1. Kisah Pengalaman Pribadi: Doa Terkabul karena Membaca Surat Ibrahim
Disampaikan oleh Ustadz / Gus Baha:
> "Orang yang disibukkan dengan *nderes* (membaca/meng-khatamkan) Al-Qur'an sampai lupa berdoa, itu akan diberi sesuatu melebihi permintaan orang yang meminta. Karena ia bertawasul dengan *bikitabillah* (dengan Kitabullah)."
"Saya pernah ke Palestina untuk ziarah ke *Kholilurrahman* (Nabi Ibrahim, kekasih Allah Yang Maha Pengasih). Itu, teman saya, doa saya waktu itu saya baca Surat Ibrahim. Saya katakan, 'Saya beri tahukan, saya beri tahukan, kamu tidak percaya? Sudah, percayalah baca Surat Ibrahim, tidak usah berdoa panjang-lebar.' Doa itu, setelah saya baca (Surat Ibrahim), saya terus ditelepon teman saya dari Jakarta, 'Gus, ada travel ke Palestina, kalau Anda ikut, saya daftarkan sekarang.' 'Ya, ikut.'"
2. Penjelasan: Allah yang "Mempermainkan" Hubungan Hamba dengan-Nya
> "Nanti ada yang menelepon, karena saya ini sudah 'diakal-akali' (diatur) hubungan saya dengan Tuhan. Sudah diakali. Saya baca hadits itu, saya *figura* (bayangkan/renungkan) sampai hafal barokahnya, lalu jadi yakin sekali."
Intinya: Orang yang sibuk dengan Al-Qur'an, pasti doanya cepat dikabulkan. Makanya saya jarang berdoa (panjang), tapi (doa saya) lebih mustajab daripada Anda.
3. Dasar Hadits dan Ayat
Perkara ini, saya buka berdasarkan bahasa (arti) hadits ini. Coba Anda renungkan, ternyata benar ada (dasarannya).
Hadits dari Imam Tirmidzi:
> *مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ وَذِكْرِي عَنْ مَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ*
> "Barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Qur'an dan dzikir kepada-Ku dari meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta."
> (HR. Tirmidzi, ia berkata: Hadits hasan gharib).
Maknanya: Dzikir itu juga termasuk Al-Qur'an. "Allah.. Qur'an.." (maksudnya, membaca Al-Qur'an adalah dzikir yang paling utama). Karena seringnya (sibuk dengan Al-Qur'an) sampai lupa berdoa, maka akan Aku berikan di atas permintaan orang-orang yang meminta.
4. Penutup: Seruan untuk Mempercayai Janji Ini
> "Sampeyan doa sampai mati, itu (mungkin) belum diterima. Istri Anda, 'Ayo terima doa saya ini!' Doa saya itu, apakah tidak (mustajab)? Saya tidak main-main, sungguhan."
---
Ringkasan Inti Nasihat:
1. Keutamaan Utama: Orang yang sibuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur'an (hingga kadang lupa untuk meminta hal-hal duniawi) justru akan diberikan oleh Allah melebihi apa yang diberikan kepada orang yang tekun meminta.
2. Mekanisme: Ini adalah bentuk *tawasul* dengan Al-Qur'an (*bikitabillah*). Allah menghargai kesibukan hamba-Nya dengan Kitab-Nya dan menganggapnya sebagai permohonan yang lebih mulia.
3. Dasar Hukum: Terdapat hadits hasan dari Imam Tirmidzi yang secara tegas menjelaskan janji ini.
4. Kesaksian: Gus Baha membagikan pengalaman pribadinya dimana doanya (dengan membaca Surat Ibrahim) langsung diijabah dengan tawaran perjalanan ke Palestina, tanpa perlu berdoa dengan panjang lebar.
Dengan demikian, nasihat ini mendorong kita untuk menjadikan interaksi dengan Al-Qur'an sebagai aktivitas utama, dan meyakini bahwa pahala serta karunia Allah yang mengiringinya akan jauh lebih besar dan lebih utama. (*)
Firnas Muttaqin
https://youtube.com/shorts/7wawVlz9tMc?si=dF2CcyEdm-xZY58x
_____
No comments:
Post a Comment