Sunday, September 07, 2025

Bukti Cinta Kepada Rasulullah



Bukti Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ

Dalam kuliah subuh yang disampaikan oleh Ustadz Miftahul Mujib di Masjid Salim Mubarok As-Sulthon, Nganjuk, pada Ahad, 7 September 2025, beliau membahas tentang pentingnya kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Beliau menekankan bahwa banyak orang yang mengaku cinta, namun tidak mengamalkan apa yang dicontohkan oleh Nabi.

Cinta Nabi: Lebih dari Sekadar Pengakuan

Ustadz Mujib membuka tausiyahnya dengan sebuah renungan: apakah kita, sebagai umat Muslim, benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ? Beliau menyoroti bahwa banyak perbuatan yang dianggap sebagai bentuk kecintaan, seperti konser selawat, namun sering kali tidak diiringi dengan tindakan nyata.

Beliau mengutip penulis non-Muslim, Thomas Carlyle, yang dalam bukunya On Heroes, Hero-Worship, and The Heroic in History, menggambarkan Rasulullah ﷺ sebagai sosok yang luar biasa, dengan sifat-sifat mulia seperti:

  • Bertekad kuat dan baik hati

  • Penyayang dan bijaksana

  • Adil, jujur, dan dermawan

  • Berwajah bersinar dan bersemangat

Kutipan ini, menurut Ustadz Mujib, adalah bukti pengakuan dari orang luar yang pada awalnya ingin menjatuhkan Islam, namun malah jatuh cinta pada Nabi Muhammad ﷺ. Hal serupa juga diungkapkan oleh Michael H. Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, yang menempatkan Nabi Muhammad di urutan pertama karena keberhasilannya dalam memimpin, baik di bidang agama maupun dunia.

Tanda-Tanda Kecintaan Sejati

Ustadz Mujib menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus dibuktikan dengan tindakan, bukan hanya ucapan. Ia mengutip Al-Qur'an (Surat At-Taubah ayat 24) yang menegaskan bahwa Allah mengancam orang-orang yang lebih mencintai harta, keluarga, dan kekuasaan daripada Allah dan Rasul-Nya.

Beliau juga memaparkan tiga tanda bukti kecintaan sejati kepada Rasulullah ﷺ:

  1. Membenarkan Semua Berita dari Rasulullah ﷺ: Seorang Muslim sejati harus membenarkan semua berita yang disampaikan oleh Rasulullah, baik itu masuk akal atau tidak. Alasannya, setiap ucapan Rasulullah adalah wahyu dari Allah.

  2. Mengamalkan Perintah dan Menjauhi Larangan: Kecintaan harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran Nabi. Hal ini mencakup mencontoh sunah, baik dalam keadaan sulit maupun lapang.

  3. Memilih Jalan yang Lurus: Beliau menutup khutbahnya dengan menekankan bahwa menjadi seorang Muslim berarti harus memilih jalan yang benar dan tidak merusaknya dengan perbuatan yang diharamkan Allah.

Ustadz Mujib menggarisbawahi pentingnya mencontoh Rasulullah ﷺ. Ilmu dan akal harus digunakan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang wajib dan yang haram, tanpa ada tawar-menawar. Beliau juga mengingatkan bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, harus diniatkan sebagai bekal untuk akhirat. (*)

No comments: