SURABAYA – Berbagai penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai sebaran mikroplastik yang kini telah menyusup ke dalam rantai makanan manusia melalui jalur yang tak terduga, mulai dari tanaman kangkung, garam, hingga kotoran kelelawar (guano). Fenomena ini dibedah tuntas dalam *Seminar Pencemaran Mikroplastik* yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Ampel Surabaya, Gunung Anyar, Kamis (12/3).
Acara yang berlangsung pukul 08.00 - 12.00 WIB ini menghadirkan lima peneliti muda dari kalangan mahasiswa sebagai pemateri utama dan Prigi Arisandi, M.Si., pendiri ECOTON, sebagai penanggap (*discussant*). Seminar yang terbuka untuk umum secara gratis ini menarik perhatian peserta melalui fasilitas uji produk kecantikan langsung untuk mendeteksi kandungan mikroplastik pada kosmetik.
*Jalur Masuk Mikroplastik ke Tubuh Manusia*
Dalam paparannya, Intan Fatimah Az-Zahra dan tim mengungkap bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari lautan, tetapi telah masuk ke sistem vaskular tanaman dan tubuh hewan darat. Penelitian pada capung (*Brachythemis contaminata*) di wilayah Surabaya menemukan 47 partikel mikroplastik, didominasi bentuk *fiber* yang diduga berasal dari limbah pencucian pakaian.
"Mikroplastik ini bersifat seperti spons yang menyerap polutan lain. Ketika capung dimakan ikan, dan ikan dimakan manusia, polutan tersebut terakumulasi dalam tubuh kita," jelas Intan dalam presentasinya.
Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan adalah keberadaan mikroplastik pada pupuk organik guano (kotoran kelelawar) di Gua Puncakwangi. Polimer seperti *Polyisobutylene* (dari debu ban) dan *Fiberglass* ditemukan pada kotoran tersebut, yang jika digunakan sebagai pupuk, akan diserap oleh tanaman pangan dan berakhir di meja makan.
*Dampak Kesehatan dan Pekerja Perempuan*
Tak hanya pada lingkungan, seminar ini juga menyoroti dampak kesehatan langsung pada manusia. Laporan mengenai hubungan paparan *Polycyclic Aromatic Hydrocarbons* (PAH) pada urin pekerja perempuan di TPA Ngipik, Gresik, menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan peningkatan sel darah putih yang memicu inflamasi kronis.
"Paparan ini sangat berisiko bagi perempuan usia produktif dan ibu hamil, karena dapat memicu penyakit degeneratif hingga kanker," tulis laporan penelitian tersebut.
*Daftar Pemateri dan Topik Bahasan:*
* *M. Zacky Ammardyas H:* Mikroplastik pada Daun Padi.
* *Syafa'at Aliffudin A:* Mikroplastik pada Katak dan Kodok.
* *Intan Fatimah Az-Zahra:* Mikroplastik pada Capung.
* *Kallista Maharani:* Mikroplastik pada Kosmetik Bibir.
* *Eka Febriana Puji Lestari:* Mikroplastik pada Guano.
*Rekomendasi dan Solusi*
Prigi Arisandi sebagai penanggap menekankan pentingnya perubahan gaya hidup dan kebijakan ketat terkait penggunaan plastik sekali pakai. Peserta seminar juga disarankan untuk mulai beralih ke produk kecantikan bebas mikroplastik serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi pekerja yang bersentuhan langsung dengan limbah.
No comments:
Post a Comment