Tuesday, September 23, 2025

Jokowi Ditunjuk sebagai Penasihat Global Bloomberg, Netizen Beri Reaksi Kontras


JAKARTA – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat peran baru di kancah internasional sebagai Penasihat Global Bloomberg New Economy, sebuah dewan yang dibentuk untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Penunjukan ini, yang diumumkan langsung oleh laman resmi Bloomberg pada 22 September 2025, menuai beragam tanggapan dari publik, khususnya di media sosial.


Sorotan terhadap Penunjukan Jokowi

Penunjukan Jokowi sebagai penasihat di dewan prestisius ini dilihat sebagai pengakuan terhadap pengalamannya memimpin salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Perannya diharapkan dapat memberikan masukan strategis terkait isu-isu ekonomi global, khususnya dari perspektif negara berkembang. Bloomberg New Economy adalah sebuah inisiatif yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pejabat pemerintah, dan akademisi untuk merumuskan solusi atas tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketidaksetaraan.


Reaksi Netizen: dari Apresiasi hingga Kritik Pedas

Pengumuman ini segera memicu perdebatan di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter). Netizen terbagi dalam dua kubu: mereka yang memberikan apresiasi dan mereka yang melontarkan kritik pedas.

  • Apresiasi dan Dukungan: Beberapa netizen menyambut baik penunjukan ini, menganggapnya sebagai prestasi dan pengakuan internasional bagi Indonesia. Mereka berharap Jokowi dapat membawa pengalaman dan pandangannya ke forum global.

    • "Selamat atas jabatan baru pak Jokowi," tulis seorang netizen, menunjukkan dukungan positif.

  • Kritik dan Skeptisisme: Di sisi lain, banyak netizen yang merespons dengan nada sarkastis dan skeptis. Komentar-komentar ini menyoroti berbagai isu, mulai dari kondisi ekonomi dalam negeri hingga gaya bicara Jokowi yang khas.

    • Akun @shandyharahap secara langsung mempertanyakan kelayakan Jokowi: "Negara yang dia pimpin aja hancur ekonominya."

    • Beberapa pengguna lain mengaitkan penunjukan ini dengan gaya pidato Jokowi yang dianggap unik. Akun @sulaimanariefst berkomentar, "Bloomberg mungkin cari penghibur yang bisa pidato wok de wok tok de tok yang amat legend itu..."

    • Kritik juga datang dari akun @spektadata yang menyindir pernyataan Jokowi di masa lalu: "Saat jadi presiden, 'I want to test my minister', nanti yang dites siapa dong?"

Beragam komentar ini mencerminkan polarisasi pandangan masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi, bahkan setelah ia pensiun dari kursi presiden. Di satu sisi, ada pengakuan internasional, namun di sisi lain, masih ada keraguan dan kritik dari dalam negeri yang berakar dari kebijakan dan performa ekonomi selama masa jabatannya. (*)



No comments: