Friday, November 28, 2025

Ikhlas Bukan Hanya Teori, Tapi Perjuangan Tiada Henti Demi Diterimanya Amal


Dalam khutbah Jumat (28/11/2025) yang berlangsung khidmat di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, Ustadz Muhammad Raizel Zaidan Al Rizki menyampaikan pesan mendalam tentang keikhlasan. Santri dari SPEAM Pasuruan ini menekankan bahwa ikhlas adalah ruh dari setiap ibadah dan kunci diterimanya amal oleh Allah SWT, sekaligus sebuah medan perjuangan yang penuh dengan jebakan dan tipu daya.

Ustadz Raizel  membuka khutbah dengan mengutip firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat: 56, yang menegaskan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah. Namun, beliau memperluas pemahaman ibadah tersebut.

“Tapi bukan berarti selama 24 jam kita hanya boleh menghabiskan waktu sholat atau membaca Al-Quran saja. Namun sekolah, belajar di pesantren, bekerja, membantu orang, berbaik sangka kepada teman, makan, minum dan lain sebagainya, bisa juga bernilai ibadah tergantung niat kita,” serunya kepada jamaah.

*Tiga Tingkatan Niat: Dari Pedagang hingga Orang Merdeka*

Mengutip kitab *Nuzhatul Majalis*, Ustadz Raizel memaparkan tiga tingkatan niat dalam beramal, sebuah gradasi yang membedakan kualitas spiritual seorang hamba. Tingkat terendah adalah seperti pedagang, yang beramal dengan mengharap keuntungan pahala. Tingkat kedua adalah seperti budak, yang beramal karena takut akan neraka. Adapun tingkatan tertinggi adalah orang yang merdeka, yang beramal semata-mata karena Allah. Inilah puncak dari ikhlas.

“Orang yang ikhlas diibaratkan... tangan kanan memberikan sesuatu namun tangan kirinya tidak sampai tahu,” ujarnya, menggambarkan bagaimana amal kebaikan seharusnya disembunyikan serapat-rapatnya.

*Kisah Peringatan: Ahli Ibadah yang Tergoda Dua Dinar*

Sebagai peringatan akan betapa rentannya keikhlasan, Ustadz Raizel menceritakan sebuah kisah Israiliyat dari kitab *Ihya' Ulumuddin* Imam Al-Ghazali. Kisah ini tentang seorang ahli ibadah yang gagal mempertahankan niatnya.

Awalnya, niatnya murni karena Allah: menebang pohon yang disembah kaum musyrik. Iblis pun menghadang. Berbagai bujukan gagal, hingga Iblis menawarkan strategi baru: iming-iming dua dinar setiap malam. Ahli ibadah itu tergoda. Ia membayangkan bisa terus beribadah tenang sambil menerima uang, sementara pohon itu akan ditebang oleh "malaikat" lain di kemudian hari.

“Ia terbuai dengan bujuk rayu syaitan,” tegas Ustadz Raizel.

Ketika Iblis mengingkari janji dan uang tidak lagi datang, sang ahli ibadah marah. Namun, kemarahan ini bukan lagi karena Allah, melainkan karena janji dua dinar yang tidak ditepati. Inilah titik kekalahannya. Niatnya yang semula ikhlas telah ternoda oleh kepentingan dunia.

“Iya, kalau kemarin kamu marah sebab niat hatimu murni, ikhlas karena Allah. Namun pada hari ini, kamu marah bukan karena Allah... Oleh karena itu, aku bisa mengalahkanmu,” kata Ustadz Raizel menirukan jawaban Iblis dalam kisah tersebut.

*Ikhlas adalah Susu Murni di Tengah Kotoran*

Untuk mempermudah pemahaman, sang ustadz mengibaratkan ikhlas laksana susu murni yang disebut dalam Al-Quran. “Susu keluar dari perut hewan, yang mana dalam perut hewan terdapat darah dan kotoran, namun, susu sama sekali tidak tercampur dengan dua kotoran tersebut,” paparnya. Demikian pula, amal perbuatan harus keluar murni untuk Allah, tanpa terkotori oleh riya', pujian, atau iming-iming dunia.

*Peringatan Akhir: Semua Bisa Binasa, Kecuali yang Ikhlas*

Khutbah ditutup dengan sebuah hikmah yang menggetarkan, yang menyatakan bahwa semua manusia, orang berilmu, dan orang yang beramal sekalipun akan binasa, kecuali mereka yang ikhlas. Namun, peringatan terakhir justru paling tajam: “Mereka yang ikhlas, masih dalam kekhawatiran nyawa.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa keikhlasan bukanlah gelar yang permanen, melainkan kondisi hati yang harus terus dijaga, diperjuangkan, dan dimurnikan hingga detik terakhir nafas. Sebuah pesan yang mengingatkan setiap muslim untuk senantiasa mawas diri dan memohon pertolongan Allah agar dapat mempertahankan kemurnian niat dalam setiap langkah hidupnya. (*)

Firnas Muttaqin 
---

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pasuruan Gelar Rakerda untuk Siapkan Program 2026


PASURUAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Semester di Hotel Nasional Pasuruan, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini bertujuan menyusun rencana kerja akhir tahun guna mempermudah dan memperlancar pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi pada tahun 2026.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Pasuruan, Bapak Mohamad Solehudin. Dalam sambutannya, Ketua Pelasana M Nur Yasin  menyampaikan terima kasih dan memohon kehadiran seluruh peserta untuk membuka serta memanfaatkan acara kerja ini sebaik-baiknya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) M Sholahudin  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah atas berbagai kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat dan pemerintah Kota Pasuruan.

"Pemerintah juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa kontribusi dari masyarakat. Salah satu organisasi yang sangat berperan adalah Muhammadiyah," ujarnya.

Ia mencontohkan partisipasi aktif Muhammadiyah dalam berbagai event nasional, seperti peringatan 17 Agustus, serta respons cepatnya dalam penanganan bencana, seperti banjir.

"Alhamdulillah, Muhammadiyah hadir menjaga negara untuk bisa berulang-ulang (memberikan bantuan)," tambahnya.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan harapan agar forum Rakerda ini dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi umat, terutama dalam menyikapi isu-isu global dan kondisi yang akan dihadapi di tahun depan.

Rakerda ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan dan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan kota dan pemberdayaan masyarakat. (*)

Firnas Muttaqin

Thursday, November 27, 2025

Pemerintah Kota Pasuruan Siap Hadapi Tantangan Fiskal dalam RAPBD 2026


PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan penurunan kapasitas fiskal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Adi Wibowo dan Wakil Wali Kota M. Nawawi dalam Rapat Paripurna III DPRD Kota Pasuruan, Rabu (26/11/2025).

Rapat yang digelar untuk mendengarkan jawaban eksekutif atas pandangan umum keenam fraksi ini dihadiri secara lengkap oleh pimpinan DPRD dan jajaran pemerintah daerah, menandakan keseriusan dalam membahas arah kebijakan fiskal tahun depan.

*Tanggapan atas Kritik dan Masukan*

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD, Gatot Adidoyo, tersebut dibuka dengan memberikan kesempatan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memberikan respons. "Dalam rapat paripurna ketiga kali ini, kami memberikan kesempatan kepada saudara Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Pasuruan untuk menyampaikan jawaban atas pertanyaan dan pandangan yang telah diajukan fraksi-fraksi,” ujar Gatot.

Wali Kota Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi mengawali dengan menyampaikan apresiasi atas masukan konstruktif dari seluruh fraksi. Ia menegaskan komitmen bersama untuk memastikan APBD 2026 tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih. Ini merupakan komitmen bersama untuk memastikan APBD 2026 tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

*Menjawab Kekhawatiran Penurunan Transfer Daerah*

Tantangan fiskal yang menjadi sorotan utama adalah penurunan drastis aliran dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp139,80 miliar. Hal ini pertama kali disinggung oleh Fraksi Golkar dan langsung ditanggapi oleh Wakil Wali Kota, M. Nawawi (Mas Nawawi).

Menghadapi realitas tersebut, Mas Nawawi menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan prinsip *money follow program*. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap rupiah anggaran dialokasikan untuk program yang memiliki output jelas dan dampak langsung bagi masyarakat.

"Meskipun terjadi penurunan TKD, kami tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dasar melalui efisiensi pada belanja penunjang serta penguatan *mandatory spending*," tegas Mas Nawawi.

*Komitmen pada Pelayanan Dasar*

Pernyataan tersebut mengisyaratkan strategi pengetatan anggaran yang tidak akan mengorbankan pelayanan publik yang esensial. Pemerintah akan berfokus pada penghematan di pos-pos belanja penunjang dan memprioritaskan belanja yang bersifat wajib untuk melindungi hak-hak dasar warga.

Rapat paripurna ini menjadi tonggak penting dalam proses demokrasi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Dialog antara legislatif dan eksekutif diharapkan dapat melahirkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran, responsif, dan mampu bertahan di tengah tekanan fiskal, demi kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan di tahun 2026 mendatang. (*)

Firnas Muttaqin

https://mediaonlinenasional.com/beginilah-kesiapan-pemkot-pasuruan-menghadapi-tantangan-fiskal-dalam-rapbd-2026/
_

Sunday, November 23, 2025

SOP Manajemen Masjid



Panduan lengkap untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Masjid Modern, beserta template laporan kegiatan dan keuangan yang bisa langsung Anda gunakan dan sesuaikan.

Konsep "modern" di sini berfokus pada akuntabilitas, transparansi, efisiensi, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan layanan kepada jama'ah dan masyarakat luas.

---

SOP MANAJEMEN MASJID MODERN

Nama Masjid: [Masjid Nama]
Alamat: [Alamat Masjid]

Visi:
Menjadi masjid yang menjadi pusat kegiatan spiritual, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang modern, transparan, dan berdaya guna bagi ummat.

Misi:
1.  Menyelenggarakan kegiatan ibadah yang khusyuk dan tertib.
2.  Menjadi pusat pendidikan dan kaderisasi Islam yang berkualitas.
3.  Meningkatkan peran sosial masjid untuk kesejahteraan masyarakat.
4.  Mengelola masjid secara profesional, transparan, dan akuntabel.
5.  Memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi layanan dan dakwah.

---

STRUKTUR ORGANISASI TAKMIR (PENGURUS MASJID)

Struktur ini dirancang untuk membagi tugas secara jelas dan profesional.

1.  Ketua Umum: Pimpinan tertinggi, bertanggung jawab atas seluruh kebijakan dan operasional masjid.
2.  Sekretaris: Mengelola administrasi, surat-menyurat, notulensi rapat, dan dokumentasi kegiatan.
3.  Bendahara: Mengelola seluruh keuangan masjid, mencatat pemasukan dan pengeluaran, dan membuat laporan keuangan.
4.  Divisi-Divisi Khusus:
    *   Divisi Keagamaan & Pendidikan: Menangani jadwal imam, khatib, muadzin, pengajar TPA/MDA, serta kegiatan kajian dan study club.
    *   Divisi Sosial & Kemasyarakatan: Menangani zakat, infaq, shodaqoh, program bantuan sosial, dan kerjasama dengan masyarakat.
    *   Divisi Sarana & Prasarana: Bertanggung jawab atas perawatan, kebersihan, dan keamanan bangunan masjid serta fasilitasnya (listrik, air, AC, dll).
    *   Divisi Humas & Media Digital: Mengelola komunikasi internal dan eksternal, media sosial, website, dan publikasi kegiatan masjid.
    *   Divisi Pengembangan Dana & Usaha: Mencari sumber dana inovatif selain dari kotak infak (misal: sewa ruang, koperasi masjid, dll).

---

SOP PROSEDUR KERJA (INTI)

A. SOP Manajemen Keuangan (Divisi Bendahara)

1.  Penerimaan Dana:
    *   Infaq/Sodaqoh Kotak: Dibuka dan dihitung oleh minimal 2 orang (Bendahara + 1 pengurus lainnya) setiap minggu. Hasilnya dicatat, disimpan di brankas, dan disetorkan ke rekening.
    *   Transfer Digital: Menggunakan nomor rekening atas nama Masjid/Bendahara. Setiap transaksi di-screenshot dan disimpan sebagai bukti.
    *   Donasi Khusus: Diberikan kuitansi resmi bertanda tangan Ketua dan Bendahara.
2.  Pengeluaran Dana:
    *   Setiap pengeluaran wajib disertai Kwitansi/Nota/Faktur Asli.
    *   Pengeluaran di atas Rp [jumlah tertentu, misal: 500.000] harus mendapat persetujuan tertulis dari Ketua Umum.
    *   Pembayaran dilakukan secara transfer (agar ada jejak digital) atau tunai dengan bukti kwitansi yang jelas.
3.  Pelaporan:
    *   Laporan Bulanan: Bendahara membuat laporan keuangan bulanan dan dibahas dalam rapat pengurus.
    *   Laporan Triwulanan: Disediakan dalam bentuk infografis yang mudah dibaca dan ditempel di papan pengumuman masjid serta diunggah di grup WhatsApp/media sosial.
    *   Laporan Tahunan: Disampaikan secara formal kepada jama'ah dalam acara pertemuan tahunan.

B. SOP Manajemen Program & Kegiatan (Semua Divisi)

1.  Pengajuan Program: Setiap divisi yang ingin mengadakan kegiatan harus mengisi Formulir Pengajuan Kegiatan (berisi: nama kegiatan, tujuan, target, anggaran, rencana promosi).
2.  Persetujuan: Pengajuan dibahas dalam rapat pengurus mingguan. Jika disetujui, Ketua Umum menandatangani formulir sebagai persetujuan resmi.
3.  Eksekusi: Divisi terkait melaksanakan kegiatan sesuai rencana yang telah disetujui. Divisi Humas & Media Digital membantu promosi.
4.  Pelaporan: Setelah kegiatan selesai, divisi wajib membuat Laporan Pelaksanaan Kegiatan maksimal 7 hari setelah acara.

C. SOP Komunikasi & Informasi (Divisi Humas & Media Digital)

1.  Pengumuman Resmi: Semua pengumuman resmi (jadwal kajian, perubahan jadwal sholat, dll) disampaikan melalui:
    *   Grup WhatsApp Jama'ah.
    *   Akun Media Sosial Masjid (Instagram/Facebook).
    *   Papan Pengumuman Digital/LCD di Masjid.
    *   Website Masjid (jika ada).
2.  Konten: Semua konten sebelum dipublikasikan harus mendapat persetujuan dari Sekretaris atau Ketua Umum untuk memastikan keakuratan informasi.
3.  Feedback: Menyediakan kanal untuk aspirasi dan keluhan jama'ah (misal: melalui nomor WhatsApp khusus atau email).

---

TEMPLATE LAPORAN

Berikut adalah template yang bisa Anda salin dan gunakan.

Template 1: Laporan Kegiatan Bulanan/Triwulanan

LAPORAN KEGIATAN [DIVISI NAMA]
**Periode:** [Bulan/Tahun]
**Masjid:** [Masjid Nama]

| **A. RINGKASAN EKSEKUTIF** |
| :--- |
| Capaian utama divisi pada periode ini adalah [sebutkan 2-3 pencapaian terbesar, misal: peningkatan jama'ah kajian sebesar 20%, berhasil menyalurkan bantuan kepada 50 anak yatim]. Tantangan terbesar adalah [sebutkan tantangan, misal: minimnya partisipasi remaja]. |

| **B. RINCIAN KEGIATAN** |
| **No.** | **Nama Kegiatan** | **Tanggal** | **Target & Realisasi Peserta** | **Anggaran (Rp)** | **Realisasi (Rp)** | **Keterangan/Hasil** |
|:---:|:---|:---|:---|:---:|:---:|:---|
| 1 | | | | | | |
| 2 | | | | | | |
| 3 | | | | | | |

| **C. ANALISIS & EVALUASI** |
| :--- |
| **Keberhasilan:** Jelaskan faktor-faktor penyebab keberhasilan kegiatan. |
| **Kendala:** Jelaskan hambatan yang dihadapi (misal: kurangnya promosi, cuaca buruk, dana tidak cukup). |
| **Solusi & Pembelajaran:** Apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala dan apa pelajaran untuk kegiatan selanjutnya? |

| **D. RENCANA KEGIATAN PERIODE BERIKUTNYA** |
| :--- |
| 1. [Nama Kegiatan 1] |
| 2. [Nama Kegiatan 2] |
| 3. [dst] |

**Mengetahui,**
**Ketua Umum Takmir**

_________________________
(Nama & Tanda Tangan)

**Dibuat oleh,**
**Ketua Divisi [Nama Divisi]**

_________________________
(Nama & Tanda Tangan)

---

#### **Template 2: Laporan Keuangan Bulanan**

**LAPORAN KEUANGAN MASJID [MASJID NAMA]**
**Periode:** [Bulan Tahun]
**Mata Uang:** Rupiah (Rp)

| **A. LAPORAN RINGKASAN** |
| :--- |
| **Saldo Awal Bulan:** | Rp. [jumlah] |
| **Total Pemasukan Bulan Ini:** | Rp. [jumlah] |
| **Total Pengeluaran Bulan Ini:** | Rp. [jumlah] |
| **Saldo Akhir Bulan:** | **Rp. [jumlah]** |

| **B. RINCIAN PEMASUKAN** |
| **No.** | **Sumber Dana** | **Jumlah (Rp)** | **Keterangan** |
|:---:|:---|:---:|:---|
| 1 | Infaq Kotak Jum'at | | |
| 2 | Infaq Kotak Harian | | |
| 3 | Transfer Digital | | (Terlampir bukti transfer) |
| 4 | Kotak Amal | | |
| 5 | Sumbangan Khusus | | (Dari [nama], untuk [keperluan]) |
| 6 | Sewa Aula/Parkir | | |
| 7 | Lain-lain | | |
| | **TOTAL PEMASUKAN** | **Rp. [jumlah]** | |

| **C. RINCIAN PENGELUARAN** |
| **No.** | **Uraian Pengeluaran** | **Jumlah (Rp)** | **Keterangan/Bukti** |
|:---:|:---|:---:|:---|
| 1 | **Biaya Operasional** | | |
| | - Gaji/Marbot/Cleaning Service | | |
| | - Listrik & Air | | |
| | - Internet & Telepon | | |
| | **Sub Total Operasional** | **Rp. [jumlah]** | |
| 2 | **Biaya Pemeliharaan** | | |
| | - Service AC | | (Kwittansi Terlampir) |
| | - Belanja ATK | | (Nota Terlampir) |
| | **Sub Total Pemeliharaan** | **Rp. [jumlah]** | |
| 3 | **Biaya Program Kegiatan** | | |
| | - Kajian Rutin | | (Konsumsi, dll) |
| | - Santunan Anak Yatim | | |
| | **Sub Total Program** | **Rp. [jumlah]** | |
| | **TOTAL PENGELUARAN** | **Rp. [jumlah]** | |

| **D. REKONSILIASI BANK** |
| :--- |
| Saldo Kas/Bank Menurut Buku: | Rp. [jumlah] |
| Saldo Rekening Bank (per [tanggal]): | Rp. [jumlah] |
| Selisih: | Rp. [jumlah] |
| *Keterangan Selisih: [Jelaskan jika ada selisih, misal: biaya admin bank, transaksi yang belum tercatat]* |

**Mengetahui,**
**Ketua Umum Takmir**

_________________________
(Nama & Tanda Tangan)

**Dibuat oleh,**
**Bendahara Masjid**

_________________________
(Nama & Tanda Tangan)

---

Semoga SOP dan template ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas manajemen masjid Anda. Ingat, langkah pertama adalah memulai dengan yang sederhana dan konsisten. Selamat mencoba.

Friday, November 21, 2025

Kenapa nama Ibrahim disandingkan dengan Muhammad dalam sholawat? Jelaskan dengan riwayat hadist / quran atau sejarah yang relevan.



Tentu, pertanyaan ini sangat mendasar dan penting dalam memahami kedudukan khusus Nabi Ibrahim dalam Islam. Penyandingan nama Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad dalam shalawat (seperti dalam Tasyahud dan Shalawat Ibrahimiyyah) bukanlah tanpa alasan, tetapi memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an, Hadits, dan sejarah.

Berikut adalah penjelasan lengkapnya berdasarkan riwayat hadits, Al-Qur'an, dan sejarah yang relevan:

### 1. Perintah Langsung dari Allah dalam Al-Qur'an (Dasar Utama)

Penyandingan ini berawal dari perintah Allah SWT langsung kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56:

> **إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا**

**Artinya:** *"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."* (QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad, namun tidak menjelaskan *bagaimana* lafaz shalawatnya. Nabi Muhammad kemudian mengajarkan lafaz shalawat yang spesifik, yang di dalamnya terdapat nama Nabi Ibrahim.

### 2. Hadits-Hadits yang Menjadi Dasar Shalawat Ibrahimiyyah

Riwayat-riwayat berikut menjadi landasan mengapa shalawat yang diajarkan Nabi menyertakan nama Nabi Ibrahim.

#### **Hadits dari Ka'ab bin 'Ujrah (Sahih Muslim)**
Ini adalah hadits yang paling komprehensif menjelaskan asal-usulnya. Para sahabat bertanya:

> **يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَّا السَّلاَمُ عَلَيْكَ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ، فَكَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكَ؟**

*"Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu (dalam tasyahud), lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?"*

Nabi Muhammad SAW kemudian menjawab:

> **قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ**

*"Ucapkanlah: **'Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.'"*** (HR. Muslim)

#### **Hadits dari Abu Humaid As-Sa'di (Sahih Bukhari)**
Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad diajari oleh malaikat Jibril tentang lafaz tasyahud, yang di dalamnya terdapat shalawat:

> **التَّحِيَّاتُ المُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ... اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ...**

*(Lafaz tasyahud lengkap)...* **"Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia..."** (HR. Bukhari)

### 3. Hikmah dan Alasan Penyandingan dengan Nabi Ibrahim

Mengapa justru Nabi Ibrahim yang disandingkan, dan bukan nabi lain seperti Musa atau Isa? Berikut hikmah dan alasannya:

#### **a. Nabi Ibrahim adalah "Bapak Monoteisme" (Bapak Tauhid)**
Nabi Ibrahim (Abrahim) dikenal sebagai **"Abul Anbiya"** (Bapak para Nabi). Beliau adalah sosok yang membangun fondasi tauhid (keesaan Allah) yang murni, yang kemudian diteruskan oleh para nabi setelahnya, termasuk Nabi Musa, Nabi Isa, dan puncaknya adalah Nabi Muhammad. Dengan menyandingkan Muhammad dengan Ibrahim, Islam menegaskan bahwa ia adalah kelanjutan dan penyempurna agama tauhid yang dibawa Ibrahim.

#### **b. Keduanya Membawa Syariat Baru yang Menjadi Ummat**
Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad adalah dua nabi yang membawa syariat baru dan menjadi pemimpin bagi sebuah ummat (millah). Berbeda dengan Nabi Musa yang lebih banyak melanjutkan garis keturunan Bani Israil, atau Nabi Isa yang diutus khusus untuk Bani Israil. Nabi Muhammad disebut dalam Al-Qur'an sebagai pengikut **"Millah Ibrahim"** (agama Ibrahim).

> **ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا**

*"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), 'Ikutilah agama Ibrahim yang lurus.'"* (QS. An-Nahl: 123)

#### **c. Doa Nabi Ibrahim untuk Keturunannya di Mekah**
Dalam Al-Qur'an, Nabi Ibrahim dan Ismail berdoa setelah membangun Ka'bah:

> **رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ**

*"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, serta menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."* (QS. Al-Baqarah: 129)

Nabi Muhammad SAW adalah penggenapan dari doa Nabi Ibrahim ini. Jadi, sangatlah tepat kita mendoakan Nabi Muhammad dengan "standar" yang sama seperti Allah telah memberkati dan memberi shalawat kepada Nabi Ibrahim, yang telah mendoakannya.

#### **d. Posisi Khusus Keduanya**
- **Kekasih Allah (Khaliilullah):** Nabi Ibrahim diberi gelar *Khaliilullah* (kekasih Allah).
- **Kekasih Allah (Habiibullah):** Nabi Muhammad diberi gelar *Habiibullah* (kekasih Allah).

Penyandingan ini adalah penyandingan dua "kekasih" Allah yang paling agung.

#### **e. Penghormatan dan Menghidupkan Sunnahnya**
Shalawat ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Ibrahim yang syariatnya—seperti haji—tetap dilestarikan dalam Islam. Dengan menyebut namanya dalam shalat setiap hari, kita menghidupkan sunnah dan hubungan spiritual dengan nenek moyang tauhid kita.

### Kesimpulan

Penyandingan nama **Ibrahim** dengan **Muhammad** dalam shalawat adalah berdasarkan:
1.  **Perintah Allah** untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad (QS. Al-Ahzab: 56).
2.  **Tuntunan langsung dari Nabi Muhammad** sendiri melalui hadits-hadits shahih tentang lafaz shalawat dan tasyahud.
3.  **Hubungan spiritual dan historis yang sangat erat** antara kedua nabi tersebut, dimana Nabi Muhammad adalah penerus dan penyempurna agama tauhid Nabi Ibrahim, serta merupakan jawaban dari doa Nabi Ibrahim sendiri.

Dengan demikian, shalawat ini bukan sekadar ucapan, tetapi mengandung makna yang dalam: pengakuan akan mata rantai kenabian, kesatuan agama tauhid, dan doa agar Nabi Muhammad dan umatnya mendapatkan berkah dan kedudukan yang agung sebagaimana yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim dan pengikutnya. (*)

Sumber: deepseek.com

Kunci Meraih Balasan Agung dengan Istiqomah


Ustadz Sulaiman menekankan pentingnya konsistensi atau istiqomah dalam beribadah sebagai kunci meraih kasih sayang dan balasan agung dari Allah SWT. Pesan ini disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid At Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, pada 21 November 2025.

Dalam pengantarnya, khatib mengingatkan jamaah bahwa sebagai wujud syukur atas nikmat yang tak terhitung, umat Islam harus bersungguh-sungguh dalam menjaga amal ibadah. Beliau mengakui bahwa memulai sebuah kebaikan seringkali terasa mudah, namun tantangan sesungguhnya justru terletak pada kesinambungan dalam menjalaninya.

“Allah SWT mencintai hamba-Nya yang melakukan amalan yang istiqomah, walaupun itu sedikit. Sesungguhnya, amalan yang paling dicintai adalah yang paling berkelanjutan, walaupun itu sedikit,” tegas Ustadz Sulaiman, mengutip sebuah hadits.

Makna Istiqomah Menurut Para Sahabat

Ustadz Sulaiman kemudian memaparkan makna istiqomah secara bahasa dan istilah. Secara bahasa, istiqomah bermakna lurus dan konsisten. Sementara secara istilah, beliau menguraikan pendapat para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA mendefinisikan istiqomah sebagai kemurnian tauhid, yaitu tidak menyekutukan Allah dengan apapun. Umar bin Khattab RA menyatakan bahwa istiqomah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan tanpa kecurangan. Sedangkan Utsman bin Affan RA memaknainya sebagai mengikhlaskan setiap amal hanya untuk Allah, dan Ali bin Abi Thalib RA menekankan istiqomah pada pelaksanaan kewajiban-kewajiban dari Allah SWT.

“Pada prinsipnya, setiap ibadah yang berat dilakukan, maka balasannya juga besar, pahalanya juga besar,” jelas Ustadz Sulaiman, menegaskan bahwa istiqomah meski terasa berat akan berbuah manis.

Dua Balasan Agung bagi Orang yang Istiqomah

Khatib kemudian merinci dua balasan utama yang dijanjikan Allah bagi hamba-Nya yang teguh pendirian dalam ibadah.

Pertama, Dihibur Malaikat dan Dimasukkan ke Surga. 

Ustadz Sulaiman mengutip Surah Fussilat ayat 30, yang menggambarkan bahwa di saat sakaratul maut—saat yang penuh ketakutan dan kesedihan—malaikat akan turun kepada orang yang istiqomah. “Malaikat datang untuk menghibur dan memberikan kabar gembira. Mereka berkata, 'Janganlah kamu takut terhadap apa yang akan terjadi setelah kematian, dan janganlah pula bersedih terhadap apa yang telah kau tinggalkan di dunia. Bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan untukmu',” terangnya.

Kedua, Mendapat Pahala Meski Tidak Mampu Beramal. 

Balasan agung lainnya adalah bahwa Allah akan tetap mencatat pahala amal rutin seseorang meskipun ia terhalang untuk melakukannya karena uzur, seperti sakit atau dalam perjalanan (safar). “Sebagai contoh, ada orang yang istiqomah sholat lima waktu secara berjamaah di masjid. Suatu ketika, Allah memberinya ujian sakit sehingga ia tidak mampu melakukannya. Maka dalam kondisi seperti ini, Allah akan tetap memberikan pahala sholat berjamaah baginya,” papar Ustadz Sulaiman. Hal ini, menurutnya, adalah bentuk keutamaan Allah yang luar biasa bagi hamba-Nya yang setia.

Di akhir khutbah, Ustadz Sulaiman berdoa semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan pertolongan kepada seluruh jamaah untuk dapat istiqomah dalam menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Khutbah ditutup dengan harapan agar konsistensi dalam kebaikan menjadi bekal hidup di dunia dan akhirat.

---

Thursday, November 20, 2025

Logika Keimanan dan Objektivitas Sunnatullah


Suasana khidmat menyelimuti Masjid At Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, pada Kamis malam (20/11/2025). Di hadapan para jamaah, Ustadz Anang Abdul Malik tidak sekadar menyampaikan nasihat agama yang normatif, melainkan mengajak jamaah menyelami dialektika antara hukum alam (*sunnatullah*) yang objektif, kesehatan mental, dan misteri takdir Ilahi.

Dalam kajiannya, Ustadz Anang membuka wawasan tentang sifat keadilan Allah yang "objektif" dalam mengatur kehidupan dunia. Ia menekankan bahwa keberhasilan material—seperti penguasaan teknologi dan kekayaan alam—tidak semata-mata bergantung pada status keimanan ritual seseorang, melainkan pada kepatuhan terhadap mekanisme sebab-akibat dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Objektivitas Hukum Allah dan Kualitas SDM

"Allah memiliki mekanisme yang bersifat objektif sesuai realita. Siapa pun yang menghendaki kehidupan dunia dan menguasai ilmunya, Allah tidak akan mengurangi sedikit pun hasilnya, meskipun dia kafir," tegas Ustadz Anang.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam QS. Hud (11): 15, yang menyiratkan bahwa barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Allah akan penuhi balasan pekerjaan mereka di dunia tanpa dikurangi sedikit pun.

Ustadz Anang memberikan contoh nyata tentang dominasi negara-negara maju seperti Amerika dan Tiongkok. Menurutnya, penguasaan mereka atas sumber daya bumi adalah hasil dari tingginya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia kemudian mengutip potongan ayat:

> *"...Annal ardha yaritsuha 'ibadiyas sholihin."*
> ("...bahwa bumi ini dipusakai oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.") — *QS. Al-Anbiya (21): 105*.

Dalam konteks ini, Ustadz Anang menafsirkan kata "saleh" sebagai kapabilitas atau kualitas. "Kenyataannya sekarang bumi dikuasai siapa? Mereka yang memiliki SDM tinggi. Allah itu Maha Adil, hukum-Nya di dunia bersifat konstan," ujarnya.

Otak Manusia, Pilihan Sadar, dan Ancaman Neraka

Beralih ke dimensi manusia, Ustadz Anang menjelaskan bahwa manusia diciptakan sempurna dengan perangkat akal (*prefrontal cortex*) untuk menimbang dan memutuskan. Oleh karena itu, masuknya manusia ke neraka adalah akibat dari tidak digunakannya potensi tersebut, sebagaimana disinggung dalam *QS. Al-A’raf (7): 179*:

> *"Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)..."*

"Kenapa sampai bunuh diri atau berbuat jahat? Karena 'qalbu' atau perangkat berpikirnya tidak didayagunakan. Padahal Allah sudah memberikan instrumen yang canggih," jelasnya.

Kesehatan Preventif: Jangan Mencelakakan Diri

Ustadz Anang juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan sebagai bentuk syukur. Ia mengkritik kebiasaan pola hidup buruk, seperti merokok atau mengonsumsi makanan tidak sehat, yang secara sadar merusak tubuh. Ia mengingatkan jamaah dengan ayat:

> *"Wala tulqu bi aidikum ilat-tahlukah."*
> ("Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.") — *QS. Al-Baqarah (2): 195*.

"Tubuh kita sebenarnya punya kemampuan menyembuhkan diri sendiri (*self-healing*) jika kita tidak menzaliminya. Ajaran Islam itu preventif, menjaga sebelum sakit," tambahnya sembari menceritakan pengalaman pribadinya menggunakan obat herbal sederhana.

Perdebatan tentang Intervensi Ilahi

Sesi kajian menjadi lebih hidup ketika salah seorang jamaah mengajukan pertanyaan kritis. Jamaah tersebut mempertanyakan, jika hukum Allah berjalan mekanis dan objektif, di mana letak peran doa dan pertolongan gaib ("intervensi") Allah?

Menanggapi hal ini, Ustadz Anang memberikan jawaban yang menyejukkan. Ia mengakui adanya hukum alam yang eksak, namun menegaskan bahwa doa memiliki jalurnya sendiri dalam dimensi yang abstrak. Ia merujuk pada janji Allah:

> *"Ud'uni astajib lakum."*
> ("Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.") — **QS. Ghafir (40): 60**.

Ia mengisahkan riwayat tentang umat terdahulu yang nasibnya berubah bukan karena hukum kausalitas semata, melainkan karena kekuatan sedekah yang "memaksa" rahmat Allah turun melebihi hitungan matematis.

"Allah berfirman dalam sebuah riwayat, 'Dia memintaku satu kali, tapi dia memberi (sedekah) berkali-kali. Bagaimana Aku bisa mencabut nikmat-Nya?'. Artinya, kepatuhan dan kedekatan seorang hamba bisa menghadirkan keajaiban di luar nalar manusia," pungkas Ustadz Anang menutup kajiannya. (*)

---

Firnas Muttaqin

Monday, November 17, 2025

SEJARAH SINGKAT PERANG BADAR

Berikut adalah sejarah singkat Perang Badar, mencakup tokoh-tokoh penting dan peristiwa utamanya.

Sejarah Singkat Perang Badar

Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam dari Madinah dan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran ini terjadi pada **17 Ramadhan tahun 2 Hijriah** (bertepatan dengan **13 Maret 624 Masehi**) di lembah Badr, yang terletak sekitar 120 km barat daya Madinah.

Pertempuran ini bukanlah perang yang direncanakan dari awal, melainkan hasil dari sebuah intervensi terhadap kafilah dagang Quraisy.

**Latar Belakang:**
Setelah hijrah ke Madinah, kaum Muslimin sering diganggu dan dihina oleh kaum Quraisy Mekkah. Harta benda mereka yang ditinggalkan di Mekkah juga dirampas. Dalam situasi ini, Allah SWT mengizinkan kaum Muslimin untuk membela diri (QS. Al-Hajj: 39).

**Pemicu Perang:**
Nabi Muhammad SAW mendapat kabar bahwa kafilah dagang besar Quraisy pimpinan **Abu Sufyan** yang membawa harta dalam jumlah besar (sekitar 1.000 ekor unta) sedang dalam perjalanan pulang dari Syam (Suriah) ke Mekkah. Kafilah ini melibatkan hampir semua tokoh Quraisy dan modal dagang mereka. Nabi Muhammad dan sekitar **314-317** pasukan Muslim bergerak untuk menyergap kafilah ini, bukan untuk berperang.

Mendengar rencana penyergapan, Abu Sufyan mengubah rute dan meminta bantuan dari Mekkah. Kaum Quraisy Mekkah, dipimpin oleh **Abu Jahal**, merespons dengan mengerahkan pasukan besar berjumlah **sekitar 950-1000** orang yang lengkap dengan persenjataan dan kavaleri (kuda). Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan kaum Muslimin sekali untuk selamanya.

Nabi Muhammad dan pasukan Muslim yang awalnya hanya berniat menyergap kafilah, kini dihadapkan pada pilihan: mundur atau menghadapi pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Atas dorongan para sahabat dan keyakinan akan pertolongan Allah, Nabi memutuskan untuk bertempur.

---

### **Tokoh-Tokoh Penting**

**Di Pihak Muslim:**
1.  **Nabi Muhammad SAW:** Pemimpin spiritual dan komandan tertinggi pasukan Muslim. Beliau tak hanya memimpin strategi perang tetapi juga terus berdoa memohon kemenangan dari Allah.
2.  **Hamzah bin Abdul Muthalib:** Paman Nabi dan salah satu prajurit terkuat yang dijuluki "Singa Allah". Ia memimpin sayap kanan pasukan.
3.  **Ali bin Abi Thalib:** Sepupu Nabi dan pemuda pemberani yang terkenal dalam duel satu lawan satu.
4.  **Ubaidah bin Harits:** Sepupu Nabi yang gugur setelah duel melawan Utbah bin Rabi'ah.
5.  **Abu Bakar Ash-Shiddiq:** Sahabat dekat Nabi yang selalu mendampingi dan menenangkan Nabi saat berdoa.
6.  **Umar bin Khattab:** Sahabat senior dan penasihat militer.

**Di Pihak Quraisy (Musyrikin):**
1.  **Abu Jahal ('Bapak Kebodohan'):** Pemimpin faktual pasukan Quraisy, musuh bebuyutan Islam. Nama aslinya adalah Amr bin Hisyam.
2.  **Utbah bin Rabi'ah:** Tokoh senior Quraisy yang awalnya menyarankan untuk tidak berperang, tetapi akhirnya ikut bertempur.
3.  **Syaibah bin Rabi'ah:** Saudara Utbah, yang juga tewas dalam pertempuran.
4.  **Al-Walid bin Utbah:** Putra Utbah, tewas dalam duel melawan Ali bin Abi Thalib.
5.  **Abu Sufyan:** Pemimpin kafilah dagang yang berhasil melarikan diri dan memicu dikirimnya pasukan bantuan Quraisy.

---

### **Peristiwa-Peristiwa Penting**

1.  **Pemilihan Lokasi:** Nabi Muhammad dengan cerdik memilih posisi pasukan dekat dengan sumber air, memastikan pasukan Muslim menguasai persediaan air.
2.  **Duel Satu Lawan Satu:** Sebelum pertempuran utama dimulai, tiga prajurit terbaik Quraisy (Al-Walid, Utbah, dan Syaibah) menantang duel. Tantangan ini dijawab oleh **Hamzah, Ali, dan Ubaidah**. Hamzah dan Ali berhasil mengalahkan lawannya, sementara Ubaidah dan lawannya saling melukai sebelum akhirnya Ubaidah gugur.
3.  **Serangan Umum dan Bantuan Malaikat:** Setelah duel, pertempuran pecah. Meski kalah jumlah dan persenjataan, kaum Muslimin bertempur dengan semangat dan keyakinan yang tinggi. Al-Qur'an (QS. Ali Imran: 123-125) menyebutkan bahwa Allah mengirimkan bala bantuan **malaikat** yang dipimpin oleh Malaikat Jibril untuk memperkuat barisan Muslim. Kehadiran malaikat ini meningkatkan moral pasukan Muslim secara drastis.
4.  **Kekalahan Telak Quraisy:** Pasukan Quraisy yang sombong akhirnya kocar-kacir. Banyak pemimpin penting mereka yang tewas, termasuk **Abu Jahal** yang dibunuh oleh dua pemuda Anshar.
5.  **Korban Jiwa:** Di pihak Muslim, **14 orang gugur** sebagai syahid. Sementara di pihak Quraisy, **70 orang tewas** dan **70 lainnya ditawan**.

---

### **Makna dan Dampak Perang Badar**

*   **Kemenangan Moral dan Spiritual:** Kemenangan ini membuktikan bahwa kebenaran dan iman dapat mengalahkan kekuatan materi dan jumlah yang besar. Ini menjadi pembuktian pertama kekuatan politik dan militer umat Islam di Madinah.
*   **Pembalasan Status Quo:** Kekalahan memalukan Quraisy mengubah peta kekuatan di Jazirah Arab. Kabilah-kabilah lain mulai memandang serius kaum Muslimin.
*   **Persatuan Umat:** Pertempuran ini memperkuat ikatan antara kaum Muhajirin (orang Mekkah yang hijrah) dan Anshar (penolong dari Madinah).
*   **Perlakuan terhadap Tawanan:** Nabi Muhammad memperlakukan tawanan perang dengan sangat manusiawi. Mereka yang bisa membaca dan menulis dapat membebaskan diri dengan mengajarkan 10 anak Muslim sebagai tebusan. Kebijakan ini menunjukkan penekanan Islam pada pendidikan.

Secara keseluruhan, **Perang Badar bukan sekadar kemenangan militer, tetapi merupakan titik balik fundamental yang menegaskan eksistensi dan masa depan negara Islam di Madinah.** Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an dengan sebutan **"Yaumul Furqan"** (Hari Pembeda), karena membedakan antara yang haq (kebenaran) dan yang batil (kebatilan).

____


Kenapa Nabi Muhammad dan sekitar 314-317 pasukan Muslim bergerak untuk menyergap kafilah ini, bukan untuk berperang.?

Pertanyaan yang sangat bagus karena menyentuh inti dari misi awal pasukan Muslim. Nabi Muhammad SAW dan sekitar 314-317 pasukan bergerak untuk **menyergap kafilah dagang Quraisy**, bukan untuk berperang, karena beberapa alasan strategis, ekonomi, dan politis yang sangat kuat:

### **1. Tujuan Utama: Ganti Rugi Ekonomi (Reprisal)**
*   **Perampasan Harta di Mekkah:** Ketika kaum Muslimin hijrah ke Madinah, mereka terpaksa meninggalkan hampir semua harta benda mereka di Mekkah. Harta-harta ini kemudian dirampas dan dikuasai oleh kaum Quraisy. Tindakan menyergap kafilah dipandang sebagai bentuk **pengambilalihan kembali aset mereka** atau ganti rugi yang sah secara moral pada masa itu.
*   **Perang Ekonomi:** Kafilah dagang pimpinan Abu Sufyan ini bukan kafilah biasa. Ini adalah kafilah dagang terbesar milik para pemimpin Quraisy yang membawa modal dagang kolektif mereka. Berhasil menyita kafilah ini akan:
    *   **Memukul perekonomian Quraisy** di Mekkah secara telak.
    *   **Menguatkan posisi ekonomi kaum Muslimin** di Madinah yang masih sangat lemah.

### **2. Pertimbangan Strategi Militer: Menghindari Konfrontasi Langsung**
*   **Kekuatan yang Tidak Seimbang:** Pasukan Muslim hanya berjumlah sekitar 314 orang dengan persenjataan yang sangat sederhana (hanya 2 kuda dan 70 unta). Mereka **sama sekali tidak siap** untuk menghadapi pasukan tempur Quraisy yang profesional, lengkap senjatanya, dan jumlahnya tiga kali lipat.
*   **Misi Awal adalah "Operasi Penyitaan":** Niat awal adalah menangkap kafilah dagang yang **tidak memiliki pasukan pengawal yang besar**. Kafilah biasanya hanya dijaga oleh sedikit orang. Ini adalah target yang realistis dan relatif rendah risikonya bagi pasukan kecil dari Madinah. Perang terbuka bukanlah opsi yang diinginkan.

### **3. Sinyal Politik dan Psikologis**
*   **Menegaskan Kedaulatan:** Dengan berani menyergap kafilah Quraisy di jalur perdagangan mereka, Nabi Muhammad mengirim pesan yang jelas kepada Quraisy bahwa **negara Islam di Madinah telah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan**. Ini adalah cara menunjukkan bahwa Quraisy tidak bisa lagi mengganggu kaum Muslimin dengan bebas.
*   **Balas Dendam atas Penindasan:** Tindakan ini juga dimaknai sebagai pembalasan yang setimpal atas years of persecution, penyiksaan, dan boikot ekonomi yang dilakukan Quraisy terhadap kaum Muslimin saat di Mekkah.

### **Apa yang Berubah? Perubahan Niat dari "Penyergapan" menjadi "Pertempuran"**

Rencana awal yang sederhana ini berubah total ketika **mata-mata Nabi Muhammad** mengetahui bahwa:
1.  **Kafilah Abu Sufyan telah melarikan diri** dengan mengubah rute menuju pantai, menghindari penyergapan.
2.  **Pasukan bantuan Quraisy dari Mekkah**, yang dipimpin oleh Abu Jahal, dengan kekuatan penuh (950-1000 prajurit) sedang mendekat dengan maksud jelas untuk **menghancurkan kaum Muslimin**.

Pada titik inilah, situasinya berubah drastis. Pasukan Muslim sekarang dihadapkan pada dua pilihan:

*   **Pilihan 1: Mundur ke Madinah.** Ini adalah tindakan yang aman, tetapi akan dilihat sebagai tanda kelemahan dan bisa mendorong Quraisy untuk menyerang Madinah di kemudian hari.
*   **Pilihan 2: Bertempur melawan pasukan yang jauh lebih besar.** Ini adalah keputusan yang sangat berisiko dan hampir mustahil secara logistik.

Setelah musyawarah dengan para sahabat, dan dengan dorongan serta keyakinan penuh akan pertolongan Allah, **Nabi Muhammad memutuskan untuk bertempur**. Keputusan ini diambil karena:
*   **Semangat dan dukungan para sahabat,** terutama kaum Anshar (penduduk Madinah) yang berjanji setia untuk membela Nabi.
*   **Keyakinan spiritual** bahwa Allah akan menolong mereka meskipun jumlah sedikit, sebagaimana yang dijanjikan dalam Al-Qur'an.

**Kesimpulan:**

Jadi, jawaban singkatnya adalah: **Mereka bergerak untuk menyergap kafilah karena itu adalah misi yang feasible (dapat dilakukan) dengan tujuan ekonomi dan politis yang jelas, sementara berperang melawan pasukan Quraisy adalah skenario yang tidak diinginkan dan di luar rencana awal.** Perang Badar yang sesungguhnya terjadi karena reaksi Quraisy yang memaksakan konfrontasi militer skala penuh. (*)




Dari "Nukmis" Pandemi hingga "Mujadan": Kisah Pak Windu dan Baksonya di Kediri



KEDIRI – Di balik semangkuk bakso hangat yang dijajakan Pak Windu di Lamong Badas, Kediri, tersimpan sebuah narasi tentang ketahanan usaha mikro, dampak tak terduga sebuah pandemi, dan beban perjuangan yang ia sebut sebagai "mujadan".

Berdagang bakso bersama istrinya selama lebih dari tiga tahun, perjalanan usaha Windu penuh gelombang. Awal mula pandemi COVID-19 justru menjadi masa "nukmis" – rejeki tak terduga – baginya. "Awalnya kita kan nggak usaha gini, nyonya kan nggak pernah usaha seperti ini. Saya kan usaha pembibitan lele," kenangnya.

Puncaknya, omsetnya bisa menyentuh Rp 1-1,1 juta per hari selama hampir tujuh bulan. Namun, gemerlap itu tidak bertahan lama. "Habis itu, mulai ada orang ngganggu secara ghoib," ujarnya singkat, menandai fase penurunan yang kemudian mendorongnya bertahan di jalur kuliner.

Di balik kisah naik-turun omset, terselip sebuah perjuangan batin yang dalam. Windu menyebutnya "mujadan", sebuah istilah yang ia jelaskan sebagai perjuangan atau beban hidup yang dijalani sendiri. "Saya ibaratnya saya lakoni sendiri. Saya lawan sendiri, gangguan ghoib itu" tuturnya.

Dampak "mujadan" ini ternyata tidak hanya psikis, tetapi juga fisik. "Ngefek itu kalau saya, gimana sih, kalau saya mau jantai sendiri. Di badan saya itu loh yang ngefek. Sumpah kecewa itu... Kadang itu sampai nyetrum," paparnya, menggambarkan betapa beban usaha ini terasa secara kongkret di tubuhnya. Meski secara logika sulit dijelaskan, baginya ini adalah fakta yang harus dihadapi.

Tata Kelola Sederhana dan Realitas Usaha Mikro

Sebagai cerminan usaha mikro yang khas, Windu mengelola bisnisnya dengan sistem yang sederhana. Pencatatan keuangan hanya berupa "coretan", dan ia tidak memiliki izin usaha resmi. "Sebenarnya itu kan tergantung individunya. Kalau mau ngurus juga bisa. Tapi kalau nggak ngurus juga nggak apa-apa," ujarnya, mencerminkan fleksibilitas sekaligus kerapuhan sistem administrasi di tingkat usaha paling dasar.

Meski skalanya kecil, Windu tetap memenuhi kewajiban finansialnya. Kreditnya di PNM (PNM Mekaar) ia bayar dengan lancar. "Lancar, ya? Ya, lancar. Itu kan nggak bisa berhenti," katanya.

Berbeda dengan usaha lele sebelumnya yang bisa mempekerjakan hingga lima orang, usaha bakso ini hanya dijalankan oleh pasangan suami-istri tanpa melibatkan karyawan tetap. "Sementara nggak ada," jawabnya ketika ditanya apakah usahanya menyerap tenaga kerja warga sekitar.

Metafora Keterputusan Digital

Di akhir wawancara, sebuah metafora tak terduga muncul. Pewawancara mengalami kendala teknis – aplikasi yang error dan perangkat dengan RAM terbatas yang enggan menyimpan data. "HP saya RAM-nya 2. Nggak bisa mungkin," kata Windu, yang justru memahami keterbatasan teknologi ini.

Insiden teknis ini seperti menjadi gambaran kecil dari tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro seperti Windu: berada di pinggiran sistem digital yang semakin maju, namun harus terus bertahan dengan segala keterbatasan.

Dengan segala "mujadan"-nya, Windu dan istrinya terus bertahan. "Alhamdulillah," ucapnya, sebuah ungkapan syukur yang sederhana namun penuh makna, mewakili semangat juang para pelaku usaha mikro Indonesia yang terus berdaya dalam gelombang ketidakpastian ekonomi. (*)

Saturday, November 15, 2025

Atap Rumah Ambrol Diterjang Angin Kencang Dini Hari di Pasuruan


Pasuruan – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Pasuruan melaporkan satu unit rumah mengalami kerusakan berat akibat angin kencang yang melanda kawasan Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Sabtu (15/11/2025) dini hari.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB, saat hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan atap rumah milik Lianawati Tjandra di Jalan Lombok RT.1 RW.6 ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerusakan material tergolong berat.
"Atap rumah mengalami rusak berat. Nilai kerugian masih dalam proses perhitungan," bunyi laporan resmi Pusdalops PB BPBD Kota Pasuruan yang ditujukan kepada Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, Kepala BNPB, serta pimpinan BPBD Jawa Timur dan Kota Pasuruan.

Tim BPBD Kota Pasuruan langsung melakukan respons cepat dengan melaksanakan assessment di lokasi kejadian pada pukul 07.00 WIB. Assessment dilakukan untuk mengevaluasi kerusakan dan mengkoordinasikan penanganan dengan pemilik rumah.

"Tim telah melakukan assessment di lokasi, berkoordinasi dengan pemilik rumah yang terdampak, dan melaporkan kejadian ini kepada pimpinan," jelas pernyataan dalam laporan tersebut.

Proses penanganan melibatkan Pusdalops BPBD Kota Pasuruan bersama perangkat RT/RW setempat. Hingga berita ini diturunkan, upaya penanganan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan dan kenyamanan warga terdampak.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada malam hingga dini hari. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah antisipasi ketika ada peringatan cuaca buruk. (*)


Islam di Buleleng Bali

Gambaran Umum

Meskipun Bali dikenal sebagai pulau dengan mayoritas Hindu, Kabupaten Buleleng memiliki komunitas Muslim yang signifikan, tertua, dan paling terintegrasi di Bali. Kota Singaraja, ibu kota Buleleng, adalah pusat utama kehidupan umat Islam di pulau ini. Keberadaan Islam di Buleleng memiliki karakter yang unik, ditandai dengan sejarah panjang, kerukunan, dan akulturasi yang mendalam dengan budaya Bali.

---

Sejarah Masuknya Islam di Buleleng

Islam tiba di Buleleng melalui beberapa gelombang dan jalur utama:

1.  Jalur Perdagangan (Abad ke-15 - 17)
    *   Buleleng, dengan pelabuhan alamnya di Buleleng Lama (kini Kampung Bugis), merupakan titik persinggahan penting dalam rute perdagangan antara Jawa, Makassar, Nusa Tenggara, dan Maluku.
    *   Pedagang dari Makassar (Suku Bugis dan Makassar) dan Pulau Jawa yang beragama Islam mulai menetap dan membentuk komunitas di sekitar pelabuhan. Mereka menikah dengan penduduk lokal dan perlahan membentuk kampung-kampung Muslim awal.

2.  Gelombang Politik (Abad ke-17 - 19)
    *   Pengaruh Kerajaan Gowa dan Bone dari Sulawesi Selatan cukup kuat. Bahkan, Raja Buleleng, I Gusti Panji Sakti, dikenal memiliki pengawal pribadi dan pasukan khusus dari kalangan Bugis yang tangguh.
    *   Kedekatan hubungan politik ini semakin memperkuat keberadaan komunitas Muslim Bugis di Buleleng.

3.  Periode Kolonial Belanda
    *   Saat Singaraja menjadi ibu kota Hindia Belanda untuk Kawasan Sunda Kecil (dari 1849 hingga 1953), banyak pegawai dan tentara dari berbagai suku (seperti Jawa, Madura, dan Sasak) yang beragama Islam dibawa ke Singaraja. Ini semakin memperbesar populasi Muslim.

4.  Masa Kemerdekaan & Transmigrasi
    *   Program transmigrasi oleh pemerintah pada era Orde Baru juga membawa sejumlah keluarga Muslim dari Jawa, Lombok, dan tempat lain ke beberapa daerah di Buleleng.

---

Pusat-Pusat Keislaman di Buleleng

1.  Kampung Bugis & Kampung Kajanan (Singaraja)
    *   Ini adalah kampung Muslim tertua di Bali. Lokasinya dekat dengan pelabuhan lama Buleleng.
    *   Masjid Jami' Baiturrahim Kampung Bugis, yang didirikan pada 1700-an, adalah masjid tertua di Bali dan menjadi bukti sejarah panjang Islam di Buleleng.
    *   Arsitektur masjid dan rumah-rumah di sini menunjukkan akulturasi yang unik antara elemen Islam, Bugis, dan Bali.

2.  Kampung Anyar & Kampung Baru (Singaraja)
    *   Komunitas Muslim di kampung ini umumnya berasal dari keturunan Jawa dan Madura yang datang pada masa kolonial.
    *   Masjid Jami' Nur Muhammad di Kampung Anyar juga merupakan masjid bersejarah.

3.  Desa Sumberkima (Kecamatan Gerokgak)
    *   Terletak di pesisir barat Buleleng, desa ini memiliki populasi Muslim yang besar, banyak yang bekerja sebagai nelayan. Mereka hidup berdampingan secara harmonis dengan komunitas Hindu.

---

Keunikan & Akulturasi Budaya

Inilah yang membuat Islam di Buleleng sangat spesial:

1.  Arsitektur Masjid yang Berakulturasi
    *   Masjid-masjid tua di Buleleng, seperti Masjid Kampung Bugis, tidak memiliki kubah seperti masjid pada umumnya. Atapnya bersusun (tumpang) menyerupai arsitektur bangunan suci Hindu Bali atau joglo Jawa, dengan warna dan ornamen yang disesuaikan. Hanya menara dan kaligrafi yang menandakan bangunan tersebut adalah masjid.

2.  Bahasa dan Identitas
    *   Banyak Muslim Buleleng, terutama generasi tua, adalah bilingual atau bahkan trilingual. Mereka fasih berbahasa Bali (baik tingkat halus/alus maupun kasar), Bahasa Indonesia, dan bahasa leluhur (seperti Bugis atau Jawa).
    *   Mereka menggunakan bahasa Bali dalam komunikasi sehari-hari dengan tetangga Hindu mereka, sebuah tanda integrasi yang sangat dalam.

3.  Partisipasi dalam Adat dan Budaya Bali
    *   Umat Islam di Buleleng aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat. Mereka turut serta dalam kerja bakti (*gotong royong*), merayakan hari raya Galungan dan Kuningan dengan cara mereka sendiri (seperti membuat *penjor* sederhana di depan rumah atau saling mengunjungi), dan menghadiri upacara adat tetangga Hindu mereka.
    *   Sebaliknya, tetangga Hindu juga turut merayakan Idul Fitri dan Idul Adha dengan saling mengunjungi dan bertukar makanan.

4.  Kuliner Halal dengan Rasa Bali
    *   Banyak warung makan Muslim di Buleleng yang menyajikan masakan khas Bali, seperti Sate Ayam dan Babi Guling, namun menggunakan daging ayam atau sapi/kambing sebagai pengganti babi. Bumbunya tetap khas Bali, sehingga dikenal sebagai "Sate Ayam Bali Muslim" atau "Guling Sapi".

---

Kerukunan Umat Beragama

Buleleng sering dijadikan contoh teladan kerukunan umat beragama di Indonesia. Hubungan antara Muslim dan Hindu di Buleleng dibangun di atas fondasi:
*   Saling Menghormati: Kedua komunitas saling menghormati keyakinan dan hari raya masing-masing.
*   Nilai Kearifan Lokal Bali: Konsep "Tat Twam Asi" (aku adalah kamu) dan "Menyama Braya" (semua adalah saudara) diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
*   Sejarah yang Panjang: Kedua komunitas telah hidup bersama selama berabad-abad, sehingga pemahaman antar budaya sudah sangat mendarah daging.

Kesimpulan

Islam di Buleleng bukanlah pendatang baru. Ia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari mozaik sejarah dan budaya Buleleng. Komunitas Muslim Buleleng telah berhasil menemukan formula yang harmonis antara mempertahankan identitas keislaman mereka sekaligus berintegrasi secara mendalam dan penuh hormat dengan budaya dan adat istiadat Bali. Hal ini menjadikan Buleleng sebagai laboratorium hidup kerukunan dan akulturasi yang patut dipelajari. (*)

Friday, November 14, 2025

Meraih Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat

Penceramah: Farhanul Ulla
Lokasi: Masjid Sabilul Karim, Dusun Teleng, Desa Girirejo, Kec. Bagor, Kab. Nganjuk, Jawa Timur
Tanggal: 14 November 2025

Pengantar:
Khutbah dimulai dengan pujian dan syukur kepada Allah SWT serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Penceramah mengutip doa yang sering dipanjatkan: *"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka."* (QS. Al-Baqarah: 201). Dari doa inilah, pertanyaan utama khutbah ini diajukan: "Bagaimana cara mencapai hidup bahagia?"

Isi Khutbah:
Penceramah menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat diraih dengan mengikuti tuntunan Allah SWT, sebagaimana janji dalam QS. An-Nahl: 97. Kemudian, dijelaskan empat tanda atau cara untuk meraih hidup bahagia:

1. Rezeki yang Halal (الرزق الحلال)
- Rezeki yang halal, baik dari segi sumber maupun cara memperolehnya, adalah fondasi hidup bahagia.
- Rezeki halal membawa keberkahan, memudahkan urusan, mendatangkan sakinah (ketentraman) dalam keluarga, dan memudahkan untuk beribadah seperti haji dan umrah.
- Sebaliknya, rezeki haram (seperti hasil korupsi atau mencuri) justru mendatangkan ketidaktenangan, ketakutan, dan kesengsaraan, meskipun secara materi tampak banyak.

2. Qana'ah (Menerima dan Ridho dengan Pemberian Allah)
- Qana'ah atau dalam bahasa Jawa disebut "nerimo ing pandum" adalah kunci kebahagiaan.
- Seseorang yang qana'ah akan selalu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Sebaliknya, orang yang tidak qana'ah, meski kaya raya, akan selalu merasa kurang dan iri pada orang lain, yang dapat mendorongnya kepada perbuatan jahat.
- Nabi Muhammad SAW bersabda: "Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam hal materi), dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim).

3. Pertolongan Allah (نصرة الله)
- Hidup yang bahagia adalah hidup yang selalu mendapat pertolongan Allah.
- Allah berjanji akan menolong orang-orang yang berjuang di jalan-Nya (QS. Muhammad: 7). Termasuk dalam golongan ini adalah orang yang menuntut ilmu, mengajarkannya, dan memakmurkan masjid.

4. Merasakan Manisnya Iman (حلاوة الإيمان)
- Tanda kebahagiaan tertinggi adalah ketika seseorang dapat merasakan lezat dan manisnya beribadah dan bertaqwa kepada Allah.
- Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga hal yang membuat seseorang merasakan manisnya iman:
    1. Jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.
    2. Jika ia mencintai seseorang hanya karena Allah (karena ketaatannya).
    3. Jika ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api.

Penutup dan Doa:
Penceramah menutup dengan menyimpulkan keempat poin di atas sebagai resep meraih kebahagiaan. Khutbah diakhiri dengan doa agar seluruh jamaah diberikan pertolongan oleh Allah untuk menjadi manusia yang bahagia di dunia dan akhirat.

---


Tuesday, November 11, 2025

Tim Gabungan Cepat Tangani Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di Jalan Diponegoro


PASURUAN – Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan bersama dengan unsur terkait berhasil menangani insiden pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, Selasa (11/11/2025) siang. Kejadian yang berlangsung singkat tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Pasuruan, peristiwa ini terjadi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo. Laporan pertama mengenai pohon tumbang diterima Pusdalops pukul 14.42 WIB.

Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan diduga menjadi penyebab utama pohon tersebut roboh, menghalangi sebagian jalan.

"Alhamdulillah, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Tim kami langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan," ungkap pihak Pusdalops BPBD Kota Pasuruan melalui rilis resminya.
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi asesmen dan dokumentasi di lokasi kejadian, pemotongan batang pohon yang tumbang, serta pembersihan ranting-ranting yang berserakan. Seluruh proses penanganan dilaporkan selesai dalam waktu relatif singkat, yaitu pada pukul 15.10 WIB.

Selain personel Pusdalops BPBD Kota Pasuruan, penanganan ini juga melibatkan personel dari Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Pasuruan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHKP) Kota Pasuruan.

Laporan ini telah disampaikan kepada Walikota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala BNPB, serta Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban dan transparansi penanganan darurat.
Kejadian ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di musim penghujan dimana angin kencang dan pohon tumbang kerap terjadi.

Kontak untuk Pelaporan:
Masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat kepada BPBD Kota Pasuruan melalui telepon (0343) 412424, WhatsApp 082245295448, atau email PusdalopsPB.kopas@gmail.com.

KOLEKSI FOTO LAWAS

    Foto: Masjid Kemayoran Surabaya

Foto-foto lama Surabaya https://drive.google.com/drive/folders/19sCOJbotf-fByypTYgl8yiGAyfUlhghf

*

Inilah Situs Website Belanda Yang Menyimpan Data Foto Masa Lalu Di Nusantara

Mencari data foto lamal itu terbilang gampang-gampang susah. Untuk bisa mengambil data foto lama bisa ke situs lembaga arsip dan perpustakaan di Belanda yang bersifat open access, bagi yang berkeinginan menggali data secara mendalam harus memiliki akun privat.

Berikut ini situs-situs Belanda yang menyediakan koleksi data foto lama Indonesia di zaman kolonial.

1. KITLV - Leiden University Libraries

Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda ini memiliki banyak koleksi data foto tentang Indonesia, hampir tiap daerah ada beberapa dara foto lamanya. Suku pedalaman Mentawai saja ada koleksinya

Perpustakaan Universitas Leiden terdapat bagian yang menyimpan koleksi khusus tentang Asia Tenggara yang tersimpan di lembaga Koninklijk Instituut voor Taal-Land-en Volkenkunde (KITLV) yang berpusat di Leiden. Lembaga ini telah ada sejak tahun 1851 dan membuka perwakilannya di Jakarta pada tahun 1969.

KITLV fokus untuk mengumpulkan informasi dan meneliti mengenai keadaan masa kini dan lampau daerah-bekas koloni Belanda. Dulu lembaga ini berdiri sendiri, sejak 1 Juli 2014 Perpustakaan KITLV di Leiden dan di Jakarta bergabung dengan Perpustakaan Universitas Leiden.

Alamat situnya https://digitalcollections.universiteitleiden.nl 

2.  Tropenmuseum Amsterdam - NMVW Collection and Library

Tropenmuseum ini salah satu museum etnografi dan antropologi terbesar di Amsterdam yang telah eksis sejak tahun 1864. Museum ini banyak menyimpan koleksi benda-benda sejarah peninggalan bekas negara koloni Belanda, termasuk Indonesia.

Ada berbagai lukisan, wayang, alat musik, patung, senjata kuno, artefak tekstil, hingga rempah-rempah Indonesia. Terpenting adalah koleksi data fotonya yang bisa diakses secara digital. Tropenmuseum ini paling banyak memiliki koleksi peninggalan dari Indonesia. Kumparan memberitakan ada 370 ribu koleksi dan 260 ribu foto yang dimiliki Tropenmuseum. 

Sejak 2017, Tropenmuseum bergabung dalam lembaga The National Museum of World Cultures (NMVW) bersama Museum Afrika di Berg en Dal, Museum Volkenkunde di Leiden dan Wereldmuseum di Rotterdam. NMVW memiliki koleksi hampir 450.000 objek, 260.000 foto dan sekitar 350.000 item film dokumenter dan materi video.

Alamat situnya https://collectie.wereldculturen.nl

3. Rijkmuseum Amsterdam

Rijkmuseum Amsterdam merupakan museum yang paling terkenal dan banyak dikunjungi di Belanda. Rijksmuseum sering berpindah-pindah lokasi mula didirikan di Den Haag pada 9 November 1798 dan pindah ke Amsterdam pada tahun 1808.

Museum nasional Belanda ini menyimpan koleksi seni dan sejarah yang cukup banyak, termasuk di antaranya koleksi data foto dari Indonesia. Ada sekitar 1 juta objek yng berasal dari tahun 1200 hingga 2000. Sekitar 8.000 objek saat ini dipajang di Rijkmuseum Amsterdam,

Alamat situnya
https://www.rijksmuseum.nl 

4. Collectie Nederland

Situs Collectie Nederland ini menjadi wadah bagi 100 museum dan lembaga lainnya di Belanda yang saling terintegrasi dalam satu platform media digital yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat luar. Situs ini merupakan bagian dari Rijksdienst Voor Het Cultureel Erfgoed Ministerie Van Onderwijs Cultuur En Wetenschap. Dalam situs ini menyimpan 5894201 karya seni, monumen, dan benda lainya.

Alamat situsnya https://www.collectienederland.nl/

Mengingat lembaga arsip dan perpustakaan sudah berbasis digital sehingga ini akan sangat memudahkan untuk mencari koleksinya. Terpenting keyword untuk penelusurannya harus tepat. Untuk situs luar negeri sebisa mungkin nama lokasinya menggunakan bahasa asing, biasanya Inggris dan bahasa Belanda. Harus sabar dan rajin menguliknya.

Ketika menemukan data foto lama yang dituju, pasti ada rasa takjub. Suasana tempo dulu tersebut ada yang masih relevan dengan kondisi sekarang, ada juga yang sudah jauh berubah hingga telah lenyap digantikan dengan suasana yang baru.

Bagi para pencinta sejarah yang mengoleksi data foto lama, para peneliti hingga mahasiswa dapat memanfaatkan situs-situs tersebut untuk dijelajahi lebih dalam dan dapat dipetik pembelajaran yang sangat berharga.

Selamat mencoba mengaksesnya...!!!

Monday, November 10, 2025

Refleksi Hari Pahlawan 2025: Melacak Jejak Kepahlawanan Muhammadiyah dalam Lintasan Sejarah


Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November seringkali menampilkan narasi heroik di medan tempur. Namun, jika kita menelusuri lintasan sejarah bangsa, kita akan menemukan bahwa konsep kepahlawanan memiliki banyak wajah. Salah satu wajah yang paling menonjol dan berkelanjutan adalah wajah perjuangan kultural dan pencerahan yang diusung oleh Muhammadiyah. Pada 2025, refleksi kita menjadi lebih dalam: bagaimana semangat "Merdeka atau Mati" di Surabaya beresonansi dengan jiwa perjuangan Muhammadiyah yang telah menggelora sejak lama.

Pahlawan Sebelum Senjata: Mendirikan Benteng Peradaban

Sangat penting untuk diingat bahwa ketika Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945 membakar semangat para syuhada, Muhammadiyah telah lebih dulu menjadi "pahlawan" di garis depan yang lain. Sebelum Bung Tomo berorasi, KH Ahmad Dahlan telah memimpin pertempuran yang berbeda: pertempuran melawan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan pemikiran.

Jihad terbesar Muhammadiyah pada eranya adalah:
1.  Jihad Melawan Kebodohan: Dengan mendirikan sekolah-sekolah modern yang menggabungkan ilmu umum dan agama, Muhammadiyah membebaskan bangsa dari penjajahan mental. Ini adalah aksi kepahlawanan dasar; Anda tidak bisa melawan penjajah fisik jika pikiran Anda masih terjajah.
2.  Jihad Melawan Kemelaratan: Pendirian rumah sakit, panti asuhan, dan rumah miskin adalah bentuk nyata dari kepahlawanan sosial. Muhammadiyah mempraktikkan bahwa mencintai tanah air dimulai dengan mengasihi dan mengangkat harkat hidup sesama anak bangsa.

Dengan kata lain, Muhammadiyah adalah pahlawan yang membangun "infrastruktur peradaban" sebelum kemerdekaan fisik diraih. Mereka menyiapkan mental dan kapasitas bangsa untuk akhirnya mampu mempertahankan kemerdekaan dengan gagah berani di Surabaya.

Semangat 10 November dalam Jiwa Muhammadiyah

Semangat tanpa takut yang ditunjukkan para kyai, habaib, dan santri di Surabaya adalah manifestasi dari nilai-nilai Islam yang juga menjadi ruh Muhammadiyah: membela yang benar dan menentang yang batil. Semangat ini bukanlah hal baru. Muhammadiyah sejak awal telah menentang "penjajahan" dalam bentuknya yang lain: penjajahan oleh takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC) yang membelenggu pikiran umat.

Pertempuran di Surabaya adalah pertempuran fisik melawan penjajah. Sedangkan pertempuran Muhammadiyah adalah pertempuran ideologis dan kultural melawan penjajahan pikiran dan akidah. Keduanya adalah dua sisi dari mata uang yang sama: keinginan untuk merdeka secara lahir dan batin.

Kepahlawanan Muhammadiyah di Era Kolektif: Dari Amal Usaha ke Gerakan Pencerahan

Pasca-kemerdekaan, bentuk kepahlawanan Muhammadiyah terus berevolusi. Tidak lagi sekadar mendirikan sekolah dan rumah sakit, tetapi menjadi pelopor dalam etos kerja, kedisiplinan organisasi, dan kepercayaan pada iptek. Amal usaha Muhammadiyah yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara adalah monumen kepahlawanan yang hidup. Setiap guru di sekolah Muhammadiyah, setiap dokter di rumah sakit Muhammadiyah, dan setiap pengurus di panti asuhan adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang melanjutkan estafet perjuangan Kiai Dahlan.

Mereka adalah pejuang di garis depan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat—medan juang yang tak kalah pentingnya untuk membangun ketahanan bangsa.

Refleksi 2025: Menjadi Pahlawan Pencerah di Zaman yang Terfragmentasi

Di tengah hingar-bingar dunia digital tahun 2025, di mana hoaks dan polarisasi mengancam persatuan, relevansi kepahlawanan ala Muhammadiyah justru semakin vital.

1.  Pahlawan Literasi Digital: Muhammadiyah, dengan ribuan sekolah dan kampusnya, dipanggil untuk menjadi pahlawan yang menebarkan literasi digital dan kebenaran, melawan arus disinformasi dengan ilmu dan data.
2.  : Sebagai organisasi Islam yang moderat dan berkemajuan, Muhammadiyah dituntut untuk menjadi pahlawan yang merajut kembali tenun kebangsaan yang mulai robek, mengedepankan dialog daripada konfrontasi.
3.  Pahlawan Solutif: Melalui Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam, Muhammadiyah dapat menjadi pahlawan yang menjawab tantangan kekinian—mulai dari bioetika, ekonomi syariah, hingga keadilan iklim—dengan panduan ilmu pengetahuan dan fiqh yang kontekstual.

Penutup: Estafet Kepahlawanan yang Tak Putus

Hari Pahlawan 2025 mengajak kita untuk melihat bahwa darah para syuhada di Surabaya dan keringat para pendiri Muhammadiyah di Yogyakarta berasal dari mata air perjuangan yang sama. Mereka adalah pahlawan yang saling melengkapi.

Warisan terbesar Muhammadiyah bukan hanya pada amal usahanya yang megah, tetapi pada jiwa kepahlawanannya yang terus hidup. Setiap warga Muhammadiyah, setiap guru, setiap dokter, setiap mahasiswa, dan setiap pengurusnya dipanggil untuk menjadi pahlawan pencerah di tengah masyarakatnya masing-masing.

Sebagaimana pesan Kiai Dahlan, "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah." Dalam konteks kini, maknanya adalah: Jadilah pahlawan yang menghidupkan nilai-nilai kemajuan, keadilan, dan pencerahan melalui Muhammadiyah, bukan sekadar menikmati fasilitasnya.

Selamat Hari Pahlawan. Terima kasih kepada para pahlawan di lapangan dan para pahlawan pencerah. Perjuangan belum usai, hanya medannya yang berubah. (*)

Sunday, November 09, 2025

Ustadz Adi Hidayat Paparkan Konsep Revolusioner: "Ikhlas Boleh Berharap Surga, Belajar Wajib Sampai Paham"


SURABAYA – Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan pandangan yang mencerahkan tentang makna ikhlas dan metodologi menuntut ilmu dalam Islam, pada Tabligh Akbar di Masjid Al Irsyad Surabaya, Ahad (9/11/2025). Menurutnya, motivasi untuk masuk surga dalam beramal justru merupakan bagian dari keikhlasan, sekaligus menekankan bahwa menuntut ilmu dengan landasan iman wajib diiringi dengan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

Ikhlas dan Motivasi Surga: Dua Hal yang Beriringan

Di awal ceramahnya, UAH membongkar pemahaman keliru tentang ikhlas. Ia bertanya retoris kepada jamaah, "Kalau saya shalat karena ingin masuk surga, ikhlas tidak?"

Jawabannya tegas. "Ikhlas itu mengerjakan sesuatu karena Allah, karena maunya Allah. Allah perintahkan shalat kamu supaya ke surga. Karena saya ingin shalat ke Allah supaya ke surga, itu bagian dari ikhlas," jelas UAH di hadapan ribuan jamaah.

UAH menegaskan bahwa Al-Qur'an seringkali mendahulukan gambaran keutamaan (fadhilah) sebuah amalan, seperti janji surga bagi yang gemar beristighfar, sebelum memerintahkannya. Hal ini, kata dia, adalah "manhaj" atau metode Allah untuk memotivasi hamba-Nya.

Belajar dengan Iman: Level "Tafaqquh" dan Kritik Pedas untuk Sistem "SKS"

Beralih ke tema utama, UAH menekankan bahwa kunci sukses menuntut ilmu adalah landasan iman, sebagaimana seruan dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11.

"Bukan hanya mencetak yang pintar. Kalau pintar banyak. Tapi apakah pintarnya menjadi berkah atau tidak itu hal lain," tegas UAH seraya menyoroti banyaknya orang pintar yang justru menyelewengkan ilmu.

UAH lalu memaparkan tiga level belajar dalam bahasa Arab:
1.  Darasa: Belajar dasar, seperti anak TK/SD, fokus pada pengenalan tanpa tuntutan pemahaman mendalam.
2.  Ta'allama: Belajar yang mulai serius dan menantang.
3.  Tafaqqaha (Tafaqquh fiddin): Level tertinggi, yaitu belajar untuk pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Inilah level yang wajib dituju seorang muslim.

UAH mengkritik keras budaya belajar "SKS" (Sistem Kebut Semalam) yang marak di kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Wallahi syahadih, katanya orang-orang Indonesia itu muskilah (aneh). Saya belajar tiga bulan, teman saya dari Indonesia pinjam catatan saya semalam, besoknya dia dapat nilai delapan, saya tujuh," ujarnya menirukan keluhan seorang mahasiswa Afrika. "Ilmunya, yang tujuh ini melekat pada dirinya, yang delapan tadi hanya semalam selesai sampai di sini. Itu musibahnya."

Panduan Praktis: Duduk di Shaf Depan dan Pastikan Paham Sebelum Keluar Kelas

UAH juga memberikan panduan praktis bagi penuntut ilmu:
*   Duduk di Shaf Depan: Posisi ini memudahkan konsentrasi, mendengar jelas, dan membangun keakraban yang sopan dengan pengajar.
*   Fokus dan Penampilan Rapi: Datang dengan tujuan tunggal untuk belajar, bukan untuk "nyambi" atau sekadar ketemuan.
*   Memastikan Pemahaman: "Jangan tinggalkan ruang kelas, jangan tinggalkan ruang masjid sebelum mengerti betul yang dipelajari," pesannya.

Ia juga menantang para pendidik untuk menerapkan metode konfirmasi. "Berapa guru yang memastikan anak didiknya paham sebelum keluar ruang kelas? Coba jelaskan lagi. Pendidikan seperti ini dipraktikkan di Eropa, mengambil warisan Andalusia."

Dengan penjelasan yang mendalam dan disampaikan secara linguistik yang apik, UAH menegaskan bahwa menuntut ilmu dalam Islam adalah ibadah yang memadukan kekuatan spiritual (iman dan ikhlas) dengan metodologi intelektual yang ketat (tafaqquh), untuk melahirkan ilmuwan yang tidak hanya pintar, tetapi juga membawa berkah bagi kehidupan. (*)

Penulis : Firnas Muttaqin 

---

FORUM DAI DIGITAL MUHAMMADIYAH BENTUK EKOSISTEM DAKWAH BERKEMAJUAN DI RUANG MAYA


Jakarta – Dalam rangka memperkuat dakwah di era digital, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional Dai Digital Muhammadiyah. Forum yang digelar via Zoom pada Ahad, 9 November 2025 tersebut bertujuan menyatukan visi dan menyusun strategi dakwah berbasis komunitas dan teknologi.

Acara yang dihadiri oleh ratusan dai dan aktivis dakwah digital dari seluruh Indonesia ini menandai langkah strategis Muhammadiyah dalam merespons tantangan dakwah kontemporer.

Dalam sambutan pembukaannya, Muhammad Arifin dari PP Muhammadiyah menekankan pentingnya peran dai digital dalam mengimbangi konten negatif yang merusak generasi muda.

“Saat ini, kita menghadapi berbagai parameter dan isu yang luar biasa. Amunisi perang modern bukan lagi senjata fisik, melainkan isu. Karena itu, konten-konten negatif harus kita lawan dengan konten positif yang mempersatukan umat,” tegas Arifin yang menyampaikan sambutan dalam perjalanan.

Ia berharap para dai digital tidak hanya sekadar identitas, tetapi mampu menjadi influencer dan key opinion leader yang menyampaikan nilai-nilai Islam berkemajuan secara efektif di dunia virtual.

Bangun Gerakan Terpadu dan Terkoordinir

Koordinator acara dari LDK PP Muhammadiyah dalam pemaparannya menjelaskan bahwa forum ini merupakan ikhtiar untuk mengkoordinasikan potensi dakwah digital yang selama ini masih tersebar.

“LDK tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu menghimpun kader-kader potensial yang memiliki minat dan keahlian di dunia digital. Forum Dai Digital Muhammadiyah (ForDigiMu) ini diharapkan menjadi wadah silaturahim, kolaborasi, dan saling support,” ujarnya.

Dijelaskannya, LDK yang fokus pada dakwah komunitas non-konvensional, melihat dunia digital sebagai ruang komunitas baru yang perlu diisi dengan nilai-nilai dakwah yang inklusif dan mencerahkan. Ke depan, selain konsolidasi, akan dikembangkan kurikulum pelatihan, seperti fotografi ponsel dan editing video, untuk meningkatkan kapasitas teknis para dai digital.

Fasilitasi dengan Teknologi Kekinian

Narasumber dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, yang akrab disapa Kang Arul (Rulli Nasrullah), memaparkan konsep digital dai-fluencing. Ia menekankan pentingnya para dai memiliki realitas digital yang kuat agar konten dakwah yang telah didesain dengan baik dapat mencapai engagement yang optimal.

“Kami mencoba membuat paradigma baru dai digital. Meskipun channel-nya milik pribadi, identitas dan value branding Muhammadiyah harus tetap terjaga,” jelas Kang Arul.

Sebagai bentuk fasilitasi konkret, Kang Arul memperkenalkan sebuah aplikasi generator konten dakwah yang dapat memudahkan para dai. Aplikasi tersebut mampu menghasilkan naskah khutbah, konten media sosial, hingga script video hanya dengan memasukkan kata kunci.

“Ini adalah kontribusi kami untuk memudahkan para dai. Tinggal ketik kata kunci, konten untuk Khutbah Jumat, Idul Fitri, atau media sosial bisa di-generate secara instan, termasuk saran hashtag dan fotonya,” paparnya. Aplikasi serupa juga telah dibagikan dalam pelatihan di Surabaya, Jakarta, dan Sumatera Selatan.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya ekosistem dakwah digital Muhammadiyah yang lebih terpadu, kreatif, dan masif, sehingga mampu mewarnai ruang digital Indonesia dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Rencananya, forum ini akan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan rutin dan program pelatihan berjenjang.(*)
_____________

Bagian 2

KONSOLIDASI NASIONAL DAI DIGITAL MUHAMMADIYAH: BENTUK "BUZZER SYARIAH" UNTUK JAWAB TANTANGAN DAKWAH ERA DIGITAL

Jakarta – Ratusan dai dan aktivis digital Muhammadiyah dari seluruh Indonesia menyambut positif inisiatif Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah membentuk Forum Dai Digital Muhammadiyah (ForDigiMu). Forum yang digelar via Zoom pada Ahad, 9 November 2025 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga wadah strategis untuk menjawab tantangan dakwah kontemporer.

Dari Konten hingga "Buzzer Syariah"

Dalam sesi diskusi, partisipan dari berbagai daerah menyampaikan aspirasi dan tantangan yang dihadapi. Kang Arul, narasumber dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), menegaskan bahwa forum ini bertujuan membentuk ekosistem dai digital yang tangguh.

"Kita ingin menciptakan 'buzzer syariah' yang memiliki agenda setting, yang bisa meluruskan isu dengan gaya yang beretika. Ini jauh lebih terhormat," jelas Kang Arul. Ia menambahkan, inti dari konsolidasi ini adalah membangun kapabilitas dai digital dan menciptakan kolaborasi untuk menyiapkan influencer yang mampu memimpin wacana di media sosial.

Fasilitas Teknologi AI untuk Permudah Dai

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kang Arul kembali menekankan ketersediaan berbagai aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat memudahkan produksi konten dakwah. "Kami sedang menyiapkan *one-stop application* untuk influencer Muhammadiyah. Dari bikin foto, video, hingga script, tinggal pakai, selesai. Semuanya *free* untuk teman-teman Muhammadiyah," paparnya. Tutorial penggunaan aplikasi-aplikasi ini akan dibagikan kepada seluruh anggota forum.

Tantangan Lokal dan Strategi Menghadapi Netizen

Para peserta dari daerah pun mengemukakan pengalaman dan pertanyaannya. Seorang perwakilan dari Betawi yang kini berdomisili di Malang menyoroti maraknya konten penyimpangan, seperti feminisme ekstrem dan komersialisasi pernikahan yang viral di TikTok. Ia menekankan pentingnya kehadiran "pasukan digital" Muhammadiyah untuk merespons hal tersebut.

Sementara itu, Muhammad Yusuf, seorang mubalig muda dari Baubau, Sulawesi Tenggara, membagikan kekhawatirannya tentang mudahnya pendakwah digoyang oleh komentar negatif netizen. "Bagaimana cara kita menghadapi situasi ini agar tidak mudah goyah?" tanyanya.

Kang Arul menanggapi dengan menyatakan bahwa forum inilah salah satu solusinya. "Ketika ada yang salah, kita bisa diskusikan bersama di grup WA. Ini adalah forum awal untuk menyiapkan influencer-nya Muhammadiyah, agar kita tidak pecah dan bisa saling mendukung," jelasnya. Ia menambahkan, dengan menjadi influencer yang solid, dai digital Muhammadiyah dapat mengelola isu dengan lebih baik dan menjadi wacana tandingan yang konstruktif.

Isu Nasional dan Lokal: Kolaborasi Kunci Utama

Menanggapi pertanyaan tentang fokus isu dakwah, Koordinator acara dari LDK menjelaskan bahwa ke depan akan ada pembagian antara "nasional isu" dan "lokal isu".

"Untuk isu nasional, seperti peringatan Milad Muhammadiyah, nanti LDK akan memberikan arahan. Sedangkan untuk isu lokal, misalnya di Jawa Barat, 50-an anggota di sana bisa berembuk untuk menentukan fokus gerakan mereka," jelasnya. Pendekatan ini memungkinkan dakwah tetap relevan dengan konteks daerah tanpa kehilangan roh Muhammadiyah secara keseluruhan.

Literasi Digital dan Tantangan di Grup Internal

Yuriko, perwakilan dari Jawa Tengah yang mengelola perpustakaan digital, membagikan pengalamannya aktif di grup-grup Facebook dan WhatsApp warga Muhammadiyah. Ia menyoroti fakta memprihatinkan di mana masih banyak postingan di grup internal yang justru menyerang paham Muhammadiyah sendiri.

"Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita untuk mengoptimalkan dakwah Islam berkemajuan, bahkan di dalam grup internal kita sendiri," ujarnya. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penetrasi nilai-nilai Muhammadiyah hingga ke level akar rumput di ruang digital.

Konsolidasi ini ditutup dengan komitmen untuk menjadikan ForDigiMu sebagai wadah kolaborasi yang nyata. Melalui pertemuan rutin, pelatihan berjenjang, dan saling dukung dalam memproduksi konten, para dai digital Muhammadiyah bertekad menjadi influencer yang mewarnai dunia digital dengan Islam yang rahmatan lil 'alamin. (*)

Penulis :  Firnas Muttaqin