Tuesday, October 27, 2026

Ustadz Abdus Salam: Syukur Saat Mendapat Nikmat, Sabar Ketika Menghadapi Musibah


TUBAN – Ustadz Abdus Salam mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar saat menghadapi musibah. Sikap tersebut merupakan bagian penting dari keimanan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui ibadah maupun kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Selasa Malam, 27 Oktober 2026, di Masjid Lathifah An Nashir, Sidorejo, Tuban. Dalam kajiannya, Ustadz Abdus Salam membahas sejumlah amalan yang dapat mendekatkan seorang Muslim kepada surga, di antaranya beribadah kepada Allah SWT, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim.

## Mensyukuri Nikmat Hujan

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdus Salam menyoroti hujan sebagai salah satu bentuk nikmat Allah SWT yang patut disyukuri. Hujan menjadi sumber kehidupan bagi manusia, tumbuhan, dan makhluk lainnya. Karena itu, umat Islam hendaknya menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur, bukan semata-mata dengan keluhan.

Menurutnya, manusia terkadang mudah mengeluh ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Ketika kemarau panjang, manusia berharap hujan segera turun. Namun, ketika hujan turun terus-menerus, sebagian orang justru mengeluh.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa manusia perlu belajar menerima keadaan dengan penuh kesadaran dan keimanan.

“Ketika mendapatkan kenikmatan, seorang Muslim hendaknya bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah. Namun, ketika mendapatkan musibah, ia harus bersabar,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut.

Syukur, lanjutnya, tidak cukup hanya diucapkan. Nikmat yang diberikan Allah juga harus dimanfaatkan untuk kebaikan. Apabila seseorang memperoleh rezeki berupa harta, hendaknya ia menggunakannya untuk bersedekah dan membantu sesama. Jika memperoleh kesehatan, hendaknya digunakan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Sementara itu, kecerdasan dan ilmu pengetahuan hendaknya dimanfaatkan untuk berdakwah serta menunjukkan jalan kebenaran kepada orang lain.

## Silaturahim sebagai Jalan Menuju Surga

Pembahasan berikutnya berfokus pada pentingnya menjaga hubungan persaudaraan. Ustadz Abdus Salam menjelaskan hadis tentang Abu Ayyub Al-Anshari yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai amalan yang dapat memasukkannya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan pentingnya menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim.

Silaturahim tidak hanya diwujudkan melalui pertemuan keluarga besar. Mengunjungi kerabat, menjenguk anggota keluarga yang sakit, menjaga komunikasi, dan membantu saudara yang membutuhkan juga merupakan bentuk nyata pemeliharaan hubungan persaudaraan.

Menurut Ustadz Abdus Salam, silaturahim perlu terus dijaga agar hubungan antarkeluarga tidak renggang. Bahkan, pemberian sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi sarana untuk mempererat kasih sayang.

Ia juga menjelaskan bahwa istilah silaturahim dan silaturahmi pada umumnya digunakan untuk merujuk pada upaya menjaga dan menyambung hubungan persaudaraan serta kasih sayang antarsesama.

## Sedekah kepada Kerabat Memiliki Dua Keutamaan

Dalam kajian tersebut, Ustadz Abdus Salam turut membahas keutamaan bersedekah kepada keluarga dekat yang membutuhkan.

Ia menjelaskan hadis yang menerangkan bahwa sedekah kepada orang miskin bernilai satu pahala sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat mengandung dua keutamaan, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung silaturahim.

Dengan demikian, membantu keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi merupakan amalan yang memiliki nilai sosial sekaligus nilai ibadah.

Bentuk bantuan tidak harus selalu berupa uang dalam jumlah besar. Seseorang dapat berbagi makanan, bahan kebutuhan pokok, atau bantuan lain sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Prinsip tersebut juga sejalan dengan anjuran untuk memberikan makanan kepada orang yang berpuasa. Selain membantu memenuhi kebutuhan orang lain, tindakan tersebut menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

## Berbuka Puasa dengan Kurma atau Air

Materi kajian selanjutnya membahas tuntunan berbuka puasa. Ustadz Abdus Salam menyampaikan bahwa kurma merupakan salah satu pilihan yang dianjurkan untuk mengawali berbuka puasa. Apabila kurma tidak tersedia, berbuka dengan air dapat menjadi pilihan.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam beribadah.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, anjuran tersebut menjadi pengingat bahwa kesederhanaan dan mengikuti sunah merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas ibadah.

Selain itu, umat Islam juga diajak untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, terutama mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

## Ketaatan kepada Allah Harus Diutamakan

Pada bagian akhir kajian, Ustadz Abdus Salam membahas kisah Abdullah bin Umar dan ayahnya, Umar bin Khattab, yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Kisah tersebut digunakan untuk menjelaskan pentingnya menempatkan ajaran agama sebagai pedoman dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan.

Ia mengingatkan bahwa kecintaan terhadap sesuatu tidak boleh membuat seseorang mengabaikan ketentuan Allah SWT.

Namun, ketaatan dalam kehidupan sehari-hari tetap harus dipahami sesuai dengan tuntunan syariat dan konteks persoalannya. Setiap keputusan, termasuk yang menyangkut hubungan keluarga, perlu mempertimbangkan ketentuan agama dan hak-hak pihak yang terlibat.

Pesan tersebut sejalan dengan ajakan agar umat Islam bersedia mengorbankan sebagian hal yang dicintainya demi kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT.

## Menjaga Istikamah dalam Beribadah

Menutup kajiannya, Ustadz Abdus Salam berharap agar jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya, dan mengikuti sunah Rasulullah SAW.

Ia juga mengajak umat Islam untuk membiasakan diri bersyukur ketika memperoleh nikmat, bersabar ketika menghadapi ujian, serta memperbanyak amal saleh yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Melalui pengamalan nilai-nilai tersebut, umat Islam diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih baik, menjaga persaudaraan, dan meraih kebahagiaan di dunia maupun akhirat. (*)

Firnas Muttaqin 

No comments: