PW Muhammadiyah Jawa Timur Konsolidasikan Kekuatan Literasi dan Digital di Bawah MPID
Surabaya – Guna memperkuat peran strategis dalam membangun tradisi intelektual dan mengakselerasi transformasi digital, Majelis Pustaka Informasi dan Digital (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur menggelar konsolidasi di Ta'awun Tower, Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. (Sabtu, 13/12/2025).
Acara yang merupakan elaborasi dari Forum Diskusi dan Diseminasi (FDD) ini difokuskan untuk mengkaji draf buku sekaligus menyusun strategi penguatan literasi dan platform informasi di tingkat wilayah.
Mendorong Literasi Tingkat Tinggi Melalui Penulisan Sejarah
Dalam sambutannya, Ainur Rofiq Sophiaan perwakilan bidang Pustaka MPID PWM Jatim menekankan urgensi meningkatkan budaya literasi, khususnya menulis, sebagai fondasi pembangunan tradisi baru organisasi.
"Data UNESCO menunjukkan tingkat literasi kita, terutama membaca, masih sangat rendah. Literasi tertinggi justru ada di ranah menulis, karena seorang penulis pasti adalah pembaca serius," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar majelis dalam penerbitan dan minimnya tata kelola perpustakaan yang memadai di daerah sebagai tantangan yang perlu segera diatasi.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat penerbitan buku "Membangun Tradisi Baru (2000-2025)" yang merupakan kelanjutan dari buku "Menembus Benteng Tradisi". Rencananya, buku tersebut akan diluncurkan pada Kajian Ramadhan mendatang atau sekitar Februari - April 2026.
Transformasi Digital: Tiga Pilar Utama MPID
Pengurus MPID Jatim yang lain, Suli Da'im memaparkan visi transformasi media dan informasi organisasi. Strategi ini akan bertumpu pada tiga pilar utama: Digital Media, Trend, dan Event.
"Tiga pilar ini dirancang untuk memperkuat ekosistem informasi dan komunikasi multimedia Muhammadiyah Jatim. Pilar Digital Media khususnya bertujuan membangun, mengolah, dan memperkuat seluruh ekosistem informasi berbasis digital," jelasnya.
Langkah konkret yang akan segera dilakukan adalah mengonsolidasi dan memperkuat platform digital yang dimiliki, seperti portal resmi PWM Jawa Timur, serta melakukan transformasi "Ruang Matan" menjadi "Media Center" yang terintegrasi.
Komitmen Membangun Tradisi Intelektual yang Berkelanjutan
Konsolidasi ini tidak hanya membahas strategi ke depan, tetapi juga merefleksikan komitmen panjang dalam membangun tradisi kepenulisan. Pembicara berbagi pengalaman inspiratif saat mendampingi proses penyuntingan dan pencetakan buku "Menembus Benteng Tradisi" yang didampingi langsung oleh mantan Ketua PWM, Prof. Syafiq Mughni, hingga larut malam.
"Komitmen seperti inilah yang ingin kami wariskan kepada kader-kader muda, terutama para sejarawan dan penulis muda Muhammadiyah," imbuhnya.
Ke depan, MPID PWM Jatim berencana mengadakan workshop penulisan sejarah dan mendorong terbentuknya komunitas sejarawan muda Muhammadiyah, dimulai dari Jawa Timur.
Dengan konsolidasi ini, MPID PDM se-Jawa Timur diharapkan dapat lebih solid dan strategis dalam menjalankan peran gandanya: sebagai *benteng pelestarian khazanah intelektual* melalui karya tulis dan pustaka, sekaligus menjadi *penggerak utama narasi dan branding* organisasi di era digital. (*)
Firnas Muttaqin
No comments:
Post a Comment