Ustadz Adi Hidayat dalam Acara Tabligh Akbar disela rangkaian acara RAKERNAS II Majelis Tabgligh di Batu Jawa Timur, Jumat 24/10/2025, memberikan tafsir yang sangat mendalam tentang perbedaan penggunaan kata ganti dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah At-Talaq ayat 2-3.
*Ayat yang Dibahas:*
> وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
> "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2-3)
*Inti Penjelasan UAH:*
1. *Panggilan Umum (Alladzina):* Awal ayat sebelumnya (ayat 2) menggunakan kata *`alladzina`* (الَّذِينَ) yang berarti "orang-orang yang". Ini adalah panggilan atau tawaran *umum dan kolektif* kepada semua orang beriman, tanpa kecuali. Allah menyampaikan bahwa janji-Nya adalah untuk semua hamba-Nya.
2. *Tawaran Personal (Man):* Pada ayat ketiga, Allah beralih menggunakan kata *`man`* (مَن) yang berarti *"barangsiapa"*. Menurut UAH, peralihan ini sangat signifikan. Kata `man` membuat janji Allah menjadi *personal dan spesifik*. Ini bukan lagi sekadar teori untuk khalayak ramai, tetapi sebuah tawaran yang harus direspon oleh setiap individu.
3. *Makna bagi Pendengar:* UAH menekankan bahwa ketika kita mendengar ayat dengan kata `man`, kita harus merasakannya sebagai panggilan langsung dari Allah kepada kita secara pribadi.
* *Contoh:* "Wa *man* yattaqillāh..." harus kita rasakan sebagai: "Wahai *Adi* (atau sebut nama kita sendiri), barangsiapa (engkau) bertakwa kepada Allah, niscaya Aku akan bukakan jalan keluar bagimu..."
* Janji Allah (jalan keluar & rezeki yang tak terduga) baru akan menjadi kenyataan dalam hidup kita ketika kita *secara pribadi* mempraktikkan ketakwaan yang diminta.
4. *Kesimpulan:* Pesan utamanya adalah *ajakan untuk mengambil aksi personal*. Allah sudah menjanjikan kemudahan dan rezeki untuk semua orang beriman (general), tetapi realisasi janji itu bergantung pada komitmen dan tindakan **masing-masing individu** (personal) untuk meningkatkan ketakwaannya.
*Poin-Poin Kunci:*
* *Dari Umum ke Khusus:* Al-Qur'an sering berbicara dari konsep umum menuju aplikasi yang personal.
* *Respon Pribadi adalah Kunci:* Iman dan takwa bukan hanya soal mengetahui, tetapi tentang merespon panggilan Allah secara pribadi.
* *Janji yang Aktif:* Janji Allah diaktifkan oleh tindakan kita. Kata `man` adalah "trigger" yang memindahkan janji dari ranah teori ke ranah praktik dalam hidup kita.
Dengan penjelasan ini, UAH mendorong jamaah untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi untuk segera introspeksi dan bertindak meningkatkan ketakwaan, sehingga janji Allah yang agung itu dapat menjadi kenyataan dalam kehidupan masing-masing. (*)
No comments:
Post a Comment