SIDOARJO – Data korban ambruknya Musholla Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo terus bertambah. Hingga malam ini, Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo melaporkan telah menerima total 44 pasien yang terdampak. Kabar duka juga menyelimuti insiden ini dengan dikonfirmasinya satu korban meninggal dunia.
Wakil Direktur Medis RS Siti Hajar, Dr. Andiani, merilis klasifikasi data korban yang ditangani di rumah sakit tersebut:
| Zona (Kondisi) | Jumlah Pasien | Keterangan |
| Zona Merah (Kritis) | 10 pasien | Luka parah atau kritis. |
| Zona Kuning (Luka Sedang) | 9 pasien | Dirawat inap atau bergeser dari IGD. |
| Zona Hijau (Pulang) | 24 pasien | Sudah diperbolehkan pulang bersama orang tua. |
| Zona Hitam (Meninggal Dunia) | 1 pasien | Santri korban jiwa. |
| Total Pasien Terdampak | 44 pasien | Total keseluruhan yang masuk ke RS Siti Hajar. |
Korban Jiwa Teridentifikasi
Satu korban jiwa yang meninggal dunia telah diidentifikasi:
Nama: Almarhum Maulana Alphan Ibrahim
Usia: Lahir tahun 2012 (sekitar 13 tahun)
Kelas: Kelas 1 SMP
Asal: Fabrian, Surabaya
Asrama: Darussi Pak Nol 03 (Asrama yang mengalami reruntuhan)
Meskipun dokter telah siaga penuh di posko, suasana di RS Siti Hajar masih dipenuhi oleh wali santri yang menangis dan cemas menunggu informasi.
Posko Informasi dan Kunjungan Pemerintah
Posko Resmi: Pihak RS Siti Hajar telah menyediakan Posko Informasi/Aduan di samping kanan rumah sakit, dekat pintu masuk, untuk melayani masyarakat dan wali santri yang mencari data korban. Data nama-nama korban (termasuk status zona) telah ditempelkan di posko, meskipun nama lengkap belum seluruhnya dirilis.
Kunjungan VIP: Dijadwalkan setelah ini, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengunjungi RS Siti Hajar untuk memantau langsung penanganan korban.
Proses evakuasi di Ponpes Al Khoziny dan penanganan medis di berbagai rumah sakit terus diintensifkan, dengan fokus utama pada keselamatan korban yang masih hidup. (*)
No comments:
Post a Comment