Friday, January 09, 2026

Kedudukan Nabi Isa AS dalam Islam Menurut Ustadz Abdul Somad

1. Kewajiban Mengimani Nabi Isa AS
   - Seorang Muslim wajib mengimani Nabi Isa AS.
   - Barangsiapa tidak percaya kepada Nabi Isa AS, berarti dia tidak percaya kepada Al-Qur'an dan tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Bukti Pentingnya Nabi Isa AS dalam Al-Qur'an
   - Ada dua surah khusus yang secara signifikan membahas tentang Nabi Isa AS:
     1. Surah Ali 'Imran: Turun sebagai jawaban atas pertanyaan delegasi Kristen dari Najran kepada Nabi Muhammad SAW tentang status Yesus (Isa) dalam Islam.
     2. Surah Maryam: Mengisahkan tentang ibunda Nabi Isa AS, Maryam. Jika Al-Qur'an adalah buatan manusia (Nabi Muhammad), tentu akan ada surah tentang Aminah (ibu Nabi Muhammad). Namun, Al-Qur'an justru mengabadikan nama Maryam, menunjukkan kebenaran wahyu Allah.

3. Keyakinan Islam tentang Nabi Isa AS
   - Keyakinan Islam tentang Nabi Isa AS tertuang dalam ayat: "Masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul." (QS. Al-Ma'idah: 75).
   - Beliau adalah seorang Rasul utusan Allah, sama seperti Nabi Adam, Idris, Nuh, Shaleh, Ilyas, dan para nabi yang diutus kepada Bani Israil untuk menyelamatkan manusia.

4. Membela Kesucian Maryam dan Nabi Isa AS
   - Islam datang untuk membersihkan tuduhan keji orang Yahudi yang menuduh Maryam sebagai pezina dan Nabi Isa AS sebagai anak hasil perzinahan.
   - Surah Maryam menggambarkan dengan detail saat Maryam melahirkan. Ketika dituduh oleh pendeta Yahudi, "Ayahmu bukan orang jahat, ibumu juga bukan wanita tuna susila, lalu bagaimana kamu bisa hamil tanpa suami?", Maryam hanya menunjuk kepada bayinya.
   - Terjadilah mukjizat: Bayi (Nabi Isa AS) itu bersabda:
     > "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada." (QS. Maryam: 30-31)

5. Posisi Nabi Isa AS dalam Ajaran Islam
   - Islam menempatkan Nabi Isa AS sebagai Rasul Allah, bukan sebagai anak zina.
   - Islam membela dan membersihkan beliau serta ibundanya dari segala fitnah.
   - Sangat tidak mungkin seorang Muslim melecehkan Maryam dan Isa AS, karena dalam Al-Qur'an, Maryam disebut sebagai "Ummuhu Siddiqah" (ibunya adalah seorang wanita yang sangat benar/jujur) yang melahirkan seorang Rasul Allah.

---

Intisari:
Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa mengimani Nabi Isa AS adalah bagian integral dari keimanan seorang Muslim. Al-Qur'an secara khusus membela kesucian kelahiran beliau dan mengangkat martabat ibunda Maryam, sekaligus menolak segala tuduhan yang dilemparkan oleh orang Yahudi. Nabi Isa AS dalam Islam diimani sebagai Rasul Allah yang mulia, bukan sebagai Tuhan atau anak Tuhan, dan bukan pula sebagai anak haram. (*)

Sumber:

No comments: