PASURUAN – Kemeriahan menyelimuti Kompleks Sekolah dan Masjid Al Kautsar Kota Pasuruan pada Sabtu (31/01/2026). Acara bertajuk Gebyar Al Kautsar 2026 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang pembuktian kualitas pendidikan lokal yang kian kompetitif.
Dalam wawancara dengan awak media, Istri Walikota Pasuruan Suryani Firdausi Adi Wibowo, S.Sos.I., M.Ikom., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan etalase bagi salah satu institusi pendidikan terbaik di Kota Pasuruan. Menurutnya, inisiatif yang dilakukan SD Al Kautsar telah sejalan dengan visi-misi pembangunan sumber daya manusia di Kota Pasuruan.
Pendidikan yang Sejalan dengan Visi Kota
Suryani menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Ia memuji konsistensi sekolah-sekolah di Pasuruan dalam mengejar standar terbaik.
"Alhamdulillah, acara ini sangat sejalan dengan visi-misi Kota Pasuruan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saya yakin seluruh sekolah di sini sudah memberikan kualitas terbaik sesuai harapan pemerintah daerah. Kita ingin pendidikan di Pasuruan tambah 'Beda', tambah luar biasa, demi mencetak calon pemimpin masa depan," ujarnya optimis.
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Menanggapi arah kebijakan pendidikan nasional, Ibu Suryani kembali menggaungkan pesan dari Kementerian Pendidikan terkait profil pelajar ideal. Ia menekankan pentingnya implementasi "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" sebagai fondasi karakter.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu pada siswa.
"Harapannya, visi ini dimiliki secara kolektif; tidak cuma anaknya, tapi juga orang tua dan gurunya. Jika ketiganya selaras, nilai-nilai ini akan menjadi habit (kebiasaan) yang memudahkan langkah anak-anak kita ke depan," tambahnya.
Tantangan Pendidik di Era "Out of the Box"
Suryani memberikan apresiasi sekaligus pesan mendalam bagi para tenaga pendidik. Di tengah perkembangan zaman yang pesat dan kemampuan anak didik yang semakin kritis, guru dituntut untuk terus bertransformasi.
Ia berharap para guru diberikan kesabaran ekstra dan semangat untuk terus meningkatkan kompetensi.
"Kemampuan anak-anak sekarang luar biasa. Pendidik dituntut untuk lebih hebat, lebih mumpuni, dan berani berpikir out of the box guna menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," pungkasnya.(*)
Firnas Muttaqin
No comments:
Post a Comment