NOTULENSI
Space Talk Ramadhan
Ramadhan Bercuan: Bongkar Potensi Sosial Media dan WFA Pakai AI Selama Ramadhan
Hari/Tanggal: Kamis, 5 Maret 2026
Platform: Live di Instagram @kukmspace.jatim & @sekolahwfa
Pembicara:
1. Febby Anggun (Founder Sekolah WFA)
2. Syauqi Azhar (Co-Founder Sekolah WFA)
Host: Kartika (KUKM Space Jatim)
Notulensi ini ditranskrip oleh TurboScribe.ai
---
PEMBUKAAN
Host (Kartika):
Selamat siang, teman-teman. Kita akan ngobrol dengan Sekolah WFA siang ini tentang terjun ke sosial media dan membangun sistem otomatisasi konten. Jadi sudah tidak usah repot lagi ternyata.
Akan seperti apa? Nanti kita akan ngobrol sama Sekolah WFA. Halo, sudah bergabung dengan saya.
Jadi kalau misalnya membangun sistem otomatisasi untuk konten ini yang bagaimana sih? Karena eranya sudah digital, jangan manual-manual lagi ya.
Kita tumbuh bareng dengan Sekolah WFA seperti minggu lalu. Tapi yang sekarang kita akan ngobrolin tentang bagaimana kalau kita terjun di sosial media tapi tidak manual, jadi tidak merepotkan, kita bisa mengerjakan yang lainnya dan cuan dari yang lainnya dengan membangun sebuah sistem otomatisasi konten. Agar apa? Lebih terstruktur mungkin ya, terus lebih konsisten jadi tidak ke-skip-skip, dan bisa membantu kita juga mungkin membangun personal brand atau bisnisnya masing-masing kalau memang ada.
Untuk UMKM, teman-teman UMKM yang mau join, langsung join aja. Kalau ada pertanyaan langsung aja ke kolom komentar, nanti kita jawab satu per satu.
Tunggu dulu teman-teman dari Sekolah WFA. Senang banget kalau dapat teman-teman yang sama-sama frekuensinya. Excited bisa berbagi dan sharing edukasi, literasi baru, insight baru. Terutama untuk pelaku-pelaku usaha di Jawa Timur, UMKM.
Terus nanti hubungannya sama UMKM, pasti ada yang bisa dimanfaatkan untuk teman-teman pelaku UMKM dari sisi sosial medianya. Karena kan kalau kita ngomongin UMKM hari ini, semuanya itu produsen. Jadi mengerjakan semuanya sendiri, sampai bagaimana caranya bisa sosial medianya juga ter-handle.
Kita akan ngobrol dengan Sekolah WFA. Akan ada Febby Anggun, ini Founder Sekolah WFA, Ibu Kepala Sekolahnya ya, langsung hadir ngobrol bareng kita. Dan juga ada Syauki Azhar, ini Co-Founder Sekolah WFA.
Syauqi: Halo.
Febby: Halo.
Host: Hai, apa kabar? Puasa hari keberapa ini? 11 atau 12?
Febby: 15.
Sauqi: 15.
Host: 15 ya? Nggak kerasa 15 ya? Berarti 10 hari lagi kita lebaran? Nggak? Oh harus 15 lagi ya? Nggak boleh. Nggak boleh dimasukin. Ada nggak ikut lebaran yang maju? Puasanya kemarin kan boleh lah mundur ya, kalau lebarannya maju ikut yang maju.
Febby: Insya Allah.
Host: Apa kabar Feby?
Febby: Alhamdulillah sehat.
**Host:** Eh, hujan ya? Kemarin semalem hujan. Sekarang nggak? Terus cuacanya ini lagi ekstrim banget kan, tiba-tiba nggak tahu. Di Surabaya sudah hujan 2 hari.
**Febby:** Ekstrim ya anginnya tuh.
**Host:** Iya ekstrim cuacanya. Semalam juga sampai malem banget hujannya dari sore sampai hampir pagi, hampir mau sahur. Tapi angin juga nggak?
**Febby:** Nggak terlalu kalau angin. Di kita angin kenceng banget nih, mengerikan. Nggak tahu kenapa.
---
### TOPIK UTAMA: MEMBANGUN SISTEM OTOMATISASI KONTEN
**Host:** Oke. Kita siang ini mau ngobrolin lagi, seru banget. Ini sederhana, terlihat sederhana, terdengar sederhana, tapi ternyata kita akan ngobrolin tentang bagaimana kita bisa membangun sistem untuk sosial media dan otomatisasi kontennya. Nah ini yang mau bicara itu akan lebih banyak Bapak ini ya, Bapak AI ya, Co-Founder dari Sekolah WFA karena teknis banget. Nanti kita akan ngobrolin tentang Sekolah WFA lagi bareng sama Anggun. Mungkin di akhir ya, kita akan ngobrolin, ingetin lagi teman-teman kalau mau join bareng Sekolah WFA bagaimana.
Oke. Nah ini keren banget sih. Ada yang baru atau ada kabar baru dari Sekolah WFA? Seminggu kita nggak ketemu.
**Febby:** Baru aja, baru aja nggak ketemu. Baru aja tetep ketemu lagi. Insya Allah.
Seperti, kayaknya aku sebelumnya udah pernah sempat nge-message ya bahwa kita bakal ada traveling bareng sama anak-anak WFA. Dan kemarin udah bikin prank-prankan juga, udah bikin pranknya dan lain sebagainya. Udah aku sounding juga ke beberapa community, dan mereka sangat excited.
**Host:** Party. Eh jadwalnya kapan sih ke Jepang? Ke Jepang nggak?
**Febby:** Eh nggak-nggak-nggak. Eh udah keluar kan minggu lalu ya? Eh tapi belum, sama temen-temen belum diumumin emang ya. Iya kalau untuk umum masih belum, cuman masih aku keep sama anak-anak community aja.
**Host:** Oh betul. Aman aja.
**Febby:** Ya ini agak lancar ya. Kayak di depan udah aman. No worries, no worries Tik.
**Host:** Gatik? Aku? Kita sama-sama semua. Kita pakai warna coklat-coklat ya? Oh iya coklat-coklat. Eh kok bisa?
Sebenernya aku lagi drop, tapi nggak di warna suara ya? Lagi drop, tapi nggak apa-apa. Karena cuaca, kecapekan. Kan kita lagi di Indonesia ya, yang di luar perang, kita tetap kerja ya kan?
**Febby:** Betul sekali. Kita urusin.
---
### DAMPAK KONDISI GLOBAL TERHADAP SEKOLAH WFA
**Host:** Oke. Sebelum kita lanjut ke tema kita hari ini, kondisi di luar sana secara sekolah WFA ini bisa dikerjakan dari belahan dunia manapun, orang dari seluruh dunia bisa aja ikut sekolah WFA. Ada pengaruhnya nggak kondisi yang di luar dengan sekolah WFA? Walaupun baru-baru aja terjadi, dengan kondisi ini ya yang lagi war-war itu.
**Febby:** So far Alhamdulillah belum ada. Semoga nggak bakal ada kendala dan lain sebagainya. So far Alhamdulillah, so far so good. Aman, lanjut-lanjut.
Bahkan hari ini kita bakal ada ketemu sama komunitas. Anak-anak komunitas juga tapi di dalam. Misalnya kayak Upwork gitu lah, komunitas para konten kreator dan lain sebagainya, ini mau bergabung sama sekolah WFA juga hari ini. Jadi aman sih so far.
**Host:** Oke oke. Alhamdulillah. Semoga juga partner-partnernya sekolah WFA yang ada di luar juga aman-aman ya.
**Febby:** Iya. So far so good, karena ini pasti. So far so good.
**Host:** Alhamdulillah. Oke oke. Pokoknya tetap kerja aja.
---
MEMBANGUN SISTEM OTOMATISASI KONTEN (Bersama Syauqi)
**Host:** Oke. Kita akan ngobrolin tentang terjun ke sosial media nih. Dengan Sauqi dulu kali ya, membangun sistem otomatisasi. Aduh, ini membangun sistem konten di sosial media. Kita ngobrolin temanya dulu ini.
Sosial media, kita ngomongin sosial media tuh kayak, ya udah sih bikin konten, bikin timeline, bikin bagaimana upload-upload-upload. Tapi ternyata nggak hanya sekedar itu. Kita harus bikinin juga strategi. Untuk bisa konsisten itu juga tidak mudah. That's why otomatisasi ini akan menjawab ketika kita tidak bisa konsisten melakukannya. Karena bagaimanapun sosial media yang kita punya hari ini, should be harus dimanfaatkan dengan baik. Mumpung gratis semuanya, dimanfaatkan dengan baik. Karena bisa banget membantu memasarkan apapun bisnis teman-teman yang di rumah.
Membangun otomatisasi konten itu yang bagaimana, Sauqi?
**Sauqi:**
Oke. Nah sebelum kita ngomongin otomatisasi, kita harus tau dulu kenapa kita konten dan kesalahan apa sih sebenarnya yang bikin kita itu nggak konsisten, cepet abis idenya, dan lain-lainnya itu kenapa.
**Host:** (Mengingatkan audiens untuk bertanya melalui kolom Q&A)
**Sauqi:**
Nah, kesalahan fatal yang pertama: **belum punya niche**. Kita nggak tau kita mau konten apa. Asal upload, asal ya udah apa aja sehariannya, itu asal di-upload aja. Dan itu fatal banget. Kita nggak tau nich-nya kita siapa, target audiensnya siapa, kita ngobrol sama siapa, kita bikinin konten buat siapa. Itu nggak tau. Asal aja.
Niche itu kan bisa diambil dari beberapa irisan ini. Dari, ya kalau temen-temen UMKM berarti apa yang dijual, nanti diiriskan sama target audiensnya. Misalnya jual risol, targetnya Gen Z, berarti nanti mengemas kontennya tentang risol dan Gen Z.
Kesalahan fatal yang kedua: **kita itu bikin kontennya setiap hari**. Kenapa? Karena kita tau temen-temen UMKM ataupun temen-temen mahasiswa, temen-temen pekerja, itu punya aktivitas lain selain konten. Bikin konten setiap hari itu akan works kalau emang kita itu full time content creator, itu nggak masalah. Tapi kalau itu adalah side job-nya kita, bikin konten setiap hari itu adalah kesalahan yang fatal. Makanya dari itu, temen-temen UMKM, kamu itu harus punya sistem.
**Sistem itu yang gimana sebenarnya?** Kalau kita nggak punya sistem, kita akan bikin itu menjadikan kita itu bingung, turn out nggak tau harus konten apa. Nah kalau kita sebagai pekerja yang bikin-bikinin konten, kalau udah deket-deket deadline itu pasti panik, stress, stuck. Mau mulainya dari mana konten ini.
Sebenernya aku ada siapin tools buat temen-temen. Ini akan aku spill. Nah ini namanya adalah **Asisten Konten Pilot**. Ini akan mengintegrasikan temen-temen itu nyari ide itu nggak sendirian. Sebenernya konten pilot ini adalah konten plan, tapi ini the next level. Kenapa? Karena kita bisa nyari ide atau nge-brainstorm pake tools ini, kemudian nge-tracking, nge-reminder, bahkan sampai evaluasi performa kontennya, itu bisa pake satu tools ini doang. Jadi dari hulu ke hilir itu bisa di-handle semuanya untuk persistem-an konten. Yang akhirnya temen-temen itu bisa diingetin deadline-nya, kontennya rapi, dapet ide itu gampang banget, bikin script itu otomatis, evaluasi, dan punya sistem konten yang efisien.
Nah ngomongin sistem, sistem ini sebenernya yang gimana sih? Nah sistem itu ada istilahnya yang namanya **batching konten**, atau kita mengkategorisasikan pekerjaan kita itu di selang waktu tertentu. Aku langsung contohin aja di sini:
- **Hari Senin:** Bikin 7 konten dulu untuk satu minggu ke depan. Cari ide dan bikin script untuk ketujuh konten itu. Nggak akan cari tempat lain, cuma itu doang.
- **Hari Selasa & Rabu:** Ngumpulin footage dan shooting. Nyari footage-footage, video-video, atau gambar-gambar untuk ketujuh konten.
- **Hari Kamis & Jumat:** Editing konten untuk ketujuh konten itu.
- **Hari Sabtu & Minggu:** Bebas mau ngapain aja, entah itu mau jalan-jalan buat sekalian nyiapin footage di minggu berikutnya. Tapi kita udah punya konten yang udah siap kita upload.
Jadi kita harus punya sistem, dan kita ngebatch ini, istilah lainnya menabung konten. Kita punya konten yang udah siap upload. Nah jatuh di hari Senin lagi, kita akan mengulang lagi siklusnya.
Metode ini juga disebut konten life cycle, dimana kita akan membentuk habit atau kita harus melatih. Nah disini si konten pilot akan membantu karena ada terintegrasi sama AI, dan disini udah terintegrasi dengan ekosistemnya Google. Jadi mulai dari spreadsheet, kemudian Google Docs, kemudian Drive, dan sampai ke Google Calendar. Karena kita ngebantu untuk nge-list atau nge-simpan kontennya teman-teman itu disini.
- Data ide-idenya di tracking di spreadsheet
- Skripnya akan dimasukin ke Google Docs biar panjang, biar bisa lega
- Kemudian disimpen ke Google Drive
- Dan diingetin di reminder deadline-nya kapan pake Google Calendar
Ini udah seamless banget, udah terkoneksi workflow-nya, udah sangat-sangat smooth. Udah di balik layar mereka akan saling berkomunikasi satu sama lain, kita nggak perlu copas-copas kesana-sini lagi.
**Host:** Oh wow. Let's try. Sederhana nggak sih ini kalau untuk teman-teman UMKM yang mungkin resources-nya terbatas?
**Sauqi:** Sangat sederhana. Disini cuma bikin satu file doang. Satu file ini, teman-teman itu bisa pake niche atau product lebih dari satu. Bebas, mau itu 10 product, mau itu 25 product, itu bebas. Jadi nanti tinggal diubah-ubah di bagian sini. Di bagian niche ini bisa diganti dengan product-nya teman-teman. Misalnya risol Gen Z, ataupun misalnya pentol milenial gitu misalnya, itu bisa banget.
**Host:** Berarti niche-nya tuh harus ketemu dulu ya. Padahal mungkin tidak semua pemilik bisnis atau brand atau apapun usaha itu paham dulu niche-nya. Nyari niche itu tidak semua orang bisa mudah untuk bisa dapet. Nah itu boleh kasih tipsnya nggak sih?
**Sauqi:**
Oke, kalau aku sering menyarankan, ambil irisannya dari sini: **diambil dari irisan skill, profesi, dan hobi**. Jadi apa yang disukai, apa yang dikuasai, dan apa profesimu saat ini. Itu diiriskan aja disini.
Contoh:
- Misalnya aku skill-ku itu adalah coding, aku hobi jalan-jalan, terus profesiku sebagai content creator. Ya udah tinggal dicari titik tengahnya. Berarti aku adalah seorang programmer yang suka traveling. Itu udah niche banget, kita bisa ngemas kontennya dengan sebegitu banyaknya.
- Skill-nya masak, hobinya jualan misalnya, terus profesinya PNS misalnya. Tinggal ditemuin irisannya. Berarti tadi skill-nya adalah suka masak, bisa masak, jago masak. Hobinya tadi adalah jualan. Jadi tinggal ngejualin skill masaknya dari irisan profesi PNS-nya. Jadi PNS hobi masak, atau PNS yang suka masak, atau tempe masak ala PNS.
Nah nantinya niche itu harus direlevansikan dengan **4 hal yang akan selalu evergreen** atau nggak ada matinya topik ini:
1. **Health** (kesehatan)
2. **Wealth** (kekayaan)
3. **Relation** (hubungan)
4. **Self-improvement** (pengembangan diri)
Misalnya aku programmer jalan-jalan, aku pasti akan menyambungkan ke health, ke wealth, ke relation, dan juga ke self-improvement. Itu nanti bisa dipakai ke kategori kontennya.
Jadi misalnya di suatu waktu aku bikin konten, aku programmer jalan-jalan, aku akan ngomongin health. Aku akan bikin konten yang topiknya itu adalah ngomongin tentang mitos atau fakta programmer itu suka begadang. Nah kemudian nyenggol wealth, cara berpenghasilan ala programmer buat 2026, nah itu masuk ke wealth. Kemudian ke relation, cara programmer traveling bisa dapetin relasi atau temen, nah itu gimana caranya itu masuk relation. Atau self-improvement, ini tinggal kata-kata motivasi aja misalnya.
Nah 4 niche ini yang selalu dicari, yang evergreen, yang nggak ada matinya itu harus direlevansikan atau jadikan topik untuk konten-kontennya kita.
Misalnya temen masak PNS tadi itu dimasukin ke topik health, jadi nanti bikin masakan sehat ala PNS yang cepet dan nggak ribet karena pagi harus segera berangkat. Itu ngomongin health. Nah kemudian ngomongin wealth misalnya, itung-itungan BEP kalau kita jualan apa gitu, masuk ke konten-konten wealth.
Jadi ambil ke sisi emosionalnya, disenggol-senggol. Karena kalau konten-konten yang udah strict to the point ke selling itu pasti udah kurang diminati sama temen-temen.
**Host:** Bosenin ya, dodolan lagi dodolan lagi.
**Sauqi:** Betul. Senggol emosionalnya dulu, dodolan di belakang nggak apa-apa.
---
DEMO ASISTEN KONTEN PILOT
**Sauqi** (mendemonstrasikan Asisten Konten Pilot):
Nah disini aku akan contohkan. Misalnya aku mau usaha dengan niche "risol Gen Z". Aku tinggal nambahin, "risol Gen Z", tinggal enter.
Di bagian sini itu akan muncul link AI untuk generate ide konten, atau di bagian kanannya ini muncul referensi di konten-konten Instagram, ataupun di bawahnya ini ada referensi konten di TikTok. Caranya tinggal di-click aja di bagian sini, nanti kita akan dibawa ke halaman TikTok. Misalnya aku mau nyari referensi by TikTok, nah itu tinggal kita klik, nanti udah otomatis dimunculin konten-konten yang berhubungan sama risol Gen Z.
Ini akan muncul secara otomatis. Aku nggak nulis lagi di pencarian TikTok "risol Gen Z". Ini udah otomatis dari si konten pilotnya nyariin akun, bahkan konten-konten yang relevan sama niche-nya kita. Jadi kita tau, oh ternyata ada trend risol mayat, ini unik juga. Gimana mengolah, bikin menu baru, atau mengolah kontennya ini biar bisa ke-deliver ke audiensnya itu pakai cara yang gimana, apa topiknya, kemudian apa sih sisi emosional yang disenggol kalau audiensnya itu Gen Z. Jadi tervisualisasi.
Nah itu contoh-contohnya aja. Jadi tinggal kita ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Yang penting itu M-nya, modifikasinya. Paling nggak kita udah dapet gambaran, oh gini visualisasinya, oh gini cara take atau shoot kontennya itu, cara ngomongnya, cara voice over-nya itu udah tergambar, tervisualisasi kalau udah ada contoh kontennya. Tinggal kita modifikasi sedikit-sedikit pakai gaya penyampaian atau personalisasi kita.
Terus tadi kan secara visual. Nah kalau kita ingin cari konten yang lebih banyak, lebih ngeblur, kita bisa nyari by AI. Tinggal di-click aja linknya, nanti dibawa ke ChatGPT. Aku nggak akan ngetik apapun, tanganku di depan kamera, aku nggak menyentuh tombol apapun. Ini nanti prompt-nya itu udah diisiin. Jadi tinggal kita tunggu aja. Sekolah WFA? Bukan sulap bukan sihir.
Nah ini udah muncul prompt-nya. Dan tugas kita itu sebenarnya tinggal enter atau nge-click tombol submitnya. Nanti kita akan dapetin ide-ide konten. Dan ini ChatGPT aku nggak pakai yang pro atau yang plus, aku pakai yang free aja. Ini udah cukup mumpuni karena si konten pilot itu udah connect sama model ChatGPT yang terbaru.
Ini misalnya aku minta 50, dikasih 50 beneran sampe bawah. Jadi tinggal submit aja, terus tinggal pilih-pilih aja ini mana konten yang cocok.
Nah ini kan nggak cuma idenya doang, kita juga dikasih **pilar konten** atau kategori kontennya ini apa. Ini hiburan, ini edukasi, oh ini baru promosi. Jadi dalam satu minggu itu jangan edukasi semua, jangan jualan semua, jangan hiburan semua. Diselang-seling misalnya edukasinya itu ada tiga konten, kemudian dua konten hiburan, baru dua konten lagi promosi. Nah itu asal jaga audiensnya kita biar nggak bosen nonton konten kita, biar kontennya kita pun nggak monoton. Jadi biar kita bisa tahu yang paling disuka ini konten yang gimana.
Nah disini juga dikasih gambaran kontennya atau konsepnya itu gimana. Jadi nggak cuma ide kosong doang. Kita juga dikasih gambarannya kayak gini nih: "Ada scene orang niat diet tapi langsung beli lima risol, endingnya lucu" gitu. Itu udah kegambar kan, ada gambaran konsepnya. Nah tinggal kita bawa aja ke konten pilot. Misalnya aku mau suka yang ini, terus kita bawa ke sini, tinggal tempel aja.
Nah tinggal diisi-isi aja bagian sini. Ini misalnya aku nentuin tanggal deadlinenya. Ini bisa connect sama Google Calendar-nya teman-teman. Jadi misalnya aku taruh ke tanggal 7 deadline-ku, dia akan reminder besok, besok tanggal 6 itu akan di-reminder ada konten tanggal 7 yang harus upload.
Nah ini bagian status, biarin aja nanti ter-update otomatis sesuai sama tracking progress-nya kita udah sampai mana. Terus tinggal isi kontennya. Kalau udah, kita akan bikin script-nya. Dan script-nya ini udah otomatis. Caranya tinggal klik link aja, sama kayak yang tadi. Nanti otomatis dibikinin script-nya, prompt-nya udah disiapin. Kita tinggal enter-enter aja. Nanti dapet link script-nya di bagian sini. Nanti dibantu bikinin caption juga.
Nanti progress-nya kita tinggal centang-centang aja. Kalau udah shooting tinggal centang, kalau udah editing tinggal centang. Kemudian kita upload link posting-nya kita. Agar si konten pilot ini tau kalau kontennya udah selesai. Nah misalnya kalau nggak ada link posting, ini nggak akan selesai. Jadi ceritanya konten ini nggak akan pernah selesai kalau kontennya nggak di-upload. Jadi tempelin link posting-nya.
Fungsinya apa? Fungsinya buat kita bisa mengevaluasi performa kontennya kita. Nah nanti kita bantu evaluasi juga sama si konten pilot. Caranya sama, tinggal klik link, nanti langsung dibawa ke ChatGPT dan udah disiapin prompt-nya, tinggal enter, dan akan ngasih insight kontennya itu, dianalisa kurang-kurangnya di mana.
Kayak gitu sih Kak. Itu adalah sebuah sistem yang sudah ter-develop secara sistematis, dan kita tinggal eksekusi aja sebenarnya.
**Host:** Wah ini kalau untuk UMKM enak sekali ya. Bisa ditinggal aja gitu sebenarnya. Atau kalau misalnya butuh tim ya timnya nggak usah banyak-banyak, cuma butuh waktu beberapa menit aja. Tinggal bagaimana nanti eksekusinya aja yang dibikinin. Berarti semuanya udah terjawab. Ya Allah enak banget.
---
### CARA MENGAKSES ASISTEN KONTEN PILOT
**Host:** Kalau mau Asisten Konten Pilot, sekarang boleh langsung di follow aja Sekolah WFA, terus di DM aja minta Asisten Konten Pilot?
**Sauqi:** Dimana aja? Kamu harus sekolah dulu. Sekolah di Sekolah WFA. Temen-temen akses aja di bagian Sekolah WFA, itu kan ada tombol "Belajar Gratis". Temen-temen belajar disitu dulu aja nggak masalah. Jadi temen-temen bisa kunjungi di sini, sekolah WFA. Bisa, jadi temen-temen belajar aja dulu gratis di bagian sini. Tekan aja tombol ini, terus login pake Google-nya. Nanti di dalamnya udah ada video-video pembelajaran yang udah kita siapin. Jadi temen-temen tinggal pelajarin aja dulu, gimana workflow-nya, bagaimana kita nge-handle konten secara otomatis, itu gimana, kita punya sistem itu. Jadi tinggal login aja.
**Host:** Itu gratis?
**Sauqi:** Gratis. Tinggal masuk. Nah temen-temen tinggal masuk kesini, udah ada yang disiapin materi-materinya. Jadi ada workflow-nya. Nanti kalau ada beberapa yang dikirangin, temen-temen tinggal bisa tonton videonya.
---
OTOMATISASI FUNNEL KONVERSI
**Sauqi:**
Dan setelah bikin konten, ini yang paling rumitnya. Kita itu punya konten, tapi kita bingung gimana caranya ngerubah views itu jadi sales. Nah caranya itu kita bisa mengotomasi juga **sistem funneling untuk konversi** kita. Dari konten yang kita buat. Caranya dengan bikin automation di kontennya kita.
Kalau Kak Tika pernah lihat ada konten yang komen "Mau dong", di kolom komentar "nanti aku kirim linknya di DM". Nah otomatis komennya Kak Tika itu dibales dan ada link yang masuk ke DM-nya Kak Tika. Nah itu bisa kita set up sebenernya secara otomatis juga. Pake yang namanya tools partner kita, itu yang namanya **Dibales.ai**. Jadi tools-nya Dibales.ai. Jadi temen-temen nanti bisa akses linknya disini biar dapet potongan. Kita karena kolaborasi sama Dibales.ai, jadi kita punya akses untuk dikasih voucher buat temen-temen pelajarnya kita. Jadi biar temen-temen nggak perlu ambil harga normalnya, bisa dapet harga potongan, vouchernya juga bisa dapet.
Buat tutorialnya nanti temen-temen bisa tonton aja yang disini, "Komen dan DM Otomatis" di pre-course-nya Sekolah WFA.
---
SPEK DAN KEBUTUHAN UNTUK UMKM
**Host:**
Nah kalau kita ngomongin UMKM, karena kita dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, kalau kita ngomongin UMKM itu tools apa aja yang dibutuhkan kalau ingin menggunakan Asisten Konten Pilot? Karena kan kalau kita ngomongin UMKM hari ini dengan keterbatasan device misalnya, dengan Android itu yang dibutuhkan yang kualitasnya seperti apa, speknya seperti apa? Dan data apa aja yang dibutuhkan untuk kita bisa mengisi di Asisten Konten Pilot kalau kita mau pakai?
**Sauqi:**
Sebenernya kalau untuk spek itu nggak perlu yang gimana-gimana. **Laptop Rp 3 jutaan** itu sebenarnya sudah sangat-sangat mumpuni.
**Host:** Oh harus pakai laptop ya?
**Sauqi:** Pakai HP pun bisa, pakai HP nggak apa-apa. Tapi kalau ingin lebih lega dan memang ada mau invest ke laptop itu, at least yang Rp 3 juta itu sudah sangat-sangat mumpuni. Kalau pakai HP pun sudah bisa, pakai HP bisa. Cuma kalau lebih nyamannya pakai laptop lebih oke. Kalau mau ada spend untuk invest ke laptop itu pun menurutku nggak ada ruginya. Untuk perkembangan digital-digitalan, laptop sangat oke lah menurutku untuk invest.
Kalau data-data yang diisi, sebenarnya ini sudah disiapkan juga. Misalnya ini kan datanya ide konten, berarti kita nyari ide konten disini. Yang penting sudah tau niche-nya aja dulu. Yang penting sudah tau niche-nya, sudah aman, sudah semuanya. Ide kontennya sudah digenerate-in, skripnya dibikinin, evaluasinya juga dibantuin.
---
TOOLS AI UNTUK VISUAL
**Host:** Tools selain konten pilot?
**Sauqi:**
Aku sarankan Gemini. Gemini untuk kita punya image. Jadi kita generate image. Karena UMKM menurutku saat ini itu minusnya di visual. Jadi visualisasinya, visual produknya itu teman-teman itu bagusin. Jadi aku sarankan pakai Gemini, pakai fitur yang create image atau yang Imagen.
Nah nanti teman-teman itu upload aja foto produknya, dan scene-nya itu ditaruh disini. Misalnya aku mau bikin foto produk yang lebih oke.
**Host:** Jadi kalau misalnya kita pakai asisten konten pilot-nya Sekolah WFA, itu terkoneksinya pakai ChatGPT ya? Maksudnya untuk proses teknisnya itu autonya ke ChatGPT.
**Sauqi:** Iya.
**Host:** Tapi disarankan untuk menggunakan Gemini kalau kebutuhannya adalah visual.
**Sauqi:** Iya, kalau kebutuhannya visual untuk bikin konten, ya aku sarankan pakai Gemini.
(Demonstrasi menggunakan Gemini)
**Sauqi:**
Nah ini misalnya aku mau membagusin foto produk. Kan biasanya teman-teman UMKM kan nge-foto produk kan gini kan, ala kadarnya. Nah tinggal kita coba di sini. Pakai Imagen. Simple aja, misalnya nggak usah prompt yang gimana-gimana. Misalnya "Tolong buatkan foto produk ini lebih profesional", gitu aja. "Lebih profesional dan visualnya bagus." Nah ini teman-teman bisa tambahkan misalnya sukanya warna apa, atau mau background-nya itu di ruangan studio, apa itu bisa ditambah-tambahkan. Ini aku contoh aja simple aja promp-nya. Nanti dia akan bikinin gambar produk yang oke lah buat diposting di sosmed, ataupun ditaruh di Shopee, Tokopedia gitu-gitu.
(Foto produk selesai di-generate)
**Host:** Udah jadi. Dah lebih cakep, proper. Cakep banget.
---
TOOLS AI VIDEO
**Sauqi:**
Misalnya ini kan image nih, aku pengen gerakin. Ada beberapa platform. Aku sarankan pake yang namanya **Grok**. Grok.com.
**Host:** Grok? Tulisannya?
**Sauqi:** GROK. Jangan salah ke "grok" yang sebelah ya, yang berisik sekali isinya.
**Host:** Berisik ya. Ini semua free kan ya?
**Sauqi:** Ini free. Tadi Imagen free, dan Grok ini kenapa aku sarankan? Karena ini free. Ada kan banyak sebenernya tools-tools AI untuk generate image to video, misalnya kayak Kling, terus kayak Vidu, Luma, tapi kan sangat terbatas. Maksudnya ya dia berbayar, ada free-nya tapi cuma 1-2 kali generate udah limit. Nah kalau Grok ini limit-nya cukup lumayan gede dan cukup simple.
Tinggal upload image-nya yang mau dijadikan video. Udah, nanti dia otomatis bikinin atau ngerakin gambarnya kita. Jadi sebenernya kalau temen-temen itu pengen bikin video AI, temen-temen itu harus punya gambarnya dulu. Itu adalah cara yang paling mudah. Daripada text to video, mending image to video.
Nanti kita tunggu dibikinin videonya. Nah kalau hasil yang pertama kurang cocok, baru kita nge-prompt kurangnya apa. Misalnya diputer-puterin produknya, atau tambahkan karakter lain, atau ada orangnya, itu bisa juga.
---
LANGKAH MEMBANGUN SISTEM KONTEN DARI NOL
**Host:**
Nah kalau misalnya kami ingin membangun sistem konten dari nol, Sekolah WFA apa yang bisa disarankan? Langkah penting yang harus dilakukan dari nol? Baru bangun Instagram atau apapun sosial medianya, jadi berantakan misalnya.
**Sauqi:**
Oke. Yang pertama, aku sarankan teman-teman **udah tau niche-nya**. Yang pertama.
Terus, jangan bikin konten setiap hari. Upload-nya nggak papa, tapi bikin kontennya itu jangan setiap hari. Seperti yang aku spill di awal tadi, teman-teman harus punya sistem. Biar kenapa? Biar nggak kehabisan ide juga.
Terus yang kedua, teman-teman itu harus **tau visual branding-nya**. Jadi tau nih, aku suka pake font ini, aku sukanya pake warna-warna ini, dan itu dikonsistenin terus di tiap kontennya. Ya pakenya warna itu, ya kontennya pake font itu. Jadi visual branding-nya udah jelas. Biar nggak asal upload dan itu acak-acakan. Jadi pas orang berkunjung ke profil sosmed kita, "Aduh berantakan banget", jadi yang mau beli jadi nggak jadi. Berantakan keliatannya, etalase digitalnya.
Kalau untuk warna, aku akan sarankan pake website ini. Namanya Colorhunt.co.
**Host:** Ih kena disiplin. Karena ini penting banget buat aku dan teman-teman pelaku UMKM. Ini penting banget karena kita lagi sharing ke teman-teman UMKM untuk cobalah untuk belajar mengenali taste hari ini. Taste itu penting. Teman-teman menurutku ya, Sekolah WFA juga pasti setuju, karena teman-teman tuh kadang kita tuh memiliki kesempatan yang sama, main HP gitu, tapi kadang kita lupa memahami taste yang disukai dan jadi trend hari ini yang seperti apa. Jangan bikin konten penuh full.
Nah ini bisa cari acuannya disini. Di Colorhunt ini kita bisa misalnya aku udah tau nih warna utamaku apa. Misalnya aku warna utamaku itu brand-ku warnanya merah misalnya. Nah tinggal akan nge-spill, oh kombinasi warna merah tuh cocoknya pake ini, dan seterusnya. (*)
No comments:
Post a Comment