PASURUAN, 2 November 2025 – Auditorium Mpu Sindok, Kantor Bupati Kabupaten Pasuruan, menjadi saksi berkumpulnya wajah anak muda penuh semangat dalam acara *Pasuruan Youthpreneur Forum: Empowering Youth, Building Prosperity*. Forum yang diinisiasi oleh komunitas *Ruang Publik* berkolaborasi dengan Toko Emas Sinar Jaya ini bertujuan untuk mendorong ekosistem kewirausahaan lokal dan memantik semangat bisnis di kalangan anak muda Pasuruan.
Di tengah antusiasme peserta, Founder "Ruang Publik", Erdogan Thayyib (Mahasiswa semester 7 Universitas Airlangga), menyampaikan bahwa forum ini lahir dari keresahan sekaligus panggilan jiwa seorang putra daerah.
> “*The homeland is the extension of the self. It is to serve humanity.* Melayani kota Pasuruan berarti melayani diri kita sendiri,” ucap Erdogan, mengutip filsuf Rousseau, menegaskan misi setiap generasi untuk menunaikan atau mengkhianati misi terhadap tanah airnya.
*Kolaborasi dan Cita-Cita Entrepreneurship Hub*
Ruang Publik, yang didirikan pada 2024, terinspirasi dari konsep filsuf Jurgen Habermas sebagai arena diskursus rasional untuk kepentingan publik. Namun, melihat potensi ekonomi yang besar di Pasuruan, fokus komunitas bergeser ke ranah kewirausahaan. Keresahan ini bertemu dengan inisiatif Arsa Maulana Hidayanto (Co-Founder Toko Emas Sinar Jaya), yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama pengusaha muda.
Kolaborasi ini dilandasi oleh inspirasi etos kerja Pak Thayeb Gobel dari Panasonic, di mana bisnis harus berkontribusi kepada negara. Forum ini menetapkan beberapa tujuan kunci, salah satunya adalah membangun ekosistem ekonomi lokal yang mandiri dan melahirkan pelaku usahawan lokal yang inovatif.
Sebagai wujud nyata, di akhir acara, komunitas Ruang Publik mengajukan proposal kepada Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM untuk menyelenggarakan program **Entrepreneurship Hub Finance** di Pasuruan.
**Mindset** adalah Modal Utama*
Sesi *talk show* inspiratif menghadirkan tiga narasumber hebat: Fianda Julyantoro (Mentor Sampoerna Entrepreneurship Training Center), Muchammad Djaenuddin (Profesional Business Consultant), dan Arsa Maulana Hidayanto.
Muchammad Djaenuddin, yang menjadi pembicara pertama, langsung menyentak peserta dengan pertanyaan tentang kegagalan: "Siapa yang di sini sudah pernah mengalami kebangkrutan?"
Djaenuddin, yang mengaku pernah tiga kali resign dari perusahaan besar untuk kembali ke Pasuruan, menekankan bahwa Mindset adalah segalanya dalam bisnis.
> **“Fondasi kita membangun sebuah bisnis itu bukan masalah seberapa besar modalnya. Modal utama dalam membangun bisnis itu adalah *Mindset*,”** tegas Djaenuddin. “Kalau Anda sebagai pengusaha tidak memiliki *Mindset* pemenang, maka Anda sudah kalah duluan.”
Ia menjelaskan bahwa *Mindset* pemenang memiliki tiga fungsi fundamental:
1. **Menafsirkan** (menganalisis kondisi).
2. **Merespons** (menerima atau menolak).
3. **Bertindak** (eksekusi berdasarkan respons).
*Pelajaran dari Krisis: Pentingnya Adaptif*
Karakter utama yang harus dimiliki seorang wirausaha, menurut Djaenuddin, adalah adaptif—kemampuan menyesuaikan diri. Ia mencontohkan kondisi krisis COVID-19 pada tahun 2020, di mana perusahaannya mengalami kemunduran drastis.
"Kalau waktu itu kita tidak adaptif, tidak memecah otak kita, bisa jadi kita menyalahkan keadaan," katanya.
Alih-alih menyalahkan, ia mengajak peserta untuk selalu menerima tantangan apa pun (terima dulu), agar otak dapat bekerja mencari solusi. Ia juga menyoroti ironi bahwa di tengah kesulitan ekonomi pasca-pandemi, ide-ide bisnis baru justru bermunculan, terbukti dari banyaknya usaha unik di sepanjang jalanan kota.
Forum ini berhasil menanamkan pesan kuat bagi *youthpreneur* Pasuruan: bahwa modal terbesar bukanlah uang, melainkan mental yang siap beradaptasi dan berjuang untuk kemandirian ekonomi.(*)
Firnas Muttaqin
Tayang disini
https://mediaonlinenasional.com/dari-pasuruan-untuk-negeri-forum-youthpreneur-gembleng-mental-bisnis-anak-muda/
No comments:
Post a Comment