Saturday, April 04, 2026

Dr. KH Sa'ad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Pasuruan Berislam dengan Semangat Kemajuan


PASURUAN – Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menggelar acara Silaturahmi Syawal 1447 H dengan tajuk "Merajut Kebersamaan Mewujudkan Gerakan Islam Berkemajuan". Acara yang berlangsung khidmat pada Sabtu (4/4/2026) ini dipusatkan di gedung SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Kota Pasuruan.

Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. KH Sa'ad Ibrahim, M.A., serta dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, tokoh agama, pimpinan ormas, serta ratusan kader dari tingkat Cabang hingga Ranting se-Kota Pasuruan.

Inspirasi dari "Gereja Madrid" hingga Internasionalisasi Dakwah

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Pasuruan, Abu Nasir, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Kiai Sa'ad Ibrahim. Ia mengenang sosok Kiai Sa'ad sebagai pemimpin visioner yang tidak hanya membawa kemajuan bagi Jawa Timur saat menjabat Ketua PWM, tetapi juga menginspirasi dunia.

"Beliau adalah sosok yang moderat dan diterima semua kalangan. Salah satu warisan monumental beliau adalah keberanian Muhammadiyah membeli sebuah gereja di Alcala, Madrid, Spanyol untuk dijadikan pusat dakwah. Ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak boleh menghentikan kita untuk meraih hal-hal besar," ujar Abu Nasir di hadapan jamaah.

Abu Nasir juga menegaskan pentingnya menjaga *Manhaj Muhammadiyah* di tengah dinamika sosial yang ada. Ia mengajak warga persyarikatan untuk tetap bangga dengan identitas Muhammadiyah. "Saat ini viral istilah 'Login Muhammadiyah'. Apapun suara di luar sana, kita harus teguh pada pendirian, menjaga akidah yang selamat, dan konsisten beramal saleh melalui amal usaha kita," tambahnya.
Islam adalah Agama Kemajuan

Dalam tausiyahnya, Dr. KH Sa'ad Ibrahim, M.A., menekankan bahwa secara genetik, Islam adalah agama yang sangat maju. Ia mengambil perumpamaan dari kisah Al-Qur'an tentang pemindahan singgasana Ratu Balqis dalam sekejap mata serta peristiwa Isra Mikraj.

"Jarak antara Yaman ke Palestina itu 1.200 kilometer. Al-Qur'an menceritakan singgasana Ratu Balqis dipindah dalam sekejap sebelum mata berkedip. Hingga saat ini, sains dan teknologi tercanggih pun belum mampu mewujudkan hal itu. Ini membuktikan bahwa Islam sejak awal sudah bicara soal kemajuan yang melampaui zaman," urai Kiai Sa'ad.

Lebih lanjut, mantan Ketua PWM Jawa Timur ini mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak menjadi "kampungan" dalam berpikir. Menurutnya, puasa Ramadhan yang baru saja dilalui seharusnya membentuk mentalitas yang kuat dan orientasi hidup yang jauh ke depan.

"Allah memberikan pilihan: siapa di antara kalian yang mau maju, silakan. Karena Islam adalah agama kemajuan, maka cara kita berislam pun harus berkemajuan. Jangan sampai berhenti bergerak hanya karena merasa sudah cukup," pesannya.

Apresiasi untuk Cabang Panggungrejo

Acara silaturahmi tahun ini terasa istimewa karena diselenggarakan secara mandiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Panggungrejo yang bertindak sebagai tuan rumah. Keberhasilan SMK Mutu dalam menyediakan fasilitas gedung yang representatif juga mendapat pujian, menandakan kesiapan amal usaha Muhammadiyah di Kota Pasuruan dalam menyokong agenda-agenda besar persyarikatan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat tali persaudaraan antarwarga Muhammadiyah demi mewujudkan visi Islam berkemajuan di Kota Pasuruan. (*)

---

Friday, April 03, 2026

Halalbihalal Masjid Al Ukhuwah: Ustadz Abu Nasir Ingatkan Pentingnya Menuntaskan Urusan Kemanusiaan


PASURUAN – Masjid Al Ukhuwah menggelar peringatan Halalbihalal 1447 H dengan tema "Merajut Silaturrahim, Menguatkan Kebersamaan" pada Jumat (03/04/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Ustadz Abu Nasir, sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abu Nasir menekankan tiga pilar utama untuk menjadi hamba yang selamat di hadapan Allah SWT, yaitu menjaga kemurnian iman, kebersihan Islam dari campuran yang merusak, dan penyelesaian urusan antar sesama manusia (*Ihsan*).

Menjaga Iman dan Amal Kebanggaan

Ustadz Abu Nasir mengingatkan jamaah untuk memastikan akidah mereka tuntas dan selamat dari segala bentuk kesyirikan. Menurutnya, hubungan pribadi dengan Allah akan "kelar" atau selesai dengan baik jika tidak ada noktah syirik dalam hati.

Beliau juga memotivasi jamaah untuk memiliki "amal kebanggaan" yang konsisten. Ia mencontohkan kisah sahabat Nabi yang mantap menghadap Allah dengan pahala syahid, serta kisah seorang dermawan yang selalu membawa uang receh untuk bersedekah di mana pun ia berada sebagai pegangan amalnya.

> "Apa amal kebanggaan Bapak dan Ibu di hadapan Allah nanti? Jika ketaatan istri kepada suami atau sedekah subuh dijadikan andalan, maka lakukanlah itu dengan sepenuhnya karena Allah," ujar Ustadz Abu Nasir di hadapan para jamaah.
Membersihkan Islam dari "Polusi" Akhir Zaman

Menyinggung kondisi akhir zaman, Ustadz Abu Nasir mengutip pesan Rasulullah SAW mengenai datangnya masa yang penuh dengan *duhon* (asap atau polusi). Dalam konteks syariat, *duhon* dimaknai sebagai munculnya kaum yang seolah-olah menjalankan sunnah, namun sebenarnya bukan berasal dari petunjuk Nabi.

"Bersihkan Islam kita dari segala campuran. Ikuti apa yang dicontohkan Rasulullah dan tinggalkan apa yang tidak beliau lakukan. Jika iman dan Islam kita sudah murni, maka urusan kita dengan Sang Khaliq akan menjadi ringan," tegasnya.

Menghalalkan Urusan Sesama di Dunia

Pesan paling krusial dalam momen Halalbihalal ini adalah mengenai hubungan antarmanusia (*muamalah*). Ustadz Abu Nasir mewanti-wanti agar tidak ada satu pun jamaah yang membawa urusan sengketa atau sakit hati hingga ke liang lahat.

Beliau menjelaskan bahwa di akhirat nanti, orang yang dizalimi akan menuntut haknya. Jika urusan tidak selesai di dunia, pahala amal saleh orang yang menyakiti akan diambil dan diberikan kepada korbannya. Jika pahalanya habis, maka dosa orang yang dizalimi justru akan ditimpakan kepada si penzalim.

> "Jangan menunggu mati untuk meminta maaf. Jika ada salah dengan suami, istri, tetangga, atau sesama jamaah, segera halalkan hari ini juga. Salaman, pandang matanya, ucapkan selawat, dan sebutkan kesalahannya agar benar-benar tuntas," pesannya. (*)

---

Perkuat Sinergi dan Inklusivitas, PDA serta PD IGABA Kota Pasuruan Gelar Halalbihalal 1447 H


PASURUAN – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan bersama Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) menggelar silaturahmi dan Halalbihalal 1447 H pada Jumat, 15 Syawal 1447 H (3 April 2026). Bertempat di aula pertemuan TK Aisyiyah Bustanul Athfal  6  Pasuruan, acara ini menjadi momentum refleksi organisasi untuk lebih menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

Tantangan Organisasi dan Isu Strategis Kota Pasuruan

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan, drh. Hj. Emilis Setyawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi gerakan ‘Aisyiyah agar tidak hanya berputar di internal keanggotaan. Ia menyoroti beberapa tantangan besar yang dihadapi Kota Pasuruan, mulai dari angka kemiskinan hingga isu kesehatan anak.

> "PR terbesar kita adalah bagaimana cabang dan ranting bisa memberikan kegiatan yang menyentuh dan dibutuhkan betul-betul oleh masyarakat. Kita sebagai organisasi perempuan tertua harus lebih peka terhadap kebutuhan perempuan dan anak," ujar drh. Emilis.
Beberapa poin krusial yang disampaikan dalam pidatonya antara lain:
* Kesehatan & Stunting: Angka stunting di Kota Pasuruan masih berada di level *18,7%*, di atas target nasional 14%. Guru-guru TK ABA diharapkan menjadi ujung tombak dalam edukasi pola asuh yang benar kepada orang tua.
* Ekonomi & Kemiskinan: Tingkat kemiskinan yang masih di angka *7%* dan pengangguran terbuka sebesar *4,9%* menuntut peran aktif Majelis Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.
* Pendidikan: Rendahnya rata-rata lama sekolah (9 tahun) di Kota Pasuruan berkorelasi dengan tingginya kasus narkoba dan perceraian. PDA berencana memperkuat kerja sama dengan LAPAS terkait konseling keluarga dan pendidikan paket bagi warga binaan.

Efisiensi dan Kemandirian Finansial

Menghadapi agenda besar seperti Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) dan persiapan Muktamar di tahun 2027, drh. Emilis mengingatkan pentingnya efisiensi keuangan. Ia mendorong setiap majelis untuk mulai berinovasi menciptakan kegiatan yang mampu menghasilkan anggaran secara mandiri (self-funding).

"Kita harus berhati-hati dalam pengelolaan keuangan. Saya berharap tiap majelis bisa mengadakan kegiatan yang menghasilkan, tidak selalu menggantungkan pada bendahara daerah," tambahnya.

---

Hikmah Halalbihalal: Sejarah dan Sikap Inklusif

Acara inti diisi dengan tausiyah hikmah halalbihalal oleh Dr.  Abu Nasir. Beliau memaparkan sejarah panjang tradisi halalbihalal di Indonesia yang sudah tercatat sejak abad ke-18 dalam berbagai manuskrip, hingga diformalkan oleh KH Wahab Chasbullah dan Presiden Soekarno pada tahun 1948.

Dalam ceramahnya, Dr. Abu Nasir  mengajak kader 'Aisyiyah untuk memiliki sikap inklusif.

> "Inklusif berarti menerima kehadiran semua orang dengan tangan terbuka. Jangan merasa paling benar atau paling besar. Libatkan tokoh masyarakat dan warga sekitar tanpa memandang latar belakang agama agar sekolah dan organisasi kita semakin dicintai," pesannya.

Ia juga mengapresiasi kedekatan antara pimpinan 'Aisyiyah dengan Pemerintah Kota Pasuruan yang selama ini terjalin harmonis, layaknya saudara, sehingga kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan anak dapat berjalan maksimal.
Membangun Lingkungan Inklusif dan Bertakwa

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Abu Nasir, menekankan bahwa esensi dari seluruh instrumen pendidikan—mulai dari PAUD, TK, hingga Perguruan Tinggi—adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua peserta didik. Hal ini, menurutnya, hanya bisa dicapai jika para pimpinan dan guru memiliki sikap inklusif.

"Ayo kita hadirkan sikap inklusif sebagai wujud gerakan persyarikatan. Sikap ini adalah ciri orang bertakwa yang memandang semua manusia setara, tanpa membedakan suku, bangsa, maupun latar belakang sosial," ujar Abu Nasir.

Beliau merujuk pada Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 13 yang menggunakan sapaan 'Yaa ayyuhannas' (Wahai manusia), sebagai simbol keterbukaan Islam terhadap keragaman. Abu Nasir mengingatkan bahwa perbedaan diciptakan agar manusia saling mengenal (lita’arofu) dan memahami, bukan untuk saling merendahkan.

Meneladani Kesederhanaan Pimpinan

Dalam kesempatan tersebut, Abu Nasir memberikan testimoni mengenai profil Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, sebagai teladan nyata sikap inklusif dan rendah hati. 

> "Pak Haedar seringkali bepergian hanya naik kereta api, duduk di stasiun menunggu jadwal, bahkan membawa oleh-oleh dalam kardus layaknya warga biasa. Beliau tidak menjaga jarak dengan protokol yang kaku. Inilah mentalitas pimpinan Muhammadiyah: merasa hanya 'sedikit ditinggikan' namun tetap setara dengan anggota lainnya," tuturnya.
Refleksi Pasca-Ramadan: Dari *Shiyam* menuju *Shaum* 

Menutup tausiyahnya, Abu Nasir mengajak para hadirin, khususnya para guru TK ABA, untuk meningkatkan kualitas ibadah pasca-Ramadan. Ia membedakan dua level puasa:
1.  *Level Shiyam:* Sekadar menahan lapar dan dahaga (fisik).
2.  *Level Shaum:* Menahan diri dari perkataan yang buruk, ghibah, dan hal-hal yang menyakiti hati orang lain (psikis/ruhani).

"Ciri orang bertakwa adalah mereka yang memproduksi *qaulan karima* (perkataan yang mulia) dan *qaulan layyina* (perkataan yang lembut). Terutama bagi ibu-ibu dan guru, lisan dan tulisan di media sosial harus dijaga agar selalu menyejukkan dan tidak memicu perpecahan," pesan Abu Nasir.

Menyongsong Masa Depan Organisasi

Acara Halalbihalal ini ditutup dengan penguatan komitmen bersama. Di tengah fenomena sosial yang dinamis, warga 'Aisyiyah dan Muhammadiyah Kota Pasuruan diharapkan tetap menjadi rumah yang terbuka (inklusif) bagi siapapun yang ingin belajar dan berkontribusi, serta menjadi motor penggerak solusi atas masalah kemanusiaan di Kota Pasuruan.*)

Wednesday, April 01, 2026

Silaturahmi Idul Fitri, Ketua PDM Kota Pasuruan Ajak Guru dan Karyawan AUM Jaga Harmoni dan Hindari Konflik

PASURUAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Abu Nashir, di Jalan Kenari, Tembokrejo, pada Rabu (1/4/2026). Acara silaturahmi Idulfitri 1447 H ini dihadiri oleh jajaran pimpinan harian PDM, pimpinan Organisasi Otonom (Ortom), serta para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Abu Nashir menekankan pentingnya menjaga kondusivitas internal organisasi sebagai kunci utama kemajuan. Mengutip pesan tokoh Muhammadiyah almarhum Prof. Malik Fadjar, ia mengingatkan bahwa sebuah institusi akan kehilangan energi jika terjebak dalam konflik dan perpecahan.

"Pesan beliau hanya satu: jangan ada konflik. Jika sudah ada permusuhan dan perpecahan, energi kita habis hanya untuk menyelesaikan pikiran-pikiran buruk. Mari kita eliminasi sikap, karakter, maupun nafsu kepentingan pribadi yang berpotensi menimbulkan konflik," tegas Abu Nashir di hadapan para hadirin.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para guru dan karyawan yang telah menjaga eksistensi AUM di Kota Pasuruan. Menurutnya, meski tantangan pendidikan saat ini sangat berat, banyak sekolah Muhammadiyah yang mampu bertahan bahkan berkembang secara dinamis.

"Kami sebagai pimpinan merasa bangga. Di saat banyak lembaga lain mengalami penurunan, sekolah-sekolah kita tetap stabil dan hidup dengan dinamika yang luar biasa. Jangan sampai amal usaha kita masuk 'ICU'. Kita harus terus bergerak maju agar memberikan manfaat luas bagi umat," lanjutnya.
Pentingnya Kesabaran dan Amal Saleh

Lebih lanjut, Abu Nashir mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk memperbanyak amal jariah melalui pengabdian di persyarikatan. Ia meyakini bahwa keberlangsungan Muhammadiyah hingga saat ini bukan sekadar faktor manusiawi, melainkan adanya pertolongan Allah SWT (معونة الله) bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas.

"Orang yang sabar dalam mengurus umat, sabar menghadapi tantangan di sekolah, insyaallah akan mendapatkan balasan surga tanpa hisab (*bi ghairi hisab*). Inilah keberkahan atau *ziyadatul khair*, bertambahnya kebaikan dalam hidup kita," tuturnya dengan nada emosional.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB ini juga menjadi momen permohonan maaf dari jajaran pimpinan PDM kepada para praktisi di lapangan. Abu Nashir menyadari bahwa kebijakan pimpinan terkadang belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru dan karyawan, namun ia berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi dan fasilitas bagi AUM ke depan.

Di sela-sela acara, Abu Nashir juga menceritakan pengalamannya yang hampir mengalami kecelakaan akibat kelelahan setelah menjalankan tugas visitasi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di luar kota. Cerita tersebut menjadi pengingat bagi seluruh hadirin akan pentingnya dedikasi sekaligus menjaga keselamatan dalam menjalankan amanah organisasi.

Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, memperkuat komitmen seluruh elemen Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk tetap satu barisan dalam memajukan dakwah melalui jalur pendidikan dan sosial. (*)

---

AL Qur'an Surah Al Anbiya


Surah Al-Anbiya' adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 112 ayat dan tergolong surah Makkiyah. Nama "Al-Anbiya'" berarti "Para Nabi", karena surah ini secara khusus mengulas kisah dan perjuangan banyak nabi dalam menyampaikan risalah tauhid.
Berikut adalah pokok-pokok isi kandungan Surah Al-Anbiya':
1. Penegasan Tauhid dan Ke-Esaan Allah
Surah ini menekankan bahwa alam semesta diatur oleh satu Tuhan. Logika yang diberikan adalah jika ada lebih dari satu Tuhan, maka keteraturan alam semesta ini akan hancur berantakan.
2. Peringatan tentang Hari Kiamat
Bagian awal surah ini memperingatkan manusia bahwa hari perhitungan (hisab) sudah semakin dekat, namun banyak manusia yang masih lalai dan berpaling dalam kelalaian.
3. Kisah Perjuangan Para Nabi
Ini adalah bagian inti yang menjadi dasar penamaan surah ini. Beberapa kisah yang diangkat antara lain:
 * Nabi Ibrahim a.s.: Kisah keberanian beliau menghancurkan berhala-berhala kaumnya dan mukjizat saat beliau tidak terbakar oleh api.
 * Nabi Luth a.s.: Penyelamatan beliau dari azab yang menimpa kaumnya.
 * Nabi Nuh a.s.: Doa beliau yang dikabulkan saat menghadapi kaum yang membangkang.
 * Nabi Daud a.s. & Nabi Sulaiman a.s.: Mengenai kebijaksanaan mereka dalam memutuskan perkara dan kekuasaan yang diberikan Allah (seperti menundukkan gunung dan angin).
 * Nabi Ayub a.s.: Kesabaran luar biasa saat ditimpa penyakit dan ujian berat hingga akhirnya disembuhkan.
 * Nabi Yunus a.s. (Dzun Nun): Kisah beliau di dalam perut ikan dan doa pengakuan dosa yang sangat masyhur (Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin).
 * Nabi Zakaria a.s. & Nabi Yahya a.s.: Tentang permohonan keturunan yang dikabulkan Allah meski secara medis sudah tidak memungkinkan.
4. Kesatuan Risalah Para Nabi
Surah ini menegaskan bahwa meskipun para nabi datang di zaman yang berbeda, ajaran inti mereka tetap sama, yaitu Islam (berserah diri kepada Allah) dan mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah SWT.
5. Penciptaan Alam Semesta
Terdapat ayat-ayat yang menyinggung fenomena alam, seperti pemisahan langit dan bumi yang dulunya menyatu, serta penegasan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati sebagai bentuk ujian.
6. Nabi Muhammad sebagai Rahmatan Lil 'Alamin
Di bagian akhir, Allah menegaskan peran Nabi Muhammad SAW melalui ayat yang sangat populer:
> "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya': 107)
Secara keseluruhan, Surah Al-Anbiya' memberikan motivasi kepada orang beriman melalui kisah-kisah nabi terdahulu bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar jika kita tetap teguh pada tauhid dan sabar dalam berdoa.