Monday, July 27, 2026

KUDATULI


Kudatuli adalah singkatan dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli, yaitu peristiwa penyerbuan kantor pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Peristiwa ini menjadi salah satu titik penting yang mempercepat melemahnya rezim Orde Baru dan berkembangnya gerakan Reformasi. 

Latar belakang

Pada awal 1990-an, Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Ketua Umum PDI dan memperoleh dukungan masyarakat yang semakin besar. Hal ini dipandang sebagai ancaman oleh pemerintah Orde Baru di bawah Soeharto.

Pada Juni 1996, pemerintah mendukung Kongres PDI di Medan yang menetapkan Soerjadi sebagai ketua umum menggantikan Megawati. Pendukung Megawati menolak hasil kongres tersebut dan tetap menduduki kantor pusat PDI di Jakarta. 

Jalannya peristiwa

Pada pagi hari 27 Juli 1996, sekelompok orang yang didukung aparat menyerbu kantor PDI yang diduduki pendukung Megawati. Penyerbuan memicu bentrokan dan kemudian berkembang menjadi kerusuhan di berbagai wilayah Jakarta selama dua hari. Banyak bangunan dan kendaraan dibakar, serta ratusan orang ditangkap. 

Korban

Menurut hasil penyelidikan Komnas HAM:

5 orang meninggal dunia.

149 orang mengalami luka-luka.

23 orang dinyatakan hilang.

Banyak warga dan aktivis ditangkap serta mengalami pelanggaran hak asasi manusia. 

Dampak

Peristiwa Kudatuli memiliki dampak besar terhadap politik Indonesia:

Meningkatkan kritik terhadap pemerintahan Orde Baru.

Memperkuat gerakan pro-demokrasi dan Reformasi.

Setelah jatuhnya Soeharto pada 1998, pendukung Megawati mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), yang kemudian memenangkan Pemilu 1999. 

Mengapa disebut "Kudatuli"?

Istilah Kudatuli berasal dari singkatan Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Li (Juli). Peristiwa ini juga sering disebut "Sabtu Kelabu" karena terjadi pada hari Sabtu dan dikenang sebagai salah satu tragedi politik terbesar pada masa Orde Baru. (*)

No comments: