Thursday, March 12, 2026

Refleksi Kematian dan Zakat: Pesan Ustadz Slamet Suharto di Masjid At-Taqwa Jagalan


Oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – 
Dalam ceramah singkat (kultum) ba'da Tarawih dan witir di masjid at Taqwa Jagalan, Rabu (11/3/2026) Ustadz Slamet Suharto mengajak jamaah untuk bersyukur atas kesempatan beribadah yang diberikan Allah SWT. Beliau juga memberikan penghormatan khusus bagi para tokoh masyarakat dan pengurus masjid yang telah berpulang, seperti almarhum Pak Haji Sulaiman dan Pak Haji Saiful Hadi. 

"Beliau (Pak Haji Saiful) dipanggil Allah di hari yang mulia, hari Jumat di bulan Ramadhan. Kita semua tentu menginginkan akhir hidup yang baik seperti itu," ujar Ustadz Slamet di hadapan jamaah. Beliau mengingatkan bahwa regenerasi perjuangan di masjid harus terus berlanjut seiring berpulangnya para tokoh sepuh.

*Misteri Ajal dan Pesan Jibril*

Menyentil soal usia, Ustadz Slamet menekankan bahwa ajal tidak memandang umur. Baik yang berusia 60 tahun maupun yang masih muda, maut bisa datang kapan saja tanpa menunggu kesiapan urusan duniawi. Beliau mengutip pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat bagi seluruh manusia:

> *"Hiduplah sesukamu, tapi ingat engkau akan mati. Cintailah siapa pun yang kau mau, tapi ingat engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, tapi ingat engkau akan mendapat balasan atas perbuatan itu."*

Pesan ini ditekankan agar jamaah tidak terlalu terikat pada kecintaan duniawi (hubbud dunya) yang berlebihan, karena segala bentuk keterikatan pada anak, harta, maupun jabatan akan terputus saat maut menjemput.

*Zakat sebagai Pembersih Sifat "Destruktif"*

Memasuki pertengahan Ramadhan, Ustadz Slamet juga mengingatkan kewajiban Zakat Fitrah. Menurutnya, zakat bukan sekadar ritual administratif, melainkan alat pembersih dari sifat-sifat destruktif dalam jiwa manusia.

Beliau menyoroti tiga penyakit hati yang dapat menghancurkan manusia:

1. *Sifat Egois:* Hanya mementingkan diri sendiri dan abai terhadap lingkungan.
2. *Keserakahan:* Ketidakpuasan akan harta dunia yang membuat manusia lupa akan akhirat.
3. *Sifat Kebinatangan:* Perilaku yang hanya mengandalkan hawa nafsu tanpa kendali iman.

"Tujuan zakat adalah membersihkan diri. Kita buang sifat egois dan keserakahan itu agar kita layak menyandang gelar orang yang bertakwa, yaitu mereka yang memiliki kepekaan sosial dan kecintaan pada agama Allah," pungkasnya.

---

No comments: