Sunday, September 28, 2025

NAHALAL KAWIN (English version)

Oleh Zaheen

NAHALAL KAWIN (Musik Pernikahan Islami)

Berikut adalah lirik yang dirapikan dari lagu "Nahalal Kawin" oleh Zaheen dan terjemahannya. Lirik ini ditulis dalam Bahasa Inggris dan sering digunakan sebagai lagu pernikahan bertema Islami.


Lirik Rapih: NAHALAL KAWIN

[Music]

This is the moment I've been waiting for

To finally, you'll be mine.

I'll promise to Allah,

We'll love for eternity.

I'm going to hold your precious hand,

Let your parents tell my love,

Telling everyone you will marry me.

Will you please accept my hand?

I'm going to marry you today.

Insha'Allah, you will let me know,

My love for you is true.

Thank you to our mom and dad,

They let our destinies unite.

They make it easier for us

To fulfill the promises we've made.

[Music]

I'm going to hold your precious hand,

Let your parents tell my love,

Telling everyone you will marry me.

Will you please accept my hand?

I'm going to marry you today.

Insha'Allah, you will let me know,

My love for you is true.

Thank you to our mom and dad,

They let our destinies unite.

They make it easier for us

To fulfill the promises we've made.

[Music] [Applause] [Music]

Will you please accept my hand?

I'm going to marry you today.

Insha'Allah, you will let me know,

My love for you is true.

Thank you to your mom and dad,

They let our destinies unite.

They make it easier for us

To fulfill the promises we've made.


Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

[Musik]

Inilah saat yang telah kutunggu-tunggu

Untuk akhirnya, kamu akan menjadi milikku.

Aku akan berjanji kepada Allah,

Kita akan saling mencintai selamanya.

Aku akan memegang tanganmu yang berharga,

Biarkan orang tuamu menyampaikan cintaku,

Memberi tahu semua orang bahwa kamu akan menikahiku.

Maukah kamu menerima tanganku?

Aku akan menikahimu hari ini.

Insya Allah, kamu akan memberitahuku,

Bahwa cintaku padamu tulus.

Terima kasih kepada ibu dan ayah kita,

Mereka membiarkan takdir kita bersatu.

Mereka membuatnya lebih mudah bagi kita

Untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat.

[Musik]

Aku akan memegang tanganmu yang berharga,

Biarkan orang tuamu menyampaikan cintaku,

Memberi tahu semua orang bahwa kamu akan menikahiku.

Maukah kamu menerima tanganku?

Aku akan menikahimu hari ini.

Insya Allah, kamu akan memberitahuku,

Bahwa cintaku padamu tulus.

Terima kasih kepada ibu dan ayah kita,

Mereka membiarkan takdir kita bersatu.

Mereka membuatnya lebih mudah bagi kita

Untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat.

[Musik] [Tepuk Tangan] [Musik]

Maukah kamu menerima tanganku?

Aku akan menikahimu hari ini.

Insya Allah, kamu akan memberitahuku,

Bahwa cintaku padamu tulus.

Terima kasih kepada ibu dan ayahmu,

Mereka membiarkan takdir kita bersatu.

Mereka membuatnya lebih mudah bagi kita

Untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat.


NAHALAL KAWIN (English Version)

NAHALAL KAWIN by Zaheen

Ustadz Anang Wahid Cahyono: 3 Baju Nabi Yusuf

Ringkasan Pengajian Ahad, 28/9/2025

Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Yusuf `alayhis-salām diceritakan secara panjang dalam Surah Yūsuf. Menariknya, ada tiga peristiwa penting yang melibatkan baju (qamīṣ) Nabi Yusuf, masing-masing dengan makna yang mendalam:


1. Baju Yusuf yang Berlumuran Darah Palsu

📖 Surah Yūsuf [12]:18
Ketika saudara-saudara Yusuf melemparnya ke dalam sumur, mereka membawa bajunya yang telah dilumuri darah palsu kepada ayahnya, Nabi Ya’qub.

  • Makna: simbol kebohongan dan pengkhianatan saudara-saudaranya.


2. Baju Yusuf yang Robek dari Belakang

📖 Surah Yūsuf [12]:25–28
Saat Yusuf digoda oleh istri al-‘Aziz (Zulaikha), bajunya tertarik hingga robek di bagian belakang. Peristiwa ini menjadi bukti yang menyelamatkan Yusuf dari tuduhan palsu.

  • Makna: simbol kesucian, pembelaan, dan bukti kebenaran.


3. Baju Yusuf yang Membawa Kembali Penglihatan Nabi Ya’qub

📖 Surah Yūsuf [12]:93–96
Di akhir kisah, Yusuf mengirim bajunya kepada ayahnya. Ketika baju itu diletakkan di wajah Nabi Ya’qub, penglihatannya yang telah hilang kembali pulih.

  • Makna: simbol rahmat Allah, kesembuhan, dan kembalinya kebahagiaan keluarga.


Ringkasnya:

  • Baju berdarah palsu → simbol pengkhianatan.

  • Baju robek dari belakang → simbol pembelaan kebenaran.

  • Baju yang menyembuhkan → simbol rahmat dan pemulihan.

Catatan dari Cintya Ponorogo

Sel Manusia Bisa "Mendengar" dan Merespons Suara

Dunia sains kembali digemparkan oleh penemuan terbaru yang membuka babak baru dalam pemahaman tentang tubuh manusia. Para peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, berhasil membuktikan bahwa sel-sel manusia ternyata dapat mendeteksi dan merespons gelombang suara. Temuan ini memberikan perspektif baru yang bisa mengubah cara kita melihat interaksi tubuh dengan lingkungannya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2025, para ilmuwan memaparkan sel mamalia yang dikultur di laboratorium dengan berbagai jenis suara, mulai dari frekuensi rendah (440 Hz), frekuensi tinggi (14 kHz), hingga white noise. Hasilnya mengejutkan: ratusan gen di dalam sel menunjukkan perubahan aktivitas setelah terpapar gelombang suara selama 2 hingga 24 jam. Lebih jauh lagi, suara terbukti mampu memengaruhi jalur mekanosensitif dalam sel yang berhubungan dengan fungsi dasar kehidupan.

Salah satu hasil paling mencolok adalah ditemukannya bahwa diferensiasi sel lemak dapat ditekan melalui stimulasi akustik. Artinya, suara tidak hanya mampu "mengetuk" membran sel, tetapi juga bisa memengaruhi arah perkembangan sel di tingkat genetik. Hal ini membuktikan bahwa sel manusia bukanlah entitas pasif, melainkan memiliki kemampuan luar biasa dalam menangkap stimulus fisik dari lingkungan sekitarnya.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa istilah “mendengar” di sini tidak sama dengan pendengaran manusia yang menggunakan telinga. Yang dimaksud adalah kemampuan sel untuk merespons getaran mekanis dari gelombang suara, lalu mengubahnya menjadi sinyal biologis yang memengaruhi perilaku sel. Temuan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa tubuh manusia sebenarnya sangat sensitif terhadap berbagai jenis rangsangan fisik, termasuk suara.

Penemuan ini membuka peluang riset baru yang sangat luas. Bayangkan, jika gelombang suara bisa memengaruhi cara sel bekerja, maka di masa depan bukan tidak mungkin terapi berbasis suara atau frekuensi akustik dapat digunakan untuk mengobati penyakit, mempercepat penyembuhan jaringan, atau bahkan memengaruhi proses penuaan. Dunia kedokteran, biologi, hingga teknologi kesehatan bisa jadi akan mengalami revolusi besar.

Meskipun masih berada pada tahap penelitian awal di laboratorium, para ilmuwan optimistis bahwa temuan ini akan menjadi dasar bagi studi-studi lanjutan. Saat ini, fokus riset masih terbatas pada sel mamalia yang dikultur di luar tubuh. Namun, para peneliti berencana untuk melanjutkan eksperimen guna membuktikan bagaimana mekanisme ini bekerja di dalam tubuh manusia secara langsung.

Sumber:
Kyoto University – Cells respond to sound: acoustic stimulation influences gene expression in mammalian cells (kyoto-u.ac.jp)
PubMed Central – Cells can respond to audible sound stimulation (PMC)

#PenemuanIlmiah #SelManusia #FaktaSains #InovasiKesehatan #RisetKyoto #TerapiSuara #KesehatanMasaDepan #BeritaViral #RafassaMedia

Skandal Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG): BGN Minta Maaf, Sanksi Penutupan Dapur Diperketat

Wakil Kepala BGN menangis usai minta maaf atas kasus ribuan keracunan siswa yang santap MBG. (Foto: CNN Indonesia TV)

Maraknya kasus keracunan yang menimpa pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memicu reaksi keras dari pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi meminta maaf dan mengeluarkan ultimatum keras kepada mitra dapur penyedia MBG.


Ultimatum Keras BGN: 45 Dapur Ditutup dan Batas Waktu 1 Bulan

Wakil Kepala BGN, Nanik S. D., menyampaikan permintaan maaf yang mendalam, bahkan sambil meneteskan air mata, atas insiden keracunan yang meluas. BGN siap bertanggung jawab penuh dengan membiayai seluruh pengobatan korban.

Nanki SD. mencatat hingga saat ini (Sabtu, 27/9/2025):

  • Sebanyak 45 mitra dapur MBG teridentifikasi tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjadi penyebab insiden keracunan.

  • 40 dapur di antaranya telah ditutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan, menunggu hasil investigasi dan perbaikan sarana/fasilitas.

  • Ultimatum: BGN memberikan batas waktu 1 bulan kepada seluruh mitra dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melengkapi syarat sertifikat higienis (SLHS) dan sertifikat halal. Jika dalam satu bulan kasus keracunan masih terjadi atau tidak ada perbaikan, maka mitra tersebut akan ditutup permanen.

Nanik SD. menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar angka, namun menyangkut nyawa dan keadilan pemenuhan gizi bagi anak-anak kurang mampu.


Peran Pengawasan dari Institusi Negara

Menyikapi masalah kualitas dan keamanan pangan ini, pengawasan diperketat oleh TNI dan Polri.

1. Komitmen Polri dan Food Security

Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo meminta jajarannya memperketat pengawasan kualitas makanan.

  • Quality Control (QC) Menyeluruh: Kapolri menekankan bahwa proses memasak, distribusi, hingga makanan sampai di sekolah harus melalui quality control dengan melaksanakan "food security test" untuk memastikan makanan higienis dan siap saji.

  • Peninjauan SPPG: Saat meninjau SPPG Polres Semarang yang melayani 21 sekolah (3.977 siswa/hari), Kapolri memastikan bahan baku segar dan proses distribusi tepat waktu.

  • Capaian SPPG Polri: Hingga kini, Polri telah membangun 617 SPPG di seluruh Indonesia, 73 di antaranya berada di Jawa Tengah, dengan target melayani 2,1 juta penerima manfaat dan membuka 30.850 lapangan kerja.

2. Pengawasan Melekat TNI dan Rantai Pasok

Panglima TNI Jenderal Agus Subianto juga meluncurkan 339 SPPG baru di seluruh Indonesia, menambah total 452 SPPG yang dikelola TNI saat ini, dari alokasi 2.000 SPPG.

  • Pengawasan Melekat: Panglima TNI memerintahkan komandan kesatuan untuk melakukan pengawasan melekat mulai dari pengecekan bahan baku, peralatan masak, cara memasak, hingga proses pengiriman. Ia menekankan agar rentang waktu antara memasak dan konsumsi tidak terlalu lama.

  • Dampak Ekonomi: Keberadaan SPPG yang dikelola TNI juga bertujuan membuka rantai pasok bagi petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal untuk menjual hasil panen mereka ke Koperasi Merah Putih.


Saran Ahli Gizi dan Praktik Sekolah Terbaik

Ahli Gizi, Prof. Ir. Hardin S.H., menyarankan pembentukan tim pengawas yang melibatkan pihak sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Secara khusus, ia menyoroti peran sekolah:

  • Peran Sekolah sebagai Early Warning: Guru-guru dan kepala sekolah harus dilatih untuk memahami gejala makanan tidak layak (early warning).

  • Pengecekan Visual & Aroma: Sebelum dibagikan, makanan wajib dicek. Jika ditemukan gejala ketidaklayakan seperti kurang segar, warna tidak biasa, atau aroma basi, makanan tidak boleh dikonsumsi dan harus segera diganti, tanpa harus dijadikan "kelinci percobaan" oleh kepala sekolah.

Sementara itu, di Surabaya, Jawa Timur, program MBG di SMPN 13 telah berjalan selama 5 bulan tanpa kendala bagi 927 siswanya. Sekolah menerapkan mekanisme penyaluran paket makanan segera saat mobil MBG tiba untuk menghindari makanan basi, dan selalu melakukan pengecekan kualitas.

Momen Jenaka di Balik Polemik

Di tengah isu keracunan, netizen membagikan video-video jenaka yang menunjukkan semangat siswa:

  • Ayam Geprek Manual: Pelajar viral karena menerima ayam yang masih utuh dan langsung "menggepreknya" dengan pukulan tangan untuk menjadikannya ayam geprek paripurna.

  • Ayam Goreng "Kriuk Lagi": Siswa menghidupkan kembali ayam goreng yang sudah lemas dengan memanaskannya kembali menggunakan penggorengan.

  • Mukbang MBG: Seorang siswa dengan semangat menampung dan memakan makanan sisa teman-temannya, yang dikomentari netizen sebagai "Mukbang MBG" atau tindakan positif "daripada dibuang, mending dimakan." (*)

Sumber:

Muara Ilmu Adalah Adab: Nasihat Syekh Hasan Al-Bashri untuk Kehidupan Beragama


SURABAYA – Dialog Fajar Radio Suara Surabaya pada Ahad, 28 September 2025, menghadirkan Ustadz Mim Saiful Hadi yang mengupas tuntas dua poin penting dari nasihat ulama besar masa tabi'in, Syekh Hasan Al-Bashri, sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Nasihat tersebut berfokus pada hubungan erat antara ilmu, adab, dan kesabaran dalam beragama.


Poin 1: Man Laa Adabalah, Laa 'Ilmalah (Barang Siapa Tidak Beradab, Maka Tidak Berilmu)

Ustadz Saiful Hadi menjelaskan bahwa adab (etika/perilaku) adalah muara atau buah dari ilmu yang dipelajari.

  • Ilmu vs. Pengetahuan: Seseorang yang secara fisik terlihat berilmu—entah karena banyaknya bacaan, buku yang dikutip, atau gelar akademik—namun tidak memiliki adab yang sejalan, sesungguhnya ia hanya menguasai pengetahuan semata, bukan ilmu sejati.

  • Refleksi Ilmu: Ilmu sejati harus terinternalisasi dan terefleksi dalam perilaku sehari-hari. Jika seseorang dikenal cerdas, namun perilakunya buruk (kasar saat berdebat, tidak jujur saat diberi amanah, buruk pergaulan dengan tetangga), maka yang ia miliki hanyalah "resep" atau informasi yang bisa disalahgunakan.

  • Contoh Hukum: Seseorang yang menguasai celah hukum, lalu menggunakan pengetahuan tersebut untuk berbuat jahat, menunjukkan bahwa pengetahuan tersebut tidak pernah menjadi ilmu karena tidak dilandasi adab.

Pesan Kunci: Dahulukan dan utamakan adab, sehingga segala pengetahuan yang telah diraih dapat masuk dan terinternalisasi menjadi ilmu yang mampu menerangi dan membentuk karakter kehidupan sehari-hari.


Poin 2: Man Laa Shobrolah, Laa Dinalah (Barang Siapa Tidak Sabar, Maka Tidak Ada Agama Padanya)

Nasihat kedua Syekh Hasan Al-Bashri ini menekankan bahwa kesabaran adalah fondasi utama dalam menjalankan ajaran agama.

  • Tanda Kekosongan Agama: Apabila seseorang tidak memiliki kesabaran—mudah dikuasai putus asa, keluh kesah, berprasangka buruk, dan tergesa-gesa (isti'ajal)—maka seolah-olah tidak ada agama yang ia pegang.

  • Ilmu Menjadi Sia-Sia: Sekalipun seseorang hafal banyak ayat Al-Qur'an, jika ia tidak sabar dalam menerima, memahami, dan menjalankan semua yang telah diketahuinya, maka ilmunya tersebut menjadi sia-sia, seolah tidak ada gunanya.

  • Sabar Melawan Putus Asa: Sifat putus asa sering kali muncul saat kita melihat tokoh publik yang mengecewakan. Namun, Ustadz Saiful Hadi mengingatkan bahwa kita tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa semua orang sama. Jika kita sabar, Allah akan menampakkan dan menunjukkan orang-orang baik (panutan-panutan) yang mungkin berada sangat dekat di lingkungan kita.

  • Peran Agama: Agama memandu kita dalam mengambil keputusan, menentukan orientasi, dan menjaga diri dari keburukan. Semua panduan ini membutuhkan kesabaran agar tidak tergesa-gesa dan tidak lari dari ajaran agama karena godaan atau tren duniawi.

Pesan Kunci: Kesabaran adalah syarat mutlak agar ilmu agama dapat membuahkan hasil. Hanya orang-orang yang sabar yang dijanjikan pertolongan oleh Allah SWT. (*)


Friday, September 26, 2025

Meraih Husnul Khatimah dengan Amal Saleh dan Istiqomah di Masjid

Khutbah Jumat di Masjid Polinema: Meraih Husnul Khatimah dengan Amal Saleh dan Istiqomah di Masjid

(Masjid Polinema Malang, Jumat, 26 September 2025)

Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Wasmukan  di Masjid Polinema Malang menekankan pentingnya mengakhiri kehidupan dalam kondisi terbaik, atau Husnul Khatimah, sebagai cita-cita tertinggi setiap Muslim.



Pentingnya Husnul Khatimah dan Teladan Nabi

Khotib Ustadz Wasmukan menggarisbawahi firman Allah SWT yang menjadi pesan terakhir bagi orang beriman: "Jangan sekali-kali kalian mati, kecuali dalam kondisi pasrah kepada Allah SWT." (merujuk pada QS. Ali Imran: 102). Hal ini berarti setiap Muslim diperintahkan untuk hidup dan mengakhiri hayatnya dalam keadaan taat.

  • Doa Para Nabi: Harapan ini telah menjadi wasiat para nabi. Nabi Ibrahim AS, misalnya, berwasiat kepada putra-putranya untuk memegang teguh agama Allah dan tidak mati kecuali dalam keadaan berserah diri.

  • Permintaan Rasulullah SAW: Rasulullah SAW sendiri senantiasa berdoa: "Allahumma ij'al khaira umri akhirahu" (Ya Allah, jadikan sebaik-baik usiaku adalah akhirnya) dan "Wa ij'al khaira amali khawatimahu" (Jadikan sebaik-baik amalku adalah penutupnya).

Khotib mengingatkan bahwa mencapai Husnul Khatimah bukanlah perkara mudah, karena di antara manusia ada yang dikalahkan oleh kemiskinan dan kebodohan yang menjauhkannya dari jalan kebaikan.


Tiga Kunci Meraih Akhir Hidup yang Baik

Ada beberapa sebab utama yang dapat mengantarkan seseorang pada akhir yang baik, di antaranya:

1. Amal Saleh yang Benar dan Ikhlas

Amal saleh harus memenuhi dua syarat utama:

  • Ikhlas kepada Allah SWT: Niat beramal semata-mata karena Allah.

  • Sesuai Sunnah Rasulullah SAW: Amal yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan dan aturan Rasulullah SAW.

Apabila niatnya ikhlas namun amalnya tidak sesuai sunnah, atau amalnya sesuai sunnah namun niatnya bercampur dengan kepentingan duniawi, maka amal tersebut tidak sempurna.

2. Menjaga Salat Wajib Berjamaah di Masjid

Menjaga salat wajib, khususnya secara berjamaah, dianggap sebagai salah satu kunci utama Husnul Khatimah. Sayyidina Abdullah bin Mas'ud pernah berkata, "Barang siapa yang ingin berjumpa dengan Allah SWT dalam kondisi Muslim, maka jagalah salat-salat ini untuk dilakukan di tempat di mana azan dikumandangkan."

  • Pembeda dengan Kaum Munafik: Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salat berjamaah di masjid adalah bagian dari sunah-sunah yang lurus (sunnan al-huda). Meninggalkan salat berjamaah tanpa alasan syar'i seperti berdiam diri di rumah adalah ciri yang jelas menunjukkan sifat kemunafikan.

  • Pahala Langkah Kebaikan: Allah mencatat setiap langkah kaki yang dilangkahkan menuju masjid sebagai kebaikan, menunjukkan pentingnya usaha fisik dalam menjaga ibadah ini.

3. Menghindari Dosa dan Memanfaatkan Sisa Umur

Kunci ketiga adalah memanfaatkan sisa umur yang ada untuk memperbanyak amal kebaikan dan menghindari dosa-dosa secara sengaja. Jangan sampai seseorang sibuk dengan urusan duniawi (kerja makhluk) hingga melupakan tujuan utama hidup.

Khotib menutup khutbah jumatnya dengan doa, berharap jamaah dapat memanfaatkan sisa umur mereka untuk menghindari dosa dan meraih Husnul Khatimah. (*)

Thursday, September 25, 2025

Tanda-tanda Mukmin dan Keagungan Al-Qur'an


Ustadz Yusuf Hasymi dalam kajian Kamis, 25/9/2025 di Masjid At Taqwa Jagalan menyoroti tanda-tanda orang beriman yang disampaikan dalam Surah Al-Anfal ayat 2 dan 3. Beliau menganalogikan manusia dengan hewan-hewan yang diburu (gajah karena gadingnya, badak karena culanya), di mana nilainya seolah terletak pada materi. Namun, keimanan sejati memberikan refleksi cermin bahwa nilai kita sebagai hamba Allah terletak pada tanda keimanan, bukan materi.

I. Hakikat Hati Seorang Mukmin (Surah Al-Anfal: 2-3)

Ayat 2 dan 3 Surah Al-Anfal menjadi penekanan utama:
1.  "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka..." (QS. Al-Anfal: 2).
2.  *"...dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah keimanan mereka..."* (QS. Al-Anfal: 3).

Pentingnya Hati: Ustadz menjelaskan bahwa hati, baik secara organ maupun sebagai pusat perasaan, harus diisi dengan rasa dan makna yang benar. Jika hati berorientasi hanya pada materialisme, maka isinya pun akan dangkal. Namun, jika Allah Ta'ala didahulukan sebagai pencipta, hati akan merasa aman dan terjamin (safety).
* Kekuatan Asma Allah: Kekuatan nama Allah mampu mengguncang hati seorang hamba. Hal ini diilustrasikan dengan kisah ketika Nabi Muhammad SAW diancam oleh seorang kafir bernama Dasul. Saat Nabi dengan tegas menyebut "Allah," tangan Dasul bergetar dan pedangnya terjatuh, menunjukkan betapa Asma Allah mampu memberikan perlindungan dan ketegasan.
* Jaminan dari Allah: Beliau menggarisbawahi bahwa bagi orang yang membiasakan diri bertawakkal, Allah yang Maha Sempurna akan menjadi penjamin. Bahkan dalam konteks dosa (seperti korupsi), Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, namun tidak langsung menghukum atau murka, melainkan memberikan kesempatan.

---

II. Klasifikasi dan Keajaiban Al-Qur'an

Ayat-ayat Allah dibagi menjadi dua secara bahasa: Ayat-ayat Kauniyah dan Ayat-ayat Kauliyah.

1.  Ayat-ayat Kauniyah: Segala ciptaan Allah di alam semesta (bumi, galaksi, hewan, dan seluruh makhluk). Tujuan penciptaan ini adalah agar manusia tunduk dan mengakui kesempurnaan dan keagungan Allah.
2.  Ayat-ayat Kauliyah: Firman Allah yang dibaca, dihafal, dan disampaikan melalui Al-Qur'an.

Secara istilah Al-Qur'an (Surah Ali Imran ayat 7) dibagi menjadi:
1.  Ayat-ayat Muhkamat: Ayat yang maknanya terang, jelas, dan mudah dipahami, seperti perintah ibadah dan terjemahan kasih sayang Allah.
2.  Ayat-ayat Mutasyabihat: Ayat yang serupa, membutuhkan pendalaman (tafsir), dan tidak bisa diinterpretasikan dengan logika manusia yang terbatas. Contohnya adalah frasa "Tangan Allah di atas tangan mereka" (QS. Al-Fath) dan bahwa segala sesuatu akan binasa "kecuali Wajah Allah."

Keajaiban Linguistik: Huruf Muqatta'ah

Ustadz Yusuf menyoroti keajaiban 14 surat dalam Al-Qur'an yang diawali dengan Huruf Muqatta'ah (huruf-huruf terputus, seperti Alif Lam Mim, Yaasiin).

* Bukti Ilmiah: Beliau menceritakan kisah ilmuwan Barat, seperti Profesor Raymond Farrin dari Amerika dan Profesor Dr. Neil Robinson, yang meneliti koherensi dan susunan seimbang (balancing) huruf-huruf Al-Qur'an selama puluhan tahun. Penelitian ini meyakinkan mereka bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah (firman Allah) karena susunannya yang sempurna dan tidak mungkin diciptakan oleh makhluk.
* Makna Yaasiin: Huruf *Yaasiin* bisa memiliki makna panggilan kepada Nabi Muhammad SAW (Hai Rajul/Hai Man). Namun, dalam konteks bahasa Arab yang murni, huruf-huruf tersebut tidak memiliki makna langsung, yang justru menunjukkan kedalaman dan mukjizatnya.

Ustadz Yusuf Hasymi melanjutkan kajiannya dengan membahas secara mendalam mukjizat Al-Qur'an, khususnya dari aspek linguistik dan strukturnya, sebagai penguat keimanan umat Islam. Beliau menekankan bahwa kesempurnaan Al-Qur'an adalah bukti nyata bahwa kitab suci ini bukan buatan manusia.

---

Mukjizat Struktur Al-Qur'an: Temuan Ilmuwan Barat

Ustadz Yusuf Hasymi memaparkan penemuan ilmiah yang membuktikan keagungan Al-Qur'an, yang dikenal dengan konsep "Ring Structure" (Struktur Cincin).

* Profesor Raymond Farrin: Ilmuwan bahasa kulit putih dari Amerika Serikat ini meneliti Al-Qur'an selama bertahun-tahun dan menemukan bahwa banyak surat di dalamnya memiliki struktur yang seimbang dan saling berkaitan seperti cincin. Struktur ini—sering digambarkan dengan pola A-B-C-D-E-D-C-B-A—menunjukkan koherensi sempurna di mana bagian awal (A) berkorelasi dengan bagian akhir (A), bagian kedua (B) berkorelasi dengan bagian kedua dari akhir (B), dan puncaknya terletak di tengah.
* Contoh Surah Al-Baqarah: Farrin meneliti Surah Al-Baqarah (286 ayat) dan menemukan sembilan konten yang tersusun dalam struktur cincin, di mana ayat sentralnya, yaitu ayat 143, menjadi inti sari dari surat tersebut. Ayat ini berbicara tentang umat Islam sebagai "Umatan Wasathan" (umat pertengahan), yang merupakan cerminan middle-point (titik tengah) antara kegagalan umat terdahulu (seperti Bani Israil) dan tugas berat umat Islam.
* Dr. Neil Robinson: Ilmuwan lain yang juga masuk Islam setelah mendalami Al-Qur'an. Dalam bukunya, Discovering Qur’an, Robinson meneliti Al-Qur'an berdasarkan hitungan ketukan nada dalam pembacaan, menemukan pola ritmis seperti 12-10-8-10-12 yang konsisten di beberapa surat.

Pembuktian Lain dari Ilmu Biologi Kelautan

Selain struktur linguistik, Ustadz Yusuf Hasymi juga mengisahkan temuan yang menguatkan ayat-ayat kauniyah (ciptaan Allah):

* Yves Costel: Seorang profesor biologi laut dari Prancis yang awalnya skeptis. Saat melakukan penyelaman di Samudra Atlantik (Teluk Meksiko), ia menemukan fenomena luar biasa: adanya sungai air tawar yang tidak menyatu dengan air laut di sekitarnya. Pengalamannya ini dikonsultasikan dengan rekan Muslimnya, yang kemudian merujuk pada Surah Ar-Rahman (atau ayat tentang pertemuan dua lautan) yang menyebutkan bahwa di antara dua air yang mengalir bertemu, ada batas yang tidak bisa ditembus. Temuan ini menjadi salah satu sebab keislamannya.

---

Tantangan Keimanan dan Interaksi dengan Al-Qur'an

Ustadz Yusuf kemudian mengingatkan jama'ah akan tantangan dalam menjaga keimanan dan pentingnya berinteraksi dengan Al-Qur'an:

* Melawan Keterbatasan Diri: Beliau menekankan bahwa kelemahan manusia sering kali terletak pada perasaan "paling benar" atau mudah putus asa (*gelo-gelo mudah atarik ke katil*).
* Menghayati Bacaan: Berkaitan dengan awal turunnya wahyu, Ustadz mengutip Surah Al-Qiyamah (Ayat 16-19) yang berpesan kepada Nabi Muhammad SAW untuk tidak terburu-buru menyelesaikan bacaan Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa membaca harus disertai khusyuk dan pemahaman, yang dijanjikan Allah akan memampukan Nabi untuk membaca, menerjemahkan, dan menghafalnya.
* Al-Qur'an sebagai Jantung: Mengutip hadis Nabi, Ustadz Yusuf Hasymi menegaskan bahwa Surah Yaasiin adalah jantung (hati) Al-Qur'an. Hal ini sejalan dengan keinginan penyair Muslim dari India, Muhammad Iqbal, yang ingin wajahnya di akhirat kelak dipenuhi cahaya Surah Yaasiin.
* Keterbatasan Panca Indra: Sebagai penutup, beliau menyinggung keterbatasan manusia, seperti batas pendengaran (0 Hz hingga 20.000 Hz), yang menunjukkan bahwa ada banyak fenomena alam ciptaan Allah (Ayat-ayat Kauniyah) yang tidak mampu dijangkau oleh kemampuan fisik manusia, apalagi oleh akal dan logika. (*)

Ditulis oleh Firnas Muttaqin 
Kamis, 25/9/2025

Tuesday, September 23, 2025

Anakku ....

Untuk Putriku yang Kini Remaja 

Dulu, kau adalah magnet kecil yang selalu mendekat,
Kaki mungilmu berlari, mengejar bayang di teras rumah.
Dunia kami hanya seluas pelukan,
Dan tawa-tawamu adalah lagu yang mengisi setiap sudut ruang.

Kini, aku belajar menjadi seorang navigator,
Untuk sebuah kapal yang mulai berlayar mencari pantainya sendiri.
Kau bicara dalam bahasa yang kadang asing,
Tentang galaksi di layar genggam, dan teman-teman yang belum pernah kucium dahinya.

Aku masih menyimpan semua foto di laci kenangan,
Saat kau tidur di pundakku, yakin itu tempat teraman.
Sekarang pintu kamarmu kerap tertutup,
Sebuah benteng yang kuhormati, meski hatiku kadang tersedu.

Aku tahu, ini bukan tentang menjauh,
Tapi tentang tumbuh, tentang menjadi.
Namun, di sela-sela sunyi setelah kau keluar rumah,
Aku masih mencari-cari bocah kecil yang dulu menggenggam jariku untuk belajar berjalan.

Anakku…
Tidak ada peta untuk menjadi ayah dari seorang remaja putri.
Aku hanya berdoa, di balik pintu duniamu yang baru,
Kau tahu, bahwa pelukanku masih hangat, dan bahuku masih kokoh,
Bagaikan bulan yang tak pernah ingkar menyinari laut, meski laut tak selalu mendekat.

Aku merindukanmu, bukan seperti dulu,
Tapi dengan cara yang lebih dalam, lebih sunyi.
Seperti akar yang merindukan dahan yang menjulang tinggi,
Bersyukur melihatmu tumbuh, sambil berbisik lirih, "Jangan lupa, aku di sini."

---

**Penjelasan makna puisi:**

Puisi ini menggambarkan transisi dan kerinduan yang kompleks. Ayah tidak hanya merindukan masa lalu, tetapi juga sedang belajar menyesuaikan diri dengan dinamika baru. Ada rasa hormat terhadap ruang privat sang anak, kebanggaan akan pertumbuhannya, tetapi juga kerinduan yang tulus dan tak terucapkan pada ikatan masa kecil mereka. Metafora seperti "navigator untuk kapal," "bulan dan laut," serta "akar dan dahan" mencoba menangkap esensi hubungan orang tua-anak: tetap ada dan mendukung dari kejauhan, dengan cinta yang tak bersyarat. (*)

ASN Keluhkan Pemotongan Tunjangan untuk Iuran JKN


Selasa, 23 September 2025 — Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengeluhkan adanya pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) yang dialokasikan untuk pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Keluhan itu mencuat setelah beredar surat edaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewajibkan pemotongan mulai triwulan II tahun anggaran 2025.

Dalam edaran bernomor *12528/MDM.A/PR.06.00/2025* tertanggal 23 Juni 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengimbau pemerintah daerah untuk melaksanakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi guru ASN, baik Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kebijakan ini merujuk pada *Perpres Nomor 59 Tahun 2024* tentang perubahan atas Perpres 82/2018 tentang JKN. Aturan tersebut menegaskan, peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) wajib membayar iuran sebesar *5% dari gaji per bulan*, dengan pembagian 4% ditanggung pemberi kerja (pemerintah daerah) dan 1% dibayar oleh peserta.

Keluhan ASN

Meski berlandaskan regulasi, sejumlah guru ASN menilai potongan tersebut semakin memberatkan. “Hari ini kami para ASN dipaksa menandatangani surat kuasa dari Bank Jatim untuk pemotongan TPP per triwulan sebesar 4% per kepala, dan 1% dibayarkan peserta JKN bersangkutan. Gaji yang tidak seberapa, yang kami gunakan untuk makan sehari-hari dan pendidikan anak-anak kami, masih mau diambil juga,” tulis salah seorang ASN di media sosial Threads.

ASN tersebut juga menyoroti beban tugas yang berat namun tetap harus dijalankan, meski penghasilan bersih kini berkurang.

Penyaluran dan Pemotongan

Berdasarkan *Keputusan Menteri Keuangan Nomor 8/KM.7/2025*, penyaluran tunjangan guru ASN dilaksanakan secara triwulanan, mulai Maret, Juni, September, dan November. Mulai triwulan II tahun anggaran 2025, pemotongan iuran JKN dilakukan secara terpusat melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan.

Pemerintah daerah sebagai pemberi kerja diwajibkan mengalokasikan anggaran JKN bagi ASN dalam APBD 2025, sesuai *Permendagri Nomor 15 Tahun 2024*.

Reaksi dan Dampak

Kebijakan ini menimbulkan perdebatan di kalangan ASN. Sebagian menilai langkah pemerintah sesuai dengan upaya optimalisasi perlindungan kesehatan, sebagaimana diamanatkan *Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022*. Namun, sebagian lainnya merasa pemotongan langsung dari TPP menambah beban, apalagi bagi guru dengan penghasilan relatif rendah.

Hingga kini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan ASN yang merasa dipaksa menandatangani surat kuasa pemotongan. (*)


---

Modus Korupsi Kuota Haji: Analisis Saud Situmorang dan ICW


Dialog ini membahas kasus dugaan korupsi kuota haji yang melibatkan pejabat di Kementerian Agama, dari staf hingga pimpinan tertinggi. Dua narasumber, mantan pimpinan KPK Saud Situmorang dan peneliti ICW Almas Sjafrina, memberikan pandangan mereka tentang akar masalah dan penanganan kasus ini.


Penyebab Korupsi: Tata Kelola yang Lemah & Konflik Kepentingan

Menurut Saud Situmorang, potensi korupsi haji sudah terdeteksi sejak kajian KPK tahun 2010. Masalahnya bukan hanya pada kuota tambahan, tetapi pada tata kelola dan manajemen yang buruk di setiap aspek penyelenggaraan haji, seperti transportasi dan katering. Kasus korupsi kuota haji 2024, yang muncul setelah pemerintah Arab Saudi memberikan kuota tambahan 20.000 jemaah, adalah puncak dari masalah ini.

Almas Sjafrina dari ICW menambahkan bahwa kasus ini bermula dari keputusan Menteri Agama yang membagi kuota tambahan menjadi 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus. Padahal, UU Nomor 8 Tahun 2019 mengatur bahwa kuota haji khusus hanya 8% dari total kuota. Keputusan ini dinilai sangat disayangkan karena melukai hati masyarakat yang sudah mengantre belasan bahkan puluhan tahun.


Lambatnya Penanganan KPK: Adanya "Pemain Utama" dan "Penyimpan Uang"

Kedua narasumber sepakat bahwa penanganan kasus ini oleh KPK dinilai lamban. Padahal, menurut Saud Situmorang, kasus ini relatif sederhana karena pelanggarannya sudah jelas tertera di undang-undang.

  • Laporan Masyarakat: Saud menjelaskan bahwa KPK biasanya memulai penyelidikan dari laporan masyarakat. Kasus ini menjadi ramai karena adanya konflik kepentingan dan melibatkan figur-figur penting, yang sebelumnya jarang terjadi pada kasus-kasus sepele di tingkat operasional.

  • Tantangan dalam Penyidikan: Almas menyebutkan bahwa KPK sedang mencari "juru simpan" atau pihak yang mengelola aliran uang dari praktik ini. Hal ini, bersama dengan upaya pengembalian uang oleh pihak biro perjalanan, menunjukkan adanya upaya untuk menutupi jejak korupsi.

Menurut Almas, ICW bahkan telah melaporkan dugaan korupsi lain terkait penyelenggaraan haji 2025, yaitu pungutan 0,8 riyal per jemaah untuk pengadaan katering. Praktik ini, jika terjadi pada seluruh jemaah, bisa mencapai ratusan miliar rupiah.


Sistem Korupsi yang Terorganisir

Saud Situmorang menegaskan bahwa korupsi haji adalah praktik sistemik yang terjadi di seluruh jajaran, dari staf hingga pimpinan tertinggi.

  • Tidak Cukup Pengawasan Internal: Almas mengkritik lemahnya pengawasan di Kementerian Agama. Ia menyoroti bahwa pengawasan internal oleh Inspektorat Jenderal seringkali tidak efektif karena adanya relasi kekuasaan.

  • Perlu Penguatan Lembaga Pengawas: Almas mengusulkan reformasi sistem pengawasan haji. Ia menyayangkan dihapusnya Komisi Pengawas Haji yang pernah ada, karena pengawasan eksternal dari DPR atau BPK saja tidak cukup.

Saud juga menambahkan bahwa penegak hukum perlu berhati-hati dalam menangani kasus ini karena bisa menimbulkan "kegaduhan". Namun, ia mendesak KPK untuk segera mengungkap dan menetapkan tersangka agar kepercayaan publik tidak menurun. (*)


Sumber:

https://youtu.be/_sN_SaQ4kYw

Korupsi Kuota Haji

_

Jokowi Ditunjuk sebagai Penasihat Global Bloomberg, Netizen Beri Reaksi Kontras


JAKARTA – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat peran baru di kancah internasional sebagai Penasihat Global Bloomberg New Economy, sebuah dewan yang dibentuk untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Penunjukan ini, yang diumumkan langsung oleh laman resmi Bloomberg pada 22 September 2025, menuai beragam tanggapan dari publik, khususnya di media sosial.


Sorotan terhadap Penunjukan Jokowi

Penunjukan Jokowi sebagai penasihat di dewan prestisius ini dilihat sebagai pengakuan terhadap pengalamannya memimpin salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Perannya diharapkan dapat memberikan masukan strategis terkait isu-isu ekonomi global, khususnya dari perspektif negara berkembang. Bloomberg New Economy adalah sebuah inisiatif yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pejabat pemerintah, dan akademisi untuk merumuskan solusi atas tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketidaksetaraan.


Reaksi Netizen: dari Apresiasi hingga Kritik Pedas

Pengumuman ini segera memicu perdebatan di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter). Netizen terbagi dalam dua kubu: mereka yang memberikan apresiasi dan mereka yang melontarkan kritik pedas.

  • Apresiasi dan Dukungan: Beberapa netizen menyambut baik penunjukan ini, menganggapnya sebagai prestasi dan pengakuan internasional bagi Indonesia. Mereka berharap Jokowi dapat membawa pengalaman dan pandangannya ke forum global.

    • "Selamat atas jabatan baru pak Jokowi," tulis seorang netizen, menunjukkan dukungan positif.

  • Kritik dan Skeptisisme: Di sisi lain, banyak netizen yang merespons dengan nada sarkastis dan skeptis. Komentar-komentar ini menyoroti berbagai isu, mulai dari kondisi ekonomi dalam negeri hingga gaya bicara Jokowi yang khas.

    • Akun @shandyharahap secara langsung mempertanyakan kelayakan Jokowi: "Negara yang dia pimpin aja hancur ekonominya."

    • Beberapa pengguna lain mengaitkan penunjukan ini dengan gaya pidato Jokowi yang dianggap unik. Akun @sulaimanariefst berkomentar, "Bloomberg mungkin cari penghibur yang bisa pidato wok de wok tok de tok yang amat legend itu..."

    • Kritik juga datang dari akun @spektadata yang menyindir pernyataan Jokowi di masa lalu: "Saat jadi presiden, 'I want to test my minister', nanti yang dites siapa dong?"

Beragam komentar ini mencerminkan polarisasi pandangan masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi, bahkan setelah ia pensiun dari kursi presiden. Di satu sisi, ada pengakuan internasional, namun di sisi lain, masih ada keraguan dan kritik dari dalam negeri yang berakar dari kebijakan dan performa ekonomi selama masa jabatannya. (*)



Monday, September 22, 2025

Defisit APBN Per Agustus 2025 Rp 321,6 Trilyun


Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberi pemaparan APBN Kita di Kantor kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, (22/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kinerja APBN Agustus 2025: Optimisme di Tengah Tantangan Global

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya, menyampaikan laporan terkini mengenai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2025. Konferensi pers ini menyoroti tren positif ekonomi global dan domestik, meskipun masih ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai.


Situasi Global dan Domestik yang Membaik

Purbaya mengawali paparannya dengan kabar baik dari ekonomi global. Kebijakan moneter di berbagai negara, terutama Amerika Serikat, mulai melunak.

  • Kebijakan The Fed: Federal Reserve (The Fed) telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% dan diperkirakan akan ada dua kali pemangkasan lagi tahun ini. Kebijakan ini diharapkan dapat meredam tekanan eksternal dan memacu pertumbuhan ekonomi global.

  • Revisi Proyeksi IMF: International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke atas. Indonesia termasuk negara yang mengalami revisi positif, dengan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan naik dari 4,7% menjadi 4,8% pada tahun 2025.

Meskipun demikian, Menkeu mengingatkan agar tetap waspada terhadap risiko global, seperti ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta fluktuasi harga komoditas akibat dinamika geopolitik.


Kinerja APBN hingga Agustus 2025

1. Pendapatan Negara

Hingga 31 Agustus 2025, pendapatan negara mencapai Rp1.638,7 triliun, atau 57,2% dari target. Kinerja ekspor, terutama dari sektor industri pengolahan seperti nikel dan tembaga, menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Neraca perdagangan kumulatif (Januari-Agustus) tumbuh 52,3% dibandingkan tahun lalu, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia berada dalam jalur yang positif.

2. Belanja Negara

Belanja negara tercatat sebesar Rp1.960,3 triliun, atau 55,6% dari target.

  • Belanja Kementerian/Lembaga: Belanja pegawai, belanja barang, dan belanja bantuan sosial mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan dana disalurkan untuk berbagai program, termasuk Bantuan Pangan, PKH, KIP Kuliah, dan PIP.

  • Program Prioritas: Sejumlah program prioritas pemerintah telah bergulir, seperti:

    • Makan Bergizi Gratis: Telah melayani 22,7 juta penerima di seluruh Indonesia.

    • Sekolah Rakyat: 100 sekolah telah beroperasi dengan 9.780 siswa.

    • Sekolah Unggulan Garuda: Pembangunan 3 lokasi baru dan transformasi 12 SMA unggulan sedang berjalan.

    • Cek Kesehatan Gratis: Telah melayani 27,4 juta penduduk.

    • Pembangunan Infrastruktur: Melalui Inpres, pembangunan infrastruktur seperti irigasi, jalan daerah, dan transmigrasi terus digulirkan.

3. Transfer ke Daerah dan Pembiayaan

  • Transfer ke Daerah: Sebesar Rp571,5 triliun (62,1% dari target) telah ditransfer. Namun, Menkeu mencatat bahwa belanja daerah cenderung melambat, yang berakibat pada peningkatan dana pemerintah daerah di perbankan.

  • Keseimbangan Primer: APBN mencatat defisit sebesar Rp321,6 triliun, namun keseimbangan primer masih positif di Rp22 triliun. Menkeu mengindikasikan bahwa belanja pemerintah perlu dipercepat agar target APBN 2025 dapat tercapai.

Menkeu juga menjelaskan penempatan dana negara sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN, yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas, menurunkan biaya pinjaman (cost of fund), dan mendorong pertumbuhan ekonomi. "Ini adalah konfirmasi bahwa kebijakan kita mulai berjalan," pungkasnya. (*)

Sumber:

https://youtu.be/H2faxFkxkRE

Defisit APBN 361,2 T Per Agustus 2025



Jelang Sidang PBB, lihat lagi Pidato Presiden Prabowo tentang Palestina di D8


Pidato Presiden Prabowo di Sidang Darurat PBB: Seruan Persatuan Umat Muslim

NEW YORK – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang lugas dan berani dalam sidang darurat PBB, menyerukan persatuan di antara negara-negara Muslim. Senin, 22/9/2025. Pidato tersebut, yang disampaikan dalam bahasa Inggris, menyoroti realitas pahit yang dihadapi dunia Muslim di tengah konflik dan krisis kemanusiaan.

Berikut adalah rangkuman dan terjemahan dari pidato tersebut:


Sorotan Utama Pidato Prabowo

  • Kecaman Atas Pelanggaran Hukum Internasional: Prabowo mengawali pidatonya dengan mengutuk pelanggaran hukum internasional yang keterlaluan dan kekejaman yang terang-terangan. Namun, ia menekankan perlunya melihat situasi ini secara realistis.

  • Kritik Terhadap Persatuan yang Lemah: Presiden menyoroti bahwa meskipun umat Muslim berjumlah dua miliar orang—25% dari populasi dunia—dengan sumber daya yang melimpah, mereka sering terpecah-belah dan bertikai. Ia mengkritik kebiasaan negara-negara Muslim yang hanya memberikan deklarasi dukungan dan bantuan kemanusiaan setelah saudara-saudara mereka menjadi korban.

  • Pentingnya Kerja Sama dan Satu Suara: Prabowo menyerukan kerja sama yang erat dan kesatuan suara di antara negara-negara Muslim. Ia memperingatkan bahwa strategi kuno "divide et impera" (pecah belah dan kuasai) masih digunakan untuk memecah belah mereka. Ia mencontohkan konflik di Sudan, Libya, dan Yaman, di mana pemimpin Muslim saling bertarung.

  • Kejujuran dan Realitas Hak Asasi Manusia: Dengan nada prihatin, Prabowo menyatakan bahwa dunia Muslim tidak dihormati. Ia menegaskan, "Mereka tidak peduli dengan suara kita." Ia bahkan menyebut bahwa hak asasi manusia seolah-olah tidak berlaku bagi umat Muslim, yang menurutnya adalah sebuah "realitas yang sangat menyedihkan."

Ringkasan Pidato (Terjemahan)

"Para kepala pemerintahan, kepala negara yang terhormat, kita berkumpul hari ini sekali lagi untuk mengutuk pelanggaran hukum internasional yang keterlaluan, kekejaman yang mencolok dan keji yang sedang berlangsung.

Namun, saya ingin menyampaikan beberapa komentar. Kita harus melihat situasi ini apa adanya, melihat realitas situasi. Kita akan selalu mengatakan bahwa kita mendukung (tetapi dukungan itu tidak dihormati). Negara-negara kita tidak dihormati.

Populasi Muslim dunia berjumlah dua miliar orang. 25% dari populasi dunia adalah Muslim. Kita memiliki sumber daya yang luas, tetapi kita tidak bisa bersatu. Kita bertengkar di antara kita sendiri, dan kemudian ketika saudara-saudara kita dihancurkan, kita hanya memberikan deklarasi dukungan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Maaf, ini adalah pendapat saya. Mari kita lihat kenyataan.

Kita harus bekerja untuk memiliki kerja sama yang erat di antara kita. Kita harus bekerja untuk memiliki satu suara dan tidak terpecah-belah. Divide et impera—itulah hukum imperialisme selama ribuan tahun dan kita dipecah-belah setiap hari. Kita melihat pemimpin Muslim melawan pemimpin Muslim di Sudan. Kita melihat pemimpin Muslim melawan pemimpin Muslim di Libya. Kita melihat pemimpin Muslim melawan pemimpin Muslim di Yaman. Kapan ini akan berakhir? Bagaimana kita bisa membantu warga Palestina jika kita bertengkar di antara kita sendiri? Mari kita jujur. Mari kita jujur pada rakyat kita.

Maaf, saya harus mengatakan ini karena saya menghadiri begitu banyak pertemuan puncak dan yang kita lakukan hanyalah memberikan deklarasi dukungan.

Indonesia akan mencoba melakukan yang terbaik dalam segala hal yang kita bisa. Namun, saya menyerukan persatuan. Saya menyerukan kerja sama. Saya menyerukan agar negara-negara Muslim menyadari apa yang sedang terjadi. Kita tidak dihormati. Mereka tidak peduli dengan suara kita. Sekali lagi saya katakan, mereka tidak peduli dengan suara kita. Hak asasi manusia bukan untuk umat Muslim. Ini adalah kenyataan. Ini sangat menyedihkan. Mari kita lakukan apa yang kita bisa, tetapi mari kita hadapi kenyataan dan mari kita jujur pada diri kita sendiri. Terima kasih banyak." (*)

Sumber:

Pidato Presiden Prabowo di D8

Indonesia Produsen Nikel Terbesar, Ke Mana Hasilnya?

Berdasarkan video dari akun TikTok Rey Achmad


Rey Achmad: Indonesia Produsen Nikel Terbesar, Ke Mana Hasilnya?

Rey Achmad, seorang pekerja di perusahaan tambang nikel multinasional, membahas status Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia. Ia membandingkan produksi nikel Indonesia dengan negara lain seperti Kanada dan Rusia yang meskipun memiliki wilayah yang jauh lebih luas, produksi nikelnya tidak sampai setengah dari produksi Indonesia.

Ia menyebutkan, Indonesia memproduksi 1,1 juta metrik ton nikel per tahun. Dengan populasi 270 juta jiwa, jika dibagi rata, setiap 245 orang di Indonesia akan mendapatkan 1 metrik ton nikel.

Mengacu pada data harga nikel tahun 2023, harga rata-rata 1 metrik ton adalah sekitar $21.500. Dengan perhitungan tersebut, Rey Achmad menyimpulkan bahwa setiap individu di Indonesia, dari bayi hingga lansia, seharusnya mendapatkan pembagian sekitar $87,7 per tahun dari hasil nikel saja.

Rey kemudian mempertanyakan ke mana perginya seluruh kekayaan alam ini. Selain nikel, Indonesia juga memiliki sumber daya lain seperti emas, batu bara, dan sawit. Namun, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. (*)

Fenomena Job Hugging: Mengapa Pekerja Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi?


SURABAYA – Program Dialog Wawasan di Suara Surabaya, Senin 22/9/2025, membahas fenomena job hugging, di mana pekerja cenderung bertahan di posisi mereka, bahkan jika tidak puas. Fenomena ini disebut-sebut sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu. Narasumber yang hadir antara lain pakar ketenagakerjaan UGM, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, dan sejumlah pendengar yang berbagi pandangan.

Pandangan Akademisi: Fenomena Job Hugging Akibat Ketidakpastian Ekonomi

Prof. Tadjuddin menjelaskan bahwa job hugging terjadi karena situasi ekonomi yang tidak stabil. Banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), tingkat pengangguran tinggi, dan sulitnya mencari pekerjaan baru membuat para pekerja lebih berhati-hati untuk keluar dari pekerjaan lama.

Menurutnya, bagi perusahaan, fenomena ini dapat menguntungkan karena mempertahankan karyawan lama cenderung lebih efisien daripada merekrut dan melatih karyawan baru. Namun, ia juga menyoroti potensi penurunan produktivitas jika karyawan bertahan hanya karena terpaksa, bukan karena loyalitas.

"Perusahaan perlu mengukur engagement level karyawannya untuk menjaga produktivitas. Orang yang bekerja karena engaged akan lebih produktif dibanding yang terpaksa," jelasnya.


Suara Pendengar: Job Hugging dan Job Hopping Tergantung Sikap

Seorang pendengar bernama Antonio Sadi Nugroho, yang pensiun dini dan kini kembali bekerja, berpendapat bahwa fenomena ini sangat bergantung pada sikap personal. "Menurut saya, job hugging atau job hopping tergantung dari attitude kita masing-masing," katanya.

Hal ini senada dengan pandangan pendengar lain, Pak Jupri, yang menyatakan bahwa lingkungan kerja yang nyaman dan komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan dapat menumbuhkan loyalitas.

Mencintai Pekerjaan sebagai Kunci Kebahagiaan

Di akhir diskusi, Prof. Tajudin memberikan tips agar pekerja dapat mencintai pekerjaannya:

  • Jaminan Sosial dan Kesejahteraan: Perusahaan harus memberikan jaminan dan bonus yang membuat karyawan merasa dihargai.

  • Hubungan Kekeluargaan: Pemimpin perusahaan harus membangun hubungan yang dekat dan peduli terhadap pekerjanya.

Ia mencontohkan kondisi buruh di Malaysia yang jarang berdemo karena mereka merasa memiliki perusahaan. "Jika kita merasa memiliki perusahaan, kita akan berpikir ulang untuk merugikannya," ujarnya.


Restu Indah, pembawa acara, menutup dialog dengan pesan inspiratif: "Mencintai pekerjaan itu bukan sekadar soal gaji, tapi juga tentang bagaimana kita bisa belajar, berkontribusi, dan menebar kebaikan di dalamnya." (*)

Dialog Fajar: Perumpamaan Teman Baik dan Buruk dalam Islam


SURABAYA – Dalam program Dialog Fajar Radio Suara Surabaya, Senin 22/9/3025, Ustadz Mim Saiful Hadi dari Pesantren Al-Quran Nurul Falah membahas perumpamaan teman baik dan buruk dalam kehidupan bermasyarakat. Ustadz Mim mengawali penjelasannya dengan sebuah hadis Rasulullah SAW yang sangat relevan.

Mengutip hadis riwayat Imam Bukhari, Muslim, dan Ahmad, Ustadz Mim menjelaskan bahwa perumpamaan teman yang baik dan yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.

Penjual Minyak Wangi (Teman Baik):

"Teman yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi," kata Ustadz Mim. "Meskipun kita tidak membeli parfum darinya, setidaknya kita akan mendapatkan keharuman atau diberi hadiah." Perumpamaan ini, jelasnya, menggambarkan bahwa kebaikan dari teman yang baik akan menular dan memberikan manfaat kepada orang di sekitarnya.

Pandai Besi (Teman Buruk):

Sebaliknya, perumpamaan pandai besi menggambarkan teman yang buruk. "Percikan apinya bisa membakar bajumu, atau setidaknya kamu akan mendapatkan aroma yang tidak sedap," tutur Ustadz Mim. Ia menekankan bahwa pertemanan dengan orang yang buruk dapat membawa dampak negatif, bahkan jika kita tidak terlibat langsung dalam perbuatan buruknya.

"Seringkali kita tidak berbuat apa-apa, tapi karena berdekatan dengan teman yang buruk, kita ikut terkena imbas dan akibatnya," imbuhnya.

Ustadz Mim mengajak jamaah untuk tetap bergaul dengan siapa saja, namun dengan tujuan mengajak mereka ke arah kebaikan, bukan sebaliknya. "Datangi mereka, ajak berbuat baik. Jangan sampai kebiasaan buruk mereka menjadi biasa bagi kita," pesannya. (*)



Sunday, September 21, 2025

Wamen Haji Ungkap Praktik Jual Beli Kuota Haji Berkedok "Data Batu"


JAKARTA – Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar, mengungkapkan adanya praktik manipulasi dan jual beli kuota haji yang memanfaatkan data jemaah yang tidak valid atau telah meninggal dunia. Dalam wawancara, ia menyebut praktik ini sebagai "data batu" dan menjadi celah bagi oknum untuk memperdagangkan kuota haji.

Saat ini, antrean haji di Indonesia mencapai 5,4 juta orang dengan kuota keberangkatan sekitar 200.000 jemaah per tahun. Secara rata-rata, masa tunggu jemaah mencapai 26 tahun, meskipun faktanya ada yang harus menunggu hingga 40 tahun. Masa tunggu yang panjang inilah yang menciptakan peluang manipulasi.

"Data batu itu adalah orang yang sudah meninggal tapi datanya masih ada dan dibiarkan. Data inilah yang kemudian dijual," ujar Dahnil.

Menurutnya, manipulasi ini dilakukan agar seseorang bisa berangkat lebih cepat dari jadwal seharusnya. Misalnya, seseorang yang seharusnya berangkat tahun 2048 bisa dimanipulasi berangkat pada tahun 2026. Praktik ini sering dilakukan oleh oknum di tingkat provinsi dan daerah yang bekerja sama dengan pihak lain.


Langkah Pemerintah Atasi Masalah Kuota Haji

Dahnil Anzar menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap data jemaah haji sebagai langkah pertama.

"Perhitungan kasar kami, ada sekitar 12.000 data batu yang bisa diperdagangkan. Itu angka yang besar sekali," jelasnya.

Pemerintah akan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengaudit dan membersihkan data tersebut. Setelah diaudit, data yang tidak valid akan dihapus, yang diharapkan dapat mengurangi jumlah antrean secara signifikan.

Selain itu, Dahnil juga menegaskan bahwa pemerintah akan menertibkan kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama, Kantor Urusan Haji (KUA) di daerah, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH), sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk mencegah praktik serupa terjadi lagi. (*)


Sumber:

https://youtu.be/UUmX42muNP0

___

Muhammadiyah dan Ribuan Warga Pasuruan Ikuti Jalan Sehat 5.000 Langkah


PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Pasuruan menggelar acara Jalan Sehat 5.000 Langkah di GOR pada Sabtu pagi (21/9/2025). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan kupon undian yang disediakan habis terbagi, menandakan antusiasme tinggi dari masyarakat.

---

*Wali Kota Ajak Warga Wujudkan Pasuruan Sehat*

Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, yang hadir didampingi Wakil Wali Kota dan jajaran Forkopimda, secara resmi membuka dan memberangkatkan para peserta. Dalam sambutannya, Wali Kota Adi Wibowo menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai salah satu upaya mewujudkan Pasuruan sebagai kota yang sehat.

"Kegiatan olahraga semalam sudah dimulai dengan berbagai kegiatan, mulai dari bersih-bersih pelabuhan, menggambar, melukis, dan kegiatan Merah Putih dalam Harmoni. Pagi ini, kita laksanakan Jalan Sehat 5.000 langkah," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk selalu mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memperkuat Kota Pasuruan di berbagai sektor, termasuk mewujudkan warga yang sehat dan bahagia.

*Jaga Kebersihan dan Ketertiban*

Sebelum memberangkatkan peserta, Wali Kota berpesan agar seluruh warga menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan. "Mari kita selalu tertib. Jangan membuang sampah sembarangan. Kalau bawa jajanan, mohon buang pada tempatnya," tegasnya.

Dengan mengucap basmalah, Wali Kota Adi Wibowo secara simbolis memberangkatkan peserta jalan sehat yang akan melewati rute di sekitar Makmur.

Dalam kesempatan ini, Muhammadiyah juga turut serta memeriahkan acara Jalan Sehat, kata Slamet Suharto dari PDM Muhammadiyah kota Pasuruan.

Seluruh komponen organisasi Muhammadiyah turut serta, mulai dari lembaga pendidikan, AUM, dan lain-lain. "Kita ikut terlibat di semua rangkaian kegiatan, yaitu Bersih-bersih di kawasan pesisir kemarin (Sabtu 20/9/2025),  lomba jingle, donor darah, lomba  melukis untuk anak-anak, dan lain-lain. Diantara ormas yang paling banyak ikut kegiatan ini adalah Muhammadiyah," paparnya. (*)

Analisis Berita: Kasus Desa Sukawangi yang Dijadikan Jaminan Utang Bank

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Berita dari KumparanNews ini mengungkap sebuah kasus yang sangat jarang terjadi dan mengejutkan: sebuah desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dijadikan jaminan utang ke bank dan kini terancam dilelang. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Berikut adalah ulasan dan analisis mendalam dari kasus ini:


1. Keganjilan Hukum dan Verifikasi Bank

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar terkait proses hukum dan verifikasi yang dilakukan oleh pihak bank. Seperti yang diungkapkan Menteri Yandri, sangat aneh bagaimana sebuah bank bisa menerima desa—entitas administratif yang berisi wilayah dan ribuan penduduk—sebagai jaminan pinjaman pribadi seorang pengusaha.

  • Entitas Hukum: Desa bukanlah aset pribadi yang bisa diagunkan. Desa adalah wilayah administratif yang diatur oleh negara. Proses verifikasi oleh bank seharusnya menolak jaminan semacam ini sejak awal. Ini menunjukkan adanya kelalaian serius, atau bahkan praktik ilegal, dalam sistem perbankan.

  • Hak Milik: Tanah yang ada di desa, termasuk lahan permukiman dan fasilitas umum, dimiliki oleh masyarakat dan negara, bukan oleh satu individu yang bisa menjadikannya jaminan.

2. Dampak Sosial dan Kemanusiaan yang Mengerikan

Ancaman lelang terhadap Desa Sukawangi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga krisis kemanusiaan. Jika proses lelang ini terus berlanjut, ribuan warga desa terancam diusir dari tanah kelahiran mereka.

  • Hilangnya Tempat Tinggal: Masyarakat yang sudah turun-temurun tinggal di sana akan kehilangan rumah dan mata pencaharian.

  • Ketidakadilan: Warga desa tidak bersalah dan tidak terlibat dalam urusan utang piutang pengusaha tersebut. Mereka menjadi korban dari kesepakatan yang dibuat tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

3. Langkah Mitigasi dan Reaksi Pemerintah

Menteri Yandri Susanto telah mengambil langkah cepat dengan menyurati pihak terkait. Reaksi kerasnya, "Enggak boleh di Republik ini ada desa yang dilelang," menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini.

  • Produk Hukum: Kasus ini mempertegas urgensi regulasi yang lebih kuat. Kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk membebaskan desa dari kawasan hutan/taman nasional mungkin menjadi payung hukum awal, namun perlu ada produk hukum spesifik yang mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

  • Peran Negara: Kasus ini adalah contoh nyata di mana intervensi pemerintah sangat dibutuhkan untuk melindungi rakyatnya dari praktik yang merugikan dan tidak masuk akal. Ini menjadi ujian bagi pemerintah untuk memastikan keadilan bagi masyarakat kecil.

4. Kesimpulan: Sebuah "Ironi yang Menyedihkan"

Seperti yang disimpulkan oleh Menteri Yandri, kasus ini "lucu tapi menyedihkan." Lucu karena idenya absurd, tetapi sangat menyedihkan karena dampaknya yang mengerikan bagi ribuan nyawa. Ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga masyarakat, bahwa integritas dan verifikasi adalah hal fundamental dalam setiap transaksi, apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. (*)


Lampiran :

Mendes: Ada Desa di Bogor Jadi Jaminan Utang Bank, Dipasangi Plang Lelang

kumparanNEWS

20 September 2025 17:46 WIB

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengungkap adanya sebuah desa di Bogor, Jawa Barat yang dijadikan jaminan utang ke bank.

Hal ini ia sampaikan dalam sebuah rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (16/9). Desa itu adalah Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

“Ini ceritanya lebih seru lagi, Pak. Jadi desa ini berdiri dari sebelum Indonesia merdeka. Tahun 1980 ada seorang pengusaha pinjam ke bank, yang dijadikan agunan desa, Pak. Sekarang desanya dilelang,” ujar Yandri, dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Sabtu (20/9).

Rapat Yandri bersama Komisi V itu membahas tentang pembebasan desa dan kawasan transmigrasi yang masuk dalam kawasan hutan atau taman nasional.

Di kesimpulan rapat yang juga dihadiri oleh Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman itu, pemerintah dan DPR sepakat untuk membebaskan desa dan kawasan transmigrasi dari kawasan hutan atau taman nasional. Kedua kementerian itu diminta segera membuat produk hukum yang mendasari keputusan itu.

Yandri mengungkap bahwa desa yang dimaksud itu telah dipasangi plang.

“Sudah dikasih plang, bahwa akan disita,” ucap Yandri.

“Rakyatnya akan diusir, tidak boleh. Di Bogor, dekat sama kita,” tambahnya.

Menurutnya, ia sudah memulai langkah mitigasi untuk menyelesaikan permasalahan di desa tersebut.

“Saya sudah surati para pihak Pak. Enggak boleh di Republik ini ada desa yang dilelang, sudah saya lakukan pendekatan keras ini Pak,” ucap Yandri.

Ia pun kemudian menyebut heran dengan fenomena ini. Ia mempertanyakan bagaimana proses verifikasi bank hingga meloloskan sebuah desa menjadi agunan.

“Jadi, bagaimana dulu check and recheck-nya bagaimana di lapangan? Masa desa dijadikan agunan? Sementara desa ini sebelum merdeka sudah ada,” ucap Yandri.

“Nah, ini lucu tapi menyedihkan,” tandasnya.


https://kumparan.com/kumparannews/mendes-ada-desa-di-bogor-jadi-jaminan-utang-bank-dipasangi-plang-lelang-25tJhlxUlfJ

___

Saturday, September 20, 2025

Kisah Pak Sokhe: Dari Karyawan Samsung hingga Pedagang Bubur Keliling




PASURUAN – Di tengah kesibukan Kota Pasuruan, ada kisah unik dari seorang pedagang bubur keliling bernama Sokhe. Bersama istrinya, ia berjualan bubur mutiara, bubur sumsum, dan bubur safar dengan cara yang tidak biasa, berkeliling di area pabrik.

Sebelum menjadi pedagang bubur, Sokhe memiliki perjalanan hidup yang berliku. Ia pernah bekerja di sebuah perusahaan besar asal Korea Selatan, Samsung, setelah lulus sekolah.

"Dulu saya lulus tahun 1991, langsung diterima di Samsung. Saya kerja di bagian packing. Pernah juga menjadi tukang.becak. Dan menjadi karyawan Pelayaran Meratus bagian forwarding, mengecek barang-barang yang keluar masuk pabrik," kenangnya.

Namun, di Meratus Sokhe terkena PHK tahun 2017. Dari  terdampak PHK inilah ia mencoba peruntungan lain, salah satunya menjadi pedagang. "Dulu saya pernah jualan nasi kebuli juga, tapi akhirnya kembali ke Pasuruan dan mencoba jualan bubur," ujarnya.

Ia dan istrinya, yang biasa dipanggil "Pak/bu Bubur" memulai usaha bubur mereka sekitar dua tahun lalu. Istrinya bertugas memasak bubur di rumah, sementara ia sendiri berkeliling menjajakan dagangan. Setiap hari, mereka bisa menjual hingga 60 porsi bubur.

"Istri yang masak, saya yang keliling. Kami mulai berangkat setelah subuh, keliling ke pabrik-pabrik di kawasan Rembang. Kadang jam 8 pagi sudah habis," cerita Sokhe.

Pendapatannya per hari ia serahkan sepenuhnya kepada sang istri, yang ia sebut sebagai "Menteri Keuangan." "Saya tidak pernah hitung untung bersihnya. Begitu dapat uang, langsung saya kasihkan ke istri," katanya sambil tertawa.

Sokhe mengakui, meskipun pekerjaannya sekarang jauh berbeda dengan dulu, ia menikmati kehidupannya. Ia merasa lebih bebas, bahkan tidak terbebani dengan persaingan dari pedagang lain. "Kadang ada pedagang lain yang tidak suka, tapi saya santai saja. Yang penting fisik kuat dan terus berjuang," ungkapnya.

Kisah Pak Sokhe mengajarkan tentang arti perjuangan, kerja keras, dan pentingnya saling percaya dalam berumah tangga. Dari seorang karyawan perusahaan multinasional, ia menemukan kebahagiaan dan keberkahan dalam menjalani hidup sebagai pedagang bubur sederhana. (*)

Apel Kebersihan di Pelabuhan Pasuruan: Wali Kota Adi Wibowo Pimpin Gerakan Menuju Indonesia Bersih 2029


PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan, bersama TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat, menggelar apel kebersihan di kawasan pelabuhan dalam rangka memperingati World Clean Up Day (WCD) 2025. Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, memimpin langsung gerakan ini sebagai bagian dari ikhtiar besar menuju Indonesia Bersih 2029. Apel yang dihadiri sekitar 488 orang ini juga menjadi rangkaian penutup dari perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang sempat tertunda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Adi Wibowo menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah langkah strategis untuk menata kawasan pelabuhan yang memiliki potensi besar namun menghadapi berbagai tantangan. "Pelabuhan ini adalah kawasan strategis. Selain punya sejarah, kita sadar hari ini kita punya potensi luar biasa, tapi juga tantangan seperti pertumbuhan penduduk dan teknis pelabuhan yang semakin kompleks," ujarnya.


Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Pelabuhan

Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI dan Polri yang selama ini konsisten membantu menata kawasan pelabuhan, termasuk menertibkan para pedagang. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

"Terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang terjalin. Insya Allah, setelah kita bersihkan, kita akan membuat peta jalan untuk memanfaatkan potensi di pelabuhan ini," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih, yang pada akhirnya akan mengungkit sektor ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya.


Kebersihan sebagai Bagian dari Iman

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari keimanan, sesuai dengan ajaran Islam. "An-nadhaafatu minal iimaan, kebersihan adalah sebagian daripada iman," tuturnya. Ia menjelaskan bahwa dengan lingkungan yang bersih, hati dan pikiran akan ikut bersih, sehingga mampu memikirkan masa depan Kota Pasuruan yang lebih baik.

"Setelah ini, mari kita jaga bersama. Jangan sampai setelah selesai, ya selesai," pesannya. "Yang paling penting adalah mengawal, sehingga sesuai dengan target kita: menjadikan pelabuhan yang nyaman dan bersih."

Apel ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang rohaniwan, memohon agar seluruh upaya yang dilakukan mendapat ridho dan berkah dari Allah SWT. (*)