Pada Shalat Jumat hari ini (26/12/2025) Ustadz Muhammad Said, Khatib di Masjid At Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, menyampaikan khutbah tentang pentingnya terus-menerus memperbaiki diri dan tidak berpuas diri dalam kehidupan dunia. Dengan mengutip berbagai dalil Al-Qur'an dan Hadist, beliau menekankan bahwa Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk senantiasa berlomba dalam kebaikan, bukan pasrah menunggu ajal.
Dalam pembukaan khutbahnya, Ustadz Muhammad Said mengingatkan agar setiap Muslim menjauhi putus asa. "Islam mengajarkan kepada kita supaya jangan kita berputus asa. Supaya kita senantiasa berpikir: bagaimana aku hari ini lebih baik daripada aku yang kemarin," serunya di hadapan jamaah.
Beliau mengkritik fenomena di mana banyak orang, meski memiliki akses ilmu yang mudah seperti melalui ponsel, justru stagnan. "Berapa banyak orang pegang handphone, 24 jam, tapi ilmunya tidak meningkat... sembahyangnya seperti itu juga, rezekinya juga tidak meningkat," tegasnya.
Untuk memotivasi jamaah, Ustadz Muhammad Said mengisahkan teladan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang selalu haus akan peningkatan, dari gubernur hingga khalifah, dan akhirnya bercita-cita mencapai surga tertinggi. "Jiwa aku menginginkan yang lebih tinggi dari khalifah, tidak ada yang lebih tinggi dari khalifah ilal jannah, melainkan surga," kutipnya.
*Dalil Al-Qur'an dan Hadist sebagai Penguat*
Khutbah ini diperkaya dengan sejumlah dalil yang menjadi landasan ajakan untuk aktif dan produktif. Ustadz Muhammad Said mengutip firman Allah dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10:
> *"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."*
Ayat ini, jelasnya, menegaskan bahwa setelah Shalat Jumat bukanlah waktu untuk bermalas-malasan, melainkan untuk bersemangat mencari rezeki dan beramal saleh dengan selalu mengingat Allah.
Beliau juga menyitir hadist Rasulullah SAW yang sangat populer tentang keutamaan memberi manfaat:
> *"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."* (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni).
Selain itu, kisah Nabi Ayyub AS yang disebutkan dalam hadist juga diangkat. Meski telah disembuhkan dan dikaruniai kekayaan, Nabi Ayyub tetap bersemangat mengambil belalang emas yang menghampirinya sebagai bentuk usaha meraih karunia Allah. "Selagi ada peluang rezeki-Mu, ada keberkatan-Mu aku cari ya Allah," demikian penjelasan tentang sikap Nabi Ayyub.
*Ajakan Konkret Menyongsong Pergantian Tahun*
Memasuki penghujung tahun 2025, Ustadz Muhammad Said mendorong jamaah untuk membuat resolusi perbaikan di segala aspek. "Kita harus merencanakan untuk peningkatan dalam banyak hal: ilmu, iman, amal ibadah, akhlak, cara bergaul, hingga silaturahmi," pesannya.
Beliau mengajak untuk tidak menunggu momen tertentu, melainkan memulai perubahan secepatnya. "Tidak usah kita menunggu tahun baru. Setiap hari kita ada peluang," serunya. (*)
Untuk menutup khutbah, Ustadz Muhammad Said mengingatkan tujuan akhir perjuangan hidup seorang Muslim dengan mengutip QS. Ali Imran ayat 133:
> **"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."**
"Berlomba-lombalah kita hadirin. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita ahli surga," pungkasnya penuh harap sebelum menutup khutbah dengan doa dan shalawat.
Khutbah yang penuh semangat ini diharapkan dapat menggerakkan jamaah untuk menyongsong tahun baru dengan komitmen yang lebih kuat dalam beribadah, berusaha, dan berbuat kebaikan bagi sesama. (*)
No comments:
Post a Comment