Muraqabah (المراقبة) adalah istilah sentral dalam tasawuf Islam yang secara harfiah berarti 'pengawasan' atau 'pemeliharaan'. Dalam konteks spiritual, Muraqabah adalah upaya seorang Muslim untuk selalu menyadari dan meyakini bahwa Allah SWT senantiasa hadir dan mengawasi setiap pikiran, niat, perkataan, dan perbuatan.
Muraqabah merupakan tingkatan spiritual yang lebih tinggi dari kesadaran biasa, karena ia melibatkan dimensi ketuhanan (kesadaran akan kehadiran Ilahi), yang secara langsung memengaruhi kualitas iman dan amal seseorang. Muraqabah menjadi akar dari perilaku Ihsan.
Muraqabah sebagai Ihsan
Muraqabah adalah manifestasi nyata dari derajat Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah kita melihat-Nya, dan jika kita tidak mampu melihat-Nya, yakinlah bahwa Dia melihat kita. Kesadaran inilah yang secara otomatis mendorong pengawasan diri dan peningkatan kualitas hidup.
Dalil-Dalil Muraqabah dalam Al-Qur'an dan Hadis
Konsep Muraqabah didukung kuat oleh banyak dalil dalam sumber utama ajaran Islam:
1. Dalil dari Al-Qur'an (Kesadaran Pengawasan Allah)
Allah SWT berulang kali menegaskan bahwa Dia mengetahui dan menyaksikan segala sesuatu, yang merupakan landasan bagi praktik Muraqabah:
Kesadaran Bahwa Allah Maha Melihat:
Allah Menyertai di Mana Pun Berada:
"Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 235)
"Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada pembicaraan antara lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada pula pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada..." (QS. Al-Mujadilah: 7)
2. Dalil dari Hadis (Tingkatan Ihsan)
Hadis Jibril adalah dalil paling fundamental yang mendefinisikan dan mempromosikan praktik Muraqabah melalui konsep Ihsan:
Hadis Jibril tentang Ihsan:
Ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Ihsan, beliau menjawab:
"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak mampu melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."
(HR. Muslim)
Bagian kedua dari hadis ini ("maka sesungguhnya Dia melihatmu") adalah esensi dari Muraqabah, yaitu kesadaran penuh akan pengawasan Ilahi yang abadi.
Perbandingan Muraqabah dan Mindfulness
Muraqabah dan Mindfulness memang memiliki kesamaan dalam aspek praktik, namun terdapat perbedaan mendasar dalam landasan spiritual dan fokus puncaknya.
| Aspek | Muraqabah (Islam) | Mindfulness (Umum/Buddha) |
| Landasan | Tauhid (Keesaan Allah), Syariat, dan Ihsan. | Filosofi/Spiritualitas non-teistik, berakar dari tradisi Buddha. |
| Fokus Puncak | Kesadaran akan Kehadiran Allah (Muraqabatullah). | Kesadaran akan momen saat ini (napas, sensasi, pikiran) tanpa penghakiman. |
| Tujuan Akhir | Mencapai ridha Allah, meningkatkan kualitas ibadah, dan meraih takwa. | Mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan mencapai kedamaian batin atau Nirvana. |
| Pengawasan Diri | Pengawasan diri karena tanggung jawab kepada Sang Pencipta. | Pengawasan diri sebagai teknik manajemen emosi dan kognitif. |
Meskipun secara praktis keduanya mengajarkan kesadaran dan kehadiran, Muraqabah memberikan dimensi teologis yang unik, di mana kesadaran tersebut tidak berakhir pada diri sendiri atau momen kini semata, melainkan selalu berorientasi pada pengawasan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Dengan demikian, Muraqabah adalah bentuk "Mindfulness" yang telah terintegrasi sempurna dalam ajaran Islam, menjadikannya sebuah ibadah yang meningkatkan kualitas hidup duniawi sekaligus menjamin keselamatan di akhirat. (*)
Catatan definisi :
Muroqobah dan mindfulness adalah dua konsep yang memiliki kesamaan dalam meningkatkan kesadaran dan kehadiran dalam diri sendiri. Berikut adalah penjelasan tentang kedua konsep tersebut:
Muroqobah
Muroqobah adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kesadaran dan pengawasan diri dalam beribadah dan berinteraksi dengan Allah SWT. Muroqobah melibatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan, sehingga seseorang dapat meningkatkan keimanan dan kualitas ibadahnya.
Mindfulness
Mindfulness adalah konsep yang berasal dari psikologi dan spiritualitas Buddha, yang merujuk pada kesadaran dan kehadiran dalam momen saat ini. Mindfulness melibatkan perhatian penuh pada pengalaman saat ini, tanpa penilaian atau distraksi.
Kesamaan antara Muroqobah dan Mindfulness
- Kesadaran dan kehadiran: Keduanya menekankan pentingnya kesadaran dan kehadiran dalam diri sendiri dan lingkungan sekitar.
- Pengawasan diri: Muroqobah dan mindfulness sama-sama melibatkan pengawasan diri dan pengendalian pikiran dan emosi.
- Meningkatkan kualitas hidup: Keduanya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan kesadaran, mengurangi stres, dan meningkatkan keimanan dan spiritualitas.
Perbedaan antara Muroqobah dan Mindfulness
- Landasan spiritual: Muroqobah memiliki landasan spiritual Islam, sedangkan mindfulness memiliki landasan spiritual Buddha.
- Fokus: Muroqobah lebih fokus pada kesadaran akan kehadiran Allah SWT, sedangkan mindfulness lebih fokus pada kesadaran akan momen saat ini.
Dalam keseluruhan, muroqobah dan mindfulness adalah dua konsep yang dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kehadiran dalam diri sendiri. Dengan mempraktikkan kedua konsep ini, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan mencapai kedamaian batin. (*)
Pasuruan, Kamis 9 Oktober 2025 | 13.26 wib
No comments:
Post a Comment