Tuesday, October 07, 2025

SEDEKAH CERDAS : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Pernyataan Ferry Irwandi, berdasarkan ajaran mentornya, menyajikan perspektif yang kuat dan kontroversial mengenai aktualisasi ibadah tertinggi dalam hubungan antarmanusia:


Politik sebagai Ibadah Tertinggi

Ferri Irwandi menyampaikan bahwa ibadah tertinggi dalam konteks hubungan sosial (hablum minannas) bukanlah sedekah dalam arti konvensional, melainkan politik.

1. Perbandingan Sedekah vs. Politik

Pernyataan ini menggunakan perbandingan hipotetis untuk menyoroti perbedaan dampak antara tindakan filantropi jangka pendek (sedekah) dan kebijakan struktural jangka panjang (politik):

AspekSedekah (Uang 1 Triliun)Politik (Pemberi Pengaruh)
Dampak WaktuSangat singkat ("beberapa hari"), habis sekali pakai.Jangka panjang, dampaknya bisa terasa hingga 1000 tahun ke depan.
Sifat TindakanDistribusi kekayaan/pendapatan, penyelesaian masalah sementara.Memberikan pengaruh besar kepada society dan masyarakat, menciptakan solusi struktural.
Hasil AkhirOrang akan struggle (berjuang) lagi dalam kemiskinan dan ketidakadilan setelah uang habis.Menciptakan sistem yang benar (mengerjakannya dengan benar) sehingga mampu mencegah kemiskinan dan ketidakadilan secara sistemik.

2. Aktualisasi Ibadah

Menurut pandangan ini, politik dianggap sebagai aktualisasi ibadah tertinggi karena:

  • Politik adalah alat untuk mengatur struktur dan sistem masyarakat (memastikan keadilan, pendidikan, dan kesejahteraan).

  • Melalui politik, seseorang dapat menciptakan kebijakan yang adil yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat secara berkelanjutan, jauh melampaui efek tindakan amal individu.

Kesimpulan:

Pernyataan ini tidak menafikan bahwa sedekah adalah hal yang baik dan merupakan bentuk distribusi kekayaan yang sah, namun menekankan bahwa dampak sedekah akan terbatas. Sementara itu, politik yang dilakukan dengan benar memiliki kemampuan untuk mereformasi masyarakat secara mendasar dan abadi, menjadikannya arena ibadah dengan leverage (daya ungkit) sosial yang paling besar. (*)


Sumber:

Ferry Irwandi

No comments: