Penulis: Firnas Muttaqin
Surabaya, 5 Maret 2026 – Memasuki pertengahan Ramadhan 1447 H, Sekolah WFA (Work From Anywhere) menghadirkan solusi bagi pelaku UMKM yang ingin tetap produktif di media sosial tanpa harus repot. Dalam program "Space Talk Ramadhan" yang digelar secara live di @kukmspace.jatim, Kamis (5/3/2026), Sekolah WFA memperkenalkan sistem otomatisasi konten bernama "Asisten Konten Pilot" yang dirancang untuk membantu pebisnis membangun personal brand dan memasarkan produk secara konsisten selama bulan puasa.
Acara yang berlangsung live di instagram ini menghadirkan Febby Anggun (Founder Sekolah WFA) dan Syauqi Azhar (Co-Founder Sekolah WFA) sebagai pembicara, dengan host Kartika dari KUKM Space Jatim. Diskusi berfokus pada tantangan UMKM dalam mengelola media sosial di tengah kesibukan, serta solusi otomatisasi yang dapat menghemat waktu dan tenaga.
Sistem Konten dari Hulu ke Hilir
Syauqi Azhar memaparkan bahwa kesalahan fatal pebisnis pemula di media sosial adalah belum memiliki niche (target pasar) yang jelas dan memaksakan diri membuat konten setiap hari. "Bikin konten setiap hari itu works kalau kita full-time content creator, tapi kalau side job, itu kesalahan fatal," tegasnya.
Solusi yang ditawarkan adalah metode *batching konten* (menabung konten) dengan sistem kerja terstruktur:
- *Senin:* Menentukan 7 ide konten untuk seminggu ke depan
- *Selasa-Rabu:* Shooting dan pengumpulan footage
- *Kamis-Jumat:* Proses editing
- *Sabtu-Minggu:* Bebas beraktivitas karena konten sudah siap upload
*Asisten Konten Pilot: Satu Tools untuk Semua Kebutuhan*
Keunggulan utama yang diperkenalkan adalah *Asisten Konten Pilot*, sebuah sistem terintegrasi yang menghubungkan berbagai platform Google (Spreadsheet, Docs, Drive, Calendar) dengan kecerdasan buatan (AI). Tools ini mampu:
1. *Generate ide konten* otomatis berdasarkan niche yang ditentukan
2. *Menyediakan referensi visual* dari Instagram dan TikTok
3. *Membuat script dan caption* dengan bantuan AI (terintegrasi ChatGPT)
4. *Tracking deadline* via Google Calendar
5. *Evaluasi performa konten* setelah diupload
"Teman-teman tinggal klik link, prompt-nya sudah disiapkan. Bukan sulap, bukan sihir, tapi sistem," ujar Syauqi sambil mendemonstrasikan kemudahan tools tersebut.
*Tips Memilih Niche dan Visual Branding*
Bagi UMKM yang bingung menentukan niche, Sekolah WFA menyarankan pendekatan irisan tiga hal: *skill, profesi, dan hobi*. Setelah itu, relevansikan dengan empat topik evergreen: kesehatan (health), kekayaan (wealth), hubungan (relation), dan pengembangan diri (self-improvement).
Untuk urusan visual, Sekolah WFA merekomendasikan penggunaan:
- *Gemini (Imagen)* untuk mempercantik foto produk
- *Grok* untuk mengubah gambar menjadi video (image to video) secara gratis
- *Colorhunt.co* sebagai referensi kombinasi warna agar branding konsisten
*Otomatisasi Funnel Penjualan*
Tak hanya konten, Sekolah WFA juga memperkenalkan tools *Dibales.ai* yang mampu membalas komentar dan mengirim link produk via DM secara otomatis. Ini menjadi solusi bagi UMKM yang ingin mengubah views menjadi penjualan tanpa harus manual membalas satu per satu.
*Akses Gratis untuk Publik*
Febby Anggun menegaskan bahwa Sekolah WFA membuka akses belajar gratis bagi siapa saja yang ingin memahami sistem otomatisasi konten. "Teman-teman bisa kunjungi website Sekolah WFA, klik 'Belajar Gratis', login dengan Google, dan sudah ada video-video pembelajaran yang siap ditonton," jelasnya.
Sekolah WFA sendiri merupakan komunitas dan platform edukasi yang fokus pada pengembangan skill work from anywhere, digital nomad, dan pemanfaatan teknologi AI untuk produktivitas kerja.
Narasumber:
- Febby Anggun – Founder Sekolah WFA
- Syauqi Azhar – Co-Founder Sekolah WFA
Website: sekolahwfa.com
---
No comments:
Post a Comment