Saturday, September 20, 2025

KPK Ungkap Biaya "Haji Kilat" Tanpa Antre Sebesar Rp39 Juta per Orang


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik biaya percepatan haji khusus tanpa antre, yang mengharuskan jemaah membayar $2.400 hingga $7.000 atau setara Rp39 juta hingga Rp114 juta per orang. Temuan ini diungkapkan Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntun Rahayu, saat mengumumkan dugaan pemerasan oleh oknum Kementerian Agama terhadap Khalid Basalamah.

Asep menjelaskan bahwa oknum Kemenag menjanjikan calon jemaah haji bisa langsung berangkat tanpa perlu menunggu antrean, asalkan membayar "uang percepatan". Khalid Basalamah diduga mengumpulkan uang sebesar $2.400 per kuota dari 122 calon jemaah untuk diserahkan kepada oknum tersebut.

Namun, uang ini kemudian dikembalikan kepada Khalid Basalamah karena oknum Kemenag merasa khawatir setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membentuk panitia khusus (pansus) haji. Uang tersebut kini disita KPK sebagai barang bukti dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji 2024.


Penyelidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024

Saat ini, KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi terkait penentuan kuota haji tahun 2023-2024 di Kementerian Agama, pada masa kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kasus ini diduga melibatkan penyelewengan dalam pembagian 20.000 kuota tambahan yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

Berdasarkan aturan, kuota haji khusus seharusnya ditetapkan sebesar 8% dan haji reguler 92%. Namun, diduga terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan aturan tersebut. Akibat dugaan penyelewengan ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp1 triliun.

Untuk kepentingan penyelidikan, KPK telah mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri, yaitu:

  1. Yaqut Cholil Qoumas (Mantan Menteri Agama)

  2. Isfah Abidal Aziz (Staf Khusus Yaqut)

  3. Fuad Hasan Masyur (Pengusaha Biro Perjalanan Haji dan Umrah)

KPK terus mendalami kasus ini untuk membongkar praktik korupsi yang merugikan negara dan jemaah haji. (*)


Sumber:

https://youtu.be/kEYxRrogAtA

__

UPT Koperasi Jatim dan Disperpusip Kolaborasi Kembangkan UMKM Lewat Digitalisasi dan Literasi


Pasuruan – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelatihan Koperasi dan UKM berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur menggelar Safari Podcast bertajuk "Sapa dengan Inspirasi Literasi". Acara ini bertujuan mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis digital, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi. Talk show ini diadakan di Kelurahan Kebonsari, Kota Pasuruan, dengan menghadirkan para pejabat terkait sebagai narasumber.


Sinergi Lintas Sektor untuk Transformasi Ekonomi

Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Erwin Indrawijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Gubernur Jawa Timur untuk mendukung program literasi kewirausahaan. Menurutnya, koperasi dan UMKM adalah dua pilar ekonomi yang saling menguatkan.

"Kegiatan literasi ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan kami dengan masyarakat, agar mereka lebih paham tentang pengembangan koperasi dan UMKM," ujar Erwin. Ia juga menyoroti pentingnya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto, dan menyebut bahwa di Jawa Timur terdapat 8.000 koperasi desa.

Adi Rianto, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Disperpusip Jawa Timur, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari program "Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial". Program ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai media yang dapat diakses semua kalangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami dapat bersinergi dengan siapa pun, baik OPD, badan usaha, maupun komunitas, karena tujuan kita sama: meningkatkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Adi.


Dukungan Penuh dari Pemerintah Kota Pasuruan

Susilo Rifai, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Pasuruan, mengapresiasi kolaborasi yang digelar di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan memiliki komitmen kuat dalam memajukan UMKM melalui berbagai program, seperti pelatihan "Patas" (Pembinaan Tuntas) yang berfokus pada literasi keuangan dan akses permodalan.

Susilo juga menyoroti pentingnya adopsi teknologi oleh pelaku UMKM. "Kami bekerja sama dengan marketplace seperti Shopee untuk melatih mereka. Selain itu, kami juga menyediakan galeri dan etalase di kantor-kantor OPD untuk memfasilitasi pemasaran produk," jelasnya.

Mulyono, Kepala Kelurahan Kebonsari, menyambut baik kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa Kelurahan Kebonsari memiliki beragam produk UMKM, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan seperti tas rajut, hingga jasa. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi warganya untuk terus mengembangkan potensi usaha mereka.


Harapan untuk Masa Depan: Pelatihan Berkelanjutan dan Sinergi Masif

Para narasumber sepakat bahwa kolaborasi ini harus terus berlanjut. Erwin berharap ada pelatihan khusus yang berkelanjutan agar UMKM dapat "naik kelas". "Kami ingin melatih mereka, memamerkan produk mereka, dan terus mengulanginya. Tidak bisa hanya dilatih lalu ditinggal," tegas Erwin.

Sementara itu, Adi Rianto berharap model sinergi antara dinas provinsi ini dapat ditiru oleh dinas-dinas di tingkat kabupaten/kota. "UMKM tanpa ilmu seperti sungai tanpa air, yaitu kering. Kami harap perpustakaan desa/kelurahan dapat dimanfaatkan untuk mendukung UMKM berbasis literasi," pungkas Adi.

Susilo Rifai pun optimis, "Ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam upaya memajukan bangsa. Kami akan terus mendorong kolaborasi agar potensi yang ada bisa dikembangkan." (*)


https://www.youtube.com/live/EOY6LTGFWOU?si=wA-on0HFw28-pVir

___

Friday, September 19, 2025

Adab Bergurau dalam Islam: Kunci Menjaga Persatuan dan Akhlak Mulia


Pasuruan – Dalam khutbah Jumatnya di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Muhammad Raizel Zaidan Al Rizki menyampaikan pentingnya menjaga adab dan etika dalam bergurau menurut ajaran Islam. Gurauan yang tidak berlebihan, kata dia, dapat menjadi hiburan, bukan sumber perpecahan.

Mengutip kisah Rasulullah SAW yang pernah bergurau dengan seorang nenek tua, khatib mengingatkan jamaah bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri pun dikenal memiliki selera humor. Suatu ketika, seorang nenek tua meminta didoakan agar masuk surga. Rasulullah SAW dengan lembut menjawab, "Wahai ibu si Anu, sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua."

Melihat nenek itu menangis, beliau segera menjelaskan bahwa wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan tua renta, melainkan akan diubah menjadi gadis-gadis perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Waqi'ah.

Rambu-Rambu Bergurau dalam Islam

Khatib menjelaskan enam rambu utama dalam bersenda gurau yang harus dipegang teguh oleh setiap Muslim:

  1. Tidak Berbohong: Gurauan harus dilandasi kejujuran. Rasulullah SAW bersabda, "Aku hanya bergurau, tapi aku selalu berkata benar."

  2. Tidak Menakut-nakuti: Dilarang menakut-nakuti sesama Muslim, bahkan dalam bercanda. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW melarang seorang Muslim mengacungkan senjata tajam kepada saudaranya, meskipun dalam gurauan, karena perbuatan itu dilaknat oleh malaikat.

  3. Tidak Mengambil Barang Orang Lain: Bercanda dengan menyembunyikan atau mengambil barang orang lain adalah perbuatan yang dilarang. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius."

  4. Tidak Terlalu Banyak Tertawa: Tertawa yang berlebihan dapat "mematikan hati". Khatib mengutip hadis yang mengingatkan bahwa terlalu banyak tawa bisa membuat hati menjadi keras dan jauh dari kepekaan spiritual.

  5. Tidak Mengolok-olok Agama: Mengguraukan atau mempermainkan agama dan ajaran Rasulullah SAW adalah dosa besar. Sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Taubah, mengolok-olok agama dapat menyebabkan kekufuran.

  6. Menggunakan Perkataan yang Baik: Gurauan haruslah disampaikan dengan kata-kata yang baik, tidak menghina, dan tidak merendahkan orang lain.

Khatib menutup khutbahnya dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa berhati-hati dalam bertutur kata, memperbaiki akhlak, dan menjadikan gurauan sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.(*)

Thursday, September 18, 2025

Permohonan Maaf Yahya Cholil Staquf


Permohonan Maaf Yahya Cholil Staquf

Pernyataan permohonan maaf yang disampaikan oleh Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui akun X (Twitter), Kamis 18 September 2025, terkait acara di Universitas Indonesia menunjukkan beberapa poin penting:



1. Pengakuan Kelalaian

Permohonan maaf ini dimulai dengan pengakuan atas "kelalaian yang menimbulkan keresahan." Kata "kelalaian" menunjukkan bahwa masalah yang terjadi bukan karena niat buruk, melainkan adanya kesalahan atau ketidakcermatan dalam persiapan acara. Pernyataan ini secara langsung mengakui adanya dampak negatif yang dirasakan oleh publik.


2. Penegasan Dukungan terhadap Palestina

Sebagai respons atas keresahan yang muncul, Yahya Staquf menegaskan kembali posisi Universitas Indonesia dan bangsa Indonesia yang "konsisten mendukung Palestina." Penegasan ini berfungsi untuk meredakan kekhawatiran publik dan mengklarifikasi bahwa insiden tersebut tidak mengubah sikap resmi Indonesia terhadap isu Palestina. Ia mengaitkan dukungan tersebut dengan "amanat konstitusi dan panggilan kemanusiaan," yang memperkuat legitimasi sikap tersebut di mata masyarakat.


3. Komitmen Kemanusiaan

Kalimat terakhir, "Kemanusiaan tak boleh kalah," berfungsi sebagai penutup yang kuat. Pernyataan ini bukan hanya tentang isu Palestina, tetapi juga tentang prinsip moral yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa inti dari permohonan maaf ini adalah komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perlawanan terhadap penindasan.

Secara keseluruhan, permohonan maaf ini dirancang untuk mengatasi masalah yang ada secara langsung, mengklarifikasi posisi yang salah dipahami, dan mengakhiri dengan pernyataan prinsip yang mengikat. Teks yang singkat dan padat ini berupaya memulihkan citra dan membangun kembali kepercayaan publik. (*)

Pak Natsir: Kisah Persahabatan dengan Raja Faisal dan 'Bom Atom' Ketiga bagi Jepang


Bapak Muhammad Natsir, seorang tokoh yang dikenal dengan kesederhanaannya, memiliki peran besar yang tidak banyak diketahui orang. Kisah ini diceritakan oleh Agus Maksum, seorang dai dan kader terakhir Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang pernah dididik langsung oleh beliau.

Ketika Natsir wafat pada Februari 1993, kesedihan mendalam menyelimuti seluruh kader DDII. Di kantor DDII Jawa Timur, telepon berdering tanpa henti, namun tiba-tiba berhenti karena ada faks masuk. Faks tersebut berasal dari Perdana Menteri Jepang, Kiichi Miyazawa, yang berisi ucapan duka cita luar biasa.

Bunyi ucapan itu mengejutkan: “Mendengar Muhammad Natsir meninggal, serasa Jepang mendapatkan serangan bom atom ketiga yang tepat jatuh di tengah kota Tokyo. Duka yang sangat mendalam bagi kami, seluruh bangsa Jepang.”

Agus Maksum merasa heran dengan ucapan dramatis ini dan bertanya kepada para tokoh senior, termasuk Ketua MUI Jawa Timur, KH Misbach. Namun, tidak ada yang bisa menjelaskan makna di balik ucapan tersebut. Misteri itu tersimpan selama lebih dari 10 tahun, hingga pada tahun 2003, Agus Maksum bertemu dengan seorang diplomat senior Jepang di Jakarta bernama Hamada San.

Hamada San sangat menghormati Natsir dan berani mengungkap kisah yang tidak pernah tercatat dalam sejarah Indonesia. Ia menceritakan bahwa Jepang pernah mengalami krisis besar akibat embargo minyak bumi. Berbagai upaya diplomatik gagal, hingga Laksamana Maeda—yang dianggap pengkhianat di negaranya karena membantu kemerdekaan Indonesia—memberikan usulan yang tidak terduga. Maeda menyarankan pemerintah Jepang mengirim utusan untuk menemui Muhammad Natsir yang saat itu sedang dipenjara.

Pemerintah Jepang mengutus Nakajima San untuk menemui Natsir. Tanpa banyak bicara, Natsir hanya meminta selembar kertas dan pulpen, lalu menulis surat singkat dalam bahasa Arab. Surat itu ia titipkan kepada Nakajima untuk diserahkan kepada Raja Arab Saudi, Raja Faisal.

Dengan bekal surat tersebut, Nakajima terbang ke Arab Saudi. Atas penghormatan Raja Faisal terhadap Natsir, Nakajima diterima dengan baik. Setelah membaca surat dari Natsir, Raja Faisal segera memerintahkan pengiriman pasokan minyak ke Jepang melalui Pertamina.

"Hanya sepucuk surat dari seseorang yang mendekam di penjara, Jepang mendapatkan pasokan minyak dari Raja Minyak Dunia," ungkap Hamada San, menjelaskan betapa besarnya pengaruh Natsir.


Berkat bantuan Natsir, industri Jepang kembali bangkit dan menguasai pasar global. Namun, yang paling membuat bangsa Jepang kagum adalah sikap Natsir. Ia menolak semua hadiah dan imbalan dari pemerintah Jepang dan tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada siapapun di Indonesia.

Itulah alasan mengapa Perdana Menteri Miyazawa mengucapkan duka yang begitu mendalam. "Itu bukan ucapan dramatis seperti yang kamu bilang, itulah perasaan hati kami bangsa Jepang," kata Hamada San. Kisah ini menjelaskan mengapa nama Natsir begitu dihormati di Jepang, meski jasanya tak pernah diceritakan dalam buku sejarah bangsa sendiri. (*)

Ditulis oleh Agus Maksum DDII Jatim

Editor:  Firnas

Ketika Menjelang Subuh


Tradisi Tarhim di Masjid-Masjid Kampung: Mengapa Menjelang Subuh?

Pasuruan – Ada fenomena menarik yang sering kita jumpai di masjid-masjid dan musala-musala kampung, yaitu lantunan tarhim yang terdengar melalui pengeras suara sekitar 15-20 menit menjelang waktu Subuh. Tradisi ini ternyata memiliki dasar kuat dalam ajaran agama.

Menurut penjelasan, waktu menjelang subuh adalah momen terbaik untuk berdoa. Pada saat itu, tidak ada lagi salat sunah yang dianjurkan, terutama bagi yang sudah melaksanakan salat witir. Membaca Al-Qur'an pada waktu itu juga dinilai tidak seutama saat malam hari.

Dua doa yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah istigfar dan tarhim. Doa tarhim yang sering dilantunkan adalah Ya Arhamar Rahimin, irhamna yang artinya "Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi, kasihanilah kami."

Doa ini terinspirasi dari Nabi Ayub a.s., yang juga berdoa dengan lafaz serupa saat menghadapi cobaan. Dengan melafalkan doa tersebut, Allah SWT akan mengangkat segala kesulitan, penyakit, dan masalah yang dialami.

Oleh karena itu, tradisi tarhim yang marak di masjid-masjid kampung sebelum subuh bukan sekadar kebiasaan, melainkan praktik yang sangat dianjurkan untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah di waktu yang mustajab. (*)


Menjelang waktu subuh

Wednesday, September 17, 2025

Tafsir Surah Yaa Siin ayat 1-12


Gus Baha: Tafsir Surat Yasin Ayat 1-12 dan Relevansinya dengan Kehidupan Sehari-hari

Dalam sebuah kajian tafsir, Gus Baha menjelaskan Surat Yasin, yang termasuk surat Makkiyah (diturunkan di Makkah) dan memiliki 83 ayat. Beliau mengawali tafsirnya dengan lafaz Yasin. Menurut Gus Baha, mayoritas ulama menafsirkan Yasin sebagai nama lain dari Nabi Muhammad ﷺ, meskipun secara kehati-hatian (ikhtiat) sebagian mufassir memilih untuk tidak menafsirkannya secara spesifik.

"Kita tahu secara tradisi ulama bahwa Yasin itu maknanya 'wahai Muhammad'. Buktinya, ayat selanjutnya menyebutkan, Innaka laminal mursalin (Sesungguhnya engkau [Muhammad] termasuk para rasul). Siapa 'engkau' yang dimaksud jika bukan Nabi Muhammad?" jelas Gus Baha.

Beliau juga membandingkan dengan lafaz Thaha yang memiliki pola serupa, seperti dalam Surat Thaha yang diikuti dengan ayat Ma anzalna alaikal qurana litasyqa (Kami tidak menurunkan Al-Qur'an kepadamu agar kamu menjadi susah). Penggunaan kata alaika (kepadamu) secara jelas merujuk pada Nabi Muhammad. Ini menunjukkan bahwa baik Yasin maupun Thaha adalah nama-nama Rasulullah ﷺ.

Gus Baha juga mengkritisi pola pemahaman yang sempit dalam menafsirkan ayat Al-Qur'an. Ia mencontohkan kata Fattaqu (maka takutlah kamu), yang sering diartikan sebatas takut pada neraka. Padahal, makna takut jauh lebih luas, seperti takut berbuat salah, takut menjadi bodoh, atau takut menzalimi orang lain. "Ulama terdahulu takutnya bukan hanya masuk neraka, tapi juga takut merasa malu jika masuk surga namun tidak pernah berkontribusi untuk agama Allah," ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan makna adil yang juga sering disalahpahami. Adil bukan sekadar menyamakan, melainkan menempatkan sesuatu secara proporsional. Misalnya, bagi seorang ulama, adil adalah menyeimbangkan antara mengajar dan memperhatikan keluarga, serta menyadari bahwa semua ilmu dan kemampuan berasal dari Allah SWT, sehingga tidak ada ruang untuk kesombongan.

Menurut Gus Baha, ibadah yang sejati adalah ketika seseorang menyadari bahwa setiap amal perbuatannya adalah anugerah dari Allah, bukan semata hasil usahanya. "Seseorang belum bisa dikatakan abid (hamba) sejati jika dia belum tahu bahwa ibadahnya adalah minallah (dari Allah)," ujarnya.

Pada akhir ceramahnya, Gus Baha menekankan pentingnya menjaga jejak kebaikan. Beliau mengutip ayat yang menjelaskan bahwa semua perbuatan, termasuk tradisi baik yang kita tinggalkan, akan dicatat oleh Allah SWT. "Setiap hal yang kita lakukan dan meninggalkan bekas kebaikan akan ditulis. Contohnya, ketika anak kita bisa salat, tunjukkanlah kegembiraan kita. Hal itu akan menanamkan di hati mereka bahwa salat adalah hal yang sangat penting," pungkasnya.

Ceramah ini memberikan pemahaman mendalam bahwa ajaran Al-Qur'an sangat relevan dengan setiap aspek kehidupan dan mengajak audiens untuk memiliki cara pandang yang lebih luas dan adil dalam memahami agama. (*)

PKB Pasuruan Gelar "PKB Mendengarkan," Serap Aspirasi Masyarakat hingga Kritisi Demokrasi Kekinian


PASURUAN – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pasuruan menggelar acara "PKB Mendengarkan" di Valencia Resto, Rabu (17/9/2025). Acara ini menjadi wadah dialog terbuka antara pengurus partai dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), mahasiswa, hingga perwakilan ojek daring (ojol) dan guru swasta.

Apologi dan Kritik terhadap Partai Politik

Gus Moh Nailur Rochman, Ketua PC NU Kota Pasuruan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PKB karena telah berkhidmat kepada masyarakat. Namun, ia juga melontarkan kritik pedas terhadap kondisi politik saat ini. Menurutnya, partai politik harus kembali ke "jalan yang mulia" dengan tujuan utama menciptakan keteraturan hidup, bukan kekacauan.

"Politik yang kita jalankan hari ini seharusnya bertujuan untuk memastikan setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama, kepentingannya terwakili, dan merasa mendapatkan pelayanan yang rata," ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena "politik paling brutal" yang terjadi pada Pemilu 2024, di mana "biaya politik naik hingga tiga kali lipat dari 2019." Hal ini, menurutnya, mengakibatkan yang terpilih adalah mereka yang punya uang dan popularitas, bukan kapasitas.

Pentingnya Pendidikan Politik dan Peran Digital

PKB Kota Pasuruan menekankan komitmennya untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama generasi muda. Mereka menyadari bahwa di era digital saat ini, media sosial menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi.

"Di satu sisi, kemampuan mulling atau menunggangi isu di media sosial itu kuat sekali. Tinggal bagaimana kita membuat kanal dan aliran agar partisipasi mereka punya peran yang jelas," kata Ismail Marzuki Hasan, Ketua DPC PKB Kota Pasuruan.

Pihak PKB juga mengungkapkan bahwa partai ini kini semakin terbuka dan tidak lagi didominasi oleh segmen usia atau pendidikan tertentu, melainkan merangkul berbagai kalangan. "Setiap anggota fraksi PKB memiliki tugas untuk melakukan kaderisasi dan memberikan informasi yang benar tentang keberadaan partai politik," jelasnya.

Aspirasi dari Berbagai Kalangan

Perwakilan dari berbagai sektor menyampaikan aspirasi mereka:

  1. Mahasiswa dan Pemuda: Meminta PKB menjadi wadah untuk kreativitas dan kegiatan anak muda. Mereka juga mendesak adanya ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak hanya untuk jogging tetapi juga untuk kegiatan kreatif.

  2. Ojek Daring (Ojol): Mengapresiasi dukungan PKB terhadap komunitas ojol dan meminta perlindungan hukum serta jaminan keamanan dalam beraktivitas.

  3. Lembaga Swasta dan Guru: Memohon PKB untuk mendampingi lembaga swasta, khususnya sekolah-sekolah yang kesulitan mendapatkan bantuan. Mereka juga berterima kasih atas perjuangan PKB dalam menyuarakan aspirasi guru swasta terkait tunjangan.

  4. Permasalahan Sosial: Beberapa isu sosial juga diangkat, seperti kos-kosan harian yang masih beroperasi, serta kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika di malam hari. Mereka berharap PKB dapat memberikan solusi kebijakan untuk mengatasi masalah ini.

Acara "PKB Mendengarkan" ini menjadi bukti bahwa partai politik masih relevan sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah, meskipun perlu terus beradaptasi dengan dinamika sosial dan digital untuk membangun demokrasi yang lebih sehat dan berintegritas. (*)

Monday, September 15, 2025

Bertawakallah.... Allah Melihat, Mengetahui dan Mendengar

Surah Asy-Syu'ara' Ayat 217-220

Ayat 217


وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Transliterasi Latin:

Wa tawakkal 'alal-'azīzir-raḥīm.

Terjemahan:

Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.


Ayat 218


الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ

Transliterasi Latin:

Allażī yarāka ḥīna taqūm.

Terjemahan:

Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk sholat).


Ayat 219


وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Transliterasi Latin:

Wa taqallubaka fis-sājidīn.

Terjemahan:

dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.


Ayat 220

إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Transliterasi Latin:

Innahū huwas-samī'ul-'alīm.

Terjemahan:

Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030

SIARAN PERS

Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030
*JAKARTA* - Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari secara resmi mengumumkan susunan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030. 

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi Pengurus PWI Pusat yang digelar di Hall Dewan Pers, Senin (15/9/2025).

Akhmad Munir yang akrab disapa Cak Munir menyebut kepengurusan kali ini sebagai “kabinet persatuan” yang diharapkan dapat semakin solid dan kompak untuk mengawal peran masyarakat pers di tengah tantangan disrupsi media.

“Wartawan harus teguh dalam menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu, pengurus PWI akan hadir mendampingi seluruh anggota agar menjaga komitmen tersebut. Diharapkan dengan kepengurusan ini, PWI dapat turut membangun ekosistem pers nasional yang sehat, menghadirkan wartawan kompeten yang menyajikan informasi akurat dan benar,” ujar Cak Munir.

Munir menganalogikan informasi yang disajikan wartawan sebagai “makanan bergizi” bagi publik. 

“Dengan informasi yang sehat, masyarakat tentu akan lebih kuat dan cerdas, dibandingkan jika terus-menerus disuguhi hoaks dan disinformasi di tengah derasnya arus informasi digital,” tambahnya.

*Tokoh Pers Nasional Duduki Struktur Strategis*
Cak Munir, wartawan senior sekaligus Direktur Utama LKBN ANTARA, ini akan didampingi oleh Atal S. Depari sosok wartawan senior yang juga mantan Ketum PWI Pusat periode 2019-2023.

Lalu Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua Umum PWI versi KLB yang merupakan mantan Ketua PWI Riau dua periode menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Marthen Selamet Susanto, Pemimpin Redaksi Koran Jakarta. Adapun Zulkifli Gani Ottoh, mantan Ketua PWI Bidang Organisasi kembali didaulat di posisi yang sama. 

Dewan Penasihat PWI Pusat akan dipimpin oleh Suryopratomo, mantan Pemimpin Redaksi Kompas dan Metro TV yang kini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura. 

Sementara itu, Ilham Bintang, pendiri Cek & Ricek dan pelopor jurnalisme infotainment serta mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI, menempati posisi Wakil Ketua Dewan Penasihat.

Posisi Sekretaris Dewan Penasihat diisi oleh Sasongko Tedjo, mantan Pemred Suara Merdeka, yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

Jajaran anggota Dewan Penasihat terdiri dari tokoh-tokoh besar dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Hadir Karni Ilyas, jurnalis senior sekaligus pendiri Indonesia Lawyers Club. Tribuana Said, putra pendiri Harian Waspada Ani Idrus dan pendiri LPDS. Nama besar lain yang bergabung adalah Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos Group yang juga pernah menjabat sebagai Dirut PLN dan Menteri BUMN.

Kehadiran jurnalis perempuan senior juga mewarnai Dewan Penasihat melalui Retno Pinasti, Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar. Kemal Effendi Gani, Pemimpin Umum dan Pemred Majalah SWA. Asro Kamal Rokan, mantan Pemred Republika yang, kini menjabat Presiden ISWAMI.

Struktur ini juga diperkuat oleh Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers yang dikenal sebagai pakar regulasi media dan penyiaran. Sementara itu, Iman Brotoseno, Dirut TVRI sekaligus sutradara film, menambah warna dengan latar belakang pengurus PWI. Lalu ada Hendrasmo, Dirut RRI sekaligus doktor Ilmu Politik yang sebelumnya pernah berkarier di BBC.

Sementara itu, Dewan Pakar dipimpin oleh Dhimam Abror, mantan Pemred Jawa Pos dan Bola, bersama Nurjaman Mochtar mantan pemred ANTV, sebagai Sekretaris. Hadir pula jurnalis muda seperti Alfito Deannova Pemred Detik.com mengisi posisi anggota Dewan Pakar serta Aiman Witjaksono sebagai Wakil Ketua Departemen Hukum & HAM.

Dengan struktur yang solid dan representatif ini, PWI Pusat periode 2025–2030 diharapkan mampu menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor inovasi dalam dunia pers nasional. Sinergi antara pengalaman panjang, keahlian khusus, serta semangat pembaruan menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah organisasi, demi terciptanya ekosistem media yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di era digital.

*Berikut Susunan Lengkap Pengurus PWI Pusat Masa Bakti 2025-2030*


DEWAN PENASIHAT 

Ketua : Suryopratomo
Wakil Ketua : Ilham Bintang
Sekretaris : Sasongko Tedjo
Anggota : Karni Ilyas 
: Tribuana Said
: Dahlan Iskan
: Retno Pinasti
: Kemal Effendi Gani
: Asro Kamal Rokan
: Agung Dharmajaya
: Iman Brotoseno
: Firdaus
: Hendrasmo
: Sutrimo
: M.Noeh Hatumena
: Imawan Mashuri
: Basril Basyar
DEWAN KEHORMATAN 
Ketua : Atal S. Depari
Wakil Ketua : Herbert Timbo Siahaan
Sekretaris : Nurcholis MA Basyari
Anggota : Banjar Chairuddin
Diapari Sibatangkayu
Helmi Burman
Usman Kansong
Zacky Antony
Muhammad Syahrir
DEWAN PAKAR 
Ketua : Dhimam Abror 
Sekretaris : Nurjaman Mochtar
Anggota : Wahyu Muryadi
: Heddy Lugito
: Eduard Depari
: Effendi Ghazali
: Sujiwo Tejo
: Yulian Warman
: Hidayat Arsani
: Gories Mere
: Alfito Deannova
: Helena Rea
: Syahdanur
: Reva Deddy Utama
: Raldi Doy
: Muhammad Amru
: Andrian Tuswandi
: Rudi Hidayat
: Edi Saputra Hasibuan

Ketua Umum : Akhmad Munir 

Bidang Organisasi
Ketua : Zulkifli Gani Ottoh
Wakil Ketua : Djoko Tetuko Abdul Latif

Bidang Pembinaan Daerah
Ketua : Mirza Zulhadi
Wakil Ketua I : Novrizon Burman
Wakil Ketua II : Sarjono

Bidang Pendidikan
Ketua : Agus Sudibyo
Wakil Ketua I : Suprapto
Wakil Ketua II : Zarman Syah

Bidang Kerjasama dan Kemitraan
Ketua : Ariawan 
Wakil Ketua I : Abdullah Sammy
Wakil Ketua II : Kadirah
Wakil Ketua III : Amy Atmanto
Bidang Hubungan Luar Negeri
Ketua : Irfan Junaidi
Wakil Ketua : Budhiana Kartawijaya

Bidang Multimedia dan IT
Ketua : Hilman Hidayat
Wakil Ketua I : Agus Salim Alwi Hamu
Wakil Ketua II : Merdi Sofansyah

Bidang Media & Penyiaran
Ketua : Auri Jaya
Wakil Ketua I : Danang Sanggabuana 
Wakil Ketua II : Dede Apriadi

Bidang Pembelaan & Pembinaan Hukum
Ketua : Anrico Pasaribu
Wakil Ketua : Octap Riadi


Sekretaris Jenderal : Zulmansyah Sekedang
Wakil Sekretaris Jenderal I : Haryo Ristamaji
Wakil Sekretaris Jenderal II : Iskandar Zulkarnain 

Bendahara Umum : Marthen Selamet Susanto
Wakil Bendahara Umum I : Herlina Anis
Wakil Bendahara Umum II : Sumber Rajasa Ginting

KOMISI-KOMISI: 

Komisi Pendidikan & Pelatihan
Ketua : Jufri Alkatiri
Wakil I : Anas Syahirul Alim
Wakil II : Aldi Gultom

Komisi Kompetensi Wartawan
Ketua : Firdaus Komar 
Wakil : Ahmad Fauzi Chan

Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan
Ketua : Henny Murniati 
Wakil : Ria Dewi

Komisi Wartawan Olahraga (Siwo)
Pembina : Mahfudin Nigara
Wakil Pembina : Gungde Ariwangsa
Ketua : Suryansyah 
Wakil Ketua I : Dede Isharrudin
Wakil Ketua II : Erwin Muhammad
Sekretaris : Wina Setyawatie
Wakil Sekretaris : Rudi Sahwani
Anggota : Husnie
: Syahnan Rangkuti
: Denni Risman
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN 

Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya
Ketua : Ramon Damora
Wakil Ketua I : Eko Teguh Wiyono
Wakil Ketua II : Kunni Masrohanti

Departemen TNI dan Polri
Ketua : Jhonny Handjojo
Wakil Ketua (Khusus Polri) : Musrifah
Wakil Ketua (Khusus TNI) : Badar Subur

Departemen Hukum & HAM
Ketua : Baren Antonius Siagian
Wakil Ketua I : Aiman Witjaksono 
Wakil Ketua II : Ardiansyah MZ Tanjung
Wakil Ketua III : Eddy Iriawan

Departemen Parlemen
Ketua : Ade Chandra

Departemen EKUIN
Ketua : Heri Triyanto
Wakil Ketua I : Yura Syahrul
Wakil Ketua II : M. Sarwani
Departemen Pangan dan Energi
Ketua : Gaib Maruto Sigit
Wakil Ketua I : M. Arifin Mukendar
Wakil Ketua II : Rizal Afrizal

Departemen Kajian & Litbang
Ketua : Akhmad Sefudin
Wakil Ketua I : Rukman Nawawi
Wakil Ketua II : Jimmy Endey

Departemen Humas
Ketua : Hengki Lumban Toruan
Wakil Jaringan Media : Akhmad Dani
Wakil Jaringan Pewarta Foto : B Hersunu A.W
Wakil Jaringan Media Sosial : Achmad Rizal
DIREKTORAT

Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) : Aat Surya Safaat
Wakil Direktur : Eko Pamuji

Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) : Marah Sakti Siregar
Wakil Direktur : Nizwar

Direktur Anugerah Adinegoro : Maria D. Andriana
Wakil Direktur : Eko Suprihatno

Direktur Anugerah Seni & Kebudayaan : Yusuf Susilo Hartono

Direktur Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) : Ahmed Kurnia Soeriawidjaja
Wakil Direktur : Yono Hartono 

Direktur Anti Kekerasan Wartawan : Edison Siahaan
Wakil Direktur : Supardi Hardy


Direktur Satgas Anti Hoax : Insan Kamil
Wakil Direktur I : Mercys Charles Loho
Wakil Direktur II : Muhtadi Putra Nusa

Direktur PWI Peduli : Yoyok Ajar
Wakil Direktur : Samsir Hamajen

Direktur Aset : Endang Werdiningsih
Wakil Direktur : Rabiatun Drakel

Direktur Pers Pancasila : Sihono HT
Wakil Direktur : Mochtar Touwe

(rls)

#HUMASPWI2025

YUSRIL KELUHKAN KUALITAS DPR


Dialog Akbar Faizal bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, Sabtu 13/9/2025.


Revisi UU Pemilu Mendesak: Menko Yusril Soroti Kualitas Anggota DPR dan Politik Transaksional

JakartaMenteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan urgensi revisi Undang-Undang Pemilu untuk meningkatkan kualitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam dialog bersama Akbar Faizal, Yusril menyoroti berbagai kelemahan sistem politik saat ini yang dinilai sulit menghasilkan legislator berkualitas.

Menurut Yusril, masalah utama sistem pemilu saat ini bukan lagi pada peran DPR yang sudah kuat, melainkan pada bagaimana DPR diisi oleh individu yang cakap. Ia mengkritik praktik rekrutmen politik yang cenderung memilih figur populer, seperti kalangan selebriti, yang dinilai kurang memiliki pemahaman substansial tentang tugas legislasi dan ditempatkan pada komisi yang tidak sesuai dengan latar belakang mereka.

"Sistem yang ada sekarang ini membuat pemilu menjadi sangat transaksional," ujar Yusril. Ia menjelaskan bahwa praktik politik uang telah menjadi hal yang lumrah, terutama di masyarakat yang masih memiliki tingkat pendidikan dan pendapatan rendah. Ini, menurutnya, adalah ancaman serius bagi pembangunan politik bangsa.

Akbar Faizal menambahkan bahwa riset yang dilakukan lembaganya menunjukkan 99% anggota DPR terpilih merupakan hasil dari oligarki dan dinasti politik. Fenomena ini, kata Faizal, merusak demokrasi karena legislator yang terpilih cenderung bekerja untuk mengamankan kepentingan pemodal, bukan untuk rakyat.

Sebagai solusi, Yusril menekankan bahwa reformasi harus dimulai dari pembenahan partai politik. Ia mengusulkan agar undang-undang partai politik direvisi untuk memastikan adanya mekanisme internal yang lebih demokratis dan transparan dalam merekrut calon. Ini akan menghilangkan praktik oligarki dan memungkinkan terpilihnya kader-kader yang benar-benar berkualitas.

Yusril dan Faizal sepakat bahwa pemerintah memiliki peran sentral dalam mendorong reformasi ini. Yusril meyakini bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki niat progresif untuk melakukan reformasi politik dan berharap perdebatan mengenai sistem pemilu, apakah kembali ke proporsional tertutup atau tetap terbuka, dapat menghasilkan sistem yang lebih ideal bagi Indonesia.

_____________________________

Latar Belakang dan Tujuan Revisi Undang-Undang Pemilu

Diskusi ini berfokus pada perlunya merevisi Undang-Undang Pemilu dan sistem ketatanegaraan di Indonesia. Menurut Prof. Yusril, tujuan utamanya bukan lagi tentang memperkuat peran DPR yang sudah begitu kuat, melainkan untuk meningkatkan kualitas anggota-anggota DPR itu sendiri. Beliau setuju bahwa sistem demokrasi adalah yang terbaik, meskipun memiliki kelemahan, dan perlu terus diperbaiki agar representasi rakyat di parlemen benar-benar mencerminkan seluruh masyarakat Indonesia.


Masalah dan Tantangan Sistem Pemilu Saat Ini

Prof. Yusril dan Akbar Faizal mengidentifikasi beberapa masalah utama dalam sistem politik dan pemilu yang berlaku saat ini:

  • Politik Transaksional: Sistem proporsional terbuka saat ini dinilai membuat politik menjadi sangat transaksional, terutama dengan maraknya politik uang (money politics). Hal ini membuat pemilu identik dengan bagi-bagi uang di masyarakat.

  • Kualitas Anggota DPR: Rekrutmen anggota DPR seringkali tidak didasarkan pada kualitas, melainkan popularitas (seperti merekrut kalangan selebriti yang dianggap tidak memiliki latar belakang pendidikan dan pemahaman memadai) atau kemampuan finansial. Anggota yang terpilih sering ditempatkan di komisi yang tidak sesuai dengan pemahamannya.

  • Oligarki dan Dinasti Politik: Hasil riset menunjukkan bahwa banyak anggota DPR terpilih adalah hasil dari oligarki dan dinasti politik, di mana jabatan diisi oleh kerabat pejabat atau orang yang dibiayai oleh kelompok oligarki.


Solusi dan Arah Reformasi Politik

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan reformasi politik menyeluruh yang harus dimulai dari pembenahan partai politik.

  1. Sistem Pemilu: Terdapat perdebatan sengit mengenai sistem pemilu, apakah harus kembali ke proporsional tertutup atau tetap dengan proporsional terbuka. Prof. Yusril menyatakan sistem proporsional tertutup tahun 1999 lebih ideal karena dinilai menghasilkan wakil yang lebih berkualitas. Namun, ia menyadari perdebatan ini tidak mudah karena menyangkut kepentingan politik setiap partai.

  2. Reformasi Internal Partai: Undang-Undang Partai Politik harus diubah untuk mengatur batasan masa jabatan ketua partai dan memastikan mekanisme demokrasi internal berjalan. Partai harus menjadi wadah yang demokratis dan transparan dalam menyeleksi dan merekrut calon legislatif.

  3. Peran Pemerintah: Ditekankan bahwa reformasi ini harus didrive oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memiliki pikiran progresif dan niat baik untuk melakukan reformasi politik demi kepentingan bangsa.


Kualitas Anggota DPR Ideal

Prof. Yusril membayangkan anggota DPR yang ideal sebagai negarawan yang memikirkan masa depan bangsa, bukan hanya kepentingan pribadi atau partai.

  • Pendidikan dan Kapasitas: Anggota DPR minimal harus berpendidikan S1 dan memiliki wawasan, pemahaman, serta kapasitas intelektual dan politik yang memadai.

  • Penguasaan Bidang: Mereka harus ditempatkan di komisi yang relevan dengan keahliannya agar dapat bekerja secara efektif.

  • Proses Rekrutmen: Partai harus menerapkan sistem merit dalam merekrut calon, seperti yang dilakukan pada Pemilu 1999. Proses ini harus berdasarkan pengabdian, kaderisasi, dan penilaian yang objektif, bukan hanya popularitas atau uang. (*)


Sumber:
https://youtu.be/8AoC3cYPfsU?si=MNIf-MkSyGXYiosy
___

INDONESIA Jadi inspirasi lagu Meksiko Berbahasa Spanyol


Lirik "Indonesia de Ensueño" (Indonesia Impian)

Bahasa Asli (Spanyol):

En la tierra de Indonesia, donde el sol brilla fuerte,

la sonrisa de su gente es un regalo del cielo.

El cielo es claro y brillante, como un diamante en el aire.

La naturaleza es generosa con su belleza sin igual.

Indonesia, de ensueño,

con playas de ensueño y montañas de verde.

La lluvia fresca y el sol cálido,

un paraíso en la tierra donde todo es perfecto.

La gente Indonesia es cálida y amable,

con un corazón abierto y una sonrisa agradable.

Las playas son hermosas con arena blanca

y aguas cristalinas.

Un lugar perfecto para soñar y disfrutar.

Indonesia, de ensueño,

con playas de ensueño y montañas de verde.

La lluvia fresca y el sol cálido,

un paraíso en la tierra donde todo es perfecto.

En la tierra de Indonesia, donde el sol se pone,

la bondad celestial y la armonía nos une.

Un lugar donde la naturaleza nos da su belleza sin igual

y la gente es amable con un corazón sincero.

Indonesia de ensueño,

con playas de ensueño y montañas de verde.

La lluvia fresca y el sol cálido,

un paraíso en la tierra donde todo es perfecto.


Terjemahan (Bahasa Indonesia):

Di tanah Indonesia, tempat matahari bersinar terang,

senyum penduduknya adalah hadiah dari surga.

Langit cerah dan bersinar, seperti berlian di udara.

Alamnya murah hati dengan keindahan yang tiada duanya.

Indonesia, impian,

dengan pantai-pantai impian dan gunung-gunung hijau.

Hujan yang sejuk dan matahari yang hangat,

sebuah surga di bumi di mana semuanya sempurna.

Orang Indonesia ramah dan baik,

dengan hati yang terbuka dan senyum yang menyenangkan.

Pantai-pantainya indah dengan pasir putih

dan air yang jernih.

Tempat yang sempurna untuk bermimpi dan menikmati.

Indonesia, impian,

dengan pantai-pantai impian dan gunung-gunung hijau.

Hujan yang sejuk dan matahari yang hangat,

sebuah surga di bumi di mana semuanya sempurna.

Di tanah Indonesia, tempat matahari terbenam,

kebaikan surgawi dan harmoni menyatukan kita.

Sebuah tempat di mana alam memberi kita keindahan yang tiada duanya

dan orang-orangnya ramah dengan hati yang tulus.

Indonesia impian,

dengan pantai-pantai impian dan gunung-gunung hijau.

Hujan yang sejuk dan matahari yang hangat,

sebuah surga di bumi di mana semuanya sempurna.

_______


Berdasarkan lirik lagu ini tampaknya adalah sebuah puisi musikal yang indah yang berfungsi sebagai surat cinta untuk Indonesia. Lagu ini tidak berfokus pada penceritaan, melainkan pada penciptaan suasana dan perasaan melalui deskripsi yang kaya dan puitis.

Liriknya melukiskan gambaran Indonesia sebagai sebuah "surga di bumi" dengan bahasa yang sederhana namun sangat efektif. Penggunaan metafora seperti "senyum penduduknya adalah hadiah dari surga" dan "langit cerah dan bersinar, seperti berlian di udara" memberikan sentuhan magis dan puitis.

Terdapat beberapa elemen kunci yang menjadi inti dari lagu ini:

  • Kecantikan Alam: Lagu ini berulang kali menyoroti keindahan alam Indonesia, mulai dari matahari terbit dan terbenam, pantai berpasir putih, air jernih, hingga pegunungan hijau.

  • Kehangatan Masyarakat: Selain alamnya, liriknya juga menekankan keramahan dan kebaikan hati orang Indonesia, yang digambarkan dengan "hati yang terbuka dan senyum yang menyenangkan."

  • Harmoni dan Kesempurnaan: Lagu ini menyimpulkan Indonesia sebagai tempat di mana "semuanya sempurna" dan "kebaikan surgawi dan harmoni menyatukan kita." Ini menciptakan kesan damai dan ideal, jauh dari kekacauan dunia modern.

Secara keseluruhan, lagu ini adalah sebuah ode yang tulus dan menenangkan. Tanpa narasi yang kompleks, liriknya berhasil menyampaikan esensi dari keindahan alam dan kehangatan budaya Indonesia, mengundang pendengar untuk merasakan kedamaian dan keindahan yang disajikannya. (*)


Sumber:

Lagu Meksiko berbahasa Spanyol bertutur tentang Indonesia

https://youtu.be/DmF5JM-C5vk

_____




Sunday, September 14, 2025

Kontribusi Muhammadiyah Tanpa Banyak Cakap Retorika NKRI Harga Mati



Muhammadiyah dalam Angka dan Aksi Nyata

Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam bidang sosial dan pendidikan, menunjukkan bahwa organisasi ini mengutamakan tindakan nyata di atas retorika.

Kontribusi Muhammadiyah:

  • Layanan Kesehatan: Muhammadiyah memiliki 127 rumah sakit dan sekitar 365 klinik atau balai kesehatan. Layanan ini tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

  • Pendidikan Tinggi: Universitas Muhammadiyah di Kupang, NTT, memiliki sekitar 7.000 mahasiswa. Menariknya, mayoritas mahasiswa di sana adalah non-muslim. Meski demikian, mereka tetap belajar agama masing-masing di samping materi keislaman dan kemuhammadiyahan.

Haedar Nashir menekankan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang inklusif dan sangat menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyebutkan bahwa Muhammadiyah jarang mengucapkan slogan-slogan seperti "NKRI harga mati" atau "Bhinneka Tunggal Ika", namun mereka secara konsisten mempraktikkannya melalui perbuatan nyata yang bertujuan untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan bangsa. (*)

Haedar Nashir, Ketua Umum Muhammadiyah


LBH MUHAMMADIYAH KOTA PASURUAN




LBH Muhammadiyah Kota Pasuruan Perkuat Layanan Bantuan Hukum untuk Masyarakat

Acara pengajian di Masjid Darul Arqom, Ahad 14/9/2025, Kota Pasuruan, menjadi ajang bagi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk memperkenalkan diri dan berbagai program yang mereka tawarkan kepada masyarakat.

Komitmen dan Visi LBH Muhammadiyah

LBH Muhammadiyah, yang juga dikenal dengan sebutan LBH Advokasi Publik Muhammadiyah, didirikan sebagai wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam menyediakan solusi atas persoalan hukum yang ada di masyarakat. Visi mereka adalah mewujudkan keadilan hukum yang inklusif dan berkeadilan bagi setiap orang, tanpa memandang status sosial dan ekonomi. LBH ini berkomitmen memberikan pendampingan hukum secara profesional dan gratis, serta menjadi mitra strategis masyarakat dalam menghadapi masalah hukum yang kompleks.

Layanan Utama LBH Muhammadiyah

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Ibu Anggi Anggoro Wati, Wakil Ketua LBH, dan timnya, ada beberapa program layanan yang ditawarkan:

  • Konsultasi Hukum Gratis: Masyarakat dapat berkonsultasi langsung di kantor LBH di PDM atau melalui telepon. Layanan ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu.

  • Bantuan Hukum Gratis: LBH menyediakan bantuan hukum gratis, baik dalam bentuk pendampingan di pengadilan (litigasi) maupun di luar pengadilan, seperti mediasi. Tim LBH mengedepankan pendekatan "win-win solution" dan mengutamakan edukasi.

  • Penyuluhan dan Edukasi Hukum: LBH aktif mengadakan penyuluhan hukum di berbagai tempat seperti sekolah dan organisasi, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah hukum.

  • Penguatan Perjuangan Kepentingan Masyarakat: LBH membantu masyarakat dalam menghadapi masalah hukum, melakukan kajian kebijakan, dan memberikan masukan.

  • Pusat Pengaduan Masyarakat: LBH menyediakan pusat pengaduan (pusku) untuk menerima semua laporan masalah hukum, baik perdata, pidana, ketenagakerjaan, keluarga, maupun kebijakan publik.

  • Bantuan Khusus Perempuan dan Anak: LBH memiliki perhatian khusus dan menyediakan layanan bantuan hukum untuk perempuan dan anak.

Tanya Jawab dari Masyarakat

Sesi tanya jawab yang diadakan menunjukkan beragam persoalan hukum yang dihadapi masyarakat:

  1. Masalah Tanah Non-SHM: Seorang penanya menanyakan nasib tanah yang statusnya bukan Sertifikat Hak Milik (SHM) setelah batas waktu yang disebutkan di media sosial. Ia khawatir tanah tersebut akan "direbut" oleh negara, terutama karena banyak masyarakat kurang mampu yang memiliki tanah dengan status tersebut.

  2. Sertifikat Rumah Ahli Waris: Penanya lain menanyakan prosedur penjualan rumah yang sertifikatnya masih atas nama suami yang sudah meninggal. Ia bertanya apakah sertifikat harus dibalik nama terlebih dahulu ke ahli waris sebelum dijual, atau bisa langsung dibalik nama dari almarhum ke pembeli.

  3. Kasus Anak Yatim: Pertanyaan ketiga mengenai anak-anak yatim yang sertifikat tanah warisan masih atas nama paman mereka yang juga sudah meninggal. Penanya ingin tahu bagaimana hak waris mereka dapat diurus.

Berikut adalah rangkuman dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, mencakup masalah pertanahan hingga isu penggunaan ponsel pada anak.


Jawaban Atas Pertanyaan Audiens

1. Masalah Pertanahan (Non-SHM)

  • Aturan Wajib Sertifikasi: Mulai tahun 2026, semua kepemilikan tanah yang belum bersertifikat (seperti letter C atau petok) wajib diubah menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

  • Tujuan: Kebijakan ini bertujuan untuk mendigitalisasi data pertanahan agar seluruh informasi kepemilikan tanah di Indonesia dapat terekam secara elektronik dan mudah dicek melalui aplikasi "Sentuh Tanah".

  • Prosedur dan Biaya: Untuk mempermudah proses, masyarakat bisa mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau dikenal juga sebagai Prona. Program ini biasanya memiliki biaya yang lebih ringan dan prosesnya lebih cepat asalkan semua persyaratan lengkap.

  • Sanksi: Jika melewati batas waktu (tahun 2026), status tanah bisa terancam diakui oleh negara. Namun, jika pemilik sudah mengajukan permohonan sebelum batas waktu dan prosesnya belum selesai di BPN, biasanya ada toleransi.

2. Perbedaan Data Diri di Sertifikat

  • Solusi: Jika data seperti tahun lahir di sertifikat berbeda dengan data di KTP dan Kartu Keluarga (KK), pemilik bisa langsung datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan membawa seluruh dokumen identitas yang sudah sinkron.

  • Prosedur Tambahan: Tergantung kebijakan BPN setempat, kemungkinan akan diminta surat pengantar dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Namun, jika seluruh data identitas sudah sama, pengurusan di BPN Kota Pasuruan biasanya tidak memakan waktu lama.

  • Pergantian Sertifikat: Sekalian dengan perbaikan data, disarankan untuk mengajukan sertifikat elektronik yang lebih praktis.

3. Jual Beli Rumah Warisan

  • Status Hukum: Prosedur penjualan rumah yang sertifikatnya masih atas nama almarhum harus melalui proses balik nama kepada ahli waris terlebih dahulu. Hal ini karena orang yang sudah meninggal tidak dapat melakukan tindakan hukum, termasuk jual beli.

  • Prosedur: Ahli waris harus mengurus surat keterangan waris yang diketahui oleh desa/kecamatan atau penetapan ahli waris dari Pengadilan Agama (jika waris secara Islam). Setelah itu, dokumen ini dibawa ke BPN untuk proses balik nama sertifikat.

  • Proses Jual Beli: Setelah sertifikat selesai dibalik nama ke nama ahli waris, baru bisa dibuat Akta Jual Beli (AJB) dan kemudian sertifikat dapat dibalik nama ke pembeli.

4. Tanah Warisan dari Paman

  • Status Kepemilikan: Jika sertifikat tanah masih atas nama paman yang sudah meninggal dan akan diberikan kepada keponakan (misalnya suami dari penanya), maka dibutuhkan persetujuan dari ahli waris paman tersebut.

  • Prosedur: Prosesnya adalah balik nama waris terlebih dahulu dari paman ke anak-anaknya (atau cucunya, jika anak-anaknya sudah meninggal). Setelah itu, jika ahli waris ingin memberikan tanah tersebut kepada keponakan, prosesnya adalah dengan akta hibah.

  • Saran: Disarankan untuk mengurus proses ini segera, terutama untuk menghindari masalah di masa depan. Tim LBH dan notaris yang hadir bisa membantu mengurus proses ini.

5. Isu Penggunaan HP pada Anak

  • Risiko dan Solusi: Penggunaan ponsel yang berlebihan pada anak dapat menjadi masalah, namun di era digital, melarang total penggunaan ponsel juga tidak memungkinkan. Solusi yang disarankan adalah membuat aturan ketat dengan pengawasan orang tua.

  • Pengaturan Google: Orang tua bisa memanfaatkan fitur parental control seperti Pengaturan Google untuk anak-anak yang dapat membatasi akses konten sesuai umur dan aktivitas anak.

  • Mengarahkan ke Hal Positif: Alih-alih melarang, arahkan anak untuk menggunakan ponsel secara produktif, seperti mencari materi pelajaran atau tugas sekolah. Orang tua juga harus mengawasi riwayat penggunaan ponsel anak untuk memastikan aktivitasnya positif.

  • Layanan Puspaga: Untuk masalah keluarga dan anak, audiens disarankan menghubungi Ibu Minis dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang juga merupakan anggota LBH Muhammadiyah.

Tim LBH Muhammadiyah Kota Pasuruan memberikan apresiasi atas antusiasme audiens dan menyediakan kontak personal untuk konsultasi lebih lanjut.

Cinta kepada Rasulullah


Ustadz Heru Winarno dalam pengajian Ahad Subuh di Masjid Al-Ikhlas, Kebonagung, Pasuruan, pada 14 September 2025.


Menjaga Identitas dan Membuktikan Cinta kepada Rasulullah SAW

Dalam ceramahnya, Ustadz Heru Winarno mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga identitas dan membuktikan kecintaan sejati kepada Rasulullah SAW.

Menjaga Fitrah dan Identitas Muslim

Ustadz Heru menekankan bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah suka dengan keimanan umat Islam. Tujuannya bukan untuk membuat umat Islam keluar dari agamanya, melainkan agar pola pikir dan perilaku umat Islam mengikuti gaya hidup mereka.

  • Perjanjian Fitrah: Ustadz Heru mengingatkan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, sebagaimana perjanjian yang dibuat dengan Allah sebelum lahir (disebutkan dalam Surat Al-A'raf). Oleh karena itu, kita harus menjaga fitrah ini dan tidak terkontaminasi oleh perilaku yang tidak Islami.

  • Jati Diri: Beliau menggarisbawahi pentingnya menjaga identitas dan jati diri sebagai seorang muslim. Hal ini sesuai dengan pesan Rasulullah SAW yang sangat menginginkan keselamatan umatnya, bahkan hingga akhir hayat beliau.

Mengenal dan Mencontoh Rasulullah SAW

Ustadz Heru kemudian menjelaskan siapakah Rasulullah SAW itu, untuk menepis pemahaman yang salah tentang kenabian.

  1. Rasul adalah Laki-Laki Pilihan: Rasul haruslah seorang laki-laki. Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan yang berasal dari keturunan terbaik di antara kaumnya.

  2. Rasul Terakhir: Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Tidak akan ada lagi nabi setelah beliau, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 40.

  3. Memiliki Mukjizat: Setiap rasul memiliki mukjizat. Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling besar dan abadi adalah Al-Qur'an. Al-Qur'an tetap utuh dan kebenarannya bisa dibuktikan hingga kini, berbeda dengan mukjizat nabi-nabi sebelumnya yang hanya disaksikan oleh orang sezamannya.

  4. Sikap dan Keteladanan: Ustadz Heru menegaskan bahwa sikap dan tindakan Nabi Muhammad SAW adalah contoh sempurna bagi manusia, karena beliau adalah manusia yang menerima wahyu dari Allah.

Membuktikan Cinta dengan Perbuatan

Ustadz Heru menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah sekadar perasaan atau ucapan, melainkan sebuah konsekuensi logis dari pemahaman syahadat yang benar.

  1. Bersholawat: Bukti cinta yang pertama adalah bersholawat kepadanya. Allah dan para malaikat pun bersholawat kepada Nabi, dan Ustadz Heru mengutip Surat Al-Azhab ayat 56 yang memerintahkan orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi. Manfaat selawat adalah bagi orang yang bersholawat itu sendiri, di mana Allah akan membalas dengan sepuluh kali doa dan kasih sayang.

  2. Menghidupkan Sunnah: Cinta kepada Nabi juga dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan sunah beliau. Ustadz Heru mengutip Surat Ali Imran ayat 31, "Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu." Mengamalkan sunah Nabi di zaman sekarang, di tengah tantangan yang besar, bahkan pahalanya setara dengan pahala 50 sahabat. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran dalam berpegang teguh pada ajaran Nabi akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa. (*)

Saturday, September 13, 2025

Dari Bandara Soekarno Hatta ke Jakarta


Dari Bandara Soekarno-Hatta ke Jakarta Cuma Rp7.000, Begini Caranya!

Bagi Anda yang mencari cara paling hemat untuk bepergian dari Bandara Soekarno-Hatta ke Jakarta, ternyata ada opsi transportasi publik yang sangat terjangkau. Anda hanya membutuhkan biaya Rp7.000 saja.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa Anda ikuti:

  1. Menuju Stasiun Sky Train: Dari terminal mana pun (Terminal 1, 2, atau 3), naiklah Sky Train untuk menuju Stasiun Kereta Bandara. Sky Train beroperasi setiap 13 menit.

  2. Keluar Stasiun Kereta Bandara: Setelah tiba di Stasiun Kereta Bandara, turunlah satu lantai. Anda tidak perlu membeli tiket atau naik kereta bandara. Ikuti petunjuk arah yang menunjukkan pintu keluar menuju bus TransJakarta.

  3. Naik Bus TransJakarta SH17: Setelah sampai di luar stasiun, tunggu bus TransJakarta dengan nomor SH17 Kalideres. Bus ini berukuran besar sehingga Anda tidak perlu khawatir jika membawa banyak barang.

  4. Tiba di Terminal Kalideres: Bus akan membawa Anda langsung ke Terminal Kalideres.

  5. Transit ke Tujuan Akhir: Dari Terminal Kalideres, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan transit ke halte TransJakarta lain untuk menuju tujuan akhir Anda di Jakarta.

Dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, rute ini menjadi pilihan yang sangat ekonomis bagi para penumpang, terutama yang memiliki banyak barang bawaan. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya? (*)


Dari Bandara Soekarno Hatta ke Jakarts

Plus Minus Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudisadewa dalam menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara).



Analisis Kebijakan Menteri Keuangan: Dana Rp 200 Triliun untuk Mendorong Ekonomi

Kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudisadewa, yang menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke bank-bank Himbara (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI) menjadi sorotan publik dan pelaku ekonomi. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit ke sektor riil.

Sumber dan Tujuan Dana

Dana Rp 200 triliun ini berasal dari saldo kas negara yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia (BI). Saldo yang dikenal sebagai SAL ini mencapai sekitar Rp 430 triliun. Pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sebagian dana tersebut dari BI, yang memberikan imbal hasil rendah, ke bank-bank Himbara untuk mendapatkan return yang lebih optimal sekaligus menggerakkan perekonomian.

Potensi Keuntungan (Upside)

Kebijakan ini memiliki sejumlah potensi keuntungan yang diharapkan dapat berdampak positif pada ekonomi:

  • Peningkatan Likuiditas: Dana ini akan menambah likuiditas bank-bank Himbara, memungkinkan mereka menyalurkan kredit lebih agresif.

  • Akses Pembiayaan Sektor Riil: Sektor-sektor produktif seperti UMKM dan proyek infrastruktur akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan, mengatasi kesulitan yang sering mereka hadapi.

  • Imbal Hasil Optimal: Pemerintah berpotensi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dari dana yang disalurkan ke Himbara dibandingkan jika dana itu hanya "parkir" di BI.

  • Penguatan Bank BUMN: Langkah ini memperkuat peran strategis bank-bank BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Efek Multiplier: Dana yang disalurkan diharapkan menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya mendongkrak daya beli.

Risiko yang Perlu Diwaspadai (Downside)

Meskipun menjanjikan, kebijakan ini juga memiliki risiko yang harus dikelola dengan hati-hati:

  • Stabilitas Moneter: Pelepasan dana dalam jumlah besar dari bank sentral dapat mempengaruhi likuiditas di pasar uang dan menimbulkan volatilitas.

  • Moral Hazard: Ada risiko bahwa dana tersebut tidak disalurkan secara disiplin, misalnya ke sektor yang tidak produktif atau bahkan berpotensi macet.

  • Potensi Inflasi: Jika jumlah uang beredar meningkat terlalu cepat tanpa diimbangi kenaikan produksi barang dan jasa, inflasi berpotensi meningkat dan menekan daya beli masyarakat.

  • Ketergantungan Bank: Jangka panjang, bank bisa menjadi terlalu bergantung pada suntikan dana dari pemerintah, sehingga kurang termotivasi untuk mencari sumber dana lain yang lebih kompetitif.

Dampak Makroekonomi dan Kesimpulan

Secara makro, kebijakan ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika penyaluran kredit benar-benar tepat sasaran. Namun, jika peredaran uang terlalu cepat tanpa peningkatan produksi, inflasi dapat naik dan berbalik menekan daya beli. Tekanan pada nilai tukar rupiah juga perlu diwaspadai jika capital inflow tidak seimbang.

Sebagai kesimpulan, kebijakan Menteri Keuangan Purbaya ini menunjukkan langkah proaktif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, yang mana penyaluran dana ini dapat menjadi stimulus positif. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pengawasan ketat dari OJK dan BI, serta monitoring berkelanjutan untuk meminimalkan risiko inflasi dan kredit macet. (*)


https://youtu.be/MYFM8BbPHT0

Plus Minus Kebijakan Menkeu Tebar 200T

___

Friday, September 12, 2025

100 Tahun Gontor: Apa yang kau cari?

Pertanyaan yang sangat dalam dan filosofis. "100 tahun Gontor. Apa yang kau cari?" bukan sekadar pertanyaan, tetapi sebuah gugahan untuk merefleksikan tujuan dan makna.

Pertanyaan ini menggemakan pesan yang sering disampaikan oleh para pendiri dan pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam konteks satu abad, "apa yang kau cari" bisa ditujukan kepada:

*   Para Santri: Apa tujuanmu menuntut ilmu di sini? Hanya ijazah dan pekerjaan, atau juga mencari ilmu yang bermanfaat, pembentukan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat?
*   Para Alumni: Sudahkah ilmu dan nilai-nilai Gontor yang kamu dapatkan membawa manfaat untuk dunia dan akhiratmu? Apa kontribusimu untuk umat?
*   Lembaga Gontor itu sendiri: Sebagai sebuah institusi yang telah berusia seabad, apa misi dan visi ke depan yang ingin dicapai untuk terus mencetak generasi terbaik?

Secara esensial, jawaban dari "Apa yang kau cari?" di Gontor merujuk pada trilogi motto yang menjadi fondasinya:

1.  Hobby kepada bekerja (حَبُّ الْعَمَلِ) - Mencari keuletan, kemandirian, dan etos kerja yang tinggi.
2.  Berani hidup sederhana (جُرْءَةُ الْاِقْتِصَادِ) - Mencari ketulusan, kesahajaan, dan kebebasan dari ketergantungan pada materi.
3.  Kebebasan berpikir (حُرِّيَّةُ الْفِكْرِ) - Mencari ilmu yang mendalam, kebijaksanaan, dan kemandirian berpikir.

Jadi, di usia 100 tahun, Gontor mengajak setiap insan yang terlibat di dalamnya untuk mencari dan mengingat kembali tujuan utama: bukan sekadar gelar atau kesuksesan duniawi, tetapi pembentukan pribadi yang beriman, bertakwa, berilmu, dan beramal untuk kemaslahatan umat manusia (khairu ummah).

Singkatnya, yang dicari adalah pengetahuan yang membebaskan, karakter yang kuat, dan spiritualitas yang mendalam untuk bekal mengabdi di dunia dan akhirat.  (*)