Pasuruan, 5 Januari 2026 – SD Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan, yang kini melakukan rebranding menjadi SD Muhammadiyah Creative & Entrepreneurship (MuCES), secara resmi memulai kegiatan pembelajarannya di lokasi baru, Senin (4/1/2026). Prosesi apel perdana ini menandai babak baru lembaga pendidikan yang mengusung konsep integrasi kreativitas, kewirausahaan, dan karakter Islami.
Acara apel diikuti seluruh siswa kelas 1-6, dewan guru, orang tua/wali murid, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi, termasuk Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan, Dr. H. Abu Nasir, M.Pd., yang bertindak sebagai pembina apel.
Dalam sambutannya, Abu Nasir menyampaikan rasa syukur dan harapan besar terhadap relokasi sekolah ini. "Kita bersyukur, apa yang kita inginkan, kita harapkan, kita cita-citakan bersama, akhirnya SD Muhammadiyah 1 Pasuruan memiliki tempat sendiri. Dengan ruang belajar yang lebih baik, eksplorasi dan eksplosivitas anak-anak insya Allah akan bisa terlaksanakan dengan optimal," ujarnya di hadapan peserta apel.
Beliau menekankan bahwa relokasi ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan momentum untuk membangun spirit dan cita-cita baru yang lebih baik. Fasilitas yang lebih lengkap, seperti lapangan yang luas, disebutkannya sebagai lingkungan baru yang mendukung pengembangan potensi siswa.
Tiga Pilar Pendidikan dan Peran Baru
Abu Nasir juga mengingatkan tentang konsep pendidikan dalam Islam yang dibangun oleh tiga pilar sinergis: *rumah tangga (orang tua), sekolah, dan masyarakat*. Meski telah menyerahkan anak ke sekolah, peran orang tua sebagai pendidik utama dan pertama tidak boleh berkurang.
"Orang tua tetap merupakan pendidik dan lingkungan utama dalam sistem pendidikan Islam," tegasnya.
Keberadaan sekolah di lingkungan baru yang juga terdapat pondok pesantren diharapkan dapat membentuk ekosistem pendidikan yang lebih kondusif. "Bapak ibu wali murid akan lebih tenang dan merasa aman, karena anak-anak berada di lingkungan ustadz-ustadz dan santri yang telah terbiasa dengan sikap sopan santun dan karakter yang baik," tambahnya.
Fokus pada Pembentukan Karakter dan Jiwa Entrepreneurship
Dengan branding baru sebagai SD MuCES, sekolah ini memikul tugas untuk tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter kewirausahaan siswa. Abu Nasir menyebutkan beberapa karakter inti yang ingin dikembangkan, seperti kemandirian, tanggung jawab, keberanian mengambil risiko, dan percaya diri.
"Tugas ini tidak mudah, tapi insya Allah dengan dukungan penuh dari semua pihak, kita akan bisa mentransformasi sikap dan perilaku anak-anak kita menjadi generasi masa depan yang berkarakter," paparnya.
Sambutan Positif dari Siswa dan Orang Tua
Suasana keceriaan dan semangat baru terlihat jelas di wajah para siswa. Beberapa siswa yang diwawancarai usai apel menyampaikan kegembiraannya atas fasilitas baru yang lebih luas.
"Seru! Bisa main sepak bola," ujar Viras, salah satu siswa, saat ditanya pendapatnya tentang lokasi sekolah yang baru.
Seorang orang tua/wali murid juga mengungkapkan harapannya. "Harapannya tentu lebih baik. Fasilitasnya lebih lengkap, ada lapangannya. Yang dulu lingkungannya kecil, tidak ada lapangan untuk anak-anak bermain," ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari seluruh stakeholders, relokasi SD MuCES diharapkan dapat menjadi lompatan signifikan dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang holistik, mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter akhlakul karimah, serta jiwa kreatif dan entrepreneurship bagi generasi muda Pasuruan. (*)
Firnas Muttaqin
No comments:
Post a Comment