Sunday, September 14, 2025

Kontribusi Muhammadiyah Tanpa Banyak Cakap Retorika NKRI Harga Mati



Muhammadiyah dalam Angka dan Aksi Nyata

Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam bidang sosial dan pendidikan, menunjukkan bahwa organisasi ini mengutamakan tindakan nyata di atas retorika.

Kontribusi Muhammadiyah:

  • Layanan Kesehatan: Muhammadiyah memiliki 127 rumah sakit dan sekitar 365 klinik atau balai kesehatan. Layanan ini tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

  • Pendidikan Tinggi: Universitas Muhammadiyah di Kupang, NTT, memiliki sekitar 7.000 mahasiswa. Menariknya, mayoritas mahasiswa di sana adalah non-muslim. Meski demikian, mereka tetap belajar agama masing-masing di samping materi keislaman dan kemuhammadiyahan.

Haedar Nashir menekankan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang inklusif dan sangat menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyebutkan bahwa Muhammadiyah jarang mengucapkan slogan-slogan seperti "NKRI harga mati" atau "Bhinneka Tunggal Ika", namun mereka secara konsisten mempraktikkannya melalui perbuatan nyata yang bertujuan untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan bangsa. (*)

Haedar Nashir, Ketua Umum Muhammadiyah


No comments: