Pasuruan – Pengajian rutin Kamis malam Jumat yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Jagalan, Kota Pasuruan, Kamis (25/6/2026), menghadirkan Ustadz Umar Efendi sebagai penceramah. Dalam kajiannya, beliau mengupas berbagai pelajaran dari Al-Qur'an dan sejarah para nabi, mulai dari kepedulian sosial, pentingnya mengikuti petunjuk Allah, hingga penegakan hukum dan keadilan dalam Islam.
Di hadapan jamaah, Ustadz Umar menekankan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan memberi bantuan kepada fakir miskin, tetapi juga membangun kemandirian mereka agar mampu bangkit dari kesulitan hidup.
Beliau mengisahkan teladan Rasulullah SAW yang tidak sekadar memberikan bantuan sesaat kepada orang miskin, melainkan mendorong mereka untuk bekerja dan berdikari. Menurutnya, umat Islam harus memiliki semangat membangun kekuatan mental sehingga tidak selalu bergantung kepada orang lain.
“Islam mengajarkan kepedulian sosial sekaligus pemberdayaan. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, namun yang lebih penting adalah membantu saudara kita agar mampu mandiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Umar juga mengulas firman Allah dalam Surah Al-Baqarah mengenai Nabi Adam AS. Setelah diturunkan ke bumi, Allah memberikan petunjuk sebagai pedoman hidup manusia. Siapa yang mengikuti petunjuk Allah tidak akan diliputi rasa takut dan kesedihan, sedangkan mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya akan mendapat balasan sesuai amal perbuatannya.
Menurutnya, ketenangan hidup sejati lahir dari ketaatan kepada Allah dan kesediaan menjadikan wahyu sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, beliau mengingatkan jamaah agar berhati-hati terhadap berbagai bentuk penyimpangan akidah sebagaimana yang pernah terjadi pada Bani Israil. Ustadz Umar mencontohkan peristiwa penyembahan anak sapi yang dipimpin Samiri ketika Nabi Musa AS meninggalkan kaumnya untuk menerima wahyu.
“Sejarah dalam Al-Qur'an bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi pelajaran agar umat tidak mudah terpengaruh oleh kesesatan dan tetap menjaga kemurnian tauhid,” jelasnya.
Dalam pembahasannya mengenai hukum Islam, Ustadz Umar menyoroti bahwa syariat selalu ditegakkan dengan prinsip keadilan, pembuktian yang jelas, dan kehati-hatian. Ia mencontohkan beberapa peristiwa pada masa Rasulullah SAW yang menunjukkan bahwa hukuman tidak dijatuhkan secara tergesa-gesa tanpa bukti yang kuat.
Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu mengedepankan proses verifikasi, memberikan kesempatan bertaubat, serta mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menjatuhkan keputusan hukum.
Di akhir pengajian, Ustadz Umar mengajak jamaah untuk terus memperkuat iman, mempelajari Al-Qur'an, dan meneladani para nabi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keselamatan hidup di dunia dan akhirat hanya dapat diraih dengan mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya secara konsisten.
Pengajian yang berlangsung hingga malam hari tersebut diikuti dengan antusias oleh jamaah Masjid At-Taqwa Jagalan. Para peserta menyimak berbagai penjelasan yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan realitas kehidupan umat Islam masa kini.Semoga dapat menjadi dokumentasi kegiatan pengajian dan bahan publikasi untuk media masjid atau grup jamaah. (*)
Firnas Muttaqin
No comments:
Post a Comment