SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi membuka Opening Ceremony Job Fair 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya pada Selasa, 30 September 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Jatim ke-80.
Namun, dalam sambutannya, perhatian Gubernur teralihkan ke insiden tragis ambruknya musholla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, yang terjadi sehari sebelumnya. (Senin, 29/9/2025)
Konfirmasi Korban Meninggal Dunia di Ponpes Al Khoziny
Gubernur Khofifah menyampaikan rasa duka mendalam dan mengonfirmasi bahwa berdasarkan data terakhir, terdapat tiga santri yang meninggal dunia akibat musibah tersebut.
Korban meninggal dunia yang teridentifikasi hingga pagi itu adalah:
Maulana Alfan Ibrahim
Muhammad Mas'udul Haq
Muhammad Soleh (terkonfirmasi pagi hari)
Gubernur memimpin doa Al-Fatihah untuk para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran.
Respons Cepat Pemprov Jatim dan Tantangan Evakuasi
Khofifah menjelaskan bahwa saat mendapat informasi ambruknya musholla, ia langsung berkoordinasi dengan Sekda, Kepala Kanwil Kemenag, dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengambil tindakan cepat.
Pengerahan Bantuan: Gubernur meminta eskavator disiapkan. Namun, di lapangan, alat berat dihindari karena ada potensi korban tertimbun yang masih hidup. Jika reruntuhan bergerak, timbunan akan semakin berat dan membahayakan nyawa korban.
Dukungan Logistik: Pemprov Jatim segera menyiapkan ambulans dari berbagai sumber, mendirikan dapur umum, dan memastikan ketersediaan lampu sorot untuk mendukung proses evakuasi yang dilakukan tanpa henti oleh tim Basarnas (pusat dan Jatim).
Dukungan Korban: Untuk korban yang terjebak dan masih bisa berkomunikasi, disiapkan suplai oksigen dan air untuk menjaga kondisi mereka selama proses evakuasi. Khofifah juga menyebutkan tantangan golden time (waktu emas) evakuasi.
Khofifah memohon doa dari seluruh hadirin agar proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera diselamatkan.
Job Fair 2025: Jawaban atas Isu PHK dan Kebutuhan Dunia Kerja
Terlepas dari musibah, Gubernur Khofifah menekankan bahwa Job Fair ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk menjawab isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak terjadi.
Peluang Kerja Besar: Job Fair ini menyediakan 5.589 lowongan kerja (jobs) yang diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Fokus Linieritas: Khofifah berharap lowongan yang tercipta tidak hanya sesuai dengan skill pencari kerja, tetapi juga linier dengan kecenderungan dan lokasi domisili mereka. Hal ini penting terutama bagi perempuan berkeluarga, yang mungkin kesulitan meninggalkan anggota keluarga jika tempat kerja terlalu jauh.
Dukungan DUDIKA: Gubernur menyampaikan terima kasih kepada seluruh DUDIKA dan pihak seperti PAPEX (yang dikenal memiliki jaringan kerja luar negeri) atas peran luar biasa dalam menciptakan ruang kerja bagi masyarakat Jatim.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Launching Logo dan Pembukaan Resmi Jatim Job Fair 2025 dengan tagline "Merdeka Berkarir, Find Your Bright Future." Khofifah menyebut, Job Fair ini secara esensi adalah kick-off peringatan HUT Pemprov Jatim ke-80, meskipun launching logo resminya baru dilakukan keesokan harinya. (*)
No comments:
Post a Comment