Saturday, April 04, 2026

Dr. KH Sa'ad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Pasuruan Berislam dengan Semangat Kemajuan


PASURUAN – Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menggelar acara Silaturahmi Syawal 1447 H dengan tajuk "Merajut Kebersamaan Mewujudkan Gerakan Islam Berkemajuan". Acara yang berlangsung khidmat pada Sabtu (4/4/2026) ini dipusatkan di gedung SMK Muhammadiyah 1 (Mutu) Kota Pasuruan.

Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. KH Sa'ad Ibrahim, M.A., serta dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, tokoh agama, pimpinan ormas, serta ratusan kader dari tingkat Cabang hingga Ranting se-Kota Pasuruan.

Inspirasi dari "Gereja Madrid" hingga Internasionalisasi Dakwah

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Pasuruan, Abu Nasir, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Kiai Sa'ad Ibrahim. Ia mengenang sosok Kiai Sa'ad sebagai pemimpin visioner yang tidak hanya membawa kemajuan bagi Jawa Timur saat menjabat Ketua PWM, tetapi juga menginspirasi dunia.

"Beliau adalah sosok yang moderat dan diterima semua kalangan. Salah satu warisan monumental beliau adalah keberanian Muhammadiyah membeli sebuah gereja di Alcala, Madrid, Spanyol untuk dijadikan pusat dakwah. Ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak boleh menghentikan kita untuk meraih hal-hal besar," ujar Abu Nasir di hadapan jamaah.

Abu Nasir juga menegaskan pentingnya menjaga *Manhaj Muhammadiyah* di tengah dinamika sosial yang ada. Ia mengajak warga persyarikatan untuk tetap bangga dengan identitas Muhammadiyah. "Saat ini viral istilah 'Login Muhammadiyah'. Apapun suara di luar sana, kita harus teguh pada pendirian, menjaga akidah yang selamat, dan konsisten beramal saleh melalui amal usaha kita," tambahnya.
Islam adalah Agama Kemajuan

Dalam tausiyahnya, Dr. KH Sa'ad Ibrahim, M.A., menekankan bahwa secara genetik, Islam adalah agama yang sangat maju. Ia mengambil perumpamaan dari kisah Al-Qur'an tentang pemindahan singgasana Ratu Balqis dalam sekejap mata serta peristiwa Isra Mikraj.

"Jarak antara Yaman ke Palestina itu 1.200 kilometer. Al-Qur'an menceritakan singgasana Ratu Balqis dipindah dalam sekejap sebelum mata berkedip. Hingga saat ini, sains dan teknologi tercanggih pun belum mampu mewujudkan hal itu. Ini membuktikan bahwa Islam sejak awal sudah bicara soal kemajuan yang melampaui zaman," urai Kiai Sa'ad.

Lebih lanjut, mantan Ketua PWM Jawa Timur ini mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak menjadi "kampungan" dalam berpikir. Menurutnya, puasa Ramadhan yang baru saja dilalui seharusnya membentuk mentalitas yang kuat dan orientasi hidup yang jauh ke depan.

"Allah memberikan pilihan: siapa di antara kalian yang mau maju, silakan. Karena Islam adalah agama kemajuan, maka cara kita berislam pun harus berkemajuan. Jangan sampai berhenti bergerak hanya karena merasa sudah cukup," pesannya.

Apresiasi untuk Cabang Panggungrejo

Acara silaturahmi tahun ini terasa istimewa karena diselenggarakan secara mandiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Panggungrejo yang bertindak sebagai tuan rumah. Keberhasilan SMK Mutu dalam menyediakan fasilitas gedung yang representatif juga mendapat pujian, menandakan kesiapan amal usaha Muhammadiyah di Kota Pasuruan dalam menyokong agenda-agenda besar persyarikatan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat tali persaudaraan antarwarga Muhammadiyah demi mewujudkan visi Islam berkemajuan di Kota Pasuruan. (*)

---

Friday, April 03, 2026

Halalbihalal Masjid Al Ukhuwah: Ustadz Abu Nasir Ingatkan Pentingnya Menuntaskan Urusan Kemanusiaan


PASURUAN – Masjid Al Ukhuwah menggelar peringatan Halalbihalal 1447 H dengan tema "Merajut Silaturrahim, Menguatkan Kebersamaan" pada Jumat (03/04/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Ustadz Abu Nasir, sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abu Nasir menekankan tiga pilar utama untuk menjadi hamba yang selamat di hadapan Allah SWT, yaitu menjaga kemurnian iman, kebersihan Islam dari campuran yang merusak, dan penyelesaian urusan antar sesama manusia (*Ihsan*).

Menjaga Iman dan Amal Kebanggaan

Ustadz Abu Nasir mengingatkan jamaah untuk memastikan akidah mereka tuntas dan selamat dari segala bentuk kesyirikan. Menurutnya, hubungan pribadi dengan Allah akan "kelar" atau selesai dengan baik jika tidak ada noktah syirik dalam hati.

Beliau juga memotivasi jamaah untuk memiliki "amal kebanggaan" yang konsisten. Ia mencontohkan kisah sahabat Nabi yang mantap menghadap Allah dengan pahala syahid, serta kisah seorang dermawan yang selalu membawa uang receh untuk bersedekah di mana pun ia berada sebagai pegangan amalnya.

> "Apa amal kebanggaan Bapak dan Ibu di hadapan Allah nanti? Jika ketaatan istri kepada suami atau sedekah subuh dijadikan andalan, maka lakukanlah itu dengan sepenuhnya karena Allah," ujar Ustadz Abu Nasir di hadapan para jamaah.
Membersihkan Islam dari "Polusi" Akhir Zaman

Menyinggung kondisi akhir zaman, Ustadz Abu Nasir mengutip pesan Rasulullah SAW mengenai datangnya masa yang penuh dengan *duhon* (asap atau polusi). Dalam konteks syariat, *duhon* dimaknai sebagai munculnya kaum yang seolah-olah menjalankan sunnah, namun sebenarnya bukan berasal dari petunjuk Nabi.

"Bersihkan Islam kita dari segala campuran. Ikuti apa yang dicontohkan Rasulullah dan tinggalkan apa yang tidak beliau lakukan. Jika iman dan Islam kita sudah murni, maka urusan kita dengan Sang Khaliq akan menjadi ringan," tegasnya.

Menghalalkan Urusan Sesama di Dunia

Pesan paling krusial dalam momen Halalbihalal ini adalah mengenai hubungan antarmanusia (*muamalah*). Ustadz Abu Nasir mewanti-wanti agar tidak ada satu pun jamaah yang membawa urusan sengketa atau sakit hati hingga ke liang lahat.

Beliau menjelaskan bahwa di akhirat nanti, orang yang dizalimi akan menuntut haknya. Jika urusan tidak selesai di dunia, pahala amal saleh orang yang menyakiti akan diambil dan diberikan kepada korbannya. Jika pahalanya habis, maka dosa orang yang dizalimi justru akan ditimpakan kepada si penzalim.

> "Jangan menunggu mati untuk meminta maaf. Jika ada salah dengan suami, istri, tetangga, atau sesama jamaah, segera halalkan hari ini juga. Salaman, pandang matanya, ucapkan selawat, dan sebutkan kesalahannya agar benar-benar tuntas," pesannya. (*)

---

Perkuat Sinergi dan Inklusivitas, PDA serta PD IGABA Kota Pasuruan Gelar Halalbihalal 1447 H


PASURUAN – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan bersama Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) menggelar silaturahmi dan Halalbihalal 1447 H pada Jumat, 15 Syawal 1447 H (3 April 2026). Bertempat di aula pertemuan TK Aisyiyah Bustanul Athfal  6  Pasuruan, acara ini menjadi momentum refleksi organisasi untuk lebih menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

Tantangan Organisasi dan Isu Strategis Kota Pasuruan

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan, drh. Hj. Emilis Setyawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi gerakan ‘Aisyiyah agar tidak hanya berputar di internal keanggotaan. Ia menyoroti beberapa tantangan besar yang dihadapi Kota Pasuruan, mulai dari angka kemiskinan hingga isu kesehatan anak.

> "PR terbesar kita adalah bagaimana cabang dan ranting bisa memberikan kegiatan yang menyentuh dan dibutuhkan betul-betul oleh masyarakat. Kita sebagai organisasi perempuan tertua harus lebih peka terhadap kebutuhan perempuan dan anak," ujar drh. Emilis.
Beberapa poin krusial yang disampaikan dalam pidatonya antara lain:
* Kesehatan & Stunting: Angka stunting di Kota Pasuruan masih berada di level *18,7%*, di atas target nasional 14%. Guru-guru TK ABA diharapkan menjadi ujung tombak dalam edukasi pola asuh yang benar kepada orang tua.
* Ekonomi & Kemiskinan: Tingkat kemiskinan yang masih di angka *7%* dan pengangguran terbuka sebesar *4,9%* menuntut peran aktif Majelis Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.
* Pendidikan: Rendahnya rata-rata lama sekolah (9 tahun) di Kota Pasuruan berkorelasi dengan tingginya kasus narkoba dan perceraian. PDA berencana memperkuat kerja sama dengan LAPAS terkait konseling keluarga dan pendidikan paket bagi warga binaan.

Efisiensi dan Kemandirian Finansial

Menghadapi agenda besar seperti Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) dan persiapan Muktamar di tahun 2027, drh. Emilis mengingatkan pentingnya efisiensi keuangan. Ia mendorong setiap majelis untuk mulai berinovasi menciptakan kegiatan yang mampu menghasilkan anggaran secara mandiri (self-funding).

"Kita harus berhati-hati dalam pengelolaan keuangan. Saya berharap tiap majelis bisa mengadakan kegiatan yang menghasilkan, tidak selalu menggantungkan pada bendahara daerah," tambahnya.

---

Hikmah Halalbihalal: Sejarah dan Sikap Inklusif

Acara inti diisi dengan tausiyah hikmah halalbihalal oleh Dr.  Abu Nasir. Beliau memaparkan sejarah panjang tradisi halalbihalal di Indonesia yang sudah tercatat sejak abad ke-18 dalam berbagai manuskrip, hingga diformalkan oleh KH Wahab Chasbullah dan Presiden Soekarno pada tahun 1948.

Dalam ceramahnya, Dr. Abu Nasir  mengajak kader 'Aisyiyah untuk memiliki sikap inklusif.

> "Inklusif berarti menerima kehadiran semua orang dengan tangan terbuka. Jangan merasa paling benar atau paling besar. Libatkan tokoh masyarakat dan warga sekitar tanpa memandang latar belakang agama agar sekolah dan organisasi kita semakin dicintai," pesannya.

Ia juga mengapresiasi kedekatan antara pimpinan 'Aisyiyah dengan Pemerintah Kota Pasuruan yang selama ini terjalin harmonis, layaknya saudara, sehingga kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan anak dapat berjalan maksimal.
Membangun Lingkungan Inklusif dan Bertakwa

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Abu Nasir, menekankan bahwa esensi dari seluruh instrumen pendidikan—mulai dari PAUD, TK, hingga Perguruan Tinggi—adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua peserta didik. Hal ini, menurutnya, hanya bisa dicapai jika para pimpinan dan guru memiliki sikap inklusif.

"Ayo kita hadirkan sikap inklusif sebagai wujud gerakan persyarikatan. Sikap ini adalah ciri orang bertakwa yang memandang semua manusia setara, tanpa membedakan suku, bangsa, maupun latar belakang sosial," ujar Abu Nasir.

Beliau merujuk pada Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 13 yang menggunakan sapaan 'Yaa ayyuhannas' (Wahai manusia), sebagai simbol keterbukaan Islam terhadap keragaman. Abu Nasir mengingatkan bahwa perbedaan diciptakan agar manusia saling mengenal (lita’arofu) dan memahami, bukan untuk saling merendahkan.

Meneladani Kesederhanaan Pimpinan

Dalam kesempatan tersebut, Abu Nasir memberikan testimoni mengenai profil Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, sebagai teladan nyata sikap inklusif dan rendah hati. 

> "Pak Haedar seringkali bepergian hanya naik kereta api, duduk di stasiun menunggu jadwal, bahkan membawa oleh-oleh dalam kardus layaknya warga biasa. Beliau tidak menjaga jarak dengan protokol yang kaku. Inilah mentalitas pimpinan Muhammadiyah: merasa hanya 'sedikit ditinggikan' namun tetap setara dengan anggota lainnya," tuturnya.
Refleksi Pasca-Ramadan: Dari *Shiyam* menuju *Shaum* 

Menutup tausiyahnya, Abu Nasir mengajak para hadirin, khususnya para guru TK ABA, untuk meningkatkan kualitas ibadah pasca-Ramadan. Ia membedakan dua level puasa:
1.  *Level Shiyam:* Sekadar menahan lapar dan dahaga (fisik).
2.  *Level Shaum:* Menahan diri dari perkataan yang buruk, ghibah, dan hal-hal yang menyakiti hati orang lain (psikis/ruhani).

"Ciri orang bertakwa adalah mereka yang memproduksi *qaulan karima* (perkataan yang mulia) dan *qaulan layyina* (perkataan yang lembut). Terutama bagi ibu-ibu dan guru, lisan dan tulisan di media sosial harus dijaga agar selalu menyejukkan dan tidak memicu perpecahan," pesan Abu Nasir.

Menyongsong Masa Depan Organisasi

Acara Halalbihalal ini ditutup dengan penguatan komitmen bersama. Di tengah fenomena sosial yang dinamis, warga 'Aisyiyah dan Muhammadiyah Kota Pasuruan diharapkan tetap menjadi rumah yang terbuka (inklusif) bagi siapapun yang ingin belajar dan berkontribusi, serta menjadi motor penggerak solusi atas masalah kemanusiaan di Kota Pasuruan.*)

Wednesday, April 01, 2026

Silaturahmi Idul Fitri, Ketua PDM Kota Pasuruan Ajak Guru dan Karyawan AUM Jaga Harmoni dan Hindari Konflik

PASURUAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Abu Nashir, di Jalan Kenari, Tembokrejo, pada Rabu (1/4/2026). Acara silaturahmi Idulfitri 1447 H ini dihadiri oleh jajaran pimpinan harian PDM, pimpinan Organisasi Otonom (Ortom), serta para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Abu Nashir menekankan pentingnya menjaga kondusivitas internal organisasi sebagai kunci utama kemajuan. Mengutip pesan tokoh Muhammadiyah almarhum Prof. Malik Fadjar, ia mengingatkan bahwa sebuah institusi akan kehilangan energi jika terjebak dalam konflik dan perpecahan.

"Pesan beliau hanya satu: jangan ada konflik. Jika sudah ada permusuhan dan perpecahan, energi kita habis hanya untuk menyelesaikan pikiran-pikiran buruk. Mari kita eliminasi sikap, karakter, maupun nafsu kepentingan pribadi yang berpotensi menimbulkan konflik," tegas Abu Nashir di hadapan para hadirin.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para guru dan karyawan yang telah menjaga eksistensi AUM di Kota Pasuruan. Menurutnya, meski tantangan pendidikan saat ini sangat berat, banyak sekolah Muhammadiyah yang mampu bertahan bahkan berkembang secara dinamis.

"Kami sebagai pimpinan merasa bangga. Di saat banyak lembaga lain mengalami penurunan, sekolah-sekolah kita tetap stabil dan hidup dengan dinamika yang luar biasa. Jangan sampai amal usaha kita masuk 'ICU'. Kita harus terus bergerak maju agar memberikan manfaat luas bagi umat," lanjutnya.
Pentingnya Kesabaran dan Amal Saleh

Lebih lanjut, Abu Nashir mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk memperbanyak amal jariah melalui pengabdian di persyarikatan. Ia meyakini bahwa keberlangsungan Muhammadiyah hingga saat ini bukan sekadar faktor manusiawi, melainkan adanya pertolongan Allah SWT (معونة الله) bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas.

"Orang yang sabar dalam mengurus umat, sabar menghadapi tantangan di sekolah, insyaallah akan mendapatkan balasan surga tanpa hisab (*bi ghairi hisab*). Inilah keberkahan atau *ziyadatul khair*, bertambahnya kebaikan dalam hidup kita," tuturnya dengan nada emosional.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB ini juga menjadi momen permohonan maaf dari jajaran pimpinan PDM kepada para praktisi di lapangan. Abu Nashir menyadari bahwa kebijakan pimpinan terkadang belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru dan karyawan, namun ia berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi dan fasilitas bagi AUM ke depan.

Di sela-sela acara, Abu Nashir juga menceritakan pengalamannya yang hampir mengalami kecelakaan akibat kelelahan setelah menjalankan tugas visitasi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di luar kota. Cerita tersebut menjadi pengingat bagi seluruh hadirin akan pentingnya dedikasi sekaligus menjaga keselamatan dalam menjalankan amanah organisasi.

Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, memperkuat komitmen seluruh elemen Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk tetap satu barisan dalam memajukan dakwah melalui jalur pendidikan dan sosial. (*)

---

AL Qur'an Surah Al Anbiya


Surah Al-Anbiya' adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 112 ayat dan tergolong surah Makkiyah. Nama "Al-Anbiya'" berarti "Para Nabi", karena surah ini secara khusus mengulas kisah dan perjuangan banyak nabi dalam menyampaikan risalah tauhid.
Berikut adalah pokok-pokok isi kandungan Surah Al-Anbiya':
1. Penegasan Tauhid dan Ke-Esaan Allah
Surah ini menekankan bahwa alam semesta diatur oleh satu Tuhan. Logika yang diberikan adalah jika ada lebih dari satu Tuhan, maka keteraturan alam semesta ini akan hancur berantakan.
2. Peringatan tentang Hari Kiamat
Bagian awal surah ini memperingatkan manusia bahwa hari perhitungan (hisab) sudah semakin dekat, namun banyak manusia yang masih lalai dan berpaling dalam kelalaian.
3. Kisah Perjuangan Para Nabi
Ini adalah bagian inti yang menjadi dasar penamaan surah ini. Beberapa kisah yang diangkat antara lain:
 * Nabi Ibrahim a.s.: Kisah keberanian beliau menghancurkan berhala-berhala kaumnya dan mukjizat saat beliau tidak terbakar oleh api.
 * Nabi Luth a.s.: Penyelamatan beliau dari azab yang menimpa kaumnya.
 * Nabi Nuh a.s.: Doa beliau yang dikabulkan saat menghadapi kaum yang membangkang.
 * Nabi Daud a.s. & Nabi Sulaiman a.s.: Mengenai kebijaksanaan mereka dalam memutuskan perkara dan kekuasaan yang diberikan Allah (seperti menundukkan gunung dan angin).
 * Nabi Ayub a.s.: Kesabaran luar biasa saat ditimpa penyakit dan ujian berat hingga akhirnya disembuhkan.
 * Nabi Yunus a.s. (Dzun Nun): Kisah beliau di dalam perut ikan dan doa pengakuan dosa yang sangat masyhur (Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin).
 * Nabi Zakaria a.s. & Nabi Yahya a.s.: Tentang permohonan keturunan yang dikabulkan Allah meski secara medis sudah tidak memungkinkan.
4. Kesatuan Risalah Para Nabi
Surah ini menegaskan bahwa meskipun para nabi datang di zaman yang berbeda, ajaran inti mereka tetap sama, yaitu Islam (berserah diri kepada Allah) dan mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah SWT.
5. Penciptaan Alam Semesta
Terdapat ayat-ayat yang menyinggung fenomena alam, seperti pemisahan langit dan bumi yang dulunya menyatu, serta penegasan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati sebagai bentuk ujian.
6. Nabi Muhammad sebagai Rahmatan Lil 'Alamin
Di bagian akhir, Allah menegaskan peran Nabi Muhammad SAW melalui ayat yang sangat populer:
> "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya': 107)
Secara keseluruhan, Surah Al-Anbiya' memberikan motivasi kepada orang beriman melalui kisah-kisah nabi terdahulu bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar jika kita tetap teguh pada tauhid dan sabar dalam berdoa.

Monday, March 30, 2026

Islam Berkemajuan: Mewujudkan Rahmat bagi Alam Melalui Kelestarian Lingkungan


Oleh Firnas Muttaqin 

Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menyelenggarakan Pengajian Malam Selasa yang disiarkan secara daring melalui kanal Instagram dan YouTube resmi pada Senin (30/3/2026). Pengajian kali ini menghadirkan Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, *Ustadz Drs. Gita Danupranata, M.M.*, sebagai narasumber utama.

Dalam ceramahnya yang bertepatan dengan 11 Syawal 1447 Hijriyah, Ustadz Gita menekankan pentingnya memahami *Risalah Islam Berkemajuan (RIB)* secara utuh, khususnya dalam konteks mewujudkan rahmat bagi alam semesta. Beliau menggarisbawahi bahwa kesalehan seorang Muslim tidak boleh hanya berhenti di atas sajadah, tetapi harus bertransformasi menjadi aksi nyata dalam menjaga ekosistem.
*Lima Karakter Islam Berkemajuan*

Ustadz Gita mengawali pemaparannya dengan mengingatkan kembali lima ciri utama Islam Berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah:
1. Berlandaskan pada *Tauhid*.
2. Bersumber pada *Al-Qur'an dan As-Sunnah*.
3. Menghidupkan *Ijtihad dan Tajdid*.
4. Mengembangkan *Wasathiyah* (moderasi).
5. Mewujudkan *Rahmat bagi Alam Semesta*.

"Berislam secara kaffah atau totalitas berarti menjalankan kelima ciri ini secara simultan. Kita tidak bisa hanya fokus pada tauhid dan ibadah mahdhah, namun mengabaikan tanggung jawab kita terhadap lingkungan," tegasnya.

*Tauhid Sosial dan Filantropi Lingkungan*

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 177, Ustadz Gita menjelaskan bahwa kebaikan sejati bukan sekadar menghadapkan wajah ke arah timur atau barat dalam ritual, melainkan bagaimana keimanan tersebut membuahkan amal saleh. Beliau merujuk pada konsep *"Tauhid Sosial"* yang dipopulerkan oleh Prof. Amien Rais, di mana pengakuan atas keesaan Allah harus diwujudkan melalui perbuatan baik kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah mengenai pengelolaan lingkungan dan limbah. Beliau menyatakan bahwa membantu menyelesaikan persoalan sampah adalah bagian dari religiusitas. 
> "Menanam pohon yang kemudian hasilnya dimakan oleh burung atau bermanfaat bagi manusia adalah sedekah. Jangan dianggap menanam pohon itu bukan bagian dari cara kita berislam," tambahnya.
*Pesan Ekologi dalam Surah Ar-Rahman*

Lebih lanjut, Ustadz Gita membedah makna mendalam dari Surah Ar-Rahman ayat 7-9. Beliau menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dalam kondisi seimbang (*mizan*). 
* *Ayat 8* mengandung larangan tegas agar manusia tidak merusak keseimbangan tersebut.
* *Ayat 9* merupakan perintah untuk menegakkan keseimbangan dengan adil.

"Merusak keseimbangan alam sama saja dengan melakukan kemaksiatan. Sebaliknya, menjaga kelestarian lingkungan adalah kewajiban yang setara nilainya dengan menjalankan perintah ibadah lainnya," jelas Ustadz Gita.

Sebagai penutup, beliau mengajak warga persyarikatan dan umat Islam secara luas untuk menjadikan isu ekologi sebagai misi aktif. Islam yang *Rahmatan lil 'Alamin* harus menjadi solusi atas krisis lingkungan global, bukan justru menjadi beban bagi bumi. (*)

---

Friday, March 27, 2026

IKAN PUTRI DUYUNG ?

Penjelasan Gemini AI :

Foto yang Anda miliki adalah sebuah objek yang sangat menarik dari sudut pandang sejarah urban legend atau mitos di Indonesia. Berdasarkan pemeriksaan visual dan konteks teks yang tertera ("IKAN DUYUNG JANG TERTANGKAP TGL-7-4 1973 DI PANTAI LAUT MERAH ARABIA"), berikut adalah poin-poin sejarah dan faktanya:

1. Konteks Sejarah: Urban Legend Tahun 70-an

Foto atau kartu pos semacam ini sangat populer di Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an. Saat itu, informasi belum tersebar secepat sekarang melalui internet, sehingga foto-foto fisik seperti ini sering dijual di pasar malam, toko kelontong, atau dibawa oleh pedagang keliling sebagai "bukti nyata" keberadaan makhluk mitos.

2. Identifikasi Makhluk dalam Foto

Secara ilmiah, makhluk yang ada di foto tersebut bukanlah "putri duyung" (manusia setengah ikan) seperti dalam dongeng, melainkan seekor Dugong atau Sapi Laut.
 * Dugong (Dugong dugon) memang sering disebut sebagai "Ikan Duyung" oleh masyarakat lokal di Indonesia dan semenanjung Arab.
 * Legenda pelaut zaman dahulu (termasuk Christopher Columbus) sering salah mengira Dugong atau Manatee sebagai putri duyung dari kejauhan karena cara mereka menyusui anaknya yang mirip manusia.

3. Analisis Teks pada Foto

 * Tanggal 7-4-1973: Tanggal ini sering muncul dalam berbagai versi kartu serupa. Ini memberikan kesan "otentik" pada laporan tersebut.
 * Laut Merah, Arabia: Laut Merah memang merupakan habitat asli populasi Dugong yang cukup besar. Hingga saat ini, pesisir Mesir dan Arab Saudi di Laut Merah masih menjadi area konservasi bagi hewan mamalia laut ini.
 * Ejaan: Penggunaan kata "Jang" (ejaan lama untuk "Yang") menunjukkan bahwa kartu ini diproduksi atau beredar di Indonesia saat masa transisi ejaan (setelah 1972), namun masih menggunakan gaya bahasa yang akrab di telinga masyarakat saat itu.

4. Fakta vs Mitos

 * Faktanya: Foto tersebut kemungkinan besar adalah dokumentasi asli seekor Dugong yang terdampar atau tertangkap jaring nelayan di Laut Merah pada tahun 1973.
 * Mitosnya: Narasi yang dibangun di sekitarnya sering kali dilebih-lebihkan untuk menciptakan sensasi seolah-olah yang tertangkap adalah sosok mistis "Putri Duyung".

Kesimpulan:

Foto Anda adalah artefak budaya yang berharga yang menunjukkan bagaimana masyarakat kita di masa lalu memahami fenomena alam melalui lensa mitos. Secara fisik, itu adalah foto seekor mamalia laut (Dugong), namun secara sejarah, itu adalah bagian dari koleksi "ajaib" yang populer di masanya. (*)

Pasuruan, Jum'at 27 Maret 2026

Monday, March 16, 2026

Labirin Teror Salemba: Membaca Operasi Senyap di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus -- Sebuah Catatan dari akun FB Balqis Humaira.

Ahad, 15 Maret 2026

Dunia aktivisme hak asasi manusia kembali dihantam awan gelap. Tragedi yang menimpa Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus, pada Kamis malam (12/3), bukan sekadar aksi kriminalitas jalanan biasa. Berdasarkan rangkaian fakta lapangan dan analisis pola pergerakan yang terhimpun, peristiwa di Jalan Salemba I tersebut menyerupai sebuah "operasi intelijen berdarah dingin" yang dirancang dengan presisi tinggi.

Anatomi Target: Mengapa Andrie Yunus?

Andrie Yunus bukanlah sosok sembarang. Sebagai alumnus STH Jentera dan mantan pengacara publik LBH Jakarta, ia memiliki kapasitas intelektual untuk membongkar celah hukum negara. Belakangan, langkah-langkah Andrie dinilai sangat mengancam kenyamanan elit kekuasaan.
Ia adalah motor di balik perlawanan terhadap Revisi UU TNI yang dianggap menghidupkan kembali "Dwifungsi ABRI", serta Revisi UU Polri yang memberikan wewenang intelijen berlebih pada kepolisian. Melalui Judicial Review di Mahkamah Konstitusi, Andrie secara terbuka menelanjangi potensi intimidasi aparat terhadap kebebasan sipil. 
Bagi para arsitek kebijakan yang haus kekuasaan, Andrie bukan lagi sekadar kritikus, melainkan penghalang sosiopolitik yang harus dilumpuhkan.

Kronologi Teror: Dari Cyber-Stalking hingga Eksekusi

Serangan air keras ini hanyalah puncak dari gunung es intimidasi yang telah berlangsung selama setahun terakhir. Sejak Maret 2025, Andrie telah masuk dalam radar pengawasan ketat.
 * Teror Psikologis: Serangkaian panggilan telepon dari nomor yang teridentifikasi melalui teknik OSINT berafiliasi dengan entitas keamanan, mulai menghujani ponselnya.
 * Surveillance Fisik: Kehadiran pria-pria berambut cepak di depan kantor KontraS dan manuver slow roll kendaraan dinas pelat militer menjadi pesan intimidatif yang konsisten.
 * Pelacakan Digital: Tiga hari sebelum eksekusi, ponsel Andrie dibombardir panggilan spam. Analisis kontra-intelijen menduga kuat ini adalah kedok untuk melakukan SS7 Pinging, sebuah teknik pelacakan lokasi real-time melalui jaringan BTS yang hanya bisa diakses oleh entitas dengan fasilitas sadap canggih.

Malam Jahanam di Salemba I

Pada malam eksekusi, Kamis (12/3), pergerakan Andrie telah "dikunci". Setelah mengisi podcast mengenai bahaya remiliterisasi di YLBHI, Andrie dibuntuti. Di Jalan Salemba I yang remang, dua pelaku bermotor melakukan manuver contraflow—melawan arus—untuk memutus ruang gerak korban.

Penggunaan gelas stainless steel sebagai wadah cairan kimia pekat (diduga asam sulfat atau nitrat) menunjukkan persiapan teknis yang matang agar wadah tidak meleleh saat dibawa. Hasilnya fatal: Andrie menderita luka bakar 24 persen yang menghancurkan wajah, dada, dan mengancam penglihatan mata kanannya.

Validasi Sasaran: Bukti Operasi Terstruktur

Satu detail yang paling mengguncang adalah kehadiran pria asing di lokasi segera setelah kejadian. Bukannya menolong, pria tersebut justru melontarkan pertanyaan validasi: "Ini dari KontraS ya? Ini dari LBH yah?"

Dalam terminologi operasi kekerasaan terkontrak, ini dikenal sebagai Battle Damage Assessment (BDA)—sebuah proses untuk memastikan bahwa target yang diserang sudah tepat sasaran sebelum melaporkannya kepada penyandang dana. Hal ini sekaligus menggugurkan premis begal atau dendam pribadi; tas dan motor korban tetap utuh, yang diserang adalah "simbol" perlawanan sipil.

Kesimpulan: Pesan Teror bagi Demokrasi

Polanya terlihat jelas: penggunaan eksekutor "proksi" (preman jalanan) memberikan ruang bagi aktor intelektual untuk melakukan plausible deniability—pengingkaran yang masuk akal di mata hukum. Air keras dipilih bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk menciptakan "monumen berjalan" sebagai peringatan fisik bagi siapapun yang berani bersuara.

Jika negara gagal menyeret dalang di balik "faksi radikal" dan elit politik ini ke pengadilan, maka kasus Andrie Yunus akan menjadi lonceng kematian bagi keamanan warga di ruang publik. Keadilan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan; ia harus sampai ke meja-meja ber-AC tempat perintah keji ini bermula. (*)

Thursday, March 12, 2026

Ancaman Mikroplastik Mengintai Meja Makan: Dari Capung Hingga Urin Manusia Diungkap dalam Seminar FST UINSA

SURABAYA – Berbagai penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai sebaran mikroplastik yang kini telah menyusup ke dalam rantai makanan manusia melalui jalur yang tak terduga, mulai dari tanaman kangkung, garam, hingga kotoran kelelawar (guano). Fenomena ini dibedah tuntas dalam *Seminar Pencemaran Mikroplastik* yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Ampel Surabaya, Gunung Anyar, Kamis (12/3).

Acara yang berlangsung pukul 08.00 - 12.00 WIB ini menghadirkan lima peneliti muda dari kalangan mahasiswa sebagai pemateri utama dan Prigi Arisandi, M.Si., pendiri ECOTON, sebagai penanggap (*discussant*). Seminar yang terbuka untuk umum secara gratis ini menarik perhatian peserta melalui fasilitas uji produk kecantikan langsung untuk mendeteksi kandungan mikroplastik pada kosmetik.
*Jalur Masuk Mikroplastik ke Tubuh Manusia*

Dalam paparannya, Intan Fatimah Az-Zahra dan tim mengungkap bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari lautan, tetapi telah masuk ke sistem vaskular tanaman dan tubuh hewan darat. Penelitian pada capung (*Brachythemis contaminata*) di wilayah Surabaya menemukan 47 partikel mikroplastik, didominasi bentuk *fiber* yang diduga berasal dari limbah pencucian pakaian.

"Mikroplastik ini bersifat seperti spons yang menyerap polutan lain. Ketika capung dimakan ikan, dan ikan dimakan manusia, polutan tersebut terakumulasi dalam tubuh kita," jelas Intan dalam presentasinya.

Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan adalah keberadaan mikroplastik pada pupuk organik guano (kotoran kelelawar) di Gua Puncakwangi. Polimer seperti *Polyisobutylene* (dari debu ban) dan *Fiberglass* ditemukan pada kotoran tersebut, yang jika digunakan sebagai pupuk, akan diserap oleh tanaman pangan dan berakhir di meja makan.

*Dampak Kesehatan dan Pekerja Perempuan*

Tak hanya pada lingkungan, seminar ini juga menyoroti dampak kesehatan langsung pada manusia. Laporan mengenai hubungan paparan *Polycyclic Aromatic Hydrocarbons* (PAH) pada urin pekerja perempuan di TPA Ngipik, Gresik, menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan peningkatan sel darah putih yang memicu inflamasi kronis.

"Paparan ini sangat berisiko bagi perempuan usia produktif dan ibu hamil, karena dapat memicu penyakit degeneratif hingga kanker," tulis laporan penelitian tersebut.

*Daftar Pemateri dan Topik Bahasan:*

* *M. Zacky Ammardyas H:* Mikroplastik pada Daun Padi.
* *Syafa'at Aliffudin A:* Mikroplastik pada Katak dan Kodok.
* *Intan Fatimah Az-Zahra:* Mikroplastik pada Capung.
* *Kallista Maharani:* Mikroplastik pada Kosmetik Bibir.
* *Eka Febriana Puji Lestari:* Mikroplastik pada Guano.

*Rekomendasi dan Solusi*

Prigi Arisandi sebagai penanggap menekankan pentingnya perubahan gaya hidup dan kebijakan ketat terkait penggunaan plastik sekali pakai. Peserta seminar juga disarankan untuk mulai beralih ke produk kecantikan bebas mikroplastik serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi pekerja yang bersentuhan langsung dengan limbah.

Refleksi Kematian dan Zakat: Pesan Ustadz Slamet Suharto di Masjid At-Taqwa Jagalan


Oleh Firnas Muttaqin 

PASURUAN – 
Dalam ceramah singkat (kultum) ba'da Tarawih dan witir di masjid at Taqwa Jagalan, Rabu (11/3/2026) Ustadz Slamet Suharto mengajak jamaah untuk bersyukur atas kesempatan beribadah yang diberikan Allah SWT. Beliau juga memberikan penghormatan khusus bagi para tokoh masyarakat dan pengurus masjid yang telah berpulang, seperti almarhum Pak Haji Sulaiman dan Pak Haji Saiful Hadi. 

"Beliau (Pak Haji Saiful) dipanggil Allah di hari yang mulia, hari Jumat di bulan Ramadhan. Kita semua tentu menginginkan akhir hidup yang baik seperti itu," ujar Ustadz Slamet di hadapan jamaah. Beliau mengingatkan bahwa regenerasi perjuangan di masjid harus terus berlanjut seiring berpulangnya para tokoh sepuh.

*Misteri Ajal dan Pesan Jibril*

Menyentil soal usia, Ustadz Slamet menekankan bahwa ajal tidak memandang umur. Baik yang berusia 60 tahun maupun yang masih muda, maut bisa datang kapan saja tanpa menunggu kesiapan urusan duniawi. Beliau mengutip pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat bagi seluruh manusia:

> *"Hiduplah sesukamu, tapi ingat engkau akan mati. Cintailah siapa pun yang kau mau, tapi ingat engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, tapi ingat engkau akan mendapat balasan atas perbuatan itu."*

Pesan ini ditekankan agar jamaah tidak terlalu terikat pada kecintaan duniawi (hubbud dunya) yang berlebihan, karena segala bentuk keterikatan pada anak, harta, maupun jabatan akan terputus saat maut menjemput.

*Zakat sebagai Pembersih Sifat "Destruktif"*

Memasuki pertengahan Ramadhan, Ustadz Slamet juga mengingatkan kewajiban Zakat Fitrah. Menurutnya, zakat bukan sekadar ritual administratif, melainkan alat pembersih dari sifat-sifat destruktif dalam jiwa manusia.

Beliau menyoroti tiga penyakit hati yang dapat menghancurkan manusia:

1. *Sifat Egois:* Hanya mementingkan diri sendiri dan abai terhadap lingkungan.
2. *Keserakahan:* Ketidakpuasan akan harta dunia yang membuat manusia lupa akan akhirat.
3. *Sifat Kebinatangan:* Perilaku yang hanya mengandalkan hawa nafsu tanpa kendali iman.

"Tujuan zakat adalah membersihkan diri. Kita buang sifat egois dan keserakahan itu agar kita layak menyandang gelar orang yang bertakwa, yaitu mereka yang memiliki kepekaan sosial dan kecintaan pada agama Allah," pungkasnya.

---