PASURUAN – Senin, 4 Januari 2026, menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan di Kota Pasuruan. SD Muhammadiyah 1, sekolah dasar Islam bersejarah yang telah berdiri sejak era kolonial, secara resmi mengumumkan relokasi gedung serta perubahan nama (*rebranding*) menjadi *SD MuCES (Muhammadiyah Creative and Entrepreneurship School)*.
Peresmian yang berlangsung khidmat ini menandai kepindahan sekolah dari lokasi lama di kawasan Poncol ke fasilitas baru yang lebih luas, modern, dan representatif guna menjawab tantangan zaman.
Hijrah Menuju Kualitas yang Lebih Luas
Kepala SD MuCES, Suyatno, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses transisi ini. Ia mengibaratkan kepindahan ini sebagai sebuah "takdir baik" untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi kreativitas siswa.
"Selama ini kita mengenal sekolah di kawasan Poncol dengan ruang yang terbatas. Di tempat baru ini, anak-anak mendapatkan cakrawala yang lebih luas. Bahkan, fasilitas kami dirancang sangat khusus; setiap kelas dilengkapi dengan dua kamar mandi di dalam—mungkin satu-satunya di Indonesia—serta perangkat digital berbasis Android untuk mendukung pembelajaran modern," ujar Suyatno.
Sejarah Panjang dan Tuntutan Regulasi
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Dr. Abu Nasir, MPD, memberikan ulasan historis yang mendalam. Beliau memaparkan bahwa embrio sekolah ini sudah ada sejak kedatangan KH Ahmad Dahlan ke Pasuruan pada tahun 1922, dan secara resmi berdiri pada tahun 1928.
Keputusan relokasi ini diambil bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, SD Muhammadiyah 1 berbagi lokasi dengan MI Muhammadiyah di lahan yang semakin menyempit.
"Ini adalah tuntutan regulasi dan tuntutan zaman. Kami harus memiliki sekolah yang unggul, bukan sekadar baik. Dengan *rebranding* menjadi *Creative and Entrepreneurship School*, kami ingin memicu semangat inovasi. Di Indonesia, baru sekitar 10% sekolah yang benar-benar menanamkan karakter kewirausahaan sejak dini, dan SD MuCES kini menjadi bagian dari pionir tersebut," tegas Abu Nasir.
Fasilitas Modern dan Dukungan Pemerintah
Transformasi ini juga didukung dengan pembaruan sarana prasarana yang masif. Dilaporkan bahwa anggaran lebih dari Rp200 juta telah dialokasikan untuk membenahi fasilitas, ditambah bantuan tunai senilai Rp25 juta dari Direktorat Pendidikan Dasar untuk pengadaan bangku dan meja baru bagi kelas 1, 2, dan 5.
Selain aspek fisik, lingkungan baru ini juga mengedepankan sinergi antar-lembaga Muhammadiyah lainnya, seperti Sekolah Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (SPIN) atau Seping, yang diharapkan dapat menularkan budaya kompetisi dan prestasi kepada para siswa SD MuCES.
Kebanggaan Alumni: Memupuk Daya Juang
Turut hadir dalam acara tersebut, Syaifuddin Ahmad, perwakilan Presidium Alumni Muhammadiyah Kota Pasuruan. Sebagai alumni yang mengenyam pendidikan di lingkungan Muhammadiyah sejak TK hingga SMP, ia berbagi success story tentang bagaimana sekolah ini membentuk karakter "daya juang" yang tinggi.
"Lulusan Muhammadiyah sudah tersebar hingga ke luar negeri. Dulu, meski fasilitas terbatas, kami tidak gentar bersaing dengan sekolah manapun. Sekarang, dengan gedung baru dan sistem MuCES, saya yakin anak-anak kita akan memiliki daya saing akademik dan akidah yang jauh lebih kuat," ungkapnya optimis.
Beliau menceritakan bagaimana didikan Muhammadiyah membantunya menjadi lulusan teladan hingga meraih berbagai beasiswa bergengsi, mulai dari APDN, ITB Bandung, hingga Universitas Brawijaya.
> "Kami adalah bukti nyata bahwa lulusan Muhammadiyah mampu bersaing dengan sekolah negeri maupun swasta terbaik. Keberhasilan ini adalah berkah dari doa orang tua dan pendidikan karakter yang kuat. Saya mengajak para wali murid untuk tidak ragu mempromosikan SD MuCES kepada kolega dan keluarga muda di sekitar sini," ujar Haji Saifuddin penuh semangat.
Visi "Sekolah Prime": Fokus Karakter dan Inovasi
Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, *Bashori, MPD*, memberikan arahan strategis mengenai status baru SD MuCES. Beliau menekankan bahwa "hijrah" ini harus dibarengi dengan perubahan administratif dan kualitas pelayanan.
Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan konsep Sekolah Prime, sebuah standar keunggulan yang akan diimplementasikan di SD MuCES dengan dua pilar utama:
1. Karakter Santri:
* Prestatif: Memacu siswa untuk terus meraih prestasi.
* Religius: Menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat di lingkungan pesantren SPIM.
* Mentalitas: Membangun mental pejuang yang tangguh.
* Jati Diri: Menumbuhkan rasa percaya diri pada akar budaya dan iman.
2. Manajemen Pengelolaan: Mewujudkan sekolah yang Peduli, Unggul, melek Sains dan Teknologi, serta menguasai Bahasa.
Aura Positif dan Harapan Wali Murid
Nada haru menyelimuti sambutan Dr. Nani Pujiyati, MPD, pengawas sekolah yang telah lama mendampingi perjalanan SD Muhammadiyah 1. Ia mengaku bangga melihat impian Kepala Sekolah, Suyatno, untuk memiliki gedung yang layak akhirnya terwujud.
"Aura di sini sangat luar biasa, sangat cerah. Saya yakin dengan manajemen yang hebat, sekolah ini akan berkembang lebih dari 100%. Pak Yatno adalah sosok kreatif, maka nama Creative and Entrepreneurship sangatlah pas," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan wali murid menyatakan bahwa alasan utama mereka mempercayakan anak-anak ke SD MuCES adalah keseimbangan antara Intelijensi dan Akhlak. "Bagi kami, kecerdasan adalah bonus, namun akhlak adalah penentu masa depan," tegasnya.
Kepemimpinan Berprestasi: Nakhoda Menuju Indonesia Emas
Sebagai penutup, Kepala SD MuCES, Suyatno, menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Rekam jejak prestasinya sebagai Kepala Sekolah Teladan tingkat Kota hingga penghargaan dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menjadi jaminan profesionalitas kepemimpinannya.
"Berbanggalah Bapak dan Ibu menyekolahkan putra-putrinya di Muhammadiyah. Kami tidak kalah saing. Kami siap mencetak generasi emas yang kreatif, mandiri, dan siap menyongsong dunia," pungkasnya yang ditutup dengan pantun penuh semangat.
---
Menatap Masa Depan
Acara peresmian ditutup dengan harapan besar dari para wali murid dan tokoh masyarakat agar SD MuCES tidak hanya menjadi tempat belajar secara kognitif, tetapi juga menjadi inkubator karakter bagi generasi emas yang sopan, santun, kreatif, dan mandiri.
Dengan semangat Growth Mindset, SD MuCES siap memulai babak baru sebagai pusat keunggulan pendidikan dasar di Kota Pasuruan.
---
No comments:
Post a Comment