Thursday, September 11, 2025

KISAH NABI YUSUF


Bagian 1: Mimpi dan Rasa Cemburu

Panel 1: Yusuf, seorang anak laki-laki yang berwajah tampan dan memiliki sifat yang saleh, sedang menceritakan mimpinya kepada ayahnya, Nabi Yakub. Di belakangnya, kakak-kakaknya terlihat menguping dengan wajah cemberut.

Narasi: "Ayah, tadi malam aku bermimpi. Aku melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadaku." Nabi Yakub tersenyum dan berkata, "Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka akan membuat tipu daya terhadapmu." Namun, sudah terlambat. Kakak-kakaknya mendengar semuanya. (Q.S. Yusuf: 4-5)

Panel 2: Kakak-kakak Yusuf berkumpul. Mereka merasa iri dan cemburu. Mereka tidak terima jika ayah mereka lebih menyayangi Yusuf. Mereka merencanakan sesuatu.

Narasi: "Mengapa ayah lebih menyayangi Yusuf? Padahal kita jauh lebih kuat dan berguna darinya," kata salah satu dari mereka. "Mari kita singkirkan dia, agar kasih sayang ayah hanya untuk kita," usul yang lain. Mereka bersekongkol untuk membuang Yusuf ke dalam sumur. (Q.S. Yusuf: 8-9)


Bagian 2: Tipu Daya dan Sumur

Panel 3: Kakak-kakak Yusuf datang kepada Nabi Yakub. Mereka membujuknya agar mengizinkan Yusuf ikut bermain bersama mereka. Mereka berjanji akan menjaganya dengan baik.

Narasi: "Ayah, biarkan Yusuf ikut dengan kami besok untuk bersenang-senang dan bermain. Kami akan menjaganya dengan baik," bujuk mereka. Dengan berat hati, Nabi Yakub mengizinkan. (Q.S. Yusuf: 12-13)

Panel 4: Yusuf dan kakak-kakaknya pergi ke padang gurun. Di tengah jalan, mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur tua yang kering. Yusuf berteriak, memohon, namun tidak ada yang peduli.

Narasi: Di sebuah sumur yang dalam, mereka menarik Yusuf, mendorongnya, dan melemparkannya ke dalam. Setelah itu, mereka kembali ke rumah. Untuk membuat rencana mereka terlihat berhasil, mereka menyembelih seekor kambing dan melumuri baju Yusuf dengan darahnya. (Q.S. Yusuf: 15-16)

Panel 5: Kakak-kakak Yusuf kembali kepada ayah mereka di malam hari. Mereka menangis, pura-pura sedih, sambil menunjukkan baju Yusuf yang berlumuran darah.

Narasi: "Ayah, kami pergi berlomba dan meninggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami. Tiba-tiba, serigala datang dan memakannya!" mereka berbohong. Nabi Yakub tahu ada yang tidak beres. "Sungguh, hanya kesabaran yang baik bagiku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kalian ceritakan," ucap Nabi Yakub dengan sedih. (Q.S. Yusuf: 17-18)


Bagian 3: Kehidupan di Mesir

Panel 6: Sebuah kafilah dagang lewat di dekat sumur. Salah satu dari mereka menemukan Yusuf di dalamnya dan mengangkatnya. Mereka membawanya ke Mesir.

Narasi: Kafilah itu melihat Yusuf di dalam sumur. Mereka membawanya dan menjualnya sebagai budak di Mesir. Yusuf dibeli oleh seorang menteri Mesir, Al-Aziz. Al-Aziz dan istrinya, Zulaikha, merawat Yusuf dengan baik. (Q.S. Yusuf: 19-21)

Panel 7: Yusuf beranjak dewasa. Wajahnya semakin tampan. Zulaikha, istri Al-Aziz, jatuh cinta padanya dan merayunya. Namun, Yusuf menolak.

Narasi: "Pintu-pintu telah terkunci dan berkata, 'Marilah ke sini, Yusuf.'" Namun, Yusuf menjawab, "Aku berlindung kepada Allah! Sungguh, tuanku (Al-Aziz) telah memperlakukan aku dengan baik." Yusuf berlari menjauh, tetapi Zulaikha menarik bajunya hingga sobek. Tepat saat itu, Al-Aziz datang. (Q.S. Yusuf: 23)

Panel 8: Al-Aziz melihat Yusuf dan Zulaikha. Zulaikha menuduh Yusuf ingin berbuat jahat kepadanya. Namun, seorang saksi dari keluarga Zulaikha memberikan kesaksian.

Narasi: Saksi itu berkata, "Jika baju Yusuf sobek di bagian depan, maka Zulaikha yang benar. Jika sobek di bagian belakang, maka Yusuf yang benar dan Zulaikha yang berbohong." Al-Aziz melihat baju Yusuf sobek di bagian belakang, dan dia tahu Yusuf tidak bersalah. (Q.S. Yusuf: 26-27)


Bagian 4: Penjara dan Menjadi Raja

Panel 9: Untuk meredam gosip, Al-Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara. Di sana, Yusuf bertemu dua tahanan lain yang memiliki mimpi aneh.

Narasi: "Yusuf, kami melihatmu orang yang sangat saleh. Tolong tafsirkan mimpi kami," pinta dua orang tahanan. Yusuf menafsirkan mimpi mereka dengan benar. Salah satu dari mereka akan dibebaskan dan diangkat menjadi pelayan raja. Yusuf berpesan kepadanya untuk menyebutkan namanya di hadapan raja. (Q.S. Yusuf: 36-41)

Panel 10: Bertahun-tahun kemudian, Raja Mesir bermimpi. Dia memanggil ahli tafsir, tetapi tidak ada yang bisa menafsirkannya. Pelayan yang dibebaskan teringat kepada Yusuf dan memberitahu raja.

Narasi: Raja bermimpi tujuh ekor sapi gemuk dimakan tujuh ekor sapi kurus, dan tujuh tangkai gandum hijau dimakan tujuh tangkai gandum kering. Yusuf menafsirkan mimpi itu: akan ada tujuh tahun masa subur diikuti oleh tujuh tahun kekeringan. Yusuf menyarankan untuk menyimpan hasil panen. Raja kagum dan mengangkat Yusuf sebagai menteri keuangannya. (Q.S. Yusuf: 43-55)

Panel 11: Yusuf, kini menjadi menteri yang dihormati, mengelola pangan Mesir. Tiba masa kelaparan, dan kakak-kakaknya datang ke Mesir untuk membeli gandum.

Narasi: Tanpa mengenali Yusuf yang kini telah menjadi raja, kakak-kakaknya menghadapnya. Yusuf mengenali mereka. Dia meminta mereka membawa adik bungsu mereka, Bunyamin, pada kunjungan berikutnya. (Q.S. Yusuf: 58-59)

Panel 12: Yusuf menempatkan mangkuk kerajaan di tas Bunyamin. Bunyamin dituduh mencuri. Yusuf menahan Bunyamin. Kakak-kakak mereka memohon dan akhirnya Yusuf mengungkapkan identitasnya.

Narasi: "Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan kepada Yusuf dan saudaranya?" tanya Yusuf. "Akulah Yusuf," katanya dengan lembut. Kakak-kakaknya terkejut. "Kami bersumpah, Allah telah mengutamakanmu di atas kami," mereka mengakui kesalahan. Yusuf memaafkan mereka dan meminta mereka membawa baju kerajaannya untuk menyembuhkan mata ayah mereka. (Q.S. Yusuf: 89-92)


Bagian 5: Reuni Keluarga

Panel 13: Kakak-kakak Yusuf kembali ke kampung halaman dan membawa baju Yusuf. Nabi Yakub mengusapkannya ke wajahnya, dan matanya kembali bisa melihat.

Narasi: "Aku mencium bau Yusuf," kata Nabi Yakub sebelum kedatangan mereka. Ketika mereka tiba, Nabi Yakub mengusap baju Yusuf ke wajahnya, dan matanya yang buta kembali normal. (Q.S. Yusuf: 94-96)

Panel 14: Seluruh keluarga Nabi Yakub pergi ke Mesir. Mereka memasuki istana Yusuf. Ayah dan ibunya, serta sebelas saudaranya bersujud kepada Yusuf.

Narasi: Mereka semua bersujud kepadanya. Yusuf memeluk ayah dan ibunya. Mimpi masa kecilnya akhirnya menjadi kenyataan. "Ayah, inilah takwil mimpiku yang dahulu. Sungguh, Tuhanku telah menjadikannya kenyataan," kata Yusuf. (Q.S. Yusuf: 100)

Panel 15: Yusuf duduk di singgasana, dikelilingi keluarganya. Wajahnya penuh senyum bahagia dan rasa syukur.

Narasi: "Ya Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Tuhan Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan gabungkanlah aku dengan oran1g-orang yang saleh." Akhirnya, keluarga mereka berkumpul kembali dan hidup bahagia. (Q.S. Yusuf: 101)

Ssnitasi Romawi Kuno dan Islam


Peradaban Romawi kuno dan peradaban Islam memiliki perbedaan besar dalam hal sanitasi dan kebersihan. Perbedaan ini mencerminkan nilai-nilai mendasar dari masing-masing peradaban. Berikut adalah ringkasan dari poin-poin utama yang Anda sebutkan:


Sanitasi Romawi Kuno: Kurangnya Privasi dan Kebersihan

  • Toilet Umum Tanpa Sekat: Di reruntuhan kota Efesus, ditemukan toilet umum dengan deretan lubang tanpa sekat pemisah. Ini menunjukkan bahwa buang hajat adalah aktivitas komunal yang tidak memiliki privasi.

  • Kondisi yang Tidak Higienis:

    • Serangan Hama: Tikus sering merangkak naik melalui lubang toilet dan menggigit pengguna.

    • Bahaya Gas Metana: Sistem pembuangan limbah yang buruk sering menyebabkan ledakan dan kebakaran akibat gas metana.

    • Alat Pembersih Bersama: Masyarakat Romawi menggunakan silospongium, yaitu spons yang diikat pada batang kayu. Alat ini digunakan secara bergantian oleh banyak orang dan hanya dicelupkan ke dalam air kotor yang sama, sehingga menyebarkan penyakit seperti tipus dan kolera.

  • Ketergantungan pada Mitos dan Sihir: Karena ketakutan dan keputusasaan, orang Romawi mengandalkan mantra dan sihir untuk perlindungan. Mereka bahkan menuliskan nama dewa-dewa di dinding toilet.

Peradaban Islam: Keberlanjutan dan Inovasi

  • Kebersihan sebagai Bagian dari Iman: Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman ("An-Nazhaafatu minal Iman"), sehingga setiap aspek kehidupan diatur secara rinci, termasuk soal buang hajat.

  • Inovasi Sanitasi:

    • Toilet Basah: Jauh sebelum dunia Barat, peradaban Islam telah mengembangkan sistem sanitasi modern yang mengutamakan penggunaan air sebagai pembersih utama.

    • Al-Jazari (Abad ke-13): Ilmuwan Muslim ini menciptakan perangkat mekanis seperti alat wudu portabel yang menunjukkan perhatian mendalam terhadap kebersihan dan kenyamanan.

    • Penemuan Sabun: Masyarakat Utsmaniyah membuat sabun dengan campuran minyak zaitun dan alkali. Penemuan ini merupakan komponen penting dalam praktik sanitasi.

    • Kimia dan Wewangian: Ilmuwan Muslim seperti Al-Kindi mengembangkan resep-resep wewangian dan teknik penyulingan yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.

  • Penyebaran Tradisi Kebersihan: Ketika Kekaisaran Utsmaniyah menguasai berbagai wilayah, termasuk Konstantinopel, mereka memprioritaskan perbaikan sistem sanitasi. Mereka membangun ribuan toilet umum yang bersih dan modern, jauh lebih maju dibandingkan kondisi di Eropa pada saat itu.


Kesimpulan

Kondisi toilet Romawi kuno menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia, serta pemahaman yang minim tentang pentingnya kebersihan bagi kesehatan. Sebaliknya, peradaban Islam menunjukkan kemajuan pesat dalam bidang sanitasi dan kebersihan. Islam memandang kebersihan bukan hanya sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai nilai spiritual yang fundamental, yang tercermin dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari salat hingga interaksi sosial dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam telah meletakkan dasar bagi peradaban yang benar-benar manusiawi, di mana kebersihan menjadi bagian integral dari kehormatan diri dan keselamatan.


https://youtu.be/Z2aTOP3QHQA?si=UKvzkJgnJBCAceBf

___

Wednesday, September 10, 2025

Pakai Tisu atau Air ?


Ini analogi yang bagus. Jika ada kotoran di lengan Anda, atau di bulu lengan, apakah Anda akan mengambil tisu toilet kering dan mencoba menyekanya dan menganggapnya bersih? Atau Anda akan mencucinya? Anda akan menggosoknya, atau menyemprotnya dengan air. Anda akan melakukan lebih dari sekadar menggunakan tisu toilet. Jadi, apa yang sedang kita lakukan? Saya tidak mengerti. Jangan berdebat dengan saya sedikit pun bahwa Anda seharusnya menyeka secara kering. Anda tidak tahu. Anda benar-benar tidak tahu bagaimana seharusnya kita membersihkan pantat kita setelah buang air besar.

Anda tidak bisa mengatakan kepada saya, Anda tidak bisa mengatakan kepada saya, bahwa tisu toilet kering akan menghilangkan semua kotoran dari pantat Anda. Tidak akan. Anda akan terus kotor sepanjang hari jika Anda menyeka secara kering. Dan bagian gilanya adalah sebagian besar tempat di dunia, terutama Amerika, telah diberi kebohongan bahwa begitulah cara Anda membersihkan diri. Dan jika Anda bahkan berbicara dengan orang Amerika, "Hei, Anda seharusnya menggunakan bidet atau semprotan air untuk membersihkan diri," mereka akan berkata, "Ih, menjijikkan."

Tidak, kawan. Yang menjijikkan adalah pantat Anda yang bau dan kotor karena Anda berjalan-jalan dengan kotoran sepanjang hari. Ini adalah perdebatan besar yang coba kita selesaikan hari ini: bidet versus menyeka pantat dengan selembar kertas.

(Adegan demonstrasi dengan ayam goreng dan saus)

Oke, jadi Anda sudah buang air besar, dan itu kurang lebih akan keluar dari sudut seperti itu, kan? Berhenti menggoyangkan kamera, astaga. Ini lipatan (tisu). Ya Tuhan, ini sebenarnya lebih buruk. Maksud saya, lihat itu. Anda mengoleskan kotoran ke seluruh pantat Anda dengan selembar kertas saat Anda menggunakan salah satu benda ini.

(Adegan demonstrasi dengan semprotan air)

Oke, sekarang bidet! Oh, lihat itu! Anda melihat semuanya terbilas. Anda benar-benar melihatnya terbilas di dalam toilet. Ini yang Anda lakukan. Anda melakukannya dengan tangan Anda. Semuanya terbilas juga. Semuanya terjadi. Sebentar lagi akan berhenti, dan kita bisa mengeringkannya juga dari sini, yang mungkin harus saya coba lakukan dengan hidung saya karena tangan saya sibuk. Tidak, saya tidak bisa menjangkaunya. Sebentar lagi akan berhenti. Ini... maksud saya, airnya juga hangat. Mandi pantat kecil yang menyenangkan. Wow, lihat itu. Lihat betapa bersihnya itu.

Ya, itu adalah mayoritas pantat orang Inggris di negara ini. Itu pantatnya Big Dave setelah minum beberapa gelas bir di pub lokal. Itulah pantat saya setelah minum bir dalam jumlah yang sama. Dan jujur, itu benar. Setiap kali saya keluar dari toilet, saya berkata, "Saya punya pantat terbersih di dunia."

Jangan menyeka secara kering. Kita seharusnya menggunakan air. Dan ini dari sudut pandang ilmiah, jadi sepenuhnya tidak bias terhadap fakta bahwa kami di Bali menggunakan semprotan untuk pantat kami, yang memang seharusnya Anda lakukan. Oke, secara ilmiah, air adalah pelarut universal. Anda bisa mencarinya, itu benar. Air adalah pelarut universal, artinya air bisa menghilangkan apa pun dengan tekanan yang tepat. Jadi, ketika Anda menggunakan air, Anda akan menghilangkan semuanya.

Terakhir kali saya kembali ke Amerika, sekitar 2 tahun lalu, dan dalam waktu 24 jam kembali ke rumah dan harus menyeka pantat secara kering, pantat saya sangat teriritasi sehingga saya harus pergi ke toko dan membeli tisu basah karena saya tidak bisa lagi menyeka dengan tisu toilet kering. Itu sangat sakit.

Saya beri tahu Anda, jika dan ketika kami pindah kembali ke Amerika, rumah saya akan dipasang bidet di setiap kamar mandi. Dan jika Anda mengundang saya makan malam, ketahuilah bahwa saya akan membawa semacam perangkat portabel untuk menyemprot pantat saya. Saya pindah ke Indonesia, saya tidak pernah memiliki semprotan toilet. Itu benar, **bum gun**, **bidet**. Rumah-rumah di Amerika tidak dilengkapi dengan benda itu sebagai standar di rumah kami. Saya tidak tahu mengapa. Cara kita menggunakan toilet sedikit berbeda. Orang Amerika lebih suka menggunakan tisu toilet untuk membersihkan, dan orang Indonesia, dan sejujurnya, sebagian besar Asia Tenggara menggunakan air, semprotan toilet, bidet, atau sejenisnya.

Setelah menggunakannya selama hampir 9 tahun, saya benar-benar beralih. Saya mengerti. Saya bahkan memasangnya di rumah orang tua saya saat terakhir kali di AS karena saya sangat menyukainya.

Kerja bagus, Indonesia. Saya orang Amerika yang tinggal di Timur Tengah, dan saya sedang dalam perjalanan pulang ke Midwest sekarang. Biar saya beritahu, saya tidak akan pernah tidak mengalami kejutan budaya terbalik pada kenyataan bahwa orang Barat tidak menggunakan bidet. Saya tidak akan pernah bisa melihat kami dengan cara yang sama setelah saya mengalami gaya hidup menggunakan bidet. Dan sekarang saya datang ke sini, kami tidak memilikinya. Kami tidak menggunakannya. Dan beberapa orang Amerika jijik dengan itu, dan biar saya beritahu Anda, itu membuat saya merasa sangat muak dengan budaya dan orang-orang di negara saya sendiri. (*)

https://youtu.be/QqdNNt173O4?si=I6k3DP9RAR0PbctK
__

Apa itu bidet?

Bidet adalah perangkat sanitasi yang digunakan untuk membersihkan area genital dan anus setelah buang air kecil atau besar. Biasanya, bidet berupa semprotan air atau baskom kecil yang terpasang di samping kloset atau terintegrasi langsung dengan kloset itu sendiri.

Meskipun konsepnya mirip, bidet memiliki beberapa bentuk yang berbeda:

* Bidet Berdiri (Freestanding Bidet): Ini adalah versi tradisional yang terlihat seperti kloset rendah tanpa penutup. Biasanya dipasang di samping kloset dan pengguna harus pindah dari kloset ke bidet untuk membersihkan diri.

* Semprotan Bidet (Bidet Spray / Handheld Bidet): Ini adalah selang kecil dengan nosel semprot yang diletakkan di samping kloset. Metode ini sangat umum di banyak negara Asia dan Timur Tengah, termasuk Indonesia, di mana sering disebut "semprotan toilet" atau "jet shower."

* Bidet Terintegrasi (Bidet Toilet Seat): Ini adalah model modern berupa dudukan kloset yang dilengkapi dengan nosel semprot. Perangkat ini bisa dipasang pada kloset standar dan biasanya dilengkapi dengan fitur canggih seperti pengatur suhu air, pengering udara, dan remote control.

* Bidet Portabel: Bidet ini berupa botol plastik kecil yang bisa diisi air dan dibawa bepergian. Ini adalah pilihan praktis bagi mereka yang bepergian ke tempat yang tidak menyediakan bidet.

Banyak orang yang menggunakan bidet menganggapnya lebih higienis dan nyaman daripada tisu toilet kering. Penggunaan air dianggap membersihkan sisa-sisa kotoran secara lebih efektif dan menyeluruh, serta dapat mengurangi iritasi pada kulit. (*)

Sunday, September 07, 2025

Bukti Cinta Kepada Rasulullah



Bukti Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ

Dalam kuliah subuh yang disampaikan oleh Ustadz Miftahul Mujib di Masjid Salim Mubarok As-Sulthon, Nganjuk, pada Ahad, 7 September 2025, beliau membahas tentang pentingnya kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Beliau menekankan bahwa banyak orang yang mengaku cinta, namun tidak mengamalkan apa yang dicontohkan oleh Nabi.

Cinta Nabi: Lebih dari Sekadar Pengakuan

Ustadz Mujib membuka tausiyahnya dengan sebuah renungan: apakah kita, sebagai umat Muslim, benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ? Beliau menyoroti bahwa banyak perbuatan yang dianggap sebagai bentuk kecintaan, seperti konser selawat, namun sering kali tidak diiringi dengan tindakan nyata.

Beliau mengutip penulis non-Muslim, Thomas Carlyle, yang dalam bukunya On Heroes, Hero-Worship, and The Heroic in History, menggambarkan Rasulullah ﷺ sebagai sosok yang luar biasa, dengan sifat-sifat mulia seperti:

  • Bertekad kuat dan baik hati

  • Penyayang dan bijaksana

  • Adil, jujur, dan dermawan

  • Berwajah bersinar dan bersemangat

Kutipan ini, menurut Ustadz Mujib, adalah bukti pengakuan dari orang luar yang pada awalnya ingin menjatuhkan Islam, namun malah jatuh cinta pada Nabi Muhammad ﷺ. Hal serupa juga diungkapkan oleh Michael H. Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, yang menempatkan Nabi Muhammad di urutan pertama karena keberhasilannya dalam memimpin, baik di bidang agama maupun dunia.

Tanda-Tanda Kecintaan Sejati

Ustadz Mujib menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus dibuktikan dengan tindakan, bukan hanya ucapan. Ia mengutip Al-Qur'an (Surat At-Taubah ayat 24) yang menegaskan bahwa Allah mengancam orang-orang yang lebih mencintai harta, keluarga, dan kekuasaan daripada Allah dan Rasul-Nya.

Beliau juga memaparkan tiga tanda bukti kecintaan sejati kepada Rasulullah ﷺ:

  1. Membenarkan Semua Berita dari Rasulullah ﷺ: Seorang Muslim sejati harus membenarkan semua berita yang disampaikan oleh Rasulullah, baik itu masuk akal atau tidak. Alasannya, setiap ucapan Rasulullah adalah wahyu dari Allah.

  2. Mengamalkan Perintah dan Menjauhi Larangan: Kecintaan harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran Nabi. Hal ini mencakup mencontoh sunah, baik dalam keadaan sulit maupun lapang.

  3. Memilih Jalan yang Lurus: Beliau menutup khutbahnya dengan menekankan bahwa menjadi seorang Muslim berarti harus memilih jalan yang benar dan tidak merusaknya dengan perbuatan yang diharamkan Allah.

Ustadz Mujib menggarisbawahi pentingnya mencontoh Rasulullah ﷺ. Ilmu dan akal harus digunakan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang wajib dan yang haram, tanpa ada tawar-menawar. Beliau juga mengingatkan bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, harus diniatkan sebagai bekal untuk akhirat. (*)

Friday, September 05, 2025

Utamakan Akhirat


Khutbah Jumat *Ustadz Aqib Abdul Haris* di Masjid Salim Mubarak Sulthon Nganjuk pada 5 September 2025.

Dalam khutbahnya, Ustadz Aqib Abdul Haris mengajak para jamaah untuk senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa takwa adalah keuntungan terbesar, sementara maksiat adalah kerugian yang paling besar.

*Syukur Atas Nikmat Iman dan Islam*

Ustadz Aqib mengingatkan jamaah untuk bersyukur atas nikmat iman dan Islam, karena keduanya menjadikan hidup bermakna dan mengarah pada surga yang kekal abadi. Sebaliknya, tanpa iman, hidup akan menjadi perjalanan yang mengerikan menuju neraka. Beliau menegaskan bahwa nikmat ini begitu agung, bahkan jika kita mensyukurinya selama jutaan tahun atau mengorbankan seluruh hidup dan harta, itu tidak akan pernah cukup.

Mengutip Surat As-Sajdah ayat 17, beliau menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun, bahkan para nabi, rasul, atau malaikat, yang tahu secara detail kenikmatan luar biasa yang Allah siapkan untuk orang-orang beriman. Hanya Allah SWT yang mengetahui sepenuhnya balasan atas amal perbuatan mereka.

*Keagungan Menjadi Umat Nabi Muhammad SAW*

Ustadz Aqib juga mengajak jamaah untuk bersyukur menjadi umat Nabi Muhammad SAW, karena hal itu merupakan karunia yang sangat besar. Beliau menyebutkan bahwa bahkan para nabi yang mulia pun berkeinginan menjadi umat Nabi Muhammad. Keuntungan menjadi umat Nabi ﷺ begitu besar, sehingga cukup untuk membuat kita memuji Allah siang dan malam.

Namun, beliau juga mengingatkan bahwa menjadi umat Nabi Muhammad tidaklah cukup hanya dengan klaim. Kita harus berpegang teguh pada sunah dan cara hidup Nabi. Beliau khawatir jika kita tidak benar-benar mengamalkan sunah, maka kelak kita tidak akan diakui sebagai umatnya. Ustadz Aqib mengutip janji Nabi Muhammad yang tidak akan pernah merasa puas dan akan terus mencari umatnya, dan tidak akan tenang jika ada satu umatnya saja yang masuk ke dalam neraka.

*Al-Quran dan Umur sebagai Karunia*

Khutbah ini juga menyoroti keagungan Al-Quran. Beliau menyebut Al-Quran sebagai kitab termulia yang berisi ilmu para nabi dan rasul. Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat yang pasti diterima oleh Allah. Oleh karena itu, Ustadz Aqib mengajak jamaah untuk mencintai, membaca, mengamalkan, dan memperjuangkan Al-Quran.

Selain itu, beliau menekankan bahwa umur adalah karunia yang sangat besar. Beliau membandingkan orang yang menyia-nyiakan umurnya dengan orang yang membuang dan membakar uang satu koper. Menurutnya, orang yang menyia-nyiakan umur lebih bodoh dan lebih gila karena umur bisa digunakan untuk membeli surga. Setiap detik dan setiap napas harus diisi dengan amal kebaikan untuk membangun bekal di akhirat.

*Fokus pada Akhirat dan Tidak Tergiur Kehidupan Dunia*

Ustadz Aqib mengingatkan bahwa dunia ini adalah tempat sementara. Rumah, sawah, ladang, dan harta akan ditinggalkan. Beliau mengajak jamaah untuk tidak tergiur dengan kehidupan dunia yang fana, karena pada akhirnya kita semua akan menghadapi kematian dan akhirat.

Satu-satunya yang bisa menolong kita adalah Allah SWT. Maka, orang beriman seharusnya hanya terkesan dan tergiur dengan Allah dan kehidupan akhirat. Beliau mengakhiri khutbahnya dengan nasihat untuk membersihkan hati dari kecintaan pada dunia dan menghadapkannya sepenuhnya pada akhirat, karena Nabi Muhammad dan para sahabat telah menunggu di sana. Beliau juga menyarankan agar jamaah selalu datang awal ke masjid pada hari Jumat, karena para malaikat akan mencatat dan memberikan pahala yang besar bagi mereka yang hadir lebih dulu. (*)

Tuesday, September 02, 2025

Gus Baha: Logika, Akal dan Agama

Dalam acara Haul Kyai Abdul Hamid di Pasuruan, Senin, 1 September 2025, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, menyampaikan ceramah yang menekankan pentingnya logika dan ilmu kalam (tauhid) dalam mengawal ajaran agama. Menurut beliau, agama Islam adalah "dinun aqliun," agama yang logis dan masuk akal.

Sisi Kemanusiaan Nabi dan Pembelaan Logis

Gus Baha membela Rasulullah ﷺ dengan argumen yang tidak biasa. Beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ justru harus menunjukkan sisi kemanusiaannya (al-a'rad al-basyariah) seperti makan, minum, dan berjalan di pasar. Hal ini sangat penting karena beliau datang setelah Nabi Isa, yang dipertuhankan oleh umatnya. Dengan menampilkan sisi manusiawi, Nabi Muhammad membuktikan bahwa dirinya adalah seorang hamba Allah dan rasul-Nya, bukan Tuhan. Oleh karena itu, bagi Gus Baha, Nabi makan adalah hal yang paling mulia karena mengandung maklumat nafyun li uluhiyyati Muhammad (penafian ketuhanan Muhammad).

Gus Baha juga menyinggung tentang poligami Nabi yang sering dipertanyakan. Beliau menjawab secara logis: jika menolong satu orang adalah perbuatan baik, menolong dua orang lebih baik, dan seterusnya. Hal ini membantah pandangan dangkal bahwa poligami Nabi hanya karena nafsu, melainkan sebagai bentuk kebaikan yang lebih luas.

Mukjizat dan Logika Al-Quran

Menurut Gus Baha, Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang paling menghindari mukjizat yang bersifat "kharikun lil 'adat" (melanggar kebiasaan atau di luar nalar), karena pengalaman para nabi terdahulu menunjukkan bahwa mukjizat yang terlalu dahsyat sering dianggap sihir dan malah menimbulkan masalah. Allah sendiri dalam Al-Quran (QS. Al-Isra': 59) menyebutkan bahwa tidak ada yang menghalangi-Nya untuk memberikan mukjizat kecuali agar umat-umat terdahulu tidak dihancurkan.

Gus Baha juga menceritakan kisah Jubair bin Muth'im yang masuk Islam setelah mendengar Nabi ﷺ membaca Surah At-Thur saat shalat. Jubair terkesima dengan logika Al-Quran yang mempertanyakan: "Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu? Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?" (QS. At-Thur: 35). Ayat ini, menurut Gus Baha, menunjukkan bahwa Tuhan harus wajibul wujud (wujudnya wajib ada) dan tidak mungkin tercipta dari ketiadaan atau menciptakan diri sendiri. Logika sederhana ini, kata Gus Baha, jauh lebih kuat dari ribuan seminar atau pidato.

Agama yang Mapan dan Tahan Uji

Gus Baha menekankan bahwa agama ini tetap kokoh dan abadi karena dikawal oleh logika yang absolut (aqlun). Ia mencontohkan bagaimana Al-Quran disebut sebagai mutiara yang dilempar secara acak (qodfa), namun tetap indah. Hal ini membuktikan bahwa kebenaran sejati tidak perlu dijaga citranya, karena ia akan tetap benar.

Beliau juga memaparkan bahwa Islam bisa dibawa oleh siapa saja, dari orang yang sopan seperti Abu Bakar, pemarah seperti Umar, hingga budak seperti Bilal. Hal ini menunjukkan kekuatan ideologi agama yang tidak tergantung pada pembawanya, tetapi pada logika dan kebenarannya yang mutlak.

Di akhir ceramahnya, Gus Baha menyinggung tentang balaghah (ilmu retorika bahasa) Al-Quran yang penuh makna. Sebagai contoh, redaksi "Jumlah Ismiyah" (kata benda) digunakan untuk menunjukkan status yang abadi, seperti "Alhamdulillah," yang berarti segala puji milik Allah selamanya. Sebaliknya, "Jumlah Fi'liyah" (kata kerja) menunjukkan sesuatu yang temporal. Hal ini menjelaskan mengapa kesalahan Nabi Adam diungkapkan dengan "Jumlah Fi'liyah," menandakan bahwa kesalahan itu hanya bersifat insidentil, bukan statusnya sebagai Nabi.

Secara keseluruhan, ceramah Gus Baha ini memberikan pandangan yang segar dan rasional terhadap ajaran Islam, menjauhi mistisisme berlebihan dan mengajak umat untuk kembali pada pemahaman yang logis dan mendalam. (*)

Sumber:

https://youtu.be/F82om5aaeCg?si=7oo8y9XefOvy8GI9

___

Monday, September 01, 2025

Media Rusia Sputnik Tuding Ada Campur Tangan Asing di Balik Demonstrasi Indonesia



Moskow, Rusia – Media pemerintah Rusia, Sputnik, menerbitkan analisis yang mengklaim adanya keterlibatan pihak eksternal, termasuk miliarder George Soros, dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan di Indonesia. Analisis ini dimuat dalam sebuah artikel berjudul "Soros Can't Be behind Indonesian Protest" (dengan judul asli yang kemungkinan salah kutip dan seharusnya is atau may).

Menurut Sputnik, meskipun kerusuhan tersebut mencerminkan keluhan ekonomi yang nyata, kemunculan simbol bendera bajak laut One Piece di berbagai aksi unjuk rasa mengindikasikan adanya campur tangan asing. Analisis media ini mengaitkan hal tersebut dengan strategi "revolusi warna" yang diduga digerakkan oleh Barat.

Simbol One Piece dan Analisis Geopolitik

Sputnik mengutip analis geopolitik Angelo Giuliano, yang berpendapat bahwa simbol bendera bajak laut dengan topi jerami yang digunakan dalam anime Jepang One Piece mirip dengan pola gerakan yang pernah terjadi di wilayah lain. Dalam anime tersebut, bendera itu melambangkan perlawanan terhadap tirani. Sejak Juli lalu, simbol serupa dilaporkan muncul di berbagai tempat di Indonesia, termasuk di dinding dan kendaraan.

Giuliano juga menyinggung dugaan keterkaitan dengan National Endowment for Democracy (NED), sebuah lembaga yang disebut telah mendukung sejumlah media di Indonesia sejak tahun 1990-an. Hal ini, menurutnya, berkaitan dengan fokus geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Strategi "Revolusi Warna" dan Posisi Indonesia

Jeff J. Brown, pendiri ST from FX Foundation, turut dikutip oleh Sputnik. Ia menyamakan situasi di Indonesia dengan peristiwa di Serbia yang ia sebut sebagai bagian dari strategi revolusi warna. Brown menilai bahwa kelompok G7 menginginkan pemimpin yang sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat, seperti pada era Orde Baru.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tidak sesuai dengan agenda G7 karena sedang memperkuat hubungan dengan negara-negara non-Barat, seperti Cina, Rusia, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan BRICS. Indonesia disebut sebagai negara Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan BRICS, aktif dalam inisiatif Belt and Road Cina, serta memiliki ekonomi terbesar di ASEAN.

Dari perspektif Barat, kondisi ini membuat Indonesia menjadi target potensial bagi strategi revolusi warna. Kerusuhan yang terjadi bahkan disebut telah memaksa Presiden Prabowo membatalkan kunjungan ke Cina dan melewatkan konferensi tingkat tinggi SCO.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada konfirmasi langsung dari George Soros maupun pemerintah Indonesia mengenai dugaan campur tangan asing dalam demonstrasi tersebut. (*)

Sumber:

https://youtu.be/i0u0yzycb4k?si=AgLNLecOA_v8THD0

____

DPR Jadi Sorotan, Netizen Korea Sebut Rakyat Indonesia Paling Menakutkan Saat Marah


Seoul, Korea Selatan — Sebuah laporan dari media Korea Selatan, KBS News, yang memberitakan aksi demonstrasi terkait isu kenaikan gaji dan tunjangan DPR di Indonesia, memicu perhatian luas di kalangan netizen Korea. Alih-alih mengkritik aksi demonstrasi, mayoritas komentar justru menunjukkan kekaguman, dukungan, dan rasa iri terhadap keberanian rakyat Indonesia.

Dalam komentar-komentar yang beredar, banyak netizen Korea yang menyatakan kekaguman atas keberanian rakyat Indonesia. Mereka menganggap orang Indonesia sebagai pribadi yang ramah dan tulus, tetapi bisa menjadi "orang paling menakutkan di dunia" ketika marah.

Berikut adalah ringkasan pandangan netizen Korea:


Kritik terhadap Politisi di Kedua Negara

Netizen Korea melihat adanya kemiripan antara politisi di Indonesia dan Korea Selatan. Mereka sepakat bahwa anggota parlemen di kedua negara sama-sama "tidak berguna" dan hidup mewah dengan uang pajak rakyat, sementara masyarakat menderita. Beberapa komentar menyinggung bahwa masalah korupsi dan ketidakadilan juga marak di negara mereka, membuat mereka merasa iri dengan keberanian rakyat Indonesia dalam berprotes.

  • "Ini membutuhkan revolusi. Prabowo dan para anggota DPR memang busuk, tapi rakyatnya masih hidup. Mereka masih hidup."

  • "Rakyat kita harus sadar dan jangan tertipu oleh kata-kata manis politisi."

  • "Semua kemewahan yang dinikmati oleh anggota Majelis Nasional Republik Korea yang tidak berguna harus dibatalkan dan dihilangkan."

Pujian dan Kekaguman pada Rakyat Indonesia

Banyak netizen yang memuji aksi demonstrasi tersebut sebagai wujud dari sentimen publik yang kuat dan pendidikan sejati. Mereka menilai rakyat Indonesia lebih maju daripada warga Korea Selatan karena tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan politik tertentu. Mereka juga berharap pemuda Korea dapat meniru keberanian ini.

  • "Mereka warga negara yang lebih maju daripada Korea Selatan. Mereka benar-benar mencerminkan sentimen publik, hebat, pendidikan sejati."

  • "Saya merasa iri dengan karakter bangsa negara itu. Saya iri pada Indonesia. Anggota DPR kita juga seharusnya seperti ini."

  • "Di negara kita, orang-orang begitu dijinakkan oleh kepura-puraan kebaikan sehingga mereka tidak bisa secara aktif menggelar protes sekuat itu."

Perbandingan Kesenjangan Sosial dan Korupsi

Beberapa komentar menyoroti kesenjangan sosial dan korupsi yang terjadi di Indonesia. Mereka membandingkan gaji dan tunjangan anggota parlemen dengan pendapatan rata-rata masyarakat. Salah satu komentar menyebutkan bahwa tunjangan bulanan anggota DPR di Indonesia sebesar 4,3 juta won setara dengan sekitar 30 juta won per bulan di Korea Selatan, yang dianggap sangat tinggi. Mereka menduga bahwa semua pajak yang terkumpul masuk ke kantong pemerintah.

  • "Mengingat pendapatan nasional Indonesia, para politisi sudah bertindak terlalu jauh."

  • "Rakyat Indonesia sudah sadar negara aneh di mana pencuri menerima perlindungan polisi."

  • "Meskipun mereka mengumpulkan banyak pajak, semuanya masuk ke kantong pemerintah. Itulah sebabnya perkembangan modal sosial sangat lambat."

Secara keseluruhan, laporan ini menjadi cerminan keprihatinan global terhadap korupsi politik dan ketidakadilan. Aksi protes di Indonesia tidak hanya menjadi berita domestik, tetapi juga memicu refleksi di negara lain, di mana banyak warganya merasakan frustrasi yang sama terhadap para politisi mereka. (*)

Sumber:

https://youtu.be/bukfWIjzl_s?si=HE4P5HnHwIB5o2Jh

____