SURABAYA – Agus Wahyudi, Pemimpin Redaksi PWMU.co, di Pelatihan Manajemen Reputasi Digital (Sabtu, 11/10/2025) memaparkan rencana aksi tindak lanjut untuk mengatasi krisis reputasi digital di tingkat daerah. Ia memulai dengan reality check yang jujur: media-media Persyarikatan di daerah (PDM/PCM) saat ini menghadapi krisis sumber daya manusia (SDM) yang parah.
"Seorang yang menggawangi website itu, dia itu seorang guru ngaji, yang menulis tafsir, yang cari berita sendiri, menulis sendiri, yang di-edit sendiri. Bagaimana dia bisa konsisten?" tanyanya.
Kondisi ini menyebabkan kesenjangan konten yang ekstrem: rata-rata media daerah hanya mampu memproduksi 1-3 berita per hari, bahkan ada yang hanya 10 berita dalam dua bulan, jauh tertinggal dari kompetitor utama seperti Kompasiana yang mampu menghasilkan hingga 1.000 konten per hari dari jurnalisme warga.
1. Framework PESO dan Prioritas Konten
Agus Wahyudi memperkenalkan model PESO sebagai kerangka kerja untuk memanfaatkan seluruh platform media:
Paid Media: Membayar platform eksternal (iklan) untuk mempromosikan konten terbaik.
Earned Media: Liputan organik dari pihak eksternal (tanpa pembayaran), seperti review atau ulasan.
Shared Media: Perbincangan dan pembagian konten secara sukarela di media sosial oleh khalayak.
Owned Media: Saluran komunikasi resmi milik lembaga (website, media sosial internal).
Ia menekankan filosofi utama: Konten adalah King, Media Sosial adalah Pong. Konten harus menjadi raja, dan fokusnya adalah membuat konten yang menginspirasi, menyentuh, dan membuat orang senang, sehingga memicu Shared Media (pembagian secara sukarela).
2. Strategi User Generated Content (UGC) untuk Volume
Untuk mengatasi keterbatasan SDM dan meningkatkan volume konten secara drastis, PWM Jatim didorong untuk mengadopsi model User Generated Content (UGC) atau Jurnalisme Warga.
UGC memungkinkan anggota Persyarikatan di tingkat akar rumput untuk mendaftar dan mempublikasikan tulisan mereka secara langsung, seperti yang dilakukan oleh platform besar:
| Platform | Model Penerapan | Kelebihan |
Kompasiana/Kumparan | Jurnalisme Warga | Proses terpendek, publikasi instan (tidak menunggu editor), kontrol penuh pada penulis. |
Revision (Republika) | Citizen Jurnalism | Lebih ringkas, fokus pada isu yang related dengan publik modern. |
Keunggulan Model UGC:
Proses Terpendek: Konten dapat dipublikasikan dalam waktu singkat (kurang dari 15 menit), tanpa menunggu antrian editorial.
Kontrol Konten: Penulis memiliki kendali penuh untuk memperbaiki dan mengubah tulisan, foto, atau caption kapan saja.
Backlink & Traffic: Memungkinkan penambahan backlink ke website daerah untuk mengarahkan lalu lintas (traffic) ke sumber resmi.
3. Mengubah Sudut Pandang (Angle) Menjadi Kisah Inspiratif
Strategi terpenting adalah mengubah angle atau sudut pandang berita. PDM/PCM harus berhenti menulis berita yang hanya fokus pada "apa yang terjadi" (misalnya: Pondok Ambruk) dan beralih ke angle humanis yang dekat dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Contoh Perubahan Angle:
| Isu/Kejadian Umum | Judul/Angle Konvensional (Jenuh) | Judul/Angle Humanis (Inspiratif) |
Pertandingan Sepak Bola Timnas | Timnas Kalah vs Vietnam 2-1 | Dua Mahasiswa Muhammadiyah Tampil Ngelot di Timnas |
Bantuan Bencana Alam | LazisMU Bantu Warga Korban Bencana | LazisMU Gerak Cepat, Salurkan 1.000 Kabel Logistik untuk Warga Korban Erupsi |
Kegiatan Warga Biasa | Jamaah Muhammadiyah X Sedekah | Kisah Penjual Makanan Keliling, Setiap Minggu Sisihkan Rp 50.000 untuk Infaq |
"Daerah itu banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang sebenarnya sangat inspiratif ditulis, tetapi kita mengabaikan begitu saja, kita anggap biasa," ujarnya.
4. Teknik Penulisan: Judul Menggoda dan Piramida Terbalik
Agus Wahyudi menyarankan dua teknik penulisan dasar untuk meningkatkan keterbacaan (click-through rate):
Judul Menarik (Menggoda): Hindari judul yang hanya mencantumkan nama kegiatan (misalnya: Kajian BBM). Gunakan judul yang memiliki angka atau kata kunci kuat (misalnya: Belajar Digital Marketing, Pelaku UMKM Mahasiswa, Naik Kelas).
Struktur Piramida Terbalik (Inverted Pyramid): Selalu tempatkan informasi paling penting (5W/1H) di paragraf pertama, lalu ikuti dengan detail penting, dan akhiri dengan informasi tambahan/latar belakang. Mulai paragraf dengan kalimat-kalimat pendek (10-15 kata) untuk menarik perhatian pembaca.
Agus Wahyudi menutup dengan ajakan agar seluruh anggota Persyarikatan, didukung oleh pengawasan dari Pimpinan Wilayah (seperti yang dibocorkan Bu Zaidie), memulai inisiatif digital ini secara mandiri dan konsisten.
Strategi UGC adalah cara cepat untuk memobilisasi anggota PDM/PCM agar aktif menyumbang konten. Apakah Anda ingin mencoba membuat draf kebijakan internal untuk penerapan User Generated Content di website daerah Anda? (*)
Penulis: Firnas Muttaqin, Kota Pasuruan
No comments:
Post a Comment