Sunday, October 12, 2025

Mengenal KUSTA


Fakta Kusta (Lepra): Penyakit Infeksi yang Dapat Disembuhkan Total

JAKARTA, KESEHATAN – Kusta, yang juga dikenal sebagai Lepra atau Morbus Hansen (Penyakit Hansen), adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang progresif. Meskipun sering dikaitkan dengan stigma negatif, kusta adalah penyakit yang sepenuhnya dapat disembuhkan dan memiliki mekanisme penularan yang tidak mudah.

Penyebab dan Cara Penularan Kusta

Penyebab utama kusta adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyerang sistem saraf tepi, kulit, dan saluran pernapasan.

Penularan terjadi dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan (droplet) dari saluran pernapasan, yaitu air liur atau dahak yang keluar saat penderita batuk atau bersin.

Penting untuk dipahami, penularan kusta tidak terjadi hanya karena kontak fisik kasual seperti bersalaman, duduk bersama, atau berhubungan seksual. Seseorang baru dapat tertular jika terkena percikan droplet dari penderita secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Kusta juga tidak menular dari ibu hamil ke janin.

Faktor Risiko:

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terpapar kusta meliputi:

  1. Kontak dengan Hewan Pembawa: Bersentuhan dengan hewan tertentu yang dapat menyebarkan bakteri kusta (misalnya armadillo).

  2. Daerah Endemik: Menetap atau berkunjung ke kawasan yang dikenal sebagai daerah rawan kusta.

  3. Sistem Imun Lemah: Memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Gejala Kusta yang Perlu Diwaspadai

Gejala kusta pada awalnya tidak tampak jelas dan berkembang secara perlahan. Tanda-tanda penyakit ini umumnya berkaitan dengan kerusakan pada saraf dan kulit, meliputi:

Gejala pada Sensasi dan Kulit:

  • Mati Rasa: Kehilangan kemampuan merasakan suhu, sentuhan, tekanan, atau nyeri pada area kulit tertentu.

  • Bercak Kulit: Munculnya bercak yang tampak pucat atau berwarna lebih terang daripada kulit di sekitarnya.

  • Anhidrosis: Kulit tidak berkeringat, terasa kaku, dan kering.

  • Luka Tanpa Nyeri: Adanya luka yang tidak terasa nyeri, sering terjadi di telapak kaki.

Gejala pada Saraf dan Fisik:

  • Penebalan Saraf: Saraf terasa membesar, biasanya di daerah siku dan lutut.

  • Otot Melemah: Otot pada kaki dan tangan melemah.

  • Wajah dan Mata: Bengkak atau benjolan di wajah dan telinga, serta mata menjadi kering dan jarang mengedip.

  • Komplikasi Hidung: Sering mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung.

  • Rambut Rontok: Alis mata dan bulu mata dapat hilang secara permanen.

Diagnosis dan Pengobatan Kusta

Untuk mendiagnosis kusta, dokter akan menanyakan riwayat gejala pasien, memeriksa Lesi (kelainan) pada kulit, dan memastikannya dengan pemeriksaan laboratorium. Tes utama adalah kerokan kulit (skin smear) untuk mengambil sampel yang kemudian dianalisis guna mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium leprae.

Pengobatan kusta melibatkan penggunaan antibiotik dalam bentuk kombinasi. Di Indonesia, pengobatan ini menggunakan metode Multi-Drug Therapy (MDT), yaitu kombinasi dua antibiotik atau lebih, dan umumnya berlangsung selama 1 hingga 2 tahun.

Setelah pengobatan antibiotik selesai, pasien mungkin memerlukan operasi yang bertujuan untuk menormalkan fungsi saraf yang rusak, memperbaiki bentuk tubuh yang mengalami cacat, atau mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Upaya Pencegahan

Hingga saat ini, kusta belum memiliki vaksin pencegahan. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegah komplikasi atau penularan adalah melalui diagnosis dini dan memastikan pengobatan yang tepat bagi penderita.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk menghindari kontak dengan hewan pembawa kusta dan selalu menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat.


Pada tahun 2025, terdapat 102 kasus aktif kusta di Probolinggo, menurun dari 125 kasus pada 2019. Empat kecamatan yang masih dianggap endemik adalah Tongas, Lumbang, Paiton, dan Gading. Meskipun begitu, tren kasus menunjukkan penurunan, dan beberapa upaya penanggulangan seperti deteksi dini dengan pemeriksaan menyeluruh 40 KK jika ditemukan satu kasus baru, serta edukasi kepada masyarakat, telah dilakukan. 
Data kasus terbaru
  • Jumlah kasus aktif (2025): 102 kasus
  • Jumlah kasus aktif (2019): 125 kasus
  • Kecamatan endemik: Tongas, Lumbang, Paiton, dan Gading 
Upaya penanggulangan
  • Deteksi dini: 
    Jika ada satu penderita, seluruh 40 keluarga terdekat di sekitarnya akan diperiksa untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. 
  • Edukasi: 
    Pemerintah daerah terus melakukan edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penderita kusta. 
  • Apresiasi internasional: 
    Pemerintah Kabupaten Probolinggo mendapat apresiasi dari dunia internasional atas upaya penanganan kusta yang efektif, termasuk kunjungan Chairman Nippon Foundation Mr. Yohei Sasakawa pada Juli 2025 untuk meninjau langsung penanggulangan kusta. 

No comments: