Pasuruan, 20 Juni 2026 – Masjid Al Ukhuwah Sekarsono, Kota Pasuruan, menjadi tuan rumah kegiatan NGOPI (Ngobrol Perkara Iman) yang mempertemukan berbagai unsur organisasi otonom (Ortom), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan komunitas pemuda Muhammadiyah di Kota Pasuruan, Sabtu (20/6/2026) malam.
Kegiatan yang dikemas secara santai namun produktif ini bertujuan membangun sinergi antarorganisasi sekaligus mencari solusi atas rendahnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masjid dan dakwah persyarikatan.
Dalam sambutannya, Bapak Nurruddin mewakili Takmir Masjid Al Ukhuwah menyampaikan apresiasi kepada PASMU dan seluruh pihak yang telah menggagas forum tersebut. Menurutnya, kegiatan NGOPI merupakan langkah positif untuk memperkuat kolaborasi antar-Ortom dan AUM Muhammadiyah di Kota Pasuruan.
"Harapannya forum ini menjadi ruang bersama untuk saling bertukar gagasan, berkolaborasi, dan melahirkan program-program yang dapat menggerakkan anak muda Muhammadiyah," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Nurruddin juga memaparkan perkembangan Masjid Al Ukhuwah yang berawal dari sebuah musala kecil pada tahun 2010 hingga berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari kajian rutin, kegiatan ibu-ibu, gowes jamaah, bakti sosial, pengelolaan media sosial masjid, hingga kegiatan Ramadhan yang melibatkan generasi muda.
Membangun Basis Data Kader
Salah satu agenda penting dalam NGOPI Perdana adalah pengumpulan data potensi kader melalui sistem registrasi digital. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk memetakan kemampuan dan minat peserta, mulai dari bidang penulisan, fotografi, desain grafis, media sosial, public speaking, hingga pengelolaan kegiatan.
Dengan pemetaan tersebut, Muhammadiyah Kota Pasuruan diharapkan memiliki basis data sumber daya manusia yang dapat diberdayakan untuk mendukung berbagai program dakwah, sosial, dan pendidikan.
"Kita ingin mengetahui siapa yang memiliki kemampuan menjadi konten kreator, fotografer, penulis, MC, maupun desainer grafis. Setelah terpetakan, mereka bisa dilibatkan dalam program-program bersama," jelas panitia.
Fokus pada Kolaborasi AUM dan Ortom
Dalam sesi pemaparan, panitia memperkenalkan rekomendasi program kerja 90 hari yang disusun berdasarkan hasil survei dan diskusi awal. Program tersebut meliputi pembentukan Forum Komunikasi AUM-Ortom, pembentukan Tim Media Sosial, penyelenggaraan diskusi pemuda secara rutin, produksi konten digital, hingga pelaksanaan kajian inspiratif yang melibatkan relawan muda.
Dari sejumlah program yang dirancang, forum menetapkan "Ngopi dan Diskusi Pemuda serta Pembentukan Tim Media Sosial AUM" sebagai program prioritas (quick win) yang dinilai paling memungkinkan untuk segera diwujudkan.
Menurut panitia, keberadaan tim media sosial lintas organisasi menjadi kebutuhan penting di era digital untuk memperkuat publikasi kegiatan Muhammadiyah dan meningkatkan keterlibatan generasi muda.
Menjadi Titik Awal Gerakan Bersama
Selain sesi diskusi dan brainstorming, acara juga diselingi dengan ice breaking dan dialog bersama peserta dari berbagai unsur organisasi seperti Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, IGABA, serta perwakilan AUM lainnya.
Peserta menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap NGOPI dapat menjadi agenda rutin bulanan yang menghasilkan program nyata, bukan sekadar forum diskusi.
Melalui kegiatan ini, para peserta berkomitmen memperkuat kolaborasi antar-Ortom dan AUM Muhammadiyah di Kota Pasuruan guna menghadirkan gerakan dakwah yang lebih kreatif, inklusif, dan dekat dengan generasi muda.
"NGOPI bukan sekadar ngobrol perkara iman, tetapi juga menjadi ruang merumuskan langkah bersama untuk membangun gerakan dakwah yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda," demikian semangat yang mengemuka dalam forum perdana tersebut. (*)
Liputan oleh:
FIRNAS MUTTAQIN
PasMu
No comments:
Post a Comment