TUBAN – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tuban terus mendorong penguatan kader dakwah hingga tingkat cabang dan ranting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak seluruh unsur Muhammadiyah untuk mengirimkan kader dalam program Akademi Mubaligh Muhammadiyah serta membentuk tim perawatan jenazah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Tabligh PDM Muhammadiyah Kabupaten Tuban, Adi Mulyo, dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Ad Dakwah, Desa Perunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Ahad (30/8/2026).
Menurut Adi Mulyo, Majelis Tabligh PDM Kabupaten Tuban saat ini memiliki sejumlah program yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif dari Majelis Tabligh di tingkat cabang maupun ranting.
Salah satunya adalah program Akademi Mubaligh Muhammadiyah. Melalui program tersebut, pihaknya berharap setiap cabang dapat mengirimkan kader-kader terbaik untuk mengikuti pembinaan dan penguatan kapasitas sebagai mubaligh.
“Kami berharap ada dukungan dari Majelis Tabligh cabang untuk mengutus kader-kadernya mengikuti Akademi Mubaligh Muhammadiyah. Harapannya, kader-kader ini bisa terus tumbuh dan semakin bermanfaat bagi masyarakat atau umat, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Adi Mulyo.
Ia menilai keberadaan kader mubaligh yang memiliki kemampuan dan pemahaman keagamaan yang baik menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Selain program Akademi Mubaligh, Majelis Tabligh PDM Muhammadiyah Kabupaten Tuban juga tengah mendorong pembentukan tim perawatan jenazah di setiap cabang.
Program tersebut dikemas dalam wadah Jamaah Takziah Muhammadiyah (JATAMU). Menurut Adi Mulyo, program itu diharapkan mampu menghadirkan personel-personel yang memiliki kemampuan untuk membantu masyarakat dalam proses perawatan jenazah sesuai tuntunan Islam.
“Harapannya, masing-masing cabang bisa menyediakan atau mengutus minimal tiga orang untuk menjadi tim perawatan jenazah. Kami ingin di setiap cabang tumbuh personel atau orang-orang yang mampu merawat jenazah sesuai tata cara yang telah dipandu dalam Himpunan Putusan Tarjih,” jelasnya.
Ia berharap ke depan seluruh cabang Muhammadiyah di Kabupaten Tuban memiliki tim perawatan jenazah yang siap membantu ketika terdapat warga Persyarikatan maupun masyarakat Muslim yang membutuhkan.
Menurutnya, pembentukan tim tersebut juga harus diperkuat hingga ke tingkat ranting. Sinergi antara cabang dan ranting dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Harapannya antara cabang dan ranting bisa bersinergi. Cabang dapat memberikan dukungan kepada ranting-ranting sehingga ketika di setiap wilayah tersedia personel yang siap, kita akan lebih mudah bergerak saat warga benar-benar membutuhkan bantuan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Adi Mulyo juga mengajak warga Muhammadiyah di Kecamatan Semanding yang memiliki kesiapan dan kepedulian untuk bergabung sebagai personel tim perawatan jenazah.
Bagi jamaah yang bersedia terlibat, ia mempersilakan untuk berkoordinasi dengan Ustadz Heri selaku pihak yang akan membantu menyampaikan dan menghubungkan calon personel dengan Majelis Tabligh PDM Kabupaten Tuban.
Adi Mulyo berharap program Akademi Mubaligh Muhammadiyah maupun pembentukan Jamaah Takziah Muhammadiyah dapat berjalan secara optimal melalui dukungan seluruh unsur Persyarikatan.
“Harapan kami, program-program ini benar-benar dapat berjalan dan pada akhirnya mampu membantu warga, khususnya warga Persyarikatan Muhammadiyah dan pada umumnya masyarakat Muslim, termasuk di Kecamatan Semanding,” pungkasnya.
Penulis: FIRNAS MUTTAQIN
No comments:
Post a Comment