Friday, October 31, 2025

Sholat: Identitas dan Pintu Taubat Nasuha Menuju Jannah

Ustadz Abdillah Ikbar Mengupas Rahasia Ruku' dan Sujud di Masjid At-Taqwa Pasuruan

PASURUAN, 31 Oktober 2025 — Ustadz Abdillah Ikbar dalam Khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi sholat lima waktu. Beliau menekankan bahwa sholat, terutama gerakan rukuk dan sujud, adalah manifestasi fisik dan spiritual dari taubat (pertobatan) seorang hamba kepada Allah SWT.

Khutbah dibuka dengan penekanan pada kalimat zikir yang mengandung permohonan ampunan, yang minimal diulang sebanyak 51 kali dalam sholat lima waktu. Kalimat indah yang diucapkan dalam rukuk dan sujud ini, kata Ustadz Abdillah, adalah bentuk pengakuan dan permohonan ampun terbaik yang diucapkan seorang hamba.

Beliau menyandingkan amalan sholat dan sujud ini dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an tentang pertobatan yang sungguh-sungguh, atau Taubat Nasuha.

"Rukuk dan sujudnya seorang hamba ketika sholat adalah bentuk taubatnya kepada Allah SWT," ujar Ustadz Abdillah, seraya mengutip firman Allah:

Surah At-Tahrim (66) Ayat 8:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhat (taubat semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Janji Agung bagi Penjaga Sholat

Ustadz Abdillah Ikbar juga mengingatkan jamaah akan janji agung Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang menjaga sholat lima waktu. Janji ini datang sebagai motivasi besar bagi setiap muslim yang beriman dan bertakwa untuk senantiasa melaksanakan sholat dan bersujud di hadapan-Nya.

Beliau menukil sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:

Hadis Riwayat Abu Dawud, Nomor 366:

Dari Sa’id bin Al-Musa’ib, berkata bahwa Abu Qatadah bin Rib’iyyin mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman: "Sesungguhnya, Aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan Aku berjanji, bahwa barang siapa yang menjaga waktu-waktunya, pasti akan Aku masukkan ke surga, dan barang siapa yang tidak menjaganya, maka dia tidak akan mendapatkan apa yang Aku janjikan."

Lebih lanjut, khatib juga menyinggung tentang keutamaan zikir, yang ringan diucapkan namun memiliki timbangan berat di sisi Allah. Kalimat tasbih yang dimaksud adalah "Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'Adzim."

Sholat sebagai Identitas Akidah

Menutup khutbahnya, Ustadz Abdillah Ikbar menegaskan kembali bahwa sholat bukan hanya sekadar ibadah yang wajib dilaksanakan, melainkan juga merupakan bentuk identitas akidah umat Muslim.

"Dengan demikian, sudah jelas, hamba-hamba yang senantiasa sholat, mengerjakan sholat lima waktu, adalah hamba-hamba yang senantiasa sujud di hadapan Allah SWT, seraya memuji, mengagungkan, dan memohon ampun kepada-Nya," pungkas beliau.

Ustadz Abdillah Ikbar menyerukan agar seluruh jamaah menjadikan sholat lima waktu sebagai kebiasaan (habit) yang dilaksanakan dengan ikhlas dan tepat waktu, bukan hanya sekadar kewajiban yang terasa memberatkan. Dengan begitu, sholat akan menjadi tiang agama yang kokoh, mengantarkan pelakunya menuju kemuliaan di dunia dan akhirat. (*)

Ella Rizki Bawa Koperasi Nira Lestari Go International

Di tengah pro-kontra program koperasi, topik koperasi kembali menjadi pembicaraan publik. Selama ini, koperasi sering dianggap sebagai kegiatan usaha yang konvensional, ketinggalan zaman, dan tidak menarik bagi anak muda. Namun, ada perspektif berbeda yang dibawa oleh seorang anak muda yang berhasil mengembangkan koperasi dengan gaya dan model bisnis kekinian. Sosok itu adalah El Rizki.

SESI WAWANCARA DENGAN EL RIZKI

Andy:"Ela, terima kasih sudah hadir. Silakan duduk. Ela berasal dari mana?"
El Rizki: "Asal saya dari Dusun Semen, Trenten, Candi Mulyo, Magelang."
Andy: "Dusun yang jalannya berliku, sempit, dengan tebing dan jurang. Umurmu berapa sekarang?"
El Rizki: "30."
Andy: "Pendidikan apa?"
El Rizki: "S3 Kimia di UK."

Mengawali Kiprah di Koperasi

Andy: "Jadi, Ella aktif di koperasi?"
El Rizki: "Iya betul, Bang Andy. Tahun 2017, saat semester 7 S1, saya sudah terjun ke koperasi. Saya terinspirasi film tentang HOS Cokroaminoto yang menggambarkan koperasi sebagai sesuatu yang keren dan memerdekakan. Saya pun ingin menjadi pahlawan idealis. Pada 2017, kami mengaktifkan kembali kelompok wanita tani Niraestari dan membentuk Koperasi Niramur. Kami memodernisasinya dengan istilah seperti Rapat Pemegang Saham, CEO, dan Manager, tidak menggunakan istilah lama."
Andy: "Jadi El sebagai apa di situ?"
El Rizki: "Jadi CEO-nya. CEO Koperasi Nira Lestari."
Perkembangan dan Ekspansi Koperasi

Andy: "Sudah berapa lama ngurusin koperasi ini?"
El Rizki: "Dari tahun 2017. Awalnya koperasi primer. Alhamdulillah, bisnis bisa ekspor pada 2020. Karena permintaan banyak, kami ekspansi dengan menggandeng koperasi lain dan memberdayakan petani gula kelapa."
Andy: "Yang diekspor apa?"
El Rizki: "Gula kelapa organik. Kami memberdayakan petani di daerah lain seperti Kulonprogo, Purworejo, Adonara (Flores), Jawa Timur, dan bahkan Malaysia."

TAYANGAN PROFIL EL RIZKI

(Menampilkan perjalanan El Rizki Farihatul Maftuhah yang mengubah wajah desanya. Ia memanfaatkan potensi kelapa dengan mengolah nira menjadi gula semut yang bernilai jual更高. Awalnya menghadapi penolakan dan tengkulak, tetapi lama-kelamaan warga beralih karena melihat keuntungannya. Ela kemudian membentuk Koperasi Kelompok Wanita Tani Niramur pada 2017. Beberapa koperasi primer di bawah induknya pun berdiri di Purworejo (85 anggota), Kulon Progo (233 anggota), dan Flores NTT (2 petani milenial).)

Kembali ke Sesi Wawancara

Andy: "Produknya dijual ke mana saja?"
El Rizki: "Secara lokal di seluruh Indonesia. Untuk ekspor, ke Malaysia, Kanada, Belanda, dan Korea."
Andy: "Berapa banyak anak muda yang jadi pengurus?"
El Rizki: "Secara keseluruhan sekitar 30%. Kami tempatkan anak muda di posisi penting seperti kepala cabang dan manajer. Bahkan, salah satu CSR kami dialokasikan untuk beasiswa anak petani agar terjadi regenerasi. Setiap buka cabang, kami tawarkan empat program CSR: beasiswa anak petani, sembako murah, kesehatan gratis, dan kelestarian lingkungan."

Merebranding Koperasi untuk Anak Muda

Andy: "Bagaimana meyakinkan anak muda bahwa koperasi cocok untuk mereka?"
El Rizki: "Itu masalah rebranding saja. Buktinya, dengan koperasi kita bisa ekspor, bahkan klub Barcelona itu koperasi. Kita rebranding dengan struktur modern: CEO, manajer produksi, manajer keuangan, tidak hanya mengandalkan satu orang ketua. Manajemen yang milenial, Gen Z, dan profesional akan lebih menarik. Ini juga membangkitkan patriotisme; anak muda butuh eksistensi untuk berkontribusi. Koperasi dengan kepemilikan modal bersama, keuntungan bersama, ekonomi kerakyatan yang berkeadilan, adalah jawabannya."

Dukungan Keluarga dan Motivasi

Andy: "Orang tua atau teman tidak mempertanyakan kok dengan pendidikan tinggi malah tertarik mengurus koperasi?"
El Rizki: "Alhamdulillah keluarga dan suami mendukung. Rencana awalnya mungkin ingin ke kota, jadi manajer, tapi rencana Tuhan membawa saya kembali ke desa malah jadi CEO. Saya juga terinspirasi ibu saya yang membentuk kelompok wanita tani. Permasalahan di desa adalah mereka bisa produksi tapi tidak bisa menjual dan mengelola usaha. Kami, anak muda, hadir untuk mengelola potensi SDA dan SDM agar maju. Kasihan petani, keuntungan mereka tipis, selisih harga yang tinggi tidak jatuh ke petani. Kami datang untuk memaksimalkan keuntungan agar mensejahterakan petani sekaligus menjaga harga konsumen di kota tidak terlalu mahal. Jadi, win-win solution."

PENUTUP

Andy: "Sekarang koperasi desa boleh mengajukan pinjaman dengan plafon 3 miliar."


Sumber:

Thursday, October 30, 2025

Pemerintah Kota Pasuruan Apresiasi Kafilah Berprestasi MTQ Jatim dalam Khotmil Quran


Pasuruan, 30 Oktober 2025 – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menggelar acara Khotmil Quran dan pemberian penghargaan kepada para santri dan santriwati yang mengharumkan nama kota dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Jawa Timur di Jember. Acara yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (30/10/2025) ini, merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025.

Atas dedikasi dan prestasi mereka, Kota Pasuruan berhasil menembus 10 besar dari total 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Capaian ini diapresiasi pemerintah melalui pemberian reward yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.

"Alhamdulillah kita bersyukur masih bisa masuk 10 besar. Tentu rasa syukur ini bukan berarti kita cepat puas, melainkan menjadi motivasi untuk terus berlatih agar tahun depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi," ujar Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, atau yang akrab disapa Mas Adi, dalam sambutannya.

Mas Adi menyampaikan kebanggaan dan terima kasihnya kepada seluruh kontingen yang telah berjuang maksimal membawa nama Pasuruan di kancah regional.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Pasuruan, Muchamad Solehudin, dalam laporannya memaparkan daftar penerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa pemberian reward ini merupakan bentuk nyata apresiasi pemerintah atas perjuangan dan pencapaian para kafilah.

*Daftar Penerima Penghargaan:*

Berikut adalah para santri berprestasi yang menerima penghargaan:

1.  M. Lutfi Irkhamni: Juara 1 Kaligrafi Hiasan Mushaf Putra (Rp15 juta)
2.  Sariyyah: Juara 1 Kaligrafi Hiasan Mushaf Putri (Rp15 juta)
3.  Fitri Astuti Baningtyas: Juara 2 Tilawah Quran Golongan Canet (Cacat Netra) - (Rp10 juta)
4.  Madinatul Munawaroh: Juara 3 KTIQ Putri (Rp5 juta)
5.  Lailatul Amelia: Harapan 1 Tilawah Golongan Remaja Putri (Rp3 juta)
6.  Fakhri Dzakwan Zuhdi Al Mazid: Harapan 1 MHQ 5 Juz Tilawah Putra (Rp3 juta)
7.  A. Hamid Zein, Abdallah a'la Hidqil Wafa, dan Al Fakhri Sya'bana Khudzorizqu: Harapan 2 MFQ Putra (Rp7 juta, total untuk tim)
8.  Farkhan Akbar D.: Harapan 2 KTIQ Putra (Rp2 juta)
9.  M. Baqir Al Kaff: Harapan 3 MHQ 1 Juz Putra (Rp1 juta)

Solehudin menyatakan harapannya agar prestasi gemilang ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada even-even MTQ di masa yang akan datang, sekaligus memperkuat semangat religius dan literasi Al-Quran di kalangan generasi muda Pasuruan.

*Keterangan:*
*   KTIQ: Karya Tulis Ilmiah Al-Quran
*   MHQ: Hafalan Al-Quran
*   MFQ: Musabaqah Fahmil Quran (Pemahaman Al-Quran)

Tayang disini
https://mediaonlinenasional.com/pemerintah-kota-pasuruan-apresiasi-kafilah-berprestasi-mtq-jatim-dalam-khotmil-quran/

__

Dedi Mulyadi Pertanyakan Kemitraan Air PDAM-Aqua di Subang: "Dasar Hukumnya Apa?


TANJUNGSARI, JAWA BARAT– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kemitraan antara PDAM Kabupaten Subang dan PT Tirta Investama (Aqua) terkait pemanfaatan sumber air. Pemeriksaan yang berlangsung secara mendalam ini menyoroti aspek legalitas, keadilan, dan dampaknya bagi masyarakat.

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan PDAM Subang dan manajemen Aqua ini membongkar kompleksitas sejarah pengambilan air dari kawasan tersebut. Dedi Mulyadi secara sistematis mengurai masalah, dimulai dari kualitas air hingga pada inti persoalan: pembayaran yang dilakukan Aqua kepada PDAM meski tidak menerima pasokan air.

Kualitas dan Kategori Sumber Air

Pembahasan diawali dengan pertanyaan mendasar mengenai kualitas air dari berbagai sumber yang digunakan. Dedi menanyakan perbandingan kualitas mata air alami, sumur bor sedalam 30 meter, dan sumur bor 120 meter.

"Kalau kualitas airnya sama, standar parameternya sama, tetapi keberlangsungan kualitasnya lebih lama dan lebih terproteksi dari cemaran itu yang lebih dalam. Jadi yang lebih dalam, 130 meter itu, kualitas airnya bisa bertahan lama," jelas perwakilan teknis.

Lebih lanjut, Dedi mempertanyakan status legal sumur bor dalam tersebut. Dia menegaskan bahwa berdasarkan peraturan, air yang diambil melalui pengeboran dan tidak keluar secara alami dikategorikan sebagai air tanah dalam, bukan mata air. Dengan demikian, klaim Aqua bahwa produknya berasal dari "mata air pegunungan" dipertanyakan validitasnya.

Kejanggalan Kemitraan dan Pembayaran

Poin kritis terungkap ketika Dedi menyelidiki hubungan bisnis PDAM-Aqua. Dari penelusurannya, terungkap bahwa Aqua membayar PDAM Subang sekitar Rp 600-800 juta per bulan. Yang mengejutkan, pembayaran ini bukan untuk pembelian air melalui pipa PDAM, karena Aqua telah memiliki sumber dan jaringan pipanya sendiri sejak melakukan pemisahan jaringan pada masa lalu.

"Dasar hukumnya apa? Kalau perusahaan punya areal sendiri, ngebor sendiri, pengeborannya vertikal, berarti tidak lagi mengambil air PDAM. Kenapa masih bayar?" tanya Dedi dengan tegas.

Perwakilan PDAM menjelaskan bahwa pembayaran tersebut bermula dari sejarah lama, di mana pada tahun 1990-an, PDAM sudah memiliki izin pengambilan air (SIPA) di lokasi tersebut. Aqua yang kemudian beroperasi diajak kerja sama. Karena keterbatasan regulasi BUMD kala itu, akhirnya disepakati bentuk kerja sama berupa penjualan air curah dari PDAM kepada Aqua.

Namun, dalam perkembangannya, Aqua membangun sumur dan jaringan pipa sendiri di dalam tanah miliknya. Meski klaim Aqua bahwa sumber airnya mandiri, PDAM tetap menerima pembayaran yang kini dianggap Dedi Mulyadi sebagai bentuk "kompensasi" yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

"Ini bahaya secara hukum. Bisa kategori seperti preman. Ini dasarnya apa?" sergah Dedi.

Dia menyoroti bahwa PDAM Subang terlihat sangat bergantung pada pendapatan pasif ini. "PDAM enggak ngapa-ngapain, dapat Rp 600 juta. Air tinggal diambil. Itu perusahaan PDAM cukup dari situ saja sudah untung," ujarnya.

Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan

Gubernur kemudian beralih pada persoalan keadilan. Dia mempertanyakan mengapa dana ratusan juta per bulan itu tidak dialihkan untuk memperluas jaringan air bersih bagi masyarakat sekitar pabrik yang hingga kini belum sepenuhnya terlayani.

"Jangan sampai PDAM menikmati uang Rp 600 juta setiap bulan, sementara warga di sekitarnya mandi pakai air sawah," kritik Dedi.

Dia menambahkan, kepentingan Pemprov Jabar hanya tiga: rakyat tidak boleh kekurangan air, lingkungan harus terjaga, dan infrastruktur harus baik. "Kalau ngomong pajak, kita enggak kebagian apa-apa. Pajak air tanah kan untuk kabupaten," imbuhnya.

Langkah Ke Depan

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dia tidak akan mengambil keputusan berdasarkan politik, melainkan profesionalisme. Untuk itu, dia akan meminta tim independen dari ITB dan IPB untuk mengkaji masalah ini secara mendalam, termasuk audit terhadap perjanjian dan aliran dana.

"Saya biasa begitu. Enak tidak pernah mengambil keputusan dasarnya politik. Saya selalu mengambil keputusan dasarnya profesional," pungkasnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan kejelasan hukum dalam pengelolaan sumber daya air, serta mendesak adanya evaluasi mendalam terhadap kemitraan antara BUMD dan perusahaan swasta untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. (*)

Sholat sebagai Pilar Pembentuk Karakter Muslim Berkualitas


PASURUAN, 30 OKTOBER 2025 — Sholat bukan sekadar ritual penggugur kewajiban, melainkan sebuah instrumen spiritual dan sosial yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk karakter seorang Muslim. 

Hal ini ditegaskan oleh Ustadz Dadang Prabowo dalam ceramahnya yang bertajuk “Dampak Sholat dalam Membentuk Pribadi Muslim yang Berkualitas” di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, pada Kamis malam (30/10/2025).

Di hadapan para jamaah, Ustadz Dadang menekankan bahwa sholat adalah pintu utama untuk meraih kecintaan dan perlindungan (hidayah) dari Allah SWT, yang akan menjaga seorang hamba dari segala perbuatan keji dan mungkar.

Tiang Agama dan Tameng Kemungkaran

Ustadz Dadang memulai ceramahnya dengan menegaskan kedudukan sholat sebagai amal teragung yang dicintai Allah, selain amal wajib lainnya. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sholat adalah tiang agama. Barangsiapa menegakkannya, maka ia menegakkan agama. Dan barangsiapa meninggalkannya, maka ia meruntuhkan agama.

”Bahkan, menurutnya, ancaman bagi yang meninggalkan sholat sangatlah tegas, merujuk pada hadits yang menyatakan bahwa sholat adalah perjanjian antara Muslim dan non-Muslim.Poin sentral yang diangkat adalah fungsi sholat sebagai penangkal moral. Merujuk pada QS. Al-Ankabut: 45, beliau menjelaskan, “Dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” 

Ia menyoroti, sholat yang khusyuk harusnya mampu membentengi pelakunya dari godaan dosa di luar masjid.

Empat Pilar Karakter yang Dibentuk Sholat

Ustadz Dadang merinci empat dampak praktis sholat dalam membentuk pribadi Muslim yang berkualitas:

1. Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin (Tazkiyatun Nufus)

Sholat mensyaratkan bersuci (wudhu), yang melatih kebersihan badan, pakaian, dan tempat. Namun, kebersihan yang dimaksud bersifat komprehensif, mencakup kebersihan batin dari penyakit hati seperti syirik, dengki, dan iri hati. 

Ustadz Dadang menyayangkan realitas bahwa nilai kebersihan ini belum sepenuhnya terinternalisasi, tercermin dari masalah kebersihan lingkungan yang masih sering dijumpai. “Iman harus terwujud dalam kehidupan nyata, dimulai dari membuang sampah pada tempatnya,” tegasnya.

2. Membentuk Kesadaran Muraqabah

Sholat merupakan momen terdekat hamba dengan Tuhannya, terutama saat sujud. Kualitas sholat akan membawa seseorang pada level ihsan, yaitu beribadah seolah melihat Allah, atau yakin bahwa Allah melihat kita. Keyakinan inilah yang melahirkan muraqabah, yaitu kesadaran dan perasaan selalu diawasi Allah SWT di setiap waktu dan tempat. Hal ini didukung oleh firman Allah dalam QS. Al-Hadid: 4 dan QS. Al-Mujadilah: 7. 

Kisah santri yang gagal menyembelih ayam karena merasa diawasi Allah menjadi ilustrasi kuat akan hakikat muraqabah ini.

3. Melatih Disiplin Waktu yang Ketat

Setiap sholat fardhu telah ditetapkan waktunya secara spesifik. Ustadz Dadang menyoroti bahwa kedisiplinan waktu adalah kunci kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. “Dalam Al-Qur’an, Allah banyak bersumpah dengan waktu (seperti Wal-‘Asr), menunjukkan betapa berharganya waktu. Bagi Muslim, waktu adalah iman dan amal saleh,” jelasnya. 

Sholat mengajarkan umat Islam untuk patuh pada jadwal yang ketat dan tidak menunda-nunda amal.

4. Menumbuhkan Semangat Berjamaah dan Persatuan (Ukhuwah Islamiyah)

Sholat berjamaah di masjid menjadi simbol persatuan dan kekuatan kolektif umat Islam. Ustadz Dadang menyayangkan kondisi di era modern ini di mana ukhuwah islamiyah sering terkikis oleh sekat-sekat nasionalisme atau golongan. Ia mengingatkan bahwa ikatan yang sejati adalah aqidah dan taqwa, bukan suku atau bangsa. Ia mengutip hadits yang mewanti-wanti: “Berjama’ahlah kalian, karena sesungguhnya serigala itu hanya memakan domba yang jauh dari kawanannya,” menekankan bahwa pertolongan Allah selalu menyertai jamaah yang bersatu bagai satu bangunan kokoh.

Refleksi Akhir

Menutup ceramah, Ustadz Dadang mengajak jamaah Masjid At-Taqwa untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap ibadah sholat masing-masing. “Apakah sholat kita telah berhasil membersihkan lahir batin kita? Mendisiplinkan waktu kita? Dan menguatkan persaudaraan kita?” tanyanya retoris.

Intinya, sholat yang benar harus menjadi motor penggerak untuk membentuk pribadi yang paripurna, tidak hanya saleh secara individual, tetapi juga mampu berkontribusi bagi kemaslahatan umat dan mencerminkan akhlak yang rahmatan lil ‘alamin. (*)

Firnas Muttaqin

Martin Lings, Filsuf Muslim dari Inggris

Martin Lings, Filsuf Muslim dari Inggris, penulis biografi Nabi Muhammad
Bagi pencinta biografi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, nama Martin Lings tentu tidak asing di telinga. Salah satu bukunya, *Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik Terawal* (judul asli: *Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources*), telah menjadi salah satu buku sejarah Islam terlaris sepanjang masa sejak diterbitkan pada 1983. Biografi Nabi Muhammad karya Lings masih dicetak hingga hari ini.
Martin Lings bukan hanya penulis buku Islam yang terkenal, tetapi juga seorang filsuf Muslim ternama dari Barat. Tidak hanya hebat, latar belakang dan kehidupan Martin Lings juga mengandung banyak fakta menarik, seperti dilaporkan dari berbagai sumber. Berikut adalah lima fakta menarik tentang Martin Lings:

1. Seorang Mualaf
Martin Lings terlahir dari keluarga Protestan di Burnage, Lancashire, Inggris pada tahun 1909. Lings baru memeluk Islam ketika usianya sekitar 31 tahun. Saat itu, Lings memutuskan untuk masuk Islam setelah mengunjungi salah seorang temannya, yaitu Frithjof Schuon, yang tinggal di Mesir. Schuon saat itu bekerja sebagai dosen di Universitas Kairo sekaligus asisten bagi filsuf Prancis terkenal yang juga mualaf, René Guénon. Namun, saat Lings berkunjung ke Mesir, Schuon meninggal dalam sebuah kecelakaan. Akibatnya, Lings diminta untuk menggantikan posisi Schuon di Universitas Kairo. Sejak saat itu, Lings mulai mempelajari bahasa Arab, Islam, dan Sufisme. Setelah itu, Lings merasa bahwa Islam bukan hanya sekadar agama, tetapi juga pedoman hidup manusia. Sejak itulah, Lings memutuskan untuk memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abu Bakar Siraj ad-Din.

2. Mendapat Pendidikan dalam Sastra Inggris dan Bahasa Arab
Lings tercatat pernah mempelajari Sastra Inggris di Clifton College dan Magdalene College, Oxford. Bahkan saat belajar di Magdalene, Lings berteman baik dengan penulis terkenal Inggris, C.S. Lewis. Kemudian, setelah mendapatkan gelar sarjananya, Lings pindah ke Eropa dan mengajar Bahasa Anglo-Saxon dan Inggris Pertengahan di Universitas Vytautas Magnus di Lithuania. Sekitar tahun 1952, Lings kembali ke Inggris dan mempelajari bahasa Arab di University of London. Di universitas inilah Lings meraih gelar Bachelor dan PhD. Bahkan, tesis Lings yang membahas salah satu sufi terkenal Aljazair, yaitu Ahmad al-Alawi, menjadi dasar bagi salah satu bukunya yang terkenal, *A Sufi Saint of the Twentieth Century*.

3. Menghabiskan 30 Tahun Hidupnya untuk Menulis Buku
Selama kurang lebih 30 tahun, Lings dikenal sebagai penulis buku dan guru yang sangat aktif. Lings tercatat telah menerbitkan setidaknya 18 buku selama hidupnya. Beberapa buku Lings yang terkenal antara lain:
- Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources (1983)
- Shakespeare in the Light of Sacred Art (1966)
- The Quranic Art of Calligraphy and Illumination (1976)
- A Sufi Saint of the Twentieth Century (1993)

Bahkan, biografi Nabi Muhammad karyanya dianggap sebagai sebuah mahakarya dan biografi Nabi Muhammad terbaik di dunia.

4. Pencinta Shakespeare
Lings bisa dikatakan sebagai penggemar salah satu penulis terhebat dunia, William Shakespeare. Selain berkecimpung di bidang Sufisme, Lings juga merupakan penggemar aktif karya-karya Shakespeare. Kontribusi Lings dalam kajian karya Shakespeare sangat banyak. Bahkan saat masih di Mesir, Lings mengajar bahasa Inggris di Universitas Kairo dan sering mementaskan sandiwara karya penyair Inggris. Tidak hanya itu, beberapa bukunya seperti *The Secret of Shakespeare: His Greatest Plays Seen in the Light of Sacred Art* (1998) dan *The Sacred Art of Shakespeare: To Take Upon Us the Mystery of Things* (1998) dianggap sebagai buku yang berhasil mengkaji makna karya Shakespeare dan aspek spiritualnya.

5. Pernah Diusir dari Mesir
Bagi Lings, Mesir telah menjadi rumah keduanya. Selama lebih dari satu dekade, Lings tinggal bersama istrinya, Lesley Smalley, di Mesir. Namun, sebelum Revolusi Abdul Nasser mencapai puncaknya, berbagai protes anti-Inggris merajalela di Mesir. Tiga rekan Lings saat itu bahkan tewas karena protes berdarah tersebut. Akibatnya, sekitar tahun 1952, Lings dan istrinya terpaksa meninggalkan Mesir dan kembali ke kampung halamannya di Inggris.

Itulah lima fakta menarik tentang Martin Lings, penulis biografi Nabi Muhammad yang paling terkenal. Lings bukan hanya seorang yang jenius, ia juga seorang yang religius.

Bimbingan Tuhan untuk Seorang Penyair

Menyebut nama Abu Bakar Siraj ad-Din, mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Ketika nama Martin Lings disebut, tentu hanya sebagian Muslim yang mengetahuinya. Namun, bagi kebanyakan santri, peneliti, dan tokoh Muslim, nama Martin Lings sangat populer karena tulisan dan karyanya mampu menginspirasi banyak orang dalam mempelajari Islam. Bahkan, penulis ini dulunya adalah seorang Kristen yang taat. Berkat bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ia memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Salah satu karyanya yang fenomenal berjudul *Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik Terawal* ( *Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources*), diterbitkan pada 1983. Buku yang berisi biografi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ini dipersembahkan untuk pemimpin Pakistan, Zia-ul-Haq. Dengan gaya bercerita yang halus dan mudah dipahami, Martin Lings mampu menyajikan sejarah hidup dan perjalanan seorang figur inspiratif bagi dunia, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ia menuliskannya dengan sangat detail dan menakjubkan bagi banyak kalangan. Buku ini dinilai sebagai salah satu biografi Nabi Muhammad terbaik yang pernah diterbitkan. Tentu hanya seseorang dengan kemampuan khusus yang dapat menghasilkan buku yang berkualitas dan menyentuh. Itulah yang dilakukan Martin Lings.

Karena kecintaannya pada Uswatun Hasanah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, banyak pembaca memuji karya cendekiawan Inggris ini. Orang-orang menyebutnya sebagai "a tour de force", sebuah karya yang tak tertandingi, ditulis dari perspektif seorang sarjana-sejarawan yang juga mempraktikkan Islam dalam keseharian. Buku itu dengan cepat menjadi terkenal dan menjadi salah satu bacaan wajib tentang kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam 10 bahasa dan menerima sejumlah penghargaan dari dunia Islam.
Profesor Hamid Dabashi dari Columbia University mengungkapkan kekagumannya saat membaca buku *Muhammad* karya Lings: "Kita akan mampu merasakan semacam efek kimiawi pada narasi dan komposisi bahasa, yang dipadukan dengan ketepatan dan gairah sang Penyair. Lings adalah sarjana-penyair," katanya.

Selain buku di atas, nama Martin Lings juga banyak dikenal dari berbagai karyanya lainnya, termasuk terjemahan teks-teks Islam, puisi, seni, dan filsafat. Dari tulisannya, Lings sering dibandingkan dengan peneliti seni Swiss-Jerman Titus Burckhardt, filsuf dan metafisikawan abadi Prancis René Guénon, serta sarjana Jerman Frithjof Schuon.

Martin Lings sangat identik dengan seorang sufi yang gigih menyebarkan Islam di Barat melalui tulisan dan artikelnya yang tajam dan kritis. Namun, hal yang paling mengesankan dari Lings adalah hubungan antara karya dengan semangatnya akan keindahan dan kecerahan. Ia mencurahkan jiwa dan hatinya untuk menghasilkan karya yang inspiratif, jelas, dan berkualitas tinggi.

Kini, sang tokoh telah tiada. Pada 12 Mei 2005, Lings menghembuskan nafas terakhirnya di usia 96 tahun di kediamannya di daerah Westerham, County Kent, Inggris. Umat Islam di seluruh dunia berduka atas meninggalnya sufi-penyair modern terkemuka ini.

Latar Belakang dan Perjalanan Menuju Islam

Berasal dari keluarga Kristen Protestan, Lings lahir di Burnage, Lancashire, Inggris pada 24 Januari 1909. Namun, ia menghabiskan masa kecilnya di Amerika Serikat mengikuti ayahnya. Ketika keluarga itu kembali ke Inggris, ia dimasukkan ke Clifton College, Bristol. Kemudian Lings melanjutkan pendidikannya di Magdalene College, Oxford. Ia mempelajari Sastra Inggris dan memperoleh gelar BA pada 1932. Pada 1935, ia memutuskan pergi ke Lithuania untuk menjadi pengajar studi Bahasa Anglo-Saxon dan Inggris Pertengahan di Universitas Kaunas.

Berkenalan dengan Islam

Pada 1939, Lings datang ke Mesir untuk mengunjungi sahabat dekatnya yang kebetulan mengajar di Universitas Kairo. Sahabat ini juga merupakan asisten filsuf Prancis, René Guénon. Namun, selama kunjungannya, sahabatnya itu meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Kemudian, Lings diminta untuk mengisi posisi yang ditinggalkan sahabatnya. Ia menerima tawaran itu. Lings pun mulai aktif mempelajari bahasa Arab dan mendalami Islam. Setelah bersentuhan dengan ajaran Sufi Syaikh Ahmad al-Alawi, ia memutuskan untuk memeluk Islam. Sejak saat itu, ia menjadi pribadi baru dengan nama Abu Bakar Siraj ad-Din.

Bagi Lings, Islam bukan sekadar agama. Islam adalah Pedoman Hidup bagi umat manusia. Ia sangat terkesan dengan Al-Qur'an dan pribadi Nabi Muhammad. Baginya, tidak ada figur yang melebihi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, baik dalam akhlak maupun kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, bukunya yang berjudul *Muhammad: Kisah Hidup Nabi* adalah bukti kecintaannya pada Nabi Muhammad.

Komitmennya pada Islam dibawanya sepanjang hidupnya. Bahkan, 10 hari sebelum meninggal, Lings masih menjadi pembicara di depan 3.000 pengunjung pada acara maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertajuk "Bersatu untuk Nabi" yang diadakan di Wembley, Inggris. Lings mengatakan, itu adalah kali pertama ia berbicara tentang makna kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam 40 tahun terakhir.

Setelah memeluk Islam, Lings menjadi lebih dekat dengan René Guénon yang juga telah memeluk Islam. Ia kemudian menjadi asisten pribadi dan penasihat spiritual Guénon. Saat tinggal di Mesir, ia menikah dengan Lesley Smalley. Keduanya kemudian tinggal di sebuah perkemahan pengungsi dekat piramida. Namun, ketika revolusi anti-Inggris oleh kaum nasionalis yang memicu kerusuhan melanda Mesir, Lings memutuskan untuk kembali ke Inggris pada 1952.

Sekembalinya dari negara di kawasan Afrika ini, ia melanjutkan pendidikannya di School of Oriental and African Studies (SOAS), London hingga meraih gelar doktor. Tesisnya membahas tentang seorang sufi terkenal dari Aljazair, Ahmad al-Alawi, yang kemudian ia terbitkan sebagai buku dengan judul *A Sufi Saint of the Twentieth Century*. Sementara istrinya yang berprofesi sebagai psikoterapis bekerja di bidangnya.

Kemudian pada 1955, ia bekerja sebagai asisten ahli naskah-naskah kuno dari wilayah Timur di British Museum. Ia melakukan pekerjaan ini selama hampir dua dekade. Pada 1973, Lings bekerja merangkap di British Library, di mana ia memusatkan perhatiannya pada kaligrafi Al-Qur'an. Beberapa tahun kemudian, ia menerbitkan karya klasiknya tentang subjek yang sama, yaitu *The Quranic Art of Calligraphy and Illumination* bertepatan dengan Festival Dunia Islam 1976.

Sejak itu, Lings mulai menulis secara rutin. Karya-karyanya selain tentang Sufisme dan buku lainnya termasuk artikel-artikel tentang Sufisme dalam publikasi Cambridge University, *Religion in the Middle East*, dan *The Eleventh Hour: The Spiritual Crisis of the Modern World in the Light of Tradition and Prophecy*, serta banyak artikel untuk jurnal triwulan *Studies in Comparative Religion*. Jurnal ini berkontribusi dalam memperluas wawasan Dunia Barat dalam memahami ketinggian Islam.

Pemuja Shakespeare

Selain berkarya di bidang filsafat, Lings juga aktif di bidang seni. Karya awalnya dalam seni dimulai pada 1944 dengan memproduksi drama Shakespeare. Para pemainnya tidak lain adalah murid-muridnya sendiri. Ia sangat menikmati mempelajari karya sang pujangga. Ketertarikannya pada karya Shakespeare kemudian membawanya, sekitar 40 tahun kemudian, untuk menulis buku berjudul *The Sacred Art of Shakespeare: To Take Upon Us the Mystery of Things*.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya Lings, Putra Mahkota Inggris, Pangeran Charles, bersedia memberikan kata pengantar untuk buku ini. Dalam pengantarnya, Pangeran Charles menulis, "Genius khusus Lings terletak pada kemampuannya untuk menyampaikan, seperti yang tidak dilakukan orang lain sebelumnya, teks-teks dasar yang ia sajikan dalam karya teater ini telah meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi para pencinta seni, tetapi juga bagi pembaca biasa."  (*)


Wednesday, October 29, 2025

Dinkes Pasuruan Galakkan PKG, Deteksi Dini untuk Tekan Anggaran Pengobatan


PASURUAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, Jawa Timur, terus menggencarkan sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Program yang menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif ini dinilai krusial untuk membentuk generasi emas sekaligus menghemat anggaran negara yang kerap habis untuk membiayai pengobatan.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Ahmad Shohib, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Pasuruan, dalam sebuah dialog interaktif, Rabu (29/10/2025). Menurutnya, pola pikir masyarakat yang masih sering mengabaikan deteksi dini perlu diubah.

"Banyak yang takut untuk periksa. Mereka sudah kebayang-bayang yang tidak-tidak. Padahal, justru dengan pemeriksaan kita bisa mendeteksi dini," ujar Shohib, menanggapi kekhawatiran masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatannya.

Ia menekankan bahwa paradigma pemerintah kini telah bergeser dari sekadar membiayai pengobatan ke investasi dalam pencegahan. "Uang akan habis hanya untuk membiayai orang sakit. Pengobatan ya, melakukan pengobatannya. Salah satu bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah tidak merokok. Cukai rokok hanya berapa, tapi untuk mengatasi masalah kesehatan di rumah sakit, waduh, harta berapapun akan habis," tegasnya.
PKG: Investasi Kesehatan yang Komprehensif

Shohib memaparkan, PKG adalah wujud nyata kepedulian negara terhadap warganya. Pemeriksaan yang jika dinilai secara komersial bisa mencapai Rp 1,9 hingga 2 juta per orang ini, kini dapat diakses secara gratis di seluruh Puskesmas.

"Negara tuh udah cinta banget sama warganya. Ulang tahun dikasih kado, kadonya PKG. Sekarang gak harus ulang tahun, dibuka untuk semua setiap saat, setahun sekali," jelasnya.

Pendaftaran PKG dapat dilakukan dengan tiga cara: mengunduh aplikasi *SSM* di Playstore, melalui WhatsApp dengan kata kunci *KADU*, atau datang langsung ke Puskesmas bagi lansia atau yang tidak memiliki gawai.
Sasaran Pemeriksaan dari Bayi hingga Lansia

PKG menyasar semua lapisan usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan:
*   *Bayi Baru Lahir (2 Hari):* Skrining hipotiroid kongenital (SHK), gangguan sel darah merah (seperti thalassemia), kekurangan hormon adrenal, dan jantung bawaan untuk mencegah stunting.
*   *Balita (2 Tahun):* Pemeriksaan thalassemia dan gula darah, serta tumbuh kembang (DDTK).
*   *Anak Sekolah & Remaja:* Menjadi penyumbang terbesar capaian PKG Kota Pasuruan saat ini.
*   *Dewasa Wanita (≥28 Tahun):* Pemeriksaan IVA test dan SADANIS (kanker leher rahim dan payudara).
*   *Dewasa Pria (≥45 Tahun):* Skrining kanker paru, terutama bagi perokok.
*   *Lansia (≥60 Tahun):* Skrining kanker prostat dan usus.
*   *Calon Pengantin (Catin):* Pemeriksaan untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis.

*Tingkat Partisipasi dan Tantangan*

Shohib mengungkapkan capaian partisipasi PKG di Kota Pasuruan hingga akhir Oktober 2025 telah mencapai *35,5%*, sangat dekat dengan target tahunan sebesar 36%. Namun, partisipasi ini masih didominasi oleh anak sekolah dan remaja.

"Untuk CKG bayi target kita 65%, baru tercapai 48,3%. Untuk dewasa, targetnya 35% baru tercapai 27,7%. Sementara lansia, target 50% baru 32,99%," rincinya.

Tantangan terbesar, menurut Shohib, adalah membangun kemauan masyarakat. "Mengajak datang ke Posyandu saja sulit, makanya diajak ke Puskesmas. Yang diinginkan pemerintah hanya satu: kemauan untuk periksa," ajaknya.

Ia mengingatkan, kejujuran dalam mengisi survei skrining awal sangat penting. "Kalau bohong, sama aja bohong. Percuma. Kalau nanti hasilnya jelek, kembalinya ke kita lagi."

Dengan mendeteksi risiko penyakit sedini mungkin, masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama mencegah beban biaya pengobatan yang lebih besar di masa depan. "Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati," pungkas Shohib mengingatkan. (*)

Firnas Muttaqin

https://mediaonlinenasional.com/dinkes-pasuruan-galakkan-pkg-deteksi-dini-untuk-tekan-anggaran-pengobatan/

____

Sorotan Biaya Operasional Gubernur Jatim: Kontroversi Insentif Miliaran dari Pajak Kendaraan



Surabaya – Kedudukan keuangan Kepala Daerah di Jawa Timur menjadi sorotan tajam setelah mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Mathur Khusairi, mengungkap bahwa insentif bulanan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, yang dikenal sebagai Biaya Penunjang Operasional (BPO), jauh melampaui gaji pokok dan didanai oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didominasi oleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Foto: Mathur Khusairi

Dalam dialognya dengan Cak Sholeh yang diunggah di kanal TikTok @caksholeh77, Khusairi mengklaim bahwa BPO yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur setiap bulannya dapat mencapai angka fantastis, hampir Rp 1,7 Miliar, sementara Wakil Gubernur menerima sekitar Rp 610 Juta. Angka ini didapatkan dari perhitungan persentase PAD dan menjadi isu sensitif di tengah kondisi ekonomi masyarakat.
Foto: Cak Soleh
---

Dasar Hukum dan Angka yang Mengejutkan

Pengaturan BPO Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2000. Besaran BPO ditetapkan berdasarkan klasifikasi PAD. Untuk daerah dengan PAD di atas Rp 500 Miliar, BPO ditetapkan paling tinggi sebesar 0,15% dari total PAD.

Perhitungan BPO di Jawa Timur, menurut Khusairi, diatur lebih lanjut dalam Pergub Nomor 14 Tahun 2019 yang kemudian direvisi dengan Pergub Nomor 5 Tahun 2024.

> "PAD kita di 2024 itu 10,8 triliun. ...dikalikan 0,15%. Ketemulah angka akhirnya itu Rp1.626.226.000,00 [per bulan] untuk Gubernur, dan Wakil Gubernur dapat Rp610.000.000,00," ungkap Khusairi.

Pembagian alokasi BPO ini diketahui mengikuti proporsi 65% untuk Gubernur dan 35% untuk Wakil Gubernur. Jumlah ini dibayarkan setiap bulan, membuat insentif ini berkali-kali lipat di atas gaji pokok resmi seorang Gubernur.

Pertanyaan Atas Andil dan Keadilan

Inti dari kontroversi ini adalah korelasi antara penerimaan insentif yang besar dengan peran aktif Kepala Daerah dalam peningkatan PAD. Khusairi mempertanyakan jasa atau kontribusi spesifik Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mendongkrak pendapatan dari PKB.

"Apa sih andilnya Gubernur, Wakil Gubernur kok dapat insentif dari pajak kendaraan bermotor? Padahal dia kan enggak pernah itu ngurak-ngurak masyarakat bayar pajak. Jasanya dia di mana?" tanyanya.

PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) merupakan komponen utama PAD dan dikumpulkan sebagian besar berdasarkan kesadaran masyarakat atau karena ancaman sanksi/tilang oleh aparat penegak hukum, bukan melalui upaya langsung dari pimpinan daerah. Dengan demikian, timbul dugaan kuat bahwa tingginya BPO (Biaya Penunjang Operasional) menjadi alasan utama mengapa permohonan masyarakat untuk program pengampunan (pemutihan) pajak seringkali sulit dikabulkan, karena akan berisiko menurunkan PAD dan secara langsung memangkas insentif pejabat.

---

Pola Komunikasi dan Respons Publik

Isu BPO ini juga dikaitkan dengan pola kepemimpinan dan komunikasi publik. Khusairi menyoroti perbedaan mencolok antara interaksi Gubernur Jatim dengan masyarakat, dibandingkan dengan tokoh publik lain, seperti Dedi Mulyadi di Jawa Barat, yang dikenal rajin turun langsung membantu warga yang kesusahan dengan dana pribadinya.

Menurutnya, Gubernur Jatim cenderung hadir dalam acara seremonial besar yang melibatkan ribuan warga di atas panggung, dan tidak menunjukkan responsivitas dalam penanggulangan kerawanan sosial.

Indikasi ketidakpuasan masyarakat juga terlihat di media sosial resmi Gubernur. Dalam konten-konten yang diunggah, meskipun "likes" bisa mencapai puluhan ribu, kolom komentar justru dipenuhi oleh kritikan pedas (misuh-misuh). Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa dukungan positif (likes) sebagian besar berasal dari buzzer atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim, sementara masyarakat umum secara nyata kurang senang dengan pola kepemimpinannya.

Isu insentif miliaran dari pajak kendaraan bermotor ini kini menjadi bola panas yang perlu direspons secara transparan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama terkait pertanggungjawaban penggunaan BPO yang seharusnya ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan penanggulangan kerawanan sosial masyarakat.

---

Langkah Selanjutnya: Kami akan terus memantau tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait besaran BPO dan tudingan mengenai minimnya kontribusi dalam kenaikan PAD.

https://mediaonlinenasional.com/sorotan-biaya-operasional-gubernur-jatim-kontroversi-insentif-miliaran-dari-pajak-kendaraan/

_

CILOK

Cilok adalah makanan ringan Indonesia berbentuk bulat yang terbuat dari tepung tapioka (aci). Cilok berasal dari Sunda, Jawa Barat, dan merupakan jajanan populer yang dijual oleh pedagang keliling .
 
Berikut informasi lebih lanjut tentang cilok:
 
- Etimologi: Nama "cilok" adalah singkatan dari "aci dicolok", yang berarti "tapioka yang ditusuk" dalam bahasa Sunda .
- Bahan dan Variasi: Cilok umumnya terbuat dari tepung tapioka, air, dan bumbu, lalu direbus hingga matang. Variasi cilok meliputi cilok isi daging, cilok kuah, cilok goang (pedas), dan cilor (cilok yang digoreng dengan telur) .
- Penyajian: Cilok biasanya disajikan dengan saus kacang, kecap manis, sambal, atau kuah kaldu .
- Popularitas: Cilok adalah jajanan yang digemari banyak orang, terutama anak-anak sekolah .

Tuesday, October 28, 2025

Peduli Setara dan Berdaya, Wajah Humanis Jawa Timur Masa Kini*


Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memperkuat komitmennya dalam mewujudkan visi "Peduli Setara dan Berdaya Wajah Humanis Jawa Timur Masa Kini" melalui sinergi program antara Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur.


Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., dan Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Dr. Tri Wahyu Liswati, M.Pd, hadir bersama Ibu Nur Hayati, salah satu penerima bantuan Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Jawara, membahas strategi percepatan penurunan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat rentan, khususnya Perempuan di Radio Suara Surabaya, Senin pagi (27/10/2025).

🎯 *Fokus Dinsos Jatim: Tiga Pilar Program Prioritas*

Ibu Novi (sapaan akrab Kepala Dinsos) menjelaskan bahwa Dinsos Jatim fokus pada tiga isu utama, selain terus berkutat pada masalah pendataan.

1. Pendataan: Mendukung penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang mencakup Desil 1-10 seluruh penduduk se-Indonesia. Data tunggal ini diharapkan membuat program kementerian lebih terpadu dan pengukuran penurunan kemiskinan lebih akurat.

2. Sekolah Rakyat: Mendukung program nasional Sekolah Rakyat, di mana Jawa Timur mengelola 26 lokasi bersama pemerintah kabupaten/kota.

3. Bantuan Sosial (Bansos): Penyaluran bantuan, termasuk Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp300.000 per bulan untuk Oktober, November, dan Desember bagi penduduk yang terdata.

Secara filosofis, program Dinsos beroperasi pada tiga pilar:
• Perlindungan dan Jaminan Sosial (untuk masyarakat rentan yang sudah tidak berdaya).
• Pemberdayaan Ekonomi (peningkatan pendapatan, seperti program untuk pekerja perempuan).
• Penguatan Program di kantong-kantong kemiskinan.

🤱 Putri Jawara: Intervensi untuk Perempuan Kepala Keluarga
Menjawab masalah tingginya angka perempuan yang menjadi tulang punggung utama keluarga (akibat cerai mati, cerai hidup, atau suami sakit/PHK), Dinsos Jatim meluncurkan program Putri Jawara (Perempuan Untuk Tangguh Mandiri Menuju Jawa Timur Sejahtera).

"Angka perempuan pencari nafkah utama terus meningkat. Kalau kita tidak kuatkan, keparahan kemiskinan akan dalam," tegas Ibu Novi.

*KIP Jawara* adalah bentuk perhatian Pemprov Jatim yang responsif gender. Dinsos mengalokasikan bantuan modal usaha (cash transfer) sebesar Rp3 juta kepada penerima yang memenuhi kriteria, yakni: perempuan pencari nafkah utama, produktif, sehat jasmani rohani, dan berada di Desil 1-5 DTSN.

Kutipan Kunci: "Bansos itu sementara, berdaya itu selamanya. Itu yang konsepnya sekarang." – Dra. Restu Novi Widiani, M.M., Kepala Dinsos Jatim.

🤝 *Sinergi Kuat DP3AK: Fokus pada Kelompok Perempuan Rentan*

Ibu Liswati (sapaan akrab Kepala DP3AK), menggarisbawahi kolaborasi erat antar-OPD yang membuat pembangunan Jatim sangat responsif gender, terbukti dengan capaian 5 kali berturut-turut penghargaan Parahita Eka Praya.

DP3AK fokus pada pemberdayaan kelompok perempuan rentan, yang sasarannya meliputi:
• Perempuan penyintas kekerasan.
• Perempuan kepala keluarga (termasuk yang suami tidak bekerja/sakit).
• Janda (cerai mati atau cerai gugat/talak).
• Perempuan dengan kondisi khusus (memiliki anak disabilitas atau lansia yang harus dipenuhi kebutuhannya).

"Kami lakukan assessment karena kebutuhan para perempuan ini berbeda satu dengan yang lainnya, seperti perempuan di tepian hutan, tepian lautan, atau di perkotaan," jelas Ibu Liswati.

Setelah pelatihan dan pendampingan dari DP3AK, para perempuan ini disinergikan dengan Dinsos untuk mendapatkan bantuan permodalan melalui KIP Jawara. Pada tahun pertama ini, sebanyak 40 orang telah lolos KIP Jawara hasil assessment Dinsos.

🎙️ *Kisah Inspiratif Ibu Nur Hayati, Jawara Ojek Online*

Ibu Nur Hayati (56), salah satu penerima KIP Jawara, berbagi kisah perjuangannya sebagai driver ojek online sejak tahun 2016 untuk menafkahi dua putranya setelah suaminya sakit. Berkat usahanya, kedua anaknya berhasil kuliah, salah satunya di UNAIR melalui program Bidik Misi.

Ibu Nur mendapatkan kesempatan bantuan KIP Jawara setelah aktif mengikuti kegiatan pengajian rutin di DP3AK. Bantuan ini memungkinkannya untuk mengembangkan usaha lain, seperti jualan Tahu Bakso.

DP3AK terus memantau dan memberikan pelatihan bertingkat (leveling) kepada penerima manfaat. Contohnya, melalui beauty class yang melatih mereka menjadi Make-up Artist (MUA) agar memiliki keterampilan tambahan selain profesi utamanya, sehingga terjadi peningkatan pendapatan (empowering).

"Kami tetap masih terus dipantau, masih terus ada pemantauan... kami ingin mereka tidak sekedar bisa, tapi menjadi expert," tutup Ibu Liswati. (*)

Penulis : Firnas Muttaqin

Tayang disini:
https://mediaonlinenasional.com/peduli-setara-dan-berdaya-wajah-humanis-jawa-timur-masa-kini/
____


Sunday, October 26, 2025

Gambaran suasana kehidupan di surga dalam Islam

Gambaran suasana kehidupan di surga dalam Islam adalah tempat penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kenikmatan abadi yang dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman dan bertakwa. Di surga, tidak ada kebencian atau iri hati, hanya kedamaian yang abadi. Penghuninya akan mengenakan pakaian terbaik dan menikmati segala jenis buah-buahan serta sungai-sungai yang mengalirkan susu, madu, dan khamar yang lezat .
 
 
Berikut adalah beberapa aspek kehidupan di surga berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis:
 
- Kebun-kebun yang Indah: Surga digambarkan sebagai taman-taman yang luas dan hijau dengan berbagai jenis pohon dan tanaman, serta sungai-sungai yang mengalir di bawahnya .
- Makanan dan Minuman yang Tidak Pernah Habis: Penghuni surga akan menikmati berbagai hidangan lezat yang tidak pernah membuat mereka kenyang atau bosan, termasuk buah-buahan, daging, dan minuman yang menyegarkan. Makanan dan minuman ini sangat suci sehingga tidak ada sisa makanan yang dikeluarkan oleh tubuh setelah mengonsumsinya, hanya keringat yang wanginya kesturi .
- Istana dan Tempat Tinggal yang Indah: Di surga terdapat istana-istana megah dan tempat tinggal yang sangat nyaman. Setiap orang yang masuk surga akan memiliki rumah yang sangat indah dan nyaman, sesuai dengan amal dan ibadah yang mereka lakukan selama hidup di dunia .
- Kedamaian dan Kebahagiaan Tanpa Batas: Surga adalah tempat yang bebas dari segala bentuk kesedihan, penyakit, dan kelelahan. Penghuninya tidak akan merasakan sakit atau penderitaan, melainkan hidup dalam kebahagiaan dan kedamaian yang abadi .
- Bidadari-bidadari yang Cantik: Salah satu gambaran surga yang sering disebutkan adalah adanya bidadari-bidadari yang cantik. Mereka adalah gadis-gadis perawan, penuh cinta, dan sebaya umurnya .
- Melihat Wajah Allah: Kenikmatan terbesar yang Allah sediakan bagi penghuni surga adalah melihat wajah-Nya. Hal ini merupakan kedudukan yang paling tinggi di mata Ahlussunnah .
- Aktivitas Penghuni Surga: Penghuni surga akan bersenang-senang dalam kesibukan mereka, bertelekan di atas dipan-dipan bersama istri-istri mereka, serta memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka minta .
 
Dalil-Dalil tentang Surga
 
- Al-Qur'an Surat An-Nisa Ayat 124: Allah berfirman bahwa siapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dan beriman, akan masuk ke dalam surga dan tidak dizalimi sedikit pun .
- Al-Qur'an Surat Al-Hajj Ayat 23: Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di dalamnya mereka diberi perhiasan berupa gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutra .
- Al-Qur'an Surat Al-Ghashiyah Ayat 8-16: Pada hari itu banyak wajah yang berseri-seri, merasa puas karena usahanya. Mereka dalam surga yang tinggi. Di sana kamu tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Di sana ada mata air yang mengalir, dipan-dipan yang ditinggikan, gelas-gelas yang tersedia, bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar .
- Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 133: Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seperti langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa .
- Hadis Riwayat Muslim: Rasulullah bersabda bahwa di surga ada tenda dari mutiara berlubang, lebarnya enam puluh mil. Setiap sudutnya ada keluarga, dan mereka tidak melihat yang lain. Orang mukmin mengelilingi mereka .
 
Dengan demikian, gambaran surga dalam Islam adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan, kebahagiaan, dan kedamaian abadi, yang dijanjikan bagi mereka yang beriman dan beramal saleh. 

Bagaimana dengan istri di surga?

Dalam Islam, konsep istri di surga memiliki beberapa aspek yang perlu dipahami dengan merujuk pada Al-Qur'an dan hadis. Berikut adalah penjelasannya:
 
- Istri di Dunia yang Saleh: Bagi seorang pria yang masuk surga, istrinya yang saleh di dunia akan menjadi istrinya juga di surga. Ini adalah salah satu bentuk kenikmatan dan keberkahan yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
- Bidadari: Selain istri di dunia, terdapat juga bidadari (hurun 'ain) yang diciptakan oleh Allah khusus untuk penghuni surga. Bidadari digambarkan sebagai makhluk yang sangat cantik, suci, dan selalu menjaga pandangan.
- Jika Wanita Tidak Menikah: Bagi wanita yang tidak menikah selama hidupnya di dunia dan masuk surga, Allah akan menikahkan mereka dengan pria yang mereka inginkan di surga.
- Wanita yang Menikah Lebih dari Sekali: Jika seorang wanita menikah lebih dari satu kali selama hidupnya di dunia, maka di surga ia akan menjadi istri dari suami yang akhlaknya paling baik di antara mereka.
 
Dalil-Dalil tentang Istri di Surga
 
- Al-Qur'an Surat Ar-Rahman Ayat 70-72: "Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang dipelihara di dalam kemah-kemah."
- Al-Qur'an Surat Ad-Dukhan Ayat 54: "Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka hurun 'ain."
- Hadis Riwayat Muslim: Rasulullah bersabda bahwa penghuni surga akan memiliki istri-istri yang cantik jelita dan mereka akan hidup dalam kebahagiaan abadi.
 
Perspektif Tambahan
 
- Kenikmatan yang Sempurna: Konsep istri di surga adalah bagian dari kenikmatan yang sempurna yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Ini adalah bentuk penghargaan atas kesabaran, ketakwaan, dan amal saleh yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
- Kehidupan Keluarga di Surga: Kehidupan keluarga di surga akan lebih sempurna dan harmonis dibandingkan di dunia. Tidak ada perselisihan, iri hati, atau masalah lainnya yang dapat mengganggu kebahagiaan mereka.
 
Dengan demikian, konsep istri di surga mencakup istri-istri yang saleh di dunia, bidadari yang diciptakan khusus untuk penghuni surga, dan pengaturan bagi wanita yang tidak menikah atau menikah lebih dari sekali selama hidupnya di dunia. Semua ini adalah bagian dari kenikmatan abadi yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.

Apakah orang di kehidupan surga tidak ingin punya anak lagi ?

Dalam Islam, mengenai apakah penghuni surga masih menginginkan atau memiliki anak lagi, terdapat beberapa pandangan dan penjelasan berdasarkan hadis dan interpretasi ulama:
 
- Tidak Ada Reproduksi di Surga: Secara umum, dijelaskan bahwa di surga tidak ada lagi proses reproduksi atau kelahiran anak seperti di dunia. Kehidupan di surga adalah kehidupan abadi yang penuh kenikmatan dan bebas dari segala kekurangan duniawi, termasuk proses kelahiran dan pertumbuhan.
- Keinginan yang Terkabul: Meskipun tidak ada reproduksi, terdapat hadis yang menyebutkan bahwa jika seseorang di surga menginginkan seorang anak, maka keinginannya itu akan langsung terkabul. Anak tersebut akan diciptakan dan hadir sesuai dengan kehendaknya, tanpa melalui proses kelahiran.
- Fokus pada Kenikmatan yang Ada: Kehidupan di surga lebih difokuskan pada menikmati segala kenikmatan yang telah disediakan oleh Allah. Penghuni surga akan disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan, sehingga keinginan untuk memiliki anak mungkin tidak lagi menjadi prioritas utama.
 
Dalil dan Penjelasan
 
- Hadis tentang Keinginan Anak di Surga: Terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menjelaskan bahwa jika seorang mukmin di surga menginginkan seorang anak, maka anak itu akan langsung diciptakan sesuai dengan keinginannya.
- Penjelasan Ulama: Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan bahwa Allah memberikan segala yang diinginkan oleh penghuni surga. Namun, hal ini tidak berarti bahwa memiliki anak adalah tujuan utama atau kebutuhan di surga.
 
Perspektif Tambahan
 
- Surga adalah Kesempurnaan: Surga adalah tempat yang sempurna, di mana segala keinginan akan dipenuhi dan tidak ada kekurangan. Namun, kebutuhan dan keinginan penghuni surga mungkin berbeda dengan kebutuhan dan keinginan manusia di dunia.
- Kenikmatan yang Beragam: Kenikmatan di surga sangat beragam dan tidak terbatas hanya pada memiliki anak. Penghuni surga akan menikmati segala jenis makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan hubungan yang harmonis dengan pasangan mereka.
 
Dengan demikian, meskipun secara umum tidak ada reproduksi di surga, Allah tetap memberikan peluang untuk memenuhi keinginan penghuni surga jika mereka menginginkan seorang anak. Namun, kehidupan di surga lebih difokuskan pada menikmati segala kenikmatan yang ada dan bersyukur atas karunia Allah.

Bagaimana kehidupan seksualitas di surga ?

Dalam Islam, kehidupan seksualitas di surga dijelaskan sebagai bagian dari kenikmatan abadi yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu dipahami:
 
- Kesucian dan Kenikmatan yang Halal: Hubungan seksual di surga adalah suci dan halal, bebas dari segala bentuk dosa atau hal-hal negatif yang mungkin ada di dunia. Ini adalah bagian dari kenikmatan yang sempurna dan abadi.
- Pasangan yang Sempurna: Penghuni surga akan memiliki pasangan yang sempurna, baik itu istri atau suami yang saleh dari dunia, maupun bidadari yang diciptakan khusus untuk mereka. Hubungan antara pasangan ini akan penuh cinta, kasih sayang, dan harmoni.
- Kepuasan yang Abadi: Kenikmatan seksual di surga tidak akan pernah habis atau berkurang. Penghuni surga akan merasakan kepuasan yang abadi dan tidak terbatas.
- Tidak Ada Kelelahan atau Bosan: Di surga, tidak ada kelelahan atau kebosanan dalam hubungan seksual. Setiap saat akan terasa baru dan menyenangkan.
 
Dalil-Dalil tentang Seksualitas di Surga
 
- Al-Qur'an Surat Ar-Rahman Ayat 70-72: "Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang dipelihara di dalam kemah-kemah." Ayat ini menggambarkan keindahan dan kesucian bidadari yang menjadi pasangan bagi penghuni surga.
- Al-Qur'an Surat Ad-Dukhan Ayat 54: "Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka hurun 'ain." Ayat ini menyebutkan tentang pemberian hurun 'ain (bidadari) kepada penghuni surga.
- Hadis Riwayat Muslim: Rasulullah bersabda bahwa penghuni surga akan memiliki istri-istri yang cantik jelita dan mereka akan hidup dalam kebahagiaan abadi.
 
Perspektif Tambahan
 
- Kenikmatan yang Sempurna: Seksualitas di surga adalah bagian dari kenikmatan yang sempurna dan abadi yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Ini adalah bentuk penghargaan atas kesabaran, ketakwaan, dan amal saleh yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
- Kehidupan Keluarga di Surga: Kehidupan keluarga di surga akan lebih sempurna dan harmonis dibandingkan di dunia. Tidak ada perselisihan, iri hati, atau masalah lainnya yang dapat mengganggu kebahagiaan mereka.
 
Dengan demikian, kehidupan seksualitas di surga adalah suci, halal, penuh kenikmatan, dan kebahagiaan abadi. Ini adalah bagian dari janji Allah kepada hamba-Nya yang beriman sebagai balasan atas amal saleh mereka di dunia.

bagaimana cara Allah menikahkan penghuni surga dengan bidadari?

Cara Allah menikahkan penghuni surga dengan bidadari adalah bagian dari kekuasaan dan keajaiban Allah yang tidak dapat kita pahami sepenuhnya dengan akal manusia. Namun, berdasarkan pada Al-Qur'an dan hadis, kita dapat memahami beberapa aspek tentang bagaimana pernikahan ini terjadi:
 
- Kehendak Allah: Pernikahan di surga terjadi atas kehendak Allah. Allah menciptakan bidadari dan mempersiapkan mereka untuk menjadi pasangan bagi penghuni surga. Allah juga yang mengatur dan menentukan siapa yang akan menjadi pasangan dengan siapa.
- Penciptaan yang Sempurna: Bidadari diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang sempurna, baik fisik maupun akhlaknya. Mereka adalah makhluk yang suci, cantik, dan penuh cinta. Allah menciptakan mereka khusus untuk menjadi pasangan bagi penghuni surga.
- Tidak Ada Proses Khitbah atau Akad Nikah Seperti di Dunia: Di surga, tidak ada proses khitbah (lamaran) atau akad nikah seperti yang kita kenal di dunia. Pernikahan terjadi secara langsung atas kehendak Allah.
- Kebahagiaan dan Ridha: Penghuni surga akan merasa bahagia dan ridha dengan pasangan yang telah Allah tentukan untuk mereka. Tidak ada paksaan atau ketidakpuasan dalam pernikahan di surga.
 
Dalil-Dalil tentang Pernikahan di Surga
 
- Al-Qur'an Surat Ar-Rahman Ayat 72: "(Bidadari-bidadari) yang dipelihara di dalam kemah-kemah." Ayat ini menggambarkan bahwa bidadari dipelihara dan disiapkan oleh Allah untuk menjadi pasangan bagi penghuni surga.
- Al-Qur'an Surat Ad-Dukhan Ayat 54: "Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka hurun 'ain." Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberikan bidadari sebagai pasangan bagi penghuni surga.
- Hadis tentang Kenikmatan di Surga: Dalam beberapa hadis, Rasulullah menggambarkan kenikmatan di surga, termasuk memiliki pasangan yang cantik jelita dan hidup dalam kebahagiaan abadi.
 
Perspektif Tambahan
 
- Keajaiban dan Kekuasaan Allah: Cara Allah menikahkan penghuni surga dengan bidadari adalah bagian dari keajaiban dan kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Kita tidak dapat memahami sepenuhnya bagaimana proses ini terjadi, tetapi kita yakin bahwa Allah melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan adil.
- Kenikmatan yang Abadi: Pernikahan di surga adalah bagian dari kenikmatan abadi yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Ini adalah bentuk penghargaan atas kesabaran, ketakwaan, dan amal saleh yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
 
Dengan demikian, cara Allah menikahkan penghuni surga dengan bidadari adalah bagian dari kehendak, kekuasaan, dan keajaiban Allah. Pernikahan ini terjadi secara langsung dan memberikan kebahagiaan serta kenikmatan abadi bagi penghuni surga.

Kenapa nabi Muhammad tidak mau menerima shodaqoh, tapi bisa atau mau menerima hadiah? jelaskan dengan dalilnya.

Nabi Muhammad ﷺ tidak menerima sedekah tetapi menerima hadiah karena sedekah dianggap sebagai "kotoran" atau pembersih harta manusia, yang tidak pantas bagi Nabi dan keluarganya, sedangkan hadiah diberikan karena kecintaan atau penghormatan .
 
Berikut penjelasannya beserta dalilnya:
 
- Menjaga Kemuliaan Nabi dan Keluarga: Allah menjaga kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya dari segala kotoran dan dosa, sehingga mereka tidak layak menerima sedekah yang berasal dari harta manusia yang tidak suci. Keluarga Nabi juga diharamkan mengambil zakat karena zakat adalah "kotoran manusia" .

- Hadis tentang Sedekah dan Hadiah: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bertanya tentang makanan yang diberikan kepadanya, "Apakah ini hadiah atau sedekah?" Jika itu sedekah, beliau ﷺ menyuruh sahabatnya untuk memakannya tetapi beliau sendiri tidak makan. Jika itu hadiah, beliau ﷺ menerimanya dan makan bersama mereka .

- Hadis Riwayat Muslim: Dalam sebuah hadis, Hasan, cucu Nabi ﷺ, memasukkan kurma zakat ke mulutnya. Nabi ﷺ menyuruhnya memuntahkannya dan bersabda, "Sesungguhnya tidak halal bagi kita (Nabi dan keturunannya) mengambil sedekah atau zakat" .

- Definisi Hadiah: Hadiah adalah pemberian sebagai kenang-kenangan, penghargaan, atau penghormatan, yang diberikan karena kecintaan atau penghormatan seseorang .

- Anjuran Menerima Hadiah: Dalam Islam, dianjurkan untuk saling memberi hadiah karena dapat meningkatkan tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa saling mencintai. Nabi ﷺ juga menganjurkan untuk tidak menolak hadiah .

- Rasulullah ﷺ Menerima Hadiah dari Non-Muslim: Rasulullah ﷺ juga menerima hadiah dari non-Muslim sebagai bagian dari menjaga hubungan baik, selama mereka tidak mengganggu dakwah Islam .

- Membalas Hadiah: Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa menerima hadiah dan membalasnya. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak ingin berutang budi dan selalu berusaha membalas kebaikan orang lain .

Friday, October 24, 2025

TAQWA dan Implementasinya



Ustadz Adi Hidayat dalam Acara Tabligh Akbar disela rangkaian acara RAKERNAS II Majelis Tabgligh di Batu Jawa Timur, Jumat 24/10/2025, memberikan tafsir yang sangat mendalam tentang perbedaan penggunaan kata ganti dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah At-Talaq ayat 2-3.

*Ayat yang Dibahas:*
> وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
> "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2-3)

*Inti Penjelasan UAH:*

1.  *Panggilan Umum (Alladzina):* Awal ayat sebelumnya (ayat 2) menggunakan kata *`alladzina`* (الَّذِينَ) yang berarti "orang-orang yang". Ini adalah panggilan atau tawaran *umum dan kolektif* kepada semua orang beriman, tanpa kecuali. Allah menyampaikan bahwa janji-Nya adalah untuk semua hamba-Nya.

2.  *Tawaran Personal (Man):* Pada ayat ketiga, Allah beralih menggunakan kata *`man`* (مَن) yang berarti *"barangsiapa"*. Menurut UAH, peralihan ini sangat signifikan. Kata `man` membuat janji Allah menjadi *personal dan spesifik*. Ini bukan lagi sekadar teori untuk khalayak ramai, tetapi sebuah tawaran yang harus direspon oleh setiap individu.

3.  *Makna bagi Pendengar:* UAH menekankan bahwa ketika kita mendengar ayat dengan kata `man`, kita harus merasakannya sebagai panggilan langsung dari Allah kepada kita secara pribadi.
    *   *Contoh:* "Wa *man* yattaqillāh..." harus kita rasakan sebagai: "Wahai *Adi* (atau sebut nama kita sendiri), barangsiapa (engkau) bertakwa kepada Allah, niscaya Aku akan bukakan jalan keluar bagimu..."
    *   Janji Allah (jalan keluar & rezeki yang tak terduga) baru akan menjadi kenyataan dalam hidup kita ketika kita *secara pribadi* mempraktikkan ketakwaan yang diminta.

4.  *Kesimpulan:* Pesan utamanya adalah *ajakan untuk mengambil aksi personal*. Allah sudah menjanjikan kemudahan dan rezeki untuk semua orang beriman (general), tetapi realisasi janji itu bergantung pada komitmen dan tindakan **masing-masing individu** (personal) untuk meningkatkan ketakwaannya.

*Poin-Poin Kunci:*

*   *Dari Umum ke Khusus:* Al-Qur'an sering berbicara dari konsep umum menuju aplikasi yang personal.
*   *Respon Pribadi adalah Kunci:* Iman dan takwa bukan hanya soal mengetahui, tetapi tentang merespon panggilan Allah secara pribadi.
*   *Janji yang Aktif:* Janji Allah diaktifkan oleh tindakan kita. Kata `man` adalah "trigger" yang memindahkan janji dari ranah teori ke ranah praktik dalam hidup kita.

Dengan penjelasan ini, UAH mendorong jamaah untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi untuk segera introspeksi dan bertindak meningkatkan ketakwaan, sehingga janji Allah yang agung itu dapat menjadi kenyataan dalam kehidupan masing-masing. (*)

Staf Khusus Presiden dan PP Muhammadiyah Sinergi: Ekonomi Kerakyatan dan Masjid Berkemajuan Kunci Indonesia Berdaulat

Foto: Pengukuhan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid dan Mushala Muhammadiyah MT PPM,

BATU, Jawa Timur – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Muhammadiyah di Batu, Jawa Timur, pada Jumat (24/10/2025), menjadi forum strategis yang mempertemukan elemen masyarakat dan pemerintah. Acara yang dihadiri oleh pimpinan wilayah Muhammadiyah, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Bapak Nurrochman, ini menjadi landasan sinergi dalam membangun peradaban berbasis spiritualitas dan ekonomi kerakyatan.

Dua pembicara kunci, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Haji Setiawan Ichlas, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH. Saad Ibrahim, M.A., menyampaikan pandangan yang saling melengkapi tentang masa depan bangsa.

*Stafsus Presiden: Ekonomi Kerakyatan Wujudkan *Asta Cita*

Haji Setiawan, dalam sambutan yang dibacakan, menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto dan menegaskan pentingnya implementasi *Asta Cita* melalui pembangunan ekonomi.

"Pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada segelintir pihak, melainkan harus berakar pada kekuatan rakyat, semangat ekonomi kerakyatan," ujar Haji Setiawan, yang menyebut bahwa roh perjuangan bangsa harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila.

Beliau menekankan perlunya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan elemen penunjang lainnya. Ekonomi kerakyatan menjadi agenda strategis untuk memastikan pembangunan dinikmati secara merata.

"Potensi ini harus dikelola dengan kebijakan ekonomi yang berkeadilan, memperkuat UMKM, mendorong industri nasional... Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi produsen yang berdaulat di negerinya sendiri," tegasnya, seraya mengajak seluruh peserta menyongsong Indonesia Emas 2045.

*Masjid Berkemajuan sebagai Pusat Ilmu dan Kesejahteraan*

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH Saad Ibrahim, M.A., memberikan apresiasi terhadap tema Rakernas, yaitu "Masjid Berkemajuan sebagai pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan umat."

Beliau mengaitkan tema tersebut dengan dua hal fundamental dalam Islam: **Iqra’** dan **Masjid**.

1.  **Dimensi *Iqra’* dan IPTEK:** Dr. Saad Ibrahim menafsirkan wahyu pertama, *Iqra’ bismirabbikalladzi khalaq*, bukan hanya sebagai literasi biasa, tetapi sebagai fondasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Masjid harus menjadi basis bagi dunia literasi (M-Literasi) yang menghasilkan kemajuan.
2.  **Dimensi *Masjid* dan Kesejahteraan:** Mengutip Hadis Nabi yang menyatakan seluruh permukaan bumi adalah masjid (*masjidan wathahūr*), beliau menekankan bahwa masjid (tempat sujud) harus dihubungkan dengan dimensi teologis untuk mencari *Risqi Rabbī* (Rezeki dari Tuhan) bagi seluruh umat.

Ia juga berbagi pengalaman saat meninjau pembangunan Masjid Yokohama di Jepang, di mana harga tanah dan pembangunan mencapai puluhan miliar rupiah. Pengalaman ini menunjukkan pentingnya membangun *icon-icon* Islam sebagai simbol kekuatan umat, bahkan di negara maju.

"Maka ini bagi Indonesia ini [Masjid Berkemajuan] penting. Kesejahteraan bangsa masih ada persoalan," kata Dr. Saad, menegaskan bahwa basis Ketuhanan Yang Maha Esa harus menjadi landasan gerak untuk menolong bangsa.

Acara Rakernas ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen yang ditolong oleh Allah S.W.T. untuk segera membawa Indonesia membasiskan pada *risqi rabbī* dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Turut hadir dalam acara ini adalah Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Dr. H. Adi Hidayat, Lc., M.A., yang sebelumnya juga telah menyampaikan pidato mengenai pentingnya umat terbaik. (*)

Ustadz Adi Hidayat: Muhammadiyah Harus Jadi 'Umat Terbaik' Qur'an, Lawan Tipologi 'Umat Kumpul-Kumpul'


BATU, Jawa Timur – Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustadz Dr. H. Adi Hidayat (UAH), menegaskan bahwa Majelis Tabligh Muhammadiyah harus memposisikan diri sebagai "Umat Terbaik" sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an. Ia mengkritik keras tipologi "Umat Standar" yang hanya berkumpul tanpa menghasilkan resolusi kebaikan yang jelas.

Pernyataan ini disampaikan UAH dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Muhammadiyah di Batu, Jawa Timur, pada Jumat, 24 Oktober 2025. Rakernas ini turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, serta perwakilan dari 32 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia.

Tiga Golongan Umat dalam Al-Qur'an

UAH memulai paparannya dengan menganalisis kata Umat yang disebut sebanyak 64 kali dalam Al-Qur'an dan digolongkan menjadi tiga tipologi:

1. Umat Standar (Tipikal Hewan):

Golongan pertama adalah kumpulan manusia, bahkan mencakup hewan dan jin, yang hanya bertujuan "kumpul-kumpul." UAH menyebut mereka hanya berkumpul untuk keramaian, status, foto, dan video, namun tidak jelas arah kolektifitasnya.

"Kumpul, duduk, ramai. Ada rebutan sesuatu, teriak-teriak, kumpulan. Bukan salah monyet kan begitu, kalau kumpul-kumpul kan, rebutan kacang, lagi-lagi gitu kan," sindirnya.

2. Umat Ideal (Umat yang Punya Tujuan):

Golongan ini berkumpul untuk menguruskan sesuatu dan melahirkan resolusi. Umat ini memiliki empat unsur kebaikan yang diimplementasikan secara terintegrasi:

  • Koji: Kebaikan fisik (badan sehat) melalui makanan yang halal dan menyehatkan (mengacu pada QS Al-Baqarah ayat 168).

  • Khair: Kebaikan sifat/spiritual (jujur, sabar, tawaduk).

  • Ihsan: Semua kegiatan dilakukan karena Allah (berubah menjadi ibadah).

  • Ma'ruf: Integrasi kolektif dari tiga unsur di atas.

3. Umat Terbaik (Umat Pilihan/QS Ali Imran: 104):

UAH menekankan bahwa cita-cita Majelis Tabligh harus mencapai golongan ketiga, yaitu Umat yang senapas dengan Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 104: Waltakum minkum ummatun yada'una ilal khairi wa ya'murūna bil-ma’rūfi wa yanhawna 'anil-munkar.

"Setiap ada di antara Anda itu, kata Allah, membentuk sebuah umat. Umatnya mana? Bukan yang kumpul-kumpul seperti yang [Tipologi 1] tadi. Apa yang dianggapkan? Yada'una ilal khairi, yang merumuskan resolusi dengan menampilkan akumulasi sifat-sifat ini... Wa ya'murūna bil-ma’rūfi kemudian menerjemahkan sifat-sifat baik ini dalam konteks amalan yang dipraktikkan... Wa yanhawna 'anil-munkar, lalu lawan dari ma'ruf itu munkar, mereka komitmen secara kolektif untuk mempraktikkan diri dulu [menjauhi munkar]."

Wali Kota Batu Punya 'Tongkat Besar'

Dalam pidatonya, UAH juga memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Batu, Bapak H. Dewanti Rumpoko. Ia menggunakan metafora Batu dan Tongkat untuk mengaitkan potensi daerah dengan konsep dakwah.

"Bapak Wali Kota punya tongkat yang besar. Dipukulkan ke batu. Karena dimaksud maknanya bukan harus cari tongkat, pukul batu. Bukan. Itu majasnya," jelas UAH.

Ia mengartikan "tongkat besar" sebagai amanah dan kewenangan Wali Kota untuk "memukul potensi-potensi positif yang ada di Batu" agar manfaatnya memancar seperti 12 mata air yang keluar dari batu. Tujuannya agar Kota Batu menjadi tempat yang jernih, nyaman, dan berfungsi sebagai Hijab (benteng) yang mencegah maksiat, sehingga kenyamannya tidak berubah menjadi tempat maksiat.

Pada akhir sambutannya, UAH berpesan bahwa kolaborasi dakwah harus menghadirkan niat kolektif yang menyatukan semua sifat kebaikan untuk menciptakan amalan nyata, seperti penataan dan penetapan masjid yang terintegrasi untuk umat.

Muhammadiyah: Risalah Islam Berkemajuan Jadi Manifesto Lawan Krisis Spiritual Global*


BATU – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyerukan pentingnya *Risalah Islam Berkemajuan* sebagai fondasi peradaban dan manifesto perjuangan umat Islam dalam menghadapi krisis spiritual global, termasuk sekularisme dan *scientism*. Seruan ini disampaikan KH Fathurrohman Kamal dalam RAKERÑAS II  Majelis Tabligh Muhammadiyah yang dihadiri perwakilan Muhammadiyah dari 32 wilayah di Indonesia dan negara-negara tetangga. (Jumat, 24/10/2025)

Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa organisasi ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga agama Allah.

"Karomah yang sesungguhnya adalah ketika orang betul-betul menegakkan agama Allah, menegakkan syariah Allah secara berjamaah," ujarnya, menolak definisi karomah dalam makna artifisial.

*Tantangan Global: Sekularisme dan 'Loss of Soul'*

Pimpinan Muhammadiyah tersebut menyoroti kondisi kemanusiaan global yang tengah menghadapi problem besar yang telah diidentifikasi dalam *Muktamar Muhammadiyah ke-45 Tahun 2005* dan ditegaskan kembali dalam *Muktamar Satu Abad Tahun 2010*.

"Ada problem besar dalam kemanusiaan global, apa yang disebut dengan sekularisasi dan derumanisasi," jelasnya.

Menurutnya, keputusan *Muktamar* tersebut mengidentifikasi bahwa manusia modern sedang mengalami *loss of soul* (hilangnya dimensi roh), krisis moral, dan ketidakpastian masa depan.

"Hari ini, anak-anak kita generasi Z menghadapi satu teror yang sangat besar dalam apa yang disebut *scientism*," tambahnya. *Scientism*, yang mengukur kebenaran hanya dengan ilmu pengetahuan empiris, dianggap berujung pada suasana mempertuhankan kehidupan, hingga munculnya relativisme nilai dan krisis makna.

*Risalah Islam Berkemajuan sebagai Solusi*

Sebagai respons, *Muhammadiyah* menetapkan **Risalah Islam Berkemajuan** sebagai solusi utama. Risalah ini harus menjadi dua hal:

1.  **Ashlami (Platform):** Harus menjadi kerangka hikmah dalam berdakwah dan menghadapi semua realitas.
2.  **Manifesto Perjuangan:** Harus diorganisir, disistemkan, dan diperjuangkan.

"Peradaban yang dibangun atas landasan serba dunia ini akan rapuh dan bahkan mendatangkan malapetaka. Karena itu nilai-nilai agama harus dijadikan sebagai landasan tentu dari peradaban agar [tegak]," tegasnya.

*Pesan Sayyidina Ali dan Strategi Dakwah Humanis*

Selain membahas strategi kelembagaan, pidato tersebut juga menyentuh aspek kesalehan personal. Mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib *karramallahu wajhah*, ia mengingatkan kembali tentang pentingnya takwa sebagai sebaik-baik bekal menuju akhirat.

"Andaikan saja musti Allah mengizinkan kepada ahli kubur untuk berbicara. Mereka itu pasti akan bilang, sebaik-baik bekal adalah ketakwaan," kutipnya.

Dalam konteks mencapai ketakwaan, Sayyidina Ali menyebut ada *lima hal yang menghalangi seseorang menjadi orang saleh*:

1.  **Merasa senang dengan kebodohan (*Al-Rukunan bil Jahli*):** Enggan belajar dan menambah ilmu.
2.  **Rakus terhadap dunia:** Terlalu tamak dan ambisius terhadap urusan rezeki yang sudah terukur.
3.  **Pelit dengan kelebihan yang dimiliki (*Wasyuhu bil-Fadli*):** Kikir terhadap harta atau kelebihan.
4.  **Riya' dalam beramal** (Pamer dalam ibadah).
5.  **Membanggakan diri di atas yang lainnya** (Sombong).

Terakhir, Fathurrohman menyerukan agar strategi *dakwah* *Muhammadiyah* di era ini harus **mencerahkan, menggembirakan, dan humanis**—terutama bagi generasi milenial dan generasi Z. Ditambahkan, "merekat". 

Ia juga menekankan agar *dakwah* diperluas kepada non-Muslim dengan menampilkan keindahan Islam secara praktis, bukan melalui perdebatan teologis. (*)

SUSUNAN ACARA RAKERNAS II MAJELIS TABLIGH MUHAMMADIYAH “Masjid Berkemajuan Sebagai Pusat Gerakan Ilmu, Dakwah, dan Kesejahteraan Umat”

Tanggal: 24-26 Oktober 2025
Tempat: Kusuma Agrowisata Resort & Convention Batu-Malang
 
Ringkasan Acara:
 
Rakernas II Majelis Tabligh Muhammadiyah tahun 2025 ini diadakan dengan tema "Masjid Berkemajuan Sebagai Pusat Gerakan Ilmu, Dakwah, dan Kesejahteraan Umat". Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 2025, di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Batu-Malang.
 
Jumat, 24 Oktober 2025:
 
- 11.00 - 13.00: Registrasi peserta dan Sholat Jumat.
- 13.00-13.30: Pembukaan dengan MC, Tilawatul Qur'an, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Pentas Tari Saman.
- 13.30-13.40: Laporan Ketua Panitia Rakernas II MT 2025 oleh Dr. Waluyo, M.A.
- 13.40-13.50: Sambutan Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah oleh K.H. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.
- 13.50 - 14.00: Sambutan Walikota Kota Batu Malang oleh Bapak Nurochman, S.H., M.H.
- 14.00- 14.45: Pidato Iftitah oleh Dr. (HC) KH. Adi Hidayat, Lc., M.A., Ph.D. tentang Kolaborasi Dakwah Dalam Menghadirkan Kesejahteraan bagi Umat.
- 14.45 - 15.30: Keynote speech oleh Bapak H. Setiawan Ichlas tentang Membangun Ekosistem Dakwah & Kesejahteraan Umat Berbasis Masjid.
- 15.30 - 16.00: Amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pembukaan Rakernas Il Majelis Tabligh oleh Bapak KH. Dr. Saad Ibrahim, M.A.
- 16.00-16.30: Peluncuran dan Pengukuhan Pedoman dan Ketentuan Masjid dan Musala Muhammadiyah, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid dan Musala Muhammadiyah MT PPM, Program Kuliyatul Muballighin MT PPM, SITAMA, dan Sistem Informasi Perdamaian Tabligh Muhammadiyah.
- 16.30- 16.45: Penutup oleh MC.
- 16.40 - 19.30: Kegiatan Mandiri: Shalat, Mandi, Makan Malam.
- 19.30-Selesai: Tabligh Akbar di Masjid At-Taqwa Kota Batu Malang oleh Dr.(HC) KH. Adi Hidayat, Lc., M.A., Ph.D.
 
Sabtu, 25 Oktober 2025:
 
- 03.00 - 05.00: Shalat Tahajjud & Shalat Subuh Berjamaah.
- 05.00-05.15: Kultum oleh K.H. Abdul Basith, Lc., M.A.
- 06.00-07.30: Sarapan pagi.
- 07.30-08.00: Orientasi Rakernas dan Pemaparan Matriks Program Majelis Tabligh Pimpinan Pusat.
- 08.00-10.00: Materi I: Masjid sebagai Pusat Gerakan Ilmu, Dakwah, dan Kesejahteraan Umat serta Pola dan strategi Kaderisasi Muballigh-Ulama Muhammadiyah Multiperan dan Multiaspek. Koperasi Berbasis Masjid : Strategi Kebijakan Pemerintah untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan
- 10.00– 12.00: Materi II (Panel) : Dinamika Tabligh
- 12.00 – 13.00: SHOLAT DAN MAKAN SIANG
- 13.00 – 14.00: Sosialisasi Dan Diskusi : Pedoman dan Ketentuan Tentang Masjid dan Musala Muhammadiyah
- 14.00 – 15.00: Sosialisasi dan Diskusi: Urgensi Sensus Muballigh Muhammadiyah, Gerakan pendataan Masjid dan Muballigh Muhammadiyah melalui Aplikasi SITAMA, Connecting Tabligh (Sistem Informasi Tabligh Muhammadiyah), Sistem Informasi Perdamaian TablighMu
- 15.30 - 17.30: Laporan Wilayah: Dinamika, Inovasi, dan Kolaborasi Dakwah/Tabligh
- 17.30 - 19.30: Kegiatan Mandiri Peserta
- 19.00 – 19.45: Konsep Kuliyatul Muballighin Muhammadiyah
- 19.45 – 21.00: Program dan Kebijakan Dakwah Remaja, Keluarga, dan Pembinaan Jamaah Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Kantor Layanan Lazismu di Masjid dan Musala Muhammadiyah dan Panduan Masjid Percontohan
- 21.00- 22.30: Rencana Tindak Lanjut
 
Minggu, 26 Oktober 2025:
 
- 03.00-05.00: Shalat Tahajjud & Shalat Subuh Berjamaah.
- 05.00-05.15: Kultum oleh Dr. Ir. K.H. Nurdin Mappa, M.M.
- 06.00-08.00: Sarapan Pagi.
- 08.00-09.30: Penutupan Rakernas.
- 08.00-09.00: Pidato Penutup oleh Bapak Dr. Romo H.R.Muhammad Syafi'i S.H.,M.Hum tentang Arah Kebijakan Pemerintah dan Peran Muhammadiyah dalam Bimas Islam.
- 09.00-09.15: Pembacaan Keputusan Rakernas Il dan Rekomendasi oleh Dr. Waluyo, M.A.
- 09.15-09.45: Amanah dan Penutupan Rakernas oleh Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A.
- 10.00-Selesai: Konsolidasi Dakwah Kemasjidan Regional Malang Raya.