Sunday, May 25, 2025

iNDONESIA MENUJU KEDAULATAN

INDONESIA MENUJU KEDAULATAN: NASIB BERAS, BENSIN, DAN DOMPET DI TENGAH BADAI GLOBAL

Oleh: FIRNAS – garengpetruk.com, Pasuruan


> “Negara kuat bukan negara yang isinya orang kuat-kuatan di medsos,
tapi yang isi perut rakyatnya kuat meski harga cabe lagi naik.”
— (Gareng Petruk, edisi panen gagal)

Wahai sedulur-sedulurku, rakyat semesta nusantara dari Sabang sampai swalayan, dari Merauke sampai minimarket yang diskonnya PHP: mari kita sambut tahun 2026 dengan semangat baru! Tahun di mana negara kita menargetkan kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi. Pokoknya, dari nasi sampe solar, dari tahu sampe cuan, semua harus mandiri!

Tapi, sebelum semangat kita terbang melayang, mari kita ngopi dulu sambil ngelus dada — soalnya di luar sana, dunia sedang goyang hebat, lur! Bukan goyang TikTok, tapi goyang geopolitik: Rusia masih ngebet main tank, Gaza terus berasap, harga minyak bikin kepala cenat-cenut, dan dolar kayak mantan: susah ditebak, kadang naik, kadang nyakitin.

Geopolitik Global: Dunia Goyang, Dompet Kuyang

Kita hidup di zaman edan globalisasi edisi fragmentasi. Negara-negara yang dulunya ngopi bareng di G20, sekarang saling bacok tarif. Amerika dan Tiongkok berantemnya udah kayak sinetron stripping, tiap hari ada episode baru. Efeknya? Negara lain cuma bisa bengong sambil nyari promo harga gandum.

Korea Selatan, negara yang sukses bikin drakor dan skincare, sekarang malah kontraksi ekonominya. Singapura yang biasanya tenang, sekarang ikutan pusing. Bahkan Malaysia dan Vietnam juga ikut-ikutan lesu — padahal biasanya mereka jago jualan segala rupa.

Indonesia: Antara Optimisme dan Sabar Lahir Batin

Tapi kita? Kita tetap optimis. Wong Indonesia itu hebat: harga cabe naik, masih sempat bikin konten lucu. Harga BBM naik, masih sempat jajan boba. Tapi jangan salah, pemerintah nggak tinggal diam. Kementerian dan lembaga seperti Avengers ekonomi sedang menyusun strategi KEM-PPKF 2026: semacam GPS ekonomi agar kita nggak nyasar ke lubang resesi.

Intinya sih: biar dunia ribut, kita tetap fokus ke dapur sendiri. Diversifikasi ekspor, hilirisasi industri, reformasi struktural, digitalisasi UMKM, sampai urusan sawit yang digosipin terus sama Eropa — semua disikat. Karena masa depan nggak bisa nunggu mood geopolitik membaik.

Fiskal 2026: APBN Kuat, Rakyat Juga Harus Kuat

Nah, ini bagian penting, lur: pemerintah bilang defisit akan dijaga di angka sekitar 2,5% PDB. Katanya APBN 2026 ekspansif, terarah, dan terukur. Seperti orang jatuh cinta tapi tetap ngecek saldo rekening.

Delapan strategi utama pun diluncurkan, dari pangan, energi, MBG alias Makan Bergizi Gratis (bukan Makan Besar Gratis, ya!), sampai koperasi, UMKM, dan pertahanan semesta. Jadi kalau ada yang nanya, “2026 kita ngapain?” Jawabannya: kita makan, belajar, sehat, kerja, dan siap bela negara — bukan cuma bela netizen di kolom komentar!

Sindiran Ala Warung Kopi: Kedaulatan Itu Bukan Sekadar Kata Mutiara

Tapi ya, Gareng dan Petruk tetap nanya: kedaulatan itu benaran buat rakyat, apa buat slide presentasi pejabat? Jangan-jangan kedaulatan pangan hanya sampai nasi kotak rapat dinas. Atau energi mandiri, tapi colokan listriknya tetap numpang utang luar negeri.

Masalahnya sederhana tapi penting: kalau rakyat masih antre beli minyak goreng, anak sekolah masih rebutan makan siang, dan petani masih kalah cuan sama influencer skincare — ya, berarti PR-nya belum selesai.

2026 dan Mimpi Indonesia Emas: Jangan Sampai Jadi Emas Imitasi

Visi Indonesia Emas 2045 itu indah. Tapi jangan sampai kita baru sadar ternyata itu gold plated, bukan emas murni. Kedaulatan bukan hanya soal angka di dokumen, tapi rasa aman di warung, rasa sejahtera di dapur, dan rasa adil di dompet.

Jadi, Gareng dan Petruk sepakat: mari dukung pemerintah, tapi juga tetap cerewet. Karena negara ini akan jadi hebat bukan hanya karena pemimpinnya kuat, tapi karena rakyatnya nggak mau dibohongi dengan jargon doang.

> “Kita bukan anti kebijakan, kita cuma pro akal sehat.
Karena nasi gak akan datang cuma dari janji — tapi dari sawah, kerja, dan keberpihakan.”
— (Petruk, saat gagal panen dan gagal move on)

 

Selamat menyambut 2026, Indonesia! Semoga badai global hanya numpang lewat, dan semoga perut rakyat tetap kenyang tanpa harus jadi korban politik pangan.

Salam dari Gareng & Petruk,
yang masih setia nyari cabe murah dan sinyal harapan.


https://garengpetruk.com/indonesia-menuju-kedaulatan-nasib-beras-bensin-dan-dompet-di-tengah-badai-global/


INDONESIA MENUJU KEDAULATAN

*Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global 2026*


Oleh FIRNAS,  garengpetruk.com,  Pasuruan

Indonesia bersiap menghadapi tahun 2026 dengan visi ambisius untuk mencapai "Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi", sebuah langkah krusial menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026, yang merupakan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pertama di bawah pemerintahan hasil Pemilu 2024, menjadi panduan strategis di tengah lanskap global yang penuh gejolak dan ketidakpastian.

*Dinamika Global: Fragmentasi dan Ketidakpastian*

Dunia saat ini mengalami perubahan fundamental. Globalisasi, yang dulunya mengedepankan kerja sama, telah bergeser menjadi fragmentasi dan persaingan sengit antarbangsa. Kebijakan proteksionisme, eskalasi perang dagang, dan ketegangan geopolitik — seperti konflik Rusia-Ukraina dan dinamika di Timur Tengah — telah mengubah tata kelola global, mengganggu rantai pasok, dan memperparah ketidakpastian ekonomi dunia.

Perang tarif antara kekuatan ekonomi terbesar dunia, khususnya AS dan Tiongkok, tidak hanya memengaruhi perdagangan bilateral mereka, tetapi juga menciptakan efek rambatan (spillover effects) ke seluruh dunia. Pada awal 2025, beberapa negara seperti Korea Selatan bahkan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, sementara pertumbuhan ekonomi di negara-negara lain seperti AS, Spanyol, Singapura, Malaysia, dan Vietnam melambat.

*Indonesia: Memitigasi Risiko, Membangun Peluang*

Meskipun dihadapkan pada tantangan global yang kompleks, Indonesia melihat peluang di tengah ketidakpastian ini. Transmisi dampak dari gejolak global, baik melalui jalur perdagangan maupun arus modal, telah diidentifikasi. Penurunan ekspor, fluktuasi harga komoditas, dan volatilitas sektor keuangan menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Namun, situasi ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk membuka akses pasar ekspor baru, memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, serta mengakselerasi reformasi struktural seperti peningkatan kualitas SDM, hilirisasi industri, deregulasi, dan transformasi digital.

Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat stabilitas ekonomi domestik melalui diplomasi dan kolaborasi antarnegara, mendorong negosiasi perjanjian perdagangan dan investasi yang lebih progresif, terbuka, dan adil. Koordinasi antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan juga akan terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, dan memastikan likuiditas sektor riil.

*Fokus Kebijakan Fiskal 2026: Ekspansif, Terarah, Terukur*

Kebijakan fiskal tahun 2026 dirancang tetap ekspansif, terarah, dan terukur, dengan target defisit di kisaran 2,48 persen hingga 2,53 persen PDB. APBN akan terus dijaga tetap sehat dan kredibel melalui reformasi fiskal, mobilisasi pendapatan yang selaras dengan kapasitas perekonomian, peningkatan kualitas dan efisiensi belanja, serta inovasi pembiayaan untuk mendorong kinerja perekonomian dan kesejahteraan.

Delapan strategi utama akan mendukung agenda pembangunan nasional:
* Ketahanan pangan.
* Ketahanan energi.
* Makan Bergizi Gratis (MBG).
* Program pendidikan.
* Program kesehatan.
* Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM.
* Pertahanan semesta 
* Akselerasi investasi dan perdagangan global.

Harmonisasi dan sinergi kebijakan pusat-daerah juga menjadi pilar penting untuk mewujudkan belanja yang semakin efisien dan produktif, layanan publik yang semakin berkualitas, serta kesejahteraan rakyat yang semakin merata dan berkeadilan.

*Visi Indonesia Emas 2045: Berdaulat, Adil, Makmur*

Penyusunan KEM-PPKF Tahun 2026 oleh Pemerintahan Presiden Prabowo mewujudkan amanat UUD Tahun 1945 Pasal 33, di mana perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hal ini sejalan dan konsisten dengan visi Indonesia Emas 2045 untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), kebijakan yang tertuang dalam KEM-PPKF 2026 diharapkan menjadi pedoman dalam menavigasi ekonomi, meredam gejolak di tengah ketidakpastian global, sekaligus melaksanakan agenda pembangunan untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera bagi semua[*].

Tuesday, May 20, 2025

KOPI KASPANDI

Kopi Kaspandi: Aroma Legenda yang Tak Lekang oleh Waktu dan Terus Berinovasi

Oleh FIRNAS, garengpetruk.com biro Pasuruan.

Pasuruan, Jawa Timur– Di tengah hiruk pikuk tren kopi modern yang terus bermunculan, secangkir Kopi Kaspandi tetap setia menyuguhkan aroma dan cita rasa yang telah melegenda di hati warga Pasuruan. Berdiri kokoh sejak tahun 1940, Kopi Kaspandi bukan sekadar merek, melainkan sebuah warisan turun-temurun yang terus beradaptasi tanpa kehilangan esensi kearifan lokalnya.

Adalah Bapak Burhanudin, generasi ketiga yang kini memegang kendali atas perjalanan panjang Kopi Kaspandi. Dalam bincang santai di Ramapati edisi Pojok UMKM, ia membuka lembaran sejarah di balik nama besar ini. "Alhamdulillah, kopi kita sudah ada sejak 1940," ujarnya bangga.

**Dari Batik Menuju Kopi: Kisah "Sepur" yang Melegenda**

Kisah Kopi Kaspandi bermula dari sang kakek, seorang perantau dari Solo yang hijrah ke Pasuruan dengan niat berdagang batik. "Dulu kakek datang ke Pasuruan itu niatnya dagang batik. Karena mendengar dari orang banyak, Pasuruan itu 'pasarnya uang'," cerita Burhanudin. Perjalanan sang kakek yang kala itu menggunakan kereta api menjadi inspirasi utama penamaan salah satu varian legendaris mereka: Kopi Kaspandi Sepur. "Itu sejarahnya, transport paling moda paling apa ya namanya paling unik dan paling massal itu kan sepur daripada yang lain untuk zaman itu," jelasnya.

Nama "Kaspandi" sendiri memiliki makna mendalam, merupakan gabungan dari nama kakek dan neneknya, Kasiani dan Afandi. Keunikan nama ini, ditambah dengan jaminan hak paten (Haki), memastikan orisinalitas Kopi Kaspandi di tengah pasar yang kompetitif.

Awalnya, toko sang kakek merupakan toko sembako yang dikenal sebagai pemasok gula dan beras terbesar di Pasuruan. Namun, melihat celah pasar kopi yang belum terjamah, sang kakek mencoba mengolah kopi. "Ternyata jalan, malah lebih unggul dari produk sembakonya itu sendiri. Karena kata orang-orang zaman itu, rasanya unik, enggak bisa ditiru," kenang Burhanudin.

**Rahasia Aroma dan Rasa yang Tak Tertandingi**

Keunikan rasa Kopi Kaspandi yang tak bisa ditiru adalah hasil dari proses panjang dan selektif. Burhanudin menjelaskan, rahasia utamanya terletak pada pemilihan bahan baku dan proses pengolahan. "Yang membedakan itu adalah dari bahan baku. Kita harus selektif beli kopi dari perkebunan yang pilihan, enggak sembarangan," tegasnya.

Kopi Kaspandi juga memiliki pendekatan unik dalam proses sangrai. Berbeda dengan pabrik modern yang menggunakan gas, Kopi Kaspandi mempertahankan tradisi sangrai menggunakan arang. "Kalau gas itu baunya enggak enak, mempengaruhi ya. Sedangkan kopi itu menyerap bau-bauan dari sekitar," ungkap Burhanudin, membocorkan rahasia penting di balik aroma khas Kopi Kaspandi. Penggunaan arang ini, menurutnya, menghasilkan aroma yang berbeda dan lebih otentik.

Selain itu, kemasan kertas yang masih dipertahankan bukan tanpa alasan. Selain ramah lingkungan, kemasan kertas juga memberikan sensasi aroma kopi yang lebih alami dibandingkan plastik atau aluminium. "Itu ada seninya melipatnya juga," tambah Burhanudin, menegaskan sentuhan tradisional yang dijaga.

**Inovasi dan Ketangguhan Menghadapi Tantangan**

Di era modern ini, Kopi Kaspandi tidak tinggal diam. Berbagai inovasi produk telah diluncurkan, mulai dari varian robusta, arabika, kopi lanang (peaberry), hingga kopi rempah dengan campuran jahe, sereh, dan kayu manis. Bahkan, Kopi Kaspandi kini memiliki produk siap minum seperti cappuccino cincau yang diminati generasi muda. "Kita harus inovatif dan kreatif, menciptakan produk baru dari produk yang lama," papar Burhanudin.

Tantangan terbesar yang dihadapi Kopi Kaspandi adalah persaingan dengan pabrik besar yang memiliki kekuatan *branding* luar biasa, serta menjamurnya kafe-kafe modern. Namun, Kopi Kaspandi memiliki strategi jitu: melayani semua segmen pasar, mulai dari kalangan menengah ke bawah dengan produk ekonomis seperti Kopi Kaspandi Piala, hingga produk premium untuk oleh-oleh dan ekspor.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku yang terus-menerus menjadi tantangan abadi. "Yang lucunya itu malah pas COVID, semua produk itu turun tajam, kopi malah naik tajam," kenang Burhanudin. Namun, Kopi Kaspandi membuktikan ketangguhannya. Meski sempat merasakan dampak pandemi, permintaan kopi tetap tinggi. "Meskipun orang enggak butuh yang lain, tapi kopi tetap dibutuhkan," ujarnya optimistis.

**Belajar dari Kaspandi: Kunci Keberlanjutan UMKM**

Kisah Kopi Kaspandi juga memberikan pelajaran berharga bagi UMKM lainnya. Burhanudin menekankan pentingnya inovasi produk dan kemasan, serta riset pasar untuk memahami keinginan konsumen. "Jangan sampai enggak jadi beli karena uangnya kurang," kata Burhanudin, mencontohkan strategi kemasan sachet ekonomis yang memudahkan konsumen.

Momen paling membanggakan bagi Burhanudin adalah ketika Kopi Kaspandi menjadi juara satu dalam presentasi produk dan marketing UMKM se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PT Sampoerna. Prestasi lainnya adalah keberhasilan Kopi Kaspandi menembus pasar Indomaret, setelah melalui seleksi ketat terkait standar higienis dan perizinan.

Dengan modal yang terus berputar cepat dan omset mencapai sekitar 60 juta rupiah per bulan, Kopi Kaspandi menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, inovasi, dan ketangguhan adalah kunci untuk bertahan dan berkembang dalam dunia UMKM. Kopi Kaspandi, yang kini mempekerjakan lima orang di tempat produksinya di Jalan Dewi Sartika Nomor 5, terus membuktikan diri sebagai ikon kebanggaan Kota Pasuruan yang mampu menyuguhkan aroma legenda, lintas generasi.

---

Monday, May 19, 2025

KEDAULATAN LAUT PASURUAN

*Pasuruan Bergelut dengan Kedaulatan Laut: Antara Perjuangan Nelayan dan Harapan Ekonomi Maritim*

Penulis: FIRNAS, garengpetruk.com, biro Pasuruan

Pasuruan, Jawa Timur - Laut Pasuruan yang kaya raya telah lama menjadi sumber kehidupan bagi ribuan nelayan. Namun, di balik potensi besar itu, mereka menghadapi tantangan berat yang mengancam keberlangsungan hidup dan kedaulatan mereka atas laut. Perjuangan nelayan di sini bukan hanya tentang mencari ikan, tetapi juga tentang mempertahankan hak untuk hidup dan berkembang di tengah berbagai kesulitan.

Ombak dan Batas Wilayah: Ancaman Ganda di Laut Pasuruan

Setiap hari, nelayan Pasuruan bertaruh nyawa melawan ganasnya ombak, terutama saat malam hari dan musim hujan. Gelombang tinggi menjadi musuh alami yang harus dihadapi dengan keberanian dan kehati-hatian. Namun, tantangan mereka tidak berhenti di situ. "Kami berjuang melawan ombak besar, tetapi kami juga berharap kedaulatan kami atas laut dan hasil tangkapan dihargai," ungkap seorang nelayan setempat, menyuarakan keresahan yang dirasakan banyak orang. 

Persaingan dengan nelayan dari luar daerah, bahkan dari negara lain, yang mengeksploitasi kekayaan laut Indonesia, menjadi ancaman serius bagi nelayan lokal. Perlindungan terhadap hak-hak mereka menjadi isu krusial. Jika kedaulatan laut tidak ditegakkan, nelayan lokal akan semakin terpinggirkan dan kehilangan mata pencaharian.

Infrastruktur Terabaikan, Ekonomi Terhambat

Selain faktor alam, masalah infrastruktur menjadi penghalang besar bagi kesejahteraan nelayan. Pelabuhan yang tidak memadai, kapal-kapal yang rusak, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tidak berfungsi optimal, membuat nelayan kesulitan mendapatkan hasil maksimal dari laut. TPI yang mati membuat mereka terpaksa menjual ikan ke tengkulak dengan harga rendah, jauh di bawah harga pasar. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga masalah kedaulatan ekonomi.

"Jika TPI aktif, kami bisa mendapatkan harga yang lebih baik untuk ikan kami. Ini akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan kami," kata seorang nelayan penuh harap.

Mengaktifkan kembali TPI adalah langkah penting untuk memastikan harga jual ikan yang adil, baik bagi nelayan maupun konsumen, sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Pelabuhan Pasuruan yang belum berfungsi maksimal juga menjadi persoalan serius. Banyak kapal rusak yang terbengkalai dan akses yang terbatas menyulitkan nelayan untuk keluar masuk pelabuhan. Mereka mendesak pemerintah untuk segera membenahi pelabuhan agar Pasuruan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi maritim yang kuat.

"Kami berharap pelabuhan Pasuruan bisa menjadi pusat ekonomi yang tidak hanya mendukung nelayan lokal, tetapi juga perdagangan antar pulau," ujar seorang nelayan. 

Pelabuhan yang lebih baik akan membuka akses ke pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi mereka.

Menjaga Laut untuk Masa Depan

Kedaulatan laut bukan hanya tentang memanfaatkan sumber daya alam secara adil, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutannya. Eksploitasi berlebihan dan kerusakan lingkungan mengancam kekayaan laut Pasuruan. Oleh karena itu, konservasi dan perlindungan laut harus menjadi prioritas utama, seiring dengan perbaikan infrastruktur dan peningkatan akses pasar.

Harapan di Tengah Tantangan

Di tengah semua tantangan ini, nelayan Pasuruan tetap memiliki harapan. Mereka percaya bahwa dengan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait, kedaulatan mereka atas laut dan hasil tangkapan dapat terwujud. Pengaktifan kembali TPI, pembenahan pelabuhan, dan upaya perlindungan laut adalah langkah-langkah penting menuju masa depan yang lebih cerah.
"Harapan kami adalah agar Pasuruan menjadi pusat ekonomi maritim yang kuat, yang menguntungkan tidak hanya nelayan lokal, tetapi juga seluruh masyarakat," kata seorang nelayan dengan optimisme. Kedaulatan laut yang kuat, infrastruktur yang memadai, dan perlindungan terhadap hak-hak nelayan adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pesisir Pasuruan.

Pelabuhan Lekok: Jantung Maritim Pasuruan

Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa. Pemanfaatan potensi ini secara berkelanjutan sangat bergantung pada peran pelabuhan dan pengelolaan sumber daya kelautan yang efektif. Pelabuhan Lekok Pasuruan adalah salah satu pelabuhan strategis yang terletak di pesisir Jawa Timur.
Instalasi Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (IP2SKP) Lekok memegang peranan penting dalam pengembangan infrastruktur, pengelolaan sumber daya, dan pelayanan di pelabuhan. Kamelia Wulandari dalam tulisannya di Kompasiana (6 Juni 2023) menulis:  Pada tanggal 7 April 2023, mengunjungi IP2SKP Lekok dan berkesempatan untuk mewawancarai Bapak Khoirus Sholeh, S.Pi., M.M., pimpinan IP2SKP Lekok, yang telah mengabdikan diri selama 23 tahun di dunia kepelabuhanan.
Dalam wawancara tersebut, Bapak Khoirus Sholeh menekankan pentingnya Pelabuhan Lekok Pasuruan sebagai titik strategis dalam geopolitik Indonesia. Pelabuhan ini menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan bisnis perikanan, tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan membongkar muatan ikan, dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan penunjang perikanan. Peningkatan kapasitas dan efisiensi pelabuhan ini akan mendukung keberlanjutan sumber daya kelautan dan memperkuat peran Indonesia di kancah internasional.
Tantangan dan Dialog dalam Pembangunan Pelabuhan
Bapak Khoirus Sholeh mengakui bahwa pembangunan dan pengelolaan pelabuhan tidak selalu berjalan mulus. "Selama bekerja di sini, pasti ada tantangan tersendiri yang pernah saya alami. Hal itu sudah sangat pasti terjadi karena di setiap pelaksanaan kebijakan pemerintahan ketika diimplementasikan dalam masyarakat banyak sekali masalahnya," ujarnya, mengenang peristiwa pembakaran kantor pelabuhan pada tahun 2010 akibat ketidakpuasan masyarakat. 
Untuk mengatasi ketegangan yang mungkin timbul, beliau menekankan pentingnya dialog yang inklusif dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. "Sebagai pejabat di pemerintahan, yang kami lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan cara mengemong atau istilahnya memberikan pemahaman melalui sosialisasi, dengan tujuan masyarakat dapat memahami dan mengerti peraturan-peraturan yang berlaku di pelabuhan," jelasnya. 

Peraturan dan Keberlanjutan

Diskusi juga menyentuh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PermenKP) No. 8 Tahun 2012 tentang pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Pimpinan IP2SKP Lekok Pasuruan menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap peraturan tersebut untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan, menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah pelabuhan, dan mengurangi konflik.
"Kepada masyarakat, kami juga menegaskan adanya peraturan khusus yang mengatur pelabuhan perikanan yaitu PermenKP No. 8 Tahun 2012 yang berkaitan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan," katanya.

IP2SKP Lekok Pasuruan memastikan pelaksanaan kebijakan sesuai dengan peraturan, meningkatkan koordinasi antar berbagai tingkatan pemerintahan, dan meminimalisir potensi konflik.

Sinergi untuk Kedaulatan Maritim
Wawancara ini menegaskan pentingnya wawasan nusantara dalam memahami peran pelabuhan dan pengelolaan sumber daya kelautan sebagai elemen geopolitik Indonesia. Pelabuhan Lekok Pasuruan menjadi contoh bagaimana pengembangan pelabuhan dan pengelolaan sumber daya kelautan harus dilakukan secara sinergis. Dialog yang inklusif, partisipasi aktif masyarakat, dan kepatuhan terhadap peraturan adalah kunci untuk memanfaatkan potensi maritim Indonesia secara berkelanjutan dan memperkuat kedaulatan negara dalam konteks global. (*)

Senin  19 Mei 2025

Saturday, May 17, 2025

Naik Haji ala Gowes: BROMO.KOM 2025

Naik Haji ala Gowes: BROMO.KOM 2025, Ketika Lutut Menjerit dan Hati Merintih Bahagia

Oleh: FIRNAS MUTTAQIN 
Biro Pasuruan garengpetruk.com

maisput
Mei 17, 2025

GARENG PETRUK, PASURUAN –

Kalau naik haji butuh wukuf di Arafah, maka naik hajinya pesepeda itu harus wukuf di tanjakan Pasrepan. Itulah BROMO KOM 2025, event sepedaan yang katanya sih buat yang kuat iman, otot, dan nyali. Dari Surabaya hingga Wonokitri, bukan cuma betis yang diuji, tapi juga kesabaran dan ketahanan mental menghadapi tanjakan yang katanya lebih jahat dari mantan pas lagi sayang-sayangnya.

Dimulai dari halaman megah Polda Jatim Surabaya, 1.500 cyclist dari 18 negara, 26 provinsi, dan 428 komunitas ini tancap pedal melewati jalur flat sejauh 55 kilometer menuju Pasuruan. Tapi jangan senang dulu, karena setelah pit stop di GOR Untung Suropati, para cyclist langsung diajak “naik kelas” ke rute Pasrepan menuju Pendopo Agung Wonokitri. Total 100 km, dengan tanjakan hampir 2000 meter. Ini bukan sekadar event, ini semacam ujian hidup dalam versi sepeda.

Tebak-Tebakan Jalanan: Antara Gadis Tebu dan T-Rex

Sepanjang jalan, peserta tidak hanya disuguhi pemandangan menawan ala Bromo, tapi juga kejutan-kejutan dari panitia yang kayaknya kuliah di jurusan hiburan rakyat. Ada Gadis Tebu (bukan tebu beneran ya, tapi gadis berkostum manis-manis ala pabrik gula), Zona Singa & T-Rex (karena tanjakan udah cukup horor, jadi sekalian diajak ketemu hewan purba), hingga DJ Cantik dan Suster Cantik yang lebih efektif dari doping karena bisa memompa semangat… dan mungkin juga tekanan darah.

BROMO.KOM: Sirkus Rasa Ziarah

“Naik hajinya pesepeda,” kata para cyclist yang sudah pernah mencicipi sadisnya tanjakan Bromo. Dan tahun ini, sadisme itu diulang kembali, lengkap dengan kompetisi King dan Queen of The Mountain yang dimulai di KM 70 Pasrepan. Bayangin aja, habis 70 km gowes, disuruh tanding tanjakan. Ini kalau bukan karena cinta pada sepeda, bisa jadi karena sayang sama jersey baru.

Tapi jangan salah, ini bukan cuma soal kuat-kuatan otot. Ini soal solidaritas, komunitas, dan sedikit banyak pencitraan di Instagram. Apalagi dengan peserta dari berbagai negara, dari Amerika sampai Myanmar, dari Kolombia sampai Kolom Renungan—eh maksudnya Kolombia sampai Irlandia. BROMO KOM ini semacam panggung dunia bagi betis-betis perkasa dan sepeda jutaan yang seringnya lebih mahal dari motor tetangga.

Kritik Sosial dalam Gowes Nasional

Tapi tunggu dulu, di balik hebohnya event ini, Gareng dan Petruk mencium aroma kritik sosial. Kenapa jalanan buat pesepeda cuma mulus pas ada event gede? Kenapa jalur sepedaan nggak dibikin permanen di kota-kota? Kenapa DJ Cantik bisa lebih banyak dijumpai di tanjakan daripada di taman kota?

BROMO KOM semestinya jadi inspirasi. Bahwa rakyat itu kalau dikasih fasilitas yang keren, mereka bisa sehat, bahagia, dan nggak cuma nongkrong sambil ngeluh harga cabe. Pemerintah daerah, dari Surabaya sampai Pasuruan, sudah kasih contoh. Tapi setelah ini, jangan cuma jalan tanjakan yang diurus, jalan hidup rakyat juga perlu diperhatikan.

Akhir Kata dari Wonokitri

BROMO KOM 2025 ini bukan hanya perayaan betis, tapi juga perayaan semangat, solidaritas, dan sedikit kegilaan kolektif yang menyenangkan. Acara ini menggabungkan olahraga, seni pertunjukan, dan kritik sosial dalam satu putaran pedal. Mungkin memang betul kata orang, hidup itu seperti naik sepeda — kalau mau seimbang, harus terus gowes.

Dan kalau perlu motivasi tambahan, ingat saja: di ujung tanjakan ada DJ Cantik. Atau minimal, warung kopi dan gorengan.

Penulis: Firnas Muttaqin
Biro Pasuruan – garengpetruk.com

Sedang menyusun petisi agar tanjakan hidup dikasih pitstop juga.

https://garengpetruk.com/naik-haji-ala-gowes-bromo-kom-2025-ketika-lutut-menjerit-dan-hati-merintih-bahagia/

BROMO.KOM 2025

BROMO.KOM 2025

Penulis: FIRNAS MUTTAQIN
Biro Pasuruan garengpetruk.com

Start dari Surabaya, pesepeda melewati rute flat dari Kota Pahlawan menuju Pasuruan yang menjadi pitstop. Dari Pasuruan, cyclist akan melahap rute menanjak sampai finis di Puncak Wonokitri. Total peserta bakal menempuh perjalanan 100 km. Menanjak total hampir 2.000 meter. "Naik Hajinya Pesepeda" demikian sebutan para cyclist tanah air untuk Antangin Bromo KOM 2025.

ANTANGIN BROMO KOM 2025 menjadi gelaran pembukaan MAINSEPEDA TRILOGY 2024 yaitu hari ini (17 MEI 2024). Event ini dijuluki dengan "Naik Hajinya" Cyclist di Indonesia. Tahun ini BROMO KOM diikuti 1500 peserta dan ini bukti bahwa BROMO KOM merupakan salah satu event nanjak paling heboh.

Rangkaian MAINSEPEDA TRILOGY 2025 setelah BROMO KOM ini akan dilanjutkan dengan KEDIRI DHOLO KOM (20 JULI 2025), dan ditutup dengan BANYUWANGI BLUE FIRE IJEN KOM (27 SEPTEMBER 2025).

ANTANGIN BROMO KOM 2025 ini diikuti oleh: 1.500 Peserta
dari 18 Negara, 26 Provinsi, 113 Kabupaten/Kota dan dari 428 Komunitas

Selain dari Indonesia, para cyclist berasal dari Australia, Austria,
Brazil, Kolombia, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Korea, Latvia, Malaysia, Myanmar, Belanda, New Zealand, Filipina, Singapura, UK (United Kingdom) dan US (United States).

ANTANGIN BROMO KOM 2025 menempuh TOTAL JARAK 100 KM. Dimulai dari POLDA JATIM Surabaya. Peserta menuju PIT STOP pertama di GOR Untung Suropati (KM 55), Kota Pasuruan. Lalu memulai Race dengan titik Start KOM di Pasrepan (KM 70). Kemudian peserta harus menanjak sejauh 25 kilometer dengan elevasi hampir 2000 meter dan akan mencapai FINISH di Pendopo Agung Desa Wonokitri, Bromo.

Di perjalanan akan:
Menjumpai GADIS TEBU,
Melewati ZONA SINGA & T-REX,
dan bertemu DJ CANTIK dan juga SUSTER CANTIK

Untuk kali ini ada lagi kompetisi "KING OF THE MOUNTAIN & QUEEN OF THE MOUNTAIN" yang mengambil Start Race di KM 70 (Pasrepan Pasuruan)

Kegiatan bersepeda bersama-sama sejauh 100 KM ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Surabaya, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Pemerintah Kota Pasururan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.


Friday, May 16, 2025

Krisis Air di Negeri Seribu Mata Air

Jum'at, 16 Mei 2025

Krisis Air di Negeri Seribu Mata Air: Ketika Dahaga Mengalahkan Logika

Oleh: Firnas Muttaqin dan Gareng Petruk – Duo Dalang Satir Spesialis Sindiran Segar

Gareng:
“Truk, Pasuruan itu katanya kaya mata air, tapi kenapa rakyatnya masih ada yang ngantri air pakai jeriken? Ini gimana sih, Truk?”

Petruk:
“Lho, Ren, itu bukan krisis air, itu krisis keadilan air. Airnya sih ada, tapi kayak mantan yang udah move on—nggak bisa dimiliki rakyat jelata!”

Pasuruan, tanah yang katanya subur makmur loh jinawi, bahkan punya Umbulan yang nyembur airnya kayak keran kos yang dibuka pas akhir bulan. Debitnya bisa 5.000 liter per detik, bayangin tuh! Tapi yang dapet manfaat utamanya? Bukan semua warga, tapi malah industri dan kota-kota lain.

Kita ini ibarat tinggal di sawah tapi makan nasi bungkus dari kota!

Warga Karangjati sampai harus rebutan air bersih, padahal jaraknya cuma selemparan batu dari mata air Umbulan. Ibarat tinggal di sebelah toko roti tapi tiap pagi sarapan biskuit kedaluwarsa.

Petruk:
“Ren, ini mirip kayak orang kelaparan di tengah pesta pernikahan—ngeliatin nasi padang dari jauh tapi nggak dikasih masuk tenda.”


Kita Tanya Logika:

Air segar mengalir ribuan liter tiap detik, tapi PDAM cuma kebagian 165 liter? Yang lainnya? “Ditake over” ke PDAB dan para juragan AMDK. Aqua, Club, Cheers, Cleo… Semua botol elegan itu isinya dari tanah Pasuruan. Rakyatnya? Harus nunggu mobil tangki datang kayak nunggu undangan kondangan.

Ironi? Iya.
Logis? Nggak.
Lucu? Yah… kalau nasib bisa diketawain, sih.


Gareng:
“Truk, apa jangan-jangan kita ini bukan krisis air, tapi krisis niat?”
Petruk:
“Betul Ren, niatnya nyari cuan, bukan nyari solusi.”


Kritik Satir Sambil Ngudud di Bawah Pohon:

1. Industri Air Mewah, Rakyat Mandi Cemas
Ketika perusahaan bisa narik air dari dalam bumi sedalam hati mantan, rakyat cuma bisa mandangin keran kosong.

2. CSR Cuma Cerita Seremonial?
Sudah waktunya CSR perusahaan bukan cuma tanam 10 bibit, selfie, terus pulang. Masyarakat harus jadi subjek, bukan sekadar objek foto.

3. Regulasi? Jangan Cuma di Meja Rapat!
Konservasi hutan harus real, jangan kayak janji kampanye yang baru inget pas musim pemilu.

4. Pendidikan Lingkungan itu Investasi, Bukan Pengeluaran!
Ayo libatkan santri, siswa, sampai emak-emak PKK buat jadi pejuang air. Masa kalah sama galon isi ulang?

Petruk:
“Ren, kalau kita terus diam, nanti air tinggal sejarah. Anak cucu kita cuma bisa mandi pakai tisu basah sambil nyanyi ‘Umbulan oh Umbulan, kau tinggal legenda~’”


Solusi?
Bukan cuma dari pemerintah. Tapi berjamaah. Dari rakyat yang sadar pentingnya hemat air, sampai perusahaan yang harus sadar: air bukan cuma komoditas, tapi kehidupan!

Bayangkan kalau Pasuruan bisa balik jadi surga air beneran. Yang minum segar bukan cuma pabrik, tapi juga warga. Yang dapet untung bukan cuma pemilik saham, tapi juga tukang cuci, petani, dan anak sekolah.


Gareng:
“Yok, Truk. Kita ajak sedulur Pasuruan, dari petani sampai pejabat, buat jaga mata air bareng-bareng. Biar nggak jadi ‘mata-mata’ buat kepentingan korporat aja!”

Petruk:
“Siap, Ren! Kita kembalikan Pasuruan jadi surga air, bukan mimpi buruk di siang bolong!”


Hidup Pasuruan! Air untuk Rakyat, bukan hanya untuk Label Merek!
(Gareng & Petruk, 2025 – dari bawah pohon randu, sambil ngopi, ngelawak, tapi mikir dalam.)

https://garengpetruk.com/krisis-air-di-negeri-seribu-mata-air-ketika-dahaga-mengalahkan-logika/

MENGANTISIPASI KRISIS AIR DAN KEKERINGAN DI PASURUAN

MENGANTISIPASI TERULANGNYA KEMBALI KRISIS AIR BERSIH DAN KEKERINGAN DI TENGAH MELIMPAHNYA SUMBER MATA AIR DI PASURUAN

Pasuruan, garengpetruk.com
Oleh Firnas
 
Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber air baku, termasuk di antaranya mata air Umbulan Pasuruan yang memiliki debit fantastis mencapai ± 5000 liter per detik. Ironisnya, di tengah kelimpahan ini, krisis air bersih dan ancaman kekeringan justru menjadi momok yang menghantui sebagian warganya.

PDAM Kota Pasuruan, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan air bersih, hanya diperbolehkan memanfaatkan sekitar ± 165 liter per detik dari Umbulan. Sebagian besar sisanya dialirkan ke PDAB Jatim. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan air bersih di Kota Pasuruan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk yang pada tahun 2020 mencapai 178.846 jiwa.

Data menunjukkan, kebutuhan air bersih untuk domestik mencapai 233.492 liter/detik, non-domestik 35.024 liter/detik, dengan kebutuhan harian rata-rata 322.219 liter/detik dan kebutuhan puncak mencapai 502.662 liter/detik. Ketidakseimbangan antara kebutuhan yang tinggi dan alokasi sumber air yang terbatas menjadi tantangan besar.

Kabupaten Pasuruan, yang diapit oleh jajaran pegunungan seperti Arjuna, Welirang, dan Tengger, memiliki potensi sumber mata air yang melimpah. Potensi ini justru menarik minat industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk mengeksploitasi kekayaan alam tersebut. Puluhan perusahaan AMDK skala besar beroperasi di sepanjang wilayah Gempol, Pandaan, Prigen, dan kecamatan lainnya, memanfaatkan sumber air pegunungan yang kaya mineral. Merek-merek ternama seperti Aqua, Club, Cheers, dan Cleo lahir dari sumber air di kaki Gunung Arjuna. Bahkan, Kabupaten Pasuruan dijuluki sebagai "surga" industri AMDK di Jawa Timur.

Namun, "surga" ini terancam redup. Berbagai penelitian menunjukkan adanya penurunan debit air yang signifikan. Gunawan Wibisono, seorang hidrolog dari Universitas Merdeka Malang, mengungkapkan bahwa debit mata air Umbulan menyusut drastis dari 6000 liter/detik pada era 90-an menjadi hanya sekitar 3.200 liter/detik pada tahun 2017. Penurunan hampir 50% ini mengkhawatirkan, terutama terkait dengan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Nasional yang membutuhkan debit 4.000 liter/detik untuk didistribusikan ke lima kota di sekitar Pasuruan.

Wibisono dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Haris Miftahul Fajar, mengidentifikasi kerusakan lingkungan dan pengeboran air tanah ilegal sebagai faktor utama penurunan debit air. Dampak penurunan ini sudah dirasakan oleh masyarakat. Esai berjudul "Mati Dahaga di Tengah Telaga" menggambarkan kesulitan warga Desa Karangjati Lumbang, dekat dengan sumber air Umbulan, yang harus mengantri air bersih dengan jatah terbatas. Kondisi serupa juga dialami di sejumlah desa lain di berbagai kecamatan di Pasuruan.

Kondisi ini menciptakan paradoks: menjamurnya industri air minum justru berbanding terbalik dengan kemampuan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara merata. Sinergi multipihak menjadi kunci untuk mengatasi persoalan ini.

Beberapa solusi yang ditawarkan meliputi:

*Regulasi Konservasi Hutan Berkelanjutan*: Melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kawasan tangkapan air di pegunungan Arjuna dan Tengger.

*Regulasi CSR yang Berdayakan Masyarakat*: Mendorong perusahaan untuk berkontribusi pada konservasi hutan secara berkelanjutan, tidak hanya sekadar kegiatan formalitas.

*Pengaturan Penebangan dan Sistem Informasi Pohon*: Menyeimbangkan penebangan dengan penanaman pohon dan memanfaatkan teknologi untuk memantau kondisi hutan.

*Studi Konservasi Berkelanjutan*: Melibatkan peneliti dan perguruan tinggi untuk memantau dan mengevaluasi program konservasi.

*Pengembangan Pendidikan Lingkungan*: Mengintegrasikan pendidikan lingkungan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi besar sebagai penggerak cinta lingkungan.

*Prioritas Kebijakan Distribusi Air*: Memastikan pemerataan suplai air bersih bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Dengan sinergi antara pemerintah, LSM, lembaga pendidikan, peneliti, dan pelaku industri, diharapkan Kabupaten Pasuruan dapat bertransformasi dari "Mati Dahaga di Tengah Telaga" menjadi "Hidup di Surga Mata Air Anti Dahaga", memastikan keberlanjutan sumber air dan kesejahteraan masyarakatnya.  (fim) 

Fim :  Firnas Muttaqin
Pasuruan, Jum’at, 15 Mei 2025

SEJARAH PASURUAN Garengpetruk

Kamis, 15 Mei 2025

GARÈNG & PETRUK: NGOPI DI PASURUAN, DARI SIRIH RAJA HAYAM WURUK SAMPAI PELABUHAN INTERNASIONAL!

Pasuruan, GarengPetruk.com 
Oleh: Firnas "Garing Gareng" Muttaqin

Di pagi yang tidak terlalu cerah, Garèng dan Petruk duduk di bawah pohon asem tua di pinggir alun-alun Pasuruan. Sambil nyeruput kopi tubruk dan makan gorengan satu plastik, keduanya ngobrol panjang lebar. Bukan tentang cicilan motor atau promo mie instan lima dapat satu, tapi tentang… sejarah!

“Kamu tahu, Truk,” kata Garèng sambil nyeruit, “Pasuruan itu dulu bukan kota sembarangan. Bahkan Raja Hayam Wuruk pernah mampir ke sini, lho.”

Petruk garuk-garuk kepala, “Hayam Wuruk? Yang itu lho, rajanya Majapahit yang terkenal itu? Lho kok bisa mampir ke Pasuruan? Memangnya ada warung kopi zaman dulu?”

Garèng ketawa, “Bukan warung kopi, Truk. Tapi karena… sirih!”


Sirih dan Asal-Usul Nama Pasuruan

Konon, waktu Majapahit sedang kena musibah—semacam wabah penyakit—Raja Hayam Wuruk keliling mencari pertapa sakti. Dapat kabar dari utusan, katanya di daerah yang sekarang jadi Pasuruan ada pertapa bernama Kutidar Baru yang konon bisa menyembuhkan segala penyakit, bahkan patah hati sekalipun (asal niat).

Begitu datang, sang raja disambut oleh Mpu Sindok, penguasa wilayah situ. Sebagai bentuk penghormatan, Mpu Sindok menyajikan sirih lengkap dengan puan emas. Lah, begitu Raja Hayam Wuruk mengunyah sirih itu… dia senyum lebar, mata berbinar.

“Wah, ini tempat sungguh menyenangkan. Tempat tumbuhnya sirih… Pasuruhan!” begitu katanya.

Lalu, seperti sinetron zaman dulu, kata “Pasuruhan” pun melekat jadi nama daerah itu. Lama-lama jadi “Pasuruan.” Bukan karena typo, tapi karena lidah orang zaman dulu emang lebih fleksibel dari tukang sablon jersey.

Arya Penangsang: Dendam Pribadi, Bumbu Sejarah

Tapi kisah ini nggak cuma soal sirih dan senyum manis raja. Ada tokoh antagonis juga: Arya Penangsang, seorang pendekar yang gagal move on dari kekalahan politik. Ia mencoba sabotase pembangunan candi buat tempat pertemuan raja dan Mpu Sindok. Ngapain? Ya biar acara gagal, dia bisa panen drama!

Sayangnya, Mpu Sindok nggak mudah dikelabui. Ia tetap bangun candi, walau ukurannya lebih kecil karena sebagian batu sudah dirusak. Dan pertemuan agung itu tetap terjadi. Hayam Wuruk kenyang sirih, Mpu Sindok puas, Arya Penangsang? Kabur entah ke mana, mungkin buka konten podcast “Pahlawan yang Disalahpahami.”


Pasuruan: Marketplace Kuno nan Legendaris

Pasuruan bukan cuma terkenal karena sirih. Pada masa Kerajaan Kahuripan, daerah ini jadi pelabuhan penting bernama Tanjung Tembikar. Zaman belum ada Shopee, semua dagangan numpuk di situ: rempah, kain, dan mungkin juga ghibah dari para saudagar.

Nama Pasuruan kembali bersinar di masa Majapahit, dan ketika Islam mulai masuk Jawa, Pasuruan menjadi salah satu pusat dakwah. Bahkan di era Sultan Agung, wilayah ini dipegang oleh Kyai Darmojodo, seorang tokoh yang bukan hanya sakti, tapi juga rapi dalam administrasi.

Kolonial Datang, Pasuruan Berganti Peran

Begitu Belanda datang dengan VOC dan segala tipu-tipunya, Pasuruan berubah jadi jalur perdagangan utama. Sungai Gembong jadi seperti jalan tol air, dan hasil bumi Jawa Timur mengalir ke Eropa. Belanda bangun jalur kereta dan Jalan Raya Pos, bukan demi rakyat, tapi demi kantong mereka sendiri.

Pabrik gula, kopi, dan perkebunan menjamur, dan Pasuruan dijadikan Karesidenan. Sayangnya, rakyat tetap disuruh kerja rodi. Bedanya dengan zaman sekarang? Ya sekarang disuruh lembur tapi pakai Zoom!


Pasuruan Hari Ini: Sejarah di Tengah Keramaian

Sekarang, Pasuruan mungkin terlihat seperti kota biasa. Tapi jangan salah, di setiap sudutnya tersimpan jejak sejarah. Dari sirih yang dikunyah raja, sampai pelabuhan kuno yang jadi tempat bertemunya banyak budaya. Dari pertapa sakti sampai pedagang Cina-Arab-Jawa yang bersatu di pasar.

Garèng nyeletuk, “Pasuruan itu kayak Indonesia dalam versi mini. Ada sejarah, ada perjuangan, ada kebohongan, dan ada gorengan.”

Petruk menambahkan, “Dan yang paling penting, ada sirih. Bukan cuma buat dikunyah, tapi buat diingat: bahwa dari hal kecil bisa lahir sejarah besar.”

Moralnya?
Jangan remehkan sirih. Bisa jadi itu kunci diplomasi. Dan jangan anggap remeh sejarah. Karena di balik nama tempat, selalu ada cerita yang bisa bikin kita lebih waras, lebih sadar, dan… lebih ngakak.

#PasuruanPunyaCerita
#SirihDiplomasiNusantara
#GarengPetrukXSejarahJawaTimur

(fim)

https://garengpetruk.com/gareng-petruk-ngopi-di-pasuruan-dari-sirih-raja-hayam-wuruk-sampai-pelabuhan-internasional/

SEKOLAH RAKYAT Garengpetruk

Jum'at, 16 Mei 2025

Sekolah Rakyat? Wah, Miskin Boleh, Bodoh Jangan!

Gareng (sambil ngopi di pinggir sawah):
“Petruk, sampeyan ndenger berita baru? Pemerintah mau bikin 200 Sekolah Rakyat, lho!”

Petruk (sambil ngeteh, sambil main catur lawan kucing):
“Oalah, serius? Lah aku pikir ‘sekolah rakyat’ itu cuma jargon zaman Orde Lama, kok dihidupkan lagi? Tapi ya… mending begitu ketimbang sekolah yang isinya cuma lomba viral joget.”

Sekolah Rakyat: Miskin Diedukasi, Bukan Dikutuki

Program ini katanya gagasan Pak Prabowo — Presiden kita yang mukanya sering galak, tapi hatinya katanya selembut bubur ayam. Sekolah rakyat ini ditujukan buat anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Yang ekstremnya bukan karena suka olahraga ekstrim, tapi karena untuk makan sehari tiga kali aja kudu ganti-gantian.

Dan hebatnya lagi, sekolahnya boarding school alias mondok! Makan ditanggung, nginep ditanggung, belajar ditanggung. Pokoknya kayak santri zaman now, tapi full fasilitas.

Gareng:
“Iki keren, Truk. Wong miskin kudu dilatih tangguh, bukan cuma disuruh sabar!”

Dari Rumah Penuh Teriakan, ke Sekolah Penuh Harapan

Pak Nuh, mantan Menteri Pendidikan yang sekarang ikut mengawal program ini, bilang bahwa anak-anak miskin ini butuh lingkungan yang aman dan positif. Soalnya, di rumah kadang yang mereka dapet cuma suara keras dan bentakan. Lah piye, wong listrik aja numpang tetangga, sinyal pun pake WiFi warung sebelah.

Di sekolah rakyat nanti, anak-anak itu nggak cuma diajarin calistung, tapi juga diajarin hidup. Ada life skills digital, ada empat bahasa (Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin), dan pastinya diajarin cara bertahan hidup di zaman scroll-scroll ini.

Petruk:
“Jangan lupa, Gareng. Life skill paling penting itu: bisa bedain mana hoaks, mana fakta. Soalnya banyak yang lulus sarjana tapi masih percaya bumi datar!”


Guru-gurunya Bukan Kaleng-kaleng

Pemerintah katanya bakal rekrut 700 guru terbaik. Yang pinter, tapi juga punya hati. Yang bisa ngajari bukan cuma pakai otak, tapi juga dengan empati. Karena anak-anak miskin itu bukan objek kasihan, tapi calon pemimpin masa depan. Jangan sampe mereka cuma jadi “konten inspiratif” di TikTok, tapi nggak dikasih akses ke ilmu sejati.

Gareng:
“Kalau gurunya baik dan berjiwa sosial, insyaallah muridnya gak tumbuh jadi buzzer yang tiap hari marah-marah tanpa baca data.”


Anggaran? Cerdas, Tapi Jangan Cuan-minded

Pemerintah katanya masih ngitung biaya per anak. Nah ini bagian krusial: jangan sampai niat baik ini malah jadi proyek gendut buat oknum yang senang ‘berinovasi dalam markup’. Sekolah rakyat itu bukan proyek mercusuar, tapi proyek nurani. Jadi jangan digarap pakai mental kontraktor, tapi mental pendidik sejati.

Sekolah untuk Masa Depan, Bukan Sekadar Menghilangkan Statistik

Pendidikan itu proses panjang, bukan sulapan. Sekolah rakyat bukan solusi instan, tapi benih perubahan. Jangan sampai 200 sekolah ini cuma dijadiin berita bagus 5 tahun sekali pas kampanye, tapi gak ada kesinambungan. Pendidikan itu harus kayak tempe mendoan — dimatengin pelan-pelan, bukan digoreng setengah matang lalu diklaim udah matang total.


Penutup ala Gareng-Petruk:

Petruk:
“Ngomong-ngomong, Sekolah Rakyat ini bisa jadi game changer, lho. Tapi syaratnya satu: jangan cuma dibangun, tapi dijaga, dirawat, dan dikembangkan.”

Gareng:
“Betul, Truk. Wong cerdas itu bukan yang pinter debat, tapi yang ngerti kapan harus belajar, dan kapan harus diam dengerin rakyat.”


GarengPetruk.com – Suara Rakyat Jelata, Gaya Raja Lawak
Kalau rakyat kecil sudah mulai pintar, hati-hati para elite…
Yang biasanya duduk di atas, bisa-bisa duduk di bangku cadangan!


Kalau kamu suka artikel ini, jangan lupa baca sambil ngopi dan mikir:
“Kalau anak miskin saja diberi harapan oleh negara, apakah anak kaya sudah cukup diberi tanggung jawab?”

https://garengpetruk.com/judul-sekolah-rakyat-wah-miskin-boleh-bodoh-jangan/

Thursday, May 15, 2025

GARENG PETRUK

*GP Pers* 
*GARENG PETRUK* 
_*Fide, Veritate, Constantia*_

Redaksi : https://garengpetruk.com/tentang-gareng-petruk/

_*Mari bergabung sebagai*_ *Jurnalist maupun Kontributor Opini (analisis) di Media GP Pers* 

Persyaratan :
1. Pria / Wanita
       -Foto KTP
       -Foto Diri 
2. Kurikulum vitae
3. Menyukai Dunia Jurnalistik
4. Bersedia mengikuti ketentuan Redaksi.

 *Wilayah di Seluruh Indonesia* 👇👇
1. Kaperwil Tingkat Provinsi
2. Kepala Biro Tingkat Kota / kabupaten 
3. Wartawan

Informasi, hubungi kontak wa:
+62 812-1701-8699
+62 812-3386-9599

*GP Pers*
garengpetruk.com


Saya mulai gabung di garengpetruk.com  pada Selasa, 13 Mei 2025.

SEJARAH SINGKAT PASURUAN

*Pasuruan: Jejak Sirih Raja Hayam Wuruk dan Kisah Panjang di Tanah Jawa Timur*

Di pesisir utara Jawa Timur, membentang sebuah wilayah yang menyimpan jejak sejarah panjang dan menarik: Pasuruan. Lebih dari sekadar nama di peta, Pasuruan adalah saksi bisu peradaban, dari gemuruh kerajaan Hindu-Buddha hingga ramainya pelabuhan di era kolonial. Kisah tentang namanya pun tak lepas dari sentuhan seorang raja besar dan sehelai sirih yang dikunyah.

Berada di tenggara Surabaya, wilayah Pasuruan hari ini terbagi menjadi dua entitas administratif: Kabupaten Pasuruan yang luas, berbatasan dengan Sidoarjo, Probolinggo, Malang, dan Mojokerto, serta Kota Pasuruan yang memiliki sejarahnya sendiri. Kabupaten Pasuruan tercatat sebagai salah satu yang tertua di Jawa Timur, jauh sebelum Indonesia merdeka. Buktinya tertuang dalam prasasti Curang bertanggal 18 September 929 Masehi, yang kini diabadikan sebagai hari jadinya. Hampir 11 abad telah berlalu sejak Mpu Sindok, penguasa Kerajaan Medang (Mataram periode Jawa Timur), menetapkan sebuah desa perdikan di wilayah yang kini dikenal sebagai Dusun Suci.

Sementara itu, Kota Pasuruan lahir lebih kemudian, pada 8 Februari 1686, bertepatan dengan pengangkatan Untung Suropati sebagai Adipati. Namun, jauh sebelum itu, jauh sebelum Untung Suropati menancapkan kekuasaannya, nama "Pasuruan" telah terukir dalam sejarah berkat kunjungan seorang raja Majapahit yang legendaris: Hayam Wuruk.

Alkisah, di abad ke-10, pusat Kerajaan Mataram berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur di bawah kepemimpinan Mpu Sindok. Masa pemerintahannya relatif tenteram, hingga suatu hari datanglah utusan dari Majapahit, Tunggul Abang. Ia membawa kabar bahwa Raja Hayam Wuruk sedang dalam perjalanan menuju sebuah desa di utara Kepulungan (kini bagian Pasuruan) untuk mencari seorang pertapa sakti bernama Kutidar Baru. Majapahit kala itu tengah dilanda wabah misterius, dan Hayam Wuruk berharap sang pertapa dapat menemukan penawarnya.

Mendengar kedatangan sang raja, Mpu Sindok bergegas mempersiapkan sambutan yang layak. Sebagai wujud penghormatan, ia memerintahkan pembangunan sebuah candi sebagai tempat pertemuan keduanya. Rakyat pun dikerahkan untuk bergotong royong membangun mahakarya tersebut. Namun, niat baik ini terhalang oleh Arya Penangsang, seorang prajurit yang menyimpan dendam pada Mpu Sindok. Ia berusaha menggagalkan pembangunan candi dengan menyebarkan kebohongan, berharap pertemuan kedua raja akan tertunda.

Pertikaian tak terhindarkan antara Mpu Sindok dan Arya Penangsang. Namun, kesaktian Arya Penangsang tak sebanding dengan Mpu Sindok, hingga ia pun kalah dan melarikan diri. Pembangunan candi dilanjutkan, meski batu-batu yang telah dirusak memaksa Mpu Sindok untuk membangun candi Hindu dengan ukuran yang lebih kecil.

Tibalah saat yang dinanti. Raja Hayam Wuruk tiba di Kerajaan Mataram. Pertemuan kedua penguasa berjalan dengan hangat. Untuk menambah keakraban, Mpu Sindok menghidangkan sirih dalam puan emas, lengkap dengan kapur, gambir, dan pinang – sebuah tradisi Mataram yang telah lama mengakar. Saat mengunyah sirih, Hayam Wuruk merasakan kebahagiaan. Berkali-kali ia mengucapkan "Pasuruhan," yang berarti tempat tumbuhnya tanaman sirih. Ia bahkan memaknai sirih sebagai simbol persaudaraan dan keakraban.

Kata-kata Hayam Wuruk itu terngiang di benak Mpu Sindok. Sepulangnya sang raja, Mpu Sindok menamai tempat pertemuan mereka "Pasuruhan." Seiring waktu, lidah masyarakat lebih akrab dengan sebutan "Pasuruan."

Jejak Pasuruan terus terukir dalam lembaran sejarah. Di era Kerajaan Kahuripan pada abad ke-11, Pasuruan menjelma menjadi pelabuhan kuno bernama Tanjung Tembikar, menarik para pedagang dari berbagai penjuru Nusantara dan menjadikannya pusat transaksi dagang yang penting.

Ketika Majapahit mencapai puncak kejayaannya, nama Pasuruan kembali disebut dalam Kitab Negarakertagama, masih dengan arti yang sama: tempat tumbuhnya sirih. Runtuhnya Majapahit membuka jalan bagi pengaruh Islam. Sidogiri diyakini menjadi salah satu pusat awal penyebaran agama Islam di Jawa Timur oleh Sunan Giri pada abad ke-15. Peran Pasuruan dalam dakwah Islam berlanjut hingga masa kerajaan Demak, Pajang, dan Mataram Islam. Di bawah Sultan Agung, wilayah Pasuruan dikuasai oleh Kyai Darmojodo I, yang kemudian diangkat menjadi Adipati pertama.

Era kolonial Belanda membawa perubahan signifikan. Sungai Gembong menjadi jalur transportasi hasil bumi menuju pesisir. Pasuruan menjadi pelabuhan penting untuk mengirimkan hasil perkebunan ke Eropa. Jalan Raya Pos dan jalur kereta api Surabaya-Pasuruan dibangun, menghubungkan wilayah ini dengan pusat-pusat perdagangan lainnya. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membentuk Karesidenan Pasuruan yang membawahi tiga kabupaten, sebelum akhirnya membentuk Kabupaten Pasuruan (1901) dan Kota Praja Pasuruan (1918) secara terpisah.

Setelah kemerdekaan, Pasuruan terus berkembang. Kota Pasuruan ditetapkan sebagai daerah otonom pada tahun 1950 dan terus mengalami pemekaran wilayah. Hingga kini, Pasuruan, baik kabupaten maupun kota, terus menyimpan cerita dan warisan masa lalu, mengingatkan kita akan jejak langkah para raja, ulama, dan para pedagang yang pernah melintasi tanah subur ini. Dari sehelai sirih yang dikunyah seorang raja, lahirlah sebuah nama yang abadi dalam sejarah Jawa Timur.  (fim)

Fim :  Firnas Muttaqin

SEKOLAH RAKYAT

Pemerintah Fokus Sekolah Rakyat untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

By Firnas Muttaqin

Pemerintah berencana membangun 200 sekolah rakyat di seluruh Indonesia sebagai upaya mengatasi kemiskinan ekstrem. Program ini digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan akan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dalam sebuah percakapan podcast Rhenald Kasali dan Prof. Muhammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang dipercaya untuk mengawal program ini, menjelaskan bahwa sekolah rakyat akan fokus pada pemberian pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. "Esensinya adalah bagaimana kita bisa memuliakan kaum duafa, atau keluarga miskin, khususnya miskin ekstrem, melalui dunia pendidikan," ujarnya dalam wawancara di Cafe Brizi, Bekasi.
Sekolah rakyat akan menerapkan sistem asrama (boarding school) 24 jam dengan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah, termasuk makan, minum, dan layanan pendidikan. Tujuannya adalah untuk mengubah kebiasaan, membangun karakter tangguh, dan memberikan lingkungan yang aman bagi anak-anak tersebut.
"Kita ingin mengubah yang paling mendasar adalah kebiasaan sekaligus juga membangun karakter yang tangguh sekalian," kata Nuh. "Kalau di rumah mungkin ada kekerasan, di sini mereka dilatih aman dan juga dilatih seperti tidak melakukan itu."
Program ini menargetkan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang seringkali tidak memiliki akses pendidikan yang layak. "Yang belum terjangkau itu di daerah terpinggir, terluar, termiskin, atau setiap provinsi itu yang paling bawah," jelas Nuh.

*Guru Berkualitas dan Kurikulum Digital*

Untuk menjamin kualitas pendidikan, pemerintah akan merekrut 600-700 guru berkualitas dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diseleksi berdasarkan kompetensi dan kewilayahan. Para guru akan dilatih untuk memiliki empati sosial dan kemampuan mentransformasi siswa.
"Guru-gurunya kita latih, demikian juga nanti pada saat dia berasrama, kita carikan pamong, pengasuh yang memang dia bisa mendampingi mereka," ujar Nuh.
Selain pendidikan akademik, siswa juga akan dibekali dengan keterampilan hidup (life skills), khususnya keterampilan digital. "Mereka di samping akademik tentu biasa itu, tetapi mereka kita ajarin betul digital life skills karena memang eranya era digital," kata Nuh.
Kurikulum akan mencakup bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab, serta fokus pada budaya digital. "Yang kita ajarkan pada anak-anak kita bukan sekadar digital sebagai pengetahuan atau skill, tapi bagian dari culture," jelas Nuh.

*Anggaran dan Lokasi*

Pemerintah sedang menghitung unit cost per anak untuk menentukan anggaran yang tepat. "Jangan sampai nanti ini kita untuk urusan fakir miskin kita berlomba-lomba royal dan seterusnya tidak efisien dan seterusnya," kata Nuh.
Fase awal program akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di Kemensos, seperti di Bekasi yang memiliki lahan seluas 6 hektar. "Kita memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di Kemsos yang sudah ada," ujar Nuh.

*Komitmen Lintas Generasi*

Nuh menekankan bahwa pendidikan adalah tugas negara yang harus menjadi komitmen lintas generasi. "Pendidikan itu jangka panjang, lintas pemerintahan, lintas generasi dan seterusnya," tegasnya.
Program sekolah rakyat diharapkan dapat menjadi legasi bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memutus rantai kemiskinan. "Saya menterjemahkan Indonesia 45, kejayaan Indonesia itu punya makna kalau ada kebangkitan kaum duafa," pungkas Nuh.

Friday, April 18, 2025

GRANADA AL HAMBRA

Tahun 1238, insinyur Granada menciptakan sistem air mandiri di ketinggian 200 meter.

Tapi karya mereka berikutnya nyaris “menghancurkan” hukum fisika!

Ini kisahnya.

Selama 250 tahun, Granada bertahan dari serangan pasukan Kristen di era Reconquista.

Rahasianya?

Istana Alhambra—benteng dengan rekayasa teknik begitu canggih, sampai ilmuwan NASA masa kini mempelajarinya!

Tantangannya mustahil:

Mengalirkan air ke kota yang terletak 200 meter di atas Sungai Darro tanpa pompa modern.

Bayangkan: seperti menaikkan air ke gedung 60 lantai hanya dengan teknologi abad ke-13!

Margin Error? NOL.

Solusi pertama: Acequia Real (Saluran Kerajaan).

Terowongan sepanjang 6 km yang dipahat melalui pegunungan.

Setiap meter membutuhkan perhitungan presisi:

- Kemiringan 1%: Terlalu curam = erosi. Terlalu landai = air tak mengalir.

Butuh 3 generasi insinyur untuk menyelesaikannya!

Masalah besar: Pipa abad pertengahan tak tahan tekanan tinggi.

Solusinya? Menara Air (Torre del Agua) setinggi 45 meter!

Dilengkapi:

- Ruang penyimpanan bertingkat
- Sistem pengatur tekanan
- Cadangan air darurat

Menjadi “jantung” jaringan air Alhambra.

Roda Air raksasa bertenaga hewan:

- Diameter 12 meter
- Tempayan keramik di pinggirnya
- Bisa mengangkat 1.500 liter/jam

Faktanya: Roda ini bekerja tanpa henti selama 500 tahun!

Mahakarya mereka: Air Mancur Singa di Court of Lions.

12 singa marmer dengan saluran air tersembunyi di tubuhnya.

Mekanisme rumit mengatur aliran air setiap jam—menjadi “penunjuk waktu” paling akurat di Spanyol kala itu!

Pencapaian terhebat: Sistem Angkat Air Vortex!

Menggunakan prinsip dinamika fluida yang baru dipahami Eropa 600 tahun kemudian.

Cara kerjanya:

- Angkat air mandiri
- Tenaga gelembung udara
- Pengatur tekanan alami

Saking revolusionernya, buku fisika harus direvisi!

Pemandian Termal Alhambra:

- Sistem pemanas hipocaust (seperti Romawi kuno)
- Ruang bertemperatur berbeda
- Lantai marmer penyimpan panas
- Ventilasi alami

Semua hanya dengan satu tungku kayu!

Sistem pengatur suhunya lebih maju dari zamannya:

- Air mancur ditempatkan strategis untuk pendinginan
- Efek terowongan angin di koridor sempit
- Dinding air penyejuk ruangan

Perbedaan suhu dengan luar: 10°C lebih dingin! ❄️

Sistem cadangannya jenius:

3 sumber air berbeda:

1. Saluran Kerajaan (utama)
2. Pompa Sungai Darro (sekunder)
3. Penampung air hujan (darurat)

Ditambah reservoir rahasia yang bisa mencukupi kebutuhan air selama berbulan-bulan!

Presisi teknik mereka:

- Tekanan air tetap stabil meski ketinggian berbeda
- Tinggi air mancur selalu sama
- Suhu terjaga sepanjang tahun
- Air limbah didaur ulang untuk taman

Tanpa satu pun pompa listrik!

Dampak sosialnya luar biasa:

- Taman menghidupi ribuan orang saat perang
- Ruang rapat di sekitar air mancur yang sejuk
- Pemandian termal jadi pusat diplomasi

Teknik rekayasa membentuk peradaban!

NASA tertarik karena Alhambra memecahkan masalah masa kini:

- Kontrol iklim pasif
- Optimisasi sumber daya
- Daur ulang air berkelanjutan
- Sistem tenaga gravitasi

Sempurna untuk koloni di Mars!

Setelah 900 tahun:

- 70% sistem asli masih berfungsi
- Air mancur tetap mengalir
- Suhu dalam istana tetap stabil
- Taman tetap mekar

Inilah arti “dibangun untuk bertahan selamanya.”

#Alhambra bukan sekadar istana, tapi bukti kejeniusan manusia yang harmonis dengan alam.

Sumber tulisan:
https://x.com/Ben3atha/status/1912614127995863067?t=pjEqVMQyxYyZsF2GIsw3pQ&s=19

Simak video :
https://youtu.be/xLaLpMeOyHk?si=16fczgcrnPGv7p8i

Wednesday, April 16, 2025

KESEHATAN

*DATA REKAM MEDIS NORMAL DALAM KEHIDUPAN SETIAP MANUSIA* 👩🏻‍⚕️👨🏻‍⚕️

*1. Tekanan Darah :*
      120/80
*2. Denyut Nadi :*
      70 - 100
*3. Suhu :*
      36,8 - 37
*4. Respirasi :*
      12 - 16
*5. Hemoglobin :*
       • Pria      : 13,50 - 18
       • Wanita : 11,50 - 16
*6. Kolesterol :*
      130 - 200
*7. Kalium :*
      3,50 - 5
*8. Natrium :*
      135 - 145
*9. Trigliserida :*
       220
*10. Jumlah Darah dalam Tubuh :*
       Pcv 30-40%
*11. Gula :*
       • Anak-anak : 70 - 130
       • Dewasa      : 70 - 115
*12. Besi :*
       8-15 mg
*13. Sel Darah Putih :*
       4000 - 11000
*14. Trombosit :*
       150.000 - 400.000
*15. Sel Darah Merah :*
       4,50 - 6 juta
*16. Kalsium :*
       8,6 - 10,3 mg/dL
*17. Vitamin D3 :*
       20 - 50 nanogram/ml ltr
*18. Vitamin B12 :*
       200 - 900 pg/ml

_*Tips Bagi yang Sudah Mencapai Usia : 40, 50, dan 60 tahun*_
 
*PETUNJUK KESEHATAN UNTUK ORANG TUA*

Betapapun sibuknya Anda, perhatikan semua ini agar tetap Sehat. 

*Dua hal yang harus diperiksa sesering mungkin :*
1. Tekanan Darah Anda.
2. Gula Darah Anda.

*Enam hal yang harus dikurangi seminimal mungkin pada Makanan Anda :*
1. Garam.
2. Gula.
3. Daging dan Makanan yang di Awetkan.
4. Daging Merah terutama yang di Panggang.
5. Produk Susu.
6. Produk Bertepung.
 
*Empat hal yang perlu ditingkatkan dalam makanan Anda :*
1. Sayuran. 
2. Kacang.
3. Buah - buahan.
4. Ikan.
 
*Tiga hal yang perlu Anda Lupakan :*
1. Usia Anda
2. Masa Lalu Anda
3. Kekhawatiran Anda
4. Keluhan Anda 

*Empat hal yang harus Anda miliki, tidak peduli seberapa lemah atau seberapa kuat Anda :*

1. Teman yang benar-benar Mencintaimu.
2. Keluarga yang Peduli.
3. Pikiran Positif.
4. Rumah yang Hangat.
 
*Tujuh hal yang perlu Anda lakukan untuk Tetap Sehat :*

1. Bernyanyi.
2. Menari.
3. Puasa.
   4. Tersenyum/Tertawa.
5. Perjalanan/Olahraga.
6. Sering Berkomunikasi dengan Keluarga, Sahabat dan Kerabat.
7. Kurangi berat badan Anda.
 
*Enam hal yang TIDAK PERLU Anda lakukan :*

1. Jangan menunggu sampai Anda Lapar untuk makan.
2. Jangan menunggu sampai Anda Haus untuk minum.
3. Jangan menunggu sampai Anda mengantuk untuk Tidur.
4. Jangan menunggu sampai Anda merasa Lelah untuk Beristirahat.
5. Jangan menunggu sampai Anda Sakit untuk melakukan pemeriksaan   kesehatan jika tidak, Anda hanya akan Menyesal di kemudian Hari.
6. Jangan menunggu sampai ada masalah baru berdoa kepada Nya.
 
*Satu hal yang harus Anda lakukan setelah membaca tips kesehatan ini :*
Teruskan Tulisan ini kepada orang yang Anda Cintai dan Teman-teman.

Semoga Tuhan yang Maha Pengasih & Penyayang membalas dengan beribu kebaikan. Aamiin. 
 
Saat menjalankan Bisnis Normal Anda, ingatlah untuk selalu memeriksa tubuh kita untuk mengetahui seberapa Bugar Anda. 

*Ingat....!!!*
*"Kesehatan adalah Kekayaan"*.

*KEBUGARAN MEDIS  TINGGI*
           
120/80 -- Normal
130/85 -- Normal (Kontrol)
140/90 -- Tinggi
150/95 -- V. Tinggi
 
*SUHU :*
 
98,4 F (Normal)
99,0 F Di Atas (Demam)

*Minumlah satu Gelas Air Hangat saat Hendak Tidur untuk menghindari Penggumpalan Darah di Malam Hari* agar terhindar dari serangan *Jantung atau Stroke.* 

_Seorang Ahli Jantung mengatakan :_
*Jika semua orang yang  membaca  pesan ini dan mengirimkannya ke beberapa orang, yakinlah bahwa kami akan menghemat setidaknya Satu kehidupan* 


*Jaga Silaturahmi agar tetap Sehat dan Bahagia* 😊🙏

Monday, April 14, 2025

BEASISWA UM SURABAYA

*UNDANGAN KUOTA BEASISWA 100% PROGRAM PKUTM*
--------------------------------------------

Kami mengundang kepada segenap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur untuk mengirimkan kader terbaiknya bergabung bersama kami dalam program PKUTM. Program ini merupakan wujud sinergi UMSurabaya dan PWM JATIM dalam mencetak kader Ulama Tarjih Muhammadiyah Jawa Timur dengan Prodi S1 Hukum Keluarga Islam Ma'had Umar bin al-Khattab UMSurabaya kuota beasiswa 100% hanya untuk 25 mahasiswa.

📝 *SYARAT PENDAFTARAN*
1. Laki-laki
2. Rekomendasi PDM setempat di Jawa Timur
3. Ijazah dan transkrip SMA/Sederajat 
4. Belum menikah 
5. Siap tinggal di asrama 
6. Bisa baca tulis arab 
7. Tidak merokok
8. Scan Surat Kesehatan
9. Scan KTP 
10. Scan Kartu Keluarga 
11. Foto resmi 3x4

⚜️ *KEUNGGULAN PROGRAM*
1. Beasiswa penuh 100%
2. Pengantar Berbahasa Arab
3. Kurikulum Standar
4. LIPIA Jakarta
5. Kurikulum Tarjih Tabligh, dan Reguler HKI
6. Tahfidz al-Qur’an
7. Pengajar Ulama Tarjih Tabligh Muhammadiyah, alumni LIPIA dan Timur Tengah
8. Ruang kelas representatif
9. Perpustakaan kampus
10. Tersedia Pra PKUTM
11. Wajib asrama
12. Makan 3 kali sehari
13. Output lulusan S1 HKI (Ahwal Syakhsiyyah)

📌 *PROSEDUR PENDAFTARAN*
1. Mempersiapkan persyaratan administrasi pendaftaran
2. Mengisi formulir pendaftaran di website Ma’had Umar bin al-Khattab UMSurabaya mahad.um-surabaya.ac.id
3. Bergabung di grup WA PMB Mahad 2024/2025 di https://s.id/pmbmubk2025
4. Lolos syarat umum, administrasi, tes tulis, dan tes wawancara

🎙️ *INFORMASI PENDAFTARAN*
🧑🏻‍💻 0858-5244-6337 (LIPMB UMSurabaya)
🧑🏻‍💻 0896-1241-9713 (PMB Ma’had)
📍 Perum IKIP, Gunung Anyar, Surabaya
📱 Sosial media MUBK UMSurabaya

Thursday, January 23, 2025

Tukang Becak Sukses

Lebih dari 20 tahun, Nursalim (61), menjadi tukang becak di kawasan Pasar Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).

Becak itu adalah pemberian orang tuanya.

Setiap hari, ia menunggu penumpang dengan sabar. 

Pria yang akrab disapa Cak Salim ini dikenal sebagai sosok inspiratif.

Meski hanya bekerja sebagai tukang becak, Nursalim berhasil mengantarkan tiga anaknya mengenyam pendidikan tinggi.

Bagaimana kisah inspiratif Nursalim?

Sebelum menjadi tukang becak, Nursalim pernah bekerja di pabrik furniture sebagai pengantar barang-barang mebel.

Namun, ia memutuskan untuk keluar karena merasa tidak punya waktu untuk beribadah.

"Waktu itu, anak pertama masih bayi dan saya berpikir sampai kapan kehidupan seperti itu. Sibuk bekerja dan meninggalkan shalat."

"Dan saya putuskan keluar dan menjadi tukang becak," ujarnya lirih.

Saat menjadi tukang becak, Cak Salim ternyata tak pernah mematok harga.

"Penumpang bayar seikhlasnya. Karena saya masih yakin barang siapa berbuat baik akan mendapatkan kebaikan dari orang lain," katanya sembari tersenyum.

Cak Salim menceritakan, pendapatan sehari mencapai Rp 25 ribu.

Sementara istrinya, Sri Atmini (58), menjadi guru mengaji di mushala.

Meski keduanya hanya berpenghasilan sedikit, pasangan suami istri (pasutri) ini punya tekad kuat untuk menyekolahkan anak-anak hingga sukses.

Tekad keduanya pun terbayar lunas.

Anak sulung Cak Salim, Muhammad Huseni, bergelar sarjana pendidikan dan sekarang mengajar di SD Islam di Kecamatan Kejayan.

Selanjutnya, anak kedua, Nur Hasanah, yang tamat S2 menjadi guru agama dan berstatus PNS di SMP Negeri 3 Kota Pasuruan.

Lalu, anak terakhirnya, Saidatut Dariyah menempuh pendidikan S2 di Bali dan mengajar di salah satu SMA.

"Itu semua berkat doa, saya selalu mengingatkan kepada anak saya untuk terus berdoa dan terus belajar. Anak juga mendapatkan beasiswa," ujar Cak Salim.

Untuk kegiatan sosial, sepulang dari mengayuh becak, ia juga menjadi "marbot" masjid di kampungnya.

Setiap menjelang waktu shalat Zuhur dan Ashar, Cak Salim menyapu dan membersihkan masjid.

Baginya, ada pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan materi, sedangkan beramal baik menjadi pelengkap ketenangan.

"Saya sudah berumur tidak muda lagi, ya mungkin jadi marbot lebih dekat dengan yang di atas (Tuhan). Buat akhirat Mas," katanya.

Di sekitar Pasar Warungdowo, becak tradisional yang serupa milik Cak Salim hanya ada tiga buah.

Hampir semua becak sudah menggunakan mesin motor (betor). Namun, bagi Cak Salim, ia tetap mempertahankan agar tubuhnya tetap tegar karena bergerak.

Bahkan, anaknya juga pernah meminta ia berhenti mengayuh becak.

"Kalau nggak ngongkel (mengayuh becak) rasanya malah sakit. Lumayan olahraga juga," ujarnya.

Sayang, cerita panjang dari Cak Salim berhenti saat seorang perempuan yang membawa belanjaan meminta diantar olehnya. 

"Permisi dulu ya Mas, kulo (saya) ngantar dulu. Monggo Bu naik," ucap Cak Salim sambil mempersilakan penumpang.

Dengan semangat, Cak Salim menggeser bagian belakang becak, mengambil ancang-ancang sebagai tanda siap melahap aspal dengan becaknya.

Topi dan sarung menjadi ciri khas tukang becak yang ada di Pasar Warungdowo.

Nasikha, salah satu pemilik warung yang menjadi pangkalan sejumlah tukang becak, mengakui semangat dan kesederhanaan Cak Salim.

"Cak Salim itu sukses, anaknya sudah jadi guru semua. Dia sering puasa dan kerjanya sebelum shalat Zuhur sudah pulang," katanya.

Sumber: surabaya.tribunnews . com

Wednesday, January 22, 2025

Rahasia Sukses Video Digital Marketing

Rahasia saya bisa dapat Juta Sehari dari Satu Produk dan Satu Video Saja ⁉️ Simak baik baik dan bisa di Praktekkan

✅️ Pilih Produk Murah

Pastikan memilih Produk yang Paling Murah, Penjualan Tinggi, Rating diatas 4.7 dan Komisi Normal di atas 5%. Cara Riset bisa lihat Tutorial di atas yang di Sematkan.

✅️ Cari Produk Baru

Jangan suka buat Video Produk itu itu saja saya Pastikan Susah Berkembang. Tiktok paling suka sesuatu yang Baru dan saya suka Beli Produk Baru jika Sampel Gratis tidak dikasih Seller.

✅️ Upload 2 Video Saja

Untuk 1 Produk usahakan Jangan Terlalu banyak Upload Videonya dulu. Di awal 2 video saja jika sudah naik bisa tambahkan dengan menjawab Komentar pakai Video. Langsung buat video banyak dari 1 Produk biasanya Trafik akan Anjlok.

✅️ Hook di Awal yang Kuat

Kalimat Hook ini paling Penting karna ini kalimat atau Ekspresi yang membuat orang Bertahan Menonton. Contoh : "Nyesel Kamu kalau ngak Beli Produk Bagus ini karna Harganya Lagi Murah". Buatlah Hook dengan Gaya sendiri ngak perlu kata kata dengan Ekspresi juga bisa.

✅️ CTA Sedikit Memaksa

CTA : Call To Action saya biasanya agak sedikit memaksa Penonton buat Beli. Contoh : "Ini lagi Murah belinya disini mumpung Lagi Promo hari ini cuma 50 Ribuan... Besok dah Normal jadi 100 Ribuan".

✅️ Bandingkan dengan Produk Lain

Saat ngereview Produk bandingkan jika beli Offline. Contoh : Saya beli di Tiktok cuma 50 Ribuan ehhhh beli di Minimarket kok 80 Ribuan... Coba cek di Keranjang sini.

✅️ Tanpa Ngiklan

Saya adalah Affiliator Pemula yang ngak Suka Ngiklan. Saya biarkan Alami aja perbanyak Video Original dengan Karya yang Jelas dan Bagus. Ngiklan akan Percuma jika Kualitas Kontennya ngak Menarik. Naiknya lambat sih tapi sekali Naik Video langsung Viral FYP Besar.

✅️ Upload Video Campuran

Saya uplaod 3 video sehari dengan Pengaturan : Pagi jam 09.00 Video biasa Bahas yang Viral di Tiktok Tanpa Keranjang buat Memancing Trafik, Jam 15.00 dan 20.00 Video Keranjang Produk Berbeda.

🔥🔥 LINK PRODUK VIRAL ADA SAYA SHARE DI GROUP BELAJAR 🔥🔥

Gabung Group (49.000) Seumur Hidup
https://lynk.id/mastimon/s/Y2gRKwe

Jangan Kebanyakan Protes dan Mikir tapi Prakteklah terus sambil Belajar 🙏🙏

By Timon Adiyoso

https://www.facebook.com/share/19ixhLzcUP/

Monday, January 20, 2025

LELAKI JANGAN BANGKRUT

Kekasihmu, bahkan Istrimu akan  meninggalkanmu jika dirimu bangkrut tidak memiliki uang lagi.  Tidak ada yang peduli dengan perasaanmu.   

Kekasihmu sama sekali tidak peduli, akan segera meninggalkanmu ketika dirimu tidak memiliki apa-apa lagi, dan segera melupakanmu - tidak peduli betapa hebatnya kesan masa lalumu. 

Istrimu pun tidak akan  peduli dengan hutang-hutangmu yang menumpuk.  Mantan Bossmu juga tidak peduli saat dia memecatmu. 

Dan kenyataannya, hampir tidak ada seorang pun yang peduli dengan derita apa yang Anda rasakan. Mungkin hanya ibumu  jika masih hidup tetapi juga hanya sebatas kasihan saja.   

Teman-teman dekat satu per satu mulai meninggalkanmu dan menghapus nomor ponselmu.  Daftar yang meninggalkanmu akan terus bertambah.

Anda harus memahami sesuatu yang penting dalam hidup ini sebagai Lelaki: Jalan anda sebagai seorang  Lelaki,  tidak ditentukan oleh apa yang Anda rasakan, tetapi ditentukan oleh tindakan-tindakan Anda yang nyata untuk bisa bertahan dan terus bertempur mengumpulkan uang,  menabung dalam kehidupan ini. Berjaga jangan sampai bangkrut. Berjaga ketika hari suram dan menyiapkan diri di hari Tua.   

Jangan sampai bangkrut, jangan sampai tidak memiliki tabungan yang cukup untuk hari suram dan hari tuamu agar tidak kehilangan orang-orang terkasih disekelilingmu.  Beginilah kenyataan hidup seorang Lelaki

 R M  Noto Widjojo

Tuesday, January 14, 2025

USAHAWAN TANGGUH

USAHAWAN TANGGUH

Hidup ini seperti roda berputar. “Ada kalanya di atas, ada pula saatnya di tengah atau di bawah.” Ujar seorang usahawan besar di Jakarta, Jumat (5/10).

Ia bercerita, sebelum krisis tahun 1997-2000, ia memimpin sebuah megakorporat. Ada bank, property, ritel, dan jasa.

Tiba-tiba datang badai ekonomi. Banyak usahawan Indonesia terempas, termasuk dia. Hampir semua usahanya menyurut nyaris ke titik nol. Banknya ditutup. Usaha propertinya hamper tanpa kegiatan. Perusahaan ritel dan jasa ia jual. Ia memilih berkonsentrasi pada hanya usaha property, bisnis yang paling ia kuasai. Menurut pengalaman, fokus pada usaha inti akan menyelamatkan suatu usaha.

Selama ekonomi nasional limbung, ia bertekad tidak memecat karyawannya. Sebagai bekas “orang susah”, usahawan yang kini berusia 61 tahun ini sadar betapa pahitnya nasib karyawanyang diputus hubusngan kerjanya. Usahawan ini bertahan dengan apa yang dia miliki.

Namun, banyak karyawannya yang “kasihan” melihat ikhtiarnya. Mereka keluar, satu persatu. Setiap karyawannya pamit, usahawan ini mati-matian menahan haru. Kerap beberapa anggota staf intinya melihat ia menangis di balik pintu. Hubungan majikan dan karyawan di perusahaan itu memang dekat.

Tak tahan dengan situasi ini, pengusaha tersebut menjual 80 persen asset pribadi. Ia mencairkan 70 persen depositonya dan menjual 80 persen simpanan emasnya. Dengan uang itu, ia membuka sejulah unit usaha agar karyawan yang tersisa tidak pergi. Dari restoran, industry kreatif, hotel, biro perjalanan, samapai ke usaha jahit pakaian. Ia juga menemani para karyawan itu bekerja, hari demi hari. Ikhtiar ini berhasil menahan karyawannya.

Muncul titik balik. Para karyawan, yang melihat pemilik perusahaan baik hati, bertarung keras di semua lini bisnis. Semua usaha usahawan ini berhasil dan untung. Usaha propertinya pun perlahan bangkit kembali. Kini keadaan berubah, ibarat roda. Usaha propertinya berkelas dan membawa genre sendiri.

Di titik ini, tatkala ia dan karyawannya bisa menghela napas, ia mengajak semua karyawannya membiasakan diri MENABUNG. “Kalau mampu hidup dengan Rp 3 juta sebulan, hiduplah dengan 3 juta kendati gaji kalian, sebutlah Rp 18 juta. Sisanya tabung. Jangan sebentar-sebentar diambil. Ketika gaji kalian naik, misalnya menjadi Rp 30 juta, tetaplah hidup dengan Rp 3 juta itu. Namun uang yang dikumpulkan, jadikan uang yang MEMBAWA MANFAAT. Misalnya, membeli emas atau masukkan saja di bank sebagai deposito. Kelak kalian merasakan manfaatnya,” ujar pengusaha itu.

Ia menambahkan, tidak punya uang sungguh tak enak. Tidak saja kita susah memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sebagian orang juga tidak “memandang” kita. “Saya mengalami ketika usaha saya di tubir jurang,” katanya.

Usahawan lain, yang bergerak di beberapa jenis industry, menuturkan hal senada. “Ketika usaha kita tengah berkibar, semua mendekat. Namun ketika usaha kita redup, tidak ada yang mendekat, termasuk para pejabat,” ujarnya.

Pebisnis ini menyarankan semua usahawan untuk mandiri. Jangan pernah dekat pejabat. Profesional, bebas dari aroma fasilitas Negara dan pejabat. Kalau mampu melakukannya pasti akan menjadi usahawan tangguh. (ABUN SANDA). - KOMPAS, Senin 8 Oktober 2012.