Wednesday, October 01, 2025

Rangkuman berita terkini mengenai investasi, energi, industri, dan akuisisi korporasi di Indonesia:

Berikut adalah rangkuman berita terkini mengenai investasi, energi, industri, dan akuisisi korporasi di Indonesia:


1. Sektor Energi & Investasi: Proyek Waste-to-Energy dan Hilirisasi Nikel

A. Danantara Luncurkan 33 Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (WTE)

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia (Daya Anagata Nusantara) akan meluncurkan proyek Waste-to-Energy (WTE) atau stasiun pengolahan sampah.

  • Rencana Proyek: Pembangunan 33 stasiun pengolahan sampah yang masing-masing berkapasitas 1.000 ton per hari dan akan menghasilkan energi listrik sebesar 15 MW.

  • Waktu Mulai: Proyek akan dimulai pada akhir Oktober 2025, diprioritaskan di daerah yang memiliki masalah sampah besar.

  • Nilai Investasi: Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwijaya, menyebut nilai investasi per 1.000 ton sampah diperkirakan mencapai Rp3 triliun. Total investasi ini bersumber dari Danantara, swasta, dan/atau pemerintah daerah melalui proses tender terbuka.

  • Mekanisme Bisnis: Energi listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh PLN.

  • Dampak Ekonomi: Proyek ini diperkirakan akan menyerap 1.000 tenaga kerja langsung pada fase konstruksi.

B. Antam Setor Modal Rp2,6 T untuk Hilirisasi Nikel di Maluku Utara

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyuntikkan modal sebesar Rp2,6 triliun kepada anak usahanya, PT Feni Haltim (FHT), untuk proyek Hilirisasi Nikel di Buli, Maluku Utara.

  • Tujuan Dana: Dana tersebut, bersama dengan setoran modal Hongkong CBL LTD (HKCBL) sebesar Rp3,95 triliun (total Rp6,55 triliun), akan digunakan untuk membangun pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan kawasan industri. FHT juga akan membangun pabrik High-Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan yang sama.

  • Kepemilikan Saham: Setoran modal ini mempertahankan komposisi kepemilikan Antam sebesar 40% dan HKCBL sebesar 60% di FHT.

  • Strategi: Proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis yang mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.


2. Transformasi Digital dan Komitmen Industri Halal

A. Kemenperin Kantongi Komitmen Investasi Rp7,2 T di Industri Halal

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengantongi komitmen investasi sebesar Rp7,2 triliun dalam ajang Halal Indo 2025 Industrial Festival (25–28 September 2025).

  • Cakupan Investasi: Mencakup pembangunan sarana/prasarana, pengembangan kawasan industri halal, hingga promosi produk halal global.

  • Nilai Transaksi: Nilai transaksi pameran tercatat Rp7,7 miliar, naik 5 kali lipat dari capaian tahun 2024 (Rp1,3 miliar).

  • Komitmen Pemerintah: Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti kesepakatan guna memperkuat daya saing industri halal Indonesia di pasar global.

B. Smesco Manfaatkan AI untuk Transformasi UMKM

Pemerintah meyakini potensi ekonomi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) akan sangat menguntungkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama untuk perluasan pemasaran.

  • Kerja Sama: Lembaga Layanan Pemasaran UMKM Smesco Indonesia menjalin kerja sama (MoU) dengan Media Wave untuk mendukung percepatan transformasi digital UMKM.

  • Tantangan UMKM: Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh tantangan mendasar UMKM, yaitu kesenjangan akses teknologi, keterbatasan kapasitas SDM digital, dan tingginya biaya implementasi sistem digital.

  • Harapan: Direktur Utama Smesco Indonesia, Dodi Ahmad Syah Matondang, berharap penggunaan AI dapat meningkatkan daya saing, bahkan menghasilkan output dua hingga lima kali lebih cepat. Smesco juga akan membuat dashboard khusus untuk memonitor perkembangan bisnis UMKM.


3. Akuisisi Korporasi dan Kebijakan Sektor ESDM

A. Astra Akuisisi Mega Manunggal Properti Senilai Rp3,35 Triliun

PT Astra Internasional Tbk (ASII) secara resmi merampungkan akuisisi atas PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) dengan nilai transaksi total mencapai Rp3,35 triliun.

  • Pengendali Baru: Entitas usaha Astra, PT Saka Industrial Arjaya (SIA), mengambil alih 83,67% saham MMLP pada 30 September 2025, menjadikan SIA sebagai pengendali baru MMLP.

  • Harga Saham: Transaksi akuisisi ini dihargai Rp580,6 per saham, sedikit di atas harga pasar.

  • Strategi Astra: Wakil Presiden Direktur Astra, Rudi, menjelaskan bahwa ekspansi ke bisnis pergudangan adalah bidikan penting untuk pertumbuhan jangka panjang, memperkuat portofolio Astra di sektor infrastruktur dan diversifikasi usaha, setelah sebelumnya juga masuk ke sektor kesehatan.

B. Pemerintah Tidak Dapat Memaksa Swasta Beli BBM Murni ke Pertamina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui masih ada badan usaha swasta yang belum menyepakati pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) murni dari PT Pertamina (Persero).

  • Posisi Pemerintah: Wakil Menteri ESDM, Yulio Tanjung, menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memaksa badan usaha swasta untuk membeli BBM murni dari Pertamina karena proses ini didasarkan pada prinsip bisnis ke bisnis (business to business).

  • Fasilitasi: Posisi pemerintah hanyalah sebagai fasilitator kerja sama antara Pertamina dengan badan usaha swasta.

  • Kondisi: Terdapat satu dari lima badan usaha swasta yang belum menyepakati pembelian tersebut. (*)

Klik:

No comments: