SURABAYA – Dalam program Dialog Fajar Radio Suara Surabaya, Senin 22/9/3025, Ustadz Mim Saiful Hadi dari Pesantren Al-Quran Nurul Falah membahas perumpamaan teman baik dan buruk dalam kehidupan bermasyarakat. Ustadz Mim mengawali penjelasannya dengan sebuah hadis Rasulullah SAW yang sangat relevan.
Mengutip hadis riwayat Imam Bukhari, Muslim, dan Ahmad, Ustadz Mim menjelaskan bahwa perumpamaan teman yang baik dan yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.
Penjual Minyak Wangi (Teman Baik):
"Teman yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi," kata Ustadz Mim. "Meskipun kita tidak membeli parfum darinya, setidaknya kita akan mendapatkan keharuman atau diberi hadiah." Perumpamaan ini, jelasnya, menggambarkan bahwa kebaikan dari teman yang baik akan menular dan memberikan manfaat kepada orang di sekitarnya.
Pandai Besi (Teman Buruk):
Sebaliknya, perumpamaan pandai besi menggambarkan teman yang buruk. "Percikan apinya bisa membakar bajumu, atau setidaknya kamu akan mendapatkan aroma yang tidak sedap," tutur Ustadz Mim. Ia menekankan bahwa pertemanan dengan orang yang buruk dapat membawa dampak negatif, bahkan jika kita tidak terlibat langsung dalam perbuatan buruknya.
"Seringkali kita tidak berbuat apa-apa, tapi karena berdekatan dengan teman yang buruk, kita ikut terkena imbas dan akibatnya," imbuhnya.
Ustadz Mim mengajak jamaah untuk tetap bergaul dengan siapa saja, namun dengan tujuan mengajak mereka ke arah kebaikan, bukan sebaliknya. "Datangi mereka, ajak berbuat baik. Jangan sampai kebiasaan buruk mereka menjadi biasa bagi kita," pesannya. (*)
No comments:
Post a Comment