinan 'Aisyiyah, menjelaskan bahwa program Ta’awun ini didelegasikan ke masing-masing cabang, mulai dari Purworejo, Bugul Kidul, Gadingrejo, hingga Panggungrejo. "Ini adalah bentuk pengabdian nyata 'Aisyiyah terhadap masyarakat Kota Pasuruan dengan membagi sebagian rezeki berupa sembako kepada masyarakat sekitar," ujarnya.
*Sasar 68 Penerima Manfaat*

Fokus utama penyaluran bantuan kali ini adalah warga di wilayah Kecamatan Purworejo dan sekitar Masjid Al Ukhuwah yang membutuhkan. Total terdapat 68 paket yang telah disiapkan untuk para penerima manfaat.

Royce menambahkan bahwa makna konsep Ta’awun lebih kepada semangat saling tolong-menolong. "Kita berbagi rezeki agar sama-sama bisa merasakan berkah Ramadhan. Sumber dananya berasal dari himpunan warga 'Aisyiyah dan simpatisan, baik di tingkat daerah maupun cabang, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk sembako," tambahnya.

*Respons Positif Warga*

Kegiatan ini disambut hangat oleh warga sekitar. **Ibu Aminah**, warga dari Lemah Arab, mengaku ini adalah kali pertama dirinya mengikuti kegiatan Ta’awun tersebut. Meskipun dalam kondisi kesehatan yang kurang fit, ia tetap menyempatkan hadir untuk menerima manfaat program ini.

Senada dengan Aminah, Ibu Salama yang juga hadir di Masjid Al Ukhuwah mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian yang diberikan oleh organisasi wanita Muhammadiyah ini. "Alhamdulillah," ungkapnya singkat saat ditemui di lokasi acara.

*Syiar Organisasi Melalui Pengabdian*

Selain pembagian sembako, PCA Purworejo juga aktif menyemarakkan bulan suci melalui rangkaian ibadah dan sosial, di antaranya:

* Pelaksanaan salat Tarawih berjamaah.
* Tadarus Al-Qur'an rutin di masjid-masjid lingkungan cabang.
* Aksi sebar takjil di berbagai titik wilayah kecamatan.

Melalui konsistensi program ini, Royce berharap masyarakat semakin mengenal keberadaan 'Aisyiyah sebagai organisasi wanita Muhammadiyah yang hadir hingga tingkat kelurahan. "Kami ingin wujud pengabdian 'Aisyiyah terasa lebih dekat. Ke depannya, kami juga berencana mengembangkan program serupa di luar Ramadhan, baik dalam bentuk kajian ilmu maupun doa bersama," pungkasnya. (*)

---

Manajemen Waktu dan Ladang Pahala Istri di Bulan Ramadhan


SURABAYA – Peran istri dalam rumah tangga menjadi sangat krusial selama bulan Ramadhan, terutama dalam menjaga spiritualitas keluarga dan mengelola manajemen domestik. Meski memiliki kesibukan luar biasa, istri diharapkan mampu menyeimbangkan peran sebagai hamba Allah sekaligus kepala rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan oleh Dra. Rukmini Amar, M.AP., dalam Dialog Sahur di Radio Suara Surabaya, Ahad (8/3/2026). Ia menekankan bahwa keikhlasan dalam menyiapkan kebutuhan sahur dan berbuka memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi di mata Allah.

Manajemen Waktu: Tidur Belakangan, Bangun Duluan

Rukmini menjelaskan bahwa tantangan utama perempuan di bulan Ramadhan adalah manajemen waktu. Sebagai sosok yang seringkali "tidur paling akhir dan bangun paling awal," istri harus cerdas mengatur jadwal agar ibadah pribadi seperti tadarus Al-Qur'an tidak terabaikan oleh urusan dapur.

"Perempuan harus bisa membagi waktu. Strateginya, selesaikan kegiatan-kegiatan besar sebelum masuk Ramadhan agar saat bulan puasa bisa lebih fokus. Selain itu, di zaman teknologi ini, manajemen penggunaan HP juga penting agar masakan tidak 'gosong' karena terlalu asyik di grup WhatsApp," ujar Rukmini.

Pahala bagi Perempuan yang Sedang Haid

Menjawab pertanyaan pendengar mengenai amalan saat berhalangan (haid), Rukmini menegaskan bahwa pintu pahala tetap terbuka lebar. Meski tidak melakukan ibadah ritual seperti salat dan puasa, perempuan tetap bisa meraih pahala melalui jalur sosial dan pelayanan.

Berdasarkan hadits Bukhari, seorang istri yang mengelola makanan di rumahnya untuk orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala sedekah yang sama tanpa mengurangi pahala suaminya. "Bagi yang sedang haid, bisa mengambil peran menyiapkan iftar (buka puasa), menggerakkan kegiatan sosial, atau mengelola dapur umum. Tenaga dan pikiran yang dikeluarkan untuk melayani orang berpuasa adalah tabungan pahala yang luar biasa," imbuhnya.

Ibu Karier vs Ibu Rumah Tangga

Terkait perdebatan nilai pahala antara ibu karier dan ibu rumah tangga, Rukmini yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur ini, berpendapat bahwa Allah tidak membedakan posisi formal mereka, melainkan pada keikhlasan dan kualitas perannya. Ibu karier tetap bisa meraih kemuliaan asalkan tetap menjaga koneksi hati dengan keluarga dan tidak mengabaikan tugas utamanya.

"Masuk surga itu jangan hanya menumpang pada suami. Perempuan harus mandiri secara spiritual dan produktif, namun tetap hadir secara utuh untuk anak-anak, meskipun hanya melalui komunikasi telepon atau memastikan kebutuhan mereka terpenuhi," jelasnya.

Ibadah Sederhana Berpahala Besar

Sebagai penutup, Rukmini mengingatkan adanya ibadah "sepele" yang seringkali sulit dilakukan namun bernilai tinggi, yaitu membangunkan anggota keluarga untuk sahur. Proses membujuk anak-anak dengan kesabaran dan komunikasi yang baik merupakan ujian sekaligus ladang pahala bagi seorang ibu yang tidak bisa digantikan oleh peran laki-laki.

Ia berpesan agar para istri tetap menjaga kesehatan fisik selama Ramadan. Dengan kondisi tubuh yang bugar, istri dapat menjalankan peran produktifnya dalam menciptakan suasana keluarga yang religius dan penuh keberkahan. (*)

---

Ustadz Dadang: Membumikan Al-Qur’an


oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – Dalam kultum ba'da Tarawih dan witir  di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan pada Sabtu malam (7/3/2026)., Ustadz Dadang menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum merayakan turunnya Al-Qur'an (Syahrul Ramadhan alladhi unzila fihil Qur'an). Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai petunjuk (huda) dan pembeda (furqan) antara yang hak dan yang batil.

Transformasi Wahyu ke Hati

Ustadz Dadang memaparkan fase turunnya Al-Qur’an yang tidak serta-merta hadir dalam bentuk tulisan (mushaf) seperti yang kita lihat hari ini. Wahyu tersebut turun dari *Lauhul Mahfudz* ke langit dunia, kemudian disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan konteks dan kebutuhan zaman.

 "Al-Qur’an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad, lalu disampaikan melalui hafalan kepada para sahabat. Bukan sekadar teks, tapi transformasi pendengaran yang meresap ke jiwa," ujar beliau.

Ia juga mengingatkan sejarah kodifikasi Al-Qur'an yang dipicu oleh kekhawatiran para sahabat saat banyak penghafal Al-Qur'an gugur dalam peperangan. Berkat inisiatif itulah, hari ini umat Islam di era digital dapat menikmati kemudahan mengakses Al-Qur’an hanya melalui genggaman ponsel.

Filosofi "Melangitkan" Manusia

Salah satu poin paling menarik dalam ceramah tersebut adalah konsep "Membumikan Al-Qur’an untuk melangitkan manusia." Ustadz Dadang mengingatkan bahwa manusia sering kali terjebak dalam delusi dunia.

"Banyak orang lupa karena interaksi dengan dunianya. Padahal, dunia bukan tempat kita tinggal, tapi tempat kita meninggal," tegasnya. Beliau mengajak jemaah menyadari bahwa manusia adalah makhluk abadi (kholidina fiha) yang keberadaannya di bumi hanyalah persinggahan sementara menuju perjalanan yang lebih jauh.

Al-Qur’an Sebagai Penawar Jiwa

Mengutip ayat suci, beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an datang sebagai mauidzah (pelajaran) dan syifa (penawar) bagi penyakit-penyakit hati. Beliau mendorong jama'ah untuk menjadikan standar Al-Qur’an sebagai kompas moral, bukan sekadar mengikuti opini atau konsensus manusia semata.

"Jangan hanya merasa benar menurut pandangan kebanyakan manusia. Jika Al-Qur’an bilang benar, maka itu benar bagi kita. Jika Al-Qur’an bilang salah, maka itu salah bagi kita," tutupnya.

Melalui kultum ini, Masjid At-Taqwa Jagalan kembali menjadi oase spiritual yang mengingatkan warga Pasuruan bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, Al-Qur’an tetaplah satu-satunya pegangan yang mampu membawa manusia "kembali ke langit" dengan selamat. (*)

---

Saturday, March 07, 2026

SD Al Kautsar Pasuruan Gandeng Lazismu Buka Pondok Ramadhan 1447 H

Oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – SD Al Kautsar Kota Pasuruan resmi membuka rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan pada Sabtu (7/3/2026). Mengawali momentum bulan suci, pihak sekolah bekerja sama dengan *Lazismu*, lembaga zakat di bawah naungan Muhammadiyah, untuk menghadirkan sesi mendongeng inspiratif bagi seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Sinergi Dakwah dan Kepedulian

Kepala Sekolah SD Al Kautsar, Mustakin, S.Pd.I, S.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi dengan Lazismu bertujuan untuk menanamkan jiwa kedermawanan sejak dini. Siswa tidak hanya diajak mengikuti materi di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan infak terbaik mereka hari ini.

"Alhamdulillah, hari ini kita bekerja sama dengan Lazismu untuk pelaksanaan kegiatan Ramadhan. Kami melatih putra-putri kita agar gemar bersedekah dan berinfak. Bahkan, anak-anak juga dilibatkan langsung dalam kepanitiaan, seperti mengedarkan kotak infak," ujar Mustakin.

Jadwal Bertahap dan Program Khusus Kelas 6

Meskipun pembukaan dilakukan serentak hari ini, pelaksanaan materi intensif akan dilakukan secara bergelombang mulai Senin (9/3). Jadwal tersebut terbagi menjadi:

* *Senin - Selasa:* Kelas 1 dan 2.
* *Rabu - Kamis:* Kelas 3 dan 4.
* *Jumat - Sabtu:* Kelas 5 dan 6.

Puncak kegiatan akan ditutup dengan program *Mabit (Malam Bimbingan Iman dan Taqwa)* khusus untuk siswa kelas 6. "Pada Sabtu sore (14/3), siswa kelas 6 akan membagikan zakat fitrah dan takjil kepada masyarakat, kemudian lanjut menginap (bermalam) di sekolah dan pulang pada hari Ahad (15/3)," tambahnya.

*Dongeng Rasulullah: Meneladani Sifat Tidak Sombong*

Suasana menjadi semakin hidup saat pendongeng Kak Surya tampil di hadapan ratusan siswa. Dengan gaya yang interaktif dan penuh humor, Kak Surya membawakan kisah haru tentang Rasulullah SAW yang mengangkat seorang anak yatim menjadi anaknya di hari raya.

Melalui cerita tersebut, Kak Surya menyelipkan pesan moral agar para siswa tidak menjadi pribadi yang sombong dan selalu peduli terhadap sesama, sebagaimana teladan Nabi Muhammad SAW. "Siapa yang cinta Rasulullah? Kalau cinta, kita harus jadi orang yang baik dan tidak boleh sombong," seru Kak Surya yang disambut teriakan antusias para siswa.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter religius siswa SD Al Kautsar selama bulan Ramadhan 2026, sekaligus mengoptimalkan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga profesional seperti Lazismu. (*)

---

Thursday, March 05, 2026

Sekolah WFA Luncurkan "Asisten Konten Pilot" untuk Otomatisasi Media Sosial UMKM di Ramadhan 2026


Penulis: Firnas Muttaqin 

Surabaya, 5 Maret 2026 – Memasuki pertengahan Ramadhan 1447 H, Sekolah WFA (Work From Anywhere) menghadirkan solusi bagi pelaku UMKM yang ingin tetap produktif di media sosial tanpa harus repot. Dalam program "Space Talk Ramadhan" yang digelar secara live di @kukmspace.jatim, Kamis (5/3/2026), Sekolah WFA memperkenalkan sistem otomatisasi konten bernama "Asisten Konten Pilot" yang dirancang untuk membantu pebisnis membangun personal brand dan memasarkan produk secara konsisten selama bulan puasa.

Acara yang berlangsung live di instagram ini menghadirkan Febby Anggun (Founder Sekolah WFA) dan Syauqi Azhar (Co-Founder Sekolah WFA) sebagai pembicara, dengan host Kartika dari KUKM Space Jatim. Diskusi berfokus pada tantangan UMKM dalam mengelola media sosial di tengah kesibukan, serta solusi otomatisasi yang dapat menghemat waktu dan tenaga.

Sistem Konten dari Hulu ke Hilir

Syauqi Azhar memaparkan bahwa kesalahan fatal pebisnis pemula di media sosial adalah belum memiliki niche (target pasar) yang jelas dan memaksakan diri membuat konten setiap hari. "Bikin konten setiap hari itu works kalau kita full-time content creator, tapi kalau side job, itu kesalahan fatal," tegasnya.

Solusi yang ditawarkan adalah metode *batching konten* (menabung konten) dengan sistem kerja terstruktur:
- *Senin:* Menentukan 7 ide konten untuk seminggu ke depan
- *Selasa-Rabu:* Shooting dan pengumpulan footage
- *Kamis-Jumat:* Proses editing
- *Sabtu-Minggu:* Bebas beraktivitas karena konten sudah siap upload

*Asisten Konten Pilot: Satu Tools untuk Semua Kebutuhan*

Keunggulan utama yang diperkenalkan adalah *Asisten Konten Pilot*, sebuah sistem terintegrasi yang menghubungkan berbagai platform Google (Spreadsheet, Docs, Drive, Calendar) dengan kecerdasan buatan (AI). Tools ini mampu:

1. *Generate ide konten* otomatis berdasarkan niche yang ditentukan
2. *Menyediakan referensi visual* dari Instagram dan TikTok
3. *Membuat script dan caption* dengan bantuan AI (terintegrasi ChatGPT)
4. *Tracking deadline* via Google Calendar
5. *Evaluasi performa konten* setelah diupload

"Teman-teman tinggal klik link, prompt-nya sudah disiapkan. Bukan sulap, bukan sihir, tapi sistem," ujar Syauqi sambil mendemonstrasikan kemudahan tools tersebut.

*Tips Memilih Niche dan Visual Branding*

Bagi UMKM yang bingung menentukan niche, Sekolah WFA menyarankan pendekatan irisan tiga hal: *skill, profesi, dan hobi*. Setelah itu, relevansikan dengan empat topik evergreen: kesehatan (health), kekayaan (wealth), hubungan (relation), dan pengembangan diri (self-improvement).

Untuk urusan visual, Sekolah WFA merekomendasikan penggunaan:
- *Gemini (Imagen)* untuk mempercantik foto produk
- *Grok* untuk mengubah gambar menjadi video (image to video) secara gratis
- *Colorhunt.co* sebagai referensi kombinasi warna agar branding konsisten

*Otomatisasi Funnel Penjualan*

Tak hanya konten, Sekolah WFA juga memperkenalkan tools *Dibales.ai* yang mampu membalas komentar dan mengirim link produk via DM secara otomatis. Ini menjadi solusi bagi UMKM yang ingin mengubah views menjadi penjualan tanpa harus manual membalas satu per satu.

*Akses Gratis untuk Publik*

Febby Anggun menegaskan bahwa Sekolah WFA membuka akses belajar gratis bagi siapa saja yang ingin memahami sistem otomatisasi konten. "Teman-teman bisa kunjungi website Sekolah WFA, klik 'Belajar Gratis', login dengan Google, dan sudah ada video-video pembelajaran yang siap ditonton," jelasnya.

Sekolah WFA sendiri merupakan komunitas dan platform edukasi yang fokus pada pengembangan skill work from anywhere, digital nomad, dan pemanfaatan teknologi AI untuk produktivitas kerja.

Narasumber:
- Febby Anggun – Founder Sekolah WFA
- Syauqi Azhar – Co-Founder Sekolah WFA

Website: sekolahwfa.com

---

Space Talk Ramadhan

NOTULENSI
Space Talk Ramadhan
Ramadhan Bercuan: Bongkar Potensi Sosial Media dan WFA Pakai AI Selama Ramadhan

Hari/Tanggal: Kamis, 5 Maret 2026
Platform: Live di Instagram @kukmspace.jatim & @sekolahwfa

Pembicara:
1. Febby Anggun (Founder Sekolah WFA)
2. Syauqi Azhar (Co-Founder Sekolah WFA)

Host: Kartika (KUKM Space Jatim)

Notulensi ini ditranskrip oleh TurboScribe.ai

---

PEMBUKAAN

Host (Kartika):
Selamat siang, teman-teman. Kita akan ngobrol dengan Sekolah WFA siang ini tentang terjun ke sosial media dan membangun sistem otomatisasi konten. Jadi sudah tidak usah repot lagi ternyata.

Akan seperti apa? Nanti kita akan ngobrol sama Sekolah WFA. Halo, sudah bergabung dengan saya.

Jadi kalau misalnya membangun sistem otomatisasi untuk konten ini yang bagaimana sih? Karena eranya sudah digital, jangan manual-manual lagi ya.

Kita tumbuh bareng dengan Sekolah WFA seperti minggu lalu. Tapi yang sekarang kita akan ngobrolin tentang bagaimana kalau kita terjun di sosial media tapi tidak manual, jadi tidak merepotkan, kita bisa mengerjakan yang lainnya dan cuan dari yang lainnya dengan membangun sebuah sistem otomatisasi konten. Agar apa? Lebih terstruktur mungkin ya, terus lebih konsisten jadi tidak ke-skip-skip, dan bisa membantu kita juga mungkin membangun personal brand atau bisnisnya masing-masing kalau memang ada.

Untuk UMKM, teman-teman UMKM yang mau join, langsung join aja. Kalau ada pertanyaan langsung aja ke kolom komentar, nanti kita jawab satu per satu.

Tunggu dulu teman-teman dari Sekolah WFA. Senang banget kalau dapat teman-teman yang sama-sama frekuensinya. Excited bisa berbagi dan sharing edukasi, literasi baru, insight baru. Terutama untuk pelaku-pelaku usaha di Jawa Timur, UMKM.

Terus nanti hubungannya sama UMKM, pasti ada yang bisa dimanfaatkan untuk teman-teman pelaku UMKM dari sisi sosial medianya. Karena kan kalau kita ngomongin UMKM hari ini, semuanya itu produsen. Jadi mengerjakan semuanya sendiri, sampai bagaimana caranya bisa sosial medianya juga ter-handle.

Kita akan ngobrol dengan Sekolah WFA. Akan ada Febby Anggun, ini Founder Sekolah WFA, Ibu Kepala Sekolahnya ya, langsung hadir ngobrol bareng kita. Dan juga ada Syauki Azhar, ini Co-Founder Sekolah WFA.

Syauqi: Halo.
Febby: Halo.

Host: Hai, apa kabar? Puasa hari keberapa ini? 11 atau 12?

Febby: 15.
Sauqi: 15.

Host: 15 ya? Nggak kerasa 15 ya? Berarti 10 hari lagi kita lebaran? Nggak? Oh harus 15 lagi ya? Nggak boleh. Nggak boleh dimasukin. Ada nggak ikut lebaran yang maju? Puasanya kemarin kan boleh lah mundur ya, kalau lebarannya maju ikut yang maju.

Febby: Insya Allah.

Host: Apa kabar Feby?

Febby: Alhamdulillah sehat.

**Host:** Eh, hujan ya? Kemarin semalem hujan. Sekarang nggak? Terus cuacanya ini lagi ekstrim banget kan, tiba-tiba nggak tahu. Di Surabaya sudah hujan 2 hari.

**Febby:** Ekstrim ya anginnya tuh.

**Host:** Iya ekstrim cuacanya. Semalam juga sampai malem banget hujannya dari sore sampai hampir pagi, hampir mau sahur. Tapi angin juga nggak?

**Febby:** Nggak terlalu kalau angin. Di kita angin kenceng banget nih, mengerikan. Nggak tahu kenapa.

---

### TOPIK UTAMA: MEMBANGUN SISTEM OTOMATISASI KONTEN

**Host:** Oke. Kita siang ini mau ngobrolin lagi, seru banget. Ini sederhana, terlihat sederhana, terdengar sederhana, tapi ternyata kita akan ngobrolin tentang bagaimana kita bisa membangun sistem untuk sosial media dan otomatisasi kontennya. Nah ini yang mau bicara itu akan lebih banyak Bapak ini ya, Bapak AI ya, Co-Founder dari Sekolah WFA karena teknis banget. Nanti kita akan ngobrolin tentang Sekolah WFA lagi bareng sama Anggun. Mungkin di akhir ya, kita akan ngobrolin, ingetin lagi teman-teman kalau mau join bareng Sekolah WFA bagaimana.

Oke. Nah ini keren banget sih. Ada yang baru atau ada kabar baru dari Sekolah WFA? Seminggu kita nggak ketemu.

**Febby:** Baru aja, baru aja nggak ketemu. Baru aja tetep ketemu lagi. Insya Allah.

Seperti, kayaknya aku sebelumnya udah pernah sempat nge-message ya bahwa kita bakal ada traveling bareng sama anak-anak WFA. Dan kemarin udah bikin prank-prankan juga, udah bikin pranknya dan lain sebagainya. Udah aku sounding juga ke beberapa community, dan mereka sangat excited.

**Host:** Party. Eh jadwalnya kapan sih ke Jepang? Ke Jepang nggak?

**Febby:** Eh nggak-nggak-nggak. Eh udah keluar kan minggu lalu ya? Eh tapi belum, sama temen-temen belum diumumin emang ya. Iya kalau untuk umum masih belum, cuman masih aku keep sama anak-anak community aja.

**Host:** Oh betul. Aman aja.

**Febby:** Ya ini agak lancar ya. Kayak di depan udah aman. No worries, no worries Tik.

**Host:** Gatik? Aku? Kita sama-sama semua. Kita pakai warna coklat-coklat ya? Oh iya coklat-coklat. Eh kok bisa?

Sebenernya aku lagi drop, tapi nggak di warna suara ya? Lagi drop, tapi nggak apa-apa. Karena cuaca, kecapekan. Kan kita lagi di Indonesia ya, yang di luar perang, kita tetap kerja ya kan?

**Febby:** Betul sekali. Kita urusin.

---

### DAMPAK KONDISI GLOBAL TERHADAP SEKOLAH WFA

**Host:** Oke. Sebelum kita lanjut ke tema kita hari ini, kondisi di luar sana secara sekolah WFA ini bisa dikerjakan dari belahan dunia manapun, orang dari seluruh dunia bisa aja ikut sekolah WFA. Ada pengaruhnya nggak kondisi yang di luar dengan sekolah WFA? Walaupun baru-baru aja terjadi, dengan kondisi ini ya yang lagi war-war itu.

**Febby:** So far Alhamdulillah belum ada. Semoga nggak bakal ada kendala dan lain sebagainya. So far Alhamdulillah, so far so good. Aman, lanjut-lanjut.

Bahkan hari ini kita bakal ada ketemu sama komunitas. Anak-anak komunitas juga tapi di dalam. Misalnya kayak Upwork gitu lah, komunitas para konten kreator dan lain sebagainya, ini mau bergabung sama sekolah WFA juga hari ini. Jadi aman sih so far.

**Host:** Oke oke. Alhamdulillah. Semoga juga partner-partnernya sekolah WFA yang ada di luar juga aman-aman ya.

**Febby:** Iya. So far so good, karena ini pasti. So far so good.

**Host:** Alhamdulillah. Oke oke. Pokoknya tetap kerja aja.

---

MEMBANGUN SISTEM OTOMATISASI KONTEN (Bersama Syauqi)

**Host:** Oke. Kita akan ngobrolin tentang terjun ke sosial media nih. Dengan Sauqi dulu kali ya, membangun sistem otomatisasi. Aduh, ini membangun sistem konten di sosial media. Kita ngobrolin temanya dulu ini.

Sosial media, kita ngomongin sosial media tuh kayak, ya udah sih bikin konten, bikin timeline, bikin bagaimana upload-upload-upload. Tapi ternyata nggak hanya sekedar itu. Kita harus bikinin juga strategi. Untuk bisa konsisten itu juga tidak mudah. That's why otomatisasi ini akan menjawab ketika kita tidak bisa konsisten melakukannya. Karena bagaimanapun sosial media yang kita punya hari ini, should be harus dimanfaatkan dengan baik. Mumpung gratis semuanya, dimanfaatkan dengan baik. Karena bisa banget membantu memasarkan apapun bisnis teman-teman yang di rumah.

Membangun otomatisasi konten itu yang bagaimana, Sauqi?

**Sauqi:**
Oke. Nah sebelum kita ngomongin otomatisasi, kita harus tau dulu kenapa kita konten dan kesalahan apa sih sebenarnya yang bikin kita itu nggak konsisten, cepet abis idenya, dan lain-lainnya itu kenapa.

**Host:** (Mengingatkan audiens untuk bertanya melalui kolom Q&A)

**Sauqi:**
Nah, kesalahan fatal yang pertama: **belum punya niche**. Kita nggak tau kita mau konten apa. Asal upload, asal ya udah apa aja sehariannya, itu asal di-upload aja. Dan itu fatal banget. Kita nggak tau nich-nya kita siapa, target audiensnya siapa, kita ngobrol sama siapa, kita bikinin konten buat siapa. Itu nggak tau. Asal aja.

Niche itu kan bisa diambil dari beberapa irisan ini. Dari, ya kalau temen-temen UMKM berarti apa yang dijual, nanti diiriskan sama target audiensnya. Misalnya jual risol, targetnya Gen Z, berarti nanti mengemas kontennya tentang risol dan Gen Z.

Kesalahan fatal yang kedua: **kita itu bikin kontennya setiap hari**. Kenapa? Karena kita tau temen-temen UMKM ataupun temen-temen mahasiswa, temen-temen pekerja, itu punya aktivitas lain selain konten. Bikin konten setiap hari itu akan works kalau emang kita itu full time content creator, itu nggak masalah. Tapi kalau itu adalah side job-nya kita, bikin konten setiap hari itu adalah kesalahan yang fatal. Makanya dari itu, temen-temen UMKM, kamu itu harus punya sistem.

**Sistem itu yang gimana sebenarnya?** Kalau kita nggak punya sistem, kita akan bikin itu menjadikan kita itu bingung, turn out nggak tau harus konten apa. Nah kalau kita sebagai pekerja yang bikin-bikinin konten, kalau udah deket-deket deadline itu pasti panik, stress, stuck. Mau mulainya dari mana konten ini.

Sebenernya aku ada siapin tools buat temen-temen. Ini akan aku spill. Nah ini namanya adalah **Asisten Konten Pilot**. Ini akan mengintegrasikan temen-temen itu nyari ide itu nggak sendirian. Sebenernya konten pilot ini adalah konten plan, tapi ini the next level. Kenapa? Karena kita bisa nyari ide atau nge-brainstorm pake tools ini, kemudian nge-tracking, nge-reminder, bahkan sampai evaluasi performa kontennya, itu bisa pake satu tools ini doang. Jadi dari hulu ke hilir itu bisa di-handle semuanya untuk persistem-an konten. Yang akhirnya temen-temen itu bisa diingetin deadline-nya, kontennya rapi, dapet ide itu gampang banget, bikin script itu otomatis, evaluasi, dan punya sistem konten yang efisien.

Nah ngomongin sistem, sistem ini sebenernya yang gimana sih? Nah sistem itu ada istilahnya yang namanya **batching konten**, atau kita mengkategorisasikan pekerjaan kita itu di selang waktu tertentu. Aku langsung contohin aja di sini:

- **Hari Senin:** Bikin 7 konten dulu untuk satu minggu ke depan. Cari ide dan bikin script untuk ketujuh konten itu. Nggak akan cari tempat lain, cuma itu doang.
- **Hari Selasa & Rabu:** Ngumpulin footage dan shooting. Nyari footage-footage, video-video, atau gambar-gambar untuk ketujuh konten.
- **Hari Kamis & Jumat:** Editing konten untuk ketujuh konten itu.
- **Hari Sabtu & Minggu:** Bebas mau ngapain aja, entah itu mau jalan-jalan buat sekalian nyiapin footage di minggu berikutnya. Tapi kita udah punya konten yang udah siap kita upload.

Jadi kita harus punya sistem, dan kita ngebatch ini, istilah lainnya menabung konten. Kita punya konten yang udah siap upload. Nah jatuh di hari Senin lagi, kita akan mengulang lagi siklusnya.

Metode ini juga disebut konten life cycle, dimana kita akan membentuk habit atau kita harus melatih. Nah disini si konten pilot akan membantu karena ada terintegrasi sama AI, dan disini udah terintegrasi dengan ekosistemnya Google. Jadi mulai dari spreadsheet, kemudian Google Docs, kemudian Drive, dan sampai ke Google Calendar. Karena kita ngebantu untuk nge-list atau nge-simpan kontennya teman-teman itu disini.

- Data ide-idenya di tracking di spreadsheet
- Skripnya akan dimasukin ke Google Docs biar panjang, biar bisa lega
- Kemudian disimpen ke Google Drive
- Dan diingetin di reminder deadline-nya kapan pake Google Calendar

Ini udah seamless banget, udah terkoneksi workflow-nya, udah sangat-sangat smooth. Udah di balik layar mereka akan saling berkomunikasi satu sama lain, kita nggak perlu copas-copas kesana-sini lagi.

**Host:** Oh wow. Let's try. Sederhana nggak sih ini kalau untuk teman-teman UMKM yang mungkin resources-nya terbatas?

**Sauqi:** Sangat sederhana. Disini cuma bikin satu file doang. Satu file ini, teman-teman itu bisa pake niche atau product lebih dari satu. Bebas, mau itu 10 product, mau itu 25 product, itu bebas. Jadi nanti tinggal diubah-ubah di bagian sini. Di bagian niche ini bisa diganti dengan product-nya teman-teman. Misalnya risol Gen Z, ataupun misalnya pentol milenial gitu misalnya, itu bisa banget.

**Host:** Berarti niche-nya tuh harus ketemu dulu ya. Padahal mungkin tidak semua pemilik bisnis atau brand atau apapun usaha itu paham dulu niche-nya. Nyari niche itu tidak semua orang bisa mudah untuk bisa dapet. Nah itu boleh kasih tipsnya nggak sih?

**Sauqi:**
Oke, kalau aku sering menyarankan, ambil irisannya dari sini: **diambil dari irisan skill, profesi, dan hobi**. Jadi apa yang disukai, apa yang dikuasai, dan apa profesimu saat ini. Itu diiriskan aja disini.

Contoh:
- Misalnya aku skill-ku itu adalah coding, aku hobi jalan-jalan, terus profesiku sebagai content creator. Ya udah tinggal dicari titik tengahnya. Berarti aku adalah seorang programmer yang suka traveling. Itu udah niche banget, kita bisa ngemas kontennya dengan sebegitu banyaknya.
- Skill-nya masak, hobinya jualan misalnya, terus profesinya PNS misalnya. Tinggal ditemuin irisannya. Berarti tadi skill-nya adalah suka masak, bisa masak, jago masak. Hobinya tadi adalah jualan. Jadi tinggal ngejualin skill masaknya dari irisan profesi PNS-nya. Jadi PNS hobi masak, atau PNS yang suka masak, atau tempe masak ala PNS.

Nah nantinya niche itu harus direlevansikan dengan **4 hal yang akan selalu evergreen** atau nggak ada matinya topik ini:
1. **Health** (kesehatan)
2. **Wealth** (kekayaan)
3. **Relation** (hubungan)
4. **Self-improvement** (pengembangan diri)

Misalnya aku programmer jalan-jalan, aku pasti akan menyambungkan ke health, ke wealth, ke relation, dan juga ke self-improvement. Itu nanti bisa dipakai ke kategori kontennya.

Jadi misalnya di suatu waktu aku bikin konten, aku programmer jalan-jalan, aku akan ngomongin health. Aku akan bikin konten yang topiknya itu adalah ngomongin tentang mitos atau fakta programmer itu suka begadang. Nah kemudian nyenggol wealth, cara berpenghasilan ala programmer buat 2026, nah itu masuk ke wealth. Kemudian ke relation, cara programmer traveling bisa dapetin relasi atau temen, nah itu gimana caranya itu masuk relation. Atau self-improvement, ini tinggal kata-kata motivasi aja misalnya.

Nah 4 niche ini yang selalu dicari, yang evergreen, yang nggak ada matinya itu harus direlevansikan atau jadikan topik untuk konten-kontennya kita.

Misalnya temen masak PNS tadi itu dimasukin ke topik health, jadi nanti bikin masakan sehat ala PNS yang cepet dan nggak ribet karena pagi harus segera berangkat. Itu ngomongin health. Nah kemudian ngomongin wealth misalnya, itung-itungan BEP kalau kita jualan apa gitu, masuk ke konten-konten wealth.

Jadi ambil ke sisi emosionalnya, disenggol-senggol. Karena kalau konten-konten yang udah strict to the point ke selling itu pasti udah kurang diminati sama temen-temen.

**Host:** Bosenin ya, dodolan lagi dodolan lagi.

**Sauqi:** Betul. Senggol emosionalnya dulu, dodolan di belakang nggak apa-apa.

---

DEMO ASISTEN KONTEN PILOT

**Sauqi** (mendemonstrasikan Asisten Konten Pilot):

Nah disini aku akan contohkan. Misalnya aku mau usaha dengan niche "risol Gen Z". Aku tinggal nambahin, "risol Gen Z", tinggal enter.

Di bagian sini itu akan muncul link AI untuk generate ide konten, atau di bagian kanannya ini muncul referensi di konten-konten Instagram, ataupun di bawahnya ini ada referensi konten di TikTok. Caranya tinggal di-click aja di bagian sini, nanti kita akan dibawa ke halaman TikTok. Misalnya aku mau nyari referensi by TikTok, nah itu tinggal kita klik, nanti udah otomatis dimunculin konten-konten yang berhubungan sama risol Gen Z.

Ini akan muncul secara otomatis. Aku nggak nulis lagi di pencarian TikTok "risol Gen Z". Ini udah otomatis dari si konten pilotnya nyariin akun, bahkan konten-konten yang relevan sama niche-nya kita. Jadi kita tau, oh ternyata ada trend risol mayat, ini unik juga. Gimana mengolah, bikin menu baru, atau mengolah kontennya ini biar bisa ke-deliver ke audiensnya itu pakai cara yang gimana, apa topiknya, kemudian apa sih sisi emosional yang disenggol kalau audiensnya itu Gen Z. Jadi tervisualisasi.

Nah itu contoh-contohnya aja. Jadi tinggal kita ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Yang penting itu M-nya, modifikasinya. Paling nggak kita udah dapet gambaran, oh gini visualisasinya, oh gini cara take atau shoot kontennya itu, cara ngomongnya, cara voice over-nya itu udah tergambar, tervisualisasi kalau udah ada contoh kontennya. Tinggal kita modifikasi sedikit-sedikit pakai gaya penyampaian atau personalisasi kita.

Terus tadi kan secara visual. Nah kalau kita ingin cari konten yang lebih banyak, lebih ngeblur, kita bisa nyari by AI. Tinggal di-click aja linknya, nanti dibawa ke ChatGPT. Aku nggak akan ngetik apapun, tanganku di depan kamera, aku nggak menyentuh tombol apapun. Ini nanti prompt-nya itu udah diisiin. Jadi tinggal kita tunggu aja. Sekolah WFA? Bukan sulap bukan sihir.

Nah ini udah muncul prompt-nya. Dan tugas kita itu sebenarnya tinggal enter atau nge-click tombol submitnya. Nanti kita akan dapetin ide-ide konten. Dan ini ChatGPT aku nggak pakai yang pro atau yang plus, aku pakai yang free aja. Ini udah cukup mumpuni karena si konten pilot itu udah connect sama model ChatGPT yang terbaru.

Ini misalnya aku minta 50, dikasih 50 beneran sampe bawah. Jadi tinggal submit aja, terus tinggal pilih-pilih aja ini mana konten yang cocok.

Nah ini kan nggak cuma idenya doang, kita juga dikasih **pilar konten** atau kategori kontennya ini apa. Ini hiburan, ini edukasi, oh ini baru promosi. Jadi dalam satu minggu itu jangan edukasi semua, jangan jualan semua, jangan hiburan semua. Diselang-seling misalnya edukasinya itu ada tiga konten, kemudian dua konten hiburan, baru dua konten lagi promosi. Nah itu asal jaga audiensnya kita biar nggak bosen nonton konten kita, biar kontennya kita pun nggak monoton. Jadi biar kita bisa tahu yang paling disuka ini konten yang gimana.

Nah disini juga dikasih gambaran kontennya atau konsepnya itu gimana. Jadi nggak cuma ide kosong doang. Kita juga dikasih gambarannya kayak gini nih: "Ada scene orang niat diet tapi langsung beli lima risol, endingnya lucu" gitu. Itu udah kegambar kan, ada gambaran konsepnya. Nah tinggal kita bawa aja ke konten pilot. Misalnya aku mau suka yang ini, terus kita bawa ke sini, tinggal tempel aja.

Nah tinggal diisi-isi aja bagian sini. Ini misalnya aku nentuin tanggal deadlinenya. Ini bisa connect sama Google Calendar-nya teman-teman. Jadi misalnya aku taruh ke tanggal 7 deadline-ku, dia akan reminder besok, besok tanggal 6 itu akan di-reminder ada konten tanggal 7 yang harus upload.

Nah ini bagian status, biarin aja nanti ter-update otomatis sesuai sama tracking progress-nya kita udah sampai mana. Terus tinggal isi kontennya. Kalau udah, kita akan bikin script-nya. Dan script-nya ini udah otomatis. Caranya tinggal klik link aja, sama kayak yang tadi. Nanti otomatis dibikinin script-nya, prompt-nya udah disiapin. Kita tinggal enter-enter aja. Nanti dapet link script-nya di bagian sini. Nanti dibantu bikinin caption juga.

Nanti progress-nya kita tinggal centang-centang aja. Kalau udah shooting tinggal centang, kalau udah editing tinggal centang. Kemudian kita upload link posting-nya kita. Agar si konten pilot ini tau kalau kontennya udah selesai. Nah misalnya kalau nggak ada link posting, ini nggak akan selesai. Jadi ceritanya konten ini nggak akan pernah selesai kalau kontennya nggak di-upload. Jadi tempelin link posting-nya.

Fungsinya apa? Fungsinya buat kita bisa mengevaluasi performa kontennya kita. Nah nanti kita bantu evaluasi juga sama si konten pilot. Caranya sama, tinggal klik link, nanti langsung dibawa ke ChatGPT dan udah disiapin prompt-nya, tinggal enter, dan akan ngasih insight kontennya itu, dianalisa kurang-kurangnya di mana.

Kayak gitu sih Kak. Itu adalah sebuah sistem yang sudah ter-develop secara sistematis, dan kita tinggal eksekusi aja sebenarnya.

**Host:** Wah ini kalau untuk UMKM enak sekali ya. Bisa ditinggal aja gitu sebenarnya. Atau kalau misalnya butuh tim ya timnya nggak usah banyak-banyak, cuma butuh waktu beberapa menit aja. Tinggal bagaimana nanti eksekusinya aja yang dibikinin. Berarti semuanya udah terjawab. Ya Allah enak banget.

---

### CARA MENGAKSES ASISTEN KONTEN PILOT

**Host:** Kalau mau Asisten Konten Pilot, sekarang boleh langsung di follow aja Sekolah WFA, terus di DM aja minta Asisten Konten Pilot?

**Sauqi:** Dimana aja? Kamu harus sekolah dulu. Sekolah di Sekolah WFA. Temen-temen akses aja di bagian Sekolah WFA, itu kan ada tombol "Belajar Gratis". Temen-temen belajar disitu dulu aja nggak masalah. Jadi temen-temen bisa kunjungi di sini, sekolah WFA. Bisa, jadi temen-temen belajar aja dulu gratis di bagian sini. Tekan aja tombol ini, terus login pake Google-nya. Nanti di dalamnya udah ada video-video pembelajaran yang udah kita siapin. Jadi temen-temen tinggal pelajarin aja dulu, gimana workflow-nya, bagaimana kita nge-handle konten secara otomatis, itu gimana, kita punya sistem itu. Jadi tinggal login aja.

**Host:** Itu gratis?

**Sauqi:** Gratis. Tinggal masuk. Nah temen-temen tinggal masuk kesini, udah ada yang disiapin materi-materinya. Jadi ada workflow-nya. Nanti kalau ada beberapa yang dikirangin, temen-temen tinggal bisa tonton videonya.

---

OTOMATISASI FUNNEL KONVERSI

**Sauqi:**
Dan setelah bikin konten, ini yang paling rumitnya. Kita itu punya konten, tapi kita bingung gimana caranya ngerubah views itu jadi sales. Nah caranya itu kita bisa mengotomasi juga **sistem funneling untuk konversi** kita. Dari konten yang kita buat. Caranya dengan bikin automation di kontennya kita.

Kalau Kak Tika pernah lihat ada konten yang komen "Mau dong", di kolom komentar "nanti aku kirim linknya di DM". Nah otomatis komennya Kak Tika itu dibales dan ada link yang masuk ke DM-nya Kak Tika. Nah itu bisa kita set up sebenernya secara otomatis juga. Pake yang namanya tools partner kita, itu yang namanya **Dibales.ai**. Jadi tools-nya Dibales.ai. Jadi temen-temen nanti bisa akses linknya disini biar dapet potongan. Kita karena kolaborasi sama Dibales.ai, jadi kita punya akses untuk dikasih voucher buat temen-temen pelajarnya kita. Jadi biar temen-temen nggak perlu ambil harga normalnya, bisa dapet harga potongan, vouchernya juga bisa dapet.

Buat tutorialnya nanti temen-temen bisa tonton aja yang disini, "Komen dan DM Otomatis" di pre-course-nya Sekolah WFA.

---

SPEK DAN KEBUTUHAN UNTUK UMKM

**Host:**
Nah kalau kita ngomongin UMKM, karena kita dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, kalau kita ngomongin UMKM itu tools apa aja yang dibutuhkan kalau ingin menggunakan Asisten Konten Pilot? Karena kan kalau kita ngomongin UMKM hari ini dengan keterbatasan device misalnya, dengan Android itu yang dibutuhkan yang kualitasnya seperti apa, speknya seperti apa? Dan data apa aja yang dibutuhkan untuk kita bisa mengisi di Asisten Konten Pilot kalau kita mau pakai?

**Sauqi:**
Sebenernya kalau untuk spek itu nggak perlu yang gimana-gimana. **Laptop Rp 3 jutaan** itu sebenarnya sudah sangat-sangat mumpuni.

**Host:** Oh harus pakai laptop ya?

**Sauqi:** Pakai HP pun bisa, pakai HP nggak apa-apa. Tapi kalau ingin lebih lega dan memang ada mau invest ke laptop itu, at least yang Rp 3 juta itu sudah sangat-sangat mumpuni. Kalau pakai HP pun sudah bisa, pakai HP bisa. Cuma kalau lebih nyamannya pakai laptop lebih oke. Kalau mau ada spend untuk invest ke laptop itu pun menurutku nggak ada ruginya. Untuk perkembangan digital-digitalan, laptop sangat oke lah menurutku untuk invest.

Kalau data-data yang diisi, sebenarnya ini sudah disiapkan juga. Misalnya ini kan datanya ide konten, berarti kita nyari ide konten disini. Yang penting sudah tau niche-nya aja dulu. Yang penting sudah tau niche-nya, sudah aman, sudah semuanya. Ide kontennya sudah digenerate-in, skripnya dibikinin, evaluasinya juga dibantuin.

---

TOOLS AI UNTUK VISUAL

**Host:** Tools selain konten pilot?

**Sauqi:**
Aku sarankan Gemini. Gemini untuk kita punya image. Jadi kita generate image. Karena UMKM menurutku saat ini itu minusnya di visual. Jadi visualisasinya, visual produknya itu teman-teman itu bagusin. Jadi aku sarankan pakai Gemini, pakai fitur yang create image atau yang Imagen.

Nah nanti teman-teman itu upload aja foto produknya, dan scene-nya itu ditaruh disini. Misalnya aku mau bikin foto produk yang lebih oke.

**Host:** Jadi kalau misalnya kita pakai asisten konten pilot-nya Sekolah WFA, itu terkoneksinya pakai ChatGPT ya? Maksudnya untuk proses teknisnya itu autonya ke ChatGPT.

**Sauqi:** Iya.

**Host:** Tapi disarankan untuk menggunakan Gemini kalau kebutuhannya adalah visual.

**Sauqi:** Iya, kalau kebutuhannya visual untuk bikin konten, ya aku sarankan pakai Gemini.

(Demonstrasi menggunakan Gemini)

**Sauqi:**
Nah ini misalnya aku mau membagusin foto produk. Kan biasanya teman-teman UMKM kan nge-foto produk kan gini kan, ala kadarnya. Nah tinggal kita coba di sini. Pakai Imagen. Simple aja, misalnya nggak usah prompt yang gimana-gimana. Misalnya "Tolong buatkan foto produk ini lebih profesional", gitu aja. "Lebih profesional dan visualnya bagus." Nah ini teman-teman bisa tambahkan misalnya sukanya warna apa, atau mau background-nya itu di ruangan studio, apa itu bisa ditambah-tambahkan. Ini aku contoh aja simple aja promp-nya. Nanti dia akan bikinin gambar produk yang oke lah buat diposting di sosmed, ataupun ditaruh di Shopee, Tokopedia gitu-gitu.

(Foto produk selesai di-generate)

**Host:** Udah jadi. Dah lebih cakep, proper. Cakep banget.

---

TOOLS AI VIDEO

**Sauqi:**
Misalnya ini kan image nih, aku pengen gerakin. Ada beberapa platform. Aku sarankan pake yang namanya **Grok**. Grok.com.

**Host:** Grok? Tulisannya?

**Sauqi:** GROK. Jangan salah ke "grok" yang sebelah ya, yang berisik sekali isinya.

**Host:** Berisik ya. Ini semua free kan ya?

**Sauqi:** Ini free. Tadi Imagen free, dan Grok ini kenapa aku sarankan? Karena ini free. Ada kan banyak sebenernya tools-tools AI untuk generate image to video, misalnya kayak Kling, terus kayak Vidu, Luma, tapi kan sangat terbatas. Maksudnya ya dia berbayar, ada free-nya tapi cuma 1-2 kali generate udah limit. Nah kalau Grok ini limit-nya cukup lumayan gede dan cukup simple.

Tinggal upload image-nya yang mau dijadikan video. Udah, nanti dia otomatis bikinin atau ngerakin gambarnya kita. Jadi sebenernya kalau temen-temen itu pengen bikin video AI, temen-temen itu harus punya gambarnya dulu. Itu adalah cara yang paling mudah. Daripada text to video, mending image to video.

Nanti kita tunggu dibikinin videonya. Nah kalau hasil yang pertama kurang cocok, baru kita nge-prompt kurangnya apa. Misalnya diputer-puterin produknya, atau tambahkan karakter lain, atau ada orangnya, itu bisa juga.

---

LANGKAH MEMBANGUN SISTEM KONTEN DARI NOL

**Host:**
Nah kalau misalnya kami ingin membangun sistem konten dari nol, Sekolah WFA apa yang bisa disarankan? Langkah penting yang harus dilakukan dari nol? Baru bangun Instagram atau apapun sosial medianya, jadi berantakan misalnya.

**Sauqi:**
Oke. Yang pertama, aku sarankan teman-teman **udah tau niche-nya**. Yang pertama.

Terus, jangan bikin konten setiap hari. Upload-nya nggak papa, tapi bikin kontennya itu jangan setiap hari. Seperti yang aku spill di awal tadi, teman-teman harus punya sistem. Biar kenapa? Biar nggak kehabisan ide juga.

Terus yang kedua, teman-teman itu harus **tau visual branding-nya**. Jadi tau nih, aku suka pake font ini, aku sukanya pake warna-warna ini, dan itu dikonsistenin terus di tiap kontennya. Ya pakenya warna itu, ya kontennya pake font itu. Jadi visual branding-nya udah jelas. Biar nggak asal upload dan itu acak-acakan. Jadi pas orang berkunjung ke profil sosmed kita, "Aduh berantakan banget", jadi yang mau beli jadi nggak jadi. Berantakan keliatannya, etalase digitalnya.

Kalau untuk warna, aku akan sarankan pake website ini. Namanya Colorhunt.co.

**Host:** Ih kena disiplin. Karena ini penting banget buat aku dan teman-teman pelaku UMKM. Ini penting banget karena kita lagi sharing ke teman-teman UMKM untuk cobalah untuk belajar mengenali taste hari ini. Taste itu penting. Teman-teman menurutku ya, Sekolah WFA juga pasti setuju, karena teman-teman tuh kadang kita tuh memiliki kesempatan yang sama, main HP gitu, tapi kadang kita lupa memahami taste yang disukai dan jadi trend hari ini yang seperti apa. Jangan bikin konten penuh full.

Nah ini bisa cari acuannya disini. Di Colorhunt ini kita bisa misalnya aku udah tau nih warna utamaku apa. Misalnya aku warna utamaku itu brand-ku warnanya merah misalnya. Nah tinggal akan nge-spill, oh kombinasi warna merah tuh cocoknya pake ini, dan seterusnya. (*)





Monday, March 02, 2026

PENYUSUNAN MUSHAF AL QUR'AN

Penyusunan Al-Qur'an tidak terjadi dalam satu waktu sekaligus, melainkan melalui beberapa fase penting sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga masa Kekhalifahan.

Berikut adalah kronologi singkat penyusunan awal Mushaf Al-Qur'an:

1. Zaman Nabi Muhammad SAW (Penulisan Wahyu)
Pada fase ini, Al-Qur'an belum dikumpulkan dalam satu buku (mushaf). Wahyu yang turun langsung dihafalkan oleh para sahabat dan dituliskan di media yang sangat sederhana, seperti:
 * Pelepah kurma
 * Kepingan batu
 * Kulit binatang
 * Tulang belulang

2. Zaman Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq (Pengumpulan Pertama)
Ini adalah titik balik dimulainya penyusunan Al-Qur'an secara sistematis dalam satu naskah.
 * Waktu: Sekitar tahun 12 Hijriah (633 Masehi), setelah Perang Yamamah.
 * Latar Belakang: Banyaknya penghafal Al-Qur'an (Huffaz) yang gugur dalam perang, sehingga Umar bin Khattab khawatir Al-Qur'an akan hilang.
 * Pelaksana: Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan catatan-catatan yang tercecer tersebut menjadi satu naskah utuh.

3. Zaman Khalifah Utsman bin Affan (Standardisasi Mushaf)
Fase ini adalah penyempurnaan yang menghasilkan bentuk mushaf yang kita kenal sekarang.
 * Waktu: Sekitar tahun 25-30 Hijriah (646-651 Masehi).
 * Latar Belakang: Terjadi perbedaan dialek (lahjah) bacaan di antara umat Islam yang mulai meluas, yang dikhawatirkan memicu perpecahan.
 * Hasil: Terbentuknya Mushaf Al-Imam atau Mushaf Utsmani. Naskah ini diperbanyak dan dikirim ke pusat-pusat peradaban Islam, sementara naskah lainnya dimusnahkan agar seragam.

Catatan Penting: Meskipun penulisannya bertahap, urutan ayat dan surat dalam Al-Qur'an diyakini bersifat tauqifi (berdasarkan petunjuk langsung dari Rasulullah SAW atas arahan wahyu).


Situs Pemantau Konflik Global Viral: Gabungan CCTV Dunia, Radar Misil, hingga Berita Langsung dalam Satu Layar


Firnas Muttaqin 

Jakarta - Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya pasca serangan balasan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, kebutuhan akan informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi menjadi sangat krusial. Seorang content creator, @nugrohoiif, baru-baru ini menyoroti dua platform digital yang dinilai "keren banget" karena mampu menyajikan data konflik secara real-time dalam satu genggaman.

Melalui unggahan di akun Instagram dan YouTube-nya, @nugrohoiif memperkenalkan dua situs pemantau yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter). Kedua situs tersebut diklaim mampu mendeteksi secara otomatis titik-titik serangan rudal, memantau pergerakan penerbangan, hingga menyuguhkan siaran langsung (live) dari CCTV yang tersebar di berbagai negara.

"Dapat dari Twitter ya, ada yang nge-share gitu untuk memantau kejadian... Ini otomatis loh per update now dari Telegram atau dari X atau dari situs-situs besar," ujar @nugrohoiif dalam narasinya, Senin.

Dua Situs yang Direkomendasikan

Adapun dua situs yang dimaksud adalah *worldmonitor.app* dan *glint.trade* (yang juga disebut dengan nama Clean Street). Menurut keterangan, situs-situs ini berfungsi sebagai pusat data (dashboard) yang mengagregasi berbagai sumber informasi.

"Teman-teman bisa lihat nih, situasi yang memanas sekarang dan beritanya update banget. Ini keren banget sih ini situsnya," tambahnya.

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuannya menampilkan peta titik-titik yang diduga menjadi sasaran serangan. Dalam demonstrasinya, terlihat bagaimana platform tersebut mendeteksi lokasi yang disebut-sebut sebagai pangkalan Amerika di kawasan Kuwait, Arab, dan Bahrain yang menjadi target serangan balasan Iran.

Fitur Lengkap: Dari Radar Pasar hingga CCTV Global

Tidak hanya memantau konflik bersenjata, dashboard ini juga dirancang untuk mereka yang berkecimpung di sektor finansial dan kripto. Berbagai indikator pasar (market radar) dan pelacak aset kripto terintegrasi di dalamnya, memberikan perspektif bagaimana gejolak politik mempengaruhi pergerakan ekonomi.

"Di sektor kripto juga ada, ada WH tracker, terus ada jadwal penerbangan. Ini lengkap banget di sini," jelas @nugrohoiif.

Fitur unggulan lainnya adalah akses ke siaran langsung dari berbagai stasiun berita kelas dunia seperti Bloomberg, Sky News, dan Euro News. Bahkan, yang lebih canggih, tersedia pula tautan CCTV dari berbagai kawasan.

"Ada CCTV juga nih. CCTV all mau Mid East, CCTV-nya Europe, Amerika, dan ini keren banget. Lengkap teman-teman kalau discroll ke bawah," paparnya sambil menunjukkan tampilan situs yang padat dengan informasi.

Era Baru Informasi Geopolitik

Kehadiran situs-situs seperti World Monitor App dan Glint.trade menandai sebuah era baru dalam konsumsi informasi geopolitik. Jika sebelumnya masyarakat bergantung pada berita yang terbit secara berkala, kini siapa pun dapat mengakses "ruang kendali" situasi global secara langsung dan gratis.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana data dari media sosial, lembaga penerbangan, hingga kamera pengawas publik dapat disatukan untuk memberikan gambaran utuh mengenai suatu peristiwa. Meski demikian, para pengamat mengingatkan agar publik tetap bijak dalam menyikapi informasi dan mengonfirmasinya dengan sumber-sumber resmi.

"Jadi dalam satu dashboard ini udah kelihatan semua apa yang terjadi, pergerakan di dunia, apa yang terjadi baik ekonomi maupun geopolitik. Ini keren banget. Dan ini free, Teman-teman," pungkas @nugrohoiif, mengajak warganet untuk mencoba langsung kedua platform tersebut. (*)

Sumber: 
https://youtu.be/dpyDPx1FRVw
___

Thursday, February 26, 2026

Waktu Adalah Kekayaan Termahal


PASURUAN– Ustadz Suharsono dalam ceramah singkatnya ba'da tarawih dan witir di masjid at taqwa jagalan Pasuruan (Kamis, 26/2/2026) menekankan bahwa waktu merupakan aset paling berharga yang dimiliki manusia, melampaui harta benda apa pun. Beliau mengingatkan bahwa saking pentingnya waktu, Allah SWT berkali-kali bersumpah menggunakan dimensi waktu di dalam Al-Qur'an, seperti Wal-Ashr (Demi Waktu) dan Wal-Layl (Demi Malam).

Lima Dimensi Waktu Manusia

Ustadz Suharsono menjabarkan bahwa setiap manusia melewati lima fase waktu yang harus disikapi dengan bijak:

1. Masa Lalu yang Telah Berlalu: Waktu yang tidak mungkin terulang. Beliau mengajak jamaah untuk mengevaluasi amal baik agar diterima Allah dan bertaubat atas kesalahan masa lalu. "Ramadan adalah momentum pengampunan bagi siapa saja yang berpuasa dengan penuh keimanan dan harap," ujarnya mengutip hadis Nabi.
2. Hari Ini (Masa Kini): Kesempatan nyata yang sedang dijalani. Beliau mendorong jamaah memaksimalkan setiap detik di bulan Ramadan karena pahala amal kebaikan dilipatgandakan.
3. Hari Esok: Sebuah misteri yang hanya diketahui oleh Allah. Beliau menekankan pentingnya lisan yang selalu mengucapkan "InsyaAllah" dalam setiap rencana, sebagai bentuk tawakal.
4. Hari Kematian: Penentu akhir perjalanan manusia. Ustadz Suharsono mengingatkan agar jamaah konsisten dalam kebaikan (istiqomah) demi meraih akhir yang baik (*Husnul Khotimah*). "Kualitas manusia ditentukan di akhir hayatnya," tegas beliau.
5. Hari Pertanggungjawaban: Fase di mana manusia akan dihadapkan pada hasil "prestasi" dunianya, apakah berujung pada surga atau neraka.

Menjadi Pemenang di Akhirat

Menutup kultumnya, beliau mengutip ayat Al-Qur'an mengenai perbedaan antara penghuni surga dan neraka. Beliau menegaskan bahwa orang-orang yang beruntung adalah mereka yang mampu menjaga kualitas imannya hingga maut menjemput.

"Mari kita maksimalkan Ramadan ini untuk mencari ridha Allah SWT. Teruslah berjuang dalam kebaikan agar kita termasuk golongan orang-orang yang menang," pungkasnya sebelum menutup dengan salam.

Firnas Muttaqin 
---

Tuesday, February 03, 2026

JEFFREY EPSTEIN

Berita tentang Jeffrey Epstein kembali meledak di awal tahun 2026 ini karena Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru saja merilis sekitar 3 juta halaman dokumen terkait penyelidikan kasusnya.

Rilisan besar-besaran ini merupakan mandat dari Epstein Files Transparency Act yang disahkan akhir tahun 2025 lalu. Karena volumenya yang masif, internet sekarang sedang ramai membedah ribuan nama, foto, dan detail transaksi yang sebelumnya dirahasiakan.

Berikut adalah poin-poin utama mengapa hal ini sedang viral:

1. Nama-Nama Besar yang Muncul

Dokumen ini menyeret tokoh-tokoh dari berbagai spektrum, mulai dari politik hingga teknologi:

  • Donald Trump: Namanya disebut lebih dari 1.800 kali dalam dokumen terbaru. Ada klaim-klaim lama yang muncul kembali, serta foto-foto yang menunjukkan kedekatannya dengan Epstein dan Maxwell di masa lalu.

  • Pangeran Andrew: Muncul foto-foto baru yang memperlihatkan "eks" Pangeran Inggris ini bersama wanita-wanita misterius. Sebagai catatan, gelarnya sudah dicabut secara resmi pada tahun 2025 menyusul skandal ini.

  • Elon Musk & Bill Gates: Nama mereka tercantum dalam konteks upaya Epstein untuk membangun koneksi atau menjerat mereka dalam jaringannya. Pihak Bill Gates sendiri menyatakan bahwa dokumen tersebut justru menunjukkan rasa frustrasi Epstein karena gagal menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan dengannya.

  • Tokoh Geopolitik: Bahkan nama seperti Putin dan Zelenskyy disebut-sebut dalam konteks intrik politik internasional yang coba dimainkan Epstein.

2. Kontroversi "Dokumen yang Hilang"

Beberapa hari setelah dirilis, DOJ sempat menarik kembali sebagian dokumen dengan alasan perlunya perlindungan identitas korban (redaksi yang kurang sempurna). Namun, langkah ini memicu teori konspirasi karena beberapa foto—termasuk foto Trump—sempat hilang dari situs resmi sebelum diunggah kembali, yang memicu tuduhan adanya upaya "pembersihan" data oleh pihak tertentu.

3. Tidak Ada "Satu Daftar Tunggal"

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu dokumen berjudul "Daftar Klien" yang berisi daftar hitam pelaku. Yang ada adalah jutaan catatan komunikasi, manifest penerbangan, dan memo internal FBI. Publik kini sedang bekerja secara kolektif di media sosial untuk menyusun kepingan-kepingan informasi ini guna melihat siapa saja yang benar-benar terlibat dalam aktivitas kriminal dan siapa yang hanya sekadar kenalan.

4. Mengapa Baru Sekarang?

Kasus ini ramai lagi karena adanya tekanan politik yang kuat di AS untuk transparansi total. Setelah bertahun-tahun spekulasi, publik menuntut jawaban pasti mengenai siapa saja yang membantu atau mendanai jaringan perdagangan seks Epstein selama puluhan tahun.


Rilisan dokumen besar-besaran pada akhir Januari 2026 ini memang memberikan banyak detail baru yang selama ini hanya menjadi spekulasi.

Berikut adalah rincian mendalam mengenai tokoh-tokoh kunci dan status hukum Ghislaine Maxwell:

1. Detail Tokoh Besar dalam Dokumen 2026

Dokumen setebal 3,5 juta halaman ini mengungkap pola komunikasi yang lebih intim daripada yang diperkirakan sebelumnya:

  • Pangeran Andrew (Mountbatten-Windsor): Ini adalah pukulan telak baginya. Dokumen menunjukkan bahwa Andrew mengundang Epstein ke Istana Buckingham pada tahun 2010—setelah Epstein menjadi terpidana kasus seksual. Hal ini membantah klaim Andrew sebelumnya bahwa ia menjauhkan diri sejak tahun 2008. Foto-foto baru juga memperlihatkan ia berlutut di dekat wanita-wanita muda yang identitasnya disamarkan.

  • Donald Trump: Namanya muncul ribuan kali, sebagian besar dalam log penerbangan tahun 90-an dan catatan administratif. Namun, ada juga "memo FBI" yang berisi klaim-klaim anonim dari tahun 2020 yang baru dibuka sekarang. Trump sendiri sangat vokal di Truth Social, membantah pernah ke pulau Epstein dan bahkan mengancam akan menggugat komedian Trevor Noah karena candaan terkait hal ini di Grammy Awards 2026 kemarin.

  • Bill Gates & Elon Musk: Nama mereka muncul dalam konteks upaya agresif Epstein untuk mendekati lingkaran teknologi tinggi. Untuk Gates, dokumen menunjukkan korespondensi mengenai pendanaan riset, sementara untuk Musk, dokumen lebih banyak berisi upaya Epstein untuk menjalin pertemuan melalui pihak ketiga.

  • Howard Lutnick (Menteri Perdagangan AS): Terungkap rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein pada 2012, yang mengejutkan publik karena sebelumnya ia mengaku telah memutus hubungan sejak 2005.

2. Status Ghislaine Maxwell di Tahun 2026

Ghislaine Maxwell saat ini masih mendekam di FPC Bryan, Texas, menjalani hukuman 20 tahun penjara. Namun, ada beberapa perkembangan krusial:

  • Upaya Pembebasan: Segera setelah dokumen ini dirilis, tim hukum Maxwell mengajukan petisi baru untuk peninjauan kembali kasusnya. Mereka berargumen bahwa dokumen yang baru dirilis berisi "bukti yang meringankan" yang sebelumnya ditahan oleh pemerintah.

  • Isu Grasi (Pardon): Muncul rumor kuat di Washington mengenai kemungkinan Maxwell mengajukan komutasi hukuman kepada Presiden Trump. Meskipun Gedung Putih secara resmi menyatakan belum mempertimbangkan hal tersebut, tekanan dari kelompok penyintas sangat besar agar Maxwell tetap berada di penjara hingga masa hukumannya usai.

3. Kabar "Daftar Klien" yang Sebenarnya

Banyak orang kecewa karena tidak ada satu lembar kertas berjudul "Client List". Yang ada adalah jaringan bukti. Jaksa penuntut (Todd Blanche) telah menyatakan bahwa "peninjauan telah berakhir" dan kemungkinan besar tidak akan ada tersangka baru dari kalangan elite yang akan dituntut, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan para korban yang merasa para pelaku besar lainnya tetap "tak tersentuh".