Tuesday, February 03, 2026

JEFFREY EPSTEIN

Berita tentang Jeffrey Epstein kembali meledak di awal tahun 2026 ini karena Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru saja merilis sekitar 3 juta halaman dokumen terkait penyelidikan kasusnya.

Rilisan besar-besaran ini merupakan mandat dari Epstein Files Transparency Act yang disahkan akhir tahun 2025 lalu. Karena volumenya yang masif, internet sekarang sedang ramai membedah ribuan nama, foto, dan detail transaksi yang sebelumnya dirahasiakan.

Berikut adalah poin-poin utama mengapa hal ini sedang viral:

1. Nama-Nama Besar yang Muncul

Dokumen ini menyeret tokoh-tokoh dari berbagai spektrum, mulai dari politik hingga teknologi:

  • Donald Trump: Namanya disebut lebih dari 1.800 kali dalam dokumen terbaru. Ada klaim-klaim lama yang muncul kembali, serta foto-foto yang menunjukkan kedekatannya dengan Epstein dan Maxwell di masa lalu.

  • Pangeran Andrew: Muncul foto-foto baru yang memperlihatkan "eks" Pangeran Inggris ini bersama wanita-wanita misterius. Sebagai catatan, gelarnya sudah dicabut secara resmi pada tahun 2025 menyusul skandal ini.

  • Elon Musk & Bill Gates: Nama mereka tercantum dalam konteks upaya Epstein untuk membangun koneksi atau menjerat mereka dalam jaringannya. Pihak Bill Gates sendiri menyatakan bahwa dokumen tersebut justru menunjukkan rasa frustrasi Epstein karena gagal menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan dengannya.

  • Tokoh Geopolitik: Bahkan nama seperti Putin dan Zelenskyy disebut-sebut dalam konteks intrik politik internasional yang coba dimainkan Epstein.

2. Kontroversi "Dokumen yang Hilang"

Beberapa hari setelah dirilis, DOJ sempat menarik kembali sebagian dokumen dengan alasan perlunya perlindungan identitas korban (redaksi yang kurang sempurna). Namun, langkah ini memicu teori konspirasi karena beberapa foto—termasuk foto Trump—sempat hilang dari situs resmi sebelum diunggah kembali, yang memicu tuduhan adanya upaya "pembersihan" data oleh pihak tertentu.

3. Tidak Ada "Satu Daftar Tunggal"

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu dokumen berjudul "Daftar Klien" yang berisi daftar hitam pelaku. Yang ada adalah jutaan catatan komunikasi, manifest penerbangan, dan memo internal FBI. Publik kini sedang bekerja secara kolektif di media sosial untuk menyusun kepingan-kepingan informasi ini guna melihat siapa saja yang benar-benar terlibat dalam aktivitas kriminal dan siapa yang hanya sekadar kenalan.

4. Mengapa Baru Sekarang?

Kasus ini ramai lagi karena adanya tekanan politik yang kuat di AS untuk transparansi total. Setelah bertahun-tahun spekulasi, publik menuntut jawaban pasti mengenai siapa saja yang membantu atau mendanai jaringan perdagangan seks Epstein selama puluhan tahun.


Rilisan dokumen besar-besaran pada akhir Januari 2026 ini memang memberikan banyak detail baru yang selama ini hanya menjadi spekulasi.

Berikut adalah rincian mendalam mengenai tokoh-tokoh kunci dan status hukum Ghislaine Maxwell:

1. Detail Tokoh Besar dalam Dokumen 2026

Dokumen setebal 3,5 juta halaman ini mengungkap pola komunikasi yang lebih intim daripada yang diperkirakan sebelumnya:

  • Pangeran Andrew (Mountbatten-Windsor): Ini adalah pukulan telak baginya. Dokumen menunjukkan bahwa Andrew mengundang Epstein ke Istana Buckingham pada tahun 2010—setelah Epstein menjadi terpidana kasus seksual. Hal ini membantah klaim Andrew sebelumnya bahwa ia menjauhkan diri sejak tahun 2008. Foto-foto baru juga memperlihatkan ia berlutut di dekat wanita-wanita muda yang identitasnya disamarkan.

  • Donald Trump: Namanya muncul ribuan kali, sebagian besar dalam log penerbangan tahun 90-an dan catatan administratif. Namun, ada juga "memo FBI" yang berisi klaim-klaim anonim dari tahun 2020 yang baru dibuka sekarang. Trump sendiri sangat vokal di Truth Social, membantah pernah ke pulau Epstein dan bahkan mengancam akan menggugat komedian Trevor Noah karena candaan terkait hal ini di Grammy Awards 2026 kemarin.

  • Bill Gates & Elon Musk: Nama mereka muncul dalam konteks upaya agresif Epstein untuk mendekati lingkaran teknologi tinggi. Untuk Gates, dokumen menunjukkan korespondensi mengenai pendanaan riset, sementara untuk Musk, dokumen lebih banyak berisi upaya Epstein untuk menjalin pertemuan melalui pihak ketiga.

  • Howard Lutnick (Menteri Perdagangan AS): Terungkap rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein pada 2012, yang mengejutkan publik karena sebelumnya ia mengaku telah memutus hubungan sejak 2005.

2. Status Ghislaine Maxwell di Tahun 2026

Ghislaine Maxwell saat ini masih mendekam di FPC Bryan, Texas, menjalani hukuman 20 tahun penjara. Namun, ada beberapa perkembangan krusial:

  • Upaya Pembebasan: Segera setelah dokumen ini dirilis, tim hukum Maxwell mengajukan petisi baru untuk peninjauan kembali kasusnya. Mereka berargumen bahwa dokumen yang baru dirilis berisi "bukti yang meringankan" yang sebelumnya ditahan oleh pemerintah.

  • Isu Grasi (Pardon): Muncul rumor kuat di Washington mengenai kemungkinan Maxwell mengajukan komutasi hukuman kepada Presiden Trump. Meskipun Gedung Putih secara resmi menyatakan belum mempertimbangkan hal tersebut, tekanan dari kelompok penyintas sangat besar agar Maxwell tetap berada di penjara hingga masa hukumannya usai.

3. Kabar "Daftar Klien" yang Sebenarnya

Banyak orang kecewa karena tidak ada satu lembar kertas berjudul "Client List". Yang ada adalah jaringan bukti. Jaksa penuntut (Todd Blanche) telah menyatakan bahwa "peninjauan telah berakhir" dan kemungkinan besar tidak akan ada tersangka baru dari kalangan elite yang akan dituntut, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan para korban yang merasa para pelaku besar lainnya tetap "tak tersentuh".



Sunday, February 01, 2026

Makna Hati dan Keutamaan Shalat Berjamaah

 
PASURUAN, 1 Februari 2026 – Pengajian Ahad pagi yang digelar di Masjid Al-Ukhuwah Kota Pasuruan membahas tentang makna pentingnya menjaga hati serta keutamaan melaksanakan shalat berjamaah, dengan mengambil contoh kisah Lukmanul Hakim dan ajaran Alquran serta Hadis. Pemateri acara adalah Drs. H Baidowi M.Pd.
 
Dalam pemaparannya, Drs. H Baidowi M.Pd menjelaskan bahwa Lukmanul Hakim bukanlah nabi, rasul, atau wali, melainkan seorang pencari kayu bakar yang dulunya merupakan budak. Namun, kesungguhannya menghadiri majelis taklim membawa hikmah. Sebagaimana yang terkandung dalam Alquran, Allah SWT pernah memerintahkan Lukman untuk mengambil bagian terbaik dari domba, namun ia memilih hati. Ketika ditanya alasan pemilihan tersebut, Lukman menjelaskan bahwa hati merupakan inti dari diri manusia – jika hati baik, tutur kata dan tingkah laku akan baik, sedangkan jika hati rusak, ucapan dan perilaku akan cenderung jahat. Ajaran ini selaras dengan pesan Rasulullah SAW yang mengingatkan untuk menjaga hati agar tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang dilarang Allah SWT.
 
Selain itu, pemateri juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga hubungan antar sesama manusia sesuai dengan ajaran yang diberikan kepada Nabi Adam AS, di mana pernikahan silang di antara anak-anak beliau menjadi dasar agar terhindar dari konflik. Hal ini juga dikaitkan dengan pentingnya mengikuti jejak para ulama dan orang-orang yang mencintai Allah untuk mendapatkan kasih sayangnya.
 
Mengenai shalat, Drs. H Baidowi M.Pd menyebutkan ayat Surah Al-Mu'minun ayat 1 hingga 11 yang menjelaskan tentang ciri-ciri orang mukmin yang bahagia. Ia menekankan bahwa shalat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan shalat sendiri di rumah. Bahkan, jika terdapat kesalahan dalam bacaan atau gerakan shalat oleh imam, makmum yang menyadarinya dianjurkan untuk mengingatkan dengan cara yang baik.
 
Menurut Hadis shahih, para malaikat senantiasa memantau amalan umat manusia dan akan melaporkannya kepada Allah SWT. Khususnya untuk shalat Subuh dan Asar berjamaah, kedua shalat tersebut disaksikan oleh seluruh makhluk di bumi. Keutamaan lain dari shalat berjamaah adalah berkembangnya kebersamaan dan ajakan untuk saling mengingatkan, sebagaimana ungkapan lokal yang menyatakan bahwa jumlah orang yang mengikuti shalat berjamaah akan terus berkembang jika ada yang mengajak – dari dua orang menjadi empat, empat menjadi delapan, dan seterusnya.
 
Pemateri menutup pemaparannya dengan pesan penting untuk selalu menyampaikan kebenaran dan mengingatkan sesama muslim dengan penuh kasih sayang, sesuai dengan ajaran agama. (*)

Saturday, January 31, 2026

Gebyar Al Kautsar 2026: Sinergi Mewujudkan Generasi "Anak Indonesia Hebat" di Kota Pasuruan

PASURUAN – Kemeriahan menyelimuti Kompleks Sekolah dan Masjid Al Kautsar Kota Pasuruan pada Sabtu (31/01/2026). Acara bertajuk Gebyar Al Kautsar 2026 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang pembuktian kualitas pendidikan lokal yang kian kompetitif.

Dalam wawancara dengan awak media, Istri Walikota Pasuruan Suryani Firdausi Adi Wibowo, S.Sos.I., M.Ikom., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan etalase bagi salah satu institusi pendidikan terbaik di Kota Pasuruan. Menurutnya, inisiatif yang dilakukan SD Al Kautsar telah sejalan dengan visi-misi pembangunan sumber daya manusia di Kota Pasuruan.

Pendidikan yang Sejalan dengan Visi Kota

Suryani menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Ia memuji konsistensi sekolah-sekolah di Pasuruan dalam mengejar standar terbaik.
"Alhamdulillah, acara ini sangat sejalan dengan visi-misi Kota Pasuruan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya yakin seluruh sekolah di sini sudah memberikan kualitas terbaik sesuai harapan pemerintah daerah. Kita ingin pendidikan di Pasuruan tambah 'Beda', tambah luar biasa, demi mencetak calon pemimpin masa depan," ujarnya optimis.
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Menanggapi arah kebijakan pendidikan nasional, Ibu Suryani kembali menggaungkan pesan dari Kementerian Pendidikan terkait profil pelajar ideal. Ia menekankan pentingnya implementasi "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" sebagai fondasi karakter.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu pada siswa.
"Harapannya, visi ini dimiliki secara kolektif; tidak cuma anaknya, tapi juga orang tua dan gurunya. Jika ketiganya selaras, nilai-nilai ini akan menjadi habit (kebiasaan) yang memudahkan langkah anak-anak kita ke depan," tambahnya.

Tantangan Pendidik di Era "Out of the Box"

Suryani memberikan apresiasi sekaligus pesan mendalam bagi para tenaga pendidik. Di tengah perkembangan zaman yang pesat dan kemampuan anak didik yang semakin kritis, guru dituntut untuk terus bertransformasi.
Ia berharap para guru diberikan kesabaran ekstra dan semangat untuk terus meningkatkan kompetensi.

 "Kemampuan anak-anak sekarang luar biasa. Pendidik dituntut untuk lebih hebat, lebih mumpuni, dan berani berpikir out of the box guna menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," pungkasnya.(*)

Firnas Muttaqin

Wednesday, January 28, 2026

HUT ke-340 Kota Pasuruan: Dinsos Bekali Pemuda Teknologi AI Untuk Meningkatkan Bisnis


PASURUAN, 27 Januari 2026 – Memperingati hari jadi Kota Pasuruan yang ke-340, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan melakukan terobosan inovatif dengan mengoptimalkan program *MTK Space (Muda Tumbuh Kreatif Space)*. Sebagai langkah peningkatan aktivasi ruang kreatif tersebut, Dinsos menggelar workshop bertajuk *"Meningkatkan Bisnismu dengan Konten yang Dibuat Online AI (AI Power Marketing)"*, Selasa (27/1).

Acara yang berlangsung di ruang MTK Space Kantor Dinsos ini dihadiri oleh para pelaku usaha muda, pegiat kreatif, dan organisasi Karang Taruna. Workshop ini bertujuan membekali generasi muda Pasuruan dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan strategi pemasaran digital.

*"Create the Next": Wadah Baru Inovasi Pemuda*

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, *Koko Ari Hidayat, S.E., S.Sos., M.M.*, memperkenalkan tagline MTK Space, yakni *"Create the Next"*. Tagline ini mencerminkan visi agar pemuda Pasuruan mampu menciptakan inovasi-inovasi selanjutnya di bidang teknologi, seni, dan bisnis kreatif.

"MTK Space adalah persembahan kami untuk masyarakat, khususnya pemuda. Kami ingin ruang ini menjadi pusat kolaborasi lintas bidang, mulai dari teknologi hingga inovasi sosial," ujar Koko. Ia menekankan bahwa meskipun ruangan saat ini masih terbatas, semangat untuk menjadikan Pasuruan sebagai "Kota Layak Pemuda" terus dipacu melalui penyediaan fasilitas dan pelatihan berkelanjutan.

*AI sebagai Keniscayaan, Sosial sebagai Identitas*

Mengenai tema workshop, Koko menyatakan bahwa teknologi AI adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, AI sangat efektif untuk memangkas birokrasi administrasi dan mempercepat proses kreatif marketing, seperti pembuatan konten visual dan teks.

Namun, Koko memberikan catatan penting terkait batasan teknologi. "Peran manusia yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah sisi sosial dan empati. AI mungkin bisa mencarikan solusi teknis, tapi masalah sosial membutuhkan sentuhan manusia," tegasnya. Ia juga mendorong staf Dinsos dan masyarakat untuk menggunakan AI guna meningkatkan produktivitas tanpa harus kehilangan jati diri sebagai makhluk sosial.

*Transformasi Bansos Menuju Pemberdayaan*

Koko Ari Hidayat juga memaparkan visi besar Dinsos Pasuruan tahun 2026 sebagai *"Tahun Pemberdayaan"*. Salah satu fokus utamanya adalah mengubah pola pikir bantuan sosial (bansos) bagi usia produktif.

"Anak muda yang produktif semestinya tidak menerima bantuan sosial reguler. Kami ingin mengalihkan dukungan tersebut dalam bentuk bantuan pemberdayaan usaha agar mereka bisa mandiri," jelasnya.

Selain itu, Dinsos juga membagikan progres pembangunan signifikan lainnya:

* *Sekolah Rakyat Pulau Rangkoro:* Pembangunan lahan seluas 7,3 hektare yang diproyeksikan mampu menampung 1.080 siswa dari keluarga prasejahtera.
* *Ruang Harapan Anak Hebat:* Fasilitas terapi khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas berat (Cerebral Palsy, Down Syndrome, dll).
* *Rumah Hebat Disabilitas:* Wadah produksi bagi penyandang disabilitas (seperti produksi keset oleh tuna netra) yang kini mulai kebanjiran pesanan.

Workshop AI ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya produk-produk kreatif dari MTK Space yang nantinya akan dipamerkan pada akhir tahun dalam ajang pameran produk pemuda. Dengan semangat kemandirian, Dinsos Pasuruan optimis angka pengangguran terbuka dapat ditekan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna. (*)

Firnas Muttaqin 

---

Monday, January 26, 2026

Mewujudkan Lansia Bermartabat: Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) S1 Kota Pasuruan Resmi Dibuka


PASURUAN, 26 Januari 2026 – Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal ini terpermin jelas dalam acara pembukaan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Level Standar 1 (S1) Kota Pasuruan Tahun 2026 yang digelar meriah pada Senin pagi di Kota Pasuruan. Acara ini menandai dimulainya perjalanan ratusan lansia di Kota Pasuruan untuk menjadi pribadi yang lebih sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.TP., M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo, acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang dihadiri oleh Plh. Kepala Perwakilan, Sukamto, S.E., M.Si.

---

Testimoni Keajaiban "Hormon Kebahagiaan"

Salah satu momen paling menyentuh adalah testimoni dari *Ayu Setio Purwanti*, siswi S2 kelas Purutkembang yang baru saja menyelesaikan jenjang S1. Ayu mengakui bahwa awalnya ia sempat skeptis dan menolak bergabung karena merasa sudah cukup dengan pendidikan formal di masa mudanya.

"Dulu saya pikir di sini cuma nyanyi-nyanyi dan joget saja. Tapi setelah mengikuti, saya sadar di sinilah tempat yang tepat untuk berproses menuju tua," ungkap Ayu. Ia menjelaskan bahwa kurikulum Selantang yang mencakup tujuh dimensi lansia tangguh mampu memicu hormon endorphin dan dopamine yang membuat para lansia merasa bahagia dan berdaya.

Ayu juga menceritakan betapa antusiasnya para siswa, termasuk seorang rekan sekelasnya yang telah berusia 80 tahun namun tidak pernah absen meski dalam kondisi fisik yang kurang fit. "Bagi kami, wisuda mengenakan toga bukan sekadar seremonial, tapi bukti bahwa usia bukan batasan untuk mencari ilmu," tambahnya.

---
Skala Besar: 805 Lansia Kembali ke Bangku Sekolah

Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Kota Pasuruan, Ir. Siti Zunia, M.M., dalam laporan pendidikannya memaparkan lonjakan minat masyarakat terhadap program ini. Berdasarkan data rekrutmen periode September hingga Desember 2025, jumlah siswa baru level S1 mencapai 390 orang yang terbagi dalam 9 kelas baru.

> "Dengan tambahan siswa S1 tahun ini, total seluruh siswa Selantang Kota Pasuruan di tahun 2026 mencapai 805 orang, yang tersebar di 24 kelas (S1, S2, dan S3)," lapor Siti Zunia.

Profil siswa tahun ini pun sangat beragam dan inspiratif:

* *Siswa Tertua:* Ibu Sanikyah dari Kelurahan Sebani yang berusia *90 tahun*. Beliau adalah mantan istri kepala desa yang hingga kini masih aktif bekerja sebagai tenaga pijat.
* *Latar Belakang Siswa:* Terdiri dari 56% ibu rumah tangga, 26% wirausaha, dan 18% pensiunan.
* *Motivator Unik:* Menariknya, salah satu siswa S1 tahun ini adalah *Edy Prianto*, mantan Camat Tosari (Kabupaten Pasuruan), yang memilih bergabung untuk memberikan motivasi bagi lansia lainnya.

---

Sinergi untuk Lansia Berkualitas

Keberhasilan program Selantang di Kota Pasuruan tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Siti Zunia memberikan apresiasi tinggi kepada berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga dukungan perbankan seperti Bank Jatim. Sebelum pembukaan dimulai, para calon siswa bahkan difasilitasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim medis.

Sekolah ini menawarkan konsep pendidikan yang unik: gratis, tanpa tugas yang memberatkan, dan fokus pada kebahagiaan serta kemandirian. Melalui Selantang, Pemerintah Kota Pasuruan berharap dapat mengubah paradigma masa tua dari masa yang pasif menjadi masa yang "Bermartabat"—Bersama Masyarakat Tetap Giat dan Hebat.

---

Data Utama Selantang Kota Pasuruan 2026:

* *Total Siswa:* 805 orang (24 Kelas).
* *Siswa Baru S1:* 390 orang (9 Kelas).
* *Jenjang Pendidikan:* S1 (Standar 1), S2 (Standar 2), S3 (Standar 3).
* *Fokus Kurikulum:* Kesehatan, Teknologi, Sosial, dan Psikologi Lansia.

---
Bonus Demografi Kedua: Peluang di Balik Struktur Penduduk Tua

Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si., memaparkan data krusial mengenai pergeseran demografi. Saat ini, jumlah lansia di Indonesia telah mencapai hampir 12% atau sekitar 33,94 juta jiwa. Pada tahun 2045, diprediksi satu dari lima penduduk Indonesia adalah lansia.

"Struktur penduduk dikatakan tua jika populasi lansia di atas 7%. Jawa Timur sendiri sudah mencapai 15,38%," ujar Sukamto. Namun, ia menekankan bahwa angka ini adalah indikator keberhasilan. Usia harapan hidup di Kota Pasuruan bahkan mencapai *74 tahun*, melampaui rata-rata provinsi yang berada di angka 72 tahun.

Menurutnya, Selantang adalah solusi non-formal untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap mandiri dan tidak menjadi beban, melainkan menjadi "bonus demografi kedua".

---

*Visi "Lansia EMAS" dan Program Makan Bergizi Gratis*

Wali Kota Pasuruan, *H. Adi Wibowo, S.TP., M.Si.*, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta. Ia menceritakan momen haru sekaligus jenaka saat mengetahui beberapa lansia sudah hadir di lokasi sejak pukul 05.00 WIB, padahal acara baru dimulai pukul 08.00 WIB.

"Ini bukti semangat mereka luar biasa. Kita yang muda bisa kalah telak," canda Mas Adi, sapaan akrabnya.

Selain memperkenalkan istilah *Lansia EMAS*, Wali Kota juga membawa kabar baik mengenai rencana penguatan gizi bagi lansia. "Tahun 2026 ini, kami berharap program *Makan Siang Bergizi Gratis (MBG)* juga bisa menyasar para lansia, selain ibu hamil dan anak-anak. Anggarannya sedang disinergikan," ungkapnya.

Beliau menegaskan bahwa membangun *infrastruktur sosial* (SDM) jauh lebih menantang daripada membangun infrastruktur fisik. "Membangun gedung ada duitnya langsung jadi. Tapi membangun semangat dan kemandirian lansia melalui Selantang, itulah investasi masa depan yang sesungguhnya."

---

Kemandirian dan Produk Kreatif Selantang

Selantang Kota Pasuruan kini tidak hanya fokus pada materi di kelas. Sekolah ini mulai bertransformasi menjadi komunitas yang berdaya secara ekonomi. Dalam acara tersebut, produk kalender karya siswa Selantang mulai dipasarkan secara mandiri.

"Selantang hari ini menjadi *role model* di Jawa Timur. Mereka tidak hanya belajar, tapi juga berdaya dengan produk-produk kreatif untuk menunjang kemandirian organisasi," tambah Mas Adi.

Momen Haru: Simbolis bagi Akung dan Uti Tertua

Puncak acara ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada:

* *Akung Rikat Mono (72 tahun):* Perwakilan dari Kelurahan Bugul Lor.
* *Uti Sanikyah (90 tahun):* Siswa tertua dari Kelurahan Sebani yang tetap enerjik meski hampir memasuki usia satu abad.

Momen ini menjadi pengingat bahwa usia hanyalah angka, dan belajar adalah tugas sepanjang hayat. Dengan dibukanya kelas S1 bagi 375 siswa baru dan kelanjutan kelas S3 bagi 154 siswa, Kota Pasuruan optimis menyongsong tahun 2026 dengan lansia yang lebih bermartabat.

---

Catatan Menarik: Meski dalam konteks "Sekolah", istilah *S1, S2, dan S3* di sini merujuk pada jenjang *Standar* kurikulum Selantang, bukan gelar akademis formal, guna memudahkan penjenjangan kompetensi para lansia.

Penulis : Firnas Muttaqin

Friday, January 23, 2026

Puspaga Aisyiyah Jadi Garda Terdepan Cegah Kekerasan pada Anak dan Keluarga


Pasuruan, MON– Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Aisyiyah berperan sebagai lini pertama dalam pencegahan kekerasan dengan memberikan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP). Hal ini ditegaskan oleh Ifa Nur Rosidah, staf bidang perlindungan anak, Jumat (23/1/2026).

Menurut Rosi, panggilan akrab ifa Nur Rosidah, Puspaga merupakan bagian vital dari upaya pencegahan. "Penanganan di Puspaga difokuskan pada klien sebelum terjadi kekerasan. Ini adalah bentuk upaya pencegahannya," jelasnya. Ia menegaskan, jika kekerasan sudah terjadi, maka penanganannya menjadi ranah Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Pelatihan yang digelar ini bertujuan melatih tim Puspaga Aisyiyah sendiri agar terampil memberikan dukungan psikologis awal. "Penanganan awal ini tidak harus dilakukan oleh psikolog atau profesional. Siapapun yang sudah dilatih bisa melakukannya," ujar Ifa. Puspaga berfungsi sebagai "pintu pertama" bagi masyarakat, terutama keluarga, yang mengalami masalah seperti stres, konflik rumah tangga, atau perundungan (bullying).

Mekanisme kerjanya dimulai dengan menerima laporan atau kedatangan klien. "Kita lihat dulu, amati, dan pahami. Kita harus menjadi pendengar aktif, mencerna masalah untuk menemukan apa yang dibutuhkan klien," papar Rosi. Puspaga akan berusaha menyelesaikan masalah di tingkat tersebut. Jika diperlukan, Puspaga dapat merujuk klien ke pihak lain, misalnya dinas sosial untuk masalah ekonomi atau ke rumah sakit dan psikiater jika kasus membutuhkan penanganan medis.

"Namun, jika ada klien yang melapor telah mengalami kekerasan, seperti KDRT atau pelecehan seksual, maka Puspaga akan mendampingi langsung ke UPTD PPA untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pendampingan pelaporan kepolisian dan visum," tambahnya.

Rosi mengungkapkan, Puspaga Aisyiyah di Pasuruan berdiri sejak 2025 dan telah mengikuti standarisasi hingga meraih penghargaan dari Kementerian. Keberadaan Puspaga juga ada di bawah Pemerintah Kota (Pemkot) dan organisasi masyarakat lainnya. "Tugas kami adalah menularkan ilmu dan menyosialisasikan pentingnya lembaga serupa di masyarakat," imbuhnya.

Intinya, Puspaga hadir sebagai upaya konkret mencegah eskalasi masalah menjadi kekerasan. "Ini upaya pencegahan. Jangan sampai terjadi kekerasan yang ranah penanganannya sudah berbeda, seperti ke kepolisian," pungkas Rosi.(*)

 

Aisyiyah dan DP3AKB Kota Pasuruan Gelar Pelatihan Konselor Dukungan Kesehatan Mental

Pasuruan, MON  – Guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan isu kesehatan mental di tingkat komunitas, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pasuruan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB)  menyelenggarakan Pelatihan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP). Pelatihan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (22-23 Januari 2026), di Ruang Rapat DP3AKB Kota Pasuruan.

Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh seluruh SDM Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Puspita Melati Aisyiyah. Pelatihan bertujuan untuk melatih para peserta menjadi konselor yang mampu menjadi jembatan bagi masyarakat yang menghadapi permasalahan, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

“Tujuannya adalah melatih SDM Puspaga untuk menjadi konselor, menjadi jembatan bagi masyarakat dalam memahami situasi, kondisi, dan menemukan solusi,” jelas Emilis Setyawati, Ketua Puspita Melati Aisyiyah Kota Pasuruan, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan.

Lebih lanjut, Emilis menyatakan bahwa peran konselor tidak hanya sekadar mendengarkan, tetapi juga mampu mengarahkan masyarakat ke lembaga rujukan yang tepat sesuai kebutuhan klien. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya kesehatan yang maksimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat.

Materi inti pelatihan berfokus pada pengenalan Dukungan Psikologis Awal (DPA). DPA didefinisikan sebagai serangkaian keterampilan sederhana yang dilakukan secara terencana untuk mengurangi dampak negatif dari suatu masalah dan membantu pemulihan psikologis seseorang.

Dalam konteks ini, peran Puspaga Puspita Melati ditekankan pada pemberian dukungan psikososial yang berbasis keluarga dan kelompok masyarakat. Pendekatan ini dianggap krusial mengingat keluarga dan komunitas merupakan lingkungan terdekat yang dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pemulihan individu.

Pelatihan ini menandai komitmen bersama antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menguatkan infrastruktur pendukung kesehatan mental di Kota Pasuruan. Keberadaan konselor-konselor terlatih di tingkat akar rumput diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan pendampingan sederhana terhadap masalah psikologis warga, sebelum dirujuk ke tingkat layanan yang lebih tinggi jika diperlukan. (*)

https://mediaonlinenasional.com/aisyiyah-dan-dp3akb-kota-pasuruan-gelar-pelatihan-konselor-dukungan-kesehatan-mental/
____

Pentingnya Takwa dan Muhasabah Diri


PASURUAN – Pada Jumat, 23 Januari 2026, Ustadz Suharsono menyampaikan khutbah yang penuh hikmah di Masjid At Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan. Khutbah tersebut berpusat pada pesan tentang kesadaran spiritual dan persiapan menghadapi kehidupan akhirat.

Dalam pengantarnya, khatib mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, terutama kesempatan untuk melaksanakan shalat Jumat di rumah-Nya. Shalawat dan salam juga ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikut setianya.

Inti khutbah mengutip Surat Al-Hasyr ayat 18, yang artinya: *"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."*

Ustadz Suharsono kemudian menjabarkan dua pesan utama dari ayat tersebut:

1.  Perintah Bertakwa: Ayat ini merupakan seruan bagi orang beriman untuk menjaga diri dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan menjadi landasan utama dalam kehidupan.

2.  Perintah Muhasabah (Introspeksi Diri): Setiap individu diperintahkan untuk mengevaluasi amal perbuatan yang telah dilakukan sebagai bekal untuk "hari esok". Dalam penafsiran ini, "hari esok" dimaknai sebagai hari akhirat (kiamat). Ini adalah peringatan agar manusia senantiasa memperbaiki diri, menambah amal shaleh, dan meninggalkan maksiat.

Khatib menekankan bahwa muhasabah atau introspeksi diri harus menjadi kebiasaan harian, sebagaimana diajarkan dalam hadis, untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

Khutbah juga menggarisbawahi bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengetahuan dan perhitungan-Nya. Pesan ini mengajak untuk hidup dengan penuh kejujuran dan kesadaran akan pengawasan Ilahi.

Secara lebih luas, Ustadz Suharsono menyoroti bahwa nilai-nilai dalam ayat ini—seperti perencanaan, evaluasi, dan adaptasi—sangat relevan dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan membentuk pribadi yang bertanggung jawab.

Pada akhir khutbah, disimpulkan bahwa Surat Al-Hasyr ayat 18 adalah seruan universal untuk hidup secara sadar, bertanggung jawab, dan selalu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat melalui ketakwaan dan muhasabah yang berkelanjutan.

Khutbah Jumat ini ditutup dengan doa, mengingatkan jamaah akan pentingnya refleksi diri dan memperkuat komitmen untuk senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT. (*)

Thursday, January 22, 2026

Rahasia Biologis dan Psikologis di Balik Kewajiban Puasa

PASURUAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Ustadz Anang Abdul Malik kembali memberikan pencerahan dalam pengajian rutin Kamis malam (22/1/2026) di Masjid At-Taqwa, Jagalan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa perintah Allah, terutama ibadah puasa, bukanlah beban, melainkan sebuah desain sempurna untuk kebahagiaan dan kesehatan manusia.

1. Puasa dan Mekanisme Autophagy: Pembersihan Sel Tubuh

Ustadz Anang menjelaskan bahwa perintah puasa memiliki dimensi medis yang sangat canggih. Beliau mengangkat fenomena *Autophagy*, sebuah penemuan ilmiah yang kini banyak dipraktikkan bahkan oleh masyarakat non-Muslim di dunia medis.

> "Autophagy adalah kondisi di mana sel-sel tubuh yang sehat 'memakan' atau membersihkan sel-sel yang sudah mati dan sampah metabolisme dalam tubuh kita. Mekanisme ini berjalan paling efisien saat seseorang sedang berpuasa," jelas Ustadz Anang.

Beliau menyayangkan jika ada umat Islam yang justru malas berpuasa, padahal secara sains, puasa adalah proses "detoksifikasi" alami yang menjaga fisik tetap bugar. "Allah mengatur manusia dengan sangat detail. Durasi satu bulan adalah waktu yang presisi untuk membersihkan residu penyakit dalam tubuh."

2. Mengubah Mindset: Mengapa Harus Satu Bulan?

Selain kesehatan fisik, puasa berperan besar dalam transformasi mental atau psikis. Ustadz Anang mengutip prinsip-prinsip motivator dunia tentang perubahan karakter yang membutuhkan waktu konsisten antara 25 hingga 30 hari—durasi yang sama dengan bulan Ramadan.

Beliau mengilustrasikan hal ini dengan sebuah kisah inspiratif tentang seorang menantu dan mertua:

* Konflik: Seorang menantu yang membenci mertuanya berniat meracuni sang mertua.
* Syarat Perubahan: Seorang ahli psikologi (penjual obat) memberinya "obat" yang harus diberikan selama 30 hari, namun dengan syarat si menantu harus bersikap sangat baik dan lembut selama masa tersebut agar tidak dicurigai sebagai pembunuh.
* Hasilnya: Di hari ke-30, kebencian sang menantu berubah menjadi cinta yang tulus karena ia terbiasa berbuat baik selama sebulan. Mertua pun berubah menjadi sangat sayang.
* Pelajaran: Puasa Ramadan adalah "obat" dari Allah untuk mencuci karakter buruk manusia melalui pembiasaan selama 30 hari.

3. Al-Qur'an dan Eksaknya Ilmu Pengetahuan

Dalam penutupnya, Ustadz Anang mengajak jamaah untuk tidak memisahkan agama dengan ilmu pengetahuan (sains). Beliau mencontohkan bagaimana Al-Qur'an sudah menjelaskan tentang peredaran matahari dan bulan yang sangat presisi (eksak).

"Allah menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dengan garis edar yang pasti agar manusia bisa menghitung tahun dan waktu. Dari sinilah lahir ilmu astronomi dan fisika," ungkap beliau. Beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat mendukung disiplin ilmu, baik kedokteran, psikologi, maupun sains, karena semuanya bersumber dari ayat-ayat Allah yang tercipta di alam semesta.

---