Saturday, April 25, 2026

Sinergi Ulama-Umara, Walikota Pasuruan Buka Raker MUI dan Kukuhkan Pengurus Kecamatan


PASURUAN, MON – Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan tahun 2026 di Hotel Ascent Premiere, Sabtu (25/4/2026). Selain agenda kerja, forum ini menjadi saksi pengukuhan pengurus MUI di empat kecamatan untuk masa khidmat 2025-2030.

Dalam sambutannya, Mas Adi—sapaan akrab Walikota—menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari persoalan mitos kesehatan hingga bahaya narkoba.

Soroti Mitos Sosial dan Literasi Masyarakat

Salah satu poin menarik yang disinggung Walikota adalah masih kuatnya pengaruh mitos di tengah masyarakat urban. Ia mencontohkan fenomena "suletan" yang kerap dikaitkan dengan pembakaran sampah popok bayi.

"Secara medis tidak ada hubungannya, tapi menjelaskan mitos itu terkadang lebih sulit. Di sinilah peran ulama untuk memberikan pemahaman logis kepada publik," ujar Mas Adi. 

Ia juga menyayangkan adanya perilaku kontradiktif warga yang rajin mengaji namun tetap membuang sampah ke sungai.

Tantangan Miras, Kos-kosan, dan Narkoba

Walikota memaparkan tantangan regulasi terkait Perda larangan minuman beralkohol yang kerap berbenturan dengan sistem perizinan pusat (OSS). Ia juga menyoroti maraknya kos-kosan "setengah hari" yang sulit dikontrol dan berpotensi menjadi celah praktik maksiat serta peredaran narkoba.

"Hampir 72% penghuni Lapas Pasuruan adalah narapidana narkoba. Ini persoalan serius. Kami butuh supervisi dan fatwa para kiai agar kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang benar," tegasnya.

Pengukuhan Pengurus MUI di Empat Kecamatan

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Umum MUI Kota Pasuruan, Drs. Ahmad Zawawi, M.Pd., untuk pengukuhan pengurus di Kecamatan Panggungrejo, Purworejo, Gadingrejo, dan Bugul Kidul.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kota Pasuruan, Dr. KH. Abdullah Sodiq, M.Pd. Para pengurus baru berkomitmen untuk menjadi pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah di tingkat kecamatan hingga lima tahun ke depan.

Pesan Kiai Sodiq: Ulama Harus Jadi Solusi

Dalam tausiyah-nya, KH. Abdullah Sodiq menekankan bahwa integritas sebuah wilayah bergantung pada hubungan harmonis antara ulama dan umara (pemerintah). Beliau mengingatkan agar pengurus MUI tidak menjadi sosok yang eksklusif, melainkan harus mampu menjawab problem riil di masyarakat.

"Ulama itu ibarat manajer. Harus bisa menyelesaikan masalah hukum, sosial, hingga ekonomi. Jika kehadiran kita tidak bisa memberikan solusi bagi umat, maka lambat laun ulama akan ditinggalkan," pesan Kiai Sodiq.

Raker ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, teknokrat, serta perwakilan ormas Islam se-Kota Pasuruan yang berkomitmen mengawal program kerakyatan seperti Sekolah Lansia Rakyat dan Koperasi Merah Putih. (*)

No comments: