Monday, September 29, 2025

Update Musholla Ponpes Al Khoziny Ambruk: Keluarga Santri Padati RSUD Sidoarjo, Korban di Shof Depan Selamat




SIDOARJO – Perkembangan terbaru pasca ambruknya Musholla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) sore menunjukkan situasi yang ramai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro Sidoarjo.

Hingga pukul 20.15 WIB, area teras dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soetomo dipadati oleh keluarga santri.

Mereka terdiri dari kerabat yang menunggu pasien dirawat hingga yang masih mencari kabar anggota keluarga yang belum ditemukan atau diduga masih berada di bawah reruntuhan.


Kesaksian Korban Selamat: Patah Kaki Akibat Terinjak

Reporter SSFM melaporkan telah berbincang dengan Rosit, warga Bangkalan, Madura, paman dari salah satu santri bernama Ahmad Faris (15). Faris, yang sudah empat tahun mondok di sana, dilaporkan mengalami patah tulang di pergelangan kaki kanan.

Berdasarkan cerita yang didapat Rosit dari Ahmad Faris, peristiwa ambruknya bangunan Musholla kontes terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat salat Ashar berlangsung.

  • Shof Terdepan Selamat: Faris, yang berada di shof (baris) paling depan tepat di belakang imam, berhasil selamat dari reruntuhan.

  • Penyebab Luka: Patah kaki Faris disebabkan oleh terinjak-injak oleh santri lain yang berhamburan keluar Musholla saat panik.

  • Dua Shof Selamat: Menurut keterangan Faris, dua shof terdepan di belakang imam selamat total dan tidak terkena reruntuhan bangunan. Namun, baris setelah dua shof terdepan tersebut dilaporkan tertimpa reruntuhan.


Jumlah Korban Dirawat Melebihi 35 Orang

Meskipun belum ada informasi resmi terkait data pasien dari pihak RSUD dr. Soetomo, informasi sementara yang didapatkan sekitar pukul 18.00 WIB menyebutkan bahwa jumlah santri yang dirawat di lokasi tersebut lebih dari 35 orang.

Keluarga pasien dan santri terus berdatangan hingga malam hari. Pihak administrasi IGD secara berkala memanggil nama-nama keluarga pasien yang datang, namun dilaporkan belum ada posko pengaduan atau posko informasi resmi yang didirikan di area RSUD dr. Soetomo, berbeda dengan kondisi di Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo yang juga dilaporkan menampung korban.

Proses pencarian korban masih terus dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim SAR dengan bantuan ekskavator. (*)

No comments: