Tuesday, September 30, 2025

PBN 2026 Resmi Diketok: Anggaran Rp3.842 T, Defisit Melebar


JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PBN) tahun 2026 akhirnya disahkan dengan total anggaran yang mencapai angka fantastis: Rp3.842,7 triliun. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp56,2 triliun dari usulan awal (Rp3.786,5 triliun).

Pemerintah mengklaim bahwa lebih dari setengah anggaran ini, tepatnya Rp2.070 triliun, akan langsung dirasakan oleh masyarakat, sebuah janji yang manis namun membutuhkan pengawasan ketat.


Postur Anggaran dan Pelebaran Defisit

Kenaikan belanja negara ini berimplikasi langsung pada pelebaran defisit dan sedikit kenaikan pendapatan negara. Berikut adalah perbandingan postur anggaran yang disepakati:

Komponen AnggaranUsulan Awal (Triliun)Disepakati (Triliun)Kenaikan/Perubahan
Pendapatan NegaraRp3.147,7Rp3.153,6Naik Rp5,9 T
Belanja NegaraRp3.786,5Rp3.842,7Naik Rp56,2 T
Defisit-Rp689,1Setara 2,68% dari PDB

Pelebaran defisit ini menjadi catatan penting, karena kenaikan anggaran belanja harus dibarengi dengan alokasi yang tepat sasaran.


Alokasi Tambahan: Transfer ke Daerah Paling Melonjak

Kenaikan belanja negara utamanya dialokasikan pada dua pos besar: Transfer ke Daerah (TKD) dan Belanja Kementerian/Lembaga (KL).

Pos BelanjaAnggaran Awal (Triliun)Anggaran Final (Triliun)KenaikanKeterangan
Transfer ke Daerah (TKD)Rp650Rp693Naik Rp43 TPorsi daerah mendapat kenaikan paling besar.
Belanja KL (Pemerintah Pusat)Rp1.498,3Rp1.510,5Naik Rp12,3 TKenaikan signifikan di tingkat kementerian/lembaga.
Belanja Non-KLRp1.638,2Rp1.639,2Naik Rp0,9 TKenaikan paling tipis/stagnan.
Total Belanja NegaraRp3.786,5Rp3.842,7Naik Rp56,2 T

Janji Rp2.070 Triliun Langsung ke Rakyat

Pemerintah, melalui Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febri Nathan Kacaribu, menegaskan bahwa dari total belanja Rp3.842 triliun, sebanyak Rp2.070 triliun dialokasikan untuk dinikmati langsung oleh masyarakat.

Angka "langsung ke rakyat" ini merupakan gabungan dari porsi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah, mencakup:

  • Program sosial

  • Subsidi

  • Pelayanan publik

  • Dan lain-lain.

Meskipun narasi "langsung ke rakyat" terdengar menjanjikan, publik didorong untuk bersikap kritis sekaligus berharap bahwa dana besar ini benar-benar menyentuh kebutuhan mendesak di lapangan, seperti desa terpencil, perbaikan sekolah rusak, dan layanan kesehatan.

Tagihan Publik: Setelah angka besar diketok, tuntutan terbesar sekarang adalah transparansi, eksekusi yang cepat, dan manfaat yang riil. Masyarakat dan seluruh stakeholder diimbau untuk ikut mengawasi setiap rupiah tambahan yang dijanjikan, memastikan bahwa anggaran ini tidak hanya berakhir sebagai statistik di atas kertas, melainkan benar-benar terasa dampaknya. (*)

Resensi Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna.

"Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" karya Brian Khrisna adalah sebuah novel yang menyuguhkan cerita tentang Ale, seorang pria berusia 37 tahun yang mengalami depresi dan merasa hidupnya tidak berarti. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun sebelum itu, ia ingin menikmati seporsi mie ayam favoritnya. Perjalanan Ale mencari mie ayam menjadi perjalanan spiritual yang penuh dengan renungan dan perubahan.

Kelebihan Buku

- Gaya Bahasa yang Unik: Penulis menggunakan bahasa yang sederhana namun puitis, membuat cerita menjadi lebih menarik dan menyentuh.
- Cerita yang Sarat Makna: Novel ini membahas tema-tema penting seperti depresi, kesehatan mental, dan penerimaan diri, membuatnya menjadi bacaan yang bermanfaat.
- Karakter yang Nyata: Karakter Ale dan orang-orang yang ditemuinya dalam perjalanan digambarkan dengan baik, membuat pembaca dapat merasakan emosi dan ketakutan mereka.

Kekurangan Buku

- Alur yang Terkadang Melompat-Lompat: Transisi antara bab bisa terasa mendadak dan tidak selalu halus, membuat pembaca sedikit kehilangan benang merah.
- Tokoh yang Tidak Tereksplorasi dengan Dalam: Beberapa tokoh pendukung mungkin tidak mendapatkan perhatian yang cukup, membuat mereka terasa kurang berkembang.

Pesan Moral

Novel ini menyampaikan pesan bahwa hidup ini berharga dan ada banyak hal yang bisa dinikmati, bahkan hal-hal kecil seperti seporsi mie ayam. Ale belajar untuk menerima dirinya sendiri dan menemukan alasan untuk terus hidup melalui pertemuannya dengan orang-orang baru.

Kesimpulan

"Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" adalah sebuah novel yang menyentuh dan memberikan perspektif baru tentang kehidupan. Dengan gaya bahasa yang unik dan cerita yang sarat makna, buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin membaca cerita tentang kesehatan mental dan penerimaan diri ¹.

Khofifah Buka Job Fair 2025, Sampaikan Dukacita atas Tragedi Ponpes Al Khoziny


SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi membuka Opening Ceremony Job Fair 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya pada Selasa, 30 September 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Jatim ke-80.

Namun, dalam sambutannya, perhatian Gubernur teralihkan ke insiden tragis ambruknya musholla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, yang terjadi sehari sebelumnya. (Senin, 29/9/2025)


Konfirmasi Korban Meninggal Dunia di Ponpes Al Khoziny

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa duka mendalam dan mengonfirmasi bahwa berdasarkan data terakhir, terdapat tiga santri yang meninggal dunia akibat musibah tersebut.

Korban meninggal dunia yang teridentifikasi hingga pagi itu adalah:

  1. Maulana Alfan Ibrahim

  2. Muhammad Mas'udul Haq

  3. Muhammad Soleh (terkonfirmasi pagi hari)

Gubernur memimpin doa Al-Fatihah untuk para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran.

Respons Cepat Pemprov Jatim dan Tantangan Evakuasi

Khofifah menjelaskan bahwa saat mendapat informasi ambruknya musholla, ia langsung berkoordinasi dengan Sekda, Kepala Kanwil Kemenag, dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengambil tindakan cepat.

  • Pengerahan Bantuan: Gubernur meminta eskavator disiapkan. Namun, di lapangan, alat berat dihindari karena ada potensi korban tertimbun yang masih hidup. Jika reruntuhan bergerak, timbunan akan semakin berat dan membahayakan nyawa korban.

  • Dukungan Logistik: Pemprov Jatim segera menyiapkan ambulans dari berbagai sumber, mendirikan dapur umum, dan memastikan ketersediaan lampu sorot untuk mendukung proses evakuasi yang dilakukan tanpa henti oleh tim Basarnas (pusat dan Jatim).

  • Dukungan Korban: Untuk korban yang terjebak dan masih bisa berkomunikasi, disiapkan suplai oksigen dan air untuk menjaga kondisi mereka selama proses evakuasi. Khofifah juga menyebutkan tantangan golden time (waktu emas) evakuasi.

Khofifah memohon doa dari seluruh hadirin agar proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera diselamatkan.


Job Fair 2025: Jawaban atas Isu PHK dan Kebutuhan Dunia Kerja


Terlepas dari musibah, Gubernur Khofifah menekankan bahwa Job Fair ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk menjawab isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak terjadi.

  • Peluang Kerja Besar: Job Fair ini menyediakan 5.589 lowongan kerja (jobs) yang diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

  • Fokus Linieritas: Khofifah berharap lowongan yang tercipta tidak hanya sesuai dengan skill pencari kerja, tetapi juga linier dengan kecenderungan dan lokasi domisili mereka. Hal ini penting terutama bagi perempuan berkeluarga, yang mungkin kesulitan meninggalkan anggota keluarga jika tempat kerja terlalu jauh.

  • Dukungan DUDIKA: Gubernur menyampaikan terima kasih kepada seluruh DUDIKA dan pihak seperti PAPEX (yang dikenal memiliki jaringan kerja luar negeri) atas peran luar biasa dalam menciptakan ruang kerja bagi masyarakat Jatim.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Launching Logo dan Pembukaan Resmi Jatim Job Fair 2025 dengan tagline "Merdeka Berkarir, Find Your Bright Future." Khofifah menyebut, Job Fair ini secara esensi adalah kick-off peringatan HUT Pemprov Jatim ke-80, meskipun launching logo resminya baru dilakukan keesokan harinya. (*)

DISNAKERTRANS JATIM PERKUAT KEMITRAAN DAN GELAR JATIM JOB FAIR 2025


SURABAYA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak sekaligus membuka Job Fair tahun 2025. Acara tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis yang bertujuan untuk memperluas informasi dan peluang kerja bagi masyarakat Jatim.


Penandatanganan Kerja Sama Strategis

Disnakertrans Jatim melaksanakan dua penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di atas panggung:

  1. PKS dengan JTV (Jawa Pos Media Televisi): Kerja sama ini berfokus pada penyebarluasan wawasan informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian melalui program “Ruang Karir”.

    • Penandatangan: Kepala Disnakertrans Jatim, Bapak Sigit Trianto, S.T., M.M., dan Direktur JTV, Ibu Rina Prabowati.

  2. PKS dengan Plan International Indonesia: Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan peluang bekerja maupun berwirausaha bagi masyarakat Jatim melalui program bersama.

    • Penandatangan: Direktur Koperasi Pendampingan dan Pemberdayaan Ketenagakerjaan Disnakertrans Jatim dan Senior Project Management Plan International Indonesia, Ibu Anggi.

Setelah penandatanganan, seluruh pihak melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen dukungan.


Laporan Pembukaan Jatim Job Fair 2025

Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Triyanto menyampaikan laporan resmi terkait penyelenggaraan Job Fair tahun 2025 yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80, dengan fokus utama menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

1. Tema dan Tujuan Kegiatan

  • Tema/Tagline: "Merdeka Berkarir, Find Your Bright Future" dengan mengusung semangat inklusif. Tema ini memberikan kebebasan bagi setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk memilih dan mengakses ruang kerja di sektor formal maupun informal.

  • Tujuan Utama:

    • Menyediakan informasi ruang kerja yang aktual dan berkualitas bagi pencari kerja.

    • Membantu perusahaan menemukan kandidat potensial dan berkualitas.

    • Mengembangkan kemitraan untuk mengoptimalkan ruang kerja dan pilihan karir.

2. Pelaksanaan dan Peserta

  • Waktu dan Tempat: Dilaksanakan selama dua hari, mulai 30 September hingga 1 Oktober 2025, di Dyandra  Convention Center, Surabaya.

  • Partisipasi:

    • Diikuti 67 perusahaan dengan 530 jabatan yang tersedia.

    • Total Lowongan Kerja: 5.589 (3.894 dalam negeri, 1.858 luar negeri, dan 163 untuk disabilitas).

  • Bentuk Kegiatan:

    • Job Fair Offline/Langsung: 30 September – 1 Oktober 2025.

    • Job Fair Virtual: 1 – 5 Oktober 2025 (sebagai rangkaian kegiatan).

  • Dukungan Lain: Acara ini juga dihadiri oleh 10 mitra Disnakertrans, termasuk UMKM, wirausaha disabilitas, serta layanan Mobil Simonik (Sarana Informasi Mobil Tenaga Kerja Keliling) dan Simpang UPI (Pelayanan untuk Pekerja Migran Indonesia).

3. Mekanisme Kunjungan dan Anggaran

  • Pendaftar: Jumlah pendaftar yang sudah masuk mencapai 7.000 orang dan kemungkinan akan bertambah.

  • Sesi Kunjungan: Untuk menghindari kerumunan berlebih dan hal yang tidak diinginkan, peserta Job Fair offline dibagi menjadi dua sesi sehari, dengan estimasi 1.000 hingga 2.000 pencari kerja per sesi.

  • Anggaran: Kegiatan ini didukung oleh alokasi APBD 2025 dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur.

  • Tindak Lanjut: Perusahaan peserta wajib menyampaikan laporan penempatan tenaga kerja maksimal satu bulan setelah kegiatan kepada Disnakertrans Jatim untuk pemantauan target penempatan.

Laporan tersebut disampaikan di hadapan sejumlah pejabat, termasuk TLT Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jatim, Direktur Kepenempatan Ketenagakerjaan Kemnaker RI, Kepala OPD Pemprov Jatim, dan perwakilan organisasi disabilitas. (*)

Insiden Penyerangan Gereja Mormon Michigan AS

Insiden penembakan di gereja Mormon Michigan AS, dua orang tewas. Foto: REUTERS/Rebecca Cook


Berikut adalah poin-poin utama dari insiden penyerangan yang terjadi di sebuah gereja di Amerika Serikat:

*   Apa yang terjadi: Sebuah serangan bersenjata disertai pembakaran terjadi di sebuah gereja.
*   Lokasi: Gereja Letter Day Saints (Mormon) di Grand Blanc, Michigan, Amerika Serikat.
*   Waktu: Minggu pagi (28/9/2025) sekitar pukul 10.25 waktu setempat, saat kebaktian minggu sedang berlangsung.
*   Kronologi Insiden:
    1.  Pelaku (pria berusia sekitar 40 tahun) menabrakkan kendaraannya ke pintu depan gereja.
    2.  Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke arah jemaat menggunakan senapan serbuk.
    3.  Pelaku membakar bangunan gereja, menyebabkan atap ambruk.
*   Korban:
    *   Satu jemaat tewas di tempat.
    *   Delapan orang lainnya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
    *   Pelaku dinyatakan tewas setelah baku tembak dengan aparat (termasuk agen FBI dan ATF).
*   Respons Pemerintah:
    *   Kepolisian setempat menyatakan tidak ada ancaman lanjutan dan meminta warga menjauhi area tersebut.
    *   Presiden Amerika Serikat pada waktu itu, Donald Trump, mengecam keras insiden ini. Ia menyebutnya sebagai bagian dari meningkatnya kekerasan bersenjata yang menyasar komunitas Kristen dan menegaskan pentingnya menghentikan "epidemi kekerasan" tersebut.

Insiden ini merupakan salah satu contoh tragis dari kekerasan bersenjata yang terjadi di tempat ibadah. (*)

Gus Baha: Merawat Tradisi dengan Dalil yang Kuat


A. Kritik Internal: Kelemahan Dalil dalam Beberapa Tradisi NU

Gus Baha mengawali dengan kritik internal terhadap cara sebagian kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendalilkan praktik keagamaan, khususnya tradisi Tahlilan untuk 7, 40, dan 100 hari kematian.

1.  Tradisi yang Terbebani: Ia mengakui bahwa sebagai seorang yang mendalami ilmu, seringkali ia sendiri kesulitan menemukan hadis sahih yang secara khusus mendukung ritus 7, 40, dan 100 hari seperti yang dipraktikkan di NU.
2.  Kebiasaan yang Keliru: Kekeliruan terjadi ketika kiai-kiai NU mencari-cari dalil spesifik untuk mendukung detail tradisi tersebut (misalnya, tentang keadaan roh di hari ke-7, ke-40, dll.), padahal itu adalah wilayah **ghaib (magibat)** yang memerlukan dalil yang sangat kuat.
3.  Akibatnya: Hal ini membuat kalangan lain (disebut "kubu sebelah") mudah menyerang dan menganggap NU "goblok" karena menggunakan dalil yang lemah.

B. Solusi: Kembali ke Dalil Umum yang Kuat dan Metodologi Ulama

Gus Baha menawarkan solusi dengan menggunakan dalil-dalil umum yang kuat (Quran dan Hadis Sahih) serta metodologi para ulama.

1.  Dalil Umum untuk Kebaikan:
    *   QS. An-Nisa: 114: Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap diskusi dan perkumpulan harus bermuara pada kebaikan, perbuatan sosial (`shadaqah`), menyebarkan kebaikan (`ma'ruf`), dan perdamaian antar manusia (`ishlah bainanas`). Ini adalah pijakan yang kuat untuk aktivitas seperti Tahlil yang intinya adalah berzikir bersama.
    *   Konsep "Biladul Allah": Seluruh bumi adalah milik Allah. Di mana pun kita menemukan kebaikan, kita boleh berdiam dan berkontribusi di sana. Ini menjawab tantangan global dan menekankan Islam yang toleran dan damai.

2.  Perdamaian adalah Fitrah, Perang Butuh Alasan:
    *   Gus Baha menegaskan bahwa damai tidak butuh alasan karena itu adalah fitrah manusia. Sebaliknya, perang membutuhkan alasan yang jelas, seperti membela diri dari kezaliman (seperti dalam QS. Al-Hajj: 39). Ini membantah citra Islam sebagai agama kekerasan.

3.  Metodologi Pemahaman Ulama (`Analisis Ulama`):
    *   Gus Baha menekankan bahwa memahami teks agama (Al-Qur'an dan Hadis) tidak bisa hanya secara tekstual (`tekstualis`), tetapi harus dengan analisis para ulama.
    *   Contoh 1: Larangan Jual Beli Saat Jumat. Secara tekstual, yang dilarang hanya jual beli. Namun, analisis ulama (`min itlaqil ba'di wa irodatil kul`) menyimpulkan bahwa semua aktivitas yang mengganggu kehadiran shalat Jumat (seperti main HP) juga terlarang.
    *   Contoh 2: Larangan Menikahi Ibu (`Ummahat`). Secara tekstual, yang disebut hanya "ibu". Namun, ulama sepakat (`ijmak`) bahwa maknanya mencakup semua ibu ke atas (nenek, buyut, dst.) berdasarkan kaidah `Ummun wain 'alat`.
    *   Contoh 3: Larangan Poligami dengan Dua Bersaudara. Dari larangan mengumpulkan dua saudara perempuan, ulama mengembangkan kaidah yang lebih komprehensif: tidak boleh berpoligami dengan dua wanita yang memiliki hubungan mahram.

C. Penerapan pada Tradisi Tahlil dan Zikir

Gus Baha menerapkan prinsip-prinsip di atas untuk membela tradisi Tahlil dengan cara yang lebih ilmiah.

1.  Berpindah dari Dalil Spesifik ke Dalil Umum:
    *   Daripada bersusah payah mencari dalil untuk 7/40/100 hari, sebaiknya berpegang pada dalil umum tentang keutamaan zikir. (`Uzkuruullaha zikran katsira` - "Berzikirlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya") dan membaca kalimat thayyibah (`Laa ilaaha illallah`).
    *   Dalil Hadis Sahih: `Man qala Laa ilaaha illallah dakhala al-jannah` ("Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah, ia masuk surga"). Hadis ini tidak menyebut jumlah tertentu, sehingga amalan zikir berjamaah (Tahlil) yang banyak bacaannya sudah pasti termasuk dalam cakupan dalil-dalil umum ini.

2.  Bahaya Menetapkan Jumlah Tertentu:
    *   Jika membuat-buat hadis bahwa "baca 100 kali `Laa ilaaha illallah` pasti masuk surga", maka orang yang hanya sempat membaca 50 kali sebelum meninggal bisa jadi putus asa. Ini berbahaya. Hadis sahihnya hanya menyebut "mengucapkannya", tanpa batas jumlah.

3.  Dasar Psikologis dan Cinta:
    *   Lamanya Tahlil dan banyaknya zikir bisa dibangun di atas kaidah psikologis: `Man ahhaba syai'an aktsara zikrohu` ("Siapa yang mencintai sesuatu, ia akan banyak menyebutnya"). Karena kita mencintai Allah, wajar jika kita banyak menyebut nama-Nya.

D. Semangat Optimisme dan Harapan dalam Islam

Gus Baha menutup dengan menekankan semangat optimisme dan harapan (`roja'`) dalam Islam, yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

1.  Kisah Nabi di Thaif: Saat dilempari batu hingga berdarah-darah oleh penduduk Thaif, Nabi menolak tawaran Malaikat untuk menghancurkan mereka. Beliau berkata, "Bahkan, aku berharap Allah akan melahirkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah semata." Ini adalah puncak dari optimisme.
2.  Bukti Sejarah: Harapan Nabi terbukti. Anak-anak dari musuh bebuyutannya seperti Abu Jahal (Ikrimah bin Abu Jahal) dan Abu Lahab (Darrah binti Abu Lahab) justru masuk Islam.
3.  Pelajaran untuk Indonesia dan Umat Islam: Jangan pernah putus harapan terhadap negeri dan generasi muda. Meski mungkin saat ini masih banyak kekurangan, dengan terus dididik melalui pesantren dan kuliah, generasi mendatang akan lebih baik. Agama Islam adalah agama bagi orang yang selalu berharap (`liman yarju`).

E. Penutup: Hidup Penuh Ujian

Gus Baha mengingatkan bahwa hidup di dunia ini memang penuh ujian, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mulk: 2. Setiap keadaan punya tantangannya sendiri, baik miskin maupun kaya. Kunci utamanya adalah bersikap bijak dan istiqamah dalam menjalaninya.

---
Kesimpulan Gus Baha: Tradisi NU seperti Tahlil dapat dipertahankan dengan meninggalkan dalil-dalil spesifik yang lemah dan beralih kepada dalil-dalil umum yang sahih tentang keutamaan zikir dan berbuat kebajikan, dengan tetap mengedepankan metodologi pemahaman (`analisis`) para ulama. Pendekatan ini lebih kuat, elegan, dan mempersatukan.

Sumber:

Monday, September 29, 2025

Update Korban Ambruknya Musholla Ponpes Al Khoziny: Satu Santri Meninggal Dunia di RS Siti Hajar


SIDOARJO – Data korban ambruknya Musholla Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo terus bertambah. Hingga malam ini, Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo melaporkan telah menerima total 44 pasien yang terdampak. Kabar duka juga menyelimuti insiden ini dengan dikonfirmasinya satu korban meninggal dunia.

Wakil Direktur Medis RS Siti Hajar, Dr. Andiani, merilis klasifikasi data korban yang ditangani di rumah sakit tersebut:

Zona (Kondisi)Jumlah PasienKeterangan
Zona Merah (Kritis)10 pasienLuka parah atau kritis.
Zona Kuning (Luka Sedang)9 pasienDirawat inap atau bergeser dari IGD.
Zona Hijau (Pulang)24 pasienSudah diperbolehkan pulang bersama orang tua.
Zona Hitam (Meninggal Dunia)1 pasienSantri korban jiwa.
Total Pasien Terdampak44 pasienTotal keseluruhan yang masuk ke RS Siti Hajar.

Korban Jiwa Teridentifikasi

Satu korban jiwa yang meninggal dunia telah diidentifikasi:

  • Nama: Almarhum Maulana Alphan Ibrahim

  • Usia: Lahir tahun 2012 (sekitar 13 tahun)

  • Kelas: Kelas 1 SMP

  • Asal: Fabrian, Surabaya

  • Asrama: Darussi Pak Nol 03 (Asrama yang mengalami reruntuhan)

Meskipun dokter telah siaga penuh di posko, suasana di RS Siti Hajar masih dipenuhi oleh wali santri yang menangis dan cemas menunggu informasi.

Posko Informasi dan Kunjungan Pemerintah

  • Posko Resmi: Pihak RS Siti Hajar telah menyediakan Posko Informasi/Aduan di samping kanan rumah sakit, dekat pintu masuk, untuk melayani masyarakat dan wali santri yang mencari data korban. Data nama-nama korban (termasuk status zona) telah ditempelkan di posko, meskipun nama lengkap belum seluruhnya dirilis.

  • Kunjungan VIP: Dijadwalkan setelah ini, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengunjungi RS Siti Hajar untuk memantau langsung penanganan korban.

Proses evakuasi di Ponpes Al Khoziny dan penanganan medis di berbagai rumah sakit terus diintensifkan, dengan fokus utama pada keselamatan korban yang masih hidup. (*)

Perkembangan Terakhir Musibah Musholla Ambruk Ponpes Al Khoziny: Korban Luka Mencapai Puluhan, Evakuasi Diperketat


SIDOARJO – Proses evakuasi dan penanganan korban pasca ambruknya Musholla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin sore (29/9/2025) terus berlanjut hingga malam hari. Situasi terkini menunjukkan adanya puluhan santri yang dirawat akibat luka-luka, sementara tim SAR berhati-hati melakukan evakuasi karena masih terdengar tangisan korban di dalam reruntuhan.


RSUD Sidoarjo Merawat 34 Santri Luka, Tanpa Korban Jiwa

Di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, posko informasi darurat baru saja didirikan. Reporter SSFM Melitha Elaino melaporkan data terbaru per pukul 20.27 WIB:

  • Total Pasien Luka: Tercatat 34 pasien (santri) yang dirawat di RSUD dr. Soetomo Sidoarjo. Data ini bersifat sementara dan dapat bertambah.

  • Kondisi Pasien: Seluruh pasien yang terdata adalah korban luka ringan, meskipun detail kondisinya belum dijelaskan secara rinci karena masih dalam penanganan medis.

  • Korban Jiwa: Hingga laporan ini dibuat, belum ada data korban jiwa yang dilarikan ke kamar jenazah RSUD dr. Soetomo Sidoarjo.

  • Beberapa Nama Korban: Beberapa nama santri yang dirawat antara lain Muthar Sahid, Salman, Felix Mazam, dan Abdul Bari.

Data Korban di RS Delta Surya

Selain RSUD dr. Soetomo, empat santri korban juga dilarikan ke Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Dokter spesialis di sana telah siaga untuk tindakan segera (cito).

Nama PasienUsiaDiagnosis Awal
Bahrul Ulum14 tahunTrauma pelvis
Ahmadiyat13 tahunTrauma kepala dan tangan
Nabil Nulhoiri16 tahunPatah tangan kiri dan kaki kanan
M. Nasih15 tahunTrauma pelvis

Evakuasi Alat Berat Dihindari Karena Jeritan Korban

Dari lokasi kejadian di Ponpes Al Khoziny, Wildan Pratama melaporkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati.

  • Jeritan Terdengar: Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya, menyatakan bahwa timnya masih mendengar tangisan dan jeritan korban yang terjebak di dalam reruntuhan.

  • Fokus Penyelamatan: Tim SAR menghindari penggunaan alat berat (ekskavator) untuk evakuasi karena khawatir dapat menimbulkan runtuhan susulan yang mengancam nyawa korban yang masih terjebak hidup-hidup.

  • Prioritas Korban Hidup: Evakuasi malam ini difokuskan pada penyelamatan korban-korban yang masih hidup.

  • Korban yang Sudah Dievakuasi: Data sementara tim SAR telah mengevakuasi empat korban dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Pencarian dan penguraian puing-puing masih terus dilakukan oleh Tim SAR secara manual dan hati-hati. Data total korban luka dipastikan akan bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi. (*)

Update Musholla Ponpes Al Khoziny Ambruk: Keluarga Santri Padati RSUD Sidoarjo, Korban di Shof Depan Selamat




SIDOARJO – Perkembangan terbaru pasca ambruknya Musholla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) sore menunjukkan situasi yang ramai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro Sidoarjo.

Hingga pukul 20.15 WIB, area teras dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soetomo dipadati oleh keluarga santri.

Mereka terdiri dari kerabat yang menunggu pasien dirawat hingga yang masih mencari kabar anggota keluarga yang belum ditemukan atau diduga masih berada di bawah reruntuhan.


Kesaksian Korban Selamat: Patah Kaki Akibat Terinjak

Reporter SSFM melaporkan telah berbincang dengan Rosit, warga Bangkalan, Madura, paman dari salah satu santri bernama Ahmad Faris (15). Faris, yang sudah empat tahun mondok di sana, dilaporkan mengalami patah tulang di pergelangan kaki kanan.

Berdasarkan cerita yang didapat Rosit dari Ahmad Faris, peristiwa ambruknya bangunan Musholla kontes terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat salat Ashar berlangsung.

  • Shof Terdepan Selamat: Faris, yang berada di shof (baris) paling depan tepat di belakang imam, berhasil selamat dari reruntuhan.

  • Penyebab Luka: Patah kaki Faris disebabkan oleh terinjak-injak oleh santri lain yang berhamburan keluar Musholla saat panik.

  • Dua Shof Selamat: Menurut keterangan Faris, dua shof terdepan di belakang imam selamat total dan tidak terkena reruntuhan bangunan. Namun, baris setelah dua shof terdepan tersebut dilaporkan tertimpa reruntuhan.


Jumlah Korban Dirawat Melebihi 35 Orang

Meskipun belum ada informasi resmi terkait data pasien dari pihak RSUD dr. Soetomo, informasi sementara yang didapatkan sekitar pukul 18.00 WIB menyebutkan bahwa jumlah santri yang dirawat di lokasi tersebut lebih dari 35 orang.

Keluarga pasien dan santri terus berdatangan hingga malam hari. Pihak administrasi IGD secara berkala memanggil nama-nama keluarga pasien yang datang, namun dilaporkan belum ada posko pengaduan atau posko informasi resmi yang didirikan di area RSUD dr. Soetomo, berbeda dengan kondisi di Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo yang juga dilaporkan menampung korban.

Proses pencarian korban masih terus dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim SAR dengan bantuan ekskavator. (*)

Breaking news: Musholla Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Saat Sholat Ashar, Puluhan Santri Diduga Tertimbun


SIDOARJO – Bangunan musholla yang berada di kompleks asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Insiden tragis ini terjadi tepat saat lebih dari 100 jemaah, termasuk santri, sedang melaksanakan ibadah sholat Ashar berjamaah di dalamnya.

Peristiwa yang terjadi sekitar waktu salat Ashar ini mengejutkan warga setempat. "Habis salat Ashar itu ada suara gemuruh, ada getaran seperti gempa, ternyata musala," ungkap Munir, Ketua RT setempat.


Musala Masih dalam Pembangunan, 4 Santri Selamat Dievakuasi

Musala yang ambruk ini diketahui masih dalam tahap pembangunan, dengan lantai di bagian atasnya belum difungsikan. Berdasarkan keterangan, pada hari kejadian, bangunan tersebut masih dalam tahap pengerjaan, dengan aktivitas pengecoran roofdeck di lantai 4 berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 12 siang.

Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya, mengonfirmasi bahwa tim evakuasi telah berhasil menyelamatkan empat santri. "Waktu dievakuasi, keempatnya masih dalam keadaan selamat," ujar Nanang Sigit.

Hingga berita ini dirilis, proses evakuasi masih terus berlangsung. Dua unit ekskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan puing-puing dan mencari korban lain yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan. Puluhan ambulans terlihat keluar masuk lokasi untuk membawa korban yang terluka.


Pihak Ponpes Belum Tahu Jumlah Korban Pasti, Kegiatan Dihentikan Sementara

Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, K.H. Abdul Salam, menyampaikan bahwa musala tersebut digunakan oleh santri dari semua tingkatan kelas. Namun, hingga saat ini, pihak ponpes belum dapat mengonfirmasi jumlah pasti santri yang berada di dalam musala saat kejadian.

Menanggapi insiden ini, K.H. Abdul Salam menyatakan:

  1. Penghentian Kegiatan: Pihak ponpes menghentikan sementara semua kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziny.

  2. Permintaan Maaf: K.H. Abdul Salam juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam (belasungkawa) kepada seluruh wali santri atas musibah yang terjadi.

  3. Izin Bangunan: Mengenai perizinan bangunan musala, K.H. Abdul Salam mengaku tidak mengetahuinya.

Saat ini, pihak Polda Jawa Timur juga telah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan dan melihat lebih lanjut bagaimana peristiwa ambruknya bangunan musala ini terjadi. Belum ada data rinci mengenai kondisi dan jumlah pasti santri yang menjadi korban. (*)

Fim

Sejarah singkat Palestina


Disarikan dari Penjelasan Ustadz Abd Shomad

Berikut adalah poin-poin utama dari penjelasan sejarah Palestina yang disampaikan:

1.  Peran Inggris: Inggris diidentifikasikan sebagai pihak kunci yang menyebabkan konflik. Saat menjajah Palestina, Inggris-lah yang kemudian memberikan tanah tersebut kepada Israel.

2.  Ambisi Negara Israel: Israel dianggap sebagai entitas yang sebelumnya tidak pernah memiliki negara dan tersebar di seluruh dunia. Cita-cita untuk mendirikan negara dicetuskan oleh Theodor Herzl.

3.  Penolakan Sultan Ottoman: Herzl mendatangi Sultan Abdul Hamid dari Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) untuk membeli tanah Palestina dengan sejumlah besar emas. Sultan menolak tawaran ini karena keyakinan agamanya.

4.  Akibat Penolakan Sultan: Setelah menolak, Sultan Abdul Hamid digulingkan, hartanya dirampas, dan anak cucunya dibunuh. Pihak yang bertanggung jawab atas kejatuhannya adalah **Mustafa Kemal Ataturk**, yang disebut sebagai orang terzalim yang menghancurkan kekuasaan Islam pada tahun **1924**.

5.  Melemahnya Umat Islam: Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 1924 dilihat sebagai titik awal kelemahan umat Islam. Umat Islam menjadi terpecah-belah menjadi negara-negara kecil yang mudah diadu domba dan dilemahkan.

6.  Strategi Pecah Belah: Umat Islam dikatakan sengaja dipecah-belah dengan isu-isu khilafiah (perbedaan pendapat dalam furu' ibadah), seperti panjang celana, qunut, dan zikir, untuk mengalihkan perhatian dari perjuangan yang lebih besar.

7.  Puncak Kelemahan: Puncak dari kelemahan umat Islam saat ini adalah kondisi Palestina, dimana Al-Quds (kiblat pertama) diduduki dan sekitar 2 juta rakyatnya menderita. Gambar penderitaan mereka disiarkan setiap hari, tetapi umat Islam dinilai tidak mampu berbuat apa-apa.

Sejarah Singkat Palestina

Sunday, September 28, 2025

NAHALAL KAWIN (English version)

Oleh Zaheen

NAHALAL KAWIN (Musik Pernikahan Islami)

Berikut adalah lirik yang dirapikan dari lagu "Nahalal Kawin" oleh Zaheen dan terjemahannya. Lirik ini ditulis dalam Bahasa Inggris dan sering digunakan sebagai lagu pernikahan bertema Islami.


Lirik Rapih: NAHALAL KAWIN

[Music]

This is the moment I've been waiting for

To finally, you'll be mine.

I'll promise to Allah,

We'll love for eternity.

I'm going to hold your precious hand,

Let your parents tell my love,

Telling everyone you will marry me.

Will you please accept my hand?

I'm going to marry you today.

Insha'Allah, you will let me know,

My love for you is true.

Thank you to our mom and dad,

They let our destinies unite.

They make it easier for us

To fulfill the promises we've made.

[Music]

I'm going to hold your precious hand,

Let your parents tell my love,

Telling everyone you will marry me.

Will you please accept my hand?

I'm going to marry you today.

Insha'Allah, you will let me know,

My love for you is true.

Thank you to our mom and dad,

They let our destinies unite.

They make it easier for us

To fulfill the promises we've made.

[Music] [Applause] [Music]

Will you please accept my hand?

I'm going to marry you today.

Insha'Allah, you will let me know,

My love for you is true.

Thank you to your mom and dad,

They let our destinies unite.

They make it easier for us

To fulfill the promises we've made.


Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

[Musik]

Inilah saat yang telah kutunggu-tunggu

Untuk akhirnya, kamu akan menjadi milikku.

Aku akan berjanji kepada Allah,

Kita akan saling mencintai selamanya.

Aku akan memegang tanganmu yang berharga,

Biarkan orang tuamu menyampaikan cintaku,

Memberi tahu semua orang bahwa kamu akan menikahiku.

Maukah kamu menerima tanganku?

Aku akan menikahimu hari ini.

Insya Allah, kamu akan memberitahuku,

Bahwa cintaku padamu tulus.

Terima kasih kepada ibu dan ayah kita,

Mereka membiarkan takdir kita bersatu.

Mereka membuatnya lebih mudah bagi kita

Untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat.

[Musik]

Aku akan memegang tanganmu yang berharga,

Biarkan orang tuamu menyampaikan cintaku,

Memberi tahu semua orang bahwa kamu akan menikahiku.

Maukah kamu menerima tanganku?

Aku akan menikahimu hari ini.

Insya Allah, kamu akan memberitahuku,

Bahwa cintaku padamu tulus.

Terima kasih kepada ibu dan ayah kita,

Mereka membiarkan takdir kita bersatu.

Mereka membuatnya lebih mudah bagi kita

Untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat.

[Musik] [Tepuk Tangan] [Musik]

Maukah kamu menerima tanganku?

Aku akan menikahimu hari ini.

Insya Allah, kamu akan memberitahuku,

Bahwa cintaku padamu tulus.

Terima kasih kepada ibu dan ayahmu,

Mereka membiarkan takdir kita bersatu.

Mereka membuatnya lebih mudah bagi kita

Untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat.


NAHALAL KAWIN (English Version)

NAHALAL KAWIN by Zaheen

Ustadz Anang Wahid Cahyono: 3 Baju Nabi Yusuf

Ringkasan Pengajian Ahad, 28/9/2025

Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Yusuf `alayhis-salām diceritakan secara panjang dalam Surah Yūsuf. Menariknya, ada tiga peristiwa penting yang melibatkan baju (qamīṣ) Nabi Yusuf, masing-masing dengan makna yang mendalam:


1. Baju Yusuf yang Berlumuran Darah Palsu

📖 Surah Yūsuf [12]:18
Ketika saudara-saudara Yusuf melemparnya ke dalam sumur, mereka membawa bajunya yang telah dilumuri darah palsu kepada ayahnya, Nabi Ya’qub.

  • Makna: simbol kebohongan dan pengkhianatan saudara-saudaranya.


2. Baju Yusuf yang Robek dari Belakang

📖 Surah Yūsuf [12]:25–28
Saat Yusuf digoda oleh istri al-‘Aziz (Zulaikha), bajunya tertarik hingga robek di bagian belakang. Peristiwa ini menjadi bukti yang menyelamatkan Yusuf dari tuduhan palsu.

  • Makna: simbol kesucian, pembelaan, dan bukti kebenaran.


3. Baju Yusuf yang Membawa Kembali Penglihatan Nabi Ya’qub

📖 Surah Yūsuf [12]:93–96
Di akhir kisah, Yusuf mengirim bajunya kepada ayahnya. Ketika baju itu diletakkan di wajah Nabi Ya’qub, penglihatannya yang telah hilang kembali pulih.

  • Makna: simbol rahmat Allah, kesembuhan, dan kembalinya kebahagiaan keluarga.


Ringkasnya:

  • Baju berdarah palsu → simbol pengkhianatan.

  • Baju robek dari belakang → simbol pembelaan kebenaran.

  • Baju yang menyembuhkan → simbol rahmat dan pemulihan.

Catatan dari Cintya Ponorogo

Sel Manusia Bisa "Mendengar" dan Merespons Suara

Dunia sains kembali digemparkan oleh penemuan terbaru yang membuka babak baru dalam pemahaman tentang tubuh manusia. Para peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, berhasil membuktikan bahwa sel-sel manusia ternyata dapat mendeteksi dan merespons gelombang suara. Temuan ini memberikan perspektif baru yang bisa mengubah cara kita melihat interaksi tubuh dengan lingkungannya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2025, para ilmuwan memaparkan sel mamalia yang dikultur di laboratorium dengan berbagai jenis suara, mulai dari frekuensi rendah (440 Hz), frekuensi tinggi (14 kHz), hingga white noise. Hasilnya mengejutkan: ratusan gen di dalam sel menunjukkan perubahan aktivitas setelah terpapar gelombang suara selama 2 hingga 24 jam. Lebih jauh lagi, suara terbukti mampu memengaruhi jalur mekanosensitif dalam sel yang berhubungan dengan fungsi dasar kehidupan.

Salah satu hasil paling mencolok adalah ditemukannya bahwa diferensiasi sel lemak dapat ditekan melalui stimulasi akustik. Artinya, suara tidak hanya mampu "mengetuk" membran sel, tetapi juga bisa memengaruhi arah perkembangan sel di tingkat genetik. Hal ini membuktikan bahwa sel manusia bukanlah entitas pasif, melainkan memiliki kemampuan luar biasa dalam menangkap stimulus fisik dari lingkungan sekitarnya.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa istilah “mendengar” di sini tidak sama dengan pendengaran manusia yang menggunakan telinga. Yang dimaksud adalah kemampuan sel untuk merespons getaran mekanis dari gelombang suara, lalu mengubahnya menjadi sinyal biologis yang memengaruhi perilaku sel. Temuan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa tubuh manusia sebenarnya sangat sensitif terhadap berbagai jenis rangsangan fisik, termasuk suara.

Penemuan ini membuka peluang riset baru yang sangat luas. Bayangkan, jika gelombang suara bisa memengaruhi cara sel bekerja, maka di masa depan bukan tidak mungkin terapi berbasis suara atau frekuensi akustik dapat digunakan untuk mengobati penyakit, mempercepat penyembuhan jaringan, atau bahkan memengaruhi proses penuaan. Dunia kedokteran, biologi, hingga teknologi kesehatan bisa jadi akan mengalami revolusi besar.

Meskipun masih berada pada tahap penelitian awal di laboratorium, para ilmuwan optimistis bahwa temuan ini akan menjadi dasar bagi studi-studi lanjutan. Saat ini, fokus riset masih terbatas pada sel mamalia yang dikultur di luar tubuh. Namun, para peneliti berencana untuk melanjutkan eksperimen guna membuktikan bagaimana mekanisme ini bekerja di dalam tubuh manusia secara langsung.

Sumber:
Kyoto University – Cells respond to sound: acoustic stimulation influences gene expression in mammalian cells (kyoto-u.ac.jp)
PubMed Central – Cells can respond to audible sound stimulation (PMC)

#PenemuanIlmiah #SelManusia #FaktaSains #InovasiKesehatan #RisetKyoto #TerapiSuara #KesehatanMasaDepan #BeritaViral #RafassaMedia

Skandal Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG): BGN Minta Maaf, Sanksi Penutupan Dapur Diperketat

Wakil Kepala BGN menangis usai minta maaf atas kasus ribuan keracunan siswa yang santap MBG. (Foto: CNN Indonesia TV)

Maraknya kasus keracunan yang menimpa pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memicu reaksi keras dari pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi meminta maaf dan mengeluarkan ultimatum keras kepada mitra dapur penyedia MBG.


Ultimatum Keras BGN: 45 Dapur Ditutup dan Batas Waktu 1 Bulan

Wakil Kepala BGN, Nanik S. D., menyampaikan permintaan maaf yang mendalam, bahkan sambil meneteskan air mata, atas insiden keracunan yang meluas. BGN siap bertanggung jawab penuh dengan membiayai seluruh pengobatan korban.

Nanki SD. mencatat hingga saat ini (Sabtu, 27/9/2025):

  • Sebanyak 45 mitra dapur MBG teridentifikasi tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjadi penyebab insiden keracunan.

  • 40 dapur di antaranya telah ditutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan, menunggu hasil investigasi dan perbaikan sarana/fasilitas.

  • Ultimatum: BGN memberikan batas waktu 1 bulan kepada seluruh mitra dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melengkapi syarat sertifikat higienis (SLHS) dan sertifikat halal. Jika dalam satu bulan kasus keracunan masih terjadi atau tidak ada perbaikan, maka mitra tersebut akan ditutup permanen.

Nanik SD. menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar angka, namun menyangkut nyawa dan keadilan pemenuhan gizi bagi anak-anak kurang mampu.


Peran Pengawasan dari Institusi Negara

Menyikapi masalah kualitas dan keamanan pangan ini, pengawasan diperketat oleh TNI dan Polri.

1. Komitmen Polri dan Food Security

Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo meminta jajarannya memperketat pengawasan kualitas makanan.

  • Quality Control (QC) Menyeluruh: Kapolri menekankan bahwa proses memasak, distribusi, hingga makanan sampai di sekolah harus melalui quality control dengan melaksanakan "food security test" untuk memastikan makanan higienis dan siap saji.

  • Peninjauan SPPG: Saat meninjau SPPG Polres Semarang yang melayani 21 sekolah (3.977 siswa/hari), Kapolri memastikan bahan baku segar dan proses distribusi tepat waktu.

  • Capaian SPPG Polri: Hingga kini, Polri telah membangun 617 SPPG di seluruh Indonesia, 73 di antaranya berada di Jawa Tengah, dengan target melayani 2,1 juta penerima manfaat dan membuka 30.850 lapangan kerja.

2. Pengawasan Melekat TNI dan Rantai Pasok

Panglima TNI Jenderal Agus Subianto juga meluncurkan 339 SPPG baru di seluruh Indonesia, menambah total 452 SPPG yang dikelola TNI saat ini, dari alokasi 2.000 SPPG.

  • Pengawasan Melekat: Panglima TNI memerintahkan komandan kesatuan untuk melakukan pengawasan melekat mulai dari pengecekan bahan baku, peralatan masak, cara memasak, hingga proses pengiriman. Ia menekankan agar rentang waktu antara memasak dan konsumsi tidak terlalu lama.

  • Dampak Ekonomi: Keberadaan SPPG yang dikelola TNI juga bertujuan membuka rantai pasok bagi petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal untuk menjual hasil panen mereka ke Koperasi Merah Putih.


Saran Ahli Gizi dan Praktik Sekolah Terbaik

Ahli Gizi, Prof. Ir. Hardin S.H., menyarankan pembentukan tim pengawas yang melibatkan pihak sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Secara khusus, ia menyoroti peran sekolah:

  • Peran Sekolah sebagai Early Warning: Guru-guru dan kepala sekolah harus dilatih untuk memahami gejala makanan tidak layak (early warning).

  • Pengecekan Visual & Aroma: Sebelum dibagikan, makanan wajib dicek. Jika ditemukan gejala ketidaklayakan seperti kurang segar, warna tidak biasa, atau aroma basi, makanan tidak boleh dikonsumsi dan harus segera diganti, tanpa harus dijadikan "kelinci percobaan" oleh kepala sekolah.

Sementara itu, di Surabaya, Jawa Timur, program MBG di SMPN 13 telah berjalan selama 5 bulan tanpa kendala bagi 927 siswanya. Sekolah menerapkan mekanisme penyaluran paket makanan segera saat mobil MBG tiba untuk menghindari makanan basi, dan selalu melakukan pengecekan kualitas.

Momen Jenaka di Balik Polemik

Di tengah isu keracunan, netizen membagikan video-video jenaka yang menunjukkan semangat siswa:

  • Ayam Geprek Manual: Pelajar viral karena menerima ayam yang masih utuh dan langsung "menggepreknya" dengan pukulan tangan untuk menjadikannya ayam geprek paripurna.

  • Ayam Goreng "Kriuk Lagi": Siswa menghidupkan kembali ayam goreng yang sudah lemas dengan memanaskannya kembali menggunakan penggorengan.

  • Mukbang MBG: Seorang siswa dengan semangat menampung dan memakan makanan sisa teman-temannya, yang dikomentari netizen sebagai "Mukbang MBG" atau tindakan positif "daripada dibuang, mending dimakan." (*)

Sumber:

Muara Ilmu Adalah Adab: Nasihat Syekh Hasan Al-Bashri untuk Kehidupan Beragama


SURABAYA – Dialog Fajar Radio Suara Surabaya pada Ahad, 28 September 2025, menghadirkan Ustadz Mim Saiful Hadi yang mengupas tuntas dua poin penting dari nasihat ulama besar masa tabi'in, Syekh Hasan Al-Bashri, sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Nasihat tersebut berfokus pada hubungan erat antara ilmu, adab, dan kesabaran dalam beragama.


Poin 1: Man Laa Adabalah, Laa 'Ilmalah (Barang Siapa Tidak Beradab, Maka Tidak Berilmu)

Ustadz Saiful Hadi menjelaskan bahwa adab (etika/perilaku) adalah muara atau buah dari ilmu yang dipelajari.

  • Ilmu vs. Pengetahuan: Seseorang yang secara fisik terlihat berilmu—entah karena banyaknya bacaan, buku yang dikutip, atau gelar akademik—namun tidak memiliki adab yang sejalan, sesungguhnya ia hanya menguasai pengetahuan semata, bukan ilmu sejati.

  • Refleksi Ilmu: Ilmu sejati harus terinternalisasi dan terefleksi dalam perilaku sehari-hari. Jika seseorang dikenal cerdas, namun perilakunya buruk (kasar saat berdebat, tidak jujur saat diberi amanah, buruk pergaulan dengan tetangga), maka yang ia miliki hanyalah "resep" atau informasi yang bisa disalahgunakan.

  • Contoh Hukum: Seseorang yang menguasai celah hukum, lalu menggunakan pengetahuan tersebut untuk berbuat jahat, menunjukkan bahwa pengetahuan tersebut tidak pernah menjadi ilmu karena tidak dilandasi adab.

Pesan Kunci: Dahulukan dan utamakan adab, sehingga segala pengetahuan yang telah diraih dapat masuk dan terinternalisasi menjadi ilmu yang mampu menerangi dan membentuk karakter kehidupan sehari-hari.


Poin 2: Man Laa Shobrolah, Laa Dinalah (Barang Siapa Tidak Sabar, Maka Tidak Ada Agama Padanya)

Nasihat kedua Syekh Hasan Al-Bashri ini menekankan bahwa kesabaran adalah fondasi utama dalam menjalankan ajaran agama.

  • Tanda Kekosongan Agama: Apabila seseorang tidak memiliki kesabaran—mudah dikuasai putus asa, keluh kesah, berprasangka buruk, dan tergesa-gesa (isti'ajal)—maka seolah-olah tidak ada agama yang ia pegang.

  • Ilmu Menjadi Sia-Sia: Sekalipun seseorang hafal banyak ayat Al-Qur'an, jika ia tidak sabar dalam menerima, memahami, dan menjalankan semua yang telah diketahuinya, maka ilmunya tersebut menjadi sia-sia, seolah tidak ada gunanya.

  • Sabar Melawan Putus Asa: Sifat putus asa sering kali muncul saat kita melihat tokoh publik yang mengecewakan. Namun, Ustadz Saiful Hadi mengingatkan bahwa kita tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa semua orang sama. Jika kita sabar, Allah akan menampakkan dan menunjukkan orang-orang baik (panutan-panutan) yang mungkin berada sangat dekat di lingkungan kita.

  • Peran Agama: Agama memandu kita dalam mengambil keputusan, menentukan orientasi, dan menjaga diri dari keburukan. Semua panduan ini membutuhkan kesabaran agar tidak tergesa-gesa dan tidak lari dari ajaran agama karena godaan atau tren duniawi.

Pesan Kunci: Kesabaran adalah syarat mutlak agar ilmu agama dapat membuahkan hasil. Hanya orang-orang yang sabar yang dijanjikan pertolongan oleh Allah SWT. (*)


Friday, September 26, 2025

Meraih Husnul Khatimah dengan Amal Saleh dan Istiqomah di Masjid

Khutbah Jumat di Masjid Polinema: Meraih Husnul Khatimah dengan Amal Saleh dan Istiqomah di Masjid

(Masjid Polinema Malang, Jumat, 26 September 2025)

Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Wasmukan  di Masjid Polinema Malang menekankan pentingnya mengakhiri kehidupan dalam kondisi terbaik, atau Husnul Khatimah, sebagai cita-cita tertinggi setiap Muslim.



Pentingnya Husnul Khatimah dan Teladan Nabi

Khotib Ustadz Wasmukan menggarisbawahi firman Allah SWT yang menjadi pesan terakhir bagi orang beriman: "Jangan sekali-kali kalian mati, kecuali dalam kondisi pasrah kepada Allah SWT." (merujuk pada QS. Ali Imran: 102). Hal ini berarti setiap Muslim diperintahkan untuk hidup dan mengakhiri hayatnya dalam keadaan taat.

  • Doa Para Nabi: Harapan ini telah menjadi wasiat para nabi. Nabi Ibrahim AS, misalnya, berwasiat kepada putra-putranya untuk memegang teguh agama Allah dan tidak mati kecuali dalam keadaan berserah diri.

  • Permintaan Rasulullah SAW: Rasulullah SAW sendiri senantiasa berdoa: "Allahumma ij'al khaira umri akhirahu" (Ya Allah, jadikan sebaik-baik usiaku adalah akhirnya) dan "Wa ij'al khaira amali khawatimahu" (Jadikan sebaik-baik amalku adalah penutupnya).

Khotib mengingatkan bahwa mencapai Husnul Khatimah bukanlah perkara mudah, karena di antara manusia ada yang dikalahkan oleh kemiskinan dan kebodohan yang menjauhkannya dari jalan kebaikan.


Tiga Kunci Meraih Akhir Hidup yang Baik

Ada beberapa sebab utama yang dapat mengantarkan seseorang pada akhir yang baik, di antaranya:

1. Amal Saleh yang Benar dan Ikhlas

Amal saleh harus memenuhi dua syarat utama:

  • Ikhlas kepada Allah SWT: Niat beramal semata-mata karena Allah.

  • Sesuai Sunnah Rasulullah SAW: Amal yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan dan aturan Rasulullah SAW.

Apabila niatnya ikhlas namun amalnya tidak sesuai sunnah, atau amalnya sesuai sunnah namun niatnya bercampur dengan kepentingan duniawi, maka amal tersebut tidak sempurna.

2. Menjaga Salat Wajib Berjamaah di Masjid

Menjaga salat wajib, khususnya secara berjamaah, dianggap sebagai salah satu kunci utama Husnul Khatimah. Sayyidina Abdullah bin Mas'ud pernah berkata, "Barang siapa yang ingin berjumpa dengan Allah SWT dalam kondisi Muslim, maka jagalah salat-salat ini untuk dilakukan di tempat di mana azan dikumandangkan."

  • Pembeda dengan Kaum Munafik: Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salat berjamaah di masjid adalah bagian dari sunah-sunah yang lurus (sunnan al-huda). Meninggalkan salat berjamaah tanpa alasan syar'i seperti berdiam diri di rumah adalah ciri yang jelas menunjukkan sifat kemunafikan.

  • Pahala Langkah Kebaikan: Allah mencatat setiap langkah kaki yang dilangkahkan menuju masjid sebagai kebaikan, menunjukkan pentingnya usaha fisik dalam menjaga ibadah ini.

3. Menghindari Dosa dan Memanfaatkan Sisa Umur

Kunci ketiga adalah memanfaatkan sisa umur yang ada untuk memperbanyak amal kebaikan dan menghindari dosa-dosa secara sengaja. Jangan sampai seseorang sibuk dengan urusan duniawi (kerja makhluk) hingga melupakan tujuan utama hidup.

Khotib menutup khutbah jumatnya dengan doa, berharap jamaah dapat memanfaatkan sisa umur mereka untuk menghindari dosa dan meraih Husnul Khatimah. (*)

Thursday, September 25, 2025

Tanda-tanda Mukmin dan Keagungan Al-Qur'an


Ustadz Yusuf Hasymi dalam kajian Kamis, 25/9/2025 di Masjid At Taqwa Jagalan menyoroti tanda-tanda orang beriman yang disampaikan dalam Surah Al-Anfal ayat 2 dan 3. Beliau menganalogikan manusia dengan hewan-hewan yang diburu (gajah karena gadingnya, badak karena culanya), di mana nilainya seolah terletak pada materi. Namun, keimanan sejati memberikan refleksi cermin bahwa nilai kita sebagai hamba Allah terletak pada tanda keimanan, bukan materi.

I. Hakikat Hati Seorang Mukmin (Surah Al-Anfal: 2-3)

Ayat 2 dan 3 Surah Al-Anfal menjadi penekanan utama:
1.  "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka..." (QS. Al-Anfal: 2).
2.  *"...dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah keimanan mereka..."* (QS. Al-Anfal: 3).

Pentingnya Hati: Ustadz menjelaskan bahwa hati, baik secara organ maupun sebagai pusat perasaan, harus diisi dengan rasa dan makna yang benar. Jika hati berorientasi hanya pada materialisme, maka isinya pun akan dangkal. Namun, jika Allah Ta'ala didahulukan sebagai pencipta, hati akan merasa aman dan terjamin (safety).
* Kekuatan Asma Allah: Kekuatan nama Allah mampu mengguncang hati seorang hamba. Hal ini diilustrasikan dengan kisah ketika Nabi Muhammad SAW diancam oleh seorang kafir bernama Dasul. Saat Nabi dengan tegas menyebut "Allah," tangan Dasul bergetar dan pedangnya terjatuh, menunjukkan betapa Asma Allah mampu memberikan perlindungan dan ketegasan.
* Jaminan dari Allah: Beliau menggarisbawahi bahwa bagi orang yang membiasakan diri bertawakkal, Allah yang Maha Sempurna akan menjadi penjamin. Bahkan dalam konteks dosa (seperti korupsi), Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, namun tidak langsung menghukum atau murka, melainkan memberikan kesempatan.

---

II. Klasifikasi dan Keajaiban Al-Qur'an

Ayat-ayat Allah dibagi menjadi dua secara bahasa: Ayat-ayat Kauniyah dan Ayat-ayat Kauliyah.

1.  Ayat-ayat Kauniyah: Segala ciptaan Allah di alam semesta (bumi, galaksi, hewan, dan seluruh makhluk). Tujuan penciptaan ini adalah agar manusia tunduk dan mengakui kesempurnaan dan keagungan Allah.
2.  Ayat-ayat Kauliyah: Firman Allah yang dibaca, dihafal, dan disampaikan melalui Al-Qur'an.

Secara istilah Al-Qur'an (Surah Ali Imran ayat 7) dibagi menjadi:
1.  Ayat-ayat Muhkamat: Ayat yang maknanya terang, jelas, dan mudah dipahami, seperti perintah ibadah dan terjemahan kasih sayang Allah.
2.  Ayat-ayat Mutasyabihat: Ayat yang serupa, membutuhkan pendalaman (tafsir), dan tidak bisa diinterpretasikan dengan logika manusia yang terbatas. Contohnya adalah frasa "Tangan Allah di atas tangan mereka" (QS. Al-Fath) dan bahwa segala sesuatu akan binasa "kecuali Wajah Allah."

Keajaiban Linguistik: Huruf Muqatta'ah

Ustadz Yusuf menyoroti keajaiban 14 surat dalam Al-Qur'an yang diawali dengan Huruf Muqatta'ah (huruf-huruf terputus, seperti Alif Lam Mim, Yaasiin).

* Bukti Ilmiah: Beliau menceritakan kisah ilmuwan Barat, seperti Profesor Raymond Farrin dari Amerika dan Profesor Dr. Neil Robinson, yang meneliti koherensi dan susunan seimbang (balancing) huruf-huruf Al-Qur'an selama puluhan tahun. Penelitian ini meyakinkan mereka bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah (firman Allah) karena susunannya yang sempurna dan tidak mungkin diciptakan oleh makhluk.
* Makna Yaasiin: Huruf *Yaasiin* bisa memiliki makna panggilan kepada Nabi Muhammad SAW (Hai Rajul/Hai Man). Namun, dalam konteks bahasa Arab yang murni, huruf-huruf tersebut tidak memiliki makna langsung, yang justru menunjukkan kedalaman dan mukjizatnya.

Ustadz Yusuf Hasymi melanjutkan kajiannya dengan membahas secara mendalam mukjizat Al-Qur'an, khususnya dari aspek linguistik dan strukturnya, sebagai penguat keimanan umat Islam. Beliau menekankan bahwa kesempurnaan Al-Qur'an adalah bukti nyata bahwa kitab suci ini bukan buatan manusia.

---

Mukjizat Struktur Al-Qur'an: Temuan Ilmuwan Barat

Ustadz Yusuf Hasymi memaparkan penemuan ilmiah yang membuktikan keagungan Al-Qur'an, yang dikenal dengan konsep "Ring Structure" (Struktur Cincin).

* Profesor Raymond Farrin: Ilmuwan bahasa kulit putih dari Amerika Serikat ini meneliti Al-Qur'an selama bertahun-tahun dan menemukan bahwa banyak surat di dalamnya memiliki struktur yang seimbang dan saling berkaitan seperti cincin. Struktur ini—sering digambarkan dengan pola A-B-C-D-E-D-C-B-A—menunjukkan koherensi sempurna di mana bagian awal (A) berkorelasi dengan bagian akhir (A), bagian kedua (B) berkorelasi dengan bagian kedua dari akhir (B), dan puncaknya terletak di tengah.
* Contoh Surah Al-Baqarah: Farrin meneliti Surah Al-Baqarah (286 ayat) dan menemukan sembilan konten yang tersusun dalam struktur cincin, di mana ayat sentralnya, yaitu ayat 143, menjadi inti sari dari surat tersebut. Ayat ini berbicara tentang umat Islam sebagai "Umatan Wasathan" (umat pertengahan), yang merupakan cerminan middle-point (titik tengah) antara kegagalan umat terdahulu (seperti Bani Israil) dan tugas berat umat Islam.
* Dr. Neil Robinson: Ilmuwan lain yang juga masuk Islam setelah mendalami Al-Qur'an. Dalam bukunya, Discovering Qur’an, Robinson meneliti Al-Qur'an berdasarkan hitungan ketukan nada dalam pembacaan, menemukan pola ritmis seperti 12-10-8-10-12 yang konsisten di beberapa surat.

Pembuktian Lain dari Ilmu Biologi Kelautan

Selain struktur linguistik, Ustadz Yusuf Hasymi juga mengisahkan temuan yang menguatkan ayat-ayat kauniyah (ciptaan Allah):

* Yves Costel: Seorang profesor biologi laut dari Prancis yang awalnya skeptis. Saat melakukan penyelaman di Samudra Atlantik (Teluk Meksiko), ia menemukan fenomena luar biasa: adanya sungai air tawar yang tidak menyatu dengan air laut di sekitarnya. Pengalamannya ini dikonsultasikan dengan rekan Muslimnya, yang kemudian merujuk pada Surah Ar-Rahman (atau ayat tentang pertemuan dua lautan) yang menyebutkan bahwa di antara dua air yang mengalir bertemu, ada batas yang tidak bisa ditembus. Temuan ini menjadi salah satu sebab keislamannya.

---

Tantangan Keimanan dan Interaksi dengan Al-Qur'an

Ustadz Yusuf kemudian mengingatkan jama'ah akan tantangan dalam menjaga keimanan dan pentingnya berinteraksi dengan Al-Qur'an:

* Melawan Keterbatasan Diri: Beliau menekankan bahwa kelemahan manusia sering kali terletak pada perasaan "paling benar" atau mudah putus asa (*gelo-gelo mudah atarik ke katil*).
* Menghayati Bacaan: Berkaitan dengan awal turunnya wahyu, Ustadz mengutip Surah Al-Qiyamah (Ayat 16-19) yang berpesan kepada Nabi Muhammad SAW untuk tidak terburu-buru menyelesaikan bacaan Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa membaca harus disertai khusyuk dan pemahaman, yang dijanjikan Allah akan memampukan Nabi untuk membaca, menerjemahkan, dan menghafalnya.
* Al-Qur'an sebagai Jantung: Mengutip hadis Nabi, Ustadz Yusuf Hasymi menegaskan bahwa Surah Yaasiin adalah jantung (hati) Al-Qur'an. Hal ini sejalan dengan keinginan penyair Muslim dari India, Muhammad Iqbal, yang ingin wajahnya di akhirat kelak dipenuhi cahaya Surah Yaasiin.
* Keterbatasan Panca Indra: Sebagai penutup, beliau menyinggung keterbatasan manusia, seperti batas pendengaran (0 Hz hingga 20.000 Hz), yang menunjukkan bahwa ada banyak fenomena alam ciptaan Allah (Ayat-ayat Kauniyah) yang tidak mampu dijangkau oleh kemampuan fisik manusia, apalagi oleh akal dan logika. (*)

Ditulis oleh Firnas Muttaqin 
Kamis, 25/9/2025

Tuesday, September 23, 2025

Anakku ....

Untuk Putriku yang Kini Remaja 

Dulu, kau adalah magnet kecil yang selalu mendekat,
Kaki mungilmu berlari, mengejar bayang di teras rumah.
Dunia kami hanya seluas pelukan,
Dan tawa-tawamu adalah lagu yang mengisi setiap sudut ruang.

Kini, aku belajar menjadi seorang navigator,
Untuk sebuah kapal yang mulai berlayar mencari pantainya sendiri.
Kau bicara dalam bahasa yang kadang asing,
Tentang galaksi di layar genggam, dan teman-teman yang belum pernah kucium dahinya.

Aku masih menyimpan semua foto di laci kenangan,
Saat kau tidur di pundakku, yakin itu tempat teraman.
Sekarang pintu kamarmu kerap tertutup,
Sebuah benteng yang kuhormati, meski hatiku kadang tersedu.

Aku tahu, ini bukan tentang menjauh,
Tapi tentang tumbuh, tentang menjadi.
Namun, di sela-sela sunyi setelah kau keluar rumah,
Aku masih mencari-cari bocah kecil yang dulu menggenggam jariku untuk belajar berjalan.

Anakku…
Tidak ada peta untuk menjadi ayah dari seorang remaja putri.
Aku hanya berdoa, di balik pintu duniamu yang baru,
Kau tahu, bahwa pelukanku masih hangat, dan bahuku masih kokoh,
Bagaikan bulan yang tak pernah ingkar menyinari laut, meski laut tak selalu mendekat.

Aku merindukanmu, bukan seperti dulu,
Tapi dengan cara yang lebih dalam, lebih sunyi.
Seperti akar yang merindukan dahan yang menjulang tinggi,
Bersyukur melihatmu tumbuh, sambil berbisik lirih, "Jangan lupa, aku di sini."

---

**Penjelasan makna puisi:**

Puisi ini menggambarkan transisi dan kerinduan yang kompleks. Ayah tidak hanya merindukan masa lalu, tetapi juga sedang belajar menyesuaikan diri dengan dinamika baru. Ada rasa hormat terhadap ruang privat sang anak, kebanggaan akan pertumbuhannya, tetapi juga kerinduan yang tulus dan tak terucapkan pada ikatan masa kecil mereka. Metafora seperti "navigator untuk kapal," "bulan dan laut," serta "akar dan dahan" mencoba menangkap esensi hubungan orang tua-anak: tetap ada dan mendukung dari kejauhan, dengan cinta yang tak bersyarat. (*)