Sunday, November 02, 2025

Ajang Tahunan Persiapan Kejurprov 2026, Percasi Kota Pasuruan Seleksi Atlet Usia Muda untuk Kerjurprov di Pacitan


PASURUAN, 2 November 2025 – Gelaran Kejuaraan Kota (Kejurkot) Catur Tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Pasuruan sukses diselenggarakan hari ini di SMA Muhammadiyah Kota Pasuruan yang dipimpin oleh Govanda Adibeladika S.Si. , WNP, PNP (Wakil Sekretaris Percasi). Acara ini menandai tonggak penting bagi perkembangan catur junior di Kota Pasuruan karena untuk pertama kalinya, setelah beberapa waktu, kategori SMP/MTs kembali dipertandingkan, menunjukkan ambisi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Pasuruan dalam mencari bibit unggul secara berjenjang.

*Kejurkot Sebagai Pintu Gerbang menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov)*

Acara ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Percasi (Persatuan catur seluruh Indonesia) untuk menjaring potensi atlet catur junior, dibagi dalam tiga kategori: SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, dan SMP/MTs. 

Menurut Drs Bambang Suprihyanto, FA, PNM, Sekretaris Percasi Kota Pasuruan, mewakili Ketua Percasi kota Pasuruan  (Anang Sujono S.Pd, PNP) Kejurkot ini adalah acuan seleksi utama bagi para atlet yang akan mewakili Kota Pasuruan di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada Mei 2026 mendatang di Pacitan.

"Kejuaraan ini sebagai acuan seleksi untuk Kejurprov tahun depan (2026)," ujar Bambang. "Hasil seleksi ini nanti akan digodok lagi di Percasi, dilatih untuk persiapan ke Kejurprov. Ini adalah kejuaraan tingkat kota, asasnya domisili."

Walaupun tidak dihadiri oleh Wali Kota, event tahunan yang telah berlangsung sejak 2006 ini direncanakan akan dihadiri oleh Pengurus KONI Kota Pasuruan, sebagai induk organisasi yang menaungi 46 cabang olahraga (cabor) di kota tersebut.

*Antusiasme dan Pembinaan Intensif*

Tingkat partisipasi dalam Kejurkot kali ini terbilang memuaskan, dengan total sekitar 63 peserta anak-anak. Keterlibatan kembali kategori SMP/MTs tahun ini menjadi poin yang paling menonjol. Selain itu, kegiatan ini juga menarik perhatian dari kalangan pondok, di mana salah satu atlet bernama Fawas (kelas 7) turut berkompetisi, meskipun mewakili sekolah secara individual.

Meskipun beberapa sekolah sudah memiliki program pembinaan catur, Percasi Kota Pasuruan memiliki mekanisme pelatihan yang lebih terstruktur.

> "Ada perkumpulan di tempatnya Pak Anang (Ketua Percasi) ini, pembinaan anak junior, semacam klub," jelas Bambang Suprihyanto.

Program pelatihan tersebut berpusat di Wirogunan, diadakan dua kali seminggu, yaitu setiap hari Jumat sore dan Minggu pagi. Latihan intensif ini menjadi fasilitas bagi para atlet yang lolos Kejurkot, di mana mereka akan melalui proses seleksi lanjutan di Pusat Latihan Kota (Puslatkot) sebelum ditetapkan untuk mewakili Pasuruan di level provinsi.

*Dari Juara Kota ke Panggung Nasional*

Sistem kejuaraan ini bersifat berjenjang, dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional (Kejurnas). Jika di Kejurkot pengelompokan didasarkan pada tingkat sekolah, di tingkat Kejurprov, atlet akan dikelompokkan berdasarkan usia (kelompok umur 7, 9, 11, 13, 15, 17, dan 19 tahun).

Dari Kejurkot ini, Percasi akan mengambil atlet-atlet terbaik, biasanya Juara 1, 2, 3, dan Harapan. Para atlet yang lolos kemudian akan digembleng dan diseleksi kembali di Puslatkot.

"Kita kan pemainnya sedikit, jadi kita hanya mengirimkan yang betul-betul anaknya ada potensi," kata Bambang, menegaskan bahwa fokus Pasuruan adalah mengirimkan atlet yang benar-benar siap bersaing.

Dukungan finansial untuk kegiatan ini berasal dari dana hibah Pemerintah Kota melalui KONI. Dana ini dibagikan ke setiap cabor berdasarkan prestasi cabor tahun sebelumnya, memastikan keberlanjutan dan kualitas pembinaan olahraga di Pasuruan.

Kejurkot Catur tahun ini menjadi momentum bagi Percasi Pasuruan untuk kembali menancapkan taringnya dalam arena catur regional, dengan harapan melahirkan master-master catur muda yang mampu mengharumkan nama kota hingga ke kancah nasional. (*)

Tayang disini
https://mediaonlinenasional.com/ajang-tahunan-persiapan-kejurprov-2026-percasi-kota-pasuruan-seleksi-atlet-usia-muda-untuk-kerjurprov-di-pacitan/

No comments: