Thursday, July 31, 2025

Merenungkan Makna Kehidupan Melalui Tiga Hewan yang Namanya Diabadikan Dalam Al-Qur'an

             Ustadz Dadang Prabowo

PASURUAN,  – Pengajian rutin di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, pada hari Kamis, 31 Juli 2025, menghadirkan Ustadz Dadang Prabowo yang mengajak jamaah merenungkan makna kehidupan melalui tiga hewan yang namanya diabadikan dalam Al-Qur'an: semut (An-Naml), laba-laba (Al-'Ankabut), dan lebah (An-Nahl).

---

*An-Naml: Pelajaran dari Semut*

Ustadz Dadang memulai dengan mengisahkan Surat An-Naml ayat 18 dan 19, yang menceritakan interaksi antara Nabi Sulaiman dengan seekor semut. Nabi Sulaiman, yang diberi mukjizat oleh Allah untuk memahami bahasa binatang, mendengar semut memerintahkan koloninya untuk masuk ke sarang agar tidak terinjak oleh bala tentara Sulaiman. Mendengar ini, Nabi Sulaiman tersenyum dan tertawa.

Dari semut, Ustadz Dadang memaparkan dua sudut pandang. Sisi negatifnya, semut sering dianggap rakus karena menimbun makanan melebihi kebutuhannya. Namun, ada sisi positif yang bisa diambil:
* *Solidaritas dan Silaturahmi:* Semut selalu berjalan berkelompok dan saling menyapa, menunjukkan solidaritas yang kuat.
* *Kebersihan:* Semut adalah makhluk yang suka kebersihan. Jika ada semut yang mati, mereka akan menggotongnya bersama-sama.
* *Disiplin:* Setiap semut memiliki tugas masing-masing dan sangat disiplin.
* *Optimisme:* Semut mampu mengangkat beban yang lebih berat dari tubuhnya sendiri, menunjukkan sifat optimis yang tinggi.

Ustadz Dadang juga menyindir fenomena orang-orang yang mengaku bisa berbicara dengan semut, menegaskan bahwa mukjizat semacam itu hanya diberikan kepada Nabi dan Rasul.

---

*Al-'Ankabut: Peringatan dari Laba-Laba*

Selanjutnya, Ustadz Dadang membahas Surat Al-'Ankabut ayat 41, yang membandingkan orang-orang yang bersandar selain kepada Allah seperti rumah laba-laba. "Bersandar kepada selain Allah adalah selemah-lemahnya sandaran," tegasnya. Harta, jabatan, dan kekuasaan adalah hal-hal sementara yang pada akhirnya akan sirna. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan cenderung korup, dan pemimpin yang memerintah terlalu lama cenderung berakhir dengan cara yang tidak baik, seperti yang terjadi pada Orde Lama/Baru dan Saddam Hussein.

Selain rapuhnya rumah, Ustadz Dadang juga menyoroti perilaku laba-laba yang tidak harmonis. Laba-laba betina yang dominan sering kali memangsa jantan setelah kawin, menunjukkan kehidupan rumah tangga yang kacau dan tidak harmonis. Pelajaran yang bisa diambil, menurutnya, adalah pentingnya kerja sama (*ta'awun*) dalam sebuah komunitas atau keluarga, bukan dominasi.

---

*An-Nahl: Teladan dari Lebah*

Sebagai penutup, Ustadz Dadang mengulas pelajaran dari lebah dalam Surat An-Nahl ayat 68-69. Lebah, menurutnya, adalah simbol seorang mukmin, sesuai dengan sabda Rasulullah. Ciri-ciri tersebut adalah:
* *Makan dari yang Baik:* Lebah hanya mengonsumsi yang baik dari sari buah dan bunga, dan menghasilkan madu yang juga baik dan bermanfaat sebagai obat bagi manusia. Ini berbeda dengan lalat (dhubab) yang hinggap di mana saja.
* *Tidak Merusak:* Lebah tidak merusak bunga atau pohon yang dihinggapinya. Ini menjadi teladan bagi seorang Muslim agar tidak merusak komunitas yang membesarkannya.
* *Kerja Keras dan Cerdas:* Lebah rela terbang jauh untuk mencari makanan terbaik. Mereka bekerja keras dan cerdas, menghasilkan madu serta produk lain seperti propolis dan royal jelly.
* *Ketaatan kepada Pemimpin:* Lebah dipimpin oleh ratu yang aktif, produktif, dan memiliki visi.
* *Tidak Menyerang Duluan:* Lebah tidak akan mengganggu kecuali jika diganggu. Ini menjadi prinsip bahwa umat Islam tidak memulai peperangan, melainkan melakukan pembebasan (fath) dari penindasan.
Ustadz Dadang mengakhiri tausiyah dengan menekankan bahwa ketiga hewan ini memberikan pelajaran berharga tentang solidaritas, ketaatan, kerja keras, dan pentingnya hanya bersandar kepada Allah. Ia juga menyayangkan bahwa banyak negara mayoritas Muslim masih tidak mencerminkan nilai-nilai kebersihan dan kerapian yang diajarkan dalam Islam. (*)

Penulis: Firnas Muttaqin 
Kamis, 31 Juli 2025

Dakwah Halal di Tengah Wirausaha: Mencari Berkah di Balik Sertifikasi


Pasuruan, 31 Juli 2025 — Di balik kemeriahan dunia usaha dan geliat wirausaha di Indonesia, masih tersimpan tantangan mendasar: kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal. Dalam Dialog Interaktif  di Radio Ramapati Pasuruan, Kamis 31/7/2025, bertema edukasi halal bersama Ketua Rumah Dakwah Halal Pasuruan, Bapak Munif, masyarakat diajak untuk kembali menengok esensi kehalalan dalam seluruh proses produksi — dari niat hingga ke produk akhir.

Cerita sederhana namun menyentuh diangkat Munif dari kunjungannya ke sebuah gerai telur gulung dan bakso sereng di area GOR. Ia melihat langsung proses produksi dan dengan bijak mengingatkan pelaku usaha, “Tolonglah ditambah bismillah, biar berkah, orang akan tertarik dengan produk saudara.” Menurutnya, keberkahan bukan datang dari strategi bisnis semata, tetapi dari kesungguhan menjaga nilai-nilai spiritual, termasuk memulai produksi dengan mengingat nama Allah.

Lebih jauh, Munif menyampaikan keprihatinan terhadap cara berpakaian saat produksi. Ia menyinggung kebiasaan sebagian pelaku usaha rumahan yang tetap menggunakan pakaian santai seperti daster saat mengolah produk. “Walaupun bukan syarat halal, tapi alangkah baiknya menjaga etika dan kebersihan. Pakai baju yang pantas, APD misalnya, karena ini menyangkut kepercayaan publik,” tegasnya.

Munif kemudian menggambarkan kontras antara pelaku usaha kecil yang menjaga keberkahan dan para pengusaha besar yang bergelimang masalah meski omzet tinggi. “Saya ketemu pedagang telur gulung, anaknya dua kuliah, semua dibiayai dari situ. Tapi pengusaha besar? Banyak terjerat utang. Karena keberkahan itu soal ruh, bukan sekadar untung,” tuturnya.

Tak hanya berbicara spiritualitas, Munif menyoroti proses teknis penyembelihan di rumah potong hewan yang sudah modern namun tetap menjaga prinsip syar’i. Ia menyebut pentingnya menyebut nama Allah dalam setiap penyembelihan, meski prosesnya masif. “Bismillah yang pertama sudah cukup, tapi jangan sampai hilang. Itu kunci keberkahan,” ujarnya.

Dalam konteks regulasi, Munif menegaskan bahwa sertifikat halal bukan hanya simbol, melainkan tanggung jawab moral, agama, dan sosial. Pelaku usaha yang mengabaikan sertifikasi halal, katanya, dapat dikenai sanksi mulai dari peringatan tertulis, denda, hingga pidana. “Bahkan produk bisa ditarik dari pasaran,” tandasnya.

Lebih dari itu, Munif menekankan dampak sosial dari konsumsi produk yang tidak halal. Ia menyitir ceramah dari seorang profesor bahwa “sekali saja makan yang haram, hati bisa tertutup dari kebenaran.” Ia mengingatkan bahwa sifat bengis, kasar, bahkan kriminalitas bisa berakar dari makanan yang tidak jelas kehalalannya.

Dalam penutupnya, Munif memuji pelaku usaha non-Muslim yang justru memberikan ruang ibadah bagi karyawannya yang Muslim. Menurutnya, ini adalah pelajaran toleransi yang seharusnya menjadi cermin bagi pengusaha Muslim. “Jangan sampai kita abai soal tempat shalat. Ini bagian dari menjamin proses halal,” katanya.

Kesadaran masyarakat, menurut Munif, sebenarnya telah meningkat. Namun ia mengimbau agar perhatian tak hanya terbatas pada makanan dan minuman (mamin), melainkan juga meluas ke kosmetik, obat-obatan, hingga pakaian. “Sekarang bahkan kosmetik sudah ada sertifikasi halalnya. Jadi, suami juga perlu ikut andil — jangan hanya istri,” ujar Munif sambil tersenyum.

Pesan utama dari diskusi ini jelas: halal bukan hanya soal label, melainkan tentang nilai hidup. Keberkahan, ketenangan, dan keberhasilan sejati hanya bisa diraih bila usaha dilandasi niat yang bersih, proses yang syar’i, dan tanggung jawab sosial kepada konsumen. Dalam dunia bisnis yang kian kompetitif, dakwah halal seperti yang dilakukan Munif bukan hanya penting — tapi sangat mendesak. (*)

Penulis: Firnas Muttaqin 
Kamis, 31 Juli 2025

https://jatimlines.id/sertifikasi-halal-umkm-dakwah-keberkahan/
---

Wednesday, July 30, 2025

Gempa Magnitudo 8,7 Guncang Rusia, Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Jepang hingga Indonesia

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang pantai timur jauh Rusia pada Rabu dini hari, 30 Juli 2025. Gempa yang awalnya tercatat bermagnitudo 8,0 ini kemudian diperbarui menjadi 8,7. Akibatnya, peringatan tsunami dikeluarkan di sejumlah negara, termasuk Jepang dan Indonesia.

Kerusakan dan evakuasi dilaporkan di wilayah Rusia, khususnya di Semenanjung Kamchatka, yang paling dekat dengan episentrum gempa. Diperkirakan gelombang setinggi lebih dari tiga meter mungkin terjadi di beberapa wilayah pesisir Rusia dan Ekuador.

Pemerintah Jepang telah memerintahkan evakuasi segera di beberapa wilayah pesisirnya setelah gelombang tsunami terpantau mendekati pantai. Badan Meteorologi Jepang memprediksi gelombang setinggi tiga meter dapat tiba di sepanjang pantai utara Jepang kurang dari setengah jam setelah peringatan dikeluarkan.

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa di Rusia ini berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia dengan status waspada, yang berarti ketinggian gelombang diperkirakan kurang dari 0,5 meter.

Beberapa wilayah di Indonesia yang berpotensi terdampak gelombang tsunami ini meliputi Gorontalo, Raja Ampat, Jayapura, hingga Manokwari.

https://youtu.be/S2QbRw8FWn0?si=6PYY6kOKUFpc1Yss

https://jatimlines.id/gempa-magnitudo-87-rusia-peringatan-tsunami-indonesia-jepang/
---

Bahaya Mikroplastik dalam Makanan dan Minuman: Desakan Regulasi dan Edukasi di Kota Malang


MALANG, 30 Juli 2025 – Penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan,  menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak kesehatan jangka panjang akibat paparan mikroplastik. Hal ini menjadi sorotan dalam dialog interaktif di Radio Cityguide 911 Malang (Rabu, 30/7/2025) yang menghadirkan narasumber dari Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nur Rahmadi, dan peneliti dari Ecoton, Avika Fardiana dan Alvin.

Seorang pendengar dari Karangploso, Pak Irwan, menyampaikan pengalamannya menemukan lontong yang dikukus dengan plastik, bukan daun. Ia mempertanyakan dampak kesehatan dari bahan plastik jenis PE (Polyethylene) yang digunakan.

Avika Fardiana dari Ecoton menjelaskan bahwa plastik tersusun dari sekitar 16.000 senyawa kimia, di mana seperempatnya berbahaya dan mengganggu hormon. "Jika plastik digunakan untuk membungkus pembuatan lontong, apalagi lontong itu dipanaskan selama 8 jam, maka senyawa plastiknya akan pindah ke lontong," terang Avika. Ia menambahkan, mikroplastik bahkan bisa menempel pada lontong dan ikut termakan.

---

Dampak Mikroplastik pada Kesehatan Jangka Panjang

Avika memaparkan bahwa ratusan mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dapat diserap oleh darah dan dialirkan ke seluruh tubuh. Ketika mikroplastik mengenai sel, dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan, yang jika berkelanjutan akan memicu kematian sel (apoptosis), mengganggu metabolisme tubuh.

Lebih lanjut, plastik mengandung senyawa pengganggu hormon bernama fetalat (peletur). Senyawa ini dapat mengganggu berbagai hormon, termasuk hormon insulin yang berfungsi mengolah gula dalam tubuh. Gangguan pada insulin dapat meningkatkan risiko diabetes melitus. Selain itu, fetalat juga mengganggu hormon reproduksi, menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas sperma pada laki-laki, serta gangguan reproduksi ovum pada perempuan, seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

"Dampak jangka panjangnya luar biasa," kata Avika, menyarankan agar masyarakat menghindari lontong atau makanan lain yang dibungkus plastik dan memilih yang dibungkus dengan bahan alami seperti daun pisang.

---

Desakan Regulasi dan Peran Pemerintah

Menanggapi bahaya ini, pendengar lain, Pak Raffiudin, menyoroti pentingnya peran pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup, serta DPRD, untuk bertindak aktif. Ia mempertanyakan bagaimana pemerintah dapat didorong untuk bertindak, terutama karena temuan ilmiah dari peneliti sudah ada.

Dito Arief Nur Rahmadi, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, mengakui temuan ini sebagai "peringatan" bagi Kota Malang. Ia menekankan bahwa mikroplastik adalah bahaya yang di depan mata, meskipun dampaknya mungkin baru terlihat di masa mendatang.

"Regulasi tidak cukup dengan surat edaran, tetapi harus dalam bentuk regulasi yang lebih kuat lagi, lebih mengatur lagi, lebih detail lagi. Misalkan peraturan kepala daerah atau peraturan wali kota, atau mungkin kita mendorong nanti menjadi peraturan daerah," ujar Dito. Ia mencontohkan Bali sebagai provinsi yang sudah sangat aware terhadap masalah ini dan memiliki pembatasan plastik yang ketat.

Dito juga menyoroti masalah sampah plastik yang menjadi isu global dan nasional, dengan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik kedua terbesar yang dibuang ke laut. DPRD Kota Malang akan mendorong adanya regulasi pembatasan plastik sekaligus mengedukasi masyarakat dan pedagang untuk mengubah perilaku menuju hidup sehat tanpa plastik. Ia juga menekankan pentingnya penerapan program Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan.

---

Langkah Ecoton dan Harapan ke Depan

Avika  dari Ecoton menjelaskan bahwa organisasinya bergerak melalui tiga pilar: research, edukasi, dan advokasi. Mereka mengumpulkan data penelitian terkait mikroplastik dan dampaknya, melakukan kampanye seperti "Plastik Free July," dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta DPRD untuk mengajukan regulasi.

Avika mencontohkan Korea Selatan yang telah mengusulkan baku mutu mikroplastik dan peraturan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta California yang mengharuskan air PDAM bebas kontaminasi mikroplastik.

"Harapannya di Indonesia itu seperti itu, di kota-kota atau kabupaten yang ada di Indonesia," ujarnya. Ecoton sendiri pada September 2024 lalu telah mengusulkan kajian baku mutu mikroplastik kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemenko Marves, namun realisasinya belum optimal. "Harapan kami, isu mikroplastik ini memang menjadi isu prioritas untuk anggota legislatif, kemudian juga pemerintah lainnya," tegas Avika.

Alvin, peneliti lain dari Ecoton, menambahkan bahwa setelah melakukan penelitian mikroplastik pada darah dan cairan amnion, mereka menindaklanjutinya dengan penulisan jurnal, webinar edukasi, serta aksi advokasi kebijakan di Surabaya dan Malang. Aksi di Malang bertujuan untuk mendorong pengawasan lebih ketat terhadap Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 8 Tahun 2021 tentang pengurangan plastik sekali pakai.

Selain itu, Ecoton juga mendorong edukasi dan perlindungan kesehatan bagi pemulung dan pemilah sampah, termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD) dan pemeriksaan kesehatan berkala, serta pelatihan pengelolaan sampah yang lebih aman.

Dialog ini menunjukkan adanya urgensi dan kolaborasi antara masyarakat, peneliti, dan wakil rakyat dalam menghadapi ancaman mikroplastik, serta desakan kuat untuk segera mengeluarkan regulasi yang lebih tegas guna melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. (*)

Penulis: Fim

https://jatimlines.id/bahaya-mikroplastik-makanan-minuman-kota-malang/
---

Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk, Bantuan Internasional Berdatangan Namun Terhambat


GAZA, 30 Juli 2025 – Meskipun Israel telah membuka tiga wilayah di Jalur Gaza untuk menerima bantuan kemanusiaan, mayoritas daerah lain di Gaza masih menderita kelaparan akut. Laporan menyebutkan, warga Gaza bahkan harus menghadapi risiko kematian akibat tembakan tentara Israel saat mengantre bantuan.

Insiden penembakan terjadi saat warga mengantre bantuan kemanusiaan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang dikelola oleh Amerika Serikat dan Israel. Meskipun dikecam dunia internasional, insiden semacam ini terus terjadi, membuat sebagian besar lembaga kemanusiaan, termasuk PBB, menjauhkan diri dari GHF. Lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas ditembaki Israel saat mencari bantuan kemanusiaan.

Di Gaza Utara, warga berebut makanan setelah bantuan kemanusiaan masuk ke lokasi. Hal ini disebabkan pembatasan jumlah truk bantuan yang masuk, hanya puluhan truk per hari, jauh dari kebutuhan Gaza yang mencapai 500 truk setiap hari.

Menanggapi krisis yang kian parah, Yordania bekerja sama dengan Uni Emirat Arab telah melakukan pengiriman bantuan ke Gaza Palestina melalui jalur udara (airdrop). Pengiriman bantuan via udara ini berlanjut di hari kedua di tiga lokasi, yaitu Kota Gaza, Deir Al-Balah, dan Al-Mawasi. Rekaman pada Senin menunjukkan pesawat menjatuhkan puluhan ton paket makanan dan perlengkapan lainnya saat jeda pertempuran. Israel membuka wilayah udara untuk pengiriman bantuan ini menyusul kecaman internasional yang meluas.

Selain itu, sebanyak 60 truk bantuan kemanusiaan dari Indonesia juga mulai didistribusikan ke Gaza Palestina. Konvoi bantuan ini diselenggarakan oleh Kerajaan Yordania dan lembaga relawan Indonesia, melewati pintu perbatasan King Hussein Bridge antara Yordania dan Palestina, dan dikawal langsung oleh tentara militer Yordania. Bantuan ini terdiri dari 440 ton tepung dan 552 ton paket bahan pangan keluarga, setara dengan 230.000 paket. Distribusi akan difokuskan untuk masyarakat Gaza Utara yang paling parah terdampak blokade tentara Zionis Israel.

Namun, pengiriman bantuan ini juga menghadapi kendala serius karena serangan roket tentara Zionis Israel yang terus berlangsung. Pemerintah Yordania bahkan harus mencari alternatif jalur lain, seperti jalur udara, untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. (*)

Penulis: Fim

https://jatimlines.id/krisis-kemanusiaan-gaza-2025-bantuan-terhambat/
__

Polda Metro Jaya Buru "Raja Minyak" Riza Chalid di Malaysia, Paspor Dicabut


JAKARTA, 30 Juli 2025 – Polda Metro Jaya melalui jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terus memburu Muhammad Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina yang merugikan negara hingga Rp285 triliun. Paspor Riza Chalid telah resmi dicabut oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS).

Menteri IMIPAS, Agus Andrianto, mengonfirmasi pencabutan paspor tersebut. Berdasarkan penyidikan awal dan pemantauan keimigrasian, Riza Chalid diketahui sudah berada di Malaysia sejak Februari 2025 lalu, tepatnya saat dipanggil oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Sudah kita cabut paspornya, yang kedua perlintasan meninggalkan Indonesia dari bulan Februari dan saat ini tim kita lagi kerja sama dengan teman-teman di sana, mudah-mudahan ada niat baik dari [Malaysia] untuk membantu pengembalian Riza Chalid," ujar Agus Andrianto.

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meyakini Riza Chalid berada di Malaysia. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, bahkan menyebut Riza Chalid telah menikah dengan kerabat Sultan Malaysia selama empat tahun terakhir. Menanggapi temuan ini, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan akan mendalami dan menindaklanjuti setiap informasi yang ada.

Sebelumnya, Riza Chalid telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejagung. Pemanggilan kedua yang dijadwalkan pada Senin, 28 Juli, kembali tidak dihiraukan. Penyidik Jampidsus akan menjadwalkan pemanggilan ketiga terhadap Riza Chalid.

Peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi, Zainur Rahman, mendesak penyidik Kejagung untuk segera menerbitkan "Red Notice" melalui Interpol agar Riza Chalid dapat dipulangkan ke Indonesia melalui prosedur ekstradisi.

Riza Chalid, bersama 17 orang lainnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina. Selain kerap tersangkut kasus korupsi kelas kakap, Riza Chalid juga dikenal licin dalam menghindari jerat hukum.

Penulis: Fim

https://jatimlines.id/riza-chalid-buronan-korupsi-pertamina/
---

Tuesday, July 29, 2025

Iman dan Tawakal


Iman dan tawakal adalah dua sifat fundamental bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Dalam ceramah pengajian rutin di Masjid Al Kautsar  (Selasa, 29/7/2025) Ustadz Fauzan Tasya'  mengutip salah satu ayat Al-Quran yang menjelaskan konsekuensi bagi mereka yang tidak beriman atau tidak mempercayai Al-Quran, yakni akan diberikan kehidupan yang terhina di dunia dan di akhirat.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْۤا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّا سِ وَبَآءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَا نُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَ نْبِۢيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَا نُوْا يَعْتَدُوْنَ
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 112)

> "Terhina di dunia ini menurut Allah dan juga di akhirat nanti terhinanya orang itu apabila dia hidup dimasukkan ke dalam neraka," terang Ustadz Fauzan.

Beliau kemudian mengajak jamaah untuk mendalami Surat Al-Anfal, khususnya ayat yang berbicara tentang keteguhan orang-orang beriman. 

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ 
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

Ustadz Fauzan menyoroti perbedaan esensial antara muslim dan mukmin. 

"Seorang muslim belum tentu mukmin, tapi seorang mukmin pasti dia seorang muslim," jelasnya. Perbedaan ini terletak pada hati; seorang muslim mungkin hanya sebatas mematuhi syariat lahiriah, namun seorang mukmin memiliki iman yang telah meresap ke dalam hati.

Mengambil contoh dari Surah Al-Maidah ayat 7, Ustadz Fauzan menjelaskan bagaimana Allah mengetahui isi hati manusia, bahkan mereka yang mengaku beriman namun sesungguhnya tidak. 

"Allah tahu hati kita itu bagaimana, enggak usah orang memberitahu, Allah sudah kasih tahu apa yang terpenting di hati kita," ucapnya. Menurut beliau, golongan seperti ini, yang disebut munafik, akan selalu ada hingga akhir zaman.

وَا ذْکُرُوْ انِعْمَةَ اللهِ عَلَیْکُمْ وَمِیْثَا قَهُ الَّذِیْ وَا ثَقَکُمْ بِهٖۤ ‏ ۖ اِذْقُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا ۖ وَا تَّقُوا اللهَ ۗ اِنَّ اللهَ عَلِیْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
"Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, "Kami mendengar dan kami menaati." Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 7)

Dalam konteks sejarah Islam di Madinah, Ustadz Fauzan merujuk pada Surat Al-Ahzab yang menggambarkan situasi ketika kaum mukmin menghadapi golongan-golongan yang bersekutu memusuhi Islam, terutama kaum Yahudi. Di tengah ancaman dan tekanan, orang-orang beriman justru bertambah kuat imannya.

"Mereka [orang beriman] berkata, 'Allah sudah menjadikan kepada kita dan Rasul-Nya juga begitu, pasti janji Allah itu benar, dan juga janji Rasulullah.' Dan mereka tidak berkurang iman, tampak bertambah ketika menghadapi musuh yang akan memerangi mereka," papar Ustadz Fauzan. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَا لَ لَهُمُ النَّا سُ اِنَّ النَّا سَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَا خْشَوْهُمْ فَزَا دَهُمْ اِيْمَا نًا ۖ وَّقَا لُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 173)

Beliau menekankan bahwa keberanian mukmin bukan berasal dari kekuatan fisik semata, melainkan dari keyakinan penuh terhadap janji Allah dan kerelaan untuk berkorban, bahkan jika itu berarti syahid.
Pengajian diakhiri dengan pesan tentang pentingnya memahami Al-Quran secara mendalam, bukan hanya sebatas membaca. Ustadz Fauzan menekankan perlunya tafsir dan bimbingan ulama untuk benar-benar meresapi makna ayat-ayat suci, terutama bagi mereka yang tidak memahami bahasa Arab. (*)

Penulis: Firnas Muttaqin 
Selasa, 29 Juli 2025
---

Macau Open 2025: Jadwal Lengkap Hari Pertama dan Kedua, Wakil Indonesia Siap Berjuang!


Macau, 29 Juli 2025 – Makau Terbuka 2025 (secara resmi dikenal sebagai Sands China Ltd. Macau Open Badminton 2025 atau 2025 金沙中國澳門羽毛球公開賽 untuk alasan sponsor) adalah turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan di Dome Pesta Olahraga Asia Timur Makau, Cotai, Makau, dari tanggal 29 Juli hingga 3 Agustus 2025 dengan total hadiah 370.000 dolar AS.

Turnamen bulu tangkis bergengsi Macau Open 2025 resmi dimulai hari ini, Selasa, 29 Juli 2025, dengan menyajikan sejumlah pertandingan babak 32 besar yang menarik. Para wakil Indonesia siap berjuang memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Pertandingan Macau Open 2025 akan disiarkan langsung melalui BWF TV. Jangan lupa untuk tetap update dengan berita terbaru seputar turnamen ini!
---

Jadwal Pertandingan Hari Pertama: Selasa, 29 Juli 2025

Ganda Putra

* Pukul 15.00 WIB: Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi (ranking 8 dunia), akan menghadapi wakil Malaysia, Kang Kaising/Aron Tai (ranking 62 dunia). Ini akan menjadi pertemuan perdana bagi kedua pasangan.

* Rahmat Hidayat/Yeremia Yakob Rambitan (ranking 51 dunia) akan menantang Ongosin/Tio Ei (ranking 29 dunia) dari Malaysia. Kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya.

* Rayond Indra/Nikolaus Jokin (ranking 103 dunia) akan berhadapan dengan Fang Chihli/Fang Jenle (ranking 20 dunia) dari Chinese Taipei. Ini juga merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan.

* Muhammad Putra Erwiansa/Daniel Edgar Marvino akan melawan Brian Jeremy Gonting/Fazrik Muhammad Razif (ranking 61 dunia) dari Malaysia. Kedua pasangan memiliki rekor head-to-head 1-1.

Ganda Putri

* Apriani Rahayu/Febi Seti Ningroom (ranking 84 dunia) akan diuji oleh pasangan kuat Cina, Chen King Chen/Keng Suliang. Rekor pertemuan kedua pasangan ini belum ada.

* Melissa Trias Puspitasari/Rahel Alesiaros (ranking 28 dunia) akan menghadapi Rui Hero Kami/Sayaka Hobara (ranking 99 dunia) dari Jepang. Rui Hero Kami/Sayaka Hobara unggul 1-0 dalam rekor head-to-head.

---

Jadwal Pertandingan Hari Kedua: Rabu, 30 Juli 2025

Tunggal Putra

* Alwi Farhan (ranking 25 dunia) akan meladeni Cham Junawe (ranking 68 dunia) dari Malaysia. Alwi Farhan unggul 1-0 dalam rekor pertemuan.

* Chiko Aura Di Wardoyo (ranking 47 dunia) akan bertemu Ridvik Sanjevi Satis Kumar (ranking 62 dunia) dari India. Ini adalah pertemuan perdana bagi keduanya.

* Muhammad Zaki Ubaidillah (ranking 51 dunia) akan menghadapi Mat Christopher (ranking 65 dunia) dari Denmark. Belum ada rekor *head-to-head* antara kedua pemain.

Tunggal Putri

* Komang Ayu Cahya Dewi (ranking 44 dunia) akan bertanding melawan Hanki (ranking 28 dunia) dari Cina.

Ganda Campuran

* Derby sesama Indonesia akan tersaji antara Adnan Maulana/Inda Cahyasari Jamil  (ranking 25 dunia) dan Reno Rivaldi/Pita Ningtas Mentari (ranking 36 dunia). Kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya.

* Bobi Setiabudi/Melati Dai Oktavianti (ranking 46 dunia) akan melawan Pupangron/Chengsuin (ranking 16 dunia) dari Malaysia. Ini adalah pertemuan pertama bagi kedua pasangan.

* Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (ranking 19 dunia) akan berhadapan dengan Satis Karunakaran/Adiat Fariat (ranking 35 dunia) dari India.

* Rehan Noval Kus Harjanto/Gloria Emmanuel Wijaya (ranking 14 dunia) akan bertemu Ayus Agarwal/Sruti Misra (ranking 75 dunia) dari India. Ini juga merupakan pertemuan perdana bagi kedua pasangan.

---

Turnamen Bulu Tangkis Selanjutnya

Setelah Macau Open 2025, ada beberapa turnamen bulu tangkis menarik lainnya yang patut dinantikan:

* BWF World Championship 2025: 25-31 Agustus di Prancis
* Bauji China Master Super 100: 2-7 September
* Yx Sunrise Vietnam Open Super 100: 9-14 September
* Leining Hong Kong Open Super 500: 9-14 September
* Leining Cina Master Super 750: 16-21 September

Terus ikuti perkembangan Macau Open 2025 dan jangan lewatkan setiap pertandingannya! Salam olahraga! (*)

Penulis: Fim
Selasa, 29 Juli 2025

Tayang disini:

https://jatimlines.id/macau-open-2025-jadwal-dan-wakil-indonesia/

_____

Distribusi BBM di Jember-Bondowoso Terganggu Akibat Penutupan Gumitir dan Kendala di Ketapang, Pertamina Pastikan Pasokan Aman


Jember, 29 Juli 2025 – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jember dan Bondowoso menjadi sorotan utama dalam siaran Radio Suara Surabaya hari ini (Selasa 29/7/2025). Kondisi ini dipicu oleh dua faktor utama: penutupan jalur Gumitir untuk perbaikan total dan kendala di Pelabuhan Ketapang.

Pak Ahad Rahedi, Area Manager Communication Relations NCSR Pertamina Patra Niaga Jatim, Bali, Nusra, menjelaskan bahwa Pertamina telah bergerak cepat sejak tanggal 24-25 Juli untuk merespons situasi ini. Jalur alternatif via Situbondo-Arak-Arak dan Bondowoso-Jember telah dioptimalkan. Namun, kendala muncul secara bersamaan di Pelabuhan Ketapang, di mana operasional kapal tidak maksimal akibat insiden kandasnya kapal dan pelarangan pengoperasian penuh karena alasan keselamatan. Hal ini menyebabkan antrean panjang truk logistik yang hendak menyeberang, bahkan mencapai 6 hingga 10 kilometer.

Dampak pada Distribusi BBM

Normalnya, pengiriman BBM dari Integrated Terminal Tanjung Wangi di Banyuwangi ke SPBU di Jember memakan waktu 4 jam pulang-pergi. Dengan kondisi saat ini, waktu tempuh satu ritase bisa mencapai 11 jam. "Jarak dan waktu tempuh bertambah dengan penutupan jalur Gumitir," ujar Pak Ahad.

Tantangan kedua, menurut Pak Ahad, adalah kemacetan parah di Ketapang. Kendaraan tangki Pertamina yang kosong dan hendak kembali ke Terminal Tanjung Wangi untuk mengambil BBM berikutnya seringkali terhambat oleh antrean panjang truk menuju penyeberangan.

Strategi dan Penambahan Armada

Untuk mengatasi permasalahan ini, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah strategis. Pengiriman BBM kini juga didukung langsung dari terminal lain seperti Malang dan Surabaya. Total 79 mobil tangki kini beroperasi untuk memenuhi kebutuhan BBM di Jember, Bondowoso, dan sekitarnya. Khusus untuk jalur Situbondo-Arak-Arak, hanya mobil tangki berkapasitas maksimal 24 kiloliter yang dapat melintas, dengan catatan tidak melewati Jembatan Besuk yang sedang dalam perbaikan dan memiliki batasan tonase 15 ton.

"Kami berupaya melalui Malang langsung ke Jember Bondowoso, kemudian dari Surabaya juga mengirimkan ke Jember dan Bondowoso, tentunya tanpa mengesampingkan kebutuhan energi di wilayah lain di Jawa Timur," tegas Pak Ahad. Ia menambahkan bahwa frekuensi ritase pengiriman ditingkatkan dengan penambahan unit mobil tangki yang beroperasi lebih banyak.

Antisipasi Kekhawatiran Masyarakat dan Penertiban "Aji Mumpung"

Meskipun pasokan BBM dipastikan aman, antrean yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat yang khawatir stok akan habis. Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak, bahkan melakukan sidak ke SPBU Jubung semalam dan menemukan bahwa beberapa pengendara mengantre padahal tangki kendaraan mereka belum separuh kosong.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Untuk mengantisipasi praktik "aji mumpung" atau penimbunan, Pertamina telah menerapkan pembatasan pembelian sementara: maksimal Rp 30.000 untuk sepeda motor dan Rp 100.000 untuk mobil. "Ini bukan berarti membatasi dalam rangka jangka panjang, ini respons cepat kami, inisiatif kami, strategi kami supaya masyarakat yang sedang merasa khawatir tidak berbondong-bondong menuju SPBU terdekat," jelas Pak Ahad.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli BBM dari pengecer yang menjual di atas harga normal, karena praktik ini justru memperkeruh suasana dan merugikan konsumen.

Koordinasi dan Harapan Normalisasi

Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, Satuan Lalu Lintas Polres di Jember dan Bondowoso untuk prioritas melintas dan pengawalan kendaraan tangki. Koordinasi juga dilakukan dengan ASDP dan Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional terkait kondisi dan estimasi penyelesaian perbaikan jalur Gumitir.

Dukungan pengiriman BBM kini juga datang dari Tuban dan Madiun, melengkapi bantuan dari Surabaya dan Malang. Pak Ahad berharap distribusi energi di wilayah Tapal Kuda, khususnya Jember dan Bondowoso, dapat normal dalam waktu dua hari ke depan. "Masyarakat tidak perlu khawatir, tetap ada barangnya, cuma memang butuh waktu tempuh, waktu pengiriman yang lebih lama dari biasanya," pungkasnya.

---

Semoga informasi ini dapat membantu Anda memahami situasi distribusi BBM di Jember dan Bondowoso. 

Penulis : Fim
Selasa, 29 Juli 2025

Tayang disini:
https://jatimlines.id/distribusi-bbm-jember-bondowoso-terganggu-penutupan-gumitir
____

Monday, July 28, 2025

Hikmah Jihad dan Keistimewaan Syuhada


Penulis: Firnas


Latar belakang diizinkannya perang dalam Islam yaitu setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan komunitas Muslim semakin kuat dengan bergabungnya berbagai suku, termasuk Aus, Khazraj, dan beberapa golongan Yahudi, kata Ustadz Abu Qosim mengawali ceramahnya tentang Jihad di Masjid Al Ishlah Al Irsyad kota Pasuruan, Senin 28/7/2025

"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka penggallah lehernya," jelas Ustadz Abu Qosim, mengutip Surah Muhammad. Ia menekankan bahwa ini adalah konteks peperangan dan bukan berarti tanpa aturan. Contohnya adalah Perang Badar, di mana 300 Muslim berhasil mengalahkan 1000 kaum musyrik berkat pertolongan Allah.

Terkait tawanan perang, Ustadz Abu Qosim menguraikan dua opsi yang diberikan Islam:
1.  *Pembebasan Cuma-cuma (Man)*: Tawanan dibebaskan tanpa tebusan. Ia menceritakan kisah Abu al-Ash, menantu Nabi, yang dibebaskan tanpa tebusan setelah Nabi terharu melihat kalung peninggalan Khadijah yang dibawa istrinya sebagai tebusan.
2.  *Membayar Tebusan (Fida')*: Tawanan dapat menebus diri dengan harta. Contohnya Abbas, paman Nabi, yang terpaksa ikut barisan musyrik dalam Perang Badar demi melindungi hartanya di Mekah. Setelah tertangkap, ia harus menebus dirinya. Kisah ini juga menjadi bukti kenabian Muhammad, karena Nabi mengetahui detail harta Abbas yang disembunyikan.

Ustadz Abu Qosim juga menyampaikan bahwa Allah SWT sebenarnya mampu membinasakan orang kafir tanpa perang sekalipun, seperti azab yang menimpa kaum Nabi Nuh, Firaun, atau Tsamud. Namun, peperangan dijadikan sebagai ujian keimanan bagi kaum Mu'min.

"Allah hendak menguji sebagian kamu atas sebagian yang lain. Apakah dia sabar, apakah dia kokoh memegang keimanannya atau malah dia lemah sehingga dia akan murtad," tegasnya, mengaitkannya dengan firman Allah tentang ujian iman.

---
*Enam Keistimewaan bagi Para Syuhada*

Bagi mereka yang gugur di jalan Allah (syahid), Ustadz Abu Qosim menyampaikan kabar gembira tentang balasan luar biasa. "Janganlah kamu mengira orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, mereka itu hidup di sisi Allah, bahkan diberi rezeki," ujarnya, mengutip firman Allah.

Bahkan ruh syuhada digambarkan seperti burung hijau yang bergelantungan di bawah Arsy, menikmati surga. Ustadz Abu Qosim merinci enam keistimewaan yang diberikan Allah kepada syuhada:

1.  *Dosa-dosa Diampuni Sejak Tetesan Darah Pertama (kecuali utang)*: Ini menjadi poin penting, di mana Ustadz Abu Qosim mengingatkan umat untuk berhati-hati dengan utang. "Jiwa seorang Mukmin itu tergadai (tertahan) dengan utangnya," pesannya, menekankan pentingnya melunasi utang sebelum pembagian warisan.

2.  *Melihat Langsung Tempatnya di Surga*: Syahid diperlihatkan nikmat surga sebelum datangnya Hari Kiamat.

3.  *Dinikahkan dengan Bidadari (Huur `In)*: Ustadz Abu Qosim mengingatkan bahwa pemahaman hadis ini harus benar, yaitu bukan sebagai dorongan untuk bunuh diri, melainkan ganjaran bagi mereka yang berjuang di jalan Allah dengan niat ikhlas.

4.  *Aman dari Kedahsyatan Hari Kiamat*: Mereka akan dilindungi dari kesengsaraan dahsyat di Hari Kiamat.

5.  *Aman dari Siksa Kubur*: Kubur adalah gerbang pertama menuju akhirat. Jika syahid aman di kubur, maka ia juga akan aman di akhirat. Ustadz Abu Qosim juga menggarisbawahi pentingnya doa anak sholeh dan sholat jenazah yang dihadiri minimal 40 Muslim yang tidak syirik sebagai penolong dari siksa kubur.

6.  *Diberi Pakaian Keimanan dan Petunjuk ke Surga*: Allah akan membimbing syuhada menuju surga, bahkan mereka dikatakan lebih mengenali jalan surga daripada rumah mereka sendiri di dunia.

Pengajian ini tidak hanya memperkaya pemahaman jamaah tentang jihad dalam Islam, tetapi juga menginspirasi tentang pentingnya keimanan, kesabaran, dan tanggung jawab, termasuk dalam urusan muamalah seperti utang piutang. (*)


---

IKN Nusantara: Antara Tekad Pembangunan, Polemik Perpindahan, dan Peran Jawa Timur


SURABAYA, 28 Juli 2025 – Progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan dalam dialog interaktif "Wawasan" di radio Suara Surabaya pagi ini, Senin (28/7/2025).  Andrinof Chaniago, pengamat kebijakan publik sekaligus mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, dalam dialog ini menyoroti berbagai aspek IKN, mulai dari status terkini, isu anggaran, hingga pandangan politik dan dampaknya bagi daerah.

---

Pembangunan IKN: Tetap "On The Track" Meski Ada Rasionalisasi Anggaran

Andrinof Chaniago menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap "on the track" atau berjalan sesuai rencana. Ia menyoroti dukungan anggaran dari DPR yang bahkan memenuhi permintaan tambahan dari Otorita IKN.

"Anggaran malah didukung oleh DPR. Saya dengar malah permintaan tambahan juga dipenuhi," ujar Andrinof. Meskipun ada informasi tentang permintaan tambahan Rp 21 triliun dari Otorita yang hanya disetujui Rp 6 triliun, Andrinof mengklarifikasi bahwa anggaran yang sudah disetujui dan mulai berjalan adalah sekitar Rp14 triliun lebih. Permintaan tambahan tersebut, menurutnya, justru menunjukkan adanya upaya percepatan.

"Karena Presiden sudah memerintahkan juga supaya kawasan legislatif dan yudikatif itu selesai akhir 2028," tambahnya, menjelaskan bahwa penambahan anggaran fisik ini bertujuan agar proses lelang dan pengerjaan bisa dipercepat. Ia menegaskan bahwa percepatan ini bukan karena kekurangan dana, melainkan bagian dari target penyelesaian yang ambisius.

---
Polemik Perpindahan dan "Gertakan" Partai NasDem

Dialog memanas ketika membahas usulan Partai NasDem agar bangunan yang sudah berdiri di IKN segera difungsikan, bahkan meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk berkantor di sana.

"Ini adalah gertakan, saya menganggap itu enggak serius ya, itu gertakan," kata Andrinof menanggapi usulan tersebut, menyebutnya sebagai upaya agar rekomendasi percepatan ini betul-betul diperhatikan.

Mengenai pandangan hukum yang mengikat perpindahan IKN dengan penerbitan Keputusan Presiden (Keppres), Andrinof berharap para ahli hukum dapat memberikan solusi, bukan jalan buntu.

"Para ahli hukum itu harusnya mencarikan solusi, karena tujuan sebenarnya dari hukum kan untuk memberikan pelayanan kepada kepentingan umum," tegasnya. Ia berpendapat bahwa Keppres untuk pemindahan sebagian pejabat bisa saja dikeluarkan tanpa harus mengartikan IKN sudah resmi pindah seluruhnya.

"Bisa saja sebagian pejabat pemerintah itu mulai bekerja di sana, itu bisa saja belum resmi pindah ibu kota," jelas Andrinof. Hal ini bertujuan agar fasilitas yang sudah dibangun termanfaatkan dan IKN mulai "hidup", meskipun komando tetap dari Jakarta.

---

Penurunan Status IKN? Andrinof: "Itu Bercanda, Tidak Masuk Akal!"

Wacana tentang kemungkinan penurunan status IKN dari Ibu Kota Negara menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur juga sempat mengemuka. Namun, Andrinof dengan tegas membantahnya.

"Oh, enggak, itu bercanda itu. Itu antara gertakan sama bercanda. Enggak usah dianggap serius. Enggak masuk akal," katanya, memastikan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Ia menjelaskan bahwa misi pembangunan IKN jauh melampaui kepentingan regional Kalimantan Timur. "Misi dari membangun IKN ini untuk Indonesia," ujarnya. Dampaknya bahkan terasa hingga Jawa.

Sebagai contoh, Andrinof menyoroti kepadatan penduduk di Jabodetabek yang memicu masalah seperti kemacetan parah saat mudik Lebaran. Dengan adanya IKN, ia membayangkan adanya penyebaran pergerakan penduduk ke wilayah timur, sehingga arus mudik dapat lebih terurai.

"Orang Jawa Timur nanti pulang mudiknya dari Banjarmasin, dari Balikpapan, langsung dari IKN terbang mungkin dari mana gitu ya. Ada yang pulangnya ke naik kapal turun di Tanjung Perak," ilustrasinya. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan pertumbuhan di luar Jawa.

---

Jawa Timur sebagai Gerbang dan Penyangga IKN

Andrinof melihat Jawa Timur sebagai "gerbang" dan "penggerak" penting bagi IKN. Dengan statusnya sebagai daerah industri dan pertanian yang maju, Jawa Timur memiliki sumber daya melimpah untuk mendukung kebutuhan IKN dan Kalimantan secara keseluruhan.

"Kalimantan itu kebetulan Tuhan kasih kaya sumber daya alam, tapi enggak kaya dengan produk pertanian," jelasnya. Ini akan menciptakan perdagangan yang saling menghidupkan, meningkatkan permintaan produk dari Jawa Timur dan membuka lapangan kerja bagi warga pencari kerja dari Jawa Timur di Kalimantan.

---

Visi IKN: Kota Dunia untuk Semua

Mengakhiri dialog, Andrinof menegaskan bahwa IKN adalah harapan bangsa, bukan hanya segelintir orang. Ia menggarisbawahi visi besar IKN yang tercantum dalam undang-undang: "Kota Dunia untuk Semua", sebuah ibu kota masa depan yang inklusif, berkelanjutan, hijau, dan berbasis teknologi.

Saat ini, zona inti pemerintahan IKN sudah terbangun, dan pembangunan zona-zona pendukung, termasuk area legislatif dan yudikatif, terus dikebut.

---

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Adi Sakadir, mengonfirmasi bahwa Pimpinan DPR telah menerima surat dari Kepala Otorita IKN pada 21 Juli 2025. Surat tersebut berisi permohonan konsultasi revisi Rencana Induk Pembangunan IKN. Detail dan latar belakang perubahan rencana ini akan dijelaskan lebih lanjut. (*)

Penulis: Fim


Tayang disini
https://jatimlines.id/pembangunan-ikn-nusantara-jawa-timur/
---

Sunday, July 27, 2025

Resmi! Emil Audero Gabung Cremonese, Dapat Opsi Pembelian Permanen


JAKARTA —Kiper Timnas Indonesia *Emil Audero Mulyadi* resmi bergabung dengan klub Serie A Italia, *US Cremonese*, untuk musim kompetisi 2025/2026. Kiper berusia 28 tahun itu didatangkan dengan status *pinjaman selama satu musim*, namun dilengkapi dengan *opsi pembelian permanen* di akhir masa peminjaman.

Kepindahan ini menandai langkah baru dalam karier Emil setelah musim lalu memperkuat Inter Milan sebagai kiper pelapis. Bersama Cremonese, Emil diharapkan mendapat lebih banyak menit bermain, sekaligus memperkuat lini pertahanan klub yang baru saja promosi kembali ke kasta tertinggi Liga Italia.

Cremonese sendiri memberikan sinyal bahwa mereka melihat Emil sebagai investasi jangka panjang. Kehadiran opsi pembelian permanen menjadi bukti bahwa manajemen klub membuka peluang untuk menjadikan Emil bagian dari proyek jangka panjang tim.

Bagi Timnas Indonesia, transfer ini menjadi kabar positif. Emil, yang mulai membela Garuda sejak 2024 usai proses naturalisasi, akan terus menambah pengalaman dan kualitasnya di salah satu liga terbaik dunia. Dengan kompetisi reguler di Serie A, Emil diharapkan tampil prima saat membela Merah Putih di ajang internasional ke depan.

Jika tidak ada halangan, Emil Audero akan menjalani debutnya bersama Cremonese pada awal musim Serie A yang dijadwalkan bergulir Agustus mendatang. (*)

Penulis: Fim

https://jatimlines.id/emil-audero-gabung-cremonese-2025/

---

Indonesia Raih Finalis, Ganda Campuran Tiongkok Dominasi Podium di WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 Solo


SOLO, 27 Juli 2025 – Pasangan ganda campuran muda Indonesia, *Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine*, berhasil menembus babak final WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 yang digelar di Manahan Indoor Sports Hall, Surakarta. Meskipun belum berhasil meraih gelar juara, pencapaian mereka di podium adalah bukti potensi besar atlet muda Merah Putih.

Gelar juara sektor ganda campuran berhasil direbut oleh wakil Tiongkok, *Chen Jun Ting/Cao Zi Han*, yang tampil dominan sepanjang turnamen. Keberhasilan Tiongkok semakin lengkap dengan dua pasangan mereka lainnya juga menembus babak semifinal.

---

*Dominasi Tiongkok dan Prestasi Indonesia*

Selain juara, podium ganda campuran juga diisi oleh dua semifinalis:
* *Lee Hyeong Woo/Cheon Hye In* dari Korea Selatan.
* *Feng Yi Lang/Zhang Jia Han* dari Tiongkok.

Hasil ini menunjukkan persaingan ketat di sektor ganda campuran level junior Asia, dengan Tiongkok yang berhasil menempatkan dua wakilnya di semifinal dan satu di final, bahkan meraih gelar juara.
Prestasi Ikhsan Lintang Pramudya dan Rinjani Kwinara Nastine sebagai finalis menjadi capaian membanggakan bagi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pembinaan bulu tangkis di Tanah Air terus menghasilkan talenta-talenta menjanjikan yang mampu bersaing di kancah internasional. Meskipun belum juara, pengalaman bertanding di final turnamen sekelas Kejuaraan Asia Junior akan menjadi bekal berharga bagi Ikhsan dan Rinjani untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa mendatang. (*)

Penulis : Fim

https://jatimlines.id/final-wondr-badminton-asia-junior-2025-indonesia-vs-tiongkok/
---

Moh. Zaki Ubaidillah Raih Gelar Juara Tunggal Putra di WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025


Indonesia berjaya di ajang WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025! 

WONDR Badminton Asia Junior Championships 2025 diadakan di Manahan Indoor Sports Hall, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia.

Turnamen ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 27 Juli 2025.

Pebulu tangkis muda kebanggaan Merah Putih, *Moh. Zaki Ubaidillah*, berhasil meraih podium tertinggi sebagai juara tunggal putra. Dalam laga final yang berlangsung hari ini, Zaki menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan wakil Tiongkok, Liu Yang Ming Yu.

Kemenangan Zaki ini semakin manis dengan kehadiran dua wakil Indonesia lainnya, *Fardhan Rainanda Joe* dan *Richie Duta Richardo*, yang berhasil menembus babak semifinal, mengukuhkan dominasi pebulu tangkis muda Tanah Air di kancah Asia.

Perjalanan Zaki menuju podium juara tidaklah mudah, namun ia tampil konsisten dan penuh determinasi sejak babak awal. Berikut adalah rekapitulasi performa luar biasa Moh. Zaki Ubaidillah:

---
*Perjalanan Gemilang Zaki Menuju Emas*

* *Babak 64 Besar:* Zaki memulai langkahnya dengan meyakinkan, menundukkan Punnatat Prempunpong dari Thailand dua gim langsung dengan skor *21-9, 21-12*.

* *Babak 32 Besar:* Ia kembali menunjukkan dominasinya, mengalahkan Trieu Huy Lo dari Vietnam dengan skor telak *21-11, 21-7*.

* *Babak 16 Besar:* Melawan Hyeong Woo Lee dari Korea, Zaki tampil solid dan meraih kemenangan *21-14, 21-9*.

* *Perempat Final:* Dalam laga sengit tiga gim, Zaki berhasil mengatasi perlawanan ketat Gao Bo Xiao dari Tiongkok dengan skor *18-21, 21-11, 21-10*, menunjukkan mental baja di poin-poin krusial.

* *Semifinal:* Derby Merah Putih tersaji di babak ini. Zaki berhasil menyingkirkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam dua gim *21-16, 21-17*, memastikan satu tempat di final.

* *Final:* Puncaknya, Moh. Zaki Ubaidillah tampil cemerlang dan mengukuhkan dirinya sebagai juara setelah mengalahkan Liu Yang Ming Yu dari Tiongkok. (Skor final akan diumumkan setelah pertandingan selesai atau diupdate dari sumber resmi).

Prestasi ini menjadi angin segar bagi dunia bulu tangkis Indonesia dan menunjukkan potensi besar generasi muda untuk terus bersaing di level internasional. Selamat untuk Moh. Zaki Ubaidillah! (*)

Penulis: Fim

Tayang disini
https://jatimlines.id/zaki-ubaidillah-juara-asia-junior-2025/

---

Prinsip Ekonomi Islam dan Peran Muhammadiyah: Kajian Ahad Pagi di Masjid Darul Arqom Pasuruan


PASURUAN, 27 Juli 2025 – Jamaah Masjid Darul Arqom Muhammadiyah Pasuruan dipenuhi antusiasme Ahad pagi ini (27/7/2025) dengan kehadiran Ustadz Imam Nachrowi yang membawakan kajian tentang *prinsip dasar ekonomi Islam, strategi pengembangannya, serta peran Muhammadiyah dalam memajukan ekonomi syariah*. Acara yang juga dimeriahkan dengan bazar sayur bagi jamaah ini menjadi forum edukasi dan inspirasi bagi masyarakat.

---

*Ekonomi Islam: Jalan Tengah antara Sosialisme dan Kapitalisme*

Dalam paparannya, Ustadz Imam Nachrowi mengawali dengan membedah sistem-sistem ekonomi yang lazim dikenal di dunia: *sosialisme (komunisme), dan kapitalisme*.

"Sistem ekonomi sosialis atau komunis memiliki ciri pokok di mana negara mengambil alih secara penuh seluruh sendi ekonomi," jelas Ustadz Imam. Ia mencontohkan Republik Rakyat Tiongkok, di mana kekuasaan negara sangat dominan dalam mengatur industri, bahkan sampai pada pengaturan pasokan listrik antara kebutuhan industri dan masyarakat. "Di sana, kebebasan individu dalam berekonomi sangat dibatasi," imbuhnya.

Sebaliknya, sistem kapitalis menempatkan individu sebagai aktor utama dalam perekonomian, dengan peran negara yang minimal. "Orang-orang yang menganut kapitalisme percaya bahwa individu memiliki kebebasan penuh dalam berekonomi," kata Ustadz Imam.
Lalu, di manakah posisi *ekonomi Islam*? Ustadz Imam menegaskan bahwa ekonomi Islam hadir sebagai *jalan tengah yang seimbang*. "Dalam Islam, hak individu diakui, tetapi negara juga hadir untuk memastikan berjalannya nilai-nilai ilahiyah dan keadilan," tegasnya.

Ia mengutip sebuah ayat Al-Qur'an  intinya merujuk pada prinsip keadilan dan larangan menipu dalam berbisnis).

Surah Al-Baqarah (2:42), Allah berfirman:

 "Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, padahal kamu tahu."

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَـكُمْ خَلٰٓئِفَ الْاَ رْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَا بِ ۖ وَاِ نَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 165)

 "Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, pemegang amanah yang tinggi. Semua perilaku kita, termasuk dalam berekonomi, adalah dorongan dari ibadah kepada Allah," papar Ustadz Imam.
Empat nilai dasar dalam ekonomi Islam yang ditekankan Ustadz Imam adalah:

1.  Amanah: Menjalankan kepercayaan dengan baik.

2.  Keadilan dan Kebajikan (Ihsan): Bersikap adil dan berbuat baik dalam setiap transaksi.

3.  Larangan Penipuan dan Ketidakpastian (Gharar): Segala bentuk penipuan dan transaksi yang mengandung ketidakpastian tinggi dilarang dalam Islam, seperti menjual buah yang masih tertutup atau tidak jelas hasilnya. "Jika ada cacat, ceritakan cacatnya," tegasnya.

4.  Suka Sama Suka (Taradhi): Setiap transaksi harus didasari kerelaan dari kedua belah pihak.

---
*Strategi Pengembangan Ekonomi Islam dalam Sejarah dan Kontemporer*

Ustadz Imam juga menyoroti bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat telah mengembangkan "dakwah ekonomi".

"Pada zaman Rasulullah, telah dikembangkan Baitul Maal sebagai lembaga keuangan negara untuk mengelola pemasukan dan mendistribusikannya," jelas Ustadz Imam. Ia juga menyinggung bagaimana Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan memiliki kebijakan fiskal yang progresif, seperti membagikan tanah-tanah tidak terpakai kepada rakyat yang mampu mengelolanya, serta pembentukan lembaga pengawasan pasar.

"Di zaman Khalifah Umar, ada pengawasan pasar yang luar biasa ketat. Bahkan pedagang yang menipu langsung dikeluarkan dari pasar," ujarnya, menekankan pentingnya pengawasan pasar dan penegakan hukum dalam ekonomi Islam.

Dalam konteks modern, Ustadz Imam memperkenalkan konsep analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai kerangka strategi. "Kita perlu memahami kelebihan dan kekurangan kita sebagai individu, organisasi, atau umat, serta melihat peluang dan ancaman dari luar," katanya.

---

*Peran Muhammadiyah dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Islam*

Menariknya, Ustadz Imam menyoroti peran Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi Islam. Ia mengakui bahwa meskipun Muhammadiyah memiliki aset besar di bidang pendidikan dan kesehatan (misalnya, ribuan sekolah dan ratusan rumah sakit), sektor ekonomi seringkali berada di urutan belakang.

"Muhammadiyah selalu menyatakan tiga pilar: pendidikan, kesehatan, dan amal usaha. Tapi ekonominya ketiga," ujarnya, menyiratkan bahwa potensi ekonomi Muhammadiyah belum sepenuhnya tergarap. Padahal, di era Rasulullah dan sahabat, ekonomi justru menjadi garda terdepan dakwah.

Namun, Ustadz Imam memberikan contoh gerakan positif dari Pimpinan Pusat Aisyiyah (organisasi perempuan Muhammadiyah). "Aisyiyah sudah mulai menggerakkan penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan usaha," ungkapnya, menyebut adanya Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dan Jaringan Saudagar Aisyiyah (JataM) serta Suara Hati Aisyiyah (SuHara) sebagai inisiatif nyata.

Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir  juga mendorong *pembangunan ekosistem ekonomi Muhammadiyah yang progresif*. Langkah progresif ini mencakup berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sistematis, dan berkeadilan.

Ustadz Imam juga menyinggung tantangan krisis pangan global dan pentingnya *swasembada pangan*. Ia mengapresiasi upaya beberapa pihak dalam menggerakkan penanaman lahan, bahkan dengan kerja sama multi-sektoral.

"Pemberdayaan ekonomi, pelatihan usaha, dan keuangan umat adalah kunci. Kita harus mengakselerasi usaha-usaha yang sudah berjalan dan menerapkan ekstremisme kebaikan dalam menjalankannya," pungkas Ustadz Imam. Ia juga memberikan contoh dari Korea Selatan, di mana warung-warung dan restoran dengan sertifikat halal berhasil menarik konsumen Muslim, meskipun pemiliknya bukan Muslim. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat diterima secara universal dalam praktik ekonomi.

Di akhir acara, jamaah dan warga sekitar dapat menikmati bazar sayur yang disediakan, semakin menambah semarak kajian Ahad pagi di Masjid Darul Arqom Muhammadiyah Pasuruan. (*)

Penulis: Firnas Muttaqin 

https://jatimlines.id/prinsip-ekonomi-islam-dan-peran-muhammadiyah/

https://www.pcmpanggungrejo.my.id/2025/07/prinsip-ekonomi-islam-dan-peran.html?m=1
---

Saturday, July 26, 2025

Festival Bandeng Jelak 2025: Saat Tradisi, Ekonomi, dan Pariwisata Bertemu di Pesisir Pasuruan


Di tengah semilir angin tambak dan aroma khas laut pagi, ratusan warga Kota Pasuruan memulai hari dengan langkah penuh semangat. Sabtu, 26 Juli 2025, menjadi hari yang tak sekadar tentang olahraga atau hiburan—tetapi tentang merawat kebanggaan lokal. Festival Bandeng Jelak ke-6 kembali digelar, dan dengan sorak penuh suka cita, Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, membuka acara jalan pagi “Pipir Tambak” yang menjadi pembuka rangkaian festival bahari paling ikonik di kota ini.
“Syukur Alhamdulillah, kita semuanya diberikan kesehatan,” ucap Nawawi dalam sambutan pembukaannya. Ucapan itu bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi dari rasa syukur atas keberlangsungan sebuah tradisi yang terus tumbuh menjadi simbol kekuatan ekonomi dan pariwisata Kota Pasuruan.

*Bandeng Jelak: Bukan Sekadar Ikan, Tapi Identitas Daerah*

Bandeng Jelak bukanlah sekadar komoditas perikanan. Ia adalah cerita tentang tanah, air, dan manusia pesisir. Keunikannya terletak pada cita rasa khas yang tidak berbau tanah, menjadikannya salah satu jenis bandeng unggulan yang jarang ditemukan di daerah lain. Di tangan masyarakat Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, bandeng ini diolah secara tradisional, diasap dengan teknik turun-temurun, dan menjadi simbol kejayaan hasil tambak Kota Pasuruan.

Lewat Festival Bandeng Jelak, potensi lokal ini diangkat bukan hanya ke tingkat regional, tapi juga nasional dan bahkan internasional. Dinas Perikanan Kota Pasuruan bersama Forikan Indonesia, FEDUFISS, dan JeBiZa Event Organizer menjalin kolaborasi lintas sektor yang tak hanya merayakan makanan, tapi juga kearifan lokal, edukasi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Antara Kuliner, Kearifan Lokal, dan Digitalisasi

Tak hanya memanjakan lidah lewat hidangan seperti *Mangut Bandeng Asap* dan *Fish Burger Fun Cooking*, festival ini juga menunjukkan keterbukaan Pasuruan terhadap modernitas. Keterlibatan para kreator konten TikTok menjadi sinyal bahwa promosi tradisi tak harus terjebak dalam pola lama. Di era digital, viralitas bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi.

Wakil Wali Kota Nawawi bahkan tak ragu untuk menyelipkan humor. “Biasanya bisik-bisik makannya nasi kambing terus. Hari ini semua harus makan Bandeng Jelak. Setuju?” candanya, disambut gelak tawa dan semangat dari para peserta. Sentuhan personal ini menunjukkan bahwa pemerintah kota hadir tidak hanya sebagai pengelola acara, tetapi sebagai bagian dari denyut komunitas itu sendiri.
*Membawa Tradisi ke Masa Depan*

Festival Bandeng Jelak 2025 bukan hanya tentang pesta kuliner. Ia adalah ruang temu antara generasi tua dan muda; antara budaya lama dan strategi promosi baru. Ketika ibu Wakil Wali Kota Pasuruan turut mengajarkan cara membuat burger ikan, atau saat King Abdi memimpin demo memasak mangut bandeng dengan sentuhan modern, tersirat sebuah pesan: tradisi bisa tumbuh, hidup, dan tetap relevan jika dikelola dengan cinta dan inovasi.

Lebih dari itu, festival ini mempertegas bahwa pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal bisa menjadi penggerak ekonomi yang inklusif. Dari para petambak, pengolah hasil laut, pelaku UMKM, hingga pelajar yang ikut belajar memasak—semua mendapat ruang untuk tampil, tumbuh, dan terhubung.

*Penutup: Pasuruan, Laut, dan Harapan*

Ketika langkah kaki warga menyusuri tambak dalam gerak jalan pagi, mereka tak hanya bergerak secara fisik. Mereka sedang menapaki jalan harapan—bahwa laut, tambak, dan ikan bukan hanya soal pekerjaan, tapi tentang masa depan bersama. Festival Bandeng Jelak menjadi bukti bahwa di tangan yang tepat, tradisi bisa menjadi jalan menuju kemajuan.

Di tengah tantangan global dan fluktuasi ekonomi, Pasuruan menunjukkan bahwa kekuatan lokal tak boleh diremehkan. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kecintaan pada warisan sendiri, kota ini telah menunjukkan bahwa bandeng pun bisa menjadi ikon peradaban. (*)

Penulis: Fim

Tayang disini:
https://jatimlines.id/konsep-otomatis-2-festival-bandeng-jelak-2025-pasuruan/

---

Bandeng Rahman: Kisah Sukses Budidaya Udang Vanamei di Kalianyar Bangil Pasuruan, Berawal dari Dua Kolam hingga Rencana Pengembangan Skala Besar Proyek Komunal


PASURUAN, 26 Juli 2025 – Di tengah hiruk pikuk sentra perikanan di Kalianyar, Bangil, Pasuruan, nama "Bandeng Rahman" mungkin lebih dikenal karena komoditas udang *Vanamei*-nya yang berkualitas. Usaha budidaya yang dikelola oleh Bapak Rahman ini telah menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak dimulai pada tahun 2020, bahkan di tengah gempuran pandemi COVID-19. Berawal dari dua kolam kecil, kini Bandeng Rahman sedang merancang rencana pengembangan skala besar melalui skema investasi komunal.

Investasi Awal dan Strategi Budidaya Udang Vanamei

Bapak Rahman memulai usahanya pada tahun 2020 dengan modal awal sekitar Rp300 juta untuk dua kolam berukuran masing-masing 600 meter persegi. Kedua kolam tersebut difokuskan sepenuhnya pada budidaya udang *Vanamei*. Setiap kolam ditebari sekitar 100 ribu benih udang yang didatangkan langsung dari Besuki, Situbondo.

Proses budidaya udang *Vanamei* membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga panen penuh. Namun, Bapak Rahman menerapkan strategi panen parsial atau sebagian, yaitu sekitar 20-25% dari total bibit, ketika udang mencapai usia 50-60 hari. Hal ini memungkinkan perputaran modal yang lebih cepat dan mengurangi risiko kerugian massal. Udang yang dipanen sebagian ini memiliki ukuran sekitar 100 ekor per kilogram.

Persiapan kolam menjadi kunci sukses budidaya ini. Kolam harus bersih dan di-disinfeksi sesuai SOP. Kemudian, dilakukan penumbuhan plankton yang memakan waktu satu hingga 10 hari. Setelah plankton tumbuh, barulah benih udang dimasukkan. Pemberian pakan (pelet/pur) dilakukan tiga kali sehari pada awal pertumbuhan dan meningkat menjadi empat kali sehari setelah udang berusia satu bulan, dengan jadwal ketat pukul 07.00, 11.00, 15.00, dan 19.00 WIB. Pakan diambil langsung dari distributor pabrikan, dengan merek Evergreen menjadi pilihan utama.

*Diversifikasi ke Nila dan Peluang Bisnis*

Dari hasil budidaya udang yang maksimal di dua kolam awal, Bapak Rahman kemudian berhasil membangun tiga kolam bulat berukuran lebih besar. Selain udang, sekitar setahun terakhir, Bandeng Rahman juga mulai merambah budidaya ikan nila. Untuk kolam seluas 600 meter persegi, kolam nila diisi sekitar 30 ribu ekor bibit.

Ketika ditanya perbandingan keuntungan, Bapak Rahman dengan jujur menyebut bahwa budidaya udang jauh lebih menguntungkan secara profit, mencapai 40-45% dalam kondisi normal. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa risiko kerugian akibat cuaca atau kebersihan lingkungan sama besar antara udang dan nila.

Pemasaran hasil panen Bandeng Rahman terbilang lancar. Para pedagang langsung datang ke lokasi tambak, sehingga tidak perlu repot mencari pasar. Ikan nila umumnya dijual kembali di pasar lokal, sementara udang *Vanamei* sebagian besar disuplai ke pabrik pengolahan, sisanya dijual ke pasar.

Dengan modal operasional sekitar Rp50-60 juta untuk satu kolam udang selama tiga bulan, Bapak Rahman bisa menghasilkan hingga 1,5 ton udang, dengan omzet mendekati Rp100 juta. Usaha ini dikelola secara efisien dengan bantuan dua orang pekerja, termasuk putranya, serta Bapak Rahman sendiri.

*Rencana Pengembangan Skala Besar dan Proyek "Perumahan" Tambak*

Melihat potensi besar ini, Bandeng Rahman memiliki rencana pengembangan skala besar. Bapak Rahman berencana membangun semacam "perumahan" tambak dengan sistem *coupling* atau per kolam. Dalam skema ini, investor akan disediakan sarana dan dampak sarananya, kemudian investor yang akan membangun kolamnya sendiri. Sistem pembagian keuntungan (sharing profit) akan disepakati di awal. Dan pengelolanya diserahkan ke pihak profesional, dalam arti yang ahli dibidangnya/teknisi.

Untuk membangun satu kolam dengan luasan 600 meter persegi, investor diperkirakan membutuhkan biaya minimal Rp100 juta, termasuk terpal dan operasional awal. Proyek ini akan menyasar komunitas pembudidaya dan investor perorangan, khususnya dari regional Jawa Timur. Komoditas utama yang akan dibudidayakan tetap udang *Vanamei*, meskipun budidaya nila juga bisa dipertimbangkan tergantung permintaan investor. Kerja sama ini diharapkan berlangsung minimal 2-3 tahun.

Rencana pengembangan ini juga didukung oleh keterlibatan Bapak Rahman dalam forum Komunikasi Petambak Indonesia (FKPI) yang baru-baru ini mengadakan kegiatan di Surabaya. Forum ini menjadi ajang berbagi pengetahuan budidaya, membahas kendala, antisipasi, serta promosi produk-produk sarana tambak seperti *kincir*, *blower*, dan pompa. Rekomendasi dari forum tersebut memberikan gambaran teknis budidaya yang benar dan berkualitas, terutama dalam menghadapi faktor-faktor cuaca yang sering menjadi tantangan.

Dengan visi ke depan yang jelas dan pengalaman bertahun-tahun dalam budidaya perikanan, Bandeng Rahman dari Kalianyar Bangil Pasuruan siap melangkah lebih jauh, tidak hanya memperkuat posisinya di industri perikanan lokal tetapi juga membuka peluang investasi bagi pihak lain yang tertarik pada potensi udang *Vanamei* dan ikan nila. (*)

---

Kontak Kerjasama:
Rahman : 0812-5244-5888
Firnas Muttaqin : 0858-5352-0030
Markhan : 0813-3417-4042

Friday, July 25, 2025

Fajar/Fikri Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia, Lolos ke Semifinal China Open 2025


Changzhou, 25 Juli 2025 – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mencetak kemenangan gemilang di perempat final China Open 2025. Mereka berhasil mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan yang juga pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho / Seo Seung-jae, dalam pertandingan yang berlangsung di Changzhou Olympic Sports Center.

Jalannya Pertandingan
Game pertama berlangsung sengit sejak awal. Kedua pasangan saling kejar poin hingga skor imbang 5-5. Setelah itu, Fajar/Fikri mulai mendominasi dan memimpin 11-7 saat interval. Kim/Seo sempat menyamakan kedudukan menjadi 15-15, namun Fajar/Fikri tetap tenang dan menutup game ini dengan kemenangan 21-19.

Pada game kedua, Fajar/Fikri tampil lebih dominan. Mereka mencetak sembilan poin beruntun dan unggul jauh 14-3. Meski pasangan Korea mencoba mengejar, Fajar/Fikri mampu menjaga fokus dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-14.

Satu-satunya Wakil Ganda Putra Indonesia

Dengan kemenangan ini, Fajar/Fikri menjadi satu-satunya wakil ganda putra Indonesia yang tersisa di turnamen. Mereka kini berpeluang besar untuk merebut gelar Super 1000 pertama mereka tahun ini.

Reaksi Netizen
Penampilan Fajar/Fikri langsung mendapat sorotan dari para penggemar bulutangkis. Di forum-forum internasional seperti Reddit, banyak yang memuji performa mereka. Salah satu komentar menyebut bahwa Fajar/Fikri berhasil menggagalkan peluang Kim/Seo untuk meraih Grand Slam turnamen Super 1000.

Di media sosial X, netizen Indonesia juga ramai memberikan pujian atas dominasi mereka di game kedua, khususnya saat unggul 14-3. Beberapa bahkan mulai membandingkan strategi sektor ganda putri, dan berharap PBSI lebih berani bereksperimen dengan komposisi pemain.

Mengapa Kemenangan Ini Penting?

Mengatasi tekanan: 
Fajar/Fikri menunjukkan ketenangan di saat-saat krusial, terutama di game pertama.

Dominasi di lapangan: Kemenangan dua gim langsung atas ganda terbaik dunia menegaskan kesiapan mereka bersaing di level tertinggi.

Momentum menuju final: 
Ini menjadi bekal penting untuk menghadapi semifinal dan meraih peluang juara.
Penutup
Kemenangan atas Kim/Seo menunjukkan bahwa Fajar/Fikri bukan hanya pasangan unggulan nasional, tetapi juga pesaing serius di level dunia. Dengan performa yang semakin matang, peluang untuk mencetak sejarah di China Open 2025 terbuka lebar. (*)

Penulis: Fim

https://jatimlines.id/fajar-fikri-tumbangkan-ganda-nomor-satu-dunia-lolos-ke-semifinal-china-open-2025/

_____

Menggenggam Sukses Dunia dan Akhirat: Sebuah Refleksi Iman, Ilmu dan Amal

                    Ustadz Dzakwan

PASURUAN, 25 Juli 2025 – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang kerap membuat manusia kehilangan arah, mimbar Jumat (25/7/2025) di Masjid At-Taqwa Jagalan, Kelurahan Kandangsapi, Kota Pasuruan, siang ini menyajikan sebuah renungan mendalam. Ustadz Baqir Dzakwan Fawwaza Nourdy, yang akrab disapa Ustadz Dzakwan, mengingatkan para jamaah tentang tiga pilar fundamental dalam Islam yang menjadi kunci keberhasilan hakiki: iman, ilmu, dan amal. Sebuah harmoni yang, jika terjalin sempurna, diyakini akan mengantarkan setiap Muslim pada kebaikan di dunia dan akhirat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Dzakwan memulai dengan menegaskan bahwa "iman" adalah fondasi utama kehidupan. Mengutip Surat An-Nisa ayat 136,

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَا لْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَا لْكِتٰبِ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 136)

Ia mengingatkan bahwa keimanan bukan sekadar keyakinan pasif di dalam hati, melainkan sebuah komitmen yang membentuk seluruh tujuan dan orientasi hidup. Tanpa iman yang kokoh, manusia akan tersesat, kehilangan makna, dan setiap perbuatannya akan hampa nilai di mata Ilahi. Imanlah yang menjadi sumber motivasi, pendorong setiap langkah menuju kebajikan.

Pilar kedua, "ilmu", ditekankan sebagai keharusan bagi setiap mukmin. Ustadz Dzakwan mengutip Surat Al-Mujadilah ayat 11:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِ ذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)

Di ayat ini menyebutkan bagaimana Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

"Kualitas keimanan seseorang akan semakin tinggi manakala ia memiliki kapasitas keilmuan yang berkualitas," ujarnya. 

Ilmu, lanjut Dzakwan, adalah pelengkap keimanan, yang menerangi akal dan pikiran, membimbing manusia untuk memahami syariat dan mengamalkannya dengan benar. Integrasi antara wahyu dan akal menjadi bukti nyata kemuliaan manusia di hadapan Sang Pencipta.

Terakhir, namun tak kalah penting, adalah "amal". Ustadz Dzakwan menjelaskan bahwa amal adalah implementasi nyata dari iman dan ilmu yang telah dimiliki. Merujuk pada Surat Al-Ashr:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لْعَصْرِ 
"Demi masa."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 1)

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ 
"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 2)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 3)

Surat Al 'Asr ini mengingatkan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran. 

"Amal yang berkualitas harus didahului dengan keimanan yang kokoh dan keilmuan yang memadai," tegasnya. 

Amal saleh, dengan demikian, menjadi bukti konkret dari keyakinan dan pemahaman seseorang, membuahkan hasil yang bermakna bagi diri sendiri dan lingkungan.

Ustadz Dzakwan menutup khutbahnya dengan sebuah kesimpulan yang mengena: harmoni antara iman, ilmu, dan amal bersifat integral dan tak terpisahkan. Ketiganya adalah satu kesatuan yang saling melengkapi, meningkatkan kualitas ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. Jika kebaikan di dunia dan akhirat adalah tujuan, maka keimanan yang benar, kapasitas keilmuan yang mumpuni, dan pengamalan yang tepat adalah jalan satu-satunya.

Khutbah ini bukan hanya seruan spiritual, melainkan juga pengingat praktis bagi umat Islam di Pasuruan dan di seluruh dunia. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman, kembali kepada tiga pilar ini menjadi krusial. Sebab, hanya dengan iman yang teguh, ilmu yang membimbing, dan amal yang ikhlas, seorang Muslim dapat benar-benar menggenggam kesuksesan sejati dan meraih keridhaan Allah SWT. (*)

Penulis: Firnas Muttaqin 
Jum'at, 25 Juli 2025



---