Tradisi Tarhim di Masjid-Masjid Kampung: Mengapa Menjelang Subuh?
Pasuruan – Ada fenomena menarik yang sering kita jumpai di masjid-masjid dan musala-musala kampung, yaitu lantunan tarhim yang terdengar melalui pengeras suara sekitar 15-20 menit menjelang waktu Subuh. Tradisi ini ternyata memiliki dasar kuat dalam ajaran agama.
Menurut penjelasan, waktu menjelang subuh adalah momen terbaik untuk berdoa. Pada saat itu, tidak ada lagi salat sunah yang dianjurkan, terutama bagi yang sudah melaksanakan salat witir. Membaca Al-Qur'an pada waktu itu juga dinilai tidak seutama saat malam hari.
Dua doa yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah istigfar dan tarhim. Doa tarhim yang sering dilantunkan adalah Ya Arhamar Rahimin, irhamna yang artinya "Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi, kasihanilah kami."
Doa ini terinspirasi dari Nabi Ayub a.s., yang juga berdoa dengan lafaz serupa saat menghadapi cobaan. Dengan melafalkan doa tersebut, Allah SWT akan mengangkat segala kesulitan, penyakit, dan masalah yang dialami.
Oleh karena itu, tradisi tarhim yang marak di masjid-masjid kampung sebelum subuh bukan sekadar kebiasaan, melainkan praktik yang sangat dianjurkan untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah di waktu yang mustajab. (*)
No comments:
Post a Comment