**Jagalan, Kota Pasuruan –** Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, menghadirkan khutbah Jumat yang penuh hikmah pada 2 Januari 2026. Bertindak sebagai khatib, Muhammad Taqiyudin Yusuf, alumni SPEAM, mengajak jamaah untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah dalam pergantian waktu dan penciptaan alam, serta pentingnya memanfaatkan waktu dengan iman dan amal shaleh.
Khutbah dimulai dengan pembacaan Surah Ali 'Imran ayat 190-191, yang mengingatkan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
“*Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,*” ucap sang khatib mengutip ayat.
Khatib menekankan bahwa hanya orang-orang yang beriman dan berpikir mendalam (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran (ibrah) dari fenomena alam yang agung ini. Keberadaan Allah, meski tak terjangkau indera, dapat dirasakan kehadiran-Nya melalui seluruh ciptaan-Nya yang terbentang di jagad raya.
“Oleh sebab itu, orang-orang beriman sejatilah yang dapat melihat dan merasakan jejak-jejak kebesaran-Nya, serta mengambil hikmah dari semua kejadian ini,” tegasnya.
Beliau menggarisbawahi bahwa kelalaian terhadap nikmat penciptaan dan pengingkaran terhadap Sang Pencipta merupakan kezaliman terbesar. Manusia kerap lupa asal-usulnya, untuk apa ia hidup, dan kepada siapa ia akan kembali.
“Bukankah tujuan penciptaan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya? Kezaliman besar adalah menjadikan selain Allah sebagai tempat menyembah dan menggantungkan hati,” pesannya seraya mengutip firman Allah dalam Surah Ali 'Imran ayat 191 tentang orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala kondisi.
Khatib kemudian menghubungkan tanda kebesaran Allah dalam pergantian malam dan siang dengan konsep waktu yang sangat berharga. Pergantian itu, menurutnya, adalah pengingat nyata betapa cepat dan berharganya setiap detik waktu yang diberikan.
“Imam Syafi’i pernah mengingatkan, waktu ibarat pedang. Jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu. Jika jiwa tidak disibukkan dengan kebenaran, ia akan disibukkan dengan kesia-siaan,” nasihatnya mengena.
Pentingnya waktu ditegaskan Allah dengan bersumpah demi waktu dalam Surah Al-'Asr, yang menyatakan manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Khatib mengajak jamaah untuk menjadikan momen pergantian hari, bulan, dan tahun—seperti pergantian tahun baru ini—sebagai kesempatan untuk muhasabah (evaluasi diri), introspeksi, dan tafakur. Tujuannya adalah menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, dengan memperkuat iman dan istiqamah dalam amal shaleh.
“Hidup manusia sesungguhnya hanya tiga hari: hari kemarin yang telah berlalu, hari esok yang belum pasti, dan hari ini di mana kita harus bertaqwa. Maka, sia-sia kita berlarut dalam penyesalan masa lalu atau khayalan berlebihan tentang masa depan. Fokuslah pada hari ini, beramallah sebaik-baiknya,” pungkasnya menutup khutbah dengan nasihat para ulama salaf.
Khutbah yang disampaikan dengan khidmat ini diharapkan dapat menjadi bahan perenungan bagi jamaah untuk memulai tahun 2026 dengan kesadaran penuh akan keagungan Allah, tanggung jawab sebagai hamba, dan kehati-hatian dalam menyikapi waktu yang diberikan. (*)
Ditulis oleh Firnas Muttaqin
No comments:
Post a Comment